Indeks

Jelang Musda X Golkar NTB, Persaingan Ahyar dan Suhaili Makin Panas

Hj Baiq Isvie Rupaeda dan H. Abdul Hafid
Simpan Sebagai PDFPrint

Tidak tertutup kemungkinan kandidat calon Ketua Golkar NTB tidak hanya Ahyar dan Suhaili, bisa saja muncul nama baru yang sebelumnya tidak diperhitungkan

MATARAM.lombokjournal.com — Persaingan Walikota Mataram TGH Ahyar Abduh dan Bupati Lombok Tengah Suhaili FT untuk merebut kursi Ketua Golkar NTB makin panas.

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) X DPD I Golkar NTB yang akan dihelat di Kabupaten Lombok Tengah. Kamis, (16/07/2020), kubu Ahyar mengklaim dukungan dari Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto.

Kubu Suhaili sebaliknya, mengklaim dukungan dari delapan DPD II Golkar NTB.

Berubahnya susunan kepanitiaan Musda, yang semula Ketua Panitia Hj. Bq. Isvie Rupaeda digantikan H. Achmad Puaddi FT.  Puaddi tak lain adalah adik kandung Suhaili.

H Achmad Puaddi FT, SE

Perubahan itu terjadi hanya beberapa hari jelang terselenggaranya Musda.

Selain itu, hal lain yang tak kalah panas adalah munculnya pernyataan Misbach Mulyadi selaku Ketua Harian DPD I Golkar NTB yang menilai ‘terlalu naif’ bagi DPD II Golkar NTB ketika tak memberikan dukungan bagi Ahyar.

Mengenai pergantian susunan kepanitiaan beberapa hari jelang Musda, Isvie yang juga sekretaris DPD I Golkar NTB menyampaikan, perganian itu tidak ada sangkut pautnya dengan persaingan Ahyar dan Suhaili.

Ia mengatakan, keputusan pergantian susunan Ketua Panitia ke Puaddi itu murni kebijakan partai. Selain alasan efisiensi, juga karena adanya pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan susunan kepanitiaan yang terlalu gemuk.

“Panitia tidak diganti, hanya dikurangi untuk memenuhi standar Covid. Masak panitianya 40. Bagaimana masuk ruangan,” ujar Isvie.

Terkait makin panasnya persaingan antara Ahyar dan Suhaili dinilai Ketua DPRD NTB ini sebagai fenomena yang biasa dalam dunia politik.

Tetapi untuk keputusan akhir akan tetap dihasilkan melalui mekanisme Musda yang akan berlangsung.

“Kalau soal tekhnis nanti kan kita bicara saat Musda,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan tidak tertutup kemungkinan kandidat calon Ketua Golkar NTB tidak hanya Ahyar dan Suhaili, bisa saja muncul nama baru yang sebelumnya tidak diperhitungkan.

Hal yang disebutnya sebagai konskuensi dari dinamisme politik yang saat ini tengah berlangsung di tubuh partai peninggalan orde baru tersebut.

“Namanya politik sekali lagi selalu ada perkembangan dinamis,” jelasnya.

Terpisah, Puaddi selaku pengganti Isvie sebagai Ketua Panitia Musda X DPD I Golkar NTB saat dikonfirmasi wartawan terkait pergantian susunan kepanitiaan tersebut memilih bungkam.

Senada dengan Puaddi, Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 NTB yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD NTB Drs. H. Abdul Hafid, juga memilih bungkam saat ditanya wartawan terkait panasnya persaingan Ahyar dan Suhaili.

Hafid hanya menjawab setiap pertanyaan wartawan tentang panasnya persaingan Ahyar dan Suhaili tersebut dengan tersenyum.

Untuk diketahui Musda X DPD I Golkar NTB akan diselenggarakan di hotel Novotel kawasan Kuta Mandalika Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 21-23 Juli 2020 mendatang.

Ast

Exit mobile version