Rachmat Hidayat Disebut Sebagai Bapak Pluralisme NTB

TGH Najamudin anggap Rachmat Hidayat politisi senior yang konsisten

Rachmat Hidayat dinilai politisi TGH Najamuddin Mustafa merupakan sosok politisi senior yang mampu menjadi pengayom lintas kalangan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua DPDP PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat disebut sosok politisi senior yang nyaris tak ada politisi lain yang mengimbangi pemikiran, sumbangsih, dan kinerjanya untuk masyarakat NTB.

Kekaguman pada anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan asal dapil NTB II Pulau Lombok, Rachmat Hidayat itu disampaikan politisi TGH Najamuddin Mustafa 

BACA JUGA: Wagub NTB Bakti Stunting di Desa Darek

Menurut Najamudin,, tak ada politisi NTB secemerlang Rachmat Hidayat
H. Rachmat Hidayat

Bagaimana tidak, Najamuddin mengaku Rachmat Hidayat sangat nasionalis dan sangat menjunjung pluralisme 

Dalam perjalanan karier politiknya meripakan generasi di bawah Rachmat Hidayat, Najamuddin mengaku, semula tak tertarik gaya politik H Rachmat Hidayat. 

Ia mengaku jarang sealiran pemikiran di kancah politik dengan Rachmat Hidayat. Namun, perbedaan itu justru membuatnya penasaran. Akhirnya, Najamuddin mengamati gerak-gerik dan tingkah-polah politik yang dijalankan Rachmat Hidayat. 

“Saya mengamaitnya sejak usia belasan tahun, skeitar 1982. Saya mengenal beliau, sering datang ke tempat saya, bertemu kakak saya. Saya tidak pernah membayangkan jadinya akan seperti ini. Yang saya bayangkan Rachmat Hidayat ini orang “jenggo” lah. “Begal” lah gayanya.

Apa yang mau saya dapatkan dari orang semacam ini. Maka saya ndak mau ikuti,” kata Najamuddin di hadapan Rachmat Hidayat saat santap siang di Prime Park Hotel Mataram, Selasa (22/08/23).

BACA JUGA: 18 Parpol di NTB Deklarasi Pemilu Damai 2024

Sejak ia amati mulai tahun 1987-1988, hidup H Rachmat Hidayat, kata Najam memang seperti itu. Ia adalah sosok politisi yang lahir dari kelas bawah “akar rumput”.Rachmat Hidayat termasuk target operasi rezim Orde Baru bersama teman seperjuangannya yang lain, misalnya Raden Suweno dan Sutomo.

Yang paling berkesan dari figure H Rachmat Hidayat menurut Najam adalah perihal konsistensi dan loyalitas.

“Yang saya lihat di beliau ini soal konsistensi dan loyalitas. Dia berani melawan rezim orde baru, dan cara melawannya kekeh dan tak surut. Hidupnya beliau seperti pengembara. Di kampung saya ndak asing lagi, wara-wiri di Sakre. Dia konsisten membela Megawati di saat orang-orang lain lari karena gertakan Orde Baru,” ujarnya. 

Dengan pengalaman dan upaya persekusi oleh rezim kala itu, Najam tak membayangkan bahwa sejarah politik H Rachmat Hidayat akan secemerlang ini. 

Semestinya, dengan keberanian berteriak lantang membela Megawati di saat masa krisis, H Rachmat Hidayat tentu sangat dekat dengan bahaya.

“Rachmat lahir dari golongan yang sangat bawah, tapi sekarang? nyaris tidak ada yang tidak mengenalnya di masyarakat bawah, apalagi politisi-pejabat kelas tinggi. Maka bagi saya politisi baru ini di bawah masa beliau, saya berkesimpulan bahwa beliau memang besar karena tidak pernah pilih-pilih, bergaul dengan semua orang dan kalangan, tidak melihat latar belakang,” jelasnya.

Bapak Pluralisme NTB

TGH Najamuddin yang juga merupakan Putra Kandung salah seorang ulama yang menyebarluaskan ajaran Nahdlatul Ulama (NU) di NTB yakni TGH Mustafa Gazali kelahiran Dusun Batu Sambak Desa Montong Tangi Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Ia takjub dengan pemikiran H Rachmat Hidayat. 

Salah satu yang paling mencolok menurut Najam adalah H Rachmat Hidayat mampu menjadi pengayom lintas kalangan. 

Kebaikannya tak pandang bulu dan latar belakang mana pun. Karakteristik itu, menurut Najam sangat relevan dengan pemikiran Presiden ke IV RI yang juga ulama kharismatik Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. 

BACA JUGA: Pasar Tradisional tak Boleh Tergerus Zaman

Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme Indonesia. Ia dikenal mampu menjadi ‘orang tua’ di balik keberagaman dan kemajemukan Indonesia.

“Saya pernah beberapa tahun ikut Gus Dur. Di Ciganjur saya kenal dengan Yenni Wahid putri beliau. Saya melihat ada persamaan cara berpikir H Rachmat Hidayat dengan Gus Dur. Saya bilang begini dari hati saya. Beliau ini sangat nasionalis, pluralismenya tinggi. Dia perlihatkan itu dalam setiap tindakannya, pikirannya mencerminkan kebangsaan,” jelasnya.

Najamuddin mencontohkan, H Rachmat Hidayat getol sekali membangun saranA ibadah bagi umat agama lain semisal Hindu dan Nasrani. Tak hanya tempat ibadah, H Rachmat Hidayat pula membangun sarana pendidikan bagi kelompok masyarakat agama lain di luar dirinya, yakni islam. 

Sikap yang ditunjukkan politisi kharismatik Bumi Gora itu dinilai sangat berpegang teguh pada semangat kemanusiaan. Ia mengeliminasi perbedaan pandangan keberagamaan. Ia rajut itu dalam semangat kebhinekaan yang memiliki kesamaan hak sebagai anak bangsa. 

“Ketika tokoh kita membangun masjid, pesantren, itu biasa. Tetapi ketika ada orang muslim membangun tempat peribadatan bagi orang Hindu, Nasrani, kita ndak salah mengatakan bahwa beliau sangat pluralis,” ujarnya.

Dengan sikap konsisten itu, anggota DPRD NTB itu mengaku tak salah jika dirinya memberikan label “Bapak Pluralisme NTB” kepada H Rachmat Hidayat. 

“Maka saya berkesikpulan orang ini saya nobatkan sebagai Bapak Plurasilme NTB. Dari hasil kinerjanya, sangat paham keberagaman. Kalau Gusdur Bapak Plurasilme Indonesia, Rachmat Hidayat  yang Bapak Pluralisme di NTB,” bebernya. 

“Saya ini tokoh NU, saya melihat bahwa seorang H Rachmat Hidayat sangat layak menjadi panutan kita. Baik dari sisi prilaku dan ketokohan (senioritasnya). Cocok jadi Bapak bangsa kita di NTB,” sambungnya. 

Tak hanya melihat dari pandangan mata saja, Najam mengaku kiprah H Rachmat Hidayat juga diakui oleh kelompok umat agama lain. Najam mengaku sering bertanya kepada kawannya soal apa yang telah diperbuat H Rachmat Hidayat. 

Menurut Najam, perhatian dan sumbangsih H Rachmat Hidayat telah diakui dan diacungi jempol. Tak hanya oleh kelompok masyarakat muslim, melainkan juga non-muslim. 

“Saya juga bertanya kepada teman-teman Budha, dikatakan Rachmat orang baik, pengayom kita, bukan hanya islam. Di teman-teman China dan Nasran, apa respon mereka? Beliau itu orang bagus. Sangat perhatian ke kita. Kalau orang kami mengatakan bagus, kenapa kita tidak,” ulasnya. 

“Ketika ada orang yang membangun tempat pendidikan agama lain, itu sangat luar biasa bagi saya. Bukan saya menyanggung, ngapain. Tapi ini bentuk perhatian dan kecintaaan saya berdasarkan pandangan dan kacamata empirik dari apa yang beliau lakukan. Ini diakui nurani dan barin saya,” imbuh anggota Komisi I DPRD NTB itu. 

Di NTB, kata Najam tidak ada politisi dan tokoh publik sekelas H Rachmat Hidayat. Secara pribadi, Najam mengaku tak akan mampu mengimbangi apalagi menyamai apa yang telah didarma-baktikan H Rachmat Hidayat kepada masyarakat NTB, khususnya Pulau Seribu Masjid. 

“Tokoh NTB tidak ada yang seperti beliau. Saya sendiri ndak mampu mengimbangi pekerjaan beliau. Karena saya masih punya rasa takut, beliau punya tingkat keagamaan tang tinggi (makrifat) tidak peduli pandangan manusia. Ini makomnya lain. Ini bedanya beliau dengan tokoh-tokoh kita yang lain. Ini jadi pelajaran, tauladan kita semua,” jelasnya. 

Terakhir, Najam mengakui bahwa kemampuan dan ketajaman pemikiran yang dimiliki H Rachmat Hidayat tak diraih atau by given dari orang lain. Melainkan itu buah dari sejarah kehidupan panjang yang dijalaninya secara otodidak.

“Ini tidak mudah saya sampaikan. Dia ini menurut saya tidak dapat ilmu dari orang, dia dapat ilmu dari dirinya, perjalanan hidupnya dia dapat ilmu dari alam. Maka saya bangga, serius saya bangga,” jelasnya.

Dalam konteks NTB, Najam mengakui akan sangat sulit menemukan lagi tokoh seperti H Rachmat Hidayat. Butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun lagi untuk melahirkan sosok yang dapat mengimbangi apa yang telah diperbuat H Rachmat Hidayat. (*)

 




Wagub NTB Paparkan Empat Kiat Sukses

Tiap pengusaha sukses tak pernah takut dengan tantangan dan kegagalan, ini ditekankan Wagub NTB saat menyampaikan kuliah umum

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa (Wagub) Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah memaparkan kiat sukses menjadi wirausaha sukses.

BACA JUGA: 18 Parpol di NTB Deklarasi Pemilu Damai 2024

Wagub NTB menyam[paikan kiat sukses untuk menjadi wirausaha

Empat kiat sukses yang disampaikan Wagub NTB yakni bersungguh sungguh, disiplin, bekerja keras dan mau belajar serta bekerjasama

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa (Wagub) Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah, dalam kuliah umum kewirausahaan di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram (FKIP Unram), di kampus FKIP Unram Mataram, Selasa (22/08/23). 

Dipaparkan Wagub NTB, kesungguhan menjadi sikap mental yang pertama karena setiap pengusaha sukses tak pernah takut dengan tantangan dan kegagalan. Lantas kedisiplinan dibutuhkan agar setiap kesempatan dan waktu yang tersedia dimanfaatkan dengan produktif

Hal terakhir tersebut, menurut Wagub NTB, berkaitan dengan sikap mental berikutnya yakni bekerja keras dan terus belajar. 

BACA JUGA: Pasar Tradisional tak Boleh Tergerus Zaman

“Era digital sekarang berbeda dengan dulu karena dunia tak lagi punya sekat untuk mengenalkan produk tanpa harus memiliki bangunan lapak atau toko,” jelas Wagub NTB. Karena itu kreativitas menjadi penting sebelum yang terakhir sikap mental mengajak orang lain bekerjasama untuk membangun jaringan. 

Dalam kuliah umum yang dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan tersebut juga dihadiri pemateri dari Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) NTB yang bekerjasama dalam  pengembangan produk produk milik pengusaha milenial seperti mahasiswa terutama dalam kegiatan seminar dan workshop. 

BACA JUGA: Senggigi Sunset Jazz 2023 Digelar ke 5 Kali

Hadir pula mendampingi Wagub, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan para pejabat FKIP Unram. ***

 

 




18 Parpol di NTB Deklarasi Pemilu Damai 2024

Untuk mewujudkan Pemilu damai tahun 2024, menurut Gubernur NTB, harus sering bertemu, berkomunikasi dan silaturahmi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Deklarasi Pemilu Damai 2024 untuk mewujudkan Pemilu yang Aman, Damai dan Berintegrasi di Wilayah Provinsi NTB dilakukan 18 Parpol di Lapangan Bharadaksa Polda, Selasa (22/08/23).

BACA JUGA: Senggigi Suinset Jazz 2023 Digelar ke 5 kali

Deklarasi Pemilu Damai 2024

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB saat menghadiri deklarasi tersebut mengapresiasi Polda NTB yang menghadirkan semua pimpinan partai, KPU, Bawaslu dan semua stakeholder terkait untuk melakukan diskusi dan mendeklarasikan pemilu damai di NTB.

Menurut Bang Zul, mewujudkan Pemilu damai tidak cukup hanya aturan, tapi penting melakukan silaturahmi.

“Ternyata untuk mengatur manusia tidak cukup dengan aturan atau proses, tetapi harus sering bertemu, berkomunikasi dan silaturahmi,” ungkap Bang Zul usai Deklarasi Pemilu Damai.   

Sebanyak 18 Partai Politik di NTB yang akan mengikut kontestasi Pemilu 2024 membacakan deklarasi Pemilu Damai yaitu PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, Nasdem, Gelora, PKS, PKN, Hanura, Garuda, PAN, PBB, Demokrat, PSI, Perindo, PPP dan Partai Ummat.

BACA JUGA: Lalu Hardian Irfani Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan 

Menciptakan kesejukan

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto mengajak para penyelenggara, kontestan pemilu untuk sama-sama menciptakan kesejukan dan kenyamanan dalam seluruh tahapan yang ada.

“Kita semua sepakat untuk menciptakan Pemilu 2024 yang damai demi NTB yang kondusif,” ujarnya.

Kapolda juga menekankan agar jangan memberikan ruang bagi setiap orang yang tidak menginginkan Provinsi NTB aman dan nyaman dalam pesta demokrasi.

“Orang boleh berpendapat beda, tetapi jadikan perbedaan tersebut menjadi kebermanfaatan bagi NTB,” tegasmya.

Disatu sisi, Ketua Bawaslu Provinsi NTB. Itratip, ST., MT juga menegaskan untuk mewujudkan pemilu damai, diharapkan untuk melakukan kampanye sehat, jangan saling menjelek – jelekkan, menyebar hoax dan melakukan politisasi SARA. 

BACA JUGA: Arahan Sekda NTB Saat Audensi LPP RRI Mataram

Jika melakukan hal tersebut maka itu bsia mengancam keutuhan kita bersama, dengan terwujudnya pemilu damai itu, maka kita harapkan kualitas hasil dari pemilu kita itu sesuai dengan harapan masyarakat,” pungkasnya. ***

 

 




Pasar Tradisional Tak Boleh Tergerus Zaman

Rannya Agustyra Kristiono ungkapkan potensi pasar tradisional di Lombok sangat besar untuk mendukung pariwisata

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pasar tradisional di Indonesia, termasuk di Lombok, kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan buah, sayur-sayuran telur, daging, kain, pakaian, dan semacamnya.

Bagi banyak orang, keberadaan pasar tradisional menjadi hal yang lazim dari waktu ke waktu, politisi muda Gerindra, Rannya Agustyra Kristiono punya pandangan lain.

BACA JUGA: 18 Parpol di NTB Deklarasi Pemilu Damai 2024

Kata Rannya, merubah mindset pasar tradisional di Lombok
Rannya Agustyra Kristiono menyusuri pasar tradisional

Menurut Rannya, potensi pasar tradisional strategis dalam menggerakan perekonomian masyarakat dan daerah.  Apalagi jika revitalisasi dan kolaborasi pasar tradisional dengan sektor pariwisata bisa dilakukan.

“Saat ini kan, setidaknya sudah ada 8 pasar tradisional di Indonesia yang jadi destinasi wisata. Nah, di Lombok hal ini bukan mustahil untuk dilakukan juga,” kata Rannya, Selasa (22/08/23). 

Ia mencontohkan, pasar Beringharjo Yogyakarta, pasar Apung Banjarmasin, pasar Mama-Mama Papua, pasar Gede dan pasar Klewer di Solo, juga pasar Sukowati di Bali, semua tadinya adalah pasar tradisional biasa, namun telah berubah sebagai destinasi setelah disentuh.

Menurut putri mendiang HBK ini, Lombok memiliki keunikan tersendiri jika dilihat dari sisi lokasi pasar tradisional. Sepanjang jalan nasional dari Ampenan, Kota Mataram hingga Labuhan Lombok, Lombok Timur, bisa dijumpai belasan hingga puluhan pasar tradisional di sisi ruas jalan negara.

“Bayangkan kalau salah satu (pasar tradisional) menjadi destinasi wisata.Tentu ini akan berdampak bagus pada Lombok dan NTB umumnya yang sudah terbranding sebagai destinasi wisata internasional,” katanya.

BACA JUGA: Senggigi Sunset Jazz 2023 Digelar ke 5 Kali

Rannya juga mengajak generasi Milenial dan Gen Z  mengubah mindset tentang pasar tradisional. Apalagi di era persaingan global dimana gerai pasar modern sudah banyak tersedia termasuk di Lombok ini.

Kata Rannya, gerai pasar modern pangsa pasarnya masyarakat perkotaan, ekonomi menengah ke atas. Sementara pasar tradisional terstigma menjadi pangsa ekonomi menengah ke bawah.

Padahal, sejatinya gerai pasar modern berkaitan dengan investasi dan modal kapital. Sementara pasar tradisional digerakkan masyarakat lokal.

“Pasar modern bisa menyumbang lapangan kerja sebagai karyawan, sementara pasar tradisional bukan saja membuka lapangan kerja tapi juga kesempatan dan wadah berwirausaha,” ujarnya.

Cita-cita HBK

Gagasan Rannya tentang pasar tradisional ini tak lepas dari semangat dan cita-cita mendiang ayahandanya, HBK. 

Masyarakat Lombok dan NTB umumnya sangat paham jika almarhum HBK sangat serius bekerja mewakili rakyat di DPR RI, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para petani.

Menurut Rannya, petani juga harus punya akses pemasaran yang lebih terbuka dan maksimal, salah satunya yakni pasar tradisional.

Karena itu, mindset masyarakat dan pedagang di pasar tradisional pun harus mulai diubah sedikit-demi sedikit. Mulai dari bagaimana kebersihan dan kenyamanan pasar, hingga bagaimana memberikan pelayanan dan hospitality yang ramah bagi pengunjung.

“Sehingga nantinya pasar tradisional bukan saja menampung hasil para petani, tetapi juga menjadi tempat yag nyaman dikunjungi, bahkan bisa menjadi destinasi wisata baru di Lombok ini,” katanya.

Saat ini, Rannya Kristiono mulai aktif membangun jejaring dan membuka ruang diskusi dengan kelompok muda di Lombok. Salah satu yang terus dibahas adalah bagaimana generasi muda bisa mendorong pengembangan pasar tradisional.

“Banyak rekan-rekan kita generasi muda Lombok yang fresh graduated, ada sarjana ekonomi, ada pertanian dan ada juga pariwisata. Mereka bisa kembali ke kampung untuk mengaplikasikan keilmuannya untuk masyarakat,” tukas Rannya 

Kunjungannya ke pasar tradisional Kopang, Lombok Tengah, membuat Rannya optimistis menghadirkan pasar tradisional yang merujuk destinasi wisata. Apalagi lokasi pasar tradisional Kopang tepat di sisi jalan negara.

BACA JUGA: Arahan Sekda NTB Saat Audensi LPP RII Mataram

Dengan revitalisasi pasar dan mengkolaborasikannya dengan aspek pariwisata, menjadi triger pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan ekonomi, terutama para pedagang pasar dan para petani dan peternak

Di sisi lain, sebagai destinasi baru, pasar tradisional juga akan memperkaya khasanah potensi wisata di NTB ini.

“Kalau sekarang wisatawan masih banyak belanja di gerai modern, ke depan pasar tradisional bisa menjadi pilihan yang tak kalah menarik,” pungkasnya. (*)

 

 




Senggigi Sunset Jazz 2023 Digelar ke 5 Kali

Digelarnya event Senggigi Sunset Jazz yang ke 5 kali, diharapkan masyarakat NTB menjadi manusia yang ramah

LOBAR.LombokJournal.com ~ Perhelatan Senggigi Sunset Jazz yang ke-5 kalinya di Kawasan Senggigi, Lombok Barat, Minggu (20/08/23), merupakan event nasional maupun internasional yang digelar di NTB. 

BACA JUGA: Wagub NTB Hadiri HUT ke 72 SDN 6 Mataram

Kata Bang Zul, adanya event Senggigi Sunset Jazz, masyarakat NTB harus menjadi manusia yang ramah
Gubernur NTB, Bang Zul

Adanya event semacam Senggigi Sunset Jazz yang banyak digelar, masyarakat NTB diharapkan menjadi warga yang ramah. 

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menghadiri acara Senggigi Sunset Jazz.

“Kita harus pastikan selain alam kita yang indah. Manusianya juga harus ramah,” pesan Gubernur dihadapan ribuan penonton di Senggigi.

BACA JUGA: Arahan Sekda NTB saat Audensi LLP RRI Mataram

Bang Zul meminta keindahan alam dan masyarakat yang selaras, agar NTB dapat menjadi daerah yang aman dan nyaman untuk dikunjungi

Karena, sedikit saja hal buruk bisa menyebar dengan cepat. 

“Kita memiliki tanggungjawab yang besar untuk menjadikan NTB aman dan nyaman untuk pengunjung,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Lalu Hardian Irfani Ajak Generqasi Muda Isi Kemerdekaan

Terakhir, Gubernur berharap Senggigi Sunset Jazz akan terus diadakan di tahun-tahun yang akan datang. Serta, penyanyi yang ditampilkan semakin beragam agar menjadi daya tarik pengunjung tersendiri.***

 




Wagub NTB Hadiri HUT ke-72 SDN 6 Mataram

Wagub NTB, Ummi Rohmi mengungkapkan kenangan bertemu para guru saat masih belajar di SD Negeri 6 Mataram

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Jalillah menceritakan betapa senang dan bahagianya ketika menghabiskan masa-masa sekolahnya di SDN 6 Mataram. 

BACA JUGA: Bang Zul Buka Rakerpim Muhammadiyah Wilayah NTB

Wagub NTB mendorong guru-guru menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan
Wagub NTB, Ummi Rohmi

Kenangan bahagia itu dingkapkan Wagub NTB saat menghadiri masa-masa SD dalam kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 SD Negeri 6 Mataram, Sabtu (19/08/23).

Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi itu masa kecilnya bersekolah di SD Negeri 6 Mataram. 

Diceritakan, kebahagiaan dan semangat Wagub NTB bertemu guru-guru kala itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk mengikuti setiap proses belajar waktu itu.

BACA JUGA: Lalu Hardian Irfani Ajak Generasi Musa Isi Kemerdekaan

“Saya ingat betul, waktu saya mau berangkat ke sekolah ada rasa senang dalam hati. Karena kita akan bertemu guru-guru dan teman yang baik. Menghabiskan waktu bermain dan belajar,” kenang Wagub NTB, Ummi Rohmi.

Menurut Ummi Rohmi, masa kecil yang dilalui di lingkungan sekolah dasar sangat dinikmati tanpa beban hidup dan rasa takut yang merusak masa-masa itu. 

Bahkan Ummi Rohmi merasakan mau berangkat ke sekolah tidak merasa stress, dan sebagian justru rasa rindu yang besar untuk segera bertemu guru-guru dan bermain di sekolah.

“Untuk itu, saya berharap bahwa lingkungan sekolah harus mampu mendidik anak-anak bangsa dengan rasa aman dan kebahagiaan yang menyertai,” harap Ummi Rohmi.

Dengan demikian, Wagub NTB  terus mendorong guru-guru menyulap sekolah menjadi lingkungan yang menyenangkan bagi anak-anak dalam belajar. 

Kemudian lingkungan sekolah juga harus ditetap jaga kebersihan dan keindahannya. 

BACA JUGA: Jajanan Tradisional Berpotensi Gairahkan Sektor Pariwisata

“Saya juga meminta kepada anak-anak ku, agar selalu taat dan nurut sama guru-gurunya. Karena guru adalah orang tua kedua kita dalam mendidik dan mengajari kita,” pinta Wagub NTB kepada ratusan siswa SDN 6 Mataram.

Wagub NTB, Ummi Rohmi berharap bahwa anak-anak akan menjadi generasi yang berbakti kepada guru dan orang tua serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. ***

 

 




Arahan Sekda NTB saat Audiensi LPP RRI Mataram 

LPP RRI Mataram disarankan melakukan koordinasi dengan berbagai OPD Lingkup Pemerintah Provinsi NTB untuk mendapatkan informasi terkait persoalan NTB.

MATARAM.LombokJournal.com ~ Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Mataram diminta meningkatkan mutu siaran, melalui strategi atau cara-cara yang dapat menarik pendengar atau audiensi untuk mengubah pola pikir masyarakat melalui zero-hero.

BACA JUGA: Wagub NTB Hadiri HUT ke 72 SDN 6 Mataram

Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi yang akrab disapa Miq Gite saat menerima audiensi Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Mataram di Ruang Rapat Sekda NTB, Jum’at (18/08/23).

Zero hero itu artinya  menjadikan orang-orang yang terpuruk seperti narapidana atau pelaku tindakan negatif sebagai narasumber, yang akan bercerita tentang buruknya dan merugikan nya hal hal yang telah dilakukan nya baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” tutur Miq Gite di hadapan Kepala LPP RRI Mataram.

BACA JUGA; Turnamen Mandalika Tennis Open Dibuka Gubernur NTB

Ia juga memberikan arahan agar RRI Mataram dapat terus melakukan koordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB untuk mendapatkan informasi terkait persoalan NTB.

“Langkah zero-hero ini menjadi jawaban untuk memberikan edukasi kepada masyarakat NTB, Seperti korban narkoba, korban tppo,  korban anak putus sekolah, korban pernikahan anak, dan lain2, mereka yang pernah terpuruk bisa bangkit kembali ini akan memberikan testimoni atau kesaksian kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak akan meniru perbuatan merugikan diri sendiri dan orang lain karena yg menyampaikan langsung dari korban yang sudah mengalami,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Lembaga penyiaran publik (LPP) RRI Mataram, H. Yanto Prawironegoro, SH., MH berharap agar sinergitas RRI dengan Pemerintah Daerah terkait peran media semakin erat. 

“Alhamdulillah, kami dapat berjumpa dengan pak Sekda dan kita berharap agar sinergitas antara RRI Mataram dan Pemda semakin erat,” pungkasnya. 

Selain itu, LPP RRI Mataram dalam menyambut HUT RRI Mataram ke 78 THN 2023 akan menyelenggarakan beberapa program. 

Antara lain, capaian pembangunan Provinsi NTB masa gubernur Zul-Rohmi. Memberikan ruang bagi pimpinan daerah untuk membaca berita di RRI Mataram.

BACA JUGA: Lalu Hardian Irfani Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan

Dan RRI Mataram akan melaksanakan car free day di jalan Udayana untuk  mensosialisasikan pemilu berkualitas,  memberikan edukasi cerdas memilih dan hindari praktek uang. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Kominfotik NTB dan Ketua PWI NTB. 

 

 




Bang Zul Buka Rakerpim Muhammadiyah Wilayah NTB 

Rapat kerja pimpinan (Rakerpim) Muhammadiyah NTB yang dibuka Gubernur NTB, diharapkan menentukan arah dan langkah kemajuan umat   

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Wilayah Muhammadiyah NTB diharapkan mampu merancang program-program kerja dan terobosan baru, dalam menentukan arah dan langkah kemajuan umat dengan para tokoh muda . 

BACA JUGA: Wagub NTB Hadiri HUT ke 72 SDN 6 Mataram

Bang Zul berharap rakerpim Muhammadiyah NTB MENGHASILKAN PEMIKIRAN MEMAJUKAN mUHAMMADIYAH
Gubernur NTB bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah atau Bang Zul menyampaikan harapan itu saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Wilayah Muhmmadiyah Nusa Tenggara Barat di Hotel Puri Saron Senggigi Lombok Barat, Jumat (18/08/23).

“Mudah-mudahan 2024 nanti, Muhammadiyah dengan tokoh-tokoh muda yang masih energik bisa memposisikan diri dengan baik. Dan tidak bersebrangan dengan pemerintah di bidang pembangunan mutu pendidikan demi pengembangan sumber daya manusia,” harap Bang Zul.

BACA JUGA: Jajanan Tradisional Berpotensi Gairahkan Sektor Pariwisata

Menurutnya, menciptakan ide dan gagasan cemerlang untuk kemajuan Muhammadiyah, tidak mesti harus dihabiskan di dalam ruangan saja.  

Melainkan bisa dengan mengobrol santai sembari menikmati keindahan alam untuk melahirkan pemikiran cermat memajukan Muhammadiyah NTB, sesuai dengan tema Muhammadiyah Unggul dan Berkemajuan. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Buka Rakerpim Muhammadiyah Wilayah NTB

Hadir pula mendampingi Gubernur Kepala Dinas Sosial dan Karo Kesra Setprov NTB dan para pimpinan cabang Muhammadiyah se NTB serta para kader Muhammadiyah. ***

 

 




Turnamen Mandalika Tennis Open Dibuka Gubernur NTB

Gubernur NTB, Bang Zul buka Turnamen Mandalika Tennis Open menyongsong PON 2028

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah mengatakan, dalam menyongsong PON 2028 harus melatih mental anak-anak muda NTB.

BACA JUGA: Jajanan Tradisional, Berpotensi Gairahkan Pariwisata

Bang Zul saat membuka Turnamen Mandalika Tennis Open berharap anak muda jadi atlet PON 2028
Gubernur NTB, Bang Zul

Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB mengatakan itu saat membuka Turnamen Mandalika Tennis Open.di lapangan Tenis Wira Bhakti Gebang,(18/08/23).

Ia menekankan, dengan penyelengaraan Turnamen Mandalika ini, anak muda NTB harus jadi Altet PON 2028, 

Bang Zul berterima kasih kepada panitia penyelenggara yang menghadirkan turnamen Mandalika tersebut, guna menciptakan talenta-talenta anak muda  NTB dalam bidang olahraga Tenis. 

“Untuk menghadapi PON 2028 dan mendapatkan hasil yang maksimal kita harus terus melatih mental anak-anak muda NTB,” jelas Bang Zul.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Lahirkan Pembalap Basional Asal NTB

Selain itu, dikatakan Gubernur NTB, penyelenggaraan turnamen Mandalika Tennis Open  ini akan mampu melatih mental anak-anak muda kedepan sehingga ketika di hadapkan dengan sebuah pekan olahraga tingkat Provinsi atau Nasional akan mampu menguasainya. 

“Agar anak-anak NTB pada PON memberikan yang terbaik kita harus melatih mental anak-anak muda mulai sekarang” ungkapnya.

Menutup sambutanya Bang Zul sampaikan selamat kepada panitia atas terselenggaranya turnamen Mandalika Tennis Open tersebut.

“Semoga acara tenis cup ini  berjalan lancar dan dengan penuh kegembiraan,” tutup Bang Zul. 

BACA JUGA: Nilai Utama Olahraga adalah Persahabatan

Terlihat mendampingi Gubernur NTB pada kegiatan tersebut Kadis Dispora NTB, Kadis Pariwisata NTB, PELTI NTB, dan KONI NTB. ***

 

 




Lalu Hadrian Irfani Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan 

Ekraf dan Esport, menurut Lalu Hadrian Irfani bisa Jadi Peluang Wirausaha Generasi Muda Menuju Indonesia Maju

MATARAM.LombokJournal.com ~ Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 78, 17 Agustus 2023 kali ini hendaknya menjadi momentum bagi generasi muda [baca : Milenial dan Gen Z]  untuk memaknainya sebagai awal yang baik untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan produktif.

BACA JUGA: Bang Zul Dukung Alih Fungsi Kawasan Hutan di Dompu

Lalu Hardian Irfani,"Memaknai Hari Kemerdekaan dengan kegiatan positif dab produktif
Lalu Hardian Irfani (kiri)

Politisi PKB, H Lalu Hadrian Irfani menekankan, generasi muda khususnya generasi milenial dan Gen Z  saat ini punya peran sangat strategis mengisi kemerdekaan Indonesia. Sebab, tantangan global ke depan tentu lebih pelik dan rumit.

“Meski tantangan ke depan makin kompleks di era global, tapi generasi muda kita harus optimistis. Seperti juga tema 17an tahun ini : Terus Melaju Untuk Indonesia Maju,” tegas lelaki yang akrab disapa Haji Ari, Kamis (17/08/23).

Menurut Haji Ari, generasi muda saat ini dan generasi gen Z berikutnya memiliki peluang dan tantangan di zamannya. Kemajuan IT dan digitalisasi dalam hampir semua aspek kehidupan tak mungkin dihindari.

Berikhtiar maju sebagai Caleg DPR RI, H Lalu Hadrian Irfani mengaku akan memperjuangkan pemerataan kesempatan dan akses lapangan kerja untuk generasi muda, khususnya di Dapil Lombok, NTB.

Ia menilai, sektor ekonomi kreatif (Ekraf) dan Elektronik Sport (Esport) bisa menjadi peluang bagi generasi muda ke depan. Bukan saja untuk lapangan kerja tetapi juga untuk berwirausaha.

BACA JUGA: Tagih Utang Pemprov NTB, Kontraktor Kirim Karangan Bunga 

“Ekraf dan Esport ini saya pikir akan sangat potensial ke depan. Apalagi Lombok, NTB ini kan sudah jadi destinasi superprioritas yang skalanya sudah internasional. Generasi muda kita harus bisa menangkap peluang ini,” ujarnya.

Hadrian memaparkan, segmen ekraf cukup banyak yang bisa dikembangkan di Lombok ini. Bukan hanya kerajinan tangan, anyaman ketak, gerabah atau beragam wastra tenun, tetapi juga bisa diinisiasi seni kreatif digital melalui channel Youtube dan sejenisnya.

Saat ini cukup banyak anak muda Lombok yang menjadi Youtuber dengan konten yang beragam. Namun menurut Hadrian, hampir semuanya mempromosikan dan mengenalkan potensi Lombok ke luar daerah bahkan ke luar negeri.

“Nah semangat generasi muda yang inovatif seperti ini tentu harus kita support ke depan,” tegasnya.

 Elektronik Sport

Sementara di sisi Esport (elektronik sport), saat ini sudah banyak komunitas gamer yang menginisiasi tournament tournament Esport seperti Mobile Legend, Free Fire dan sebagainya.

Hadrian mengatakan, hal ini bisa menjadi kegiatan yang sangat positif. Dan juga punya peluang untuk lapangan kerja dan wirausaha.

Ia yakin dan optimistis pembangunan sektor pariwisata di Lombok, NTB akan mencapai masa kejayaannya kelak. Sehingga di daerah, generasi muda juga harus siap mengambil peran untuk mengisi peluang yang ada.

“Peluang akan terbuka seiring berkembangnya sektor pariwisata kita. Hanya sekarang tugas kita, pemerintah dan masyarakat adalah menyiapkan sumber daya manusianya. Generasi muda kita adalah sasarannya,” ujarnya.

Dalam mengisi moment HUT RI ke 78, pria humble yang kini masih aktif sebagai Anggota DPRD NTB ini mengajak generasi muda untuk berkiprah luas sesuai bakat dan passion mereka.

BACA JUGA: Generasi Muda Indonesia Sapu Bersih Juara

“Yang terpenting semua harus dilakukan berdasarkan semangat kebangsaan kita. Dulu para pahlawan kita berkorban jiwa raga untuk kemerdekaan, maka sekarang dan ke depan generasi muda harus melanjutkan mengisi kemerdekaan, dengan tetap mengacu pada empat pilar utama kita, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harga mati,” tegasnya.***