Wagub NTB: Pendidikan Harus Humanis dan Berkualitas 

Proses pendidikan yang diinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas, kata Wagub NTB

LOTIM.lombokjournal.com ~ Keberhasilan suatu proses pendidikan harus dijalankan secara humanis dan berkualitas. 

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat memberikan Kuliah Umum dengan tema “Kebijakan Pendidikan Provinsi NTB: Pendidikan Karakter sebagai Pondasi” di Universitas Hamzanwadi, Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (05/03/22). 

Dikatakan, proses pendidikan dinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas. 

wagub menyampaikan stadium general

“Tidak  ada intimidasi, semua proses itu harus dijalankan secara humanis dan berkualitas, karena ujung-ujungnya suatu proses pendidikan,”  kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

Pada Kuliah Umum, sekaligus launching Program Klinik Riset 2022 di Universitas Hamzanwadi tersebut Ummi Rohmi menjelaskan, pendidikan dikatakan berhasil kalau yang mengikuti pendidikan tersebut senang menjalani proses pendidikan itu. 

“Proses pendidikan yang diinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas,” katanya.

Tidak  ada intimidasi, semua proses itu harus dijalankan dengan humanis dan berkualitas. 

Karena ujung-ujungnya suatu proses pendidikan dikatakan berhasil kalau yang mengikuti pendidikan tersebut senang menjalani proses pendidikan itu, tambahnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri HUT ke 70 Desa Re,biran, Loteng

Ummi Rohmi juga menjelaskan 3 arah penyelenggaraan pendidikan di NTB, yaitu mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan dan meningkatkan peran serta masyarakat.

Tiga arah penyelenggaraan pendidikan di NTB, yaitu bagaimana mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, dimana semua masyarakat bisa mendapatkan layanan pendidikan. 

“Kemudian bagaimana meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan baik nasional maupun internasional. Terakhir, bagaimana meningkatkan peran serta masyarakat karena pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Jadi harus menggandeng seluruh stakeholders untuk berkolaborasi,” jelas Ummi Rohmi.

Ada strategi 4P untuk mewujudkan pendidikan di NTB yang membanggakan.  The Power of 4P tersebut yaitu profil, pelayanan, penampilan dan prestasi. 

“Ada The Power of 4P untuk mewujudkan pendidikan NTB yang membanggakan. Pertama Profil, seluruh data-data yang bersangkutan dengan sekolah harus lengkap. Selanjutnya Pelayanan, bagaimana pelayanan sekolah, sarana program, dan layanan informasi. Kemudian Penampilan, ada identitas sekolah, informasi program sekolah, tata tertib, slogan dan himbauan. Terakhir yaitu Prestasi, yang meliputi prestasi akademik maupun non-akademik,” jelas Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Mahasiswa UNW Mataram Jadi Duta Inspirasi NTB

Terkait program-program inovasi NTB dalam pengimplementasian 5 nilai utama pendidikan melalui beberapa program. 

Wagub mengatakan, pendidikan harus menyenangkan dan beekualitas

Di antaranya Sekolah Bersih dan Sehat, Sabtu Budaya dan Pojok Kreasi, Spiritual Camp, Sub Vokasi Afirmasi Difabel, Kompetensi Sains dan Non-Sains dan Jejak Alumni.

“Program-program inovasi di NTB dalam rangka penerapan 5 nilai utama pendidikan, seperti Program Sekolah Bersih dan Sehat, Sabtu Budaya dan Pojok Kreasi, Spiritual Camp, Sub Vokasi Afirmasi Difabel, Kompetensi Sains dan Non-Sains Debating, dan Jejak Alumni/Tracer Study,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2009-2013 tersebut. ***

 




Talas Beneng, Dari Tanaman Liar Kini Tembus Pasar Internasional

Ukurannya lebih besar dari Talas umumnya dan berwarna kuning, Talas Beneng dapat diolah menjadi berbagai produk olahan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Istilah Beneng merupakan singkatan besar dan koneng (kuning). Hal tersebut terlihat dari ukurannya yang di atas rata-rata talas pada umumnya. 

Jadi nama Talas Beneng karena ukurannya lebih besar dari umumnya Talas dan berwarna kuning.

Talas Beneng untuk berbagai olahan

Talas Beneng merupakan salah satu kekayaan sumberdaya nabati lokal yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam penguatan ketahanan pangan melalui strategi diversifikasi pangan. 

Semula Talas Beneng ini merupakan tanaman yang dianggap liar dan hanya dijadikan pakan ternak.

BACA JUGA: Maestro Rudat, Zakaria, Bahagia dengan Seni Rudat

Menurut Yoyoh Rachmatunnisa Penyuluh Pertanian Kabupaten Pandeglang dalam acara Webinar Propaktani Episode 79B kerjasama Ditjen Tanaman Pangan dengan KOPITU (Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Berastu) melalui youtube.com/Propaktani pada tanggal 31 Agustus 2021 mengatakan, talas Beneng asalnya tanaman liar dan tidak bisa dijual.

“Namun setelah melalui budidaya yang benar dan tepat kini bisa dinikmati seperti jenis talas lainnya seperti talas bogor,“ ungkap Yoyoh.

Lebih lanjut Yoyoh menjelaskan tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai produk olahan seperti tepung beneng, beras beneng, macaroni, mie, brownies, cookies dan aneka olahan lain.

Terkait suplai, Sekretaris Jenderal KOPITU Asikin Chalifah mengatakan, rantai pasok olahan Talas Beneng melalui beberapa tahapan dan melibatkan berbagai pihak yang memiliki prinsip kualitas, kuantitas dan kontinuitas.  

BACA JUGA: Bupati Djohan: Talas Beneng Punya Prospek Ekonomi Luar Biasa

Tiga hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menentukan produk olahan talas dapat bertahan di pasar domestik seperti Bogor, Sukabumi, Bekasi dan luar negeri seperti India, Australia, Turki dan Selandia Baru, hal tersebut akan berdampak juga pada peningkatan taraf hidup petani.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan Talas Beneng memiliki kandungan serat tinggi serta mengandung zat gizi lain seperti karbohidrat kompleks, provitamin A, karotenoid, dan prebiotik. 

“Selain itu, talas beneng dapat dimanfaatkan untuk penderita diabetes dan hipertensi, dapat mencegah penyakit jantung, memperbaiki penglihatan,” kata Suwandi.

Adapun pohon industri talas memiliki 16 produk turunan seperti daun talas dapat digunakan dalam produk rokok herbal dan teh herbal. Batang talas dapat digunakan untuk pakan ternak serta anyaman. 

Sedang umbi talas digunakan untuk olahan segar seperti pasta, talas beku, keripik dan olahan kering seperti tepung yang dapat digunakan untuk membuat mie, kue dan makanan bayi. 

Kementerian Pertanian memberikan bantuan Pengembangan Talas seluas 500 Ha pada Tahun 2021 yang terpusat di Provinsi Banten dan Jawa Barat.

Pengembangan Talas Beneng sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang tercantum dalam Cara Bertindak ke – 2 dari 5 Cara Bertindak Pembangunan Pertanian 2020 – 2024 yaitu diversifikasi konsumsi dan produksi pangan lokal..***

 




Maestro Rudat, ZAKARIA, Bahagia dengan Seni Rudat 

Sosok Zakaria sang maestro Rudat sangat sederhana. Kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas serabutan. Mungkin bagi sebagian orang dia hanyalah orang biasa. Tapi lihatlah, di balik kesederhanaannya, ada keyakinan yang kokoh dalam dirinya. Naniek I Taufan menuliskan kiprah Zakaria

KLU.lombokjournal.com ~ Zakaria merupakan satu dari tidak banyak orang yang mau menghabiskan waktunya untuk melestarikan kesenian tradisional Lombok, seni Tari Tradisi Rudat.

Lebih dari sebagian hidupnya ia dedikasikan untuk menjaga daya hidup Rudat di kampung halamannya di Lombok Utara. 

Kegiatan sehari-hari sang maestro, memetik cengkeh
Kegiatan sehari-hari Zakaria, metik cengkeh

Kecintaannya pada Rudat yang diwarisi turun temurun oleh keluarganya selama puluhan tahun lamanya, tidak membuatnya mundur meski hanya dibayar seadanya setiap kali pentas. 

Kegigihan dan konsistensi sosok yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal bidang seni ini dalam melestarikan Rudat, membuatnya terpilih sebagai seorang Maestro Nasional Tari Rudat.  

Lahir dan tumbuh dalam lingkungan seniman tradisional, Zakaria menitiskan darah seni dari sang kakek juga ayahandanya. Masa kecilnya ia habiskan untuk menonton seni tari tradisional Rudat dari kampung ke kampung. 

Sang ayah yang secara turun temurun melestarikan seni Rudat di kampung tempatnya tinggal Dusun Tanak Ampar Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang Lombok Utara, kerap mengajaknya dalam pertunjukan-pertunjukan rudat. 

BACA JUGA: Wayang Sasak, Media Awal Penyebaran Islam

Dari sanalah, kecintaan Jaka (panggilan akrabnya), terhadap Rudat mulai tumbuh hingga akhirnya ia tidak bisa melepaskan diri dari seni tradisi Rudat hingga saat ini. 

Bermula sebagai penonton, di usia 10 tahun Jaka kecil akhirnya mulai tertarik untuk menjadi bagian dari tari Rudat ini. Berbagai peran pun ia mainkan, menjadi aktor dan juga penari rudat. Bakatnya sebagai anak rudat memang telah terlihat sejak kecil.

Meski memiliki kakek dan ayah yang secara turun temurun menggeluti Rudat, Jaka tidak pernah belajar khusus untuk menjadi aktor maupun penari rudat, melainkan pengalaman dan pengamatannya lah yang menjadi guru baginya. 

Kemampuan dan ketajaman intuisinya dalam menangkap roh rudat, membuatnya lekas beradaptasi dan lebur dalam gerak tari serta penokohan Rudat.

Puluhan tahun sudah, pria kelahiran 1974 ini menggeluti rudat hingga akhirnya ia mengabdikan diri sepenuhnya pada seni rudat. Demi melestarikan seni tradisi Rudat, Jaka lalu mendirikan sanggar seni ‘Rudat Setia Budi Terengan’ yang mengajak dan mengajarkan anak-anak muda Lombok Utara khususnya, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan Rudat. Rudat telah ada sejak sekitar tahun 1920-an di kampung halaman mereka. 

Dedikasi dan kecintaan Jaka yang sama sekali tak memiliki latar belakang pendidikan formal seni ini pada seni tradisi rudat, akhirnya membuat Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memilihnya sebagai salah seorang maestro nasional tari Rudat. 

BACA JUGA: Wayang Sasak, Lalu Nasib: Tontonan dan Tuntunan Masyarakat

Bahkan pada tahun 2017 lalu, sang maestro mendidik para siswa dari seluruh Indonesia pada program Belajar Bersama Maestro yang diselenggarakan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Sang Maestro menjelang pentas

Bertahan dalam keyakinan melestarikan bidang seni tradisi dalam masa puluhan tahun seperti ini, bukanlah hal mudah hingga ia dilabeli predikat sebagai seorang maestro. 

Terpilih sebagai maestro nasional untuk tari rudat bukanlah tujuannya selama ini, sebab ia masih memiliki besar untuk membawa Tari Rudat tetap lestari dan mampu bertahan di tengah arus modernisasi saat ini. 

Lebih dari itu ia sangat ingin rudat diakui UNESCO sebagai tari tradisional khas KLU. Bagi Jaka yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan ini, tidak ada prioritas lain dalam sisa hidupnya melainkan agar ia bisa hidup bahagia bersama rudat. ^^^

 




Mahasiswa UNW Mataram Menjadi Duta Inspirasi NTB 

Dua mahasiswa UNW berprestasi sebagai Duta Inspirasi dan Second Runner Up dalam School and Varsity Debating Championship

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mahasiswa Universitas Nahdltul Wathan MataRam (UNW) raih prestasi pada dua ajang yang berbeda,

Rani Pranita dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNW Mataram menjadi Duta Inspirasi Indonesia Perwakilan NTB 2022.

Mahasiswa berprestasi

Duta Inspirasi didukung penuh oleh Kemenpora yang memiliki fokus pada pengembangan pemuda Indonesia. 

Melalui ajang ini dirinya ingin memberikan kontribusi dan semangat kepada banyak orang yang sedang mengalami permasalahan melalui platform media sosial 

“Harapan saya ke depannya saya tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mampu memberikan perubahan secara nyata kepada orang lain” ujar gadis yang juga pernah menjadi Finalis duta Bahasa NTB 2020 ini.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Talas Beneng Punya Prospek Ekonomi Luar Biasa

Selanjutnya Rani Pranita akan mengabdi menjadi Duta Inspirasi Indonesia selama tiga bulan ke depan dengan menerapkan lima program yang dicanangkan oleh Duta Inspirasi Indonesia, Indonesian Event TikTok, Indonesia Event YouTube, Duta Inspirasi Library Linkedin, Duta Inspirasi Podcast, dan Millenials Menginspirasi.

Prestasi lain atas nama Ilman dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Nurul Hidayati dari Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNW Mataram. 

Keduanya meraih Second Runner Up dalam School and Varsity Debating Championship (SAVEDC). Kegiatan diselenggarakan Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram.

“Lomba ini digelar secara daring, pada tanggal 26-27 Februari lalu,” kata Nurul Hidayati Yuliana. 

Pada kompetisi ini, UNW Mataram menyingkirkan empat tim, dengan setiap tim terdiri dari dua debaters yang diwakili oleh mahasiswa lintas jurusan.

BACA JUGA: Guru Tidak Tetap Terima Bantuan CSR daei Banj BNI Cabang Mataram

Para mahasiswa peserta lomba ini tergabung dalam UKM ASC. Ini merupakan wadah mahasiswa UNW untuk belajar debat Bahasa Inggris.

Rani Pranita  Nurul Hidayati Yuliana dan Ilman mendapat dukungan dan apresiasi dari Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram 

“Selamat kepada Rani, Nurul, dan Ilman, mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi kampus, dan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain,” terang Dr. H. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA, Rektor UNW. ***

 




Bupati Djohan: Talas Beneng Punya Prospek Ekonomi Luar Biasa

Komoditi Talas Beneng disebut Bupati Djohan Sjamsu memiliki prospek bagus bagi masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) bekerjasama dengan PT. Petaning Karya Mulia dan PT. BEST (Bandung Eco Sinergi Teknologi) melakukan penanaman Talas Beneng, di Dusun Kertaraharja Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Jum’at (04/03/22). 

Bupati usai penanaman
Bupati dalam acara penanaman Talas Beneng

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya memajukan perekonomian masyarakat Lombok Utara melalui sektor pertanian.

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH hadir menanam secara simbolis bibit pohon Talas Beneng, didampingi Wakil Direktur PT. Petaning Karya Mulia Endang Lestari, S.Psi, Anggota DPRD KLU Hakamah, Kepala OPD terkait serta para undangan. 

Dikatakan bupati, komoditi Talas Beneng memiliki prospek bagus bagi masyarakat. Dan diharapkan di masa mendatang tanaman talas mampu mendongkrak perekonomian.

BACA JUGA: Dekranas 43 Tahun, Diharapkan Sukses Memayungi Perajin

“Pohon talas beneng tidak hanya penghasil umbi-umbian saja, daunnya juga  bernilai ekonomi bagi masyarakat yang digunakan sebagai bahan baku rokok herbal non nikotin,” terang bupati.

 “Melihat dari kultur tanah yang ada di daerah kita, komoditi talas beneng  ini sangat cocok dan punya prospek yang luar biasa,” jelasnya. 

Bupati Djohan menambahkan, dengan budidaya tanaman talas sedikit demi sedikit potensi bidang pertanian di Lombok Utara mulai tampak. 

Karena itu, harapan Pemerintah Daerah agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi lahan dengan terus mengembangkan lahan pertanian, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Selain itu, pihaknya juga mengajak generasi muda memajukan Lombok Utara melalui sektor pertanian, sebab Bupati Djohan meyakini SDM yang dimiliki anak muda bisa sukses di bidang pertanian.

BACA JUGA: Guru Tidak Tetap Terima Bantuan CSR dari Bank BNI Cabang Mataram

 “Semoga anak-anak muda sebagai generasi penerus kita berpikir cerdas dan mampu memberikan kontribusi di bidang pertanian,” katanya. 

Bupati tanam Talas Beneng
Bupati menanam Talas Beneng

Sementara itu, Kepala Dinas KP3 Tresna Hadi, S.Pt menuturkan, pihaknya menjalin kerjasama yang baik dan nantinya akan ditindaklanjuti dengan MoU antara petani dengan pihak PT. Petaning Karya Mulia.

 Dalam salah satu perjanjiannya, sebut Tresna, seluruh hasil panen Talas Beneng akan dibeli oleh pihak PT. Petaning.

BACA JUGA: Talas Beneng, Dari Tanaman Liar Kini Tembus Pasar Ekspor Internasional

“Talas Beneng ini adalah komoditas baru di Lombok Utara dikembangkan oleh PT. Petaning Karya Mulia. Ke Depan ini akan menjadi alternatif bagi para petani di tengah situasi pandemi Covid,” imbuhnya.***

 




Dekranas 42 Tahun, Diharapkan Sukses Memayungi Perajin

Ketua Dekranasda NTB berharap, di usia ke 42 tahun Dekranas makin sukses memayungi dan mengembangkan produk-produk seni dan kerajinan Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam peringatan ulang tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-42, Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengucapkan selamat dan sukses untuk para pengrajin Dekranasda se-Indonesia. 

BACA JUGA: Bupati Djohan: Talas Beneng Punya Prospek Ekonomi Luar Biasa

Dekranas diharapkan perkuat perajin
Hail Kerajinan Lombok

Hal tersebut disampaikan Bunda Niken melalui video singkat ucapan ulang tahun Dekranas yang ditampilkan saat Syukuran HUT Dekranas ke-42 secara virtual, Jumat (04/03/22).

“Segenap keluarga besar Selamat ulang tahun Dekranas yang ke-42. Semoga semakin sukses dalam memayungi dan mengembangkan produk-produk seni dan kerajinan Indonesia. Perajin kuat, Dekranas Hebat,” ucapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Umum Dekranas, Hj. Wury Ma’ruf Amin. Ia berharap di usia 42 tahun, Dekranas semakin produktif dan berperan besar untuk Indonesia.

“Harapan kita semua menginjak usia ke-42 ini, Dekranas semakin produktif, semakin besar peran dan pengabdiannya untuk perajin, masyarakat, bangsa dan negara tercinta, Indonesia,” katanya.

Selain itu, hadir juga Hj. Iriana Joko Widodo selaku Pembina Dewan Kerajinan Nasional. Ia berharap Dekranas semakin matang dalam menjalankan tugas guna membina para perajin Indonesia.

“Semoga dengan bertambahnya usia, Dekranas semakin matang dalam menjalankan tugas untuk membina para perajin Indonesia menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajuan sektor kerajinan di Indonesia,” harap istri Presiden Jokowi tersebut.

BACA JUGA: Reses HBK Salurkan Bantuan Bedah Rumah dan Paket Sembako

Turut hadir dalam acara syukuran HUT Dekranas ke-42, yaitu Menteri Perdagangan RI, Menteri Perindustrian RI, Ketua Harian Dekranas, Sesepuh Dekranas, dan Ketua serta Pengurus Dekranasda se-Indonesia.***

 




Reses HBK, Salurkan Bantuan Bedah Rumah dan Paket Sembako 

Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, HBK, memanfaatkan reses untuk menyerahkan bantuan sosial Perumahan Swadaya 

MATARAM.lombokjournal.com ~ H. Bambang Kristiono, SE (HBK), anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok,  memanfaatkan masa reses di masa sidang ke-3 tahun 2021/2022 untuk membantu masyarakat di Lombok.

Pada hari yang sama, HBK juga menyalurkan bantuan paket sembako di Kec. Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah.

HBK saat reses di Loteng
HBK mendengar keluhan masyarakat

“Bantuan perbaikan rumah melalui program Bantuan Sosial Perumahan Swadaya (BSPS) ini adalah bagian dari tanggung jawab saya untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung di P. Lombok,” kata HBK.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengatakan, di Kec. Batulayar, dirinya memperjuangkan bantuan BSPS atau yang biasa disebut program bedah rumah dengan menyasar 50 rumah warga. 

BACA JUGA: Bupati Djohan: Talas Beneng Mempunyai Prospek  Ekonomi Luar Biasa

Program ini secara khusus diperjuangkan HBK ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Warga yang mendapat program bantuan bedah rumah ini bermukim di lima Desa yang ada di Kec. Batulayar, masing-masing  Desa Batulayar, Desa Senggigi, Desa Batulayar Barat, Desa Sandik, dan Desa Bengkaung.

HBK menjelaskan, program BSPS ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumahnya beserta prasarana, sarana dan utilitas umumnya.

Program ini termasuk program padat karya tunai yang melibatkan banyak tenaga kerja. Mulai dari Tenaga Fasilitator Lapangan, Koordinator Fasilitator, dan tenaga tukang yang diambil dari penduduk setempat.

“Jadi, selain membantu saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan perbaikan rumah, juga bisa membantu tetangga dan masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan tambahan sebagai tukang,” kata HBK.

Politisi Partai Gerindra ini pada kesempatan yang sama, juga mengajak masyarakat yang hadir dalam kegiatan reses tersebut untuk berdiskusi terkait kondisi perekonomian yang cukup sepi menyusul pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi. 

Kepada HBK, masyarakat pun menyampaikan uneg-uneg mereka.

Penyaluran Bantuan Sembako

Di Desa Aik Berik, Kec. Batukliang Utara, di Kab. Lombok Tengah. Tim dari Yayasan HBK Peduli, menyalurkan bantuan langsung tunai dan paket-paket sembako kepada anak yatim, fakir miskin dan orang-orang dhuafa.

“Pada saat-saat yang sulit seperti sekarang ini, saat pandemi Covid-19 belum tahu kapan akan berakhir, kita semua harus terus bergandengan tangan. Saling menguatkan, agar kita mampu keluar dari serangan pandemi Covid-19 secepatnya,” kata Rannya Agustyra Kristiono.

Sekretaris Yayasan HBK PEDULI mengatakannya di sela penyerahan bantuan sembako tersebut.

BACA JUGA: Guru Tidak Tetap Terima Bantuan CSR dari Bank BNI Cabang Mataram

Bantuan sembako diserahkan langsung Sekretaris Yayasan HBK Peduli Rannya Agustyra Kristiono yang didampingi Ketua PKK Kab. Lombok Tengah, Baiq Nurul Aini Pathul Bahri. 

Hadir pula, para istri anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra Kab. Lombok Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Rannya mengucapkan banyak terima kasih dan sangat bersyukur, karena diberi kesempatan untuk bertatap muka dan bersilaturahmi dengan masyarakat di Batukliang Utara. 

Termasuk juga para anak yatim piatunya.

“Bagi saya, sedekah merupakan amalan yang paling berharga karena dengan banyak memberi kita akan mendapat banyak manfaat, dimana bagi kaum muslim yang selalu bersedekah terutama kepada anak yatim, maka Allah menjanjikan rezeki dan berkah yang tak akan  pernah kita kekurangan. Selain itu, sedekah juga akan menjauhkan kita dari banyak masalah dan mendekatkan kita kepada kebahagiaan dalam kehidupan,” kata Rannya.

Kepada anak-anak yatim yang hadir, Rannya pun menitipkan pesan agar mereka tetap semangat. Sebab, apa pun yang dialami di dalam hidup, harus selalu bersyukur dan senantiasa berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik bagi nusa dan bangsa. 

“Kiranya santunan yang diberikan hari ini, dapat bermanfaat dan berkah bagi kita semua, serta bahagia dunia wal akhirat,” imbuh Rannya. ***

 




Guru Tidak Tetap Terima CSR dari Bank BNI Cabang Mataram

Sebanyak 15 Guru Tidak Tetap menerima Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BNI Cabang Mataram

TANJUNG.lombokjournal.cm ~ Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Lombok Utara (Disbudpora), Adnan, SPd, Mpd memfasilitasi 15 Guru Tidak Tetap (GTT) dengan pihak Perbankan di Aula Kantor Disbudpora KLU, Rabu (02/03/22).

Mengapresiasi BNK BNI yang mebantu Guru Tidak Tetap melalui CSR

Adnan di depan Bupati Lombok Utara, mengapresiasi pihak perbankan, dalam hal ini Bank BNI Cbang Mataaram,  yang peduli dan memberikan bantuan CSR sebesar Rp 5.000.000 per orang.

Karena hal ini dilakukan di saat kondisi pendapatan daerah menurun akibat Covid – 19. 

Diharapkan, ada lagi lembaga perbankan lainnya yang membantu GTT yang sudah cukup lama mengabdi di bidang pendidikan.

Pihak Bank BNI Cabang Mataram menyalurkan dana CSR sebesar Rp 75.000.000 Juta untuk 15 orang Guru Tidak Tetap.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh pihak perbankan dan disaksikan Bupati Lombok Utara di Aula Kantor Dikbudpora KLU. 

Sementara pihak Bank BNI mengungkapkan, bantuan Rp 5 Juta kepada masing masing GTT merupakan wujud kepedulian. 

“Jangan dilihat jumlahnya yang tidak seberapa, namun yang terpenting adalah niatnya dalam membantu GTT,” ungkapnya. 

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu,SH, mengungkapkan, persoalan daerah yang sangat komplek. 

Djohan juga menyampaikan terima kasih kepada Bank BNI yang telah menyalurkan bantuan CSR kepada 15 GTT di KLU.

Dan ia berharap, agar dapat memberikan semangat kerja dalam mendidik anak anak sekolah di tempat tugas masing masing. 

“Ini adalah perjalanan kehidupan yang kita saling menjaga. Maka dari itu, kami terus mendorong GTT untuk lebih profesional,” jelas Bupati Djohan. ***




Kepala Bappeda Buka Forum Lintas Perangkat Daerah KLU 2023 

Dalam pertemuan forum lintas Perangkat Daerah Kepala Bappeda KLU menekankan agar perangkat daerah memetakan program yang menjadi skala prioritas

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala Badan BAPPEDA Kabupaten Lombok Utara, Farihin, S.Sos membuka Forum Lintas Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Utara, Selasa, (01/03/ 22).

Kepala Bappeda KLU, Parihin S.Sos. menyampaikan, Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2023 dilaksanakan tanggal 1-2 Maret 2022.

Kepala Bappeda KLU Buka Forum Perangkat Daerah
Farihin, S.Sos

Disampaikan juga beberapa hal terkait keterbatasan anggaran, sehingga seluruh OPD mestinya memaksimalkan anggaran yang tersedia.

“Mengingat keterbatasan anggaran, di tahun 2023 ini kita mencoba lebih banyak mendorong anggaran untuk pemulihan ekonomi di tahun 2023, tentu dengan memaksimalkan anggaran yang ada,” ungkap Parihin.

Di sampaikan juga, dalam pelaksana anggaran dihajatkan pada program betul-betul menjadi prioritas utama dalam tahap pembangunan daerah.

“Mari melalui forum ini, betul-betul petakan program kita yang menjadi skala prioritas. mudah-mudahan itu yang kita dahulukan jangan berdasarkan keinginan kita. Sekali lagi pada kesempatan ini kita lebih bijak memilih dan memilah apa yang harus kita laksanakan di tahun 2023, ” jelasnya.

Selanjutnya Kegiatan ini merupakan tahapan setelah Musrenbang di tingkat kecamatan untuk menelaah dan menilai usulan yang akan diakomodir melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Harapan kita kegiatan ini menjadi langkah awal dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Lombok Utara yang adil untuk semua” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda membuka kegiatan tersebut dan kegiatan berjalan khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan dan dilanjutkan dengan diskusi.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Unsur Unsur OPD seperti DLH, DISHUB, DIKES, SETWAN, DISPUS ARSIP, DUKCAPIL, SETDA, DPMPTSP, PERPUSDA,  BPBD,  DISPAR, DISKOMINFO, PUPR, BAKESBANGPOL, Para Kepada Bidang Lingkup Bappeda I Wayan Suartana, S.ST. Pi.M.Si. Alfian Zubair ST. Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Camat Kayangan, Camat Gangga dan tamu undangan lainnya. ***

 




Kantor Bupati KLU Dibangun Tahun Ini, Anggarannya  43 M

Pembangunan Kantor Bupati KLU dimulai 18 Februari Tahun Ini, bisa jadi pusat perkantoran Pemda dan DPRD KLU

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara dimulai tahun ini. 

Dan dengan luas lahan tanah Pemda 2,332 M², diperkirakan bisa menjadi alternatif pusat Perkantoran Pemda KLU dan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KLU.

Deskripsi umum pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara pada revisi tata ruang pengganti Perda No.9 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lombok Utara, dan rencana detail Tata Ruang

Master plan untuk lokasi ini berada di kisaran Lapangan Supersemar Tanjung.

Menjelaskan pembangunan Kantor Bupati
Bupati H Djohan Sjamsu

“Jadi sangat representatif untuk masyarakat Meranti melakukan aktivitas di sekitar perkantoran,” kata Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu, SH.

Hal tersebut disampaikan dalam acara konferensi pers bersama sejumlah awak media, Rabu (02/03/22). 

Sedangkan anggaran pembangunan kantor Bupati ini menelan anggaran 43 milyar rupiah.

Pemda KLU di bawah kepemimpinan Bupati Djohan dan Wabup Danny Karter bersikeras melakukan pembangunan kantor bupati di tahun 2022 ini.

Pasalnya jika tidak tahun ini dikerjakan, berat untuk dilaksanakan tahun depan. Karena alasan pemilihan Presiden disertai Pileg dan Pilgub pada tahun selanjutnya tentunya membutuhkan anggaran besar

“Kantor bupati ini sudah disetujui DPRD KLU dan menjadi komitmen pemerintah kalau tidak dibangun tahun ini, berat untuk tahun depan, karena sudah masuk tahapan tahun politik dan menguras tenaga bahkan anggaran,” kata Djohan.

Djohan mengatakan, memperhatikan beberapa aspek terutama RT dan RW baik nasional, provinsi, kabupaten dan kota terkait dengan prioritas pembangunan, rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) terkait dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Pembangunan Kantor Bupati KLU berlokasi di sebelah selatan atau belakang RSUD Tanjung pada luasan lahan 2,6 Hektare. Sementara untuk bangunan induk terdiri dari empat lantai dan bangunan sekretariat di bagian belakang terdiri dari dua lantai. 

Luas total bangunan 2,332 M², sementara Landscape, yakni lapangan upacara, tempat parkir kendaraan roda dua dan roda empat, pos jaga keluar dan masuk dan sarana utilitas lainnya. 

Lantai satu terdiri dari ruangan Bupati, wakil Bupati, Sekda, dan ruang rapat khusus. Lantai dua terdiri dari ruang Asisten,1, 2 dan 3, ruang staf Ahli,1, 2 dan 3 serta ruang Arsip. Lantai 3 Musholla. Lantai dasar terdiri dari ruang Kabag,(6 bagian), Kasubag dan Staf.

Sementara Lantai satu terdiri dari Aula Pertemuan, dan ruang Kabag (3 bagian), Kasubag dan Staf.

Luas landscape 2,3 Hektar terdiri dari lapangan upacara, Taman, Parkir Kendaraan dan utilitas lainnya. 

Tahapan pelaksanaan pembangunan Gedung Kantor Bupati Lombok Utara dimulai tanggal 18 Februari 2022 dan berakhir pada 15 Desember 2022. 

Penyedia jasa kontraktor PT. Damai Indah Utama (DIU, KJU Kerjasama Operasi). 

Nilai Konstruksi 43 M. Sementara Konsultan MK (Konsultan Manajemen Konstruksi dan Pengawasan) PT. Momen Estetika Konsultan kerjasama operasi dengan CV. Pola Dwipa Konsultan. Nilai Kontrak 1,1 M. ***