Program SNGI Diharapkan Sasar Barometer Stunting di NTB
Wagub Ummi Rohmi berharap, program SNGI ini betul-betul ke lokusnya, artinya ke daerah yang paling banyak stuntingnya
MATARAM.lombokjournal.com ~ Program Pemberdayaan Desa untuk Penanganan Stunting di NTB yang digagas oleh Saving Next Generation Indonesia (SNGI) menyasar daerah yang menjadi barometer di NTB.
Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut saat menerima audiensi SNGI secara virtual di Ruang Kerja Pendopo Wagub NTB, Selasa (08/03/22).
Wagub Hj Sitti Rohmi
“Kami semua sangat menyambut baik apa yang dilakukan SNGI untuk dieksekusi NTB. Kami berharap program SNGI ini betul-betul ke lokusnya, artinya ke daerah yang menjadi barometer dan paling banyak stuntingnya, seperti Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat,” harap Ummi Rohmi sapaan wagub.
Ia juga berharap, adanya program pemberdayaan desa untuk penanganan stunting tidak hanya dapat menyelesaikan permasalahan stunting di NTB, tetapi juga berbagai permasalahan lainnya.
“Sekali lagi kami sangat welcome, karena kami juga butuh support dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan stunting di NTB. Sehingga nantinya tidak hanya stunting, tapi seluruh permasalahan krusial yang kita alami di NTB dapat ditangani dengan baik,” tambahnya..
Sementara itu, Lani, perwakilan dari Komunitas SNGI berharap agar program pemberdayaan tersebut dapat benar-benar menggali potensi desa, sehingga berbagai permasalahan kesehatan di NTB khususnya terkait stunting dapat diselesaikan dengan baik.
“Mudah-mudahan dengan pendekatan ini, kita dapat memberdayakan desa, menggali potensi mereka, meelihat masalahnya apa, sehingga intervensinya memang berbasis pada kebutuhan masalah di dalam desa tersebut,” kata Lani.
Menurut Wagub NTB, Revitalisasi Posyandu salah satu langkah mewujudkan kesetaraan gender, dan perempuan berkontribusi dalam pembangunan daerah
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB memliki program Revitalisasi Posyandu yang merupakan langkah konkret mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals) di tingkat desa. SDGs memilik 17 tujuan dan salah satunya adalah kesetaraan gender.
Qagub Sitti Rohmi
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menjadi narasumber NTB Bicara International Women’s Day 2022 dengan Tema “Refleksi Peran Pemerintah Daerah Dalam Penegakan Hak Perempuan di Berbagai Bidang (Sosial, Ekonomi, Tata Kelola Hukum dan Lingkungan) Dalam Pencapaian SDG’s di Studio TVRI NTB, Selasa (8/3/2022).
“Dengan adanya kesetaraan gender dalam mewujudkan SDGs ini, otomatis perempuan memiliki peran penting dan turut serta di dalamnya,” ungkapnya.
Revitalisasi Posyandu merupakan salah satu langkah Pemprov NTB mewujudkan SDGs di tingkat desa.
Menurutnya, perempuan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah mulai dari tingkat desa.
“Saya sangat bahagia karena SDGs ini sudah terhubung hingga tingkat desa. Sehingga perempuan harus bisa memberikan kontribusi terbaiknya, dimulai dari level desa. Saat ini sudah banyak desa dipimpin oleh perempuan,” terang Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub.
Ummi Rohmi juga menerangkan, saat ini Revitalisasi Posyandu merupakan pusat edukasi berbasis dusun.
Walaupun satu fasilitas namun banyak permasalahan yang dapat terurai salah satunya itu kekerasan perempuan dan anak.
“Dengan diberikannya edukasi yang terus menerus dan teratur kepada masyarakat, khususnya di desa. Masyarakat tersebut mulai paham dan berpartisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kekerasan pada perempuan dan anak,” katanya.
Wagub memaparkan, program-program Pemerintah Pemprov NTB saat ini juga tidak lepas dari keterlibatan perempuan.
Contohnya, Revitalisasi Posyandu memiliki kader hampir seluruhnya perempuan. Dan, UMKM lokal di NTB didominasi oleh perempuan, dan masih banyak lagi.
“Salah satu sasaran pembangunan NTB tahun 2019-2023 adalah meningkatnya partisipasi perempuan dalam pembangunan. Hal ini dapat kita lihat dari partispasi perempuan di dalam program-program Pemprov NTB saat ini,” tutur Ummi Rohmi. ***
Musrenbang untuk Antisipasi Isu Perempuan dan Anak di KLU
PelaksanaanMusrenbang perempuan, anak, remaja, lansia, dan disabilitas untuk mendapatkan masukan guna penyempurnaan rancangan awal RKPD
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Musrenbang kali ini sangat penting untuk bersama-sama merumuskan rencana dan solusi bagi berbagai isu krusial terkait perempuan, ibu, anak, remaja, lansia, dan disabilitas yang masih dihadapi Lombok Utara.
Dan pelaksanaan musrenbang ini tidak terpisahkan dari musrenbang reguler Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2023 Kabupaten Lombok Utara, yang akan dilaksanakan tanggal 23 Maret mendatang,
Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Utara Parihin, S.Sos, selaku Ketua Pelaksana Musrenbang perempuan, ibu, anak, remaja, lansia, dan disabilitas Kabupaten Lombok Utara Tahun Perencanaan 2023, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu [09/03/22] pagi.
Kpela Bappeda KLU, Parihin, S.Sos
Parihin mengungkapkan beberapa isu, antara lain Indeks Pembangunan Gender KLU terendah di NTB meskipun terjadi peningkatan dar 84,01 di Tahun 2015 menjadi 85,44 di Tahun 2020,semetara IPG NTB adalah 90,45.
Perempuan Lombok Utara tertinggal dari sisi Pendidikan, dan Ekonomi , sementara Usia Harapan Hidup Perempuan NTB tahun 2021 lebih panjang (68,66 tahun) dibandingkan dengan laki-laki (64,81 tahun).
Masa Pandemi Covid-19 Kemiskinan Lombok Utara naik sedikit sebesar 0,05% pada tahun 2021 yaitu menjadi sebesar 27,04%.
Tahun 2020 perempuan sebagai Kepala Keluarga sebesar 14,46%. Masih terdapat kasus kematian ibu hamil (3 orang di tahun 2021).
Selain itu Parihin juga mengungkapkan, tingginya kasus kematian bayi (baik neonatal maupun sampai usia 1 tahun) dengan jumlah kasus 60 orang di tahun 2021.
Kehamilan usia remaja (< 19th) mengalami penurunan, namun jumlahnya masih tinggi,yaitu pada tahun 2021 terjadi 337 kasus.
Persalinan pada usia < 19th juga mengalami penurunan, namun jumlahnya juga masih tinggi yaitu pada tahun 2021 terjadi 313 kasus.
Sementara itu, terkait stunting, memang berhasil diturunkan secara sangat signifikan dari 44,22% di tahun 2021.
Rumah tangga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat masih rendah.
“Perempuan menghabiskan waktu tiga kali lebih banyak dari laki-laki untuk mengurus rumah tangga,” ungkap Parihin.
Belum Layak Anak
Parihin juga menyinggung, Lombok Utara belum mewujudkan sebagai Kabupaten Layak Anak, dengan 5 Kluster Konvensi Hak Anak. Lebih dari itu, masih tingginya kasus pernikahan usia anak.
“Di Lombok Utara masih tinggi anak-anak usia sekolah yang drop out,” kata Parihin.
Di sektor pendidikan juga diungkapkan, belum optimalnya partisipasi pendidikan menengah dan rendahnya Pendidikan Tinggi.
Ancaman kasus kekerasan Fisik dan Verbal terhadap Perempuan dan Anak. Sementara Lansia dan Disabilitas belum mendapatkan perlindungan sosial dan pendampingan dan perlindungan yang memadai.
Dikatakan Parihin, pelaksanaan Musrenbang Perempuan, Anak, Lansia, Dan Disabilitas untuk mewujudkan perencanaan dan penganggaran pembangunan yang berperspektif gender.
Dan responsif terhadap kebutuhan perempuan maupun laki-laki, perlindungan anak, pemuda, pelajar, dan mahasiswa. Yang dilakukan melalui pengintegrasian pengalaman, aspirasi, kebutuhan, potensi dan penyelesaian permasalahan.
“Tujuan musrenbang adalah mendapatkan masukan atas partisipasi perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas untuk penyempurnaan rancangan awal RKPD,” katanya..
Melalui musrenbang dipastikan adanya isu-isu perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas tertuang dalam dokumen perencanaan, terealisasi dan tersedia alokasi anggaran dalam perencanaan dan penganggaran yang berspektif gender, inklusif dan pro poor mulai dari desa-kabupaten.
Pelaksanaan Musrenbang Perempuan, Anak, Lansia, dan Penyandang Disabilitas Kabupaten Lombok Utara ini berlangsung selama 1 (satu) hari, tanggal 9 Maret 2022 bertempat di Aula Kantor Bupati Lombok Utara.
Isu Utama yang akan dibahas dan didiskusikan yakni, “Penguatan peran ibu, keluarga, lingkungan dalam pendidikan dan pengasuhan keluarga, Mencegah perkawinan usia anak dan pekerja anak, Perlindungan sosial dan pengembangan kemandirian penyandang disabilitas dan Pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan”.
Dalam musrenbang yang melibatkan peserta inti sebanyak 125 orang ini, berasal dari organisasi perempuan, organisasi keagamaan, sekolah, PKK Kecamatan dan Desa, Pelaku Kewirausahaan LSM/NGO, Organisasi Kepemudaan, Forum Anak, Perwakilan penyandang Disabilitas, Narasumber, fasilitator dan panitia serta unsur Perangkat Daerah.
Mengakomodir Perempuan
Ketua PKK GOW KLU, Yunita Aprilina Danny Karter
Ketua PKK GOW KLU, Yunita Aprilina Danny Karter, ST.,M.Eng, selaku ketua Gerakan Organisasi Wanita Kabupaten Lombok Utara mengapresiasi Pemkab Lombok Utara yang mengakomodir kaum perempuan.
“Bagaimana kita melibatkan seluruh unsur dalam proses menginisiasi pembangunan ini,” katanya.
Menurutnya, semua bisa berperan dan bisa berpartisipasi, dalam kontek Musrenbang Perempuan,Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas Kabupaten Lombok Utara Tahun Perencanaan 2023.
“Jika kita mengajak lebih banyak orang untuk berpikir maka hasilnya pun akan lebih baik,” tegas Yunita.
Menurutnya, perempuan merupakan simpul yang wajib kita ajak komunikasi. Karena aspek-aspek yang berdampak dari proses pembangunan lebih banyak dipikirkan oleh perempuan.
Dan perempuan Lombok Utara masih tertinggal dalam pendidikan dan ekonomi. Namun pada bidang kesehatan umur perempuan lebih panjang daripada laki-laki, usia harapan hidup perempuan sebesar 68 tahun.
“Itulah alasan logisnya perempuan juga harus diperhatikan dalam konteks pembangunan,” katanya. ***
Bupati: KLU Kemiskinan Tinggi Tapi Pengangguran Rendah
Buka Musrenbang Perempuan, Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas KLU, Bupati Djohan Sjamsu ungkap keunikan daerah KLU; meski angka kemiskinan tinggi tapi kriminalitasnya rendah
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Menurut Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu, SH, Lombok Utara merupakan daerah yang unik, angka kemiskinannya tinggi tetapi angka penganggurannya rendah.
Hal itu disampaikan saat Djohan Sjamsu membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan, Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas Kabupaten Lombok Utara Tahun Perencanaan 2023, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu [09/03/22] pagi.
Keunikan Lombok Utara dari sisi keamanan misalnya, logikanya jika angka kemiskinan tinggi tentu angka kriminalitasnya tinggi.
“Kondisi justru bertolak belakang, karena masyarakat masih menjaga harkat dan martabat dengan baik. Masyarakat Lombok Utara tetap teguh menjaga harga dirinya,” katanya.
Dikatakan, masyarakat Lombok Utara juga sangat akomodatif diajak guyub bersama, melakukan proses akselerasi pembangunan daerah.
Namun yang paling penting, tentu harus ada prioritas program atau kegiatan pembangunan daerah yang diutamakan untuk direalisasikan pada setiap tahun anggaran.
“Bagaimana kita melibatkan seluruh unsur dalam proses menginisiasi pembangunan ini. Semua bisa berperan dan bisa berpartisipasi, sehingga dalam kontek Musrenbang ini jika kita mengajak lebih banyak orang untuk berpikir maka hasilnya pun akan lebih baik,” tegas bupati.
Selain didampingi Wabup Dany Karter Febrianto, kegiatan itu juga dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah [BAPPEDA] – KLU), Parihin,S.Sos dan sejumlah OPD, Camat, Pengurus PKK, LSM dan Organisasi Kepemudaan .
Menurut Bupati Djohan, peristiwa-peristiwa yang terjadi di Lombok Utara seluruhnya menjadi bahan evaluasi bagi semua pemangku daerah.
Hal itu sebagai ruang melihat kembali Lombok Utara secara holistik, dengan daya dukung data statistik dan data-data internal.
Semua data itu menunjukkan ikhtiar pemerintah dan seluruh stakeholder yang seirama dalam membangun Lombok Utara dengan prinsip “read on the break”, sesuai dengan pagu dana yang dianggarkan.***
NTB CARE Jajaki ASDP untuk Kerjasama Penyeberangan Gratis
Kerjasama penyeberangan gratis diupayakan NTB Care dengan menjajaki PT. ASDP
MATARAM.lombokjournal.com ~ Penjajakan kerjasama dengan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang dilakukan Pemprov NTB melalui NTB Care untuk mempermudah pelayanan transportasi khusus bagi warga tidak mampu dan kaum dhuafa, mendapat sambutan baik.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Pemerintahan, Aparatur, Politik, Hukum dan Pelayanan Publik Provinsi NTB, H. A. Azis, selaku Koordinator Tim NTB Care saat melakukan pertemuan dengan PT. ASDP di Ruang Anggrek Gubernur NTB, Selasa (08/03/22)
“Penjajakan menjalin MoU dengan ASDP sangat disambut baik, memang selama ini pemprov telah menjalin kerjasama yang baik untuk memulangkan masyarakat yang terlantar di suatu daerah. Tapi akan lebih baik jika dijalin dengan sebuah kesepahaman bersama dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Azis.
Menurut Azis, NTB Care adalah salah satu program unggulan yang tujuannya melayani masyarakat, khususnya mereka yang tidak mampu dan tidak tersentuh administrasi.
Selain itu, menurutnya banyak masyarakat di NTB yang sakit dan tidak punya biaya. Pemerintah telah berupaya untuk mengikutsertakan masyarakat kurang mampu dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam bentuk Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Kita sudah berupaya untuk mengikut sertakan di dalam program JKN dalam bentuk PBI. Hanya saja ada banyak yang tidak punya BPJS sehingga kendalanya ongkos penyeberangan bahkan ambulan tidak ada, sehingga dibentuklah MoU bersama dengan ASDP guna sekaligus membantu masyarakat, karena banyak yang dari pulau sumbawa yang tidak bisa ditangani di pulau Sumbawa maka harus dibawa ke pulau Lombok,” tuturnya.
ASDP sepakat, program-program kemanusiaan akan didukung penuh. Sebelumnya ASDP juga telah mempunyai program serupa di bidang Pendidikan, Kesehatan, keagamaan dan lingkungan.
Namun menurutnya, dengan NTB Care tentunya akan lebih fokus dan terarah lagi
“Selain bisnis, ada juga program kepedulian masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi kami. dalam program tersebut di antaranya terkait Pendidikan, Kesehatan, keagamaan dan lingkungan,” tutur General Manager (GM) ASDP Khayangan, Ahmad Faisal.
Ahmad mengatakan, ASDP senantiasa hadir untuk terus membantu masyarakat yang kurang mampu, baik itu penggunaan mobil ambulance, penyebrangan kapal laut dan pelayanan lainnya sesuai kewenangan dan kemampuan ASDP.
“Kita selaras dengan NTB Care, bisa dilakukan MoU terkait dengan job kami yaitu membantu dalam sisi transportasi, penyeberangan pasien kami akan bantu untuk penyebrangannya dan bisa ditingkatkan untuk rumah singga, saya kira semua memungkin,” tutupnya. ***
UPTD PPA Jadi Pilot Project, Layanan Masyarakat Dipermudah
Dengan pencanangan UPTD PPA NTB sebagai Pilot Project oleh Kementerian PPPA, diperlukan koordinasi dan sinergi sesama pelayan masyarakat
MATARAM.lombokjournal.com ~ Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi NTB sebagai pilot project tata kelola baru yang dicanangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI, makin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.
Menteri PPPA dan Bunda Niken
Ketua TP – PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah itu saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Darmawati di UPTD PPA Provinsi NTB, di Mataram, Senin [07/03/22].
Menurutnya, suatu kehormatan dan sebuah upaya mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan.
“Dan menjadi tantangan untuk kita semua agar bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan lebih baik lagi sesama pelayan masyarakat di lingkungan masing – masing,” tutur Niken.
Bunda Niken sapaan akrab Ketua TP. PKK NTB menghimbau, agar seluruh Kepala UPTD dan Dinas P3AP2KB Kabupaten/Kota menyampaikan program – programnya kepada ketua TP – PKK yang berada di lingkungan masing – masing.
“TP – PKK yang sehari – harinya berinteraksi dengan masyarakat dan salah satunya yang berada di lokasi, tentunya dengan kerjasama yang baik dari Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mempermudah penanganan, dukungan dan kerjasama dapat lebih baik serta sinergi dan komunikasi,” tuturnya.
Dalam kesempatan sama, Menteri PPPA, Bintang Darmawati menjelaskan, terkait tata kelola baru yang akan terapkan oleh UPTD PPA NTB, para korban akan mendapatkan pendampingan yang integritas dalam satu atap.
“Tata tata kelola baru ini, korban yang datang mendapatkan pendampingan yang terintegrasi dalam satu atap, itu yang kita ingin bangun. Semoga secara teknis nantinya akan kita bahas,” tuturnya.
Peserta dialog
Ia juga menyebutkan, pada tahun 2020 secara langsung dirinya hadir untuk meresmikan UPTD PPA NTB dan sudah terbentuk di seluruh Kabupaten Kota.
“UPTD ini salah satunya bisa menjadi tempat untuk memberikan pendampingan yang terbaik kepada para korban. Nah kedepannya UPTD ini akan menjadi penting karena kami masih menunggu proses untuk pembahasannya,” tuturnya. ***
Kegiatan Pesona Keris Episode 2 Siap Difasilitasi Pemprov NTB
Wagub mendukung dan menyiapkan fasilitas serta mempromosikan kegiatan pameran keris
MATARAM.lombokjournal.com ~ Kegiatan Pesona Keris di Lombok Pameran dan Bursa Tosan Aji Nasional Episode 2 dalam rangka memeriahkan event MotoGP di Mandalika, akan didukung dan difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB
Keris Nusantara
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu saat menerima audiensi Panitia Kegiatan Pesona Keris di ruang kerjanya, Senin (07/03/22).
“InsyaAllah, apa yang bisa dibantu, kita usahakan. Memang kan pemerintah ini juga lebih kepada support, menyiapkan fasilitas, dan mempromosikan. Kalau ada fasilitas yang bisa digunakan, ya silahkan dimanfaatkan,” kata Wagub.
Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB, menyatakan bahwa pameran kebudayaan seperti keris sangat bagus untuk diselenggarakan, agar masyarakat semakin cinta budaya asli Indonesia.
“Ini kegiatan yang bagus, supaya kita cinta dengan kebudayaan kita. Intinya kita akan support semampu kita, kita beri jalan untuk bagaimana kebudayaan kita ini bisa eksis,” tambah Ummi Rohmi.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Keris Lombok, Lalu Yopi Diansastra menjelaskan bahwa kegiatan Pameran Keris dan Bursa Tosan Aji tersebut akan berlangsung selama 3 hari, yaitu dari tanggal 15 Maret hingga 17 Maret 2022.
“Rencananya pameran akan diadakan dari tanggal 15 sampai 17 Maret, dan nantinya akan menampilkan karya-karya dari para ahli keris se-Nusantaraagar para penonton MotoGP yang sudah datang punya kegiatan sebelum akhirnya menonton MotoGP,” jelas Lalu Yopi.
Turut hadir mendampingi Wakil Gubernur dalam pertemuan tersebut, yaitu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi.***
Wagub NTB Dukung Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak
Wagub NTB mengatakan bahwa revitalisasi Posyandu Keluarga memuluskan strategi penanganan perempuan dan anak
MATARAM.lombokjournal.com ~ Komitmen penanganan Perempuan dan Anak di NTB membutuhkan kerja bersama kabupaten/ kota melalui sinergi dan koordinasi.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, mengatakan itu saat penandatangan KRPLA bersama 10 kabupaten/ kota di gedung Sangkareang kantor Gubernur, Senin (07/03/22).
Wagub Sitti Rohmi
Penandatangan komitmen KRPLA (Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak) diharapkan memperbaiki pelayanan dan kondisi perempuan dan anak di NTB.
“Apalagi dengan komitmen menjadikan Posyandu Keluarga yang sekarang sudah seratus persen di NTB akan mendukung komitmen kabupaten/ kota mewujudkannya,” ujar Wagub Sitti Rohmi.
Ditambahkan Wagub, peran kabupaten/ kota merevitalisasi peran Posyandu dengan kebijakan dan anggaran akan memuluskan strategi penanganan perempuan dan anak di NTB.
Pada kesempatan sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan, koordinasi dan sinergi akan menuntaskan persoalan perempuan dan anak.
Dikatakannya, regulasi yang dikeluarkan Pemerintah Pusat sangat baik meski dengan anggaran terbatas.
Namun demikian, kabupaten/ kota dalam pelayanan masyarakat di level paling dekat, dapat menyelenggarakan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan desa/ kota ramah perempuan dan layak anak.
“Saya mengapresiasi NTB sedikit dari daerah yang mempunyai Perda yang mengatur pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sebagai komitmen awal. Begitu pula dengan koordinasi dan sinergi yang sudah terbangun di NTB,” ujar menteri.
Ditambahkannya, beberapa indeks indikator NTB dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak masih di bawah rata rata nasional disamping indeks tenaga kerja perempuan NTB yang peringkatnya baik.
Sementara itu, Nanang Samodra, anggota DPR RI menekankan pentingnya menata persoalan pemberdayaan dan perlindungan anak mulai dari bawah.
“Misalnya dengan memperbanyak program isbat nikah di desa sebagai bagian dari perlindungan anak dan perempuan begitu pula dengan pencegahan perkawinan usia dini,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK, Hj Niken Zulkieflimansyah. ***
Ali Al Khairy Tunjukkan Kesungguhan Maju di Pilgub NTB 2024
Partai Gerindra mengusung Ali Al Khairy maju dalam Pemilihan Gubernur NTB tahun 2024 benar-benar serius. Ali merencanakan menggelar silaturahmi hingga 12 ribu titik
LOTIM.lombokjournal.com ~ PENCAPAIAN titik silaturahmi Ali Al Khairy yang ke-2.024 ditandai dengan penuh rasa syukur dan doa bersama dengan para anak yatim di Pondok Pesantren Siratul Al-Khair di Lingkungan Ambung, Masbagik, Lombok Timur pada Sabtu (05/03/22).
Ali Al Khairy
“Titik silaturahmi ke-2.024 ini kami capai dalam waktu sembilan bulan,” kata Ali Al Khairy, di Mataram, Minggu (06/03/22).
Para kader Partai Gerindra turut larut dalam suka cita dan membanjiri kegiatan doa bersama tersebut.
Sedikitnya 300 anak yatim hadir dan memanjatkan doa bersama-sama seluruh hadirin yang hadir. Acara dimulai selepas Ashar hingga pukul 18.00 WITA.
Di antara yang hadir adalah Anggota DPR RI dari Dapil Pulau Lombok H Bambang Kristiono (HBK).
Selain itu juga hadir, seluruh Ketua DPD Gerindra dari kabupaten/kota se Pulau Lombok, Anggota Fraksi Gerindra DPRD NTB, dan seluruh Anggota Fraksi Gerindra dari DPRD kabupaten/kota di seluruh Pulau Lombok.
Hadir pula para alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan kelompok pengajian ibu-ibu.
Ali mengatakan, kunjungan dan silaturahmi yang dilakukannya secara rutin selama sembilan bulan terakhir, adalah bagian dari kunjungan konsolidasi ke tokoh dan kelompok masyarakat.
Dalam setiap titik silaturahmi, Ali meminta dan memohon doa restu untuk Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden, Partai Gerindra di Pemilihan Legislatif, dan dirinya di Pemilihan Gubernur NTB.
Seluruh agenda pemilihan tersebut akan digelar tahun 2024.
“Minta doanya ya, Kami menargetkan, hingga tahun 2024, target 12 ribu titik silaturahmi dengan masyarakat dan kelompok masyarakat dapat kami capai dan lalui dengan baik,” ungkap Ali.
Sejak resmi ditunjuk sebagai kandidat yang diusung Partai Gerindra di Pilgub NTB tahun 2024, hari-hari Sekretaris DPD Partai Gerindra ini memang padat berisi agenda silaturahmi.
Setidaknya dalam sehari, dia bisa bersilaturahmi dengan masyarakat di lebih sepuluh titik.
Ali sadar betul, langkah partainya dengan menunjuknya maju dalam kontestasi Pilgub NTB 2024 penuh dengan konsekuensi.
Ali tahu, bahwa hal tersebut harus dipersiapkan dan diperjuangkan. Karena itu, dia tak hendak berleha-leha.
Tentu saja, agenda-agenda silaturahmi yang dilakukan Ali, bukanlah agenda untuk memoles citra.
Berada di tengah-tengah masyarakat dan bersilaturahmi bukanlah kebiasaan baru bagi Ali. Namun, telah menjadi kebiasaannya semenjak lama.
Sebagai aktivis pergerakan yang disegani di Bumi Gora, Ali punya rekam jejak yang panjang membela dan mengadvokasi masyarakat di wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa.
Ali hadir untuk mereka. Ali berjuang untuk mereka, karena baginya tidak akan ada kemenangan dan kemerdekaan sejati jika yg miskin dibiarkan hidup tanpa keadilan.
Karena itu, tidak mengherankan, jika agenda silaturahmi Ali bahkan bisa menjangkau masyarakat yang ada di pelosok-pelosok Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Datang ke sana untuk berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Mendengar langsung dari dekat apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Dan tentu saja membangun komitmen bersama untuk memperjuangkannya.
Dalam silaturahmi dengan para tokoh, Ali mengatakan, dirinya meminta saran dan masukan. Antara lain terkait situasi dan kondisi sosial ekonomi di masing-masing kabupaten/kota yang dikunjungi.
Di ribuan titik silaturahmi tersebut, Ali juga menemukan banyak hal. Semuanya mengerucut pada pentingnya memperkuat kebijakan yang mengakomodasi sektor utama yang menjadi sumber-sumber penghidupan masyarakat.
Seperti sektor pertanian dan perikanan dan kelautan, ekonomi kreatif serta peningkatan kualitas SDM NTB yg maju dan unggul.
“Perlu juga ada kebijakan khusus yang mendorong agar anak-anak muda di NTB bisa menjadi lokomotif kemajuan-kemajuan, terutama pada sektor ekonomi.
Demikian pula dengan sektor UMKM, hulu dan hilirnya mesti diatur secara baik agar UMKM di NTB dapat terus bertumbuh maju. Dukungan Pemerintah Provinsi sangat dibutuhkan,” imbuhnya.
Ali juga menekankan, perlunya sinergi pembangunan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Sinergi tersebut dibutuhkan untuk memastikan poros dan konektivitas antara dua pulau utama di NTB ini, benar-benar prima untuk menopang derap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, dalam sambutannya di tengah rasa syukur seluruh hadirin yang hadir, HBK menyampaikan, langkah Partai Gerindra untuk mengusung Ali di Pilgub NTB 2024 sudah final.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menyampaikan betapa Partai Gerindra juga bersyukur memiliki kader seperti Ali di partai.
Ali disebut tokoh Bumi Gora yang dikenal dermawan ini sebagai sosok anak muda pekerja keras, santun akhlaknya dan teman diskusi yg baik.
Dukungan bagi Ali terus mengalir, bahkan hingga pertengahan tahun 2022 ini, jadwal kunjungan dan silaturrahmi sudah terjadwal.
“Alhamdulillah, sebelumnya saya tidak pernah membayangkan akan mendapatkan dukungan seluas ini, baik yg bersumber dari internal Partai, para Tokoh, cendikiawan, kelompok ormas dan kawan2 pergerakan. Terimakasih telah menjadikan perjuangan ini sebagai perjuangan kita bersama,” ungkapnya sambil membungkuk. ***
Gubernur NTB Hadiri HUT ke-70 Desa Rembitan Loteng
Di Desa Rambitan, Gubernur Zul mengaku senang Desa Rembitan siap menyambut balap MotoGP
LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (05/03/22).
Desa Rembitan merayakan hari jadinya yang ke-70 dengan mengadakan pameran UMKM dan ritual Adat Menaek Pesaji Tembolaq Beak.
Perayaan di Desa Rembitan
Dalam sambutannya, Gubernur Zul berpesan, agar desa-desa lainnya di NTB dapat mencontoh kesiapan Desa Rembitan menyambut perhelatan balap MotoGP dengan menghadirkan banyak UMKM.
Dengan kesiapan yang matang, setiap desa dapat membuat tamu dan warga merasa nyaman dan aman.
“Desa ini bisa menjadi contoh untuk memastikan semua tamu kita dan warga kita merasa aman nyaman dan bahagia datang di tempat kita ini,” pesan Gubernur Zul.
Ia mengaku senang desa-desa di Provinsi NTB semakin siap menyambut MotoGP 2022 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika 18-19 Maret mendatang.
“Senang melihat desa-desa kita ini sudah sangat siap untuk menyambut MotoGP 2022 ini,” tulis Gubernur Zul di akun Facebooknya (05/03).
Sementara itu, Kepala Desa Rembitan, L. Minaksa mengajak warganya untuk bangkit menyongsong MotoGP 2022 dengan UMKM kreatif sesuai tema perayaan hari ulang tahun desa.
“Kita harus bangkit bersama dengan seluruh lapisan masyarakat dan dengan seluruh produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat kita, sebagaimana tema kegiatan kita Rembitan Bangkit bersama UMKM kreatif,” jelas L. Minaksa.
Tak hanya merayakan pameran UMKM, Desa Rembitan juga merayakan haro ulang tahunnya dengan ritual Adat Menaek Pesaji Tembolak Beak.
Ritual tersebut dilakukan sebagai salah satu tradisi masyarakat adat di Desa Rembitan, dan sebagai bentuk syukur atas anugerah yang Tuhan berikan atas tanah Rembitan.
Masyarakat dan kaum perempuan dari masing-masing dusun yang ada di desa rembitan, sambil beriring-iringan menyunggi dulang, yakni sebuah wadah yang terbuat dari kayu berbentuk melingkar dengan penutup berwarna merah (tembolaq), yang diisi ragam makanan dan hasil bumi sebagai sajian dalam acara ritual adat. ***