Minuman Manis Tak Sehat Mengepung Remaja Indonesia

Artikel terkait minuman manis ini bagian dari rangkaian tulisan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia

Pemerintah Indonesia akan mengenakan cukai untuk produk minuman manis
RIZKA MAULIDA, PhD Studen, Centre for Diet and Aktivuty Research (CEDAR) MRC Epidemiology Unit, University of Cambridge

lombokjournal.com ~ Seperempat penduduk Indonesia merupakan remaja berusia 10-24 tahun. Dalam beberapa dekade ke depan, mereka akan tumbuh menjadi dewasa usia produktif yang menggerakkan perekonomian negara.

Namun, dengan pola konsumsi gula yang telah melewati batas rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), para remaja tersebut saat dewasa berisiko terkena diabetes melitus dan obesitas sehingga kurang produktif pada masa depan.

BACA JUGA: Peran Perempuan Cerdas Zaman Now

Walau bangsa Indonesia secara politik telah merdeka 75 tahun, kita belum sepenuhnya merdeka dari “kepungan” makanan dan minuman manis yang bisa merusak kesehatan.

Penting bagi kita dan pemerintah untuk memastikan bahwa remaja-remaja Indonesia memiliki kehidupan yang sehat dan produktif setelah mereka dewasa. Remaja mulai banyak mendapat kebebasan dalam memilih makanan dan minuman terutama di luar rumah, sehingga perlu dikembangkan suatu upaya yang lebih mudah bagi mereka untuk membuat pilihan yang lebih sehat.

Masalahnya, upaya itu tidak mudah karena industri makanan dan minuman menyasar para remaja sebagai konsumen saat ini dan masa depan.

Riset saya pada remaja dengan sampel 681 siswa di beberapa SMP negeri di Jakarta pada 2014 menemukan bahwa remaja dari keluarga yang kurang mampu akan lebih memilih makanan atau minuman berdasarkan harga dan kemudahan akses ketimbang nilai kesehatan dari makan atau minuman tersebut.

Riset ini memperkuat temuan beberapa penelitian sebelumnya yang telah melaporkan bahwa harga makanan atau minuman merupakan hal utama dalam pemilihan makanan atau minuman. Riset lain juga menyebutkan bahwa pada umumnya makanan atau minuman yang sehat cenderung lebih mahal dari makanan atau minuman yang tidak sehat.

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Karena itu, rencana pemerintah Indonesia mengenakan cukai minuman manis Rp 1.500 per liter untuk mengurangi risiko diabetes melitus dan obesitas pada remaja merupakan langkah yang tepat dan layak kita dukung.

Minuman manis yang berbahaya

Di Indonesia, saat cuaca panas, minuman dingin manis mudah dibeli di mana saja, di penjual jalanan, warung di pinggir jalan, sampai supermarket kelas atas.

Kita dapat dengan mudah menemukan minuman manis di kantin-kantin sekolah dasar hingga menengah atas, bahkan universitas. Alternatif dari minuman sejenis ini biasanya hanya air mineral saja dengan harga yang bahkan kadang lebih mahal dari minuman manis tersebut.

Pemerintah Indonesia akan mengenakan cukai untuk produk minuman manis
Minuman manis kemasan

Banyak minuman dalam kemasan seperti jus, kopi, dan teh serta sports drink tidak baik untuk kesehatan karena umumnya ditambahi gula seperti gula pasir, gula merah, corn syrup, fruktusa, glukosa, laktosa, dan madu oleh perusahaan yang memproduksinya.

Kalori yang didapatkan dari minuman-minuman ini tidak memiliki nilai gizi dan tidak dapat memberikan rasa kenyang seperti makanan padat pada umumnya.

Oleh karena itu, konsumsi minuman dengan gula tambahan dapat berakibat pada kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar konsumsi minuman dengan gula tambahan dikurangi untuk membantu mengurangi risiko obesitas pada masa kanak-kanak.

Pola makan masa remaja berdampak pada kesehatan pada usia dewasa

Masa remaja merupakan masa mereka mulai punya kendali utuh akan apa, di mana, dan kapan mereka makan atau minum.

Pada masa ini pola makan terbentuk dan cenderung tidak berubah sampai dewasa. Pada masa ini pula remaja mulai banyak mengkonsumsi makanan dan minuman di luar rumah.

Kebiasaan yang dibangun remaja saat membuat pilihan makanan menentukan kebiasaan makan mereka pada masa mendatang.

Remaja berpotensi mengkonsumsi asupan makanan yang tidak tepat, yang dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti pertumbuhan fisik dan kapasitas intelektual yang berkurang. Asupan makanan yang tidak tepat juga dapat mempengaruhi risiko terjadinya sejumlah gangguan kesehatan, seperti kekurangan zat besi, gizi kurang, dan obesitas.

BACA JUGA: Kades Diminta Prioritaskan Bangun Kesehatan di Desa 

Remaja yang mengalami kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko mereka mengidap diabetes pada saat dewasa.

Kenaikan diabetes dan obesitas di populasi Indonesia

Pada awal 2020, pemerintah menyampaikan rencana untuk menarik cukai dari minuman manis.

Rencana yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani ini berangkat dari kekhawatiran pemerintah akan tingginya angka kasus diabetes melitus dan obesitas di Indonesia.

Persentase diabetes melitus meningkat dari 6,9 perse pada 2013 menjadi 8,5 persen pada 2018, sedangkan persentase obesitas pada periode yang sama naik  dari 14,8 persen menjadi 21,8 persen.

Jika melihat kecenderungan tersebut, maka diabetes melitus dan obesitas akan terus meningkat. Diabetes melitus dan obesitas adalah dua dari sekian banyak penyakit tidak menular.

Dua penyakit tidak menular ini dilaporkan ikut berkontribusi pada sebanyak 40 juta kematian per tahunnya secara global.

Kebanyakan dari penyakit-penyakit tidak menular ini dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat seperti tidak merokok, banyak beraktivitas fisik, dan pola makan yang sehat.

Badan Kesehatan Dunia juga menyebutkan bahwa peningkatan konsumsi gula, khususnya dalam bentuk minuman dengan tambahan gula, berhubungan dengan kenaikan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa.

Negara-negara yang dikategorikan berpendapatan rendah dan menengah, seperti Indonesia, mengalami peningkatan konsumsi minuman yang diberi gula tambahan akibat dari promosi produk-produk ini secara masif. Kebanyakan target promosi dari produk-produk ini adalah anak-anak dan remaja.

Mengendalikan diabetes melitus dan obesitas dengan cara menarik cukai pada minuman manis merupakan satu langkah yang benar. Dengan adanya cukai ini, sehingga harganya lebih mahal, diharapkan konsumen terutama remaja, akan membuat pilihan yang lebih sehat secara tidak langsung. Produsen juga seharusnya tidak akan dirugikan jika menyesuaikan dengan batasan gula yang diberlakukan.

Hal ini sudah terbukti pada suatu penelitian di Inggris. Riset ini menunjukkan bahwa setelah diberlakukannya cukai pada minuman ringan, omset produsen minuman ringan di Inggris tidak anjlok.

Hal ini artinya produsen-produsen minuman ringan di Inggris dapat menyesuaikan produk mereka dengan mengurangi kadar gula pada produk-produknya. Masyarakat pun tetap membeli minuman-minuman “manis” ini hanya dengan kadar gula yang lebih aman. Cukai yang diberlakukan di Inggris adalah 24 penny (£0.24) per liter minuman jika mengandung 8 gram gula per 100 mililiter dan 18 penny (£0.18) per liter jika mengandung 5-8 gram gula per 100 mililiter.

BACA JUGA: RSUD NTB Jadi Rumah Sakit Kelas Dunia

Intervensi kesehatan menurut status sosial

Dalam riset tahun 2014 saya juga menemukan bahwa remaja dari kalangan menengah ke atas pun memiliki hambatan tersendiri untuk memilih makanan dan minuman yang sehat.

Remaja dari keluarga kelompok ini pun tampaknya memandang kesehatan tidak lebih penting daripada remaja dari keluarga menengah ke bawah.

Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan positif antara status sosial ekonomi dan indeks massa tubuh (IMT) di negara berkembang.

Di negara-negara berkembang, makanan dan minuman yang tidak sehat dipandang sebagai barang mewah, apalagi bagi kelompok masyarakat yang status sosial ekonominya sedang bergerak naik.

Dalam perencanaan upaya intervensi kesehatan harus sesuai dengan status sosial ekonomi kelompok sasaran. Intervensi gizi untuk remaja dari kelompok status sosial ekonomi rendah harus mencakup dukungan keuangan untuk membeli makanan yang lebih sehat. Dukungan ini tidak semerta-merta harus berbentuk bantuan tunai atau bentuk bantuan pemberian makanan yang sehat seperti program makan siang di sekolah. Dukungan ini dapat berupa cukai pada minuman manis, seperti ide pemerintah.

Sedangkan intervensi gizi bagi remaja dari kelompok status sosial ekonomi menengah ke atas harus mencakup pendidikan gizi yang mendorong mereka untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan yang lebih sehat. Kita juga perlu merancang citra makanan sehat menjadi lebih menarik, seperti membingkai makanan sehat sebagai barang mewah dan kekinian. ***

Sumber: THE CONVERSATION




PW Persatuan Squash Indonesia NTB Dilantik 

Dalam pelantikan cabang olahraga (Cabor) Squash, Gubernur NTB minta PW Persatuan Squash NTB agar olahraga ini segera diperkenalkan dan dinikmati masyarakat NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah, menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Squash Indonesia Provinsi NTB 2022- 2027, yang dilaksanakan di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Mataram, Sabtu (24/12/22). 

Gubernur dalam sambutannya mengatakan, olahraga Squash merupakan olahraga yang tidak asing baginya. 

Ia berharap olahraga ini dapat diperkenalkan dan dinikmati oleh masyarakat NTB.

BACA JUGA: Lombok akan Jadi Kiblat Olahraga Pacuan Kuda Nasional

Ketua PW Persatuan Squash Indonesia Provinsi NTB terpilih, H. Lalu Syafi’i sedang menerima bendera dari Ketua Umum

“Olahraga ini tidak asing bagi saya saat masih kuliah di Inggris, olahraga ini sederhana dan menarik, semoga dapat dinikmati masyarakat NTB,” ucapnya.

Ia pun berharap, ke depan cabor Squash menyumbangkan medali bagi Provinsi NTB baik itu di PON 2024 ataupun saat NTB menjadi tuan rumah PON 2028 nanti.

Sementara itu, Ketua Umum PB Squash Indonesia,. Hj. Sylviana Murni, yang hadir secara langsung menyampaikan selamat kepada pengurus baru. 

Ia berpesan agar putra/putri daerah NTB dapat tampil dalam olahraga ini dan mendapatkan banyak prestasi.

“Saya percaya ditangan ketua bersama jajarannya bisa melihat dengan jeli melihat potensi putra/putri daerah NTB,” terangnya.

Ia menegaskan agar pengurus selalu siap dalam menjalankan amanah sebagai Pengurus Wilayah Persatuan Squash Indonesia. 

Kegiatan-kegiatan harus digesa guna memperkenalkan cabang olahraga ini ke masyarakat NTB, salah satunya sosialisasi yang gencar.

“Sosialisasi segera laksanakan, dimana saja bisa terutama di sekolah-sekolah. Kita motivasi mereka guna memajukan olahraga Squash untuk badan yang sehat dan jiwa yang sehat,” tutupnya.

Ketua PW Persatuan Squash Indonesia Provinsi NTB terpilih, H. Lalu Syafi’i. mengungkapkan, terbentuknya kepengurusan ini merupakan inisiatif bersama yang dimulai saat dipilihnya NTB dan NTT menjadi tuan rumah PON Tahun 2028.

Dibentuknya kepengurusan ini merupakan kontribusi putra-putri daerah dalam mendukung berlangsungnya PON 2028 nanti.

BACA JUGA: Olahraga Menyumbang Insentif Elektoral yang Besar

Ia berharap, seluruh stakeholders terkait untuk membantu PW Persatuan Squash Indonesia Provinsi NTB ini dalam memperkenalkan olahraga ini agar dapat dinikmati oleh seluruh kalangan di NTB.

“Kami berharap seluruh stakeholders terkait untuk berkontribusi baik itu saran dan masukan guna memperkenalkan dan memajukan Squash di NTB,” kata mantan Asisten 3 Setda Provinsi NTB tersebut. ***

 




Pengadaan Barang dan Jasa e-Katalog, Kualitasnya Terus Ditingkatkan

Menurut Sekda NTB, hasil LHP menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk melakukan penyempurnaan kualitas Pengadaan Barang dan Jasa e-Katalog

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah NTB, H. Lalu Gita Ariadi, menyampaikan, terlepas dari segala kekurangan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang ada, Insyaallah Pemprov NTB terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pengadaan barang dan jasa e-Katalog dengan menggunakan digitalisasi.

BACA JUGA: Sertijab Kepala Perwakilan Ombudsman NTB

Sekda mengatakan, Pemprov NTB akan meningkatkan kualitas Pengadaan Barang dan Jasa e-Katalog

Miq Gita, sapaannya, mewakili Gubernur NTB menghadiri dan menerima penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja dan dengan Tujuan Tertentu Semester II Tahun 2022 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi NTB, Jumat (23/12/22).

“Apapun hasil dari LHP ini tentu akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi kami untuk melakukan penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta kemasyarakatan di daerah,” tuturnya.

Demikian juga untuk tujuan tertentu lainnya, adapun kekurangannya sebatas hal yang bisa ditoleransi, volume situasi dan sebagainya, Pemprov NTB akan terus melakukan pengawasan. 

Kemudian menindaklanjuti apapun hasil yang telah disampaikan oleh hasil pemeriksaan tersebut.

Miq Gita juga mengatakan, saat ini NTB bersama tujuh Pemprov lainnya masuk dalam cluster Provinsi Terinovatif 2022.

Dari usulan-usulan inovasi yang disampaikan, banyak di antaranya transformasi digitalisasi pelayanan publik yang berkaitan dengan LHP ini. Objeknya adalah kinerja layanan publik yang berbasis digitalisasi.

Diketahui, LHP tersebut meliputi Hasil Pemeriksaan Kinerja atas Efektivitas Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Melalui Aksi Pembentukan UKPBJ serta Implementasi e-Katalog dan e-Payment TA 2019 s.d. Semester I Tahun 2022. 

Dan Pemeriksaan DTT atas Belanja Modal Infrastruktur dengan Pembiayaan APBD dan/atau Pinjaman PEN TA 2021 s.d. Oktober 2022 pada Pemerintah Provinsi NTB.

BACA JUGA: Penyusunan RPD 2024-2026, Ada 7 Program Isu Strategis

Turut hadir bersama dalam kegiatan ini yaitu Wakil Ketua I DRPD NTB, Perwakilan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara, Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTB, serta seluruh stakeholder terkait. ***

 




ATM Sampah Dompu, Mampu Kurangi Sampah 1 ton Sehari

Wagub NTB Apresiasi adanya ATM Sampah di Dompu, penanganan sampah di NTB dilakukan berbasis teknologi

DOMPU.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah, mengunjungi Bank Sampah Mountrash yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Dompu, Jumat (23/12/22). 

Pemprov NTB menyiapkan mesin ATM Sampah untuk mengurangi timbulan sampah plastik di NTB

“Alhamdulillah, Bank Sampah ini mampu mengurangi sampah satu ton dalam sehari, kapasitasnya kita dorong untuk terus bertambah”, ujar Wagub. 

BACA JUGA: Mengelola Sanpah dengan Digitalisasi, Bisa Dikembangkan di NTB

Bersama Bupati Kabupaten Dompu, Bapak H.Kader Jaelani, bank sampah yang bekerja sama dengan PT Mountrash Avatar Indonesia, sejak Januari silam menggunakan Dropbox.

ATM Bank Sampah yang menggunakan Aplikasi Mountrash dengan cara diunduh, Scan QR pada DropBOX dengan App Mountrash, dan memasukkan botol plastik ke dalam DropBOX. Untuk jenis sampah yang ingin di masukkan telah tertera dalam aplikasi.

Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Mountrash menyiapkan mesin ATM Sampah dalam upaya mengurangi timbulan sampah plastik di NTB. 

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB mencatat jumlah sampah plastik yang dihasilkan masyarakat di NTB sekitar 300 ton per hari.

Melalui mesin ATM Sampah, penanganan sampah di NTB dilakukan berbasis teknologi. Masyarakat yang membawa sampah botol plastik dan kaleng ke ATM Sampah, akan mendapatkan cuan yang langsung masuk ke akun Mountrash yang dapat diunduh di Android. 

Satu botol plastik atau kaleng dihargai sebesar Rp50.

“Mesin ATM Sampah ini sangat cocok ditaruh di semua kawasan. Dropbox ATM Sampah ini bisa ditaruh di perumahan, sekolah, perkantoran, pertokoan. Karena mereka pasti menghasilkan sampah plastik,” kata Titik Nuraini, Co founder Mountrash

“ATM sampah ini kita ingin kembangkan ke seluruh NTB, bank sampah yang saat ini masih tradisional harus menabung dengan buku tabungan sekarang bisa digitalisasi, diurus secara online,” tambahnya. 

Pemkab Dompu saat ini  baru memiliki sarana dan pra sarana 11 dump truck kapasitas 8 M3, 3 unit amrol dengan kapasitas 6 M3, dan 9 unit kontener sampah. 

Sementara perkiraan jumlah produksi sampah oleh 247.732 orang penduduk Dompu sekitar 375,35 M3 per hari atau 137.003,3 M3 per tahun. 

Sehingga sampah yang bisa terangkut dalam satu harinya hanya 130 M3 per hari atau setara dengan 35 persen. 

BACA JUGA: Wagub Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Bekerja sama dengan Mountrash Avatar Indonesia, Pemkab Dompu mendorong terbentuknya bank sampah di sekolah – sekolah dan bank sampah Desa/Kelurahan sebagai bentuk inovasi untuk menghindari sampah tersebut 100 persen masuk ke TPA. Dari bank sampah mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari rumah dan di area publik. 

Hasil pemilahan itu diharapkan dapat dikelola Bank sampah menjadi barang bernilai ekonomi hingga 30 persen. ***

 




RSUD Provinsi NTB Jadi Rumah Sakit Kelas Dunia

Gubernur NTB resmikan Gedung IGD Terpadu & Trauma Center RSUD Provinsi NTB, dan NTB sudah memenuhi syarat penyelenggara event internasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Capaian RSUD Provinsi NTB diapresiasi karena sudah menghadirkan layanan fasilitas IGD Terpadu & Trauma Center yang menjadi pemicu semangat mewujudkan RSUD NTB menjadi Rumah Sakit Rujukan di Indonesia Timur.

Apresiasi itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, dr. H.  Lalu Herman Mahaputra, M.Kes, MH saat meresmikan Gedung IGD Terpadu & Trauma Center RSUD Provinsi NTB, Sabtu (24/12/22).

BACA JUGA: Penyusunan RPD 2024-2026,  Ada 7 Program Isu Strategis 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah

“Hari ini menjadi saksi sejarah bahwa kita,  meresmikan satu bangunan yang akan jadi pemicu awal semangat kita untuk berbuat lebih baik lagi dan akan menjadikan Rumah Sakit terbaik yang akan jadi rujukan di Indonesia Timur,” tutur Bang Zul dalam sambutannya.. 

Provinsi NTB sebagai daerah yang menyelenggarakan berbagai event nasional dan internasional, sudah dapat menyediakan Rumah Sakit kelas dunia.

“Salah satu satu syarat adanya event Internasional maka harus memiliki Rumah Sakit kelas dunia. Ini adalah tuntutan kita akan menjadi host dalam global events tahun depan banyak sekali, Rumah Sakit bertaraf internasional sehingga para atlet dunia yang datang ke tempat kita secara psikologis merasa nyaman,” tuturnya.

IGD Terpadu & Trauma Center RSUD Provinsi NTB didesain untuk menunjang kegiatan internasional, seperti event WSBK, MotoGP, MX GP, Iron Man dan lain sebagainya. Adengan fasilitas helipad yang terintegrasi dan ruang perawatan khusus yang disiapkan sebagai ruang penerimaan atlet internasional.

Bila dibutuhkan penanganan medis ketika berlangsungnya event, semuanya terintegrasi dengan sarana diagnostic, ruang intensif dan kamar operasi yang semunanya berada dalam 1 gedung terpadu.

dr. Jack sapaan akrab Direktur RSUD Provinsi NTB menjelaskan, kehadiran Gedung IGD Terpadu & Trauma Center RSUD Provinsi NTB menjadi pelayanan rujukan reguler, juga memberikan nilai tambah untuk event- event Internasional.

BACA JUGA: Operasi Bedah Jantung Terbuka Pertama di NTB, Sukses!

“Alhamdulillah, Gedung ini yang kita nantikan akan memberikan nilai tambah untuk event – event Internasional, InsyaAllah bulan Maret WSBK sudah bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. 

Ia juga memaparkan, Provinsi NTB diusia yang ke – 64 tahun, mendapatkan kado terindah yaitu pelaksanaan Operasi Bedah jantung terbuka di RSUD Provinsi NTB. 

“Alhamdulillah, tadi bapak Gubernur sudah menjenguk pasien, dari 11 pasien sebanyak 2 pasien sudah dioperasi, InsyaAllah 9 lagi akan dioperasi pada bulan berikutnya,” jelas dokter Jack. 

IGD Terpadu & Trauma Center RSUD Provinsi NTB juga mampu menangani kasus trauma secara lebih baik karena terintegrasi dengan sarana diagnostik, seperti Radiologi, CT scan dan MRI, ruang intensif, kamar operasi yang semua berada dalam 1 gedung. 

“Demikian juga jika adanya rujukan atau keperluan rujuk cepat RSUP sudah memiliki kemampuan mentransfer pasien apapun karena sudah dilengkapi 4 ambulan berstandart ICU, dan IGD baru sudah dilengkapi dengan helipad yang memungkinkan dilakukanya evakuasi udara,” jelasnya.

BACA JUGA: Rakernas Forsesdasi, Wujudkan Peran Strategis Sekda

Selain itu, IGD baru juga memiliki design penanganan ibu dan anak yang terintegrasi dalam 1 gedung, diharapkan dapat menekan kasus kematian ibu dan anak.

RSUD NTB memiliki 112 spesialis dan 32 sub spesialis dengan IGD terpadu ini diharapkan layanan akan menjadi lebih baik.***

 

 




Bantuan Air Bersih, Sembako, dan Kunjungi Rumah Jumadil

Saat reses di Lombok Timur, HBK menyalurkan bantuan, selain menyerap juga menindaklanjuti aspirasi dari konstituen.

SELONG.lombokjournal.com ~ Penyaluran bantuan air bersih dan membagikan sembako untuk warga lanjut usia, serta membawakan sepeda kepada Jumadil, dilakukan H. Bambang Kristiono, SE (HBK), saat reses di Kabupaten Lombok Timur, Kamis (22/12/22).

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, tujuan dari kegiatan masa reses ini adalah untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi dari konstituen. 

BACA JUGA: Mengelola Sampah dengan Digitalisasi Bisa Dikembangkan di NTB

HBK sedang reses di Lotim, menyerap aspirasi dan meniindaklajuti janji pada kontituen

Juga merupakan tanggung jawab moral dan politis bagi konstituen di daerah pemilihannya.

HBK turun langsung bersama tim HBK Peduli Lombok Timur zona selatan, menyalurkan air bersih di wilayah Dusun Padak Luar, Desa Pijot Induk, Kec. Keruak.

”Penyaluran bantuan air bersih adalah salah satu program unggulan HBK Peduli yang akan terus ditingkatkan baik kualitas maupun jumlahnya,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Insyaa Allah di awal tahun 2023 nanti, akan datang 1 unit mobil tangki air tambahan untuk memperkuat armada tangki air yang sudah ada, lanjutnya.

“Saya mengucapkan terima kasih dan rasa bangga saya atas motivasi dan semangat Tim HBK Peduli yang tidak ada lelah-lelahnya terus melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan,” katanya sambil tersenyum.

Usai membagikan air bersih, HBK menyapa warga yang sudah berkumpul di salah satu rumah. 

Kesempatan itu dimanfaatkan HBK untuk menyapa dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat yang hadir. 

Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan 6 hari dalam seminggu, dan 3 kali dalam sehari. 

Nyaris hanya di hari Minggu saja, armada tangki air HBK Peduli beristirahat untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan.

Tapi kalau di hari Minggu ada orang hajatan, maupun yang meninggal dunia, maka tidak jarang armada tangki airpun tetap turun melayani warga yang membutuhkan bantuan.

“Kami tetap semangat, dan akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang memerlukan bantuan sebagaimana pesan dan amanah pak HBK di berbagai kesempatan,” kata Lalu Lukmanul Hakim, Koordinator HBK Peduli Kab. Lombok Timur.

Sembako untuk Warga Dhuafa

Usai membagikan air bersih, Politisi yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo ini kemudian bergerak ke wilayah Dusun Dasan Baru, Desa Kuang Baru, Kec. Sakra.

Di sini HBK bersama rombongan Tim HBK Peduli memberikan bantuan sembako kepada para lansia dhuafa.

Dalam kegiatan ini, turut hadir anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kab. Lombok Timur, yaitu M. Yusri, A.Md dan Khairil Anwar, Kepala Wilayah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari Desa Kuang Baru.

Selain itu, kegiatan reses yang dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan masyarakat ini juga mengusulkan agar program sosial dan keagamaan bisa tetap berlanjut di wilayahnya.

“Inshaa Allah akan saya perjuangakan, semua aspirasi dari bapak-ibu sekalian, dan saya hadir disini juga menyampaikan salam hormat dari Bapak H. Prabowo Subianto.

Saya lihat di data yang saya miliki, di Desa ini suara pak Prabowo pada Pilpres lalu sangat tinggi,” ungkapnya.

Adapun nanti aspirasi yang bisa diselesaikan cepat oleh pihak pemerintah Kab. Lombok Timur akan disinergikan dengan Dewan Partai Gerindra dari Kabupaten, dan yang tidak bisa diselesaikan bersama pemerintah Kab. Lombok Timu.r maka akan dibawa ke gedung parlemen di Senayan, lanjutnya.

Sambangi Jumadil, Bawakan Sepeda dan Bantu Beasiswa 

Di Kec. Sikur, HBK mendatangi langsung tempat tinggal Jumadil, siswa SDN 3 Sikur yang viral di media sosial karena keterbatasan ekonomi yang membuatnya harus bekerja di tempat pembuatan tempe untuk meringankan beban keluarganya.

Jumadil merupakan anak yatim yang hidup dengan kakeknya yang sudah tidak bisa bekerja lagi akibat usia dan penyakit mata yang dideritanya. 

Kedatangan HBK disambut hangat keluarga dan warga yang tinggal di sekitar rumah Jumadil.

“Ini sepeda hadiah dari Sekretaris HBK Peduli, Rannya Agustyra Kristiono, yang sekarang masih berada di London, tapi terus mengikuti berita Jumail dari media-media sosial. Mudah-mudahan sepeda ini bisa bermanfaat untuk Jumail beraktifitas dan berkegiatan”, pesan HBK ditengah-tengah Jumail dan keluarga.

Rannya berpesan agar di kesempatan reses bilan Desember ini agar mencari rumah Jumadil dan membawakan hadiah sepeda, lanjut HBK.

HBK juga sangat kaget ketika mendengar informasi bahwa Jumadil adalah anak yang senang dan pandai bermain sepakbola.

Menurut M. Yusri, A.Md, anggota Dewan Kab. Lotim yang mendampingi HBK turun ke konsituennya. Disampaikan, dalam kejuaraan sepakbola U-12 di Kab. Lotim, Jumail berhasil menjadi top score atau pencetak gol terbanyak di kejuaraan.

“Dia dikenal sebagai “Messi”nya Kec. Sikur, pak HBK,” ujar Yusri.

BACA JUGA: Aksi Cegah Stunting , HBK Bagikan Telur Ayam Segar

“Waaaccchhh, kamu ternyata anak yang hebat juga ya Jumail. Punya prestasi yang bisa dibanggakan. Terus semangat ya, dan jangan lelah berlatih, dan nanti bisa bergabung dengan Lombok FC,” kata HBK bangga.

Selain itu HBK juga akan membantu beasiswa bagi kelanjutan pendidikan Jumadil yang tahun ini akan segera menamatkan pendidikan di Sekolah Dasarnya.

”Saya sudah perintahkan Koordinator TA saya, sdr. Abdul Rajab untuk segera mendata dan menyiapkan persyaratan administrasi beasiswanya untuk Jumadil,” pungkas Chairman Lombok FC ini.***

 

 




Bantuan Kursi Roda Elektrik Warna Merah untuk Prof Chairussyuhur 

Rachmat Hidayat mengatakan, bantuan itu diberikan untuk membantu Prof Chairussyuhur Arman semata-mata karena panggilan Kemanusiaan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H Rachmat Hidayat menyumbangkan kursi roda elektrik warna merah untuk Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Prof  H Chairussyuhur Arman.

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu menyerahkan langsung kursi roda kepada keluarga saat menjenguk Prof Chairussyuhur di kediamannya, Kamis (22/12/22). 

Prof Chairussyuhur menderita lumpuh, dan kini lebih banyak menghabiskan aktivitas hariannya di tempat tidur.

BACA JUGA: Mengelola Sampah dengan Digitalisasi, Bisa Dikembangkan di NTB

Rachmat Hidayat memberi bantuan karena kemanusiaan
Rachmat Hidayat bersama Hj. Herawati

Saat serah terima bantuan kursi roda elektrik itu, Rachmat Hidayat didampingi tim dari Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial. 

Selain itu turut serta pula akademisi Fakultas Hukum Universitas Mataram Dr Widodo Dwi Putro dan Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Amrullah.

Hj Herawati, istri Prof Chairussyuhur menyambut kedatangan Rachmat. Politisi senior NTB itu kemudian diantar ke kamar kamar tempat Prof Chairussyuhur berbaring. 

Rachmat menyapa dari dekat Guru Besar yang merupakan pakar reproduksi ternak tersebut.

Rachmat menuturkan, dirinya belum lama mengetahui kalau Prof Chairussyuhur menderita sakit dan lumpuh.

 Karena itu, begitu mendengar kabar Prof Chairussyuhur butuh bantuan kursi roda elektrik, dirinya langsung mengontak Kementerian Sosial untuk menyiapkannya.

“Soalnya ini sangat urgen. Tanpa butuh waktu lama, langsung dikirimkan barangnya untuk beliau,” kata Rachmat.

Dia menegaskan, apa yang ia sumbangkan untuk Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Mataram tersebut, semata-mata atas nama panggilan kemanusiaan dan saling tolong menolong untuk sesama. 

“Kedatangan saya ke kediaman Prof Chairussyuhur Arman sebagai bentuk rasa empati atas dedikasi beliau dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di bidang teknologi budidaya peternakan,” imbuh Anggota DPR RI tiga periode ini. 

Rachmat mengungkapkan, Prof Chairussyuhur Arman adalah salah satu ilmuwan dan scientis terbaik dari NTB lulusan Australia. 

Sepanjang pengabdiannya di Universitas Mataram, Prof Chairussyuhur telah melakukan berbagai terobosan dalam pengetahuan teknologi peternakan. 

Riset-riset yang dilakukannya juga telah memberikan sumbangsih yang besar bagi pengembangan sektor peternakan di NTB.

“Meskipun saya bukan lulusan Universitas Mataram, namun saya bisa merasakan betapa besar jasa beliau dalam memajukan dan mengembangkan ilmu peternakan di NTB,” imbuh Rachmat.

Rachmat berharap apa yang ia lakukan hari ini bisa menjadi trigger dan spirit dalam membangun kesetiakawanan sosial dan bergotong royong dalam membantu sesama, khususnya yang sedang dilanda kesusahan. 

“Di tengah serbuan budaya asing yang antisosial, kita perlu kembali ke jati diri bangsa yakni budaya tolong menolong , sawang sinawang (saling melihat), saling welas asih dan gotong royong,” katanya.

Widodo Dwi Putro yang hadir dalam penyerahan bantuan tersebut mengapresiasi langkah dan aksi kemanusiaan yang dilakukan H Rachmat Hidayat. 

Apalagi, sebelum bantuan untuk Prof Chairussyuhur, Rachmat disebutnya telah banyak memberikan bantuan terutama untuk warga kurang mampu di seluruh Pulau Lombok.

“Apa yang dilakukan Pak Rachmat Hidayat harus dimaknai sebagai bentuk pencerahan moral dalam membangkitkan tradisi berbagi untuk membangun solidaritas sosial,” ujar Doktor Ilmu Hukum yang belum lama ini merampungkan studinya di Norwegia. 

Pada kesempatan yang sama, Hj Herawati menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan kursi roda elektrik untuk suaminya. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Penderita Disabilitas di Lingkungan Gomong Mataram

Dia menuturkan, Prof Chairussyuhur mulai menderita sakit pada tahun 2020. Semenjak itu, berbagai ikhtiar pengobatan dan penanganan medis untuk proses penyembuhan telah dilakukan. Namun saat ini memang belum bisa sembuh total.

“Kursi roda elektrik bantuan Pak Rachmat ini setidaknya bisa dipakai untuk beraktivitas. Misalnya berjemur di pagi hari supaya bisa terkena sinar matahari,” tutur Hj Herawati. (*)

 




Mengelola Sampah Dengan Digitalisasi, Bisa Dikembangkan di NTB

Ini baru dikenalkan, mengelola sampah cara digital, yang recananya akan dikembangkan ke seluruh NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mendukung hadirnya ATM Sampah yang ditawarkan PT Mountrash Avatar Indonesia saat audiensi di ruang kerja Wagub, Rabu (21/12/22).

Menurut Wagub, sampah memang harus punya daya tarik untuk menghasilkan uang, dan harus konsisten terus menerus diupgrade.

BACA JUGA: Sertijab Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB

Wagub NTB mendukung cara mengelola bank sampah yang konvensional bisa didigitalisasi
ATM SAMPAH

“Kalau saya senang sekali, saya maunya tidak hanya sekedar demo saja tapi langsung bisa dimanfaatkan,” jelas Ummi Rohmi. 

Seperti yang diketahui, kendala juga muncul baik itu dari alat-alat, sistem dan penjualan yang tidak lancar, jadi koordinasi pun diminta untuk terus dilakukan. 

Harapannya sampai hilir dan ada garansi sampah akan terus menerus terbeli.

PT Mountrash Avatar Indonesia juga bergerak di bidang AKS atau aplikasi bank sampah. ATM sampah adalah dimana bank sampah dan massa beban sampahnya bisa dibuat lebih sederhana untuk kemudian dipilah sampahnya.

Cara menggunakan Dropbox ATM Bank Sampah ini pertama dengan men-download dan registrasi Aplikasi Mountrash, kedua Scan QR pada DropBOX dengan App Mountrash, dan terakhir Masukan botol plastik ke dalam DropBOX. 

Untuk jenis sampah yang ingin di masukkan telah tertera dalam aplikasi. 

Titik Nuraini selaku Founder dan Direktur Partnership juga menjelaskan, mereka selama ini ingin mengembangkan bank sampah yang konvensional bisa didigitalisasi.

“ATM sampah ini kita ingin kembangkan ke seluruh NTB, bank sampah yang saat ini masih tradisional harus menabung dengan buku tabungan sekarang bisa digitalisasi, di urus secara online,” kata Eni

Bank sampah yang ada di sekolah digunakan untuk pendidikan karakter, karena dilihat 75 persen orang indonesia tidak sadar akan kedisiplinan dalam kebersihan, jadi akan terukur berjenjang dari SD hingga SMA.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan Tokoh Moderasi Beragama

“Jadi semua akan terdata ibu, seandainya warga di NTB ini sudah berapa yang teredukasi dan pertumbuhan nya seperti apa dalam bulan pertama dan seterusnya, akan terlihat termasuk sampahnya”, tambahnya.

Harapan dari pihak Mounthrash dapat terjalin kerjasama untuk penanganan sampah di NTB karena dilihat sampah masih jadi masalah bersama, sehingga hadir memberikan solusi dengan cara era saat ini yaitu digitalisasi. ***




Sertijab Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB

Dalam acara Sertijab Kepala Ombudsman NTB, Wagub NTB mengatakan, pentingnya kebersamaan, kita bersinergi untuk NTB yang Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Merawat optimisme dan memperkuat sinergitas merupakan kunci untuk bersama-sama mewujudkan NTB Gemilang.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan itu saat acara serah terima jabatan (Sertijab) dari pejabat lama Dr. Adhar Hakim, S.H., M.H kepada pejabat baru Dwi Sudarsono, S.H  di Gedung Sekretariat DPRD Provinsi NTB, Rabu (21/12/22). 

BACA JUGA: Stok Pangan di NTB Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 

Wagub NTB disaksikan Dwi Sudarsono dalam acara Setijab Kepala Ombudsman NTB

“Kita harus selalu merawat optimisme di NTB, serendah apapun kita memulai tapi dengan merawat optimisme insya Allah percepatan pembangunan itu akan konsisten dan terus menerus kita lakukan. Maka dari itu tentunya kami berharap kerjasama yang semakin baik lagi ke depan. Insya Allah dengan kebersamaan, kita bersinergi untuk NTB yang Gemilang,” kata Wagub. 

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub mengatakan, selama ini kerja sama Pemprov NTB dengan Ombudsman dan lainnya telah berjalan dengan harmonis dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat. 

“Alhamdulillah di NTB ini kerja sama kami dengan Ombudsman, eksekutif, legislatif, Forkopimda dan seluruh NGO yang ada di NTB berjalan harmonis. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan publik yang baik, tentunya didukung komunikasi dengan banyak pihak,” tambahnya.

Selain memperkuat sinergi dengan para stakeholders, salah satu strategi Pemprov dalam melayani publik, yaitu dengan membuka kanal komunikasi seluas-luasnya untuk masyarakat. 

Harapannya agar pemerintah dapat terus memperbaiki diri untuk membangun daerah yang lebih baik.

“Oleh karena itu kami membuka Kanal seluas luasnya untuk masyarakat, contohnya melalui NTB Care, mereka bisa mengadu dan bicara apa saja ke pemerintahnya. Sehingga kami berharap dengan semakin terbukanya komunikasi ini, kita semakin bisa memperbaiki diri, karena sesungguhnya daerah ini hanya bisa kita bangun dengan kebersamaan,” harap Ummi Rohmi.

Sementara itu, pejabat lama pimpinan Ombudsman RI NTB, Dr. Adhar Hakim, S.H., M.H tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama ini untuk Ombudsman di NTB. 

“Terima kasih atas koordinasi dan juga kerja sama yang sangat baik selama ini. Saya mohon maaf jika selama bertugas ada hal yang kurang patut, hal itu semata-mata karena keterbatasan saya sebagai manusia. Sekali lagi, terima kasih,” ucap Dr. Adhar.

Dwi Sudarsono, S.H selaku Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB yang baru pun berharap ke depan Ombudsman NTB akan terus mendapatkan dukungan dari banyak pihak untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat NTB.

“Terima kasih kepada Bapak Adhar Hakim yang telah membangun pondasi Ombudsman di NTB. Saya kira tugas saya adalah memperkuat dan melanjutkan capaian-capaian tersebut. Mudah-mudahan saya bisa meneruskan. Kita harapkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan warga NTB,” ujarnya. 

BACA JUGA: “Gowes Harmony”, Jendela Hati dan Kerukunan Beragama

Turut hadir dalam acara Sertijab tersebut yaitu, Pimpinan Ombudsman RI, Plt. Ombudsman NTB, Wakil Ketua I DPRD NTB, Forkopimda dan beberapa Kepala OPD lingkup Pemprov NTB serta strakeholders lainnya. ***

 

 




Penyusunan RPD 2024-2026, Ada 7 Program Isu Strategis 

Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Provinsi NTB Tahun 2024-2026, merupakan dokumen yang sifatnya transisi 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024-2026, Terdapat 7 program yang menjadi isu strategis. 

BACA JUGA: Stok Pangan di NTB Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 

Ke rujuh program yang dimaksud, di antaranya adalah;

  • peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif yang berkeadilan, 
  • pengendalian stabilitas harga untuk mengendalikan inflasi, 
  • peningkatan daya beli masyarakat, peningkatan SDM, 
  • peningkatan kualitas lingkungan hidup, peningkatan aksebilitas infrastruktur yang berkelanjutan dan peningkatan tata kelola pemerintahan.                                                                                                                         

Acara pembukaan openyusunan Rencana Pembangunan Daerah Provinsi NTB

Asisten lll Setda NTB, H. Wirawan Ahmad, mewakili Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menyampaikan itu saat membuka kegiatan pelaksanaan Kick Off Meeting (rapat awal) Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Provinsi NTB Tahun 2024-2026 di Desa Wisata Bilebante, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis, (22/12/22).

Ia menjelaskan, penyusunan ini adalah dokumen sifatnya transisi karena berakhirnya RPJM masa jabatan di  bawah kepemimpinan Zul-Rohmi tahun 2023, sehingga tidak boleh ada kekosongan regulasi.

Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Dr. Iswandi menambahkan, dalam penyusunan dokumen ini diminta kepada semua SKPD untuk memberikan kontribusi terhadap 7 program isu strategis tersebut.

“Kontribusi SKPD harus terlibat baik pada sektor ekonomi maupun non ekonomi untuk mencapai indikator-indikator makro pada sektor masing-masing,” jelasnya.

Ditambahkan Iswandi, 7 program isu strategis yang akan disusun ini bisa ditambahkan atau bisa dikurangi, sesuai kebutuhan.

Sehingga rencana pembangunan daerah sesuai dengan target yang ingin dicapai.

BACA JUGA: Rakernas Forsesdasi, Eujudkan Peran Strategis Sekda

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan Infrastruktur dan Pembangunan, H. Sahdan, dan Kepala OPD lingkup Pemprov NTB serta tamu undangan lainnya.***