Penonton MotoGP Terlantar, Gubernur Zul Minta Maaf

Animo penonton MotoGP, dari Minggu sangat besar, sehingga menimbulkan kemacetan sehingga shuttle bus terlambat datang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penonton MotoGP atas ketidaknyamanan, karena shuttle bus gratis yang disediakan Pemprov NTB bagi para penonton datang terlambat. 

Banyak penonton kemudian merasa ditelantarkan usai acara, termasuk penonton dari luar daerah Lombok

penonton MotoGP diterlantarkan
Penonton MotoGP terlambat dijemput

Animo masyarakat menonton MotoGP, Minggu ( 20/03/22) sangat besar, sehingga menimbulkan kemacetan. 

Tak sedikit pula masyarakat yang mengeluhkan kualitas bus yang sudah tua dan macet di tengah jalan sehingga ikut memperparah keadaan.

Gubernur menjelaskan, panitia sudah bekerja maksimal dalam mengatur alur bus untuk mengantar dan menjemput penonton. 

BACA JUGA: MotoGP Mansalika 2022, Catatan Transportasi yang Kacau

Namun karena tumpah ruahnya penonton yang sangat antusias menghadiri hari balapan, maka kemacetan yang terjadi tak bisa dihindari. 

“Kami meminta maaf, kalau tidak sepenuhnya sempurna sesuai yang kami rencanakan,” kata Zulkieflimansyah di Mataram, Senin (21/03/22).

Gubernur minta permakluman para penonton yang merasa kecewa, dan. meminta dukungan agar bisa lebih baik kedepannya.

“Saya sendiri pernah jadi saksi sejarah ketika di Sentul dan itu lebih parah dari kemarin. Bukan bermaksud apologi, tapi kita tidak menyangka kendaraan pribadi sebanyak itu. Jadi kalau ada antusiasme di hari ketiga, apalagi yang kita saksikan di TV sebanyak itu, sehingga wajar membludak seperti itu,” ucap Bang Zul.

Terkait aduan bus yang sudah tua, ditekankan Ban Zul akan menjadi catatan panitia.

BACA JUGA: Groundbreaking Instalasi Gawat Darurat RSUP NTB

“Bus yang melayani tidak boleh tua. Ini akan kami cek ke depannya. Kami juga tidak bisa mengomeli petugas yang sudah bekerja maksimal. Tetapi mudah-mudahan ini jadi feedback yang baik untuk ajang selanjutnya, seperti WSBK di November 2022 dan ini menjadi catatan cukup baik, apalagi kontrak ini 10 tahun pasti setiap tahun ada peningkatan,” tandasnya. ***

 




MotoGP Mandalika 2022, Catatan Transportasi yang Kacau (2)

Dalam perhelatan MotoGP Mandalika 2022, penonton dikecewakan layanan shuttle bus yang kacau, dan petugas pun pasrah. Ini laporan Naniek I Taufan dari Mandalika  

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kekacauan shuttle bus, dimulai sejak pemberangkatan menuju Mandalika, dan usai perhelatan MotoGP usai. 

Bahkan saat penonton harus berjuang untuk pulang dengan berjalan kaki menuju tempat jemputan, dan harus berebutan naik bus, banyak di antaranya harus berpisah dengan rombongan.

Lulusnya Pertamina Mandalika International Street Circuit dalam uji hasil track inspection oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), Dorna Sports dan IRTA, dengan nilai tertinggi (grade A), merupakan bukti bahwa sirkuit Mandalika dibangun sesuai ketentuan.

Penonton MotoGP Mandalika yang menanti jemputan bus

Kabar ini diperoleh tanggal 17 Maret 2022 atau sehari sebelum event MotoGP digelar secara resmi. 

Ini artinya layak sebagai tempat mengaspal bagi para riders dunia sekelas MotoGP. Dan setelah digelar tiga hari berturut-turut, 18-20 Maret 2022, event ini meraih kesuksesan. 

Tapi sukses di sirkuit tentu tidak serta merta berarti semua aspek berjalan baik. Ada kekurangan di sana-sini tentu wajar, mengingat event ini baru pertama kali digelar. 

Segala (management) fasilitas khususnya bagi penonton juga baru pertama kali digunakan atau dioperasikan. 

Penonton juga rata-rata baru pertama kali datang menonton MotoGP ke Sirkuit Mandalika yang begitu luas, sehingga sangat wajar jika mengeluh soal jarak yang jauh dari satu pintu masuk ke pintu masuk lainnya. 

BACA JUGA: MotoGP Mandalika 2022, Catatan Evebt Internasional di Lombok (1)

Meski semua masih baru, terutama pihak penyelenggara MotoGP bagian transportasi bus yang disiapkan untuk penonton juga baru bekerja, bukan menjadi alasan pembenaran pada kekacauan yang terjadi di hari pamungkas MotoGP Mandalika. 

Sebab, walau transportasi hanya satu dari banyak bagian lain yang sukses dalam event ini, soal amburadulnya transportasi bagi penonton ini adalah sesuatu yang fatal. Panitia rupanya tidak siap dengan managemen transportasi. 

Tidak menghitung dengan baik keseimbangan antara penonton yang jumlahnya melebihi 60 ribu orang, yang pasti menimbulkan kerumunan yang luar biasa, dengan ketersediaan jumlah shuttle bus. 

Tampaknya pula, keliru menghitung kemacetan yang ditimbulkan dari keramaian yang pasti terjadi yang jelas akan menunda perjalanan bus. Serta tidak menghitung jarak tempuh shuttle bus dari dan ke Mandalika.

Bisa dibayangkan penonton yang menginap di Lombok Utara, yang jarak tempuh rata-ratanya sekitar 2,5,-3,5 jam baru bisa tiba di Sirkuit Mandalika. Artinya shuttle bus yang bertugas menjemput penonton di Lombok Utara via Bangsal, membutuhkan waktu 5-7 jam untuk mengantar ke Mandalika dan kembali ke Bangsal untuk angkutan berikutnya. 

Begitu pula dengan penonton dari Mataram yang membutuhkan waktu 1-1,5 jam untuk bisa tiba di Mandalika. Shuttle bus membutuhkan waktu 2-3 jam untuk PP Mataram Mandalika. Belum lagi di titik terjauh Lombok Timur. 

Sementara itu puluhan ribu orang menanti bus tersebut dalam waktu nyaris bersamaan di hari yang sama. Semua ingin lekas tiba di Mandalika. Dan semua ingin segera meninggalkan Mandalika begitu MotoGP berakhir di sore hari.  

Dan yang melayani transportasi ribuan orang itu hanya sebanyak 278 unit Shuttle bus yang disiapkan Dishub Provinsi NTB terdiri atas 27 bus ukuran besar, 70 bus ukuran medium, dan 181 minibus. Semuanya gratis untuk penonton. 

Kekacauan pengelolaan transportasi MotoGP Mandalika
Kemacetan saat pulang

Nanti juga ditunjang angkutan sewa khusus dan alat angkut konvensional, sesuai ketentuan. 

Begitu kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, HL. Mohammad Faozal dengan nada penuh percaya diri, saat Media Briefing MotoGP Mandalika 2022 di Mataram, tanggal 16 Maret 2022.

Kekacauan soal transportasi ini sesungguhnya sudah dimulai sejak pagi, saat penonton mulai dijemput di titik-titik penjemputan yang sudah ditentukan. Dengan jumlah penonton yang sangat banyak, bahkan di titik penjemputan eks Bandara Selaparang Mataram, medsos sudah mulai riuh dengan keluhan. Shuttle bus yang menjemput sampai agak siang tak tiba-tiba, sementara mereka sudah menunggu sejak pagi. 

Apa penyebabnya? Selain bus yang kurang juga akibat kemacetan parah yang terjadi mulai dari depan Bandara Internasional Lombok, lalu di jalur setelahnya dan semakin parah saat mendekati Parkir Barat dan Parkir Timur. Ini yang menyebabkan bus-bus terlambat menjemput penonton. 

Akibat lain dari keterlambatan bus, membuat penonton yang sudah tumpah menanti bus, terpaksa harus berebut, dulu-duluan agar bisa segera naik bus. Kemacetan ini bahkan memakan waktu sampai 5 jam dari Mataram hingga ke Sirkuit Mandalika. 

BACA JUGA: MotoGP 2022, Cerita ‘Mengesankan’ dari Event Internasional

Sebab bukan hanya soal kemacetan dalam perjalanan dari Mataram menuju ke Parkir Timur (PT) dan Parkir Barat (PB) yang menyebabkan lamanya penonton tiba di Sirkuit Mandalika, melainkan juga harus berebut bus dari PB dan PT untuk menuju pintu-pintu masuk sesuai dengan zona tiket yang dibeli. 

Banyaknya penonton yang memenuhi PB dan PT membuat petugas yang jumlahnya tidak banyak, benar-benar kewalahan. Sopir-sopir dan petugas bus lainnya tak mampu membendung situasi. Mereka terlihat seperti pasrah. 

Bus-bus di PB dan PT yang seharusnya menjemput penonton menuju pintu-pintu masuk (gate 1,2 dan 3) sesuai dengan warna dan abjad tiket (merah gate 1, biru gate 2 dan hijau gate 3), sudah tidak lagi sesuai dengan aturannya. 

Hal ini terutama saat hari semakin siang dan semua penonton merasa harus segera tiba di tribun untuk menonton sebab mereka juga membeli tiket dengan harga yang tidak murah. Itu baru saat penonton datang ke Mandalika hingga ke pintu masuk masing-masing.

Penonton yang begitu antusias menantikan momen menonton langsung MotoGP di negeri sendiri ini, sesungguhnya sangat menikmati kesempatan yang tidak semua orang bisa datang kembali di Sirkuit Mandalika. Khususnya bagi mereka dari luar Lombok yang harus rela menyiapkan budget bukan semata untuk membeli tiket, melainkan untuk biaya transportasi laut/darat/udara, ke dan dari Lombok. 

Biaya menginap dan akomodasi lainnya serta biaya konsumsi selama di Lombok. Ditambah lagi biaya transportasi lokal selama berada Lombok. 

Bagaimana tidak, mereka kelihatan asyik-asyik saja. Meski masuk kepanasan dan pulang kehujanan. Termasuk pula ketika angin kencang, hujan yang mengguyur sangat deras disertai petir, yang membuat basah kuyup (penonton di tribun terbuka). 

Juga ketika balapan MotoGP ditunda hingga sekitar dua jam akibat hujan deras, semua itu tidak menyurutkan semangat para penonton. 

Mereka tetap nikmati semua peristiwa itu, sebagai bagian dari keseruan menonton langsung event internasional sekelas MotoGP yang selama ini hanya bisa ditonton lewat layar kaca. Raungan mesin motor para riders yang dipacu dengan kecepatan tinggi rata-rata di atas 300km/jam, kecepatan riil di aspal lintasan yang bisa dilihat langsung di depan mata itu, tidak bisa dideskripsikan oleh kamera secanggih apa pun. 

Kamera tidak bisa menjelaskan hal itu sebaik kenyataannya. Tidak bisa menggantikan emosi penonton saat ‘bertemu’ langsung aksi para riders yang mengaspal di Sirkuit Mandalika Lombok. 

Para penonton di hari Minggu (20 Maret), yang tiba sejak pagi di Sirkuit Mandalika bisa menyaksikan seluruh sesi balapan. Mulai dari sesi pemanasan (Warm Up), Moto3 pukul 10:00 wita. Lalu Moto2 pada pukul 10:20 wita dan dilanjutkan kelas MotoGP pada 10:40 wita. 

Setelah itu, pada pukul 12.00 wita para pebalap Moto3 akan mulai berlomba sepanjang 18 lap untuk menjadi yang terdepan. Dilanjutkan dengan Moto2 pada 13:20 wita yang melintasi 20 lap. Sementara itu para pebalap utama MotoGP mulai mengaspal sekitar jam 5 sore (seharusnya terjadwal 15.00 wita, ditunda karena hujan) untuk memperebutkan posisi terdepan dalam lomba yang berlangsung dalam 20 putaran.

Sesi utama MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit ini semestinya berlangsung 27 putaran (lap). Tapi karena kondisi lintasan balapan MotoGP dikurangi dari sebelumnya 27 menjadi 20, karena kondisi lintasan aspal terlalu panas karena terik matahari. 

“Kami memutuskan mengurangi jarak tempuh balapan untuk menjaga kondisi trek karena masalah aspal,” begitu konfirmasi yang dikeluarkan Franco Uncini, selaku Grand Prix Safety Officer, dikutip dari situs resmi MotoGP.

BACA JUGA: Indonesia Raya Berkumandang di Sirkuit Mandalika

Semua enjoy dan puas bisa menonton secara langsung. Aksi para riders benar-benar menghibur hati mereka yang dinilai sebanding dengan mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk bisa sampai di tribun Sirkuit MotoGP ‘milik sendiri’ ini.

 Hal tersebut sebenarnya sempat membuat penonton melupakan kroditnya perjalanan mereka tadi untuk bisa tiba di tribun. Tapi kekacauan transportasi berikutnya, di saat pulang menonton, benar-benar membuat penonton rata-rata mengeluh dan kecewa. 

Sekitar pukul 17.30 wita, usai sesi utama MotoGP yang menempatkan Miguel Oliveira, rider dari Red Bull KTM sebagai pemenang Pertamina Grand Prix of Indonesia, penonton sudah mulai berangsur-angsur meninggalkan tribun keluar dari pintu keluar masing-masing. Di sinilah kekacauan yang menyedihkan bagi penonton itu terjadi. 

Puluhan ribu orang yang berkumpul secara bersamaan keluar menuju lokasi shuttle bus yang sedianya mengantar mereka ke PB dan PT. bersamaan dengan keluarnya penonton itu, mobil-mobil yang ada di areal parkir dalam sirkuit pun bersamaan ikut keluar. 

Alhasil lalu lintas macet. Para penonton yang berjalan di bawah gerimis yang terus turun, awalnya tertib menanti bus di perhentian yang sudah ditentukan. Para petugas lapangan yang mengatur juga terus bekerja. 

Tapi, menit demi menit selanjutnya, penonton yang berkumpul itu semakin banyak menjadi lautan manusia yang bergerak menuju titik yang sama. Di saat itu pula, shuttle bus yang diharapkan datang, tidak banyak yang tiba. Karena itu, setiap kali bus tiba, semua berebutan naik sembari saling dorong satu sama lain.

Areal halte yang becek penuh lumpur akibat hujan, tidak lagi dipedulikan oleh penonton. Yang mereka nanti hanyalah segera bisa mendapatkan bus yang akan mengantar mereka ke PB dan PT, tempat di mana mereka memarkir kendaraan atau akan melanjutkan perjalanan dengan shuttle bus juga, menuju tujuan masing-masing. 

Rebutan dan saling berdesakan naik bus, membuat petugas lagi-lagi kewalahan. Mereka terlihat pasrah. Membiarkan para penumpang berduyun-duyun berjalan ke arah terjauh di mana mereka bisa menyetop bus lebih cepat. Dan itu jaraknya sangat jauh. Tapi para penonton rela berjalan jauh berkilo-kilo meter demi mendapatkan bus menuju PB dan PT. 

Saat ditanya di mana penonton harus menunggu bus untuk menuju PT dan PB? Petugas hanya menjawab lemah.

“Seharusnya di sini, tapi karena semua penonton sudah mencegat bus di ujung jalan yang jauh di sana (sambil menunjuk arah beberapa kilometer), bus tak bisa sampai ke mari,” kata petugas di halte bus pintu 1, pasrah. 

Kemacetan parah tak bisa dihindari. Jalan-jalan di depan Sirkuit Mandalika ramai. Mereka yang tidak mendapatkan bus terpaksa berjalan kaki berkilo-kilo meter, berharap bisa menemukan bus. Harapan itu sirna, sebab jumlah bus tidak sebanding dengan banyaknya penonton. 

Salah satu peristiwa terjadi di area sekitar pintu 1 Sirkuit Mandalika, penonton akhirnya memaksa bus dengan stiker warna hijau, bertuliskan zona, H,I,J,K, untuk berhenti dan mengangkut mereka menuju PT. 

Bus ini sejatinya harus menjemput penonton di pintu 3 zona hijau untuk dibawa ke PT. Tapi perjalanan mereka mustahil sampai ke pintu 3 mengingat ratusan penonton sudah mengerubungi bus yang terlihat dalam keadaan kosong itu. Supir dan petugas bus tak berdaya, sebab para penonton mulai memukul-mukul bus. 

Pintu bus pun dibuka, penonton menyerbu naik. Tampak sekali kesedihan, kekecewaan sopir dan petugas bus yang terpaksa tidak bisa melaksanakan tugas menjemput penonton zona hijau di pintu 3. 

“Kami ini hanya melaksanakan tugas, bapak-bapak, ibu-ibu seharusnya tolong mengerti bahwa bus ini sesuai warna stikernya harus menjemput penonton di pintu 3 zona hijau. Kalau kami sekarang harus kembali ke PT mengantar bapak-bapak, ibu-ibu ke sana, bagaimana dengan penonton di pintu 3 yang menjadi tanggung jawab kami untuk dijemput,” ujar sopir dan petugas bus, setengah memohon namun tak bisa berbuat apa-apa. 

Akhirnya, dengan terpaksa bus ini berputar balik dari depan pintu 1 menuju PT. gagal melaksanakan tugas menjemput penonton di pintu 3 zona hijau. 

Akibat peristiwa ini, penonton yang sudah mengantri lama menunggu bus di pintu 3, jelas semakin kekurangan bus penjemputan. Dan tidak mustahil peristiwa ini terjadi di jalan sekitar sirkuit dan di pintu-pintu sirkuit lainnya.

Masalah belum selesai sampai di sini. Hingga sekitar pukul enam sore, bus tidak bisa masuk terminal PT. tertahan dan stagnan jauh dari terminal PT. Selama sekitar 1 jam penonton yang ada di atas bus pun memilih turun dan berjalan kaki menuju PT yang masih sangat jauh. Tak ada pergerakan sedikit pun. Penonton yang turun terpaksa melanjutkan berjalan kaki menuju PT dan tempat-tempat parkir yang jaraknya bisa sampai 30 menit atau lebih jalan kaki. 

Ini sungguh membIngungkan. Dan bukan lelucon yang perlu ditertawakan. 

Bahkan ada penonton yang sejak dari jam 6 pagi meninggalkan penginapan via Bangsal Lombok Utara dan masih ‘terkurung’ di Mandalika hingga malam hari, tak jua mendapatkan bus untuk pulang. Mereka pun tertinggal oleh rombongan yang sudah terlebih dahulu harus meninggalkan lokasi Mandalika. 

Hingga pukul 8 malam, belum juga ada pergerakan yang berarti lalu lintas sekitar PT. Yang membawa kendaraan sendiri, semua stand by di dalam mobil, menanti kapan kemacetan itu terurai. Pada sekitar setengah 9 malam, kendaraan mulai bergerak, namun hanya beberapa meter lalu stagnan. Begitu seterusnya hingga lebih dari pukul 9 malam. 

Beberapa saat kemudian, barulah kendaraan yang terkunci di sekitar PT mulai bisa bergerak. Keramaian terlihat masih sangat banyak. Penonton kebingungan menanti bus. 7 orang yang kehilangan jejak rombongannya, terpaksa memohon untuk menumpang di mobil penonton lainnya. beruntung mereka bisa masuk dan ikut hingga ke Mataram. 

Mereka berasal dari Pontianak Kalimantan Barat dan Bandung Jawa Barat. Bersama 60 orang lainnya, mereka satu rombongan dan menginap di Lombok Utara. Mengingat jarak tempuh Lombok Utara ke Mandalika yang cukup jauh, mereka berangkat dari hotel tempat menginap menggunakan kendaraan carter rombongan sejak pukul 6 pagi hingga sekitar pukul 9 baru bisa keluar dari Mandalika.

Beruntung rombongan menunggu mereka di Mataram. Kemacetan di perjalanan menuju Mataram juga membuat ke 7 orang ini tiba di Mataram sekitar pukul 11 malam untuk bergabung makan malam dengan rombongan. Lalu jam berapa mereka akan tiba di Lombok Utara? Jika jam 12 malam mereka menuju Lombok Utara, maka bisa dipastikan paling cepat mereka tiba jam 1 dini hari. Sementara esok pagi-pagi mereka harus berangkat pulang via Bali. 

Begitulah perjuangan para penonton MotoGP di momen perdana ini. Berjalan kaki, berebutan bus hingga kehilangan rombongan dan tentu saja banyak cerita lainnya yang lebih menyedihkan dari itu akibat tidak siapnya transportasi untuk penonton ini. 

Apakah ini akan terulang di MotoGP berikutnya? Jelas puluhan ribu penonton itu tidak menginginkan hal ini terjadi. Perbaikan management transportasi tersebut, wajib dibenahi. Para birokrat tidak perlu banyak bicara dalam jumpa pers-jumpa pers dengan percaya diri mengungkap kesiapan yang semu yang jauh dari kenyataannya. Bekerja dalam diam, itu lebih baik dari banyak bicara tapi tak paham apa yang harus dilakukan dengan tepat. 

Penonton MotoGP Mandalika antri penjemputan

Kekacauan yang terjadi pada sektor transportasi ini, jelas memperlihatkan sejauh mana kualitas kerja birokrasi khususnya di daerah yang diserahi tugas dan tanggung jawab ini.

Ajang internasional sekelas MotoGP ini semestinya menjadi tantangan bagi birokrasi dalam mengelola kapasitas dan kapabilitasnya dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang inovatif. 

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTB, Adhar Hakim yang mantan wartawan televisi nasional mengungkapkan, bahwa ajang-ajang internasional seperti MotoGP ini sebenarnya adalah sebuah momentum untuk mengklarifikasi berkali-kali, apakah  birokrasi di daerah siap bergerak cepat, berinovasi dan dapat bergerak sebagai entrepreneurship birokrasi yang mampu menggalang publik untuk ikut berpartisipasi baik secara ekonomi maupun sosial dunia. 

“NTB masih terus harus belajar lebih banyak. Pengembangan konsep kerja birokrasi yang kreatif, inovatif dan memiliki basis wawasan yang kuat soal membaca kebutuhan entrepreneurship sektor wisata amat sangat dibutuhkan. Wisata tidak boleh lagi dibaca hanya dengan skala statistik, soal berapa angka pertumbuhan kamar dan kunjungan wisata, tapi sudah harus melebar pada sektor sosial ekonomi lainnya, seperti potensi UMKM, skill terampil, dan jaringan pengembangan,” begitu kritiknya.***

 




Groundbreaking Instalasi Gawat Darurat RSUP NTB 

Jangan Lupakan Masyarakat Miskin itu kata Gubernur NTB saat groundbreaking IGD RSUP Nusa Tenggara Barat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pembangunan gedung baru Instalasi Gawat Darurat (IGD) Terpadu dan Perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi harus dapat melayani seluruh masyarakat NTB. 

Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah, mengatakan itu saat groundbreaking atau peletakan batu pertama dimulainya pembangunan IGD Terpadu dan Rawat Inap di RSUP NTB, Senin (21/03/22). 

“Mewah dan canggihnya rumah sakit kita jangan sampai melupakan masyarakat miskin dan termarjinalkan,”  kata gubernur.

BACA JUGA: Pelaku UMKM Dapat Berkah Event MotoGP Mandalika

Dimulainya pembangunan IGD RSUP NTBDENGAN MELAKUKAN GROUNDBREAKING
RSUP NTB

Menurutnya, fasilitas kesehatan terbesar dan tercanggih di Indonesia Timur ini juga bagian dari persiapan event internasional dan diharapkan dapat menjadi PAD yang menguntungkan. 

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menyatakan, pembangunan gedung  IGD Terpadu dan penambahan gedung rawat inap di RSUD Provinsi NTB ini, merupakan proyek gedung IGD terintegrasi dan rawat inap ini senilai Rp270 Miliar. Penambahan fasilitas ini untuk menambah kapasitas pelayanan dan optimalisasi layanan kesehatan di RS milik Pemprov NTB menjadi grade A. 

“Selain itu RSUD Provinsi NTB juga akan membangun gedung belakang yang akan difungsikan sebagai gedung Onkologi Terpadu. Kita berharap dengan fasilitas layanan radioterapi dan kemoterapi masyarakat NTB bisa memperoleh traetment di RSUP NTB. Pihak Dorna juga sudah menetapkan status very excellent untuk fasilitas itu,” tambah Dokter Jack sapaan akrab Direktur RSUP NTB ini. ***

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ dari Event Internasional




Pelaku UMKM Dapat Berkah Event MotoGP Mandalika

Event MotoGP di Mandalika beri berkah pelaku UMKM, usaha mereka laris dan terus berprofuksi

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Pelaku UMKM dapat berkah event MotoGP Mandalika yang digelar 18-20 Maret 2022.

Dari gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2022 itu, para pelaku UMKM umumnya meraih keuntungan lebih dari biasanya. 

Pelaku raih keuntungan lebih dari biasanya

salah seorang pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner, Baiq Irma asal Lombok Tengah, mengaku usahanya menjadi laris dan hidup dengan adanya event MotoGP di Mandalika.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ dari Event Internasional

“Saya senang adanya  event MotoGP di Mandalika, usaha kami laris dan terus berproduksi,” kata Irma, Minggu (20/03/22) saat ditemui di bazar UMKM Parkir Barat (PB) Mandalika, Lombok Tengah.

Pemilik UMKM “Dapur Nanet” mengaku berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah, sangat membantu usahanya. 

“Kami diberikan kemudahan, stand untuk berjualan ini gratis oleh Pemda Loteng,” kata alumni Unram ini. 

Selain kemudahan yang diberikan berupa stand sebanyak 44 stand di lokasi Parkir Barat (PB) dan 20 stand lokasi Parkir Timur (PT), UMKM juga dibekali dengan pelatihan untuk menghasilkan produk yang sehat, menarik dan bercita rasa.

“Pemerintah Provinsi NTB, Pemda Loteng dan Kementerian, sering mengundang untuk membimbing kami dengan pelatihan. Termasuk mengkurasi produk-produk UMKM,” tambah Irma.

UMKM “Dapur Nanet” miliknya menjual beberapa kuliner, seperti nasi lalapan, ayam geprek, es jeruk, nasi ayam merangkat. 

Irma mengaku, hari pertama dan kedua perhelatan MotoGP keuntungan yang ia dapat hingga dua kali lipat, dibanding hari biasanya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya diselenggarakan dua atau 3 kali setahun. Namun secara rutin dua hingga tiga bulan sekali.

“Terima kasih sebanyak banyaknya, Presiden Jokowi,  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah, karena telah membangun Lombok Tengah sehingga mendunia,” ucapnya.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Catatan dari Event Internasional di Lombok

Hal yang sama disampaikan salah satu pemilik UMKM di bawah asuhan IPEMI Loteng, Baiq Komariah, adanya event MotoGP telah mendatangkan berkah bagi pelaku UMKM.

Produk miliknya, Sate Pusut Ayam Mandiri, dalam sehari bisa terjual hingga 500 kotak. Tidak seperti biasanya, apalagi saat pandemi Covid-19, usahanya tidak banyak berproduksi.

“Sate Pusut Ayam Mandiri kami buat sendiri, karena merupakan makanan khas Sasak Lombok, maka banyak yang meminatinya, dalam sehari bisa 500 kotak lebih terjual,” kata Komariah.

Ia berharap Pemerintah Provinsi NTB, Lombok Tengah dan Pusat, mengadakan acara seperti ini secara terus menerus, agar para pelaku UMKM terus berproduksi dan menggeliatkan ekonomi masyarakat. ***

 




Anugerah Special Achievement Award untuk HBK 

Anugerah Special Achievement Award diberikan kepada HBK atas kiprahnya membantu masyarakat Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penghargaan Special Achievement Award dari Times Indonesia dianugerahkan kepada Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) meraih 

Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah HBK yang tiada henti selalu hadir membantu mengatasi berbagai persoalan masyarakat Pulau Seribu Masjid dalam tiga tahun terakhir.

“Penghargaan kami berikan kepada Pak HBK setelah melalui proses kurasi dan penilaian yang mendalam dengan melibatkan banyak pihak,” kata General Manager Times Indonesia, Zainal Arifin.

Ia menyerahkan langsung sertifikat Anugerah Times Indonesia (ATI) tersebut kepada HBK, Senin (21/03/2021).

Penyerahan award tersebut dilakukan di Kantor Pusat HBK PEDULI di Kota Mataram, dihadiri seluruh pimpinan HBK Peduli, Yayasan milik HBK, mulai dari Ketua HBK Peduli Ali AL Khairy dan Sekretaris HBK Peduli yang juga kandidat Senator DPD RI dari NTB Rannya Agustyra Kristiono. 

HBK menerima sertifikat anugerah

Hadir pula para Ketua Tim HBK Peduli dari seluruh P. Lombok, para anggota Fraksi Partai Gerindra dari DPRD NTB maupun DPRD Kota/Kabupaten.

Zainal mengatakan, anugerah ini diawali dengan usulan nama tokoh dan kiprah mereka dari masing-masing daerah. 

BACA JUGA: Menkominfo Ajak Media Beritakan Kabar Baik

Tokoh-tokoh yang diusulkan tersebut kemudian dinilai dengan berbagai parameter yang melibatkan tim ahli yang beranggotakan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi ternama dan juga tim Litbang Times Indonesia.

“Penilaian juga dilakukan dengan tracking jejak digital. Sehingga kiprah tokoh yang menerima anugerah ini benar-benar tak terbantahkan,” imbuh Zainal.

Dalam sambutannya, HBK menjelaskan sejumlah hal yang sudah dilakukan oleh HBK Peduli di P. Lombok semenjak mulai terbentuk. 

Mulai dari memberikan makanan siap saji untuk masyarakat tidak mampu, para kaum dhuafa, serta masyarakat yang hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi, serta anak-anak yatim piatu.

Belakangan, bantuan makanan siap saji tersebut kemudian diubah dengan bantuan berupa satu boks telur isi 6 butir untuk satu keluarga. Mengapa memilih menyalurkan bantuan telur segar. Semuanya lantaran kondisi masyarakat yang dinilainya rata-rata masih memiliki beras di rumah, namun mereka terbatas dalam kemampuan menyiapkan lauk pauk.

Saat ini, HBK Peduli menyalurkan 1.500 telur segar setiap harinya kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh P. Lombok. 

Rencananya, dalam waktu yang tidak terlalu lama, bantuan telur tersebut akan dikombinasikan dengan tambahan bantuan beras dua kilogram untuk setiap keluarga.

“Bantuan ini sudah kita lakukan secara terus menerus selama tiga tahun,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut.

Politisi Partai Gerindra ini juga menjelaskan bahwa tim HBK Peduli kini memiliki delapan perwakilan di seluruh P. Lombok yang siap membantu dan melayani masyarakat. 

HBK Peduli juga kini menyiapkan tambahan dua ambulans gratis, melengkapi sepuluh ambulans yang sudah ada, untuk melayani masyarakat yang membutuhkan, yang sudah dilengkapi dengan tenaga kesehatan dan juga peralatan medis yang memadai. 

Kapan pun masyarakat butuh pelayanan kesehatan darurat, ambulans-ambulans gratis tersebut siap melayani 24 jam.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ Event Internasional

Selain itu, HBK Peduli juga mengoperasikan dua mobil tangki air yang terus berkeliling memasok kebutuhan air bersih bagi warga-warga di pelosok P. Lombok. 

Pada musim kemarau, kendaraan tangki ini nyaris tidak pernah berhenti beroperasi sepanjang hari, mengingat ratusan ribu warga di P. Lombok biasanya kekurangan air bersih akibat dampak kekeringan.

HBK juga menjelaskan, bagaimana ikhtiar dirinya yang kini membidani lahirnya klub sepakbola profesional di NTB yang diberi nama Lombok Football Club (LFC).

 Klub ini diharapkan akan menjadi ruang bagi talenta-talenta sepakbola berbakat di NTB untuk menapaki karir sepakbola profesional mereka.

Saat ini Lombok FC baru saja melakukan Training Center, yang rencananya akan dilaksanakan selama enam bulan untuk menyiapkan diri menyambut bergulirnya Liga 3 NTB tahun 2022 yang dijadwalkan dimulai September mendatang. 

Kelak, HBK yang merupakan CEO Lombok FC, berharap klub ini menjadi kecintaan dan sekaligus kebanggaan seluruh masyarakat NTB dan menjelma menjadi salah satu klub papan atas di tanah air karena prestasi-prestasinya.

Begitu banyak kerja-kerja baik yang sudah dilakukan pihaknya, HBK menjelaskan, betapa hal tersebut masih jauh dari apa yang diinginkannya. Masih jauh dari apa yang dicita-citakannya.

“Salah satu penyebabnya adalah serangan pandemi Covid-19,” ujar HBK.

Tokoh kharismatik ini menjelaskan, begitu dia resmi dilantik sebagai anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, sejumlah program pemberdayaan masyarakat langsung disusun. Program-program dari pemerintah pusat yang siap dibawa untuk masyarakat di P. Lombok juga sangat banyak. 

Namun, pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah pusat melakukan berbagai refocusing anggaran. Sehingga menurut HBK, apa yang sudah dilakukannya untuk dibawa kepada masyarakat di P. Lombok dalam tiga tahun terakhir, hanya sebagian kecil saja dari program yang sudah direncanakannya tersebut berhasil direalisasikan.

Karena itu, HBK merasa sesungguhnya dirinya belum pantas untuk menerima penghargaan tersebut. 

Sebab, HBK menilai masih banyak tokoh lain yang menurutnya sudah melakukan hal yang lebih baik dan lebih banyak dari apa yang sudah dilakukannya.

Namun begitu, secara pribadi, HBK merasa sangat terhormat untuk anugerah yang diberikan Times Indonesia kepada dirinya. 

Dia memastikan bahwa anugerah tersebut akan dijadikan booster yang akan terus memacu semangat, ide, dan kreativitas dirinya bersama semua Tim HBK Peduli untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat di P. Lombok ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua HBK Peduli Prov. NTB Ali Al Khairy menyampaikan apresiasinya pada manajemen Times Indonesia atas Anugerah atau Award untuk HBK. 

Hal yang kata Ali menandakan bahwa apa yang sudah dilakukan HBK melalui HBK Pedulinya ternyata telah diapresiasi berbagai pihak.

“Anugerah yang diberikan kepada pak HBK ini akan kita jadikan sebagai rujukan untuk memaksimalkan dan memacu kerja-kerja baik kita untuk pengabdian sebagai personal maupun organisasi,” imbuh Calon Gubernur NTB dari Partai Gerindra ini.

Di sela penyerahan Special Achievement Award tersebut, mengemuka pula rencana Times Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan Lombok FC sebagai klub sepakbola profesional di NTB. Nantinya, atas kontribusinya tersebut, logo Times Indonesia akan tercantum dalam jersey resmi milik LFC.

“Kita menyambut hangat, bergembira, dan berkomitmen penuh untuk menjalankan bekerjasama ini demi kebaikan masyarakat P. Lombok juga NTB. Ini adalah pekerjaan besar, sehingga dibutuhkan ide-ide, upaya-upaya, serta terobosan-terobosan besar juga didalam mensukseskannya”, kata Rannya, Juru Bicara klub Lombok FC.(*)

 




MotoGP Mandalika 2022, Catatan Event Internasional di Lombok (1)

Perhelatan event MotoGP Mandalika 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit berjalan mulus, tapi di balik cerita sukses masih ada yang perlu perbaikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perhelatan MotoGP Mandalika 2022 baru saja usai. Hiruk pikuk dan gegap gempitanya sudah dimulai jauh sebelum event ini digelar. 

Ungkapan kebanggaan datang dari rakyat Indonesia, khusus Nusa Tenggara Barat yang akhirnya memiliki sirkuit yang diberi nama Mandalika. Disebut sebagai sirkuit yang indah, Pertamina Mandalika International Street Circuit begitu prestisius.

Begitu pula saat mendekati hari H MotoGP, bahkan saat digelarnya World Superbike (WSBK) bulan November 2021, terutama pada Pramusim MotoGP 2022 di bulan Februari 2022, media sosial Indonesia (khususnya) sudah riuh dengan dengan aksi para riders yang memposting segala aktivitas dan keindahan Lombok.

Semua berlomba untuk bisa menyaksikan secara langsung aksi para riders yang memacu motor dengan kecepatan maksimal di atas 300 km/jam. Banyak yang tidak kebagian tiket, mengaku kecewa sebab tak bisa menonton langsung aksi para riders dunia ini. 

balapan interbasional di ajang MotoGP Mandalika

Aksi yang sebelumnya hanya bisa disaksikan di sirkuit-sirkuit MotoGP di negara-negara maju di dunia, di antaranya Sirkuit Silverstone di Inggris, Sirkuit Internasional di Sepang Malaysia, Sirkuit of the Americas yang terletak di negara bagian Texas, Amerika Serikat, tepatnya di kota Austin, Sirkuit Internasional Losail merupakan sebuah sirkuit balap yang terletak di luar Lusail di utara Doha, Qatar, Autodromo Internazionale del Mugello, di italia, Termas de Rio Hondo di Argentina, Twin Ring Motegi di Jepang. 

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ Event Internasional

Lalu ada Circuit de Barcelona-Catalunya di Spanyol, Kymi Ring di Finlandia juga MotorLand Aragon di negeri matador Spanyol. 

Tapi kini, sudah bisa menyaksikan para riders yang memacu motor tanpa rasa takut seolah memiliki 9 nyawa, langsung di negeri sendiri. 

Dan pada hari H MotoGP digelar, puluhan ribu orang berduyun-duyun datang ke Lombok, memperlihatkan antusiasmenya yang hebat dengan membawa kebangaan dan kebahagiaan saat bisa duduk di tribun untuk melihat dan mendengar langsung  raungan mesin motor para riders di depan mata. 

Para penonton ini rela membayar mahal sebuah tiket untuk itu. Membayar hotel dan akomodasi untuk menginap, menyiapkan sejumlah uang untuk kulineran selama di Lombok serta membayar transportasi dari dan menuju ke Lombok. Bukan main.

Dari perjalanan pembangunan sirkuit Mandalika hingga seluruh proses menuju MotoGP Indonesia 2022, sudah dilakukan. Lalu bagaimana menilai event sebagai hasil dari kerja keras dan kesuksesan penyelenggaraannya dengan segala kelebihan dan kekurangannya? 

Tentu saja ada dua sudut pandang yang harus dilihat dari kacamata yang fair, yakni urusan dalam sirkuit dengan urusan yang berada di luar sirkuit.

Dibangunnya Sirkuit MotoGP berkelas internasional di Indonesia, apalagi lokasi yang dipilih adalah Lombok yang notabene bukan kota besar yang terbiasa dengan hiruk pikuk keramaian yang menghadirkan puluhan ribu orang, jelas menjadi hal yang luar biasa.

Selain itu, penyelenggaraan event MotoGP memiliki kelas tersendiri di mata masyarakat dunia. 

Bukan hanya bagi mereka pecinta olahraga otomotif melainkan digandrungi pula oleh masyarakat umumnya. Sebabnya, gelaran MotoGP (Mandalika) yang disaksikan (400 juta pasang mata di seluruh dunia) tidak semata soal olahraga otomotif  melainkan sport tourism yang kemasannya lengkap dengan entertainmentnya. 

Bagaimana masyarakat di dunia mengidolakan para riders MotoGP, lalu mengikuti media sosial mereka, bagaimana penonton berbondong-bondong datang untuk menonton secara langsung aksi para pembalap, hingga terciptanya kreativitas sebagai efek dari MotoGP.

Pertanyaannya, siap dan sanggupkah Indonesia khususnya Lombok menjadi tuan rumah yang baik dalam penyelenggaraan gelaran MotoGP ini? 

Perhelatan MotoGP Mandalika 2022, 18-20 Maret, telah membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah event internasional bergengsi ini. Rangkaian persiapan hingga gelaran berakhir, semua pihak bekerja sama, bahu membahu dan bekerja keras untuk mensukseskannya. 

BACA JUGA: Transportasi Tak Siap, Penonton MotoGP Gunakan Ojek

Jokowi menyaksikan MotoGP Mabdalika 2022
Presiden Jokowi dan Bos Dorna Sport

Mulai dari Presiden RI Joko Widodo, sang eksekutor Mandalika yang memerintahkan  ITDC dan MGPA (pemilik sirkuit dan penyelenggara lokal MotoGP), seluruh jajaran kementerian terkait, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Lombok Tengah hingga pihak terkait lainnya untuk mengawal segala proses persiapan sejak hingga hingga hari H. Memastikan semua berjalan sebagaimana yang direncanakan.

Berkali-kali Presiden RI ini datang untuk memastikan sendiri bahwa pembangunan Sirkuit Mandalika sampai dengan persiapannya berjalan lancar. Ia bahkan hadir menjadi penonton MotoGP Mandalika 2022, di Sirkuit Mandalika Lombok pada tanggal 20 Maret 2022. 

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), yang merupakan BUMN Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika) telah merintis pembangunan sirkuit ini sejak kurang lebih lima tahun. 

Dan akhirnya terwujud berkat kolaborasi dukungan seluruh stakeholders, mulai pemerintah pusat dan daerah, BUMN, pihak swasta, bahkan seluruh masyarakat.  Ini menunjukkan bahwa event MotoGP bukan hanya milik ITDC dan MGPA saja, tapi milik seluruh rakyat Indonesia. 

Pemerintah Pusat menggelontorkan dana yang tidak sedikit mewujudkan sirkuit prestisius ini. Dalam siaran pers ITDC menulis, Kementerian PUPR memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan event MotoGP  dengan membangun infrastruktur pendukung dan menata kawasan The Mandalika seperti bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) ke Kawasan The Mandalika,  sepanjang 17,3 km. 

Membangun sarana hunian pariwisata (sarhunta) yang menjadi dukungan alternatif penginapan bagi penonton yang menuju The Mandalika selama event MotoGP berlangsung. 

Selain berkolaborasi dengan PT Wijaya Karya (Persero) dan PT PP (Persero) dalam pembangunan Sirkuit, ITDC Group juga berkolaborasi dengan sejumlah BUMN dan perusahaan di Indonesia untuk penyelenggaraan MotoGP 2022 melalui sponsorship Mandalika GP Series. 

BUMN dan perusahaan tersebut adalah PT Pertamina (Persero) untuk track naming right serta PT Telkom Indonesia, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT PGN Tbk. sebagai venue partner, PT GoTo Gojek Tokopedia, dan PT PP (Persero) sebagai main sponsor, serta Aprillia Indonesia, Astra Honda Motor, J&T Express, PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk., TDR High Performance Technology, RCB (Racing Boy) dan KYT Helmet sebagai supporting sponsor. 

Jadi tidak main-main. Meski tidak mudah bagi Pemerintah RI untuk mewujudkan sirkuit sekelas Pertamina Mandalika International Street Circuit, lalu menuju persiapan hingga hari H event MotoGP Indonesia, dilakukan dengan kesungguhan yang luar biasa. 

Sirkuit ini kemudian berhasil dibangun dengan segala infrastruktur pendukungnya. Sampai akhirnya sirkuit dengan  detilisasi berstandar internasional tersebut diakui oleh FIM dan Dorna Sport serta International Road racing Team Association (IRTA)/ Asosiasi Tim Balap Internasional dan telah meraih grade tertinggi (Grade A). 

“Berdasarkan hasil track inspection oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), Dorna Sports dan IRTA pada hari Kamis (17/03/22), Pertamina Mandalika Circuit berhasil lolos homologasi grade A, grade tertinggi yang dimiliki FIM dan juga berarti, sirkuit kami (Mandalika) sangat layak untuk menggelar event MotoGP,” ungkap Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer. 

Homologasi adalah proses pengecekan resmi yang dilakukan oleh pihak FIM untuk memberikan lisensi layak atau tidaknya sirkuit untuk melangsungkan balapan. 

Ini soal sirkuit dan infrastrukturnya. Disiapkan, dibangun diwujudkan. Sudah tidak ada masalah dan telah berstandar internasional dengan apresiasi tertinggi dari yang berwenang menentukan standar tersebut.

 Apakah ini sudah cukup? Tentu saja cukup bagi performa sebuah sirkuit bergengsi, karena wujud dan material Sirkuit Mandalika sudah diakui dunia dengan spesifikasi tertinggi. 

Bangga? Tentu saja.

Sejak dibangunnya Pertamina Mandalika International Street Circuit, Pemerintah RI juga telah memastikan bahwa multiplier effect harus dicapai dari agenda besar ini sehingga mampu membangkitkan ekonomi dalam berbagai sektor yang juga dapat dinikmati oleh masyarakat.

Pariwisata, bisnis transportasi (darat, laut dan udara), telekomunikasi, akomodasi, kuliner, merchandise hingga usaha oleh-oleh dan lainnya. 

Sektor pariwisata memang yang paling kelihatan geliatnya. Sport tourism yang dihadirkan di Sirkuit Mandalika ini memiliki daya ungkit luar biasa bagi bangkitnya ekonomi, setelah dihantam pandemi Covid 19 selama dua tahun sebelum ini. Dan ini harus dipelihara agar event ini membawa berkah bagi bangsa ini. 

Apalagi penyelenggaraan MotoGP-WSBK di Mandalika Lombok Indonesia ini sudah direncanakan selama 10 tahun ke depan. 

Sebagaimana yang diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Jumat, (18/03/22) di Mandalika Lombok, perhelatan MotoGP Mandalika 2022 merupakan momentum bagi tatanan ekonomi baru pasca pandemi Covid 19.

Salah satu efeknya pada UMKM yang dilibatkan (selama event) berlangsung, memperoleh omset dengan nilai yang sama dengan omzet selama  2 tahun berada dalam keadaan sulit di masa pandemi. 

Berkah lain dari MotoGP Mandalika adalah peningkatan jaringan telekomunikasi di Lombok menjadi lebih baik. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI melakukan peningkatan kualitas jaringan atau optimasi sebanyak 16 titik lemah sinyal di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Serangkaian pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang dimulai pada 2019 ini, telah menghilangkan area blank spot sinyal sehingga jaringan komunikasi semakin kuat. Sehingga kita bisa mengucapkab selamat tinggal blank spot di Lombok

Menkominfo RI Johnny G. Plate mengungkapkan bahwa cakupan jaringan telekomunikasi 4G dan 5G di sekitar Sirkuit MotoGP Pertamina Mandalika memiliki kecepatan upload sampai dengan 100 Mbps dan download antara 25 sampai 35 Mbps untuk jaringan 4G, yang didukung tiga operator yang bekerja saling berkolaborasi yaitu Telkom group, XL Axiata dan indosat. 

Selain itu MotoGP didukung dengan coverage 4G dan 5G. 

Upaya maksimal juga dilakukan pemerintah di sektor transportasi, terutama jalur udara demi suksesnya gelaran MotoGP Mandalika 2022. 

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengungkapkan adanya tambahan 168 penerbangan dengan kapasitas 29.300 kursi untuk mendukung Pertamina Grand Prix Of Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 18-20 Maret 2022. 

Ada 135 ekstra flight dengan kapasitas 25 ribu penumpang, yang terdiri rute Jakarta – Lombok 19 ribu orang, Denpasar – Lombok 2.718 orang dan Surabaya – Lombok 3.834 orang. Sementara itu pesawat carter sebanyak 22 flight yang kapasitas muatnya 3.500 orang yang berasal dari Jakarta 12 flight kapasitas 2.023 orang, dari Denpasar ada 8 flight berkapasitas 1.116 orang.

Dan masih banyak hal lain yang sudah dilakukan untuk MotoGP Indonesia ini. Sebelum MotoGP Mandalika 2022 resmi digelar, segala kesiapan sudah dicek secara mendetail. Masing-masing mengurus dan menjalankan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Meski begitu, tentu saja tidak ada gading yang tak retak. 

Di saat urusan dalam sirkuit sudah sampai mencapai pujian tertinggi (Grade A), sampai-sampai CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta meyakini gelaran MotoGP Mandalika akan berumur panjang, namun di sisi lain masih ada urusan di luar sirkuit yang benar-benar harus di benahi. Peristiwa keluhan dan kekecewaan penonton MotoGP Mandalika 2022 soal transportasi di hari H penyelenggaraannya, adalah catatan penting untuk 10 tahun ke depan. 

Jika ini tidak dibenahi, maka sulit berharap Sirkuit Mandalika bisa berumur panjang. Para penonton yang terlantar akibat ketidaksiapan transportasi dalam event ini, menyebar melalui media sosial masing-masing. 

Meski tidak semua dari 63 ribu penonton itu meluapkan keluhan dan kekecewaannya, namun sebagian besar mengungkap kritik dengan nada yang sama. 

D hari pertama dan kedua penyelenggaraan, tanggal 18-19 Maret 2022, semua berjalan baik dan lancar. Alur transportasi yang mengangkut penonton dari titik-titik penjemputan sampai dengan transportasi dalam sirkuit, nyaris tidak ada keluhan berarti selain keluhan terkait jauhnya perjalanan yang harus ditempuh penonton dari pintu masuk ke terminal shuttle bus. 

Namun di hari ke tiga, hari H balap MotoGP, penonton menumpahkan keluhan dan kecewa berat terkait hal ini. Keluhan dan kekecewaan ini sangat dimengerti. Sebab skema transportasi yang ‘konon’ managemannya sudah diatur sedemikian rupa, nyatanya di hari itu semrawut dan berantakan.

Keluhan di mulai dari sedikitnya titik penjemputan dari lima pintu masuk di Pulau Lombok, yakni, Pelabuhan Bangsal dengan menggunakan bus kecil, Kota Mataram dengan bus medium, Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas dengan bus kecil, Bandara Internasional Lombok dengan bus besar, dan Pelabuhan Kayangan menggunakan bus kecil.

Sebanyak 278 unit bus dipastikan akan melayani penjemputan dan pengantaran penonton MotoGP. Pengoperasiannya dimulai 17 Maret atau sehari sebelum rangkaian MotoGP dimulai di Pertamina Mandalika International Street Circuit 18‒20 Maret. 

Bus dioperasikan H-1 sampai dengan sehari setelah balapan MotoGP. Shuttle bus yang disiapkan dishub terdiri atas 27 bus ukuran besar, 70 bus ukuran medium dan 181 minibus. 

Nanti juga ditunjang angkutan sewa khusus dan alat angkut konvensional. Semuanya gratis. Begitu kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB HL. Mohammad Faozal dengan nada penuh percaya diri, saat Media Briefing MotoGP Mandalika 2022 di Mataram, tanggal 16 Maret 2022. ***

 Baca selanjutnya (2): Managemen shuttle bus 

 




MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ Event Internasional

Event MotoGP Mandalika telah usai dan berlangsung sukses, tapi di balik kesuksesan itu ada juga hal-hal yang menimbulkan cerita yang menarik perhatian

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok mengukir sejarah baru, setelah bertahun-tahun Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan pihak swasta sibuk menyiapkan pembangunan Sirkuit kelas dunia, akhirnya  event internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia yang digelar 18-20 Maret 2022, usai sudah dalam suasana gegap gempita.

Kecelakaan Marquez di MottoGP Mandalika
Kecelakaan Marqez

Banyak penonton mengaku kecewa, karena Marc Marquez absen di MotoGP 2022. Pasalnya, Marc Marquez, pembalap tim Repsol Honda cedera usai mengalami kecelakaan horor di sesi pemanasan pada pagi hari, Minggu (20/03/22).

Setelah Valentino Rossi resmi menyatakan tidak tampil lagi pada ajang MotoGP, akhir tahun lalu, maka Marquez merupakan idola baru, setidaknya bagi publik Indonesia. 

Tapi apa boleh buat, pada sesi pemanasan pembalap asal Spanyol itu mengalami kecelakaan fatal pada tikungan ke-7 yang membuat dirinya terlempar sekaligus membuat motornya hancur. 

Absennya Marquez dalam MotoGP Mandalika 2022 mengecewakan publik Indonesia, seolah-olah ajang MotoGP tidak lengkap. Bahkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, yang sempat berfoto bersama Marquez, mengaku sangat menanti performa Marquez dalam ajang MotoGP Mandalika 2022 ini.

Tidak turunnya Marquez, salah satu yang digadang-gadang menjadi juara adalah Miguel Olivier. Benar juga, Miguel Oliveira menjuarai MotoGP Mandalika 2022 yang mencapai finish dengan dengan catatan waktu tercepat 33 menit 27,223 detik, gelar pertama yang diraihnya setelah menjuarai GP Catalunya pada Juni 2021. 

Juara MotoGP Mandalika 2022
Miguel Oliveira

Memang Miguel Oliveira patut dapat acungan jempol. Aksinya cukup mencengangkan mengingat memulai balapan di posisi start kelima, tapi saat lampu hijau menyala, Oliveira menyalip ke kiri untuk melewati empat pembalap lainnya hingga menempati posisi pertama sampai akhir balapan.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika 2022, Catatan Event Internasional di Lombok (1)

Dan andalan Yamaha, Fabio Quartararo naik podium menjadi juara kedua. Disusul J. Zarzo dari Ducati yang menempati posisi ketiga.

SERBA SERBI

Di tengah gegap gempita perhelatan MotoGP Mandalika 2022, banyak hal menarik untuk menjadi cerita dan catatan usai event balapan motor kelas dunia itu. Ini kutipan dari yang dialami netizen, penonton, wartawan, dan beberapa pihak yang dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan kabar MotoGP.

Kegesitan Para Marshall

Peran para Marshal di Sirkuit Mandalika sempat jadi perhatian, Sebelum perhelatan berlangsung, para Marshal lokal yakni petugas yang membantu di area lintasan saat terjadi insiden dalam balapan, dinilai tidak becus alias tidak profesional bekerja.

Marshal di MotoGP Mandalika
Marshal sedang bertugas

Tapi saat perhelatan MotoGP berlangsung, kegesitan para marshal mendapat pujian. Pujian itu datangnya dari Race Director MotoGP Mike Webb, mengaku puas kecakapan dan kecepatan marshal.

Para marshal sangat cakap dan cekatan dalam membersihkan permukaan lintasan. Dikutip dari D katadata.co.id terdapat 360 marshal yang disiapkan dalam balapan MotoGP Mandalika 2022 di Lombok. Mereka terdiri dari unsur Karang Taruna Kecamatan Pujut, Brimob Polda NTB, rescuer Basarnas, dan pendamping beberapa marshal dari Malaysia.

Mereka menunjukkan peningkatan kemampuan pesat sejak pertama dipekerjakan dalam ajang MotoGP di Indonesia.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/03) mencontohkan, salah satu insiden besar, ketika bagian bawah motor Alex Rins (Suzuki Ecstar) mengeluarkan api setelah Tikungan 12. Alex kemudian meninggalkan motornya di Tikungan 13. Insiden tersebut meninggalkan cukup banyak oli di lintasan, dan para marshal yang sebagian sudah bertugas di Mandalika sejak World Superbike (WSBK) pada 19 – 21 November 2021 lalu, bergerak cepat.

Para Marshal memadamkan api, mengangkat serpihan, dan membersihkan lintasan dari oli sehingga sesi bisa dilanjutkan. itu salah satu contoh, banyak yang lainnya membuat pengetahuan para marshal lokal dinilai jauh berkembang setelah mendapatkan masukan dari beberapa marshal Malaysia yang dibawa untuk berbagi pengalaman.

TGB nonton dari tribun

TGB nonton MotoGP Mandalika di tribun
TGB Nonton di Tribun B

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode, TGH. Zainul Majdi memilih menonton di tribun B yang tiketnya berharga murah. Penonton di tribun kalau turun hujan harus siap dengan mantel hujan, kalau tidak harus siap basah kuyup, Untung TGH. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) yang menonton bersama istrinya, mengenakan mantel hujan. Pertanyaannya, kenapa TGB menonton di tribun? Bukankah TGB punya andil besar sehingga terwujudnya Sirkuit Mandalika, dan ia patut mendapat perhatian khusus untuk duduk di ruang VIP. 

Netizen menulis di Facebook, bagaimana TGB mengatasi kesulitan dalam pengalihan lahan Mandalika yang saat itu dikuasai swasta (PTAN), lalu dipindahkan ke BUMN. TGB juga berperanan meyakinkan Dorna Sport bahwa proyek Mandalika ini adalah prospek. Belum lagi  saat itu harus meyakinkan Presiden Joko Widodo, karena saat itu Proyek Mandalika harus bersaing dengan Provinsi lain seperti Jabar, Sumatera dan Lampung. Bahkan nyaris saja sirkuit dibangun di Palembang, karena Gubernur Sumatera Selatan (saat itu) Alex Noerdin, sudah maju satu langkah, mulai pembebasan tanah.

BACA JUGA: Hari Minggu, Sirkuit Mandalika Dihadiri Penonton Istimewa

Pembuat status di FB itu duduk di samping TGB di tribun, ia tahu persis pihak Dorna Sport mendatangi TGB dan mengajaknya masuk ke ruang VVIP, demikian juga Paspampres membisiki kalau Pak Jokowi mengajaknya bersama di ruang khusus. Tapi TGB lebih memilih tetap menonton di tribun B. 

Adakah sesuatu yang membuat TGB ‘galau’ sehingga ia memilih tetap kekeh menonton dari tribun B? 

Pawang hujan impor

Seorang Netizen mencatat Raden Rara Isti Wulandari, pawang hujan asal Denpasar Bali – yang mengaku diundang para penggede di ITDC untuk menjinakkan hujan – ternyata lebih trending dari kabar kecelakaan Marc Marquez.

Ternyata Rara yang bisa blak-blakan bicara tentang dirinya itu bukan sembarang pawang hujan. Ia mengaku sebagai pawang hujan kaliber internasional, karena terbukti mampu ‘merekayasa’ cuaca di event besar, contohnya Asian Games 2018. 

Rara pawang hujan MotoGP Mandalika
Rara, pawang hujan

Rara sempat ‘didiskriminasi’, karena sebagian publik Lombok menyesalkan pihak yang ‘mengimpor’ Rara dari Bali, padahal pawang hujan lokal banyak yang tak kalah ampuhnya.

Rara sendiri mengaku, sebenarnya hujan yang mengguyur arena Sirkuit Mandalika itu memang harapan pihak penyelenggara, khususnya tim teknis dari luar negeri. Dengan turunnya hujan, suhu aspal sirkuit tidak tinggi, maksimal 50 derajat. Nah, apakah Rara juga mendapat tugas menurunkan hujan? 

Netizen menulis Rara telah menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022. Setelah hujan lebat dan petir sempat menyambar arena sirkuit, setelah itu balapan MotoGP berlanjut setelah cuaca ‘terkendali’. Apakah Rara memang bisa mengendalikan cuaca?

Yang jelas, Tuhan Maha Penyayang. Selalu mengabulkan doa baik mahlukNya.

Mana bus penjemput?

Soal transportasi bus, baik yang hendak mengangkut penonton berangkat menuju Mandalika dan sebaliknya yang balik mengantar pulang, sempat menimbulkan kericuhan. 

Penonton MotoGP Mandalika ricuh

Padahal sebelumnya, pihak Dinas Perhubungan NTB yang didukung oleh Kementerian Perhubungan Indonesia yang menyediakan bus gratis mengatakan, shuttle Bus bergerak dari masing masing simpul transportasi dengan jam operasional yang telah ditetapkan.

Dishub NTB telah merilis rute bus gratis ke Sirkuit Mandalika dan waktu penjemputan serta pengantarannya, dan sebaliknya dari Mandalika balik ke tempat semula. Selain itu, bus gratis juga akan mengantarkan penonton MotoGP Mandalika pada 7 rute dari parkir barat dan parkir timur menuju gate 1, gate 2, dan gate 3 Sirkuit Mandalika.

Bahkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi memastikan, untuk mensukseskan seri II MotoGP Mandalika, Presiden Joko Widodo memerintahkan semua harus berjalan dengan baik, sebab ini merupakan momentum bagi  Indonesia agar semakin mendunia. 

“Misi presiden membuat Indonesia makin mendunia. Kami dapat perintah untuk memastikan semua (transportasi-red) harus berjalan baik. Kami harus serius,” ungkap Budi Karya Sumadi. Sebab, transportasi bagi para penonton ini memang menjadi masalah krusial yang harus dipastikan berjalan baik. 

Tapi nyatanya, banyak penonton yang mengaku tiba di rumah sampai larut malam. Tentu banyak penyebabnya,salah satunya banyaknya kendaraan yang lalu lalang di area Mandalika itu menyebabkan kemacetan. 

Terus di event sebesar ini, yang juga dihadiri Presiden Jokowi, bagaimana pihak mengatur arus lalu lintas. Kalau penonton terlantar, baik saat berangkat maupun hendak pulang, tanggung jawab siapa ya.

Ojek di MotoGP MandalikaALIKA

Usai perhelatan MotoGP, penonton yang seharusnya  dijemput menuju ke Parkir Barat atau ke Parkir Timur, harus menunggu sampai larut malam. Sebagian beruntung bisa menumpang ojek dengan biaya Rp 50 ribu ke Parkir Barat atau Rp100 ribu ke Parkir Timur. 

Setelah sampai ke ke Parkir Barat/Timur pun bukan serta merta para penonton mendapat angkutan pulang.***

 




Menkominfo Ajak Media Beritakan Kabar Baik

Media diajak memberitakan kabar baik, sebab menurut Menkominfo akan ada daya tarik untuk aktivitas berikutnya di NTB.

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Seluruh media diminta memberitakan kabar baik kepada masyarakat, tujuannya agar aktivitas seperti pariwisata, perekonomian dan sport dapat terus berjalan di Provinsi NTB, Minggu (20/03/22).

Menkominfo dalam konferensi pers

Seruan itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, Johnny G Plate dalam konferensi pers 

“Saya meminta kepada seluruh media untuk dapat memberitakan kabar baik kepada masyarakat. Sehingga akan ada daya tarik untuk aktivitas berikutnya, ekonomi, sport dapat berjalan baik,” kata Jhony. 

Jhony mengatakan, untuk mendukung telekomunikasi di Mandalika, Kominfo mengambil dukungan yang berkaitan dengan menyiapkan tambahan spektrum khusus, yaitu izin penggunaan spektrum sementara.

“Kominfo telah menyiapkan tambahan spektrum, seperti 3.5 Gb maupun 26 Gb untuk yang 5G, juga operator telekomunikasi meminjamkan spektrum 2.3 GB khusus untuk Mandalika,” tuturnya.

BACA JUGA: Kualitas Jaringan di Mandalika Makin Ditingkatkan

Ia berharap kehadiran Media Center Indonesia di gelaran MotoGP dapat memberikan layanan baik kepada seluruh awak media lokal maupun internasional. 

“Media center yang telah disiapkan memberikan layanan yang baik bagi awak media dalam melaksanakan pekerjaan, pelaporan, reportase, analisa, pengiriman data dari media center,” ungkapnya.

BACA JUGA: Indonesia Raya Berkumandang di Sirkuit Mandalika

Dalam konferensi pers itu Menkominfo didampingi Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary dan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy. ***

 




Kualitas Jaringan di Mandalika Makin Ditingkatkan

Kementerian Kominfo berkomitmen untuk meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi, sehingga   kesiapan infrastruktur TIK di area Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) RI berkomitmen agar kualitas jaringan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin ditingkatkan.

Pernyataan tersebut diungkapkan, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo,  DR. Ir. Ismail MT dalam  konferensi pers bersama para awak media di Ruang Anggrek Kantor Gubernur, Mataram, Sabtu (19/03/22).   

Dirjen menyatakan, event  MotoGP di Mandalika merupakan momentum tepat untuk seluruh masyarakat NTB menikmati jaringan telekomunikasi/sinyal internet. 

Dengan begitu besarnya daya tarik Sirkuit Mandalika secara nasional bahkan internasional hal ini dirasa tepat sebagai ajang mengoptimalkan jaringan telekomunikasi di seluruh daerah NTB.

Dalam kesempatan ini ia juga menjelasakan, kedatangannya ke NTB ini untuk menyelesaikan dua isu yaitu penyelesaian infratruktur TIK di Mandalika dan menuntaskan sinyal lemah dan blankspot di NTB.

Sirjen memberi penjelasan
Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, DR. Ir. Ismail MT

“Kami datang ke sini untuk menyelesaikan dua isu yaitu penyelesaian infrastruktur di Sirkuit Mandalika dan menuntaskan sinyal blankspot di NTB” ucapnya.

BACA JUGA: MotoGP 2022, Selamat Tinggal Blankspot di Lombok

Untuk infrastruktur TIK di area Sirkuit Mandalika Dirjen SDPPI telah menyiapkan beberapa langkah-langkah kesiapan. Di antaranya ialah terdapat koridor backbone yang mendukung layanan telekomunikasi di Mandalika dan menyiapkan  kanal frekuensi yang dapat dimanfaatkan oleh Dorna selaku penanggung jawab event MotoGP.

“Kesiapan infrastuktur TIK di area Mandalika dan sekitarnya saya katakan sudah aman,”ungkap Ismail.

Selanjutnya mengenai penyelesaian masalah sinyal lemah dan blankspot yang berada di wilayah NTB, menurutnya hal ini sudah masuk kebutuhan pokok masyarakat saat ini. 

“Hal ini merupakan hal yang penting karena sudah menjadi kebutuhan pokok masayarakat saat ini. Selain itu nantinya titik lemah sinyal dan blankspot akan difollow up,”katanya.

Terkait kerjasama dengan beberapa stakeholders, Ismail mengatakan, akan ditargetkan selesai pada Juli Tahun 2022.

 “Terhadap desa sinyal lemah, akan diselesaikan oleh BAKTI dan oleh Telkomsel dengan target penyelesaian pada bulan Juli 2022,” ujarnya.

BACA JUGA: Jaringan Sekolah Islam Terpadu Diajak Bersosial Media

Ia mengungkapkan, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh  rencana pembangunan  infratruktur jaringan telekomunikasi di NTB ini dan berharap berjalan dengan lancar dan baik.

Pada saat bersamaan, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB Dr. Najamuddin Amy, S. Sos., MM mengungkapkan, adalah sebuah ikhtiar dari Dinas Kominfotik NTB dalam hal mengoptimalkan sinyal atau jaringan telekomuikasi di seluruh wilayah NTB.

Dalam hal ini ia mengungkapkan telah menjalin koloborasi dan koordinasi dengan banyak stakeholders demi menyelesaikan masalah terkait blankspot dan lemah sinyal di NTB.

“Alhamdulliah hari ini ada hasilnya di Tahun 2022 titik-titik dimaksud akan di tindaklanjuti,” terangnya. ***

 




Transportasi Tak Siap, Penonton MotoGP Gunakan Ojek

Bukan saja waktu berangkat, waktu pulang pun transportasi bus membuat penonton MotoGP kecewa

MANDALIKA.lombokjournal.com- Meski sangat menikmati tontonan balapan MotoGP, tapi banyak penonton yang kecewa soal transportasi bus yang akan membawa mereka pulang.

Psalnya, transportasi pengangkut penumpang Moto GP tak siap mengantisipasi membludaknya penonton gelaran balap MotoGP. Bukan saja waktu berangkat tapi juga saat penonton mau pulang.

Transportasi bus tak jelas, penonton gunakan Ojek

Karena sampai malam bus tang kunjung datang, penonton MotoGP itu terpaksa menggunakan jasa ojek. 

Mereka tak keberatan bayar mahal demi segera sampai tujuan. Banyak dari penumpang hendak menuju parkir bus di Parkir Barat dan Timur. 

“Kalau ke Parkir Barat 50 (ribu) ke Timur karena jauh 100 (ribu),” ungkap salah seorang tukang ojek, Mamik Kus, ditemui di depan gerbang satu kelas deluxe sirkuit Mandalika

BACA JUGA: Penonton MotoGP Ricuh, Transportasi Penyelenggara Tak Siap

Pria asli Kute tersebut mengatakan kepada calon penumpang lebih baik menggunakan jasa ojek ketimbang menunggu bus, yang tak jelas kapan datang menjemput para penonton yang hendak pulang.

Dari pantauan lombokjournal.com di lapangan, puluhan tukang ojek menawarkan jasanya dengan iming-iming tujuan para penonton cukup jauh. 

Jam yang telah menunjukkan pukul 22.00 WITA juga menjadi hal lain yang menguatkan tukang ojek dalam menawarkan jasanya. 

“Parkir Barat, Parkir Barat, Pullman, Mandalika!,” Teriaknya. 

Seorang petugas keamanan kepada lombokjournal.com mengatakan untuk sabar menunggu kedatangan bus. 

Hal tersebut dikarenakan bus-bus pengangkut penumpang Moto GP banyak yang terjebak macet. 

“Tunggu di depan. Tapi harus sabar karena banyak bus yang kena macet,” terangnya. 

BACA JUGA: Sirkuit Diguyur Hujan Petir, Pawang Hujan pun Beraksi

Untuk diketahui, penulis menaiki bus milik Korps Brimob menuju Parkir Barat guna menunggu Bus yang nantinya mengantar pulang ke Mataram. ***