NTB CARE Jajaki ASDP untuk Kerjasama Penyeberangan Gratis 

Kerjasama penyeberangan gratis diupayakan NTB Care dengan menjajaki PT. ASDP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penjajakan kerjasama dengan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang dilakukan Pemprov NTB melalui NTB Care untuk mempermudah pelayanan transportasi khusus bagi warga tidak mampu dan kaum dhuafa, mendapat sambutan baik.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Pemerintahan, Aparatur, Politik, Hukum dan Pelayanan Publik Provinsi NTB, H. A. Azis, selaku  Koordinator Tim NTB Care saat melakukan pertemuan dengan PT. ASDP di Ruang Anggrek Gubernur NTB, Selasa (08/03/22) 

Tim NTB Care tengah menjajagi ASDP

“Penjajakan menjalin MoU dengan ASDP sangat disambut baik, memang selama ini pemprov telah menjalin kerjasama yang baik untuk memulangkan masyarakat yang terlantar di suatu daerah. Tapi akan lebih baik jika dijalin dengan sebuah kesepahaman bersama dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Azis.

Menurut  Azis, NTB Care adalah salah satu program unggulan yang tujuannya melayani masyarakat, khususnya mereka yang tidak mampu dan tidak tersentuh administrasi. 

BACA JUGA: Kegiatan Pesona Keris Episode 2 Siap Difasilitasi Pemprov NTB

Selain itu, menurutnya banyak masyarakat di NTB yang sakit dan tidak punya biaya. Pemerintah telah berupaya untuk mengikutsertakan masyarakat kurang mampu dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  dalam bentuk Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Kita sudah berupaya untuk mengikut sertakan di dalam program JKN dalam bentuk PBI. Hanya saja ada banyak yang tidak punya BPJS sehingga kendalanya ongkos penyeberangan bahkan ambulan tidak ada, sehingga dibentuklah MoU bersama dengan ASDP guna sekaligus membantu masyarakat, karena banyak yang dari pulau sumbawa yang tidak bisa ditangani di pulau Sumbawa maka harus dibawa ke pulau Lombok,” tuturnya.

ASDP sepakat, program-program kemanusiaan akan didukung penuh. Sebelumnya ASDP juga telah mempunyai program serupa di bidang Pendidikan, Kesehatan, keagamaan dan lingkungan.

Namun menurutnya, dengan NTB Care tentunya akan lebih fokus dan terarah lagi 

“Selain bisnis, ada juga program kepedulian masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi kami. dalam program tersebut di antaranya terkait Pendidikan, Kesehatan, keagamaan dan lingkungan,” tutur General Manager (GM) ASDP Khayangan, Ahmad Faisal.

BACA JUGA: UPTD PPA Jadi Pilot Project, Layanan Masyarakat Dipermudah

Ahmad mengatakan, ASDP senantiasa hadir untuk terus membantu masyarakat yang kurang mampu, baik itu penggunaan mobil ambulance, penyebrangan kapal laut dan pelayanan lainnya sesuai kewenangan dan kemampuan ASDP. 

“Kita selaras dengan NTB Care, bisa dilakukan MoU terkait dengan job kami yaitu membantu dalam sisi transportasi, penyeberangan pasien kami akan bantu untuk penyebrangannya dan bisa ditingkatkan untuk rumah singga, saya kira semua memungkin,” tutupnya. ***




UPTD PPA Jadi Pilot Project, Layanan Masyarakat Dipermudah

Dengan pencanangan UPTD PPA NTB sebagai Pilot Project oleh Kementerian PPPA, diperlukan koordinasi dan sinergi sesama pelayan masyarakat 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi NTB sebagai pilot project tata kelola baru yang dicanangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI, makin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.

membicarakan UPTD PPA sebagai pilot project
Menteri PPPA dan Bunda Niken

Ketua TP – PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah itu saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Darmawati di UPTD PPA Provinsi NTB, di Mataram, Senin [07/03/22].

Menurutnya, suatu kehormatan dan sebuah upaya mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan. 

“Dan menjadi tantangan untuk kita semua agar bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan lebih baik lagi sesama pelayan masyarakat di lingkungan masing – masing,” tutur Niken. 

BACA JUGA: NTB Care Jajaki ASDP untuk Kerjasama Penyeberangan Gratis

Bunda Niken sapaan akrab Ketua TP. PKK NTB menghimbau, agar seluruh Kepala UPTD dan Dinas P3AP2KB Kabupaten/Kota menyampaikan program – programnya kepada ketua TP – PKK yang berada di lingkungan masing – masing.

“TP – PKK yang sehari – harinya berinteraksi dengan masyarakat dan salah satunya yang berada di lokasi, tentunya dengan kerjasama yang baik dari Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mempermudah penanganan, dukungan dan kerjasama dapat lebih baik serta sinergi  dan komunikasi,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Menteri PPPA, Bintang Darmawati menjelaskan, terkait tata kelola baru yang akan terapkan oleh UPTD PPA NTB, para korban akan mendapatkan pendampingan yang integritas dalam satu atap.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak

“Tata tata kelola baru ini, korban yang datang mendapatkan pendampingan yang terintegrasi dalam satu atap, itu yang kita ingin bangun. Semoga secara teknis nantinya akan kita bahas,” tuturnya.

Dialog dengan pengelola UPTD se NTB
Peserta dialog

Ia juga menyebutkan, pada tahun 2020 secara langsung dirinya hadir untuk meresmikan UPTD PPA NTB dan sudah terbentuk di seluruh Kabupaten Kota. 

“UPTD ini salah satunya bisa menjadi tempat untuk memberikan pendampingan yang terbaik kepada para korban. Nah kedepannya UPTD ini akan menjadi penting karena kami masih menunggu proses untuk pembahasannya,” tuturnya. ***

 




Kegiatan Pesona Keris Episode 2 Siap Difasilitasi Pemprov NTB

Wagub mendukung dan menyiapkan fasilitas serta mempromosikan kegiatan pameran keris

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kegiatan Pesona Keris di Lombok Pameran dan Bursa Tosan Aji Nasional Episode 2 dalam rangka memeriahkan event MotoGP di Mandalika, akan didukung dan difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB

Kegiatan Pameran Pesona Keris
Keris Nusantara

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu saat menerima audiensi Panitia Kegiatan Pesona Keris di ruang kerjanya, Senin (07/03/22).

“InsyaAllah, apa yang bisa dibantu, kita usahakan. Memang kan pemerintah ini juga lebih kepada support, menyiapkan fasilitas, dan mempromosikan. Kalau ada fasilitas yang bisa digunakan, ya silahkan dimanfaatkan,” kata Wagub.

BACA JUGA: Wagub Dukung Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB, menyatakan bahwa pameran kebudayaan seperti keris sangat bagus untuk diselenggarakan, agar masyarakat semakin cinta budaya asli Indonesia.

“Ini kegiatan yang bagus, supaya kita cinta dengan kebudayaan kita. Intinya kita akan support semampu kita, kita beri jalan untuk bagaimana kebudayaan kita ini bisa eksis,” tambah Ummi Rohmi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Keris Lombok, Lalu Yopi Diansastra menjelaskan bahwa kegiatan Pameran Keris dan Bursa Tosan Aji tersebut akan berlangsung selama 3 hari, yaitu dari tanggal 15 Maret hingga 17 Maret 2022.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri HUT ke 70 Desa Rembitan Loteng

“Rencananya pameran akan diadakan dari tanggal 15 sampai 17 Maret, dan nantinya akan menampilkan karya-karya dari para ahli keris se-Nusantara agar para penonton MotoGP yang sudah datang punya kegiatan sebelum akhirnya menonton MotoGP,” jelas Lalu Yopi.

Turut hadir mendampingi Wakil Gubernur dalam pertemuan tersebut, yaitu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi.***

 




Wagub NTB Dukung Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak

Wagub NTB mengatakan bahwa revitalisasi Posyandu Keluarga memuluskan strategi penanganan perempuan dan anak

MATARAM.lombokjournal.com ~ Komitmen penanganan Perempuan dan Anak di NTB membutuhkan kerja bersama kabupaten/ kota melalui sinergi dan koordinasi. 

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd,  mengatakan itu saat penandatangan KRPLA bersama 10 kabupaten/ kota di gedung Sangkareang kantor Gubernur, Senin (07/03/22). 

Wagub bicarakan revitalisasi Posyandu
Wagub Sitti Rohmi

Penandatangan komitmen KRPLA (Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak) diharapkan memperbaiki pelayanan dan kondisi perempuan dan anak di NTB. 

“Apalagi dengan komitmen menjadikan Posyandu Keluarga yang sekarang sudah seratus persen di NTB akan mendukung komitmen kabupaten/ kota mewujudkannya,” ujar Wagub Sitti Rohmi.

Ditambahkan Wagub, peran kabupaten/ kota merevitalisasi peran Posyandu dengan kebijakan dan anggaran akan memuluskan strategi penanganan perempuan dan anak di NTB. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Pendidikan Harus Humanis dan Berkualitas

Pada kesempatan sama,  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan, koordinasi dan sinergi akan menuntaskan persoalan perempuan dan anak.

Dikatakannya, regulasi yang dikeluarkan Pemerintah Pusat sangat baik meski dengan anggaran terbatas. 

Namun demikian, kabupaten/ kota dalam pelayanan masyarakat di level paling dekat, dapat menyelenggarakan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan desa/ kota ramah perempuan dan layak anak. 

“Saya mengapresiasi NTB sedikit dari daerah yang mempunyai Perda yang mengatur pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sebagai komitmen awal. Begitu pula dengan koordinasi dan sinergi yang sudah terbangun di NTB,” ujar menteri. 

Ditambahkannya, beberapa indeks indikator NTB dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak masih di bawah rata rata nasional disamping indeks tenaga kerja perempuan NTB yang peringkatnya baik. 

Wagub usai KRPLA

Sementara itu, Nanang Samodra, anggota DPR RI menekankan pentingnya menata persoalan pemberdayaan  dan perlindungan anak mulai dari bawah. 

“Misalnya dengan memperbanyak program isbat nikah di desa sebagai bagian dari perlindungan anak dan perempuan begitu pula dengan pencegahan perkawinan usia dini,” ujarnya. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK, Hj Niken Zulkieflimansyah. *** 

BACA JUGA: Dekranas 32 Tahun, Diharapkan Sukses Memayungi Perajin

 




Ali Al Khairy Tunjukkan Kesungguhan Maju di Pilgub NTB 2024

Partai Gerindra mengusung Ali Al Khairy maju dalam Pemilihan Gubernur NTB tahun 2024 benar-benar serius. Ali merencanakan menggelar silaturahmi hingga 12 ribu titik

LOTIM.lombokjournal.com ~ PENCAPAIAN titik silaturahmi Ali Al Khairy yang ke-2.024 ditandai dengan penuh rasa syukur dan doa bersama dengan para anak yatim di Pondok Pesantren Siratul Al-Khair di Lingkungan Ambung, Masbagik, Lombok Timur pada Sabtu (05/03/22).

Ali Al Khairy melakukan syukuran atas silaturrahi yang telah dilakukan
Ali Al Khairy

“Titik silaturahmi ke-2.024 ini kami capai dalam waktu sembilan bulan,” kata Ali Al Khairy, di Mataram, Minggu (06/03/22).

Para kader Partai Gerindra turut larut dalam suka cita dan membanjiri kegiatan doa bersama tersebut. 

Sedikitnya 300 anak yatim hadir dan memanjatkan doa bersama-sama seluruh hadirin yang hadir. Acara dimulai selepas Ashar hingga pukul 18.00 WITA.

Di antara yang hadir adalah Anggota DPR RI dari Dapil Pulau Lombok H Bambang Kristiono (HBK).

Selain itu juga hadir, seluruh Ketua DPD Gerindra dari kabupaten/kota se Pulau Lombok, Anggota Fraksi Gerindra DPRD NTB, dan seluruh Anggota Fraksi Gerindra dari DPRD kabupaten/kota di seluruh Pulau Lombok. 

Hadir pula para alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan kelompok pengajian ibu-ibu.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri HUT ke 70 Desa Rembitan Loteng

Ali mengatakan, kunjungan dan silaturahmi yang dilakukannya secara rutin selama sembilan bulan terakhir, adalah bagian dari kunjungan konsolidasi ke tokoh dan kelompok masyarakat. 

Dalam setiap titik silaturahmi, Ali meminta dan memohon doa restu untuk Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden, Partai Gerindra di Pemilihan Legislatif, dan dirinya di Pemilihan Gubernur NTB. 

Seluruh agenda pemilihan tersebut akan digelar tahun 2024.

“Minta doanya ya, Kami menargetkan, hingga tahun 2024, target 12 ribu titik silaturahmi dengan masyarakat dan kelompok masyarakat dapat kami capai dan lalui dengan baik,” ungkap Ali.

Sejak resmi ditunjuk sebagai kandidat yang diusung Partai Gerindra di Pilgub NTB tahun 2024, hari-hari Sekretaris DPD Partai Gerindra ini memang padat berisi agenda silaturahmi. 

 

Setidaknya dalam sehari, dia bisa bersilaturahmi dengan masyarakat di lebih sepuluh titik.

BACA JUGA: Wagub NTB: Pendidikan Harus Humanis dan Berkualitas

Ali sadar betul, langkah partainya dengan menunjuknya maju dalam kontestasi Pilgub NTB 2024 penuh dengan konsekuensi. 

Ali tahu, bahwa hal tersebut harus dipersiapkan dan diperjuangkan. Karena itu, dia tak hendak berleha-leha.

Tentu saja, agenda-agenda silaturahmi yang dilakukan Ali, bukanlah agenda untuk memoles citra. 

Berada di tengah-tengah masyarakat dan bersilaturahmi bukanlah kebiasaan baru bagi Ali. Namun, telah menjadi kebiasaannya semenjak lama. 

Sebagai aktivis pergerakan yang disegani di Bumi Gora, Ali punya rekam jejak yang panjang membela dan mengadvokasi masyarakat di wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa. 

Ali hadir untuk mereka. Ali berjuang untuk mereka, karena baginya tidak akan ada kemenangan dan kemerdekaan sejati jika yg miskin dibiarkan hidup tanpa keadilan.

Karena itu, tidak mengherankan, jika agenda silaturahmi Ali bahkan bisa menjangkau masyarakat yang ada di pelosok-pelosok Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. 

Datang ke sana untuk berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Mendengar langsung dari dekat apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Dan tentu saja membangun komitmen bersama untuk  memperjuangkannya.

Dalam silaturahmi dengan para tokoh, Ali mengatakan, dirinya meminta saran dan masukan. Antara lain terkait situasi dan kondisi sosial ekonomi di masing-masing kabupaten/kota yang dikunjungi.

Di ribuan titik silaturahmi tersebut, Ali juga menemukan banyak hal. Semuanya mengerucut pada pentingnya memperkuat kebijakan yang mengakomodasi sektor utama yang menjadi sumber-sumber penghidupan masyarakat. 

Seperti sektor pertanian dan perikanan dan kelautan, ekonomi kreatif serta peningkatan kualitas SDM NTB yg maju dan unggul.

“Perlu juga ada kebijakan khusus yang mendorong agar anak-anak muda di NTB bisa menjadi lokomotif kemajuan-kemajuan, terutama pada sektor ekonomi.

Demikian pula dengan sektor UMKM, hulu dan hilirnya mesti diatur secara baik agar UMKM di NTB dapat terus bertumbuh maju. Dukungan Pemerintah Provinsi sangat dibutuhkan,” imbuhnya.

Ali juga menekankan, perlunya sinergi pembangunan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. 

Sinergi tersebut dibutuhkan untuk memastikan poros dan konektivitas antara dua pulau utama di NTB ini, benar-benar prima untuk menopang derap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, dalam sambutannya di tengah rasa syukur seluruh hadirin yang hadir, HBK menyampaikan, langkah Partai Gerindra untuk mengusung Ali di Pilgub NTB 2024 sudah final.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menyampaikan betapa Partai Gerindra juga bersyukur memiliki kader seperti Ali di partai. 

Ali disebut tokoh Bumi Gora yang dikenal dermawan ini sebagai sosok anak muda pekerja keras, santun akhlaknya dan teman diskusi yg baik.

Dukungan bagi Ali terus mengalir, bahkan hingga pertengahan tahun 2022 ini, jadwal kunjungan dan silaturrahmi sudah terjadwal. 

“Alhamdulillah, sebelumnya saya tidak pernah membayangkan akan mendapatkan dukungan seluas ini, baik yg bersumber dari internal Partai, para Tokoh, cendikiawan, kelompok ormas dan kawan2 pergerakan. Terimakasih telah menjadikan perjuangan ini sebagai perjuangan kita bersama,” ungkapnya sambil membungkuk. ***

 




Gubernur NTB Hadiri HUT ke-70 Desa Rembitan Loteng

Di Desa Rambitan, Gubernur Zul mengaku senang Desa Rembitan siap menyambut balap MotoGP

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (05/03/22). 

Desa Rembitan merayakan hari jadinya yang ke-70 dengan mengadakan pameran UMKM dan ritual Adat Menaek Pesaji Tembolaq Beak. 

Gubernur Zul senang Desa Rembitan siap sambut MotoGP
Perayaan di Desa Rembitan

Dalam sambutannya, Gubernur Zul berpesan, agar desa-desa lainnya di NTB dapat mencontoh kesiapan Desa Rembitan menyambut perhelatan balap MotoGP dengan menghadirkan banyak UMKM. 

Dengan kesiapan yang matang, setiap desa dapat membuat tamu dan warga merasa nyaman dan aman.

“Desa ini bisa menjadi contoh untuk memastikan semua tamu kita dan warga kita merasa aman nyaman dan bahagia datang di tempat kita ini,” pesan Gubernur Zul. 

Ia mengaku senang desa-desa di Provinsi NTB semakin siap menyambut MotoGP 2022 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika 18-19 Maret mendatang. 

“Senang melihat desa-desa kita ini sudah sangat siap untuk menyambut MotoGP 2022 ini,” tulis Gubernur Zul di akun Facebooknya (05/03).

BACA JUGA: Wagub NTB: Proses Pendidikan Harus Humanis dan Berkualitas

Sementara itu, Kepala Desa Rembitan, L. Minaksa mengajak warganya untuk bangkit menyongsong MotoGP 2022 dengan UMKM kreatif sesuai tema perayaan hari ulang tahun desa. 

“Kita harus bangkit bersama dengan seluruh lapisan masyarakat dan dengan  seluruh produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat kita, sebagaimana tema kegiatan kita Rembitan Bangkit bersama UMKM kreatif,” jelas L. Minaksa.

Tak hanya merayakan pameran UMKM, Desa Rembitan juga merayakan haro ulang tahunnya dengan ritual Adat Menaek Pesaji Tembolak Beak. 

Ritual tersebut dilakukan sebagai salah satu tradisi masyarakat adat di Desa Rembitan, dan sebagai bentuk syukur atas anugerah yang Tuhan berikan atas tanah Rembitan.

BACA JUGA: Talas Beneng, Dari Tanaman Liar Kini Tembus Pasar Internasional

Masyarakat dan kaum perempuan dari masing-masing dusun yang ada di desa rembitan, sambil beriring-iringan menyunggi dulang, yakni sebuah wadah yang terbuat dari kayu berbentuk melingkar dengan penutup berwarna merah (tembolaq), yang diisi ragam makanan dan hasil bumi sebagai sajian dalam acara ritual adat. ***

 




Wagub NTB: Pendidikan Harus Humanis dan Berkualitas 

Proses pendidikan yang diinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas, kata Wagub NTB

LOTIM.lombokjournal.com ~ Keberhasilan suatu proses pendidikan harus dijalankan secara humanis dan berkualitas. 

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat memberikan Kuliah Umum dengan tema “Kebijakan Pendidikan Provinsi NTB: Pendidikan Karakter sebagai Pondasi” di Universitas Hamzanwadi, Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (05/03/22). 

Dikatakan, proses pendidikan dinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas. 

wagub menyampaikan stadium general

“Tidak  ada intimidasi, semua proses itu harus dijalankan secara humanis dan berkualitas, karena ujung-ujungnya suatu proses pendidikan,”  kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

Pada Kuliah Umum, sekaligus launching Program Klinik Riset 2022 di Universitas Hamzanwadi tersebut Ummi Rohmi menjelaskan, pendidikan dikatakan berhasil kalau yang mengikuti pendidikan tersebut senang menjalani proses pendidikan itu. 

“Proses pendidikan yang diinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas,” katanya.

Tidak  ada intimidasi, semua proses itu harus dijalankan dengan humanis dan berkualitas. 

Karena ujung-ujungnya suatu proses pendidikan dikatakan berhasil kalau yang mengikuti pendidikan tersebut senang menjalani proses pendidikan itu, tambahnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri HUT ke 70 Desa Re,biran, Loteng

Ummi Rohmi juga menjelaskan 3 arah penyelenggaraan pendidikan di NTB, yaitu mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan dan meningkatkan peran serta masyarakat.

Tiga arah penyelenggaraan pendidikan di NTB, yaitu bagaimana mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, dimana semua masyarakat bisa mendapatkan layanan pendidikan. 

“Kemudian bagaimana meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan baik nasional maupun internasional. Terakhir, bagaimana meningkatkan peran serta masyarakat karena pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Jadi harus menggandeng seluruh stakeholders untuk berkolaborasi,” jelas Ummi Rohmi.

Ada strategi 4P untuk mewujudkan pendidikan di NTB yang membanggakan.  The Power of 4P tersebut yaitu profil, pelayanan, penampilan dan prestasi. 

“Ada The Power of 4P untuk mewujudkan pendidikan NTB yang membanggakan. Pertama Profil, seluruh data-data yang bersangkutan dengan sekolah harus lengkap. Selanjutnya Pelayanan, bagaimana pelayanan sekolah, sarana program, dan layanan informasi. Kemudian Penampilan, ada identitas sekolah, informasi program sekolah, tata tertib, slogan dan himbauan. Terakhir yaitu Prestasi, yang meliputi prestasi akademik maupun non-akademik,” jelas Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Mahasiswa UNW Mataram Jadi Duta Inspirasi NTB

Terkait program-program inovasi NTB dalam pengimplementasian 5 nilai utama pendidikan melalui beberapa program. 

Wagub mengatakan, pendidikan harus menyenangkan dan beekualitas

Di antaranya Sekolah Bersih dan Sehat, Sabtu Budaya dan Pojok Kreasi, Spiritual Camp, Sub Vokasi Afirmasi Difabel, Kompetensi Sains dan Non-Sains dan Jejak Alumni.

“Program-program inovasi di NTB dalam rangka penerapan 5 nilai utama pendidikan, seperti Program Sekolah Bersih dan Sehat, Sabtu Budaya dan Pojok Kreasi, Spiritual Camp, Sub Vokasi Afirmasi Difabel, Kompetensi Sains dan Non-Sains Debating, dan Jejak Alumni/Tracer Study,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2009-2013 tersebut. ***

 




Talas Beneng, Dari Tanaman Liar Kini Tembus Pasar Internasional

Ukurannya lebih besar dari Talas umumnya dan berwarna kuning, Talas Beneng dapat diolah menjadi berbagai produk olahan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Istilah Beneng merupakan singkatan besar dan koneng (kuning). Hal tersebut terlihat dari ukurannya yang di atas rata-rata talas pada umumnya. 

Jadi nama Talas Beneng karena ukurannya lebih besar dari umumnya Talas dan berwarna kuning.

Talas Beneng untuk berbagai olahan

Talas Beneng merupakan salah satu kekayaan sumberdaya nabati lokal yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam penguatan ketahanan pangan melalui strategi diversifikasi pangan. 

Semula Talas Beneng ini merupakan tanaman yang dianggap liar dan hanya dijadikan pakan ternak.

BACA JUGA: Maestro Rudat, Zakaria, Bahagia dengan Seni Rudat

Menurut Yoyoh Rachmatunnisa Penyuluh Pertanian Kabupaten Pandeglang dalam acara Webinar Propaktani Episode 79B kerjasama Ditjen Tanaman Pangan dengan KOPITU (Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Berastu) melalui youtube.com/Propaktani pada tanggal 31 Agustus 2021 mengatakan, talas Beneng asalnya tanaman liar dan tidak bisa dijual.

“Namun setelah melalui budidaya yang benar dan tepat kini bisa dinikmati seperti jenis talas lainnya seperti talas bogor,“ ungkap Yoyoh.

Lebih lanjut Yoyoh menjelaskan tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai produk olahan seperti tepung beneng, beras beneng, macaroni, mie, brownies, cookies dan aneka olahan lain.

Terkait suplai, Sekretaris Jenderal KOPITU Asikin Chalifah mengatakan, rantai pasok olahan Talas Beneng melalui beberapa tahapan dan melibatkan berbagai pihak yang memiliki prinsip kualitas, kuantitas dan kontinuitas.  

BACA JUGA: Bupati Djohan: Talas Beneng Punya Prospek Ekonomi Luar Biasa

Tiga hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menentukan produk olahan talas dapat bertahan di pasar domestik seperti Bogor, Sukabumi, Bekasi dan luar negeri seperti India, Australia, Turki dan Selandia Baru, hal tersebut akan berdampak juga pada peningkatan taraf hidup petani.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan Talas Beneng memiliki kandungan serat tinggi serta mengandung zat gizi lain seperti karbohidrat kompleks, provitamin A, karotenoid, dan prebiotik. 

“Selain itu, talas beneng dapat dimanfaatkan untuk penderita diabetes dan hipertensi, dapat mencegah penyakit jantung, memperbaiki penglihatan,” kata Suwandi.

Adapun pohon industri talas memiliki 16 produk turunan seperti daun talas dapat digunakan dalam produk rokok herbal dan teh herbal. Batang talas dapat digunakan untuk pakan ternak serta anyaman. 

Sedang umbi talas digunakan untuk olahan segar seperti pasta, talas beku, keripik dan olahan kering seperti tepung yang dapat digunakan untuk membuat mie, kue dan makanan bayi. 

Kementerian Pertanian memberikan bantuan Pengembangan Talas seluas 500 Ha pada Tahun 2021 yang terpusat di Provinsi Banten dan Jawa Barat.

Pengembangan Talas Beneng sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang tercantum dalam Cara Bertindak ke – 2 dari 5 Cara Bertindak Pembangunan Pertanian 2020 – 2024 yaitu diversifikasi konsumsi dan produksi pangan lokal..***

 




Maestro Rudat, ZAKARIA, Bahagia dengan Seni Rudat 

Sosok Zakaria sang maestro Rudat sangat sederhana. Kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas serabutan. Mungkin bagi sebagian orang dia hanyalah orang biasa. Tapi lihatlah, di balik kesederhanaannya, ada keyakinan yang kokoh dalam dirinya. Naniek I Taufan menuliskan kiprah Zakaria

KLU.lombokjournal.com ~ Zakaria merupakan satu dari tidak banyak orang yang mau menghabiskan waktunya untuk melestarikan kesenian tradisional Lombok, seni Tari Tradisi Rudat.

Lebih dari sebagian hidupnya ia dedikasikan untuk menjaga daya hidup Rudat di kampung halamannya di Lombok Utara. 

Kegiatan sehari-hari sang maestro, memetik cengkeh
Kegiatan sehari-hari Zakaria, metik cengkeh

Kecintaannya pada Rudat yang diwarisi turun temurun oleh keluarganya selama puluhan tahun lamanya, tidak membuatnya mundur meski hanya dibayar seadanya setiap kali pentas. 

Kegigihan dan konsistensi sosok yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal bidang seni ini dalam melestarikan Rudat, membuatnya terpilih sebagai seorang Maestro Nasional Tari Rudat.  

Lahir dan tumbuh dalam lingkungan seniman tradisional, Zakaria menitiskan darah seni dari sang kakek juga ayahandanya. Masa kecilnya ia habiskan untuk menonton seni tari tradisional Rudat dari kampung ke kampung. 

Sang ayah yang secara turun temurun melestarikan seni Rudat di kampung tempatnya tinggal Dusun Tanak Ampar Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang Lombok Utara, kerap mengajaknya dalam pertunjukan-pertunjukan rudat. 

BACA JUGA: Wayang Sasak, Media Awal Penyebaran Islam

Dari sanalah, kecintaan Jaka (panggilan akrabnya), terhadap Rudat mulai tumbuh hingga akhirnya ia tidak bisa melepaskan diri dari seni tradisi Rudat hingga saat ini. 

Bermula sebagai penonton, di usia 10 tahun Jaka kecil akhirnya mulai tertarik untuk menjadi bagian dari tari Rudat ini. Berbagai peran pun ia mainkan, menjadi aktor dan juga penari rudat. Bakatnya sebagai anak rudat memang telah terlihat sejak kecil.

Meski memiliki kakek dan ayah yang secara turun temurun menggeluti Rudat, Jaka tidak pernah belajar khusus untuk menjadi aktor maupun penari rudat, melainkan pengalaman dan pengamatannya lah yang menjadi guru baginya. 

Kemampuan dan ketajaman intuisinya dalam menangkap roh rudat, membuatnya lekas beradaptasi dan lebur dalam gerak tari serta penokohan Rudat.

Puluhan tahun sudah, pria kelahiran 1974 ini menggeluti rudat hingga akhirnya ia mengabdikan diri sepenuhnya pada seni rudat. Demi melestarikan seni tradisi Rudat, Jaka lalu mendirikan sanggar seni ‘Rudat Setia Budi Terengan’ yang mengajak dan mengajarkan anak-anak muda Lombok Utara khususnya, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan Rudat. Rudat telah ada sejak sekitar tahun 1920-an di kampung halaman mereka. 

Dedikasi dan kecintaan Jaka yang sama sekali tak memiliki latar belakang pendidikan formal seni ini pada seni tradisi rudat, akhirnya membuat Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memilihnya sebagai salah seorang maestro nasional tari Rudat. 

BACA JUGA: Wayang Sasak, Lalu Nasib: Tontonan dan Tuntunan Masyarakat

Bahkan pada tahun 2017 lalu, sang maestro mendidik para siswa dari seluruh Indonesia pada program Belajar Bersama Maestro yang diselenggarakan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Sang Maestro menjelang pentas

Bertahan dalam keyakinan melestarikan bidang seni tradisi dalam masa puluhan tahun seperti ini, bukanlah hal mudah hingga ia dilabeli predikat sebagai seorang maestro. 

Terpilih sebagai maestro nasional untuk tari rudat bukanlah tujuannya selama ini, sebab ia masih memiliki besar untuk membawa Tari Rudat tetap lestari dan mampu bertahan di tengah arus modernisasi saat ini. 

Lebih dari itu ia sangat ingin rudat diakui UNESCO sebagai tari tradisional khas KLU. Bagi Jaka yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan ini, tidak ada prioritas lain dalam sisa hidupnya melainkan agar ia bisa hidup bahagia bersama rudat. ^^^

 




Mahasiswa UNW Mataram Menjadi Duta Inspirasi NTB 

Dua mahasiswa UNW berprestasi sebagai Duta Inspirasi dan Second Runner Up dalam School and Varsity Debating Championship

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mahasiswa Universitas Nahdltul Wathan MataRam (UNW) raih prestasi pada dua ajang yang berbeda,

Rani Pranita dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNW Mataram menjadi Duta Inspirasi Indonesia Perwakilan NTB 2022.

Mahasiswa berprestasi

Duta Inspirasi didukung penuh oleh Kemenpora yang memiliki fokus pada pengembangan pemuda Indonesia. 

Melalui ajang ini dirinya ingin memberikan kontribusi dan semangat kepada banyak orang yang sedang mengalami permasalahan melalui platform media sosial 

“Harapan saya ke depannya saya tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mampu memberikan perubahan secara nyata kepada orang lain” ujar gadis yang juga pernah menjadi Finalis duta Bahasa NTB 2020 ini.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Talas Beneng Punya Prospek Ekonomi Luar Biasa

Selanjutnya Rani Pranita akan mengabdi menjadi Duta Inspirasi Indonesia selama tiga bulan ke depan dengan menerapkan lima program yang dicanangkan oleh Duta Inspirasi Indonesia, Indonesian Event TikTok, Indonesia Event YouTube, Duta Inspirasi Library Linkedin, Duta Inspirasi Podcast, dan Millenials Menginspirasi.

Prestasi lain atas nama Ilman dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Nurul Hidayati dari Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNW Mataram. 

Keduanya meraih Second Runner Up dalam School and Varsity Debating Championship (SAVEDC). Kegiatan diselenggarakan Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram.

“Lomba ini digelar secara daring, pada tanggal 26-27 Februari lalu,” kata Nurul Hidayati Yuliana. 

Pada kompetisi ini, UNW Mataram menyingkirkan empat tim, dengan setiap tim terdiri dari dua debaters yang diwakili oleh mahasiswa lintas jurusan.

BACA JUGA: Guru Tidak Tetap Terima Bantuan CSR daei Banj BNI Cabang Mataram

Para mahasiswa peserta lomba ini tergabung dalam UKM ASC. Ini merupakan wadah mahasiswa UNW untuk belajar debat Bahasa Inggris.

Rani Pranita  Nurul Hidayati Yuliana dan Ilman mendapat dukungan dan apresiasi dari Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram 

“Selamat kepada Rani, Nurul, dan Ilman, mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi kampus, dan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain,” terang Dr. H. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA, Rektor UNW. ***