Wabup Lombok Utara Serahkan Pataka NTB Ke Pemkot Mataram

Dalam peringatan Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pataka Lambang Daerah NTB berkeliling ke 10 Kabupaten/Kota seluruh NTB

MATARAM,lombokjournal.com ~ Upacara Serah Terima Pataka Lambang Daerah Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kepada Pemerintah Kota Mataram dalam rangka peringatan HUT NTB ke-63, berlangsung di Depan Pintu Masuk Taman Sangkareang Rabu (15/12/21).

BACA JUGA: Perlu Sarapan Tidak, Ini yang Terjadi Jika Tidak Makan Pagi

Perjalanan Pataka NTB

Pataka diserahkan Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng didampingi Kepala OPD.

Pataka NTB diterima langsung oleh Sekda Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM.

Selain itu, juga berlangsung serah terima lambang bendera 10 kabupaten/kota dan diakhiri penandatanganan berita acara serah terima pataka Provinsi NTB.

BACA JUGA: Pelajaran Setelah Banjir, Masyarakat Harus Sadar Potensi Bencana

Sebelumnya, pada pagi hari Pataka NTB tiba di Kabupaten Lombok Utara, yang diterima langsung oleh Pj.Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi SSTP MM dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, di Halaman Kantor Bupati Setempat.

@ang

 




Wagub NTB Ajak Tanam Pohon, Memulihkan Hutan yang Tergradasi

Memulihkan hutan yang terdegradasi nntuk mengembalikan ekosistem seperti semula dan menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengajak masyarakat  menghijaukan dan melestarikan serta mengembalikan fungsi hutan.

Salahsatu cara adalah dengan melakukan penanaman kembali pohon di kawasan hutan yang terdegradasi.

“Ayo, terus menanam, merestorasi hutan-hutan kita,”ajak Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Upaya memulihkan hutan harus melibatkan seluruh komponen masyarakat     Wagub ajak peduli memulihkan hutan

Ajakan itu diungkapkannya saat  mengikuti pelaksanaan reboisasi di kawasan hutan Sekaroh, dalam rangkian kegiatan HUT ke-63 Provinsi NTB, Rabu (15/12/21) di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.

Menurut Wagub, Kawasan hutan yang terdegradasi harus dipulihkan guna mengembalikan ekosistem seperti semula dan menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di dalamnya.

BACA JUGA: Kado untuk NTB, Wagub Apresiasi Lobar Deklarasi ODF dan CTPS

“Menjaga dan lestarikan hutan sangat penting untuk masa depan kita, jangan sampai ada perambahan liar maupun eksploitasi hutan,” tambah Wagub.

Menurutnya, langkah seperti pengadaan bibit dan pemeliharaan persemaian, penanaman pohon dikawasan penghijauan hingga tumbuh besar, harus menjadi perhatian seluruh stakeholder dan komponen masyarakat.

Selain itu, penghijauan di kawasan hutan Sekaroh, harus terus didorong sebagai salah satu langkah penegakan hukum dan mendukung percepatan investasi hijau di kawasan hutan

“Kami bersama Pemda Lombok Timur, Dinas LHK Provinsi NTB dan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi NTB, mengawal dan terus mensuport penghijauan dikawasan hutan,” tegas alumni Doktor Universitas Negeri Jakarta.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. H. Madani Mukarom, mengatakan, upaya melakukan reboisasi adalah ikhtiar mewujudkan NTB Hijau.

Dikatakannya, hutan lindung kawasan Sekaroh seluah 2.834 Hektar tersebut, memiliki fungsi ekologis dan klimatologis yang sangat penting untuk NTB.

Menurutnya, hutan sangat berperan sebagai penyimpan air tanah, mengatur tata air tanah, mencegah intrusi air laut, serta menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.

Selain itu, keanekaragaman hayati yang ada dalam hutan, merupakan  penyangga kesimbangan, perlindungan kehidupan, memelihara kesuburan tanah, proteksi daerah aliran sungai, pengendali erosi, penyimpang cadangan, penyerap Co2, dan pengendali oksigen (O2).

BACA JUGA:  Perokok Jadi Beban Negara, Cukai Rokok Naik 12 Persen

“Betapa pentingnya hutan ini, maka harus kita jaga dan rawat betul,” tuturnya.

Turut mendampingi Wagub, Asisten 1 Setda dan Kadis PMPTSP Provinsi NTB. Hadir pula pada kegiatan tersebut jajaran Pemkab Lotim, TNI/Polri dan sejumlah komunitas pecinta lingkungan.

Nano

 




Kado Untuk NTB, Wagub Apresiasi Lobar Deklarasi ODF dan CTPS

Kabupaten Lombok Barat memberi kado Ultah NTB ke 63 dengan melakukan deklarasi ODF dan CTPS, diharapkan Kabupaten Lombok Barat dapat melaksanakan tiga pilar dari lima pilar STBM

LOBAR.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengapresiasi capaian Kabupaten Lombok Barat yang telah mendeklarasikan ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan dan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun).

Hal ini dapat tercapai tentunya jika ada komitmen kuat antara pemerintah daerah dan masyarakatnya.

Di tengah acara Deklarasi unntuk Kado NTB

“Saya mewakili Pemerintah Daerah Provinsi NTB, bangga atas kinerja Kabupaten Lombok Barat yang benar-benar sigap dalam memanfaatkan momen pandemi covid-19 dengan mendeklarasikan ODF dan CPTS,” terang Wagub NTB.

Ia mengatakannya saat membuka Acara Deklarasi Kabupaten Lombok Barat ODF (Open Defecation Free) Stop Buang Air Besar Sembarangan dan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), Rabu (15/12/21) di Aula Bupati Lombok Barat.

Ummi Rohmi panggilan akrabnya berharap, Kabupaten Lombok Barat dapat melaksanakan tiga pilar dari lima pilar STBM yang ada.

STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.

BACA JUGA: Perokok Jadi Beban Negara, Cukai Rokok Naik 12 Persen

Diharapkan, Lombok Barat dapat melaksanakan tiga pilar STBM lainnya, yang pertama pengelolaan air minum/makanan rumah tangga, kedua pengelolaan sampah rumah tangga dan terakhir pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Agar nantinya Lombok Barat dapat menjadi contoh bagi Kabupaten/Kota lainnya di NTB,” harap Ummi Rohmi, yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2009-2013.

Deklrasi ODF dan CTPS ini sebelumnya telah dideklrasikan oleh Kabupaten Sumbawa Barat, dan Lombok Barat menjadi kabupaten/kota yang kedua.

Kolaborasi antara Provinsi dengan Kabuapten/Kota diperlukan untuk kemajuan daerah dalam mewujudkan NTB Gemilang.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan,  Deklarasi ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan dan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) merupakan kado Lombok Barat untuk Provinsi NTB yang akan berulang tahun pada 17 Desember nanti.

BACA JUGA: Hidup yang Lebih Baik, Mulailah Melakukan 5 Kebiasaan Pagi

“Kegiatan deklarasi ini adalah kado kami untuk Provinsi NTB yang akan berulang tahun yang ke 63 semoga kegiatan atau program yang digagas oleh Kabupaten Lombok Barat dapat bermanfaat bagi Provinsi NTB,” harap mantan Ketua KPU Provinsi NTB ini.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Asisiten 1 Provinsi NTB, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kadis LHK Provinsi NTB, beberapa kepala perangkat daerah Lombok Barat, Camat Lombok Barat dan Kepala Desa Lombok Barat.

Nano

 




Road Show TP PKK NTB di KLU, Angkat Tema PAUD Holistik Integratif

Dalam road show di Lombok Utara, Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini mengapresiasi TP PKK KLU yang melibatkan berbagai stekholder

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua TP PKK KLU, Hj.Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu dan Ketua GOW KLU, Yunita Aplina Danny Karter Febrianto ST MEng, menyambut Road Show Ketua TP PKK NTB  Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE MSc di Lombok Utara, Selasa (14/12/21).

Road show TP PKK NTB disambut Ketua TP PKK KLU

Road show di KLU mengangkat tema PAUD Holistik Integratif

Road Show TP PKK NTB dimulai dengan kunjungan ke salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Cahaya Asta, Dusun Orong Ramput dan Kebun Gizi di Dusun Gol.

Hadir dalam kegiatan itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. H Aidy Furqon MPd,Kabid PAUD KLU, dan Kepala Desa Medana.

Ketua TP PKK KLU dalam laporannya menyampaikan, beberapa kegiatan yang sudah atau yang akan dilakukan oleh PKK dan Bunda PAUD KLU.

BACA JUGA: Hidup yang Lebih Baik, Mulailah Melakukan 5 Kebiasaan Pagi

Dalam mematangkan program antara PKK dengan OPD pada awalnya melakukan Rapat Keordinasi  degan mensinergikan program.

“PKK KLU juga melakukan kerjasama dengan beberapa NGO dalam berbagai hal seperti pemenuhan gizi keluarga serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan,” tutur Hj.Galuh.

Selain itu, ada beberapa program pendampingan yang dilakukan oleh PKK kepada Kelompok Masyarakat dengan melibatkan OPD .

Salah satunya melakukan pendampingan kepada Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di beberapa Kecamatan di Lombok Utara.

“Saat ini juga PKK memiliki program, dusun-dusun di KLU harus terintegrasi dengan 10 program PKK,” tuturnya.

Sementara itu Ketua TP PKK NTB, Hj.Niken Saptarini menyampaikan, Lombok Utara menjadi titik terakhir Road Show yang dilakukan, setelah mengunjungi 10 Kabupaten dan Kota di NTB Tahun 2021.

“Adapun tema yang kami angkat pada road show ini yaitu  PAUD Holistik Integratif,” ucapnya

KLU memiliki jumlah PAUD sangat banyak, tentu tantangan kita bersama bagaimana menjadikan PAUD itu berkualitas dan tingkat partisipasi dari anak-anak yang mengikuti pendidikan terus meningkat.

BACA JUGA:  Perokok Jadi Beban Negara, Cukai Rokok Naik 12 Persen

“Kami mengapresiasi  kegiatan yang dilakukan oleh PKK KLU  hari ini yang begitu banyak dan beraneka ragam, melibatkan berbagai stekholder dalam menjalin kolaborasi dan sinergi disetiap program,” katanya

PAUD HI sebagai salah satu program utama memerlukan peran semua pihak.

@ng

 




Perokok Jadi Beban Negara, Cukai Rokok Naik 12 Persen

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mengeluarkan biaya Rp 15,6 triliun untuk perawatan kesehatan para perokok, berarti  perokok jadi beban Negara dari sisi perawatan kesehatan

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau Cukai Rokok, resmi dinaikkan pemerintah rata-rata 12%, tahun 2022.

Pemerintah akhirnya mengambil langkah menaikkan Cukai Rokok, karena jumlah perokok yang cenderung meningkat, menjadi beban keuangan  Negara dari sisi biaya kesehatan.

Ini penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait perokok yang membebani keuangan negara.

Bayangkan, pemerintah mengelontorkan subsidi untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per tahun sebesar Rp 48,8 triliun. Ternyataa, sebesar 20-30 persen dari anggaran itu justru untuk membiayai perawatan kesehatan para perokok.

Menurut Menter Sri Mulyani, biaya kesehatan akibat merokok mencapai Rp 17,9 triliun sampai Rp 27,7 triliun per tahun.

BACA JUGA: Hidup yang Lebih Baik, Mulailah Melakukan 5 Kebiasaan Pagi

“Dan dari total biaya ini, Rp 10,5 triliun sampai Rp 15,6 triliun merupakan biaya perawatan yang dikeluarkan BPJS kesehatan,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Kebijakan CHT 2022 secara virtual, Senin (13/12/21).

ilustrasi Perokok / Foto: Ist

Memang, mayoritas perokok malah tak mengurangi konsumsi, meski pandemi memukul perekonomian sebagian besar masyarakat. Inihasil survei  Komnas Pengendalian tembakau (Komnas PT), Center for Indonesia Strategic Development Initiatives (CISDI) dan Universitas Indonesia,.

Riset juga menunjukkan beberapa perokok bahkan menunjukkan kenaikan konsumsi.

Sri Mulyani menukil riset lain, bahwa perekok cenderung punya potensi terinfeksi virus Corona 14 kali lebih tinggi dari yang bukan perokok.

Selain itu, bagi perokok yang sudah terinfeksi Covid-19 juga memiliki risiko 2,4 kali lebih tinggi untuk mengalami gejala infeksi berat dan memiliki prognosis buruk.

“Kondisi ini berarti akan membebani, karena seluruh penderita Covid-19 ditanggung oleh negara,” kata Sri Mulyani.

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 214,96 triliun dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 untuk belanja kesehatan. Sebagian besar anggaran tersebut untuk kebutuhan therapeutic atau pengobatan Rp 87,99 triliun.

Hingga 26 November 2021, anggaran tersebut sudah terpakai Rp 66,11 triliun. Bukan hanya itu, merokok juga menyebabkan meningkatnya risiko penyakit, disabilitas dan kematian dini.

Karena itu, ada potensi kehilangan tahun produktif yang biaya ekonominya diperkirakan mencapai Rp 374 triliun. Ini berdasarkan riset yang dibuat Balitbang Kementerian Kesehatan pada tahun 2017 lalu.

Jumlah keseluruhan kasus (prevalensi) merokok anak usia 11-18 tahun juga terus naik. Pada tahun 2013 prevalensi merokok kelompok ini hanya 7,2 persen, kemudian naik menjadi 9,9 persen pada tahun 2019.

Justru kenaikan tahun 2019 karena keputusan pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok.

BACA JUGA: Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Dilirik Dunia

Kemudian turun di 9 persen tahun 2020 ketika tarif kembali dinaikkan hingga 23 persen dan ditargetkan bisa mencapai 8,7 persen pada tahun 2024.

“Oleh karena itu, menyadari tingginya bahaya merokok, pemerintah menggunakan instrumen kebijakan cukai (untuk mengendalikannya),” kata Sri Mulyani.

Kementerian Keuangan sepakat untuk kembali menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 12% pada tahun depan.

Kenaikan tarif ini lebih kecil dibanding kenaikan dalam dua tahun terakhir, yakni pada 2020 sebesar 12,5 persen dan tahun 2019 sebesar 23 persen.

Romi




Perlu Sarapan Tidak, Ini Bisa Terjadi Jika Anda Tidak Makan Pagi

Sarapan atau tidak memang tergantung kebiasaan, ada yang tidak ingin sarapan atau makan pagi karena belum timbul nafsu makan. Karena itu, Anda perlu mengetahui, kebiasaan melewatkan makan pagi ternyata bisa berdampak untuk kesehatan tubuh.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Makan pagi atau sarapan dalam bahasa Inggris adalah “breakfast“, secara harfiah berarti buka puasa.  Ini cukup masuk akal, kita perlu buka (seperti buka puasa) setelah menghabiskan semalaman untuk tidur tanpa makan dan minum sama sekali.

Nah, kebiasaan melewatkan waktu makan di pagi hari bisa memberikan manfaat ataupun pengaruh buruk untuk kondisi tubuh.

Menu Sarapan pilihan Menu sarapan dengan nasi

  1. Perubahan berat badan

Beberapa studi menunjukkan melewatkan sarapan dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan hingga 400 kcal per hari.

Namun, jumlah berat badan yang hilang ini bukan berasal dari pembakaran timbunan lemak, melainkan dari otot.

BACA JUGA: Hidup yang Lebih Baik, Mulailah Melakukan 5 Kebiasaan Pagi

Ketika perut Anda tidak mengolah makanan dalam waktu lama, sistem tubuh akan beralih untuk menyimpan kalori sebanyak mungkin. Hal ini membuat metabolisme tubuh melambat.

Sistem tubuh selanjutnya mengutamakan pembakaran glukosa yang disimpan dalam otot sebagai energi cadangan. Hal ini membuat otot-otot jadi melemah.

Pembakaran energi dari jaringan otot inilah yang menyebabkan Anda lebih mudah merasa lelah dan lesu sepanjang menjalani aktivitas di pagi hari.

Jadi, melewatkan sarapan tentu bukanlah cara menurunkan badan yang ideal.

  1. Perut jadi lebih mudah merasa lapar

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, saat Anda tidak sarapan, tubuh akan beralih untuk membakar energi yang tersimpan di otot.

Selain menimbulkan rasa letih dan lesu, di saat yang sama perut akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa perut butuh diisi.

Semakin lama Anda menunda untuk mengisi perut, maka lapar tentunya akan semakin terasa.

Setelah itu, Anda akan cenderung mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak untuk mengejar ketertinggalan energi yang terbuang dari otot.

Bila kebiasaan ini terus dibiarkan, seiring waktu Anda akan mengalami peningkatan berat badan.

  1. Hormon stres meningkat

Siapa yang menyangka bahwa Anda bisa mengalami peningkatan stres akibat tidak sarapan?

Hormon stres utama yaitu kortisol berada dalam tingkat tertingginya pada jam 7 pagi. Kortisol sendiri bertugas untuk membantu tubuh mengolah gula dan lemak untuk dijadikan energi.

Nah, bila Anda tidak sarapan, kadar kortisol akan terus meningkat dan membuat Anda lebih mudah cemas dan gelisah.

Oleh karena itu, Anda harus makan pagi untuk kembali menyeimbangkan hormon ini kembali ke kadar normalnya.

  1. Anda akan membakar kalori lebih banyak saat berolahraga

Sebuah studi dari British Journal of Nutrition 2013 menemukan bahwa olahraga pagi bisa membakar 20% lemak lebih banyak ketika dilakukan pada waktu perut dalam keadaan kosong.

BACA JUGA: Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Diirik Dunia

Namun, efek dari tidak sarapan pagi ini tergantung dengan pola makan sehari-hari.

Proses pembakaran lemak karena berolahraga tanpa sarapan bisa berlangsung asalkan tubuh sudah mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi di malam sebelumnya.

Di samping itu, berolahraga tanpa makan pagi dapat menimbulkan efek samping.

Saat melewati sarapan, kadar gula darah di dalam tubuh cenderung rendah. Hal ini akan ikut menurunkan kadar insulin dan glikogen sehingga mengganggu fokus dan performa saat berolahraga.

  1. Anda jadi cepat pikun

Penelitian yang dilakukan oleh University of Leeds United Kingdom menunjukkan beberapa akibat yang terjadi saat anak melewati sarapan, yaitu:

  • lebih cepat lelah saat di sekolah,
  • tidak mampu berkonsentrasi, dan
  • kehilangan banyak kesempatan untuk mendapatkan stimulasi kognitif.
  • Kekurangan zat besi, yodium, dan protein akibat tidak sarapan juga berkaitan dengan nilai IQ yang lebih rendah.

Selain itu, kondisi ini bisa mengarah pada penurunan rentang perhatian, gangguan memori, kecenderungan untuk terdistraksi, dan memperlambat kecepatan belajar.

Jadi, perlu sarapan atau tidak?

Pada akhirnya, pilihan untuk sarapan atau tidak sarapan kembali lagi pada preferensi pribadi. Jika Anda merasa lapar di pagi hari, sebaiknya jangan melewatkan sarapan.

Pilihlah menu sarapan yang kaya akan protein untuk membantu mengisi energi.

Namun, jika Anda tidak merasa lapar atau tidak ingin makan berat di pagi hari, Anda bisa memulai dengan mengonsumsi pengisi perut yang lebih ringan seperti protein shake, buah, atau smoothie.

Kurangi porsi makan malam Anda. Kurangi juga konsumsi alkohol dan snack “kalori kosong” di malam sebelumnya.

Roman

(sumber: Kompas.com)

 




Hidup yang Lebih Baik, Mulailah Melakukan 5 Kebiasaan Pagi

Hidup sukses di masa depan, juga ditentukan apa yang kita lakukan hari ini, berkaitan dengan bagaimana kita mengatur keseharian kita, kebiasaan-kebiasaan pagi yang kita jalani. Nah, umumnya orang sehat dan sukses mempunyai kebiasaan mengawali hari mereka.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mulai dari beranjak dari tempat tidur pagi hingga tidak melewatkan sarapan. Lantas, apa saja manfaat melakukan kebiasaan tersebut?

  • Dapat mengatur tenaga dan merencanakan bagaimana hari-harinya akan berjalan. Lebih mudah diajak bekerja sama, produktif, dan mampu mengatur waktu.
  • Menyelesaikan urusan pekerjaan sesuai jadwal dan dapat menikmati malam-malam Anda.
  • Orang yang terbiasa memiliki rutinitas pada pagi hari cenderung dapat mengatur waktu dan mempunyai jadwal yang teratur.

1. Bangun Pagi

Bangun lebih awal atau lebih pagi merupakan kebiasaan baik, yang sangat sulit dilakukan bagi kebanyakan orang. Tapi, bangun lebih pagi merupakan awal yang baik.

BACA JUGA: Perlu Sarapaan Tidak, Ini yang Terjadi Bila Tidak Makan Pagi

Pakar kesehatan ada yang mengatakan, bangun pagi Anda bisa mendapatkan manfaat kesehatan sekaligus meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Pada umumnya, orang yang bangun lebih pagi dapat meluangkan waktu untuk sarapan, bahkan berolahraga, sehingga bisa menjaga pola makan yang baik untuk ke depannya.

  • Manfaat bangun lebih awal, antara lain kulit terlihat lebih sehat karena mendapatkan tidur yang berkualitas serta sinar matahari pagi.
  • Memberikan waktu luang untuk berolahraga karena tidak ada gangguan apa pun
  • Meningkatkan daya ingat dan konsentrasi
  • Mendapatkan energi tambahan dan bisa menambah produktivitas karena mendapatkan waktu lebih banyak.

Kebanyakan orang mengatakan bangun pagi banyak manfaatnya, tapi sedikit orang mau melakukannya. Tapi kita bisa memulainya, mungkin pertama melakukannya terasa berat, tapi mulailah dengan perlahan.

2. Jangan sampai tidak sarapan

Dengan tidak melewatkan sarapan, kita memberikan asupan kalori untuk kekuatan tubuh melakukan aktivitas pada hari itu. Orang yang tidak sarapan dan makan makanan rendah kalori di siang hari, justru memiliki berat badan yang lebih tinggi.

Agar Anda mau memulai kebiasaan baik di pagi hari yang satu ini, ketahui dulu beberapa manfaat rutin sarapan setiap hari.

  • Memiliki asupan kalsium yang lebih tinggi daripada biasanya
  • Meningkatkan performa, daya ingat, dan membuat otak lebih sehat
  • Mendapatkan asupan serat harian yang lebih banyak
  • Mempunyai jadwal makan yang teratur.

Namun peru diingat, memang sarapan sangat bermanfaat untuk kesehtan tapi harus tetap harus memperhatikan menu dan porsinya. Anda bisa mengawali hari dengan semangkuk oatmeal yang dicampur dengan susu rendah lemak, selai kacang, dan biji chia.

Tentu, tetag jenis asupan itu kita bisa menyesuaikan dengan situasi.

 3. Olahraga pagi

Olahraga menjadi kebiasaan pagi

Olahraga pagi sebenarnya dapat dilakukan sebelum berangkat kerja. Ketika bangun lebih awal, Anda memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan kebiasaan baik di pagi hari yang satu ini.

Melakukan aktivitas fisik sudah pasti mendatangkan hal-hal yang baik untuk kesehatan Anda. Ini dia beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh jika berolahraga rutin saat pagi.

  • Meningkatkan konsentrasi dan kesehatan mental
  • Lebih berhati-hati dengan pilihan menu makanan untuk hari itu.
  • Meningkatkan metabolisme tubuh
  • Mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik pada malam hari

Anda tidak perlu langsung memaksakan diri untuk rutin berolahraga setiap harinya. Awalnya pasti akan terasa sulit, tetapi jika Anda memberi waktu untuk membiasakan diri, lama-kelamaan Anda akan terbiasa.

BACA JUGA: Laut Flores Diguncang Gempa, Masyarakat Diminta Waspada

4.  Menulis agenda daftar tujuan pada malam hari

Sebenarnya, ini bukanlah kegiatan yang Anda lakukan di pagi hari. Namun, kegiatan ini bisa membantu Anda untuk memiliki kebiasaan yang baik di pagi hari esoknya.

Sebelum tidur, para ahli sebagaimana dilansir dalam WebMD terbiasa menuliskan daftar kegiatan yang harus mereka kerjakan untuk keesokan harinya.

Hal tersebut membuat mereka menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukan pertama kali. Salah satu kegiatan yang mereka tuliskan adalah bersyukur.

Itu sebabnya, tiap pagi mereka akan selalu memikirkan 3 hal yang membuat mereka bersyukur. Kebiasaan ini baik dilakukan di pagi hari karena membantu mereka untuk melihat peluang.

Anda pun bisa memulai hal yang sama. Mengatur tujuan dalam sehari sangat membantu agar Anda mengatur waktu lebih baik.

5. Jangan lupa bersyukur

Meditasi jadi kebiasaan pagi

Salah satu kunci utama dari keberhasilan kebiasaan baik di pagi hari adalah bersyukur, sama seperti yang telah disampaikan di poin sebelumnya. Ingat, dalam agama diajarkan, kalau kita pandai bersyukur maka Tuhan akan menambah nikmat hidup kita.

Anda bisa selalu memiliki pikiran positif dengan mengkonsentrasikan selalu meraih hal-hal positif.

Cobalah untuk melihat berbagai sisi positif, mensyukuri apa yang kita peroleh selama ini. Berterima kasih kepada diri sendiri karena bisa melewati hari dengan baik. Ini mnjga kesehatan mental menjadi lebih baik.

Bahkn siap pun tidak membantah, salah satu kunci kesuksesan adalah memiliki kebiasaan baik di pagi hari. Kita tak bisa membantahny, karena dengan mempunyai aktivitas yang teratur, tubuh terasa lebih segar dan suasana hati Anda bisa lebih stabil.

Roman

(sumber Kompas.com)

 




BPBD Terus Update Laporan Bencana Banjir Bima dan Dompu

Pemerinta Provinsi (Pemprov) NTB serius segera melakukan pemulihan pasca bencana banjir di Bima dan Dompu, dengan langkah cepat semua instansi terkait di lingkup Pemprov

MATARAM.lombokjournal.com ~ Update laporan pendataan bencana alam di sejumlah wilayah NTB, termasuk banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, terus dilakukan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dibantu TNI/Polri bersama instansi lainnya berupaya melakukan pemulihan pasca bencana banjir bandang tersebut.

BACA JUGA: Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Dilirik Dunia

Jembatan putus akibat bencana baanjir

Langkah cepat yang dilakukan semua instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB merupakan keseriusan pemerintah untuk segera melakukan pemulihan pasca bencana banjir.

Pemerintah Provinsi NTB menyalurkan berbagai bantuan serta memberikan berbagai solusi menyelesaikan masalah dengan cepat, demikian rilis yang dikeluarkan BPBD NTB, Selasa (14/12/21).

 

Berikut update laporan yang dikeluarkan BPBD Provinsi NTB terkait kejadian bencana banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu hingga Selasa 14 Desember 2021.

  1. Kota Bima (Banjir). Kecamatan terdampak sebanyak 4 (Raba, Mpunda, Rasane Barat, Rasane Timur). KK terdampak 1930 KK dan mengakibatkan berbagai kerusakan fasilitas, seperti Jembatan Putus, Aspal Jalan Terkelupas, Tanggul dan talud Jebol, serta 2 unit tiang listrik roboh.
  2. Kabupaten Bima (Banjir). Kecamatan terdampak sebanyak 1 (Sanggar) yang mengakibatkan akses jalan tergenang.
  3. Kabupaten Dompu (Banjir). Kecamatan terdampak 1 (Woja) yang menyebabkan akses jalan tergenang. KK terdampak sebanyak 161 KK
  4. Kabupaten Sumbawa Barat (Banjir dan Tanah Longsor). Kecamatan terdampak yaitu Maluk dan Sekongkang. Total KK terdampak yaitu 155 KK. 1 jembatan peghubung putus dan Longsor yang terjadi di 4 titik juga menyebabkan terputusnya akses jalan.

Upaya yang sudah dilakukan antara lain, melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota, melakukan Koordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca, melakukan penyebaran informasi melalui Media Sosial, dan BPBD juga telah melakukan kaji cepat terkait bencana yang terjadi.

BACA JUGA: Desa Tangguh Bencana, Dorong Masyarakat Gotong Royong Antisipasi Bencana

Bencana banjir belum surut di beberapa kampng di Bima dan Dompu

Kondisi mutakhir saat ini di Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa dapat dikatakan kondusif berdasarkan press release yang dikeluarkan oleh BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Sahdan, S.T, M.T, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem.

“Masyarakat dihimbau agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem (Fenomena La Nina) berupa angin kencang dan hujan lebat yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung serta Gelombang Pasang,” nyatanya tertulis dalam rilis.

Nn

 




Laut Flores Diguncang Gempabumi, Masyarakat Diminta Waspada

Gempabumi yang mengguncang laut Flores dengan magnitudo M=7,4, berpotensi tsunami dengan tingkat ancaman waspada  di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata

lombokjournal.com ~ Wilayah laut Flores diguncang gempa tektonik pada hari Selasa (14/12/21) pukul 10.20.23 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=7,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,59 LS dan 122,24 BT.

Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 km arah Barat Laut Kota Larantuka, NTT pada kedalaman 10 km.

Peta gempabumi di laut Flores

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno Masyarakat mengimbau tetap tenang.

“Tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbau Bambang seperti dilangsir dari rilis resmi BMKG di Jakarta, Selasa (14/12/21).

Bambang juga mengimbau, masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

“Bagi masyarakat di wilayah utara pantai di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata direkomendasikan tidak melakukan aktivitas di pesisir pantai dan tepian sungai,” pintanya.

BACA JUGA: Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Dilirik Dunia

Dijelaskannya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal, akibat adanya aktifitas sesar aktif di Laut Flores.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata III – IV MMI.

Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Tambolaka, Waikabubak, Waingapu III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seperti truk melintas.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan, gempabumi ini  BERPOTENSI TSUNAMI, dengan tingkat ancaman WASPADA  di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata.  Hasil monitoring Tide Gauge menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 7 cm di Stasiun Tide Gauge Reo dan Marapokot, Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Sementara hasil monitoring BMKG  menunjukkan adanya 15 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan maksimum M=5,6.

BACA JUGA: Desa Tangguh Bencana, Dorong Masyarakat Gotong Royong Anisipasi Bencana

Masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi , yakni:

Instagram/Twitter (@infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android)

Nn

(sumber BMKG)

 




Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Dilirik Dunia

Dibagunnya KEK Mandalika, jajaran Pemerintah Daerah, para alim ulama, dan seluruh masyarakat Lombok Tengah berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Wabil khusus kepada Presiden Indonesia ke-5 Ibu Hj Megawati Soekarnoputri

MATARAM.lombokjournal.com ~ PERISTIWA 9 April 2015 itu tak akan pernah bisa dilupakan Bupati Lombok Tengah dua periode (2010-2020), H Suhaili FT, tiap kali mengingatnya, batinnya trenyuh kemudian matanya sembab.

Ia sedang bertutur saat pertemuan  para tokoh Lombok Tengah untuk pelurusan sejarah tentang KeK Mandalika, Senin (13/12/21),  suara  mantan Ketua DPRD NTB tersebut tersendat, tangannya menyapu matanya yang berkaca-kaca.

Meeeuruskan sejarah dibangunnya KEK Mandalika Para tokoh menelusuri sejarah KEK Mandalika

Ini tentang Mandalika. Suhaili tengah bertutur tentang hal yang tak banyak diketahui khalayak.

Pada Kamis, 9 April 2015, Presiden Joko Widodo sedang melakukan kunjungan kerja ke NTB. Ini adalah kunjungan kerja Presiden untuk kali pertama ke Bumi Gora, setelah mengucap sumpah jabatan 20 Oktober 2014.

BACA JUGA: Desa Tangguh Bencana Dorong Masyarakat Gotong Royong Antisipasi Bencana

Kedatangan Kepala Negara disambut suka cita. Sebagai Kepala Daerah, Suhaili turut menyambut kedatangan Presiden Jokowi sejak di bandara.

Sebagai penanggung jawab wilayah, Bupati Suhaili punya kebanggaan tersendiri atas kunjungan Presiden. Hatinya membuncah.

Tentu pula, ia memiliki harapan besar. Terutama untuk perhatian besar Pemerintah Pusat terhadap pengembangan Kawasan Mandalika yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2014.

Di ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Presiden diagendakan mendapat penjelasan dan pemaparan dari Gubernur NTB kala itu,  TGB HM Zainul Majdi,  KEK Mandalika salah satu yang telah dihimpun sebelumnya untuk dipaparkan di hadapan Presiden Jokowi.

Namun, rupanya dalam pemaparan itu, Pemprov NTB “menepikan” Mandalika. Pemprov NTB rupanya punya mimpi yang lain. Yakni pengembangan Global Hub di Kayangan, Lombok Utara.

Sebuah bandar baru yang akan terdiri dari pelabuhan besar, kawasan industri, dan fasilitas-fasilitas terintegrasi di dalamnya. Butuh Rp 150 triliun paling sedikit, untuk mewujudkan hal tersebut.

Di hadapan Presiden, pemaparan tentang Global Hub itu sedemikian lengkap dan detil. Pendek kata, Global Hub dipaparkan sebagai masa depan Pulau Lombok dan Bumi Gora.

“Foto Mandalika ditampilkan satu. Kecil saja,” ungkap Suhaili mengenang.

Kecewa sudah pasti. Tapi ia memendam dalam-dalam hal tersebut. Tak hendak pula ia menunjukkannya pada siapa pun. Suhaili sempat keluar sejenak dari ruang VIP Bandara, menenangkan hati, sebelum kemudian masuk kembali.

Usai presentasi Global Hub, Presiden Jokowi dan rombongan kemudian menuju Mataram. Presiden bermalam di Pulau Seribu Masjid. Agenda esoknya Presiden meresmikan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Praya, Lombok Tengah.

Kemudian diagendakan ke Lombok Utara lokasi dibangunnya Global Hub, dan selanjutnya ke Doroncanga di Dompu untuk meresmikan Festival Pesona Tambora.

Malam harinya, telepon seluler Suhaili berdering. Di ujung telepon, Paspampres dan Protokol Presiden menyampaikan bahwa Presiden Jokowi membulatkan hati untuk berkunjung ke Mandalika usai meresmikan Kampus IPDN.

Presiden bahkan ingin menunaikan Salat Jumat bersama-sama dengan masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna di sana.

Suhaili mengucap rasa syukur mendapat kabar tersebut. Ia haqqulyakin, doa seluruh masyarakat Lombok Tengah telah diijabah.

Sungguh tak dinyana, Presiden Jokowi memutuskan sendiri, akan berkunjung ke Mandalika.

Dalam kunjungan ke Mandalika saat itu, Presiden memastikan menyiapkan anggaran Rp 1,8 triliun dari anggaran Pemerintah Pusat untuk pembangunan Mandalika.

Dan sejak itu, sejarah mencatat, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus ini terus berderap kencang. Beberapa kali semenjak kunjungan tahun 2015 tersebut, Presiden Jokowi kembali beranjangsana ke Mandalika.

Yang terbaru, tentu saja saat meresmikan Sirkuit Mandalika, tanggal 12 November lalu. Sepekan setelahnya, digelar ajang balap internasional kelas dunia World Superbike (WSBK) yang telah absen dari Indonesia selama 27 tahun.

Miliaran pandangan mata dari seluruh dunia pun tertuju ke Mandalika. Tertuju ke Indonesia. Menjadikan country branding Indonesia pun kini sejajar dengan negara-negara yang telah lebih dulu mengecap kemajuan.

“Perhatian Bapak Presiden sungguh luar biasa. Ini membuktikan ketulusan beliau memimpin bangsa,” kata Suhaili.

Dia menegaskan, komitmen, keberpihakan Presiden yang ditindaklanjuti dengan sokongan anggaran yang besar dari Pemerintah Pusat, telah menjadikan Mandalika seperti saat ini. Sebab, keuangan daerah, baik Lombok Tengah maupun Pemprov NTB, tak akan mampu.

Mantan Kedua DPD Partai Golkar NTB tersebut menuturkan segala cerita ini di hadapan para alim ulama dari Lombok Tengah yang diundang secara khusus oleh Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri dalam pertemuan di Kantor Bupati Loteng, Senin (13/12/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengucapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT dan juga dari lubuk hati yang paling dalam, menghaturkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan juga Presiden ke-5 RI Ibu Hj Megawati Soekarnoputri. Pemkab Lombok Tengah ingin membuka mata khalayak di Bumi Gora, bahkan Indonesia, betapa sumbangsih yang besar dari Presiden Jokowi dan juga kontribusi nyata dari Ibu Mega, Mandalika bisa seperti sekarang.

Secara khusus, Bupati Loteng mengundang Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat untuk hadir. Rachmat diharapkan bisa menyampaikan pula ucapan terima kasih Pemerintah Daerah, para alim ulama, dan seluruh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna kepada Presiden Jokowi dan juga ke Ibu Mega.

BACA JUGA : Memanfaatkan Limbah Batubara PLTU Jadi Batako

Turut hadir pula dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah, dan juga Ketua DPRD Lombok Tengah M Tauhid yang juga menyampaikan harapan serupa.

Berproses Lama

Tentu saja, perhatian Presiden Jokowi pada Mandalika bukanlah datang tiba-tiba. Melainkan melalui sebuah proses yang perlu juga diketahui khalayak.

Presiden Jokowi tahu persis, bahwa lahan-lahan di KEK Mandalika telah dibebaskan semenjak 1987 silam. Namun semenjak itu, tak banyak kemajuan yang didapat Mandalika. Meski pemerintahan pun berganti-ganti kemudian.

Beginilah semuanya bermula. Dimulai dari langkah DPRD NTB Periode tahun 1999-2004. Dalam pertemuan kemarin, hal tersebut pun mengemuka.

Kala itu, DPRD NTB yang dipimpin HL Serinata mengambil inisiatif membentuk Panitia Khusus tentang tanah Mandalika. Pansus diketuai Wakil Ketua DPRD NTB kala itu H Abdurrahim dengan pimpinan DPRD NTB lainnya sebagai Wakil Ketua Pansus.

Program utama DPRD dengan membentuk Pansus kala itu adalah bagaimana mengembalikan tanah Mandalika yang saat itu dikuasai oleh LTDC, anak usaha Group Rajawali, perusahaan milik Peter Sondakh.

Totalnya 1.250 hektare. Tanah itu dibeli melalui pinjaman berupa sindikasi perbankkan. Namun, menjadi kredit macet, yang kemudian asetnya lantas diserahkan ke Badan Penyehatan Perbankkan Nasional, dan HPL nya menjadi milik negara. Pinjaman tidak bisa dibayar. Sisa utangnya Rp 771 miliar.

Kepada Ibu Mega yang kemudian menjadi Presiden menggantikan H Abdurrahman Wahid, diusulkan agar sertifikat HPL kawasan eks LTDC tersebut diberikan kepada Pemprov NTB.

Dalam pertemuan dengan Ibu Mega, selain pimpinan DPRD NTB, juga hadir Gubernur NTB kala itu H Harun Al Rasyid. Usulan tersebut kemudian disetujui oleh Presiden Megawati.

Dalam prosesnya kemudian, pada 2003, terjadi suksesi kepemimpinan di NTB. Ketua DPRD NTB kala itu, HL Serinata kemudian terpilih menjadi Gubernur NTB menggantikan Gubernur Harun. Saat itu, sertifikat HPL lahan Mandalika secara resmi telah diserahkan negara kepada NTB.

Namun begitu, dalam lima tahun periode kepemimpinan Gubernur NTB HL Serinata, pembangunan Mandalika belum sempat terealisasi. Meski kala itu, sudah ada rencana kerja sama dengan Badan Usaha Milik Uni Emirat Arab untuk pengembangannya.

Sampai kemudian kembali terjadi suksesi kepemimpinan di NTB. Di mana Gubernur NTB kemudian dijabat TGB HM Zainul Majdi. Kemudian Presiden kala itu dijabat Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan kemudian, sertifikat HPL tersebut malah kembali kepada Pemerintah Pusat dari Pemerintah NTB seiring dengan kerja sama pembangunan Mandalika dengan Badan Usaha dari Uni Emirat Arab.

Lalu pada tahun 2008, Menteri Pariwisata saat itudijabat Jero Wacik, digelar pertemuan di Gedung Sapta Pesona Kementerian Parwisata. HPL Mandalika diminta dikembalikan ke Pemprov NTB, karena belum juga terbangun.

Tapi, sampai tahun 2014, hal tersebut tidak terwujud. Sampai kemudian Joko Widodo terpilih menjadi Presiden.

Pada awal tahun 2015, seluruh Ketua DPD PDI Perjuangan dikumpulkan oleh Ketua Umum Hj Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka dan menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

Saat itu, hadir pula Menko PMK Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Kala itu, PDI Perjuangan memang sedang menggelar Rapat Kerja Nasional.

Seluruh Ketua DPD PDI Perjuangan diminta menyampaikan usulan pembangunan dan seluruh uneg-uneg di daerahnya masing-masing ke pada Presiden Joko Widodo. Bu Mega kemudian mempersilakan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB untuk menyampaikan usulan pertama kali.

Usulan tentang pentingnya pembangunan Mandalika pun mengemuka. Di mana, kawasan ini telah dicita-citakan sejak lama pengembanganya oleh Bu Mega kala menjabat Presiden. Sebuah kawasan wisata yang indah tiada tara. Memiliki pasir putih yang khas, berbulir seperti merica.

Kepada Kepala Negara disampaikan, pembangunan kawasan Mandalika akan menjadi mercusuar bagi Indonesia. Dan disampaikan pula, di dalam kawasan seluas 1.250 hektare tersebut di dalamnya masih ada lahan milik masyarakat yang belum dibebaskan.

Presiden pun menyampaikan, Mandalika akan menjadi prioritas untuk ditangani Pemerintah Pusat. Semenjak itu, gerak cepat dimulai. Presiden Jokowi mengunjungi Mandalika.

Presiden Jokowi pun ingat betul bagaimana di tengah lahan tersebut masih ada tanah milik masyarakat yang belum dibayar.

Masyarakat pemilik lahan hanya sempat diberikan dana tali asih yang sepenuhnya diprakarsai Ketua DPRD NTB kala itu HL Serinata, yang kemudian menjadi Gubernur NTB.

Dinamika yang Lumrah

Dalam perkembangannya, tentu banyak dinamika yang terjadi dalam perkembangan Mandalika. Sebuah dinamika yang disebut sangat wajar dalam hal mencapai tujuan pembangunan daerah yang diharapkan.

Bupati Pathul Bahri menjelaskan, dirinya tahu persis, bagaimana komitmen pendahulunya Bupati Suhaili FT dalam memprioritaskan pembangunan Mandalika.

Pathul yang di periode kedua Suhaili FT memimpin Lombok Tengah menjabat Wakil Bupati menjelaskan, bagaimana Bupati Suhaili kala itu selalu mengerahkan aparat sipil negara di Pemkab Loteng untuk melakukan aksi-aksi bersih setiap Jumat di kawasan Mandalika.

Pada saat yang sama, Pemkab Loteng juga membangun jalan. Membagun pula pasar seni di dalam kawasan Mandalika. Meski hal tersebut diketahui bukanlah kewenangan Pemkab Loteng.

Semuanya karena komitmen yang kuat dari Bupati Suhaili waktu itu untuk membangun Mandalika.

Karena itu, sejarah yang dituturkan Bupati Suhaili adalah hal yang tak boleh dilupakan sedikitpun oleh setiap warga Gumi Tatas Tuhu Trasna. Betapa sumbangsih Presiden Jokowi dan juga Ibu Mega sedemikian luar biasa untuk Lombok Tengah.

Doa dari seluruh alim ulama dan masyarakat Lombok Tengah pun dimunajatkan kehadirat Allah SWT. Semoga Presiden Jokowi dan Ibu Mega, selalu diberkahi. Selalu mendapat kesehatan dan keafiatan dalam memimpin derap kemajuan negara. Dan semoga seluruh apa yang telah dilakukan untuk Mandalika, untuk Lombok, untuk NTB, dan untuk Indonesia, sepenuhnya tercatat sebagai ibadah di sisi Yang Maha Kuasa.

Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Tengah M Tauhid menegaskan ucapan terima kasih yang sama untuk Presiden Jokowi dan Ibu Mega. Apa yang dilakukan kedua pemimpin Indonesia ini telah menjadikan mimpi masyarakat Lombok Tengah menjadi nyata.

Dream comes true,” katanya.

Keberadaan Mandalika sungguh kata Tauhid telah memberi sumbangsih besar untuk pembangunan Lombok Tengah. Dia memberi contoh.

Dengan keberadaan Mandalika, Pendapatan Asli Daerah Lombok Tengah kini melonjak. Jika sebelumnya hanya berkutat pada Rp 219 miliar. Maka mulai tahun depan, Pemkab Loteng bisa menargetkan PAD menjadi Rp 315 miliar dengan penambahan yang didapat dari keberadaan Mandalika.

Sementara itu, TGH Maarif Makmun Dirase yang mewakili para alim ulama yang hadir menegaskan, sungguh masyarakat Lombok Tengah, dan juga masyarakat Bumi Gora akan kufur nikmat manakala tidak mensyukuri perhatian yang telah diberikan Presiden Jokowi dan juga Ibu Mega.

TGH Maarif mengemukakan, para alim ulama di Pulau Seribu Masjid tahu persis, Presiden Jokowi tidak menerima dukungan signifikan dari masyrakat NTB dalam dua kali penyelenggaraan Pilpres. Namun, hal tersebut rupanya tidak pernah mengecilkan perhatian Presiden kepada NTB.

Karena itu, kata TGH Maarif, apa yang ditunjukkan Presiden dalam perhatiannya untuk NTB, menunjukkan Kepala Negara menjalankan betul apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

Nilai lebih untuk Presiden Jokowi, karena memperlakukan begitu baik masyarakat NTB, padahal di satu sisi, dukungan dalam kontestasi politik tidak berasal dari masyarakat NTB.

“Jazakumullah khairan kami sampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Ibu Hj Megawati,” kata TGH Maarif.

Me