Tommy Suharto Di Lombok Memotivasi Kader Partai Berkarya
Peluang perekonomian NTB dinilai memiliki potensi besar
MATARAM.lombokjournal.com — Dengan menghadirkan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra di Lombok, seakan menjadi awal baru bagi karir Dewan Pengurus Wilayah Partai Berkarya NTB yang dinahkodai oleh politikus senior H. Dharmawan.
Kedatangan pimpinan tertinggi dari partai berlambang rantai beringin, Rabu (02/05) ini dihajatkan langsung memberikan motivasi dan semangat bagi para kader partai. Sekaligus meraup dukungan masyarakat untuk menggelorakan visi dan misi Partai Berkarya di NTB.
Tommy Soeharto (panggilan akrab Hutomo Mandala Putra) dalam kunjungannya di Masjid Al Mabrur Kekalik Timur Mataram, meminta dukungan seluruh pihak untuk membesarkan Partai Berkarya di seluruh Nusantara, khususnya di Nusa Tenggara Barat.
Ia berharap agar Partai Berkarya dapat memberikan pengaruh dalam pembangunan daerah.
“Dalam kesempatan yang baik ini kami mohon kepada tuan guru dan masyarakat yang hadir untuk memberikan doa mudah-mudahan Partai Berkarya ini menjadi partai yang besar, partai yang amanah, partai yang menjadikan negera ini menjadi lebih baik dan khususnya Nusa Tenggara Barat lebih maju lagi,” kata Tommy.
Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh kader partai, Tommy menyinggung peluang perekonomian NTB yang dinilai memiliki potensi besar. Utamanya dibidang keberlangsungan dan peningkatan produksi pangan.
Tommy mengatakan, dengan produktivitas beras yang melimpah NTB seharusnya menyandang gelar sebagai lumbung pangan dunia.
“Karena saya melihat bahwa ntb ini sudah sungguh sangat baik menjadi lumbung pangan nasional. terutama pada beras saya melihat sudah 150 ribu ton beras dari ntb ini sudah didistribusikan ke nasional dan saya yakin dengan cakupan luas lahan 1200 hektar harusnya ntb bisa menghasilkan beras yang lebih banyak lagi. Dan akhirnya nanti ntb bukan hanya menjadi lumbung pangan nasional melainkan juga menjadi lumbung pangan dunia,” katanya.
Bahkan tidak hanya kejayaan beras melimpah yang menjadi perhatian dari putra mantan Presiden Soeharto ini, produksi jagung NTB yang beberapa waktu lalu mengekspor ke Nagera Filipina juga dipandang inspiratif. Sebagai penghasil jagung, NTB harus mandiri dalam eksportir.
Pemanfaatan kapal-kapal besar yang berlabuh dapat di memperlancar eksportir jagung ke Negara pembeli.
“Tidak hanya beras saya melihat jagung juga menjadi komudity unggulan juga di NTB ini. Dengan produktifitas yang besar saya mengharapkan agar eksport jagung ini tidak melalui provinsi tetangga, seharusnya dapat langsung di eksport ke negara Filipina, Korea dan Jepang,” tandas Tommy.
AYA