Banjir di Tambora Bima, Ratusan Warga Terdampak 

Di Desa Oi Panihi, banjir mengakibatkan kerusakan pada satu akses ruas jalan provinsi 

MATARAM, LombokJournal.com ~ Empat desa di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima diterjang banjir, mengakibatkan ratusan warga terdampak

Empat wilayah itu, yakni Desa Labuan Kananga, Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou, dan Desa Oi Panihi.

BACA JUGA : Banjir di Kecamatan Sangar Bima, Puluhan Rumah Terdampak

Berdasarkan laporan dari Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, hujan mulai turun pada pukul 22.25 WITA, Sabtu (21/02/26) hingga Minggu dini hari. 

Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan genangan dan luapan air aau banjir yang merendam permukiman warga.

Di Desa Labuan Kananga, banjir merendam tiga dusun, yakni Dusun Sarae sebanyak 51 KK, Dusun Mada Oi 22 KK, dan Dusun Na’e 67 KK. 

BACA JUGA : Banjir Bandang di Muer dan Brang Kolong di Sumbawa

Total terdampak di desa ini mencapai 140 unit rumah atau 140 KK (526 jiwa). 

Selain rumah warga, dua fasilitas pendidikan yaitu SDN 1 Labuan Kananga dan SDN 2 Labuan Kananga turut terendam. Satu unit Masjid At-Taqwa, Kantor Desa Labuan Kananga, serta satu unit pasar desa juga ikut terdampak banjir.

Sementara itu, di Desa Kawinda Na’e tepatnya di Dusun Soro Bura, sebanyak 20 unit rumah atau 20 KK (65 jiwa) terdampak genangan air. Di Desa Rasabou, tercatat 44 unit rumah atau 44 KK (135 jiwa) terdampak, yang tersebar di tiga RT, yakni RT 02 sebanyak 3 unit rumah, RT 03 sebanyak 36 unit rumah, dan RT 04 sebanyak 5 unit rumah.

Adapun di Desa Oi Panihi, banjir mengakibatkan kerusakan pada satu akses ruas jalan provinsi sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim BPBD melakukan koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Koramil, serta pemerintah desa setempat.

BACA JUGA : Fondasi Transformasi Ekonomi NTB Sedang Dibangun

Petugas turun ke lapangan untuk melakukan pengamatan, pendataan, dan kaji cepat, sekaligus melaksanakan penanganan darurat dampak banjir di wilayah terdampak.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan diseminasi informasi guna memastikan penanganan berjalan optimal serta kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali.(*)

 




Bencana Banjir di Bima, Pemprov NTB Bawa Solusi

Dalam penanganan bencana banjir di Bima, Pj Gubernur tekankan pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar warga

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hassanudin, memimpin rapat koordinasi penanganan korban bencana banjir di Kabupaten Bima dan Kota Bima, Provinsi NTB, pada Senin (03/02/25).

BACA JUGA : Banjir Bandang di Bima, Pemprov NTB Lakukan Respon Cepat

Menermukan warga yang hilang harus jadi prioritas penanghanan bencana banjir di Bima
Pj Gubernur NTB, Hassanudin

Rapat ini digelar untuk menindaklanjuti bencana banjir yang melanda kedua wilayah tersebut pada hari Minggu kemarin.

Dalam rapat tersebut, Hassanudin mendengarkan laporan terkini dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB. Setelahnya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB harus segera hadir di lokasi bencana banjir untuk memberikan solusi atas kesulitan yang dialami warga terdampak

“Kehadiran kita besok adalah untuk memberikan solusi dan bantuan yang dibutuhkan oleh warga terdampak banjir,” ujar Hassanudin.

Lebih lanjut, Hassanudin menekankan bahwa pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi harus menjadi prioritas utama. 

“Kita akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait di kabupaten dan kota agar pemenuhan kebutuhan warga dapat segera terpenuhi,” tambahnya.

BACA JUGA : Indeks Pemajuan Kebudayaan NTB Lebih Tinggi dari Nasional

Hassanudin juga menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk memastikan bahwa sarana kesehatan di daerah terdampak tetap beroperasi dengan normal. 

“Pastikan layanan kesehatan di pusat-pusat pengungsian, seperti masjid, berjalan lancar. Selain itu, pastikan juga ketersediaan sanitasi dan obat-obatan,” pesannya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri, melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi telah membangun Pos Layanan Kesehatan di dekat pusat pengungsian. Pos-pos ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga memastikan dampak pascabencana dapat diminimalisir.

Untuk mengatasi akses jalan yang rusak, Pemerintah Provinsi NTB akan membangun jalan darurat guna mempermudah mobilitas warga. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTB juga telah mengerahkan sejumlah unit ekskavator untuk membersihkan material sisa bencana banjir bandang yang menumpuk di beberapa lokasi.

BACA JUGA : IPM atau Indeks Pembangunan Manusia tahun 2024

Selain itu, Hassanudin memerintahkan seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB untuk segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat bencana, seperti sekolah, jalan, dan jembatan. 

“Kita harus memastikan pemulihan infrastruktur berjalan cepat agar kehidupan warga dapat kembali normal,” tegasnya. iw