Terseret Arus Pantai, Rustan Ditemukan Meninggal Dunia

Korban terseret arus ditemukan sudah meninggal dunia sekitar 700 meter ke arah timur dari lokasi kejadian (LKP), 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rustan (45), warga Dusun Torok Aik Beleq, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah hilang terseret arus di Pantai Torok Aik Beleq, Sabtu (07/03/26)

Pada Sabtu 7 Maret 2026 sore, korban yang terseret arus itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

BACA JUGA : Mudik Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Peristiwa bermula pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WITA. Korban bersama anaknya dan rombongan yang berjumlah sekitar 15 orang sedang mencari nyale poto di pesisir pantai. 

Nahas, saat sedang beraktivitas, anak korban melihat ayahnya tiba-tiba terseret arus laut yang kuat. 

Kejadian tersebut segera dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Kantor SAR Mataram pada pukul 07.18 WITA oleh Camat Praya Barat.

BACA JUGA : Tiga Bibit Siklon Penyebab Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

Tim rescue dari Unit Siaga SAR Kuta Mandalika dikerahkan menuju lokasi pada pukul 07.45 WITA.

Pencarian dilakukan dengan membagi personel menjadi empat tim, yaitu tiga tim melakukan penyisiran perairan menggunakan rubber boat dan dua perahu nelayan, dan satu tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, melalui Koordinator Unit Siaga SAR Kuta Mandalika, Arya Made Kresna, menyatakan setelah penyisiran korban yang terseret arus selama beberapa jam, titik terang akhirnya ditemukan. 

Sekitar pukul 17.00 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban di Pantai Selong Belanak.

“Korban terseret arus ditemukan sekitar 700 meter ke arah timur dari lokasi kejadian (LKP). Setelah dievakuasi, korban diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Arya Made Kresna dilansir Instagram resmi Kantor SAR Mataram.

BACA JUGA : Tiket ke Rinjani Bisa Dipesan, Pendakian Mulai 1 April

Keberhasilan Operasi SAR ini menemukan korban terseret arus ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. 

Di antaranya Tim Rescue Unit Siaga SAR Kuta Mandalika, Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Damkartan Lombok Tengah, Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Montong Ajan, masyarakat/nelayan setempat dan

 




Bocah 4 Tahun Hanyut di Saluran Drainase

Operasi pencarian bocah itu dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase 

MATARAM, LombokJournal.com – Seorang bocah berusia 4 tahun diduga terseret arus saat bermain hujan di pinggiran drainase di depan SDN 1 Selong, Selasa (24/02/26)..

M Azril Filah Busairi, nama bocah itu, warga Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Selong, Lombok Timur.

BACA JUGA : Banjir di Tambora Bima, Ratusan Wrga Terdampak 

Arus air drainase yang deras menyeet bocah itu saat bermain hujan di pinggiran drainase depan SDN 1 Selong.

Kepala Kantor SAR Mataram melalui Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis menjelaskan, Tim SAR Gabungan langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 10.49 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait.

BACA JUGA : Banjir di Kecamatan Sanggar Bima, Puluhan Rumah Terdampak

“Operasi pencarian bocah itu dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut,” ungkap M Darwis

Hingga Selasa 24 Februari 2026 sore, hasil pencarian bocah itu masih nihil. OPS SAR dihentikan sementara karena kondisi cuaca hujan. Operasi SAR akan dilanjutkan pada Rabu (25/02/26).

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Rescuer Pos SAR Kayangan

BACA JUGA :  Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga 1 Maret 2026

SAR Unit Lombok Timur, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Damkarmat Lotim, BPBD Lotim, Polres Selong dan masyarakat setempat.(*)