Tiket ke Rinjani Bisa Dipesan, Pendakian Dibuka 1 April
Kalau sudah memesan tiket pendakian, persiapkan pendakian dengan baik, serta tetap menjaga kelestarian alam Rinjani
MATARAM.LombokJournal.com ~Aktivitas pendakiandi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan kembali dibuka mulai 1 April 2026, tiket sudah bisa dipesan.
Kini pemesanan tiket pendakian melalui aplikasidapat dilakukan mulai 6 Maret 2026 melalui Aplikasi eRinjani
Selain platform Android kini Aplikasi eRinjani juga sudah tersedia di platform iOS.
Sebelumnya pada 1 Januari hingga 31 Maret 2026 destinasi wisatapendakian Rinjani ditutup, demi keselamatan dan kelestarian.
Pada masa itu musim hujan membawa risiko tinggi yang membuat jalur licin, kabut tebal, hingga aliran air yang menutup lintasan. Risiko hipotermiadan kecelakaan meningkat signifikan. Keselamatan adalah prioritas utama.
Tidak hanya itu, masa penutupan memberi ruang bagi tanah dan vegetasi untuk pulih, satwa kembali tenang, serta tekanan aktivitas manusia berkurang.
Penutupan dimanfaatkan untuk perbaikan jalur, pemeliharaan fasilitas, dan evaluasi pengelolaan pendakian agar saat dibuka kembali, Rinjani lebih aman dan lebih siap menyambut musim pendakian dibuka kembali dan
Revalidasi Geopark Rinjani Lombok Tahun 2025
Tantangan utama dalam proses revalidasi tahun 2025, yakni membuktikan bahwa rekomendasi oleh tim penilai UNESCO pada 2022 telah ditindaklanjuti
Catatan Agus K Saputra
LombokJournal.com ~ Sambil menunggu persiapan revalidasi Geopark Rinjani Lombok, kita mengenang Kota Paris yang menjadi catatan penting bagi Geopark Rinjani Lombok.
Hasil sidang Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada Kamis, 12 April 2018 menetapkan Geopark RinjaniLombok “secara resmi” terdaftar sebagai salah satu anggota Global Network.
Tentu saja ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Bayangkan, setelah menempuh perjalanan selama 6 tahun hal tersebut bisa terwujud. Selanjutnya, setiap 4 tahun dilakukan revalidasi oleh team asesor UNESCO.
Manager Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Antar Lembaga Geopark Rinjani Lombok Meliawati, sekaligus Ketua tim persiapan revalidasi Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark menyampaikan progres persiapan untuk menghadapi proses revalidasi status Rinjani sebagai Global Geopark, pada Rabu, 4 Juni 2025 lalu.
“Kami telah memenuhi seluruh permintaan dokumen pada 28 Februari 2025 lalu kepada UNESCO melalui Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO”, ungkap Meliawati sebagaimana tertulis di @inforinjani pada 14 Maret 2025. Meliawati menyampaikan hal itu ketika memberi laporan ke Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.
Manager Konservasi, Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim Fathul Rakhman mengungkapkan tantangan utama revalidasi adalah membuktikan bahwa rekomendasi yang diberikan oleh tim penilai UNESCO pada 2022 lalu telah ditindaklanjuti dengan baik.
“Pada 2022 sudah dilakukan validasi. Hasilnya green card. Nah tahun ini revalidasi kedua. Sehingga kita berkepentingan untuk mempertahankan status green card,” jelas Fathul yang ikut dalam pertemuan dengan Gubenur.
General Manager Geopark Rinjani Lombok Qwadru Putro Wicaksono membenarkan hal tersebut.
“Pada kesempatan tersebut, Gubernur dengan tegas menyampaikan dukungan terhadap pengembangan geopark, baik Rinjani Lombok maupun Tambora.
Ke depannya akan diambil langkah-langkah strategis untuk pengembangan geopark yang berkelanjutan baik dari sisi regulasi maupun manjemen geopark hingga geosite,” ujar Qwadru.
Pertengahan Juni 2025 ini, lanjut Qwadru, Tim Asesor yang ditunjuk oleh UNESCO akan melaksanakan tugasnya. Sebagai persiapan menghadapi revalidasi 2025, Badan Pengelola Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (BPRLUGGp) telah menyiapkan segala kebutuhannya.
“Salah satu yang penting adalah menyelesaikan rekomendasi yang diberikan pada saat penetapan ulang pada tahun 2022. Saat itu, dua orang asesor memberikan rekomendasi pada BPRLUGGp,” terang Qwadru.
Ada 5 rekomendasi yang harus dipenuhi sepanjang 2022-2024, yakni:
Rekomendasi pertama tentang visibilitas. Asesor meminta papan informasi yang ada disetiap site Geopark Rinjani menampilkan informasi yang lebih lengkap terkait keragaman geologi, keragaman budaya, dan keanekaragaman hayati.
Eekomendasi kedua peningkatan infrastruktur di kawasan Geopark Rinjani pasca gempa 2018. Pada tahun kunjungan asesor, mereka melihat beberapa infrastruktur yang masih dalam proses perbaikan.
Rekomendasi ketiga adalah program dukungan BPRLUGGp pada komunitas yang menjadi mitra di site, seperti Women Guide Senaru, pengembangan Beboka Sembalun Nina dan SMAN 1 Sembalun.
Rekomendasi keempat pengembangan infrastruktur dan manajemen wisatawan khusunya pengembangan Pusat Informasi Geopark Rinjani (PIGR) di Sembalun dan Gili Trawangan, Meno, Air.
Rekomendasi kelima adalah asesor meminta untuk mengeksplorasi manajemen wisatawan di Gili Tramena, khusunya Gili Trawangan.
Jalur Geowisata
Qwadru mengingatkan bahwa secara geologi, Geopark Rinjani Lombok memiliki 3 tahap pembentukan gunung api dengan proses geologi lain yang menyertai. Sehingga secara tematik jalur geowisata di geopark ini terbagi menjadi empat jalur.
Jalur-jalur geowisata tersebut adalah Jejak Gunung Api Purba di Pesisir Barat Pulau Lombok, Jejak Gunung Api Purba di Lembah Sembalun, Gunung Api Termuda Rinjani, dan Lanskap Budaya Rinjani.
Masing-masing jalur memiliki situs-situs utama yang akan menceritakan kisah geologi, alam dan budaya yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Menurut Meliawati, Geopark Global UNESCO (UNESCO Global Geopark/UGGp) adalah geografis tunggal dan terpadu dimana situs dan lanskap dengan signifikansigeologis internasional dikelola dengan konsep holistik untuk perlindungan, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.
“Geopark Rinjani tercatat memiliki tiga unsur utama yang terdiri dari 22 situs geological sites, 8 situs biological sites, dan 17 situs culture sites,” ucap Meliawati.
Ada pun rinciannya sebagai berikut:
Geological Sites:
Caldera of Samalas
Barujari Volcano
Rinjani Volcano
Segara Anak Lake
Aik Kalaq
Susu Cave
Payung Cave
Charcoal of Samalas Eruption
Sembalun Valley
Sebau Hot Springs
Volcanic Beach
Gili
Waterfall in Gangga
Waterfall in Kayangan
Waterfall in Bayan
Waterfall in Kerandangan and Senggigi
Waterfall in Aik Berik
Joben Waterfall
Jeruk Manis Waterfall
Semporonan Waterfall Timbanuh
Narmada Spring
Lemor Spring
Biological Sites
Rinjani Mount National Park
West Rinjani Forest Management Unit
East Rinjani Forest Management Unit
Lombok Botanical Garden
Tahura Nuraksa Sesaot
Suranadi Nature Park
Kerandangan Nature Park
Gili-gili National Water Conservation Area
Cultural Sites
Rinjani Mount National Park
West Rinjani Management Unit
Traditional Village of Karang Bayan
Suranadi Park
Narmada Park
Batulayar Cemetery
Batu Bolong Temple
Lokak Sesait Temple
Gumantar Ancient Mosque
Traditional Village of Segenter
Beleq Bayan Mosque
Traditional Village of Senaru
Segara Anak Lake
Sembalun Valley
Traditional Village of Sembalun
Kota Raja Mosque
Selaparang Cemetry
Persebaran dari situs geologi tersebut meliputi Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kota Mataram.
Pendekatan Bottom Up
Geopark Rinjani Lombok memberdayakan komunitas lokal dan memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan kemitraan kohesif dengan kesamaan tujuan untuk mempromosikan proses geologi signifikan, fitur-fitur, periode waktu dan tema-tema bersejarah yang terkait dengan geologi atau keindahan geologi yang luar biasa.
Geopark Global UNESCO (sebutan lain Geopark Rinjani Lombok) dibangun melalui pendekatan buttom up (bawah ke atas) yang melibatkan seluruh pihak yang relevan, pemangku kepentingan serta otoritas regional di dalam kawasan. Proses-proses ini memerlukan komitmen kuat dari komunitas lokal, kemitraan lokal yang kuat dengan dukungan masyarakat dan politik jangka panjang.
Dengan demikian, menurut Fathul Rakhman, pendekatan bawah ke atas adalah suatu metode yang efektif untuk meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan efektivitas dalam pengembangan Geopark Rinjani Lombok.
“Setidaknya product knowledge-nya lebih mengakar dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat. Dan ini sangat sejalan dengan tagline Gubernur NTB: makmur mendunia,” pungkas Qwadru.
Penutup
Pemerintah memiliki peran penting dalam pengelolaan Geopark Rinjani Lombok. Apa saja? Berikut antara lain penjabarannya:
Pertama, pembiayaan dan infrastruktur.
Pemerintah mengalokasikan dana signifikan untuk pembiayaan dan pemeliharaan infrastruktur. Termasuk di sini adalah masterplan pembangunan sarana dan prasarana tambahan.
Kedua, perencanaan dan pengawasan. Perencanaan yang matang memastikan pengelolaan geopark menjadi terarah. Sementara pengawasan sangat penting untuk menjamin keseimbangan dan keberlanjutan pengelolaan geopark.
Ketiga, koordinasi dan fasilitasi.
Pemerintah memfasilitasi kerjasama dangan perguruan tinggi untuk pengelolaan dan konservasi geosite, flora dan fauna. Koordinasi antara aparatur pemerintah dan pihak swasta penting untuk pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Keempat, promosi dan pengaturan.
Pemerintah berperan dalam promosi geopark di dalam maupun luar negeri serta mengatur kegiatan pariwisata yang ramah lingkungan. Mengatur penerapan prinsip pariwisata yang berkelanjutan dan mempunyai daya saing di sektor pariwisata.
Kelima, melibatkan masyarakat.
Pemerintah mendorong masyarakat dalam pengelolaan geopark termasuk penguatan peran mereka dalam pengelolaan geosite. Pengelolaan geopark oleh masyarakat setempat dengan tetap menjaga konservasi lingkungan menjadi contoh pengelolaan yang berkelanjutan.
#Akuair-Ampenan, 05-06-2025
Festival Begawe Rinjani, Wagub Berharap Disiapkan Pendakian Kelas Dunia
Saat menghadiri Festival Begawe Rinjani, Wagub Sitti Rohmi berharap disiapkan sistem pendakian yang berkelas dunia
SEMBALUN.lombokjournal.com ~ Seluruh elemen masyarakat diminta bertanggung jawab atas kebersihan dan keasrian Rinjani, bersama menjaga bersama Pemerintah Daerah, termasuk semua stakeholder terkait.
Sehingga ke depan kehadiran Rinjani sebagai wisata dunia betul-betul menjadi contoh di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah saat membuka Festival Begawe Rinjani bertajuk “Recover Together Recover Stronger” sekaligus dirangkaikan dengan pembukaan kembali jalur wisata pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bertempat di Senaru Lombok Utara, Kamis (10/03/22).
Menurutnya, Rinjani merupakan aset dan peluang untuk kesejahteraan masyarakat NTB.
Wagub Sitti Rohmi didampingi Wabup Lombok Utara, Danny Karter dan Kepala Balai TNGR Dedy Asriady
“Apa yang diperjuangkan hari ini dan berkumpul bersama untuk bagaimana Festival Rinjani ini sebagai tanda mulai dibukanya pendakian Gunung Rinjani menjadi kesempatan terbuka bagi kita semua,” jelas Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.
Ia berharap agar disiapkan sistem pendakian yang berkelas dunia dari sisi protokol kesehatan, keamanan, sampahnya harus kualitasnya lebih baik.
“Selamat untuk semua, mudah-mudahan Gunung Rinjani semakin lestari,” kata Umi Rohmi.
Untuk diketahui, pemesanan online dimulai tanggal 12 Maret 2022 dan untuk pengunjung diperbolehkan melakukan pendakian mulai tanggal 16 Maret 2022.
Sementara itu, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady mengatakan gelaran ini adalah tahun ketiga Balai TNGR menyelenggarakan kegiatan yang menandai dimulainya pembukaan pendakian Gunung Rinjani.
Keindahan dan potensinya menjadikan sebagai status Unesco Global Geopark Rinjani Lombok. Dengan keanekaragaman hayatinya mendapatkan status sebagai cagar biosfer. Selain itu juga menjadi pariwisata super prioritas, dan kawasan ini masuk dalam strategi pariwisata Nasional.
“Patut berbangga dengan semua itu dengan cara melestarikannya,” ujarnya.
Dikatakan Dedy, ke depan ia masih bermimpi satu-satunya destinasi wisata pendakian di Indonesia akan memastikan pendakian standar berkelas di dunia, pertama hadir di Rinjani.
Dalam festival itu, sejumlah pertunjukan ditampilkan diantaranya wayang botol dari tim sekolah pedalangan Wayang Sasak, atraksi kesenian Suling Dewa, Tari Bayan dan Cilinaya Jiwa Sraya yang dikaitkan dengan dibukanya pendakian Gunung Rinjani. ***
Festival Geopark 2021 Teguhkan Komitmen Lestarikan Alam
Rinjani dengan potensi mata airnya adalah sumber kehidupan, maka Festival Geopark ini diharapkan meneguhkan komitmen bersama untuk memelihara kelestariannya.
MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka acara hybrid Geotourism Festival and Internasional Confrence 2021 yang digelar Geopark Rinjani, Kamis (5/8).
Sitti Rohmi berharap event ini dapat memperkuat kerjasama antar penggiat geowisata dan geopark di Indonesia maupun yang tersebar di Asia Pasisifik. Selain itu, Festival Geopark 2021 yang didukung oleh Asia Pacific Geoparks Network, ini, diharapkan dapat makin meneguhkan komitmen bersama untuk mencintai dan memelihara alam.
“Besar harapan kami event ini akan makin memperkuat kerja sama, makin meneguhkan komitmen kita bersama untuk mencintai dan memelihara alam ini,” ujarnya.
Sitti Rohmi menjelaskan bahwa event ini merupakan acara lanjutan dari International Geotourism Seminar 2018 dan Geotourism Festival 2020. Diikuti setidaknya 500 peserta baik offline maupun online dari 9 negara penggiat geowisata dan geopark di Asia Pasifik.
Maka dari itu, dirinya berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti konferensi dengan baik, sehingga ilmu yang didapat bisa digunakan dengan sebaik-baiknya demi pembangunan yang berkelanjutan di NTB.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berharap banyak pada Provinsi NTB, khususnya Lombok yang memiliki Geopark Rinjani, untuk terus dapat mempertahankan keseimbangan antara pembangunan, adat budaya, serta ekosistem alamnya.
“Bencana beruntun dari Gempa hingga Pandemi yang tengah terjadi semoga dapat menjadikan Lombok lebih kuat lagi. Dan tetap bisa menjaga kelestarian adat budaya, ekosistem alamnya, berdampingan dengan pembangunan yang terus dilakukan,” jelasnya.
Festival ini terdiri dari 3 sub acara yakni konferensi Internasional dengan Keynote Speakers (Internasional Speakers) dan kelas paralel selama 2 hari (5 – 6 Agustus 2021) Festival Geowisata (Geoproduct Fair). Akan ada beberapa kegiatan yaitu geoproduct fair, sharing session (talk show) dari praktisi geopark dan geowisata, pentas seni & budaya, serta Field trip ke Rinjani-Lombok UGGp.
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengapresiasi berbagai langkah dan upaya nyata Telkom Witel NTB dalam mendukung NTB Gemilang.
Setelah sebelumnya bersama masyarakat dan pemuda membuat lubang-lubang biopori, membersihkan sungai Jangkuk Mataram, serta ikut peduli menyalurkan berbagai kebutuhan dan bantuan untuk korban banjir di Bima, kini Telkom Witel NTB sukses mengangkut puluhan kilogram sampah dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan program “Clean Up”nya.
Gubernur NTB melalui Kepala Dinas Kominfotik, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos, M. Si menyampaikan apresiasi atas berbagai ikhtiar Telkom Witel NTB yang terus membantu pemerintah mensukseskan berbagai program unggulan dan strategis NTB Gemilang.
“Mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Telkom NTB yang konsisten mendukung berbagai program unggulan dan strategis Provinsi NTB. ” ungkap Dr. Najam saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/5).
Kadis Kominfotik mengaku sangat bangga dengan berbagai kegiatan positif yang dilakukan Telkom Witel NTB.
“Kami sangat senang mendengar berbagai stakeholder (Witel NTB) ikut berperan mensukseskan berbagai Misi NTB Gemilang, termasuk terakhir ikut menjaga NTB yang Asri dan Lestari” ujar Bang Najam, sapaan akrabnya.
“InsyaAllah, dengan sinergi yang positif seperti ini berbagai kendala bisa kita hadapi bersama. Ikhtiar untuk NTB yang semakin Gemilang” tutup Najam.
Sebelumnya, pada Ahad (16/5) jajaran Witel NTB sukses mengangkut puluhan kilo sampah dengan menggelar “Clean Up” di jalur-jalur pendakian dan area-area strategis Rinjani. Sampah-sampah yang mulai mengotori area dan jalur pendakian diangkut hingga Rinjani kembali bersih dan asri.
Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan pendakian juga tetap diwajibkan untuk mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan oleh TNGR, mulai dari melakukan pendaftaran online, melakukan pengecekan kesehatan, melakuan check in sekaligus pengecekan barang bawaan, hingga ditutup dengan melakukan check out.
PT. Telkom Indonesia melalui Telkom Witel NTB konsisten mendukung berbagai program unggulan dan strategis Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota di NTB.
Sebelumnya, berbagai kegiatan digelar, mulai dari pembuatan biopori bersama masyarakat, “Clean Up” atau bersih-bersih di sungai Jangkuk Mataram bersama pemuda, hingga menyalurkan berbagai kebutuhan dan bantuan untuk korban banjir di Bima.
Kali ini, Witel NTB sukses “menyelamatkan” Gunung Rinjani dari puluhan kilo sampah dengan menggelar Clean Up di jalur-jalur pendakian dan area-area strategis Rinjani.
Sampah-sampah yang mulai mengotori area dan jalur pendakian diangkut hingga Rinjani kembali bersih dan asri.
Tim “Clean Up” Telkom NTB saat memberihkan dan mengumpulkan sampah di Gunung Rinjani
General Manager (GM) Telkom Witel NTB, Syaiful Rohman berharap dengan ikut andilnya BUMN bisa berkontribusi membangun kepedulian bersama dan sinergitas antara pemerintah, komunitas dan masyarakat untuk mendukung Pemerintah Provinsi NTB yang terus menggalakkan program unggulan “Zero Waste” dengan menjaga kebersihan lingkungan guna mewujudkan NTB Asri dan Lestari.
“Puluhan kilogram sampah mulai dari sampah kertas hingga sampah plastik dari para pendaki yang tertinggal di sana, berhasil dikumpulkan dan dibawa turun kembali agar tidak mencemari lingkungan Gunung Rinjani” jelas Mas Ipung, sapaan akrabnya saat ditemui usai pendakian, Minggu (16/5).
Mas Ipung dan seluruh anggotanya tidak hanya sekedar menuju puncak Gunung Rinjani, melainkan juga membawa misi untuk melakukan clean up di sekitar area camp, yaitu Plawangan.
“Sampah-sampah tersebut selanjutnya dibawa menuju kantor Taman Nasional Gunung Rinjani” ucapnya penuh semangat.
Dijelaskan Ipung, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk dari Employee Volunteer Program dan sinergi nyata serta ikhtiar yang dilakukan Telkom untuk masyarakat NTB.
“Pesona yang dimiliki oleh Gunung Rinjani nyaris sempurna sehingga tidak diragukan lagi jika Rinjani menjadi daya tarik yang mampu memikat minat para wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk mendakinya. Ayo kita terus jaga alam NTB” tutup Ipung.
Peserta yang mengikuti kegiatan pendakian diwajibkan untuk mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan oleh Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), mulai dari melakukan pendaftaran online, pengecekan kesehatan, check in sekaligus pengecekan barang bawaan hingga diakhiri dengan melakukan check out.
Seluruh peserta juga tetap menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan selama kegiatan ini.