Tiket ke Rinjani Bisa Dipesan, Pendakian Dibuka 1 April

Kalau sudah memesan tiket pendakian, persiapkan pendakian dengan baik, serta tetap menjaga kelestarian alam Rinjani

MATARAM.LombokJournal.com ~ Aktivitas pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan kembali dibuka mulai 1 April 2026, tiket sudah bisa dipesan. 

Kini pemesanan tiket pendakian melalui aplikasi dapat dilakukan mulai 6 Maret 2026 melalui Aplikasi eRinjani

Selain platform Android kini Aplikasi eRinjani juga sudah tersedia di platform iOS.

BACA JUGA : Dihantam Gelombang, Kapal Nelayan Terbalik di Lotim

Pastikan update aplikasi eRinjaninya dan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi, tidak perlu buru-buru pesan pastikan tanggalnya. 

Apabila kuota full masih bisa di tanggal yang lain. 

“Rinjani tidak ke mana-mana dan akan menantikan kehadiran para pendaki semua,” ujar Kepala BTNGR, Budhy Kurniawan.

Kalau sudah memesan tiket pendakian, persiapkan pendakian dengan baik, serta tetap menjaga kelestarian alam Rinjani.

BACA JUGA : Prediksi BMKG, Musim Kemarau Datang Lebih Awal

Sebelumnya pada 1 Januari hingga 31 Maret 2026 destinasi wisata pendakian Rinjani ditutup, demi keselamatan dan kelestarian.

Pada masa itu musim hujan membawa risiko tinggi yang membuat jalur licin, kabut tebal, hingga aliran air yang menutup lintasan. Risiko hipotermia dan kecelakaan meningkat signifikan. Keselamatan adalah prioritas utama.

Tidak hanya itu, masa penutupan memberi ruang bagi tanah dan vegetasi untuk pulih, satwa kembali tenang, serta tekanan aktivitas manusia berkurang.

BACA JUGA : Angin Puting Beliung Rusak Atap Rumah di Sekotong

Penutupan dimanfaatkan untuk perbaikan jalur, pemeliharaan fasilitas, dan evaluasi pengelolaan pendakian agar saat dibuka kembali, Rinjani lebih aman dan lebih siap menyambut musim pendakian dibuka kembali dan

 




Rinjani Saatnya Diberi Kesempatan Bernapas 

Musim hujan membawa risiko tinggi untuk pendakian Gunung Rinjani

MATARAM,LombokJournal.com – Pada saatnya alam juga butuh waktu beristirahat. Masa penutupan Gunung Rinjani memberi ruang bagi tanah dan vegetasi untuk pulih, satwa kembali tenang, serta tekanan aktivitas manusia berkurang. 

Ini saatnya kesadaran memberi ruang bagi alam, kembali seimbang, bagi jalur untuk pulih, dan bagi ekosistem untuk tumbuh tanpa gangguan.

BACA JUGA : Pencegahan Perkawinan Anak di NTB

Ketika langkah-langkah pendaki berhenti sejenak, itulah saatnya Rinjani memasuki masanya untuk bernapas dan memulihkan diri.

Penutupan pendakian Gunung Rinjani seperti yang dikutip dari Instagram Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bukanlah larangan, melainkan bentuk perlindungan untuk pendaki, untuk alam, dan untuk masa depan Rinjani itu sendiri. 

Musim hujan membawa risiko tinggi untuk pendakian Gunung Rinjani. Curah hujan tinggi membuat jalur licin, kabut tebal, hingga aliran air yang menutup lintasan.

Curah hujan tinggi membuat jalur licin, kabut tebal, hingga aliran air yang menutup lintasan. 

Risiko hipotermia dan kecelakaan meningkat signifikan. Keselamatan adalah prioritas utama.

BACA JUGA: Desa Berdaya, NTB Tangani 106 Desa Prioritas

Selama periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026 seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sementara. 

Penutupan pendakian Rnjano ini mencakup jalur Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik. 

Penutupan pendakian Rinjani dimanfaatkan untuk perbaikan jalur, pemeliharaan fasilitas, dan evaluasi pengelolaan pendakian. Agar saat dibuka kembali, Rinjani lebih aman dan lebih siap menyambut musim pendakian dibuka kembali.

Rinjani akan selalu di sini, megah dan menanti.

BACA JUGA :  Sekretaris Derah NTB ke XIV, Siapa?

Hingga waktunya tiba, mari kita jaga dari kejauhan dengan doa, kepedulian, dan rasa hormat.

Beristirahat hari ini, demi keindahan yang lestari esok hari.(*)