Maestro Tari NTB, Mengangkat Tradisi Mampu Mendunia

Birokrat yang juga Maestro Tari ini menekankan pentingnya menghidupkan kreativitas, semangat menghasilkan karya=karya kreatif tak boleh padam

MATARAM.LombokJournal.com ~Lalu Suryadi Mulawarman, SSn. MM merupakan satu-satu seniman yang diakui sebagai Maestro tari dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Karya tarinya selain mengisi seremoni berbagai event nasional hingga internasional, hingga acara muhibah ke berbagai negara.

BACA JUGA : Puisi ke Nada, Perjalanan Karya dalam Ampenan Groove

Lalu Suryadi Mulawarman

Ratusan karya tari sudah dihasilkan dan dipresentasikan dengan SAK SAK DANCE, kelompok tari yang didirikan dan dipimpinnya sejak tahun 2001. 

“Baru 24 karya tari yang mempunyai sertifikat hak cipta,” tutur sang Maestro, saat dijumpai di ruang kerjanya, Jum.at (27/03/26) siang.

Karya-karyanya mulai yang ditarikan kelompok anak-anak dalam lomba seni pelajar tingkat nasional, hingga pra penari yang diminta mengisi seremoni berbagai event tingkat nasional hingga internasional.  

Baginya, pengakuan pemerintah yang menetapkannya sebagai Maestro bukan membuatnya menjadi tinggi hati. Justru menurut koreografer yang selalu hangat itu, ia menerima tanggung jawab besar untuk mendorong para seniman daerahnya agar terus berkarya dengan mengangkat khasanah tradisi NTB. 

Dengan rendah hati ia mengakui, di NTB baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, selain kaya dengan khasanah seni tradisi. Selain itu, juga terdapat seniman-seniman pencipta seni tradisi yang layak mendapat apresiasi tinggi. 

Para seniman sepuh itu memiliki dedikasi. Dan merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menyebarkan karyanya menjadi warisan generasi penerus di daerahnya. 

BACA JUGA : Literasi Global, Ranadhan Menguatkan Kolaborasi Internasional

Contohnya, di seni tari ada Amaq Raya, di seni pedalangan ada dalang kondang Lalu Nasib, atau di seni teater tradisi Cupak Gurantang ada Amaq Yusuf, ketiganya sudah almarhum.

“Mereka itu semua merupakan maestro seni tradisi. Tapi untuk diakui pemerintah sebagai Maestro, mereka harus mempunyai portofolio karya-karyanya…,” tutur Surya

Mengikuti jejak para perintis pencipta seni tradisi di daerahnya, Surya menekankan pentingnya menghidupkan kreativitas. Semangat untuk menghasilkan karya=karya kreatif tak boleh padam. 

Kreativitas merupakan api yang harus terus dihidupkan. Ini salah satu cara mengangkat khasanah seni tradisi NTB ke jenjang lebih tinggi dan luas. 

Seni yang tumbuh dan hidup di lokal, harus diangkat agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan ke tingkat internasional (dunia).

“Kreativitas kita harus mengangkat khasanah lokal (tradisi) bisa mendunia,” tegas Surya.

Memilih Dunia Kreatif

Sejak muda, Lalu Suryadi Mulawarman, telah menekuni dunia tari. Semula ia belajar dari guru tari kondang di Lombok, yaitu H. Hamid. Dari guru tari yang piawai mengulik tari lokal itu, ia mulai banyak mengenal tari yang digali dari khasanah tari tradisi.

Namun minatnya yang besar di dunia tari, membuatnya terdorong belajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Jakarta.

Selesai belajar di IKJ tahun 2001, Surya memutuskan untuk kembali ke daerah di Lombok. Mendarmabaktikan ilmunya untuk kemajuan seni tradisi  Sejak tahun 2001 ia mendirikan SAK SAK DANCE, tempat ia merekrut anak-anak muda berbakat, melatihnya, untuk menghasilkan karya seni tari yang berangkat dari khasanah seni tradisi.

“Setidaknya, terhitung setelah saya selesai di IKJ tahun 2001, berarti sudah 25 tahun saya intens mencipta di dunia kreatif,” tutur Surya.

BACA JUGA : Toleransi Dipekuat Perayaan Idhul Fitri – Nyepi 2026

Sejak itu pula ia mengajak anak asuhnya menggelar tarian di berbagai event. Tiap event penting, baik tingkat nasional maupun internasional yang berlangsung di NTB, selalu menampilkan kelompok tari SAK SAK DANCE. Harus diakui hanya kelompok tari ini yang siap untuk tampil di ajang event besar. 

Dalam perayaan Hari Kemerdekaan tahun 2025, SAK SAK DANCE yang mewakili NTB untuk menampilkan tarian di Istana Kepresidenan. 

Surya selama kuliah IKJ sUdah 3 kali tampil di Istana Kepresidenan. Meski bukan tampil yang pertama di Istana, tapi kebanggan tersendiri membawa rombongan tim kesenian NTB tampil di Istana.. 

Tim kesenian darr masing-masing  Provinsi yang akan tampil di Istana Negara melalui kurasi yang ketat darr TIM Kepresidenan Sekretariat Negara. Mulai dari materi karya yang ditampilkan, kostum dan properti, semua harus sepengetahuan dan persetujuan dari Tim Kurator

“Penunjukan NTB juga Karena kesuksesan saat Opening Ceremony  dalam pelaksanaan FORNAS VIII 2025 yang melibatkan 500 talent, inilah salah satu tonggak kami diundang,” cerita Surya

Kreativitas tari yang ditampilkan itu juga mengambil khasanah seni tradisi Sasak (Lombok). 

Lalu Suryadi Mulawarman saat ini menjadi Kepala Taman Budaya NTB, dan maestro ini merupakan satu-satunya Kepala Taman Budaya yang berangkat sebagai pelaku seni.

Sehingga ia dalam tugasnya ia sangat dekat dengan seniman. Ia sangat memahami apa yang harus dilakukan, sesuai aspirasi seniman.

“Wilayah kerja Taman Budaya itu laboratorium seni, yaitu meningkatkan kualitas seni,” ujar Surya.

Karena itu ia sangat menikmati memimpin lembaga pemerintah yang bertugas meningkatkan kualitas karya seniman. 

“Saya tidak berambisi menduduki jabatan-jabatan yang membuat tenggelam dalam tugas-tugas, tapi menjauhkan saya dari dunia kreativitas seni. Sebab pilihan hidup saya di dunia kreatif,” tegas Surya. lbj




Lulusan Kejuruan di Madrasah Diharapkan Mampu Mendunia

Gubernur NTB mengatakan, Madrasah Kejuruan kesuksesaannya diukur dari seberapa banyak lulusan kejuruan tersebut terserap di dunia kerja.

LOTIM.Lombokjournal.com ~ Lulusan sekolah/Madrasah kejuruan di NTB diharapkan mampu bersaing mengisi pos pos terampil dunia kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti di Jepang.

Harapan pada lulusan kejuruan di madrasah itu disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal pada acara peletakan batu pertama Madrasah Aliyah Kejuruan Al Rahman NW Aikmel, Rabu (2/4/20/25).

BACA JUGA : Ekspedisi Mistis akan Dihidupkan Lagi oleh Mi6

Dikatakan Gubernur NTB, Korea memberi peluang dan kesempatan pada lulusan kejuruan

Dikatakan, Korea  memberi peluang dan kesempatan pada lulusan kejuruan masih besar, karena menurutnya kedua negara tersebut saat ini mengalami minim talenta muda yang produktif.

“Masyarakat disana lebih banyak berusia lanjut hampir 70 persen dibandingkan usia produktif yang hanya 30 persen. Ini adalah ruang yang harus diisi oleh negara berkembang dengan lulusan terampil kita,” jelas gubernur. 

Selanjutnya Gubernur NTB yang juga mantan Duta besar Indonesia untuk Turki itu mengungkapkan kebanggannya bahwa Pondok Pesantren Yayasan maupun lembaga islam lainnya mulai berpikir inovatif dengan menkonversi Madrasah Aliyah menjadi Madrasah Aliyah Kejuruan. 

Lebih lanjut Gubernur Miq Iqbal menguraikan, beberapa masalah kesempatan bekerja di masyarakat disebabkan karena kurangnya keahlian. 

Diungkapkan, hadirnya lulusan kejuruan di Madrasah akan lebih mudah terserap dunia usaha. Karena lulusan terampil memiliki nilai tambah dan langkah tersebut secara langsung ikut andil membantu pemerintah menyiapkan talenta terampil yang siap kerja.

Bedanya, tolak ukur keberhasilan Madrasah Aliyah terletak berapa banyak lulusan yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan, sedangkan MA Kejuruan kesuksesaannya di ukur dari seberapa banyak lulusan yang terserap di dunia kerja.

Gubernur Miq Iqbal pada kesempatan tersebut mengungkapkan, saat ini dirinya lebih fokus menata birokrasi guna melahirkan pemerintahan yang baik. Serta membangun visi bersama, karena baginya jika birokrasi sebagai roda pemerintahan baik, sektor pembangunan yang lain akan juga ikut membaik.

BACA JUGA : Keseimbangan Pasar, Ada Harga yang Disepakati

Harapannya akan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dan selanjutnya NTB akan menjadi provinsi yang lebih baik. Baik dalam kehidupan ekonomi, kesejahteraan, dan mentalitas pembangunannya serta mentalitas dalam politik.

“Saya tidak ragu bahwa di  Pemerintah Provinsi NTB banyak orang pintar, namun kita tidak hanya butuh orang pintar tetapi juga memiliki prilaku akhlak dan komitmen yang baik untuk kerakyatan.” tegasnya.

Sebelumnya Ketua Yayasan Al Rahman Darul Huffaz H. Ahmad Mansyur Sajali. QH. S.Pdi menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Gubernur serta tamu undangan.

“Terima kasih atas kedatangan segenap tamu undangan di pondok pesantren kami. Suatu kehormatan dan kecintaan intuk kami,” ungkapnya.

BACA JUGA : Pawai Ogoh Ogoh Rangkaian Perayaan Nyepi 2025

Hadir dalam acara tersebut forum komunikasi pimpinan daerah lingkup Lombok Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Civitas akademika pondok pesantren. R. Buang/her