Program Mudik Gratis ini sebagian besar diikuti oleh mahasiswa asal Pulau Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Lombok
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis bagi masyarakat yang hendak pulang ke Pulau Sumbawa menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Tahun ini, sebanyak 400 peserta diberangkatkan dari Pulau Lombok menuju berbagai daerah di Pulau Sumbawa, mulai dari Kabupaten Sumbawa Barat hingga Kota Bima.
Program mudik gratis ini digagas sebagai bentuk pelayanan pemerintah dalam memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan terjangkau.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan,jumlah peserta mudik gratis tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menjadi bukti komitmenpemerintah daerah dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan warga Pulau Sumbawa yang berada di Pulau Lombok.
Tahun lalu Pemprov NTB bisa memberangkatkan 200 orang.
“Tahun ini alhamdulillah kita bisa membe rangkatkan 400 orang untuk mudik gratis, mulai dari ujung barat Pulau Sumbawa sampai ujung timur Pulau Sumbawa, dari Kabupaten Sumbawa Barat sampai Bima,” ujar Gubernur Iqbal, saat melepas pemudik di depan Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (14/03/26) Maret 2026.
Gubernur juga memastikan, kondisi jalur utama Trans Pulau Sumbawa dalam keadaan baik dan siap dilalui para pemudik.
Sejumlah titik jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan telah diperbaiki oleh tim dari Dinas PUPR dan Balai Jalan sehingga tidak akan mengganggu kelancaran perjalanan.
“Tadi pagi saya baru saja tiba dari Pulau Sumbawa setelah Safari Ramadhan dan minggu lalu juga saya melintasi jalur utama dari Sumbawa Barat sampai Sape. Alhamdulillah kondisi jalur utama InsyaAllah sangat baik. Beberapa titik yang mengalami kerusakan sudah dipersiapkan dan diperbaiki oleh teman-teman dari PUPR dan Bale Jalan sehingga InsyaAllah perjalanan Trans Pulau Sumbawa akan berjalan lancar,” jelasnya.
Selain memastikan kesiapan infrastruktur, Pemprov NTB juga memberikan perlindungan tambahan bagi seluruh peserta mudik gratis melalui fasilitas asuransi perjalanan.
Para peserta juga mendapatkan layanan konsumsi untuk berbuka puasa selama perjalanan agar tetap nyaman hingga tiba di daerah tujuan masing-masing.
Program Mudik Gratis ini sebagian besar diikuti oleh mahasiswa asal Pulau Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Lombok.
Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pelayanan agar lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
“Semua yang ikut dalam bus mendapatkan asuransi, jadi tidak hanya terberkahi perjalanannya tetapi juga terlindungi. Kami berharap ke depan jumlah bus yang disediakan bisa lebih banyak sehingga bukan hanya mahasiswa, tetapi masyarakat umum juga bisa memanfaatkan program mudik gratis ini,” tutup Gubernur Iqbal. nov/her
Mudik Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan
Program mudik gratis ini, para mahasiswa dan pelajar yang berada di wilayah Pulau Lombok dapat memanfaatkan fasilitas transportasi gratis
MATARAM.LombokJournal.com ~Bagi yang ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Program Mudik Gratisbagi pelajar dan mahasiswa.
Program mudik gratis ini merupakan bentuk komitmen Pemprov NTB dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan terjangkau.
Hal ini sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas serta meminimalisir risikoperjalanan khususnya bagi mahasiswa dan pelajar yang melakukan perjalanan mudik.
Melalui program mudik gratis ini, para mahasiswa dan pelajar yang berada di wilayah Pulau Lombok dapat memanfaatkan fasilitas transportasi gratis menuju beberapa daerah tujuan di Pulau Sumbawa.
Dilansir Instagram Dinas Perhubungan NTB, rute mudik gratis: Mataram – Kabupaten Sumbawa, Mataram – Kabupaten Sumbawa Barat, Mataram – Kabupaten Dompu, Mataram – Kabupaten Bima, dan Mataram – Kota Bima.
Tanggal keberangkatan, Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 09.00 WITA dengan titik keberangkatan di Kantor Dinas Perhubungan NTB
Sedangkan periode pendaftaran dibuka pada tanggal 9 – 11 Maret 2026 pukul 08.00 – 15.00 WITA atau sampai kuota terpenuhi.
Registrasiulang akan dilakukan pada tanggal 13 Maret 2026 pukul 08.00 – 15.00 WITA.
Untuk meminimalisir adanya pergantian penumpang pada saat hari keberangkatan, maka akan dilakukan pengecekan KTP dan tiket sebelum keberangkatan
Program mudik gratis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi bagi mahasiswa dan pelajar, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan penyelenggaraan Angkutan Lebaran yang tertib dan berkeselamatan di Nusa Tenggara Barat. dan
Inovasi Mahasiswa, Bikin Mesin Pengiris Tempe Tenaga Surya
Inovasi teknologi itu memungkinkan pengaturan ketebalan irisan tempe secara presisi dan konsisten sesuai kebutuhan produksi
Inovasi mereka mencoba menciptakan mesin pengiris tempemenggunakan tenaga listrik dari surya. Ide ini dilontarkan setelah menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan/magang di BRIDA NTB pada Senin (02/03/26).
Melalui program magang tersebut, para mahasiswa berkesempatan untuk menyampaikan ide-ide inovatifnya dengan berbagai media. Salah satu inovasi unggulan yang dihasilkan adalah rancangan mesin pengiris tempe otomatis berbasis panel surya dan sistem kontrol otomatis.
Inovasi ini dirancang sebagai bentuk dukungan terhadap program MBG yang setiap harinya membutuhkan penyediaan sekitar 3.000 porsi.
Mesin pengiris tempe ini memanfaatkan panel surya sebagai alternatifuntuk menggerakkan motor listrik, sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Dari sisi kapasitas produksi, mesin ini mampu mengiris tempe hingga 216 kilogram per jam, menjadikannya solusiefektif untuk skala produksi besar.
Secara teknis, mesin ini dirancang dengan sistem otomatisasi berbasis arduino, mikrokontroler, dan sensor ultrasonik.
Inovasi teknologi itu memungkinkan pengaturan ketebalan irisan tempe secara presisi dan konsistensesuai kebutuhan produksi.
Koordinator Pokja Inovasi, Hilirisasi dan Kemitraan, Lale Ira Amrita Sari menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatifserta mendukung penguatan ekosistem inovasi daerah.dan
Performance dan Showcase Universitas Bumigora di Taman Budaya
Performance dan Showcase menjadi wadah belajar di luar kelas, dan mahasiswa terlibat penuh, mulai dari konsep, produksi, hingga penyajian karya
MATARAM.LombokJournal.com ~ Fakultas Seni dan Desain Universitas Bumigora menggelar kegiatan Performance dan Showcase di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (12/8/2025).
Acara ini menampilkan karya mahasiswa dari Program Studi Seni Pertunjukan dan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam bentuk musik, teater, dan pameran visual.
Menurut penyelenggara, kegiatan Performance dan Showcase bertujuan mendorong mahasiswa berinteraksi langsung dengan dunia industri kreatif.
Yoi Akustik
Selain itu, memperluas akses seni pertunjukan ke masyarakat, serta memberikan kontribusi pada pembangunan daerah melalui sektor budaya.
“Performance dan Showcase ini menjadi wadah belajar di luar kelas. Mahasiswa terlibat penuh, mulai dari konsep, produksi, hingga penyajian karya,” ujar Baiq Larre Ginggit Sekar Wangi yang akrab disapa Ginggit, dosen Seni Pertunjukan sekaligus pimpinan produksi dalam acara tersebut.
Repertoar Musik dan Teater
Pertunjukan musik oleh grup Yoiakustik, yang membawakan tiga lagu balada hadir sebagai pembuka acara. Grup ini terdiri dari Wing Sentot Irawan, yang akrab disapa Mr. Yoi (vokal dan gitar), Gde Agus (cajon), dan Arif (biola).
Aransemen musik mereka sederhana namun fokus pada kekuatan vokal dan nuansa akustik.
Segmen kedua adalah pementasan teater berjudul Panggung Pinangan Kocar-Kacir.
Drama ini disutradarai oleh Lalu Guruh Virgiawan dan dimainkan oleh mahasiswa Program Studi Seni Pertunjukan. Empat pemeran utama adalah Andi sebagai Pak Rukmana, Vani sebagai Ratna, Daffa sebagai Agus Tubagus, dan Ferro sebagai Kang Mus.
Produksi teater ini dikerjakan sepenuhnya oleh tim mahasiswa, termasuk tata cahaya oleh Opik, tata suara oleh Ari, Rapi, dan Galih, tata rias oleh Jenny, penataan panggung oleh Wayan Dibiagi, serta tata busana oleh Ginggit. Lakon menampilkan cerita Pinangan yang berjalan tidak sesuai rencana, memadukan unsur drama dan komedi ringan.
Showcase arsip karya mahasiswa DKV. Pameran ini dikoordinasikan oleh Sasih Gunalan dan Banyu Lazuardi, menampilkan beragam karya visual seperti poster, desain grafis, dan dokumentasi kegiatan prodi ditampilakan di Loby utama Gedung teater tertutup Taman Budaya. Tujuannya adalah mempresentasikan perjalanan kreatif mahasiswa sekaligus membangun portofolio yang dapat diakses publik.
Kolaborasi Lintas Disiplin
Pimpinan produksi dalam keterangannya, menekankan bahwa acara ini adalah bentuk nyata kolaborasi lintas disiplin.
“Kolaborasi antara Seni Pertunjukan dan Desain Komunikasi Visual memperkaya pengalaman mahasiswa. Mereka tidak hanya berkarya sesuai bidang masing-masing, tetapi juga memahami proses kerja kreatif secara menyeluruh,” ujarnya.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk menyiapkan lulusan yang adaptif di industri kreatif, yang kerap menuntut keterampilan lintas bidang. Fakultas berharap acara serupa dapat menjadi agenda tahunan dan dikembangkan dalam skala lebih besar.
Universitas Bumigora, yang berlokasi di Kota Mataram, NTB, memiliki enam fakultas dengan total 15 program studi pada jenjang D3, S1, dan S2. Fakultas Seni dan Desain menaungi dua program studi: Seni Pertunjukan (S1) dan Desain Komunikasi Visual (S1).
Selain itu, universitas ini juga memiliki Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, serta Fakultas Ilmu Budaya. Masing-masing fakultas mengelola program studi sesuai bidangnya, mulai dari Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, Gizi, Farmasi, Manajemen, Akuntansi, hingga Sastra Inggris.
Dalam konteks kegiatan ini, Fakultas Seni dan Desain menerapkan pendekatan experiential learning—metode pembelajaran yang menekankan keterlibatan langsung mahasiswa dalam proses produksi karya.
“Mahasiswa dilatih untuk mengelola karya dari tahap perencanaan, eksekusi, hingga evaluasi. Ini bagian dari persiapan menghadapi tantangan industri kreatif,” kata salah satu dosen DKV yang terlibat.
Respons Peserta dan Penonton
Mahasiswa yang terlibat dalam acara ini menilai kegiatan tersebut sebagai pengalaman penting. Andy, mahasiswa Seni Pertunjukan yang memerankan tokoh Pak Rukmana. “Berbeda dengan latihan di kelas, tampil di hadapan penonton umum membuat kami belajar mengatur emosi, komunikasi, dan kerja tim di situasi nyata,” tuturnya.
Beberapa penonton yang hadir juga memberikan apresiasi. “Pertunjukannya menarik karena menampilkan karya dari berbagai disiplin. Harapannya, kegiatan seperti ini lebih sering digelar,” ujar salah satu pengunjung.
Pihak Taman Budaya NTB, sebagai tuan rumah acara, menyatakan dukungan terhadap kegiatan seni kampus yang membuka akses kepada publik.
“Kami siap memfasilitasi kegiatan mahasiswa karena ini bagian dari pengembangan ekosistem seni di daerah,” kata perwakilan pengelola gedung.
Kegiatan ini selaras dengan arah pengembangan ekonomi kreatif di NTB, yang dalam beberapa tahun terakhir mulai menjadi salah satu fokus pemerintah daerah. Seni pertunjukan dan desain grafis termasuk subsektor yang memiliki potensi besar di wilayah ini, terutama karena keberagaman budaya lokal dan peluang pemasaran digital.
Dengan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam produksi karya dan interaksi dengan publik, Universitas Bumigora berharap lulusan mereka tidak hanya siap bekerja di industri, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri di sektor kreatif.
“Banyak peluang di industri kreatif yang bisa diambil anak muda NTB. Kuncinya adalah kemampuan menghasilkan karya yang relevan, memiliki nilai jual, dan bisa dipasarkan secara luas,” ujar Ginggit.
Acara Performance dan Showcase ini mendapat sambutan positif dari pihak kampus, mahasiswa, dan masyarakat. Penyelenggara berencana untuk menjadikannya program tahunan, dengan format yang lebih beragam dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk komunitas seni di luar kampus.
Dengan dukungan fasilitas seperti Taman Budaya NTB, diharapkan karya mahasiswa dapat menjangkau audiens yang lebih luas, sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif di daerah.
“Ini bukan sekadar acara hiburan. Ini adalah ruang belajar, ruang uji coba, dan ruang pertemuan antara karya akademik dengan publik. Dari sini, mahasiswa bisa melihat langsung respons audiens terhadap karya mereka,” tutup Ginggit. opik
Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani Diminta Melek Politik
Rannya mengingatkan, mahasiswa baru mesti memiliki fondasi kokoh yang mendorong terealisasinya impian mereka kelak.
LOTIM.LomboikJournal.com ~ Rannya Agustyra Kristiono menjadi pemateridi acara Pengenalan Kahidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKM) Universitas Gunung Rinjani (UGR) tahun akademik 2024/2025.
Kegiatan berlangsung di Kampus Universitas Gunung Rinjani di Lombok Timur pada Rabu (18/09/24).
Ratusan mahasiswa baru UGR tahun akademik 2024/202 tampak antusias mendengarkan pemaparan materi dari Rannya. Rannya menyampaikan materi dengan tajuk “Start Action: Mewujudkan SDM yang Berkarakter Pemimpin dan Progresif di Era Baru”.
Rannya mengingatkan kepada ratusan mahasiswa baru untuk tekun belajar dan meningkatkan kualitas pribadi. Sebab menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi amat penting di era saat ini.
Menurut lulusan Brunel University London itu, mahasiswa baru mesti memiliki fondasi kokoh yang mendorong terealisasinya impian mereka kelak. Dengan demikian, mahasiswa baru harus dapat mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan terwujudnya asa itu.
“Ini adalah langkah pertama adik-adik dalam perjalanan panjang di dunia akademik. Saya tentu berharap adik-adik tidak hanya menjadi mahasiswa terus konsisten mengupgrade diri, yang kompeten, tetapi juga inovatif dan tangguh, sesuai dengan visi UGR,” ujar Rannya yang diikuti antusias oleh ratusan mahasiswa baru UGR.
Rannya juga mengingatkan agar mahasiswa baru mulai beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan baru di kampus.
Menurutnya, bangku kuliah akan sangat menentukan masa depan setiap orang. Ia menekankan pentingnya eksplorasi diri serta perluasan relasi selama masa perkuliahan.
“Eksplor semampu kalian, kejarlah pengalaman akademik dan non-akademik, serta perluas relasi seluas-luasnya,” pesan Rannya.
Dalam kesempatan tersebut, Rannya memberikan materi khusus soal kesetaraan gender, perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan narkoba.
Khusus untuk fonemena sosial tersebut, dalam skala mikro, Rannya mengingatkan langkah pencegahan dengan menerapkan 5D yakni ditegur, dialihkan, dilaporkan, ditengkan, dan direkam.
Dirinya mendorong terciptanya kampus yang aman dari tindak kekerasan seksual dan perundungan, perlu ada upaya bersama dari setiap elemen kampus. Semua pihak harus berkomitmen melakukan pencegahan dan tidak diam jika disinyalir ada tindak kekerasan seksual dan perundungan.
“Ini menjadi hak dan kewajiban semua orang dalam kampus untuk memastikan bahwa kampus itu aman dari segala macam perundungan dan kekerasan,” ujar Putri Almarhum H. Bambang Kristiono (HBK) itu.
Ia juga berharap ada mekanisme pelaporan yang baik di lingkungan kampus yang dapat menjamin semua pihak dapat terlindungi. Sejumlah kendala acap ditemui dalam pelaporan, seperti rumitnya prosedur pelaporan hingga prosedur pelaporan yang tidak berpihak pada korban.
Rannya mengatakan, kekerasan seksual merupakan kejahatan yang dapat terjadi di mana saja, baik di lingkup publik maupun privat. Lingkungan kampus sering dipersepsikan sebagai ruang aman, sehingga kekerasan yang terjadi kerap tersembunyi dan tidak terlaporkan. Pelakunya pun tidak dihukum setimpal. Akibatnya, korban mengalami trauma seumur hidup.
Jika tidak ada mekanisme atau perturan mengenai penanganan kekerasan seksual.
Lebih jauh, Rannya mengingatkan, selain fokus pada pengembangan akademik, Rannya meminta mahasiswa untuk lebih melek politik. Sebab menurutnya, hampir seluruh sendi kehidupan ke depan erat kaitannya dengan dunia politik.
Ia mengungkapkan pentingnya anak muda untuk melek politik sedini mungkin. Bukan tanpa sebab, banyaknya jumlah pemilih pemula pada kontestasipolitik ini dinilai akan menentukan masa depan negara Indonesia.
“Sebagai anak muda, kita harus punya bekal pengetahuan tentang dunia politik. Tidak hanya untuk mengetahui cara kerja dan sistem politi, tapi paham bahwa politik itu juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari,” bebernya.
Dijelaskan Rannya, anak muda yang melek politik paham akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Mereka akan mampu menganalisis informasi dunia politik secara objektif dan rasional.
Dengan pembekalan yang ada, ruang gerak anak muda lebih terbuka lebar untuk menyampaikan aspirasinya dan menentukan pilihan dengan tepat.
Partisipasi aktif anak muda akan menjadi bagian dari sejarah yang memastikan keberhasilan pemerintahan Indonesia yang berkelanjutan. Maka dari itu, jangan sampai anak muda Indonesia bersikap abai dan tidak punya bekal pengetahuan dunia politik.
Di tempat yang sama, Presiden Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani M. Eri Setiawan mengungkapkan alasan pihaknya mengundang Rannya sebagai pemateri di acara PKKMB 2024/2025. Menurut Eri, Rannya adalah sosok perempuan muda yang inspiratif bagi UGR.
“Kami ingin mendengarkan pikiran dari perspektif anak muda, khususnya perempuan. Mba Rannya kami nilai sebagai intelektual muda yang punya pengalaman khususnya bicara dari sudut pandang perempuan,” jelasnya.
“Makanya kita undang Mba Rannya untuk hadir karena secara pemikiran dan pengalaman kita jadikan lokomotif peregerakan perempuan. Mba Rannya menginspirasi kami,” sambung Eri.
Ia menerangkan, ini kali kedua Rannya diundang sebagai pembicara di UGR. Mahasiswa UGR menyebut Rannya sebagai sosok perempuan muda yang ramah dan murah senyum.
“Orangnya humble, secara pemikiran terbuka, kami kagum dan beliau sangat ramah. Tadi mahasiswa baru antusias sekali,” bebernya. (adv)
Mahasiswa Minta Program Beasiswa NTB Dilanjutkan
Salah seorang mahasiswa di Mataram berharap Beasiswa NTB dilanjutkan dan kuotanya ditambah
MATARAM.LombokJournal.com ~Beasiswa NTB digandrungi anak muda, terlihat dari antuasiswa para pelajar dan mahasiswa, yang ikut acara Jumpa Bang Zul & Ummi Rohmi bertema Gebyar Beasiswa NTB 2023, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Senin (20/03/23).
Seorang pemburu beasiswa, Arif Alhakakim, yang merupakan mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mataram, berharap beasiswa NTB akan terus dilanjutkan.
Karena Beasiswa NTB memberikan semangat dan harapan bagi anak muda untuk terus belajar dan menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
“Teman-teman saya bahkan dosen saya lulusan beasiswa NTB. Jadi menurut saya beasiswa NTB jadi beasiswa paling hits di NTB. Semoga bisa terus ada untuk kami,” harapnya.
Dalam Gebyar Beasiswa NTB tersebut, para peserta juga mengaku sangat terbantu dengan ragam informasi terkait beasiswa NTByang ditawarkan.
“Semoga lebih banyak quota, lebih banyak peluang untuk yang lebih membutuhkan,” tandasnya.***
Basri, Kakek yang Pantang Menyerah Meraih Sarjana
Kerut di wajah Basri tak membuat semangatnya pudar. Gairahnya tetap menyala ketika harus memacu sepeda motornya setiap hari menelusuri jalanan hutan Pusuk yang berkelok-kelok. lombokjournal.com ~ Tidak kurang dari 40 kilometer harus ditempuhnya demi menuntut ilmu. Bolak balik Tanjung Lombok Utara menuju Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, tidak membuat Basri, kakek berusia 61 tahun menyerah.
Sejak tahun 2015 ia menjalani masa kuliahnya di Fakultas Agama Islam jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dengan segala keterbatasannya. Dan di tahun 2020 lalu, ia lulus sebagai Sarjana tertua di kampus itu dengan predikat Mahasiswa Inspiratif Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tahun 2019/2020.
Menarik mengulik semangat kakek yang tak kenal putus asa ini. Meskipun menjadi mahasiswa tertua di kampus itu, Basri yang lulus PGA tahun 1978, senantiasa berusaha keras mengikuti perkembangan dan menyesuaikan dirinya dengan rekan-rekan kampusnya yang nota bene masih muda.
Ia tak sedikit pun malu duduk bersama dengan mahasiswa lainnya bahkan dosen yang usianya jauh lebih muda dari dirinya. Memutuskan kuliah di usia senja tersebut baginya sederhana saja, agar ia bisa lancar berbahasa arab dan harapannya kelak ia bisa menjadi seorang pendakwah.
“Saya ingin sekali bisa berbahasa Arab dan ingin berdakwah,” ungkap Basri.
Ketika pertama kali mendaftar di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, Basri mengaku tidak minder. Ia santai saja berbaur dengan para mahasiswa baru yang seusia dengan anaknya atau bahkan usia cucunya.
Begitu juga ketika ia pertama kali masuk kelas dan menjalani kuliah untuk pertama kali, ia duduk bersama anak-anak muda meski ia mengaku awalnya tak punya bayangan tentang kuliah itu seperti apa.
Baginya, ia hanya ingin menuntut ilmu agama, tidak peduli bagaimana kesulitan-kesulitan yang akan ia hadapi saat menjalani kuliah itu hingga ia menjadi sarjana.
Ia berusaha keras menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus dengan cara alami saja. Basri bahkan mengaku tak terpikir tentang bagaimana menyesuaikan diri, ia beradaptasi dengan cepat.
Basri beruntung karena kawan-kawan kuliahnya menerima dengan sangat baik keberadaannya, menganggapknya sebagai rekan kuliah tanpa melihat usianya yang sudah sepuh. Mereka juga bersedia membantunya dalam banyak hal. Penuh semangat dan rajin kuliah, itulah ciri khasnya.
Di mata Yusron Hadi, ST., M.Pd., dosen pengajar yang juga pembimbing skripsinya, Basri adalah mahasiswa yang rajin dan bersungguh-sungguh dalam menempuh perkuliahan.
Jarak yang jauh – ia tinggal di Tanjung, Lombok Utara – yang harus ditempuhnya untuk bisa mengikuti kuliah di Mataram, membuatnya beberapa kali tertidur di kelas karena kelelahan. Dan ini dimaklumi oleh dosen dan juga rekan-rekan sesama mahasiswanya.
“Saya sering menemukannya tertidur di kelas karena kelelahan, namun kami memaklumi itu, sebab semangat kuliah Pak Basri sangat luar biasa. Ini yang harus menjadi contoh bagi kita semua,” ungkap Yusron Hadi.
Jarak yang jauh dan keterbatasan biaya untuk perjalanan menuju kampus, tidak membuat semangatnya lemah. Agar tidak absen kuliah, ia sering menginap di masjid-masjid yang ada di Mataram jika memang kuliahnya padat.
Ia tidak ingin melewatkan waktu sia-sia untuk beroleh ilmu. Kisah menginap di masjid juga bukan hanya karena padatnya jadwal kuliah melainkan ia sering tak memiliki uang untuk membeli bensin motor.
Meski ia mendapatkan keringanan dengan kuliah gratis di kampus UMMAT, Basri yang hanya seorang tukang (apa saja dikerjakanannya secara serabutan) ini harus mengeluarkan biaya untuk operasional lainnya. Ia membiayai sendiri semua itu dari hasil yang tidak seberapa sebagai tukang dan penjual bibit buah-buahan.
Basri terbilang gigih. Ia tak malu untuk bertanya pada rekan-rekannya termasuk kepada dosen jika ada yang tidak diketahuinya. Di dalam kelas, ia mahasiswa yang sangat aktif.
Nyaris tidak ada momen kuliah tanpa ia bertanya ketika dosen membuka sesi mahasiswa bertanya. Ia sangat ingin mengetahui hal-hal detil dari ilmu yang baru saja dipelajarinya.
“Pak Basri sosok yang sangat gigih dan tidak pernah malu untuk bertanya, baik kepada rekan-rekannya maupun kami sebagai dosen. Aktif bertanya jika ia tak pahami sesuatu,” kata Yusron.
Marbot masjid yang menjadi Ketua Forum Silaturrahmi Marbot Masjid se-Lombok Utara ini, merupakan tipe yang pantang menyerah. Meski tertinggal terutama dalam hal teknologi operasional komputer, ia beruntung memiliki banyak kawan yang bisa membantunya sehingga ia bisa menulis skripsi dengan judul “Peran Forum Silaturahmi Marbot Masjid Dalam Meningkatkan Suasana Ibadah” dan ia mampu menyelesaikannya hingga lulus ujian.
Kisah di balik perjuangannya menulis skripsi ini juga tidak mudah. Bukan hanya persoalan mengoperasionalkan komputer dan mencari materi serta konsultasi dengan dosen pembimbing, melainkan sebuah peristiwa kecelakaan pernah hampir membuatnya gagal menyelesaikan skripsinya.
Ia mengalami kecelakaan sepeda motor saat getol-getolnya menyusun skripsi. Tidak kurang dari enam hari, Basri tak sadarkan diri di rumah sakit akibat kecelakaan itu. Hal itu bahkan membuat Basri sempat kehilangan sebagian memorinya.
Ia banyak tidak mengingat apa isi skripsinya begitu juga dengan dosen-dosennya. Namun, bekal semangat pantang menyerah yang dimilikinya membuat Basri terus maju untuk menyelesaikan skripsi tersebut. Kehilangan ingatan ini membuat dosen pembimbingnya sempat kesulitan melanjutkan bimbingan skripsinya.
Akan tetapi, sekali lagi ia beruntung mendapatkan dosen pembimbing yang memahami kondisinya itu dan ingin melihat Basri bisa berdiri di podium wisuda sarjana.
“Membimbing skripsi Pak Basri setelah kecelakaan itu sangat tidak mudah, sebab Pak Basri banyak lupa dan tidak ingat pula dengan dosen-dosennya. Tapi ia tetap tak menyerah, kegigihannya mengalahkan tantangan yang dihadapi. Ini pelajaran penting untuk kita dari Pak Basri,” kata Yusron yang mengagumi kegigihan mahasiswanya itu.
Basri, S.Sos
Dan pada akhir Maret 2020 lalu, Basri benar-benar membuktikan dirinya sebagai ciptaan Allah SWT yang terlahir tanpa menyia-siakan waktu, ia sukses mengikuti prosesi wisuda sebagai wisudawan tertua Universitas Muhammadiyah Mataram.
Bagi Basri, S. Sos., Demi Masa, waktu tidaklah boleh dibuang percuma sebab itulah hal yang paling berharga dalam hidupnya. Ia pantang menyerah sebelum Sarjana. ***