Ketangguhan Bencana Melalui Kolaborasi Multipihak

Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam dalam memperkuat ketangguhan bencana

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Posisi geografis NTB yang rentan terhadap gempa bumi, tsunami, dan bencana hidrometeorologi harus mewujudkan ketangguhan bencana.

Ketangguhan bencana menuntut penguatan sistem pengelolaan risiko bencana yang terencana dan berkelanjutan.. 

Pendekatan sistem menyeluruh terhadap upaya penanggulangan bencana memerlukan kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, tokoh-tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat sipil. 

BACA JUGA : Banjir di Pujut Lombok Tengah, 159 KK Terdampak 

Hal ini dilakukan dengan menyusun manajemen risiko bencana yang efektif dan berkelanjutan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, yang didukung oleh Program SIAP SIAGA (Kemitraan Australia-Indonesia Untuk Manajemen Risiko Bencana),.

Selalu menerapkan pendekatan sistem yang menyeluruh dalam upaya-upaya penanggulangan bencana yang dilakukan. 

Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam dalam memperkuat ketangguhan bencana.

Sebagai langkah penguatan itu, dilaksanakan kegiatan kick off yang diselenggarakan pada Kamis (26/02/2026) di Kota Mataram. 

Kick off ini menandai secara resmi implementasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) atau Annual Work Plan (AWP) untuk Tahun Anggaran 2026. 

BACA JUGA :  Bencana Hidrometeorologi, Banjir dan Tanah Longsor di Bima

“Kick off ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama agar seluruh program selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin.

Acara ini menjadi momentum keberlanjutan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pelaksanaan sistem penanggulangan bencana  di wilayah NTB. 

Fokus utama program pada tahun 2026 adalah memperkuat sistem kelembagaan melalui optimalisasi kerja sama multipihak serta penyelarasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) di tingkat provinsi maupun di 3 kabupaten (Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Sumbawa) dengan Program SIAP SIAGA.

Sadimin menegaskan, pengelolaan risiko bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah akan terus diperkuat untuk memastikan dampak nyata bagi ketangguhan bencana masyarakat di lapangan. 

Melalui kick off ini, diharapkan terbentuk rencana aksi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

“Kolaborasi yang telah dibangun selama ini kita harapkan semakin kuat di tahun 2026 hingga akhir Program SIAP SIAGA,’’ kata Sadimin.

Jalinan kolaborasi yang dibangun telah melahirkan berbagai inisiatif. Pada Desember 2024 dilaunching Unit Layanan Disabilitas yang dalam setahun perjalannya berhasil melakukan pengolahan data terpilah penyandang disabilitas di tiga kabupaten. 

Di samping pelibatan berbagai sektor, peran aktif masyarakat juga diperlukan untuk mendukung resiliensi terhadap bencana. 

Melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) NTB dan Forum PRB Perguruan Tinggi dilakukan pendampingan pada desa melalui program KKN Tematik Destana. Selain itu, Forum PRB NTB telah Menyusun laporan kajian ketangguhan bencana pulau-pulau kecil di KLU dan Sumbawa. 

Sinergi Pemerintah Daerah dan Mitra Internasional

Kegiatan kick off ini dihadiri oleh pemangku kepentingan utama dari kedua negara. Mewakili Pemerintah Australia, hadir Catherine Meehan selaku First Secretary (Humanitarian) Kedutaan Besar Australia, dan Lucy Dickinson sebagai Team Leader Program SIAP SIAGA.

BACA JUGA : Dampak Cuaca Ekstrem di Lombok

Dari pihak Pemerintah Provinsi NTB, acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti. Turut hadir memberikan sambutan adalah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin. 

Kehadiran para pimpinan dalam upaya mewujudkan ketangguhan bencana ini,  menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menempatkan isu kebencanaan sebagai prioritas pembangunan.

“Program SIAP SIAGA awalnya dirancang sebagai inisiatif lima tahun (2019-2024), namun kini telah resmi diperpanjang hingga tahun 2028. Memasuki Fase II ini, program membawa mandat yang lebih tajam dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip GEDSI, penghidupan yang berkelanjutan serta adaptasi perubahan iklim’’ kata DRM Area Manager SIAP SIAGA NTB, Anggraeni Puspitasari.

Pada AWP 2026 terdapat tujuh program yang dilaksanakan secara kolaboratif. Pertama, peningkatan sistem dan strategi penanggulangan bencana. 

Dalam program ini dilakukan pendampingan teknis untuk penguatan Pembinaan dan Pengawasan (BINWAS) Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub-urusan Bencana di 10 kabupaten/kota di NTB. Selain itu, akan dilakukan pendampingan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

Kedua, peningkatan strategi penanggulangan bencana.  Akan dilakukan pendampingan evaluasi RPB Provinsi NTB dan finalisasi RPB Lombok Tengah. Selain itu pendampingan teknis dan fasilitasi Musrenbang Tematik Kebencanaan dan Pembangunan Berketahanan Iklim di Provinsi dan 3 Kabupaten (KLU, Loteng dan Sumbawa). 

Dalam program ini juga akan menyusun Pergub Musrenbang Tematik Kebencanaan dan Pembangunan Berketahanan Iklim di Provinsi NTB.

Ketiga, pemetaan dan evaluasi risiko bencana. Akan dilakukan pendampingan teknis penyusunan dokumen KRB Kabupaten (KLU, Loteng dan Sumbawa) dan pendampingan teknis untuk pemantauan IKD/IRB Provinsi NTB.

Keempat, peningkatan layanan data dan komunikasi penanggulangan bencana. pendampingan teknis akselerasi pemanfaatan SIK Provinsi NTB di level daerah.

Serta pendampingan teknis untuk pengembangan lanjutan SIK (tahap 4) Provinsi NTB dan DESTANA yang inklusif dan integratif untuk mendukung sinergi dalam perencanaan dan pemantauan program desa (termasuk konvergensi antara API-PRB dan SDGs Desa).

Kelima, peningkatan dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk kesiapan bencana melalui penguatan kolaborasi pentahelix dan berbagi pengetahuan penanggulangan bencana.

Kegiatannya berupa pendampingan teknis koordinasi dan sinergi antara Forum PRB Provinsi NTB, Forum PRB Kab/Kota dan Forum Perguruan Tinggi untuk pengarusutamaan ketangguhan desa dan PRBBK melalui mekanisme KKN Pemberdayaan Desa. 

Memperkuat peran Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan menyusun peta sebaran disabilitas di daerah rawan bencana. 

Program ini juga mendorong penyusunan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang ramah terhadap kelompok rentan. 

Keenam, peningkatan kualitas kebijakan pemulihan pasca bencana melalui pendampingan teknis dan fasilitasi penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P).termasuk peningkatan kapasitas sektor RR untuk JITUPASNA. Ketujuh, peningkatan kapasitas logistik dan peralatan penanggulangan bencana lokal melalui pendampingan teknis penguatan klaster logistik Provinsi NTB.

“Fokus pelaksanaan Program SIAP SIAGA NTB di tahun 2026 adalah memperkuat sistem kelembagaan melalui optimalisasi kolaborasi dan kemitraan multi-pihak. Serta mendukung pengawasan, evaluasi, dan pembelajaran dari implementasi program-program Penanggulangan Bencana,” kata Angga. BPBD/Kominfotik.

 




Penguatan Sinergi, Sekda Terima Kepala BKKBN NTB 

Penguatan sinergi dan kolaborasi sangat penting agar berbagai program ke depan yang akan terus dijalankan optimal, termasuk percepatan penurunan stunting

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pertemuan  Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pejabat defenitif Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, menjadi momentum penguatan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan BKKBN dalam berbagai program kependudukan dan keluarga berencana.

BACA JUGA : Bantuan Korban Banjir, Pemprov NTB Serap Aspirasi Warga 

Miq Gita menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak
Sekda dan Kepala Perwakilan BKKBN NTB

Sekda NTB yang akrab disapa  Miq Gita menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi dan BKKBN, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal pengendalian pertumbuhan penduduk, pencegahan stunting, serta pemberdayaan keluarga.

“Apapun kita harus kolaborasi, lanjutkan program stunting, revitalisasi Posyandu  penilainnya bagus, terus di kawal,” ujar Miq Gita di ruang Sekda, Kamis, (06/02/25).

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si menyampaikan berbagai program ke depan yang akan terus dijalankan termasuk upaya percepatan penurunan stunting untuk terus mendampingi sampai usia dua  tahun. 

Atau sampai tidak terindikasi stunting, Posyandu Keluarga, dan Genting (Gerakan orang tua asuh cegah stunting). 

Dia menjelaskan, perlunya dukungan dari berbagai pihak agar program-program tersebut dapat berjalan lebih efektif.

BACA JUGA : Garis Kemiskinan di NTB Tahun 2024

“Stunting menjadi program prioritas, ciri khas NTB belum ada di daerah lain, Bhakti stunting menjadi program yang sangat positif.” jelas Kepala Perwakilan BKKBN NTB. 

Selain membahas program strategis, pertemuan tersebut  juga menjadi wadah untuk mengevaluasi capaian yang telah diraih serta mengidentifikasi kendala di lapangan. 

Miq Gita menegaskan, bahwa pemerintah provinsi akan terus berupaya mendukung dan memfasilitasi berbagai program BKKBN agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat NTB.

Di akhir pertemuan, Miq Gita mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan program pembangunan keluarga dan kependudukan. 

BACA JUGA : Banjir Bandang di Bima, Pemprov NTB Lakukan Respon Cepat 

Miq Gita menegaskan penguatan sinergi dan  Kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa mencapai hasil yang lebih optimal demi masa depan generasi NTB yang lebih sehat dan sejahtera,” tutupnya.pnd/her

 

 




Karya Puisi yang Lahir dari Proses Gotong Royong

Karya puisi Agus K Saputra mendekati novel ‘Hati Itu Berkata Cinta’ (2021) karya Dyah Ruwiyati, dalam bahasa puisi, bergerak mengikuti plot yang terbangun dalam novel

MATARAM.LombokJournal.com Seorang penyair memang tak hanya berdiri di menara gading. Perlu seorang penyair ‘turun gunung’ dan mendatangi sekolah-sekolah untuk meluaskan apresiasi para pelajar tentang karya puisi.

BACA JUGA : Lakon Lintas Sektoral, Persiapan Event MotoGP 2024

Para pelajar mengapresiasi karya puisi yang ditulis alumni SMA 1 Matara,

Iru yang telah dilakukan Agus K Saputra, penyair yang telah menghasilkan beberapa buku antologi puisi, bertandang ke perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Mataram, Kamis (05/08/24) lalu. Buku yang diserahkan ke perpustakaan sekolah itu yaitu Kumpulan Puisi “Buku Harian Merah Muda” (Agus K Saputra, Penerbit CV Halaman Indonesia, Cetakan Pertama: Juni 2024)

Buku kumpulan itu memang layak diapresiasi para pelajar. Keseluruhan puisi terinspirasi dari novel ‘Hati Itu Berkata Cinta’ (2021) karya Dyah Ruwiyati. 

Menurut Tjak S Parlan, penyair dari Lombok yang kini hijrah ke Jawa, puisi-puisi dalam kumpulan ini bergerak mengikuti plot yang terbangun dalam novel. Dengan menggunakan sudut pandang (aku lirik) masa remaja, penulis mencoba menghidupkan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya: tindakan-tindakan, peristiwa  yang dialami, curahan perasaan (hal. 54)

Tjak S Parlan menilai dugaan kemungkinan bahwa penulis menggunakan puisi untuk bercerita. Kali ini Ia merespon sebuah novel berlatar tahun 80-an. Era di mana remaja yang kasmaran memiliki gaya dan caranya sendiri. 

BACA JUGA : Tegakkan Demokrasi Sehat di Pilkada Loteng 2024

Saat itu merupakan era di mana surat cinta masih sering ditulis dan diharapkan kedatangan pada suatu pagi, lewat seorang tukang pos yang membunyikan bel sepeda di depan rumah. Era saat perasaan-perasaan pribadi menjadi rahasia dan lebih sering ditumpahkan ke dalam buku-buku catatan harian (diary). Bukan dipampang di dinding media sosial seperti hari-hari ini (hal. 57)

Hal lain yang melatarbelakangi kumpulan puisi Agus K Saputra; pertama, kumpulan puisi ini semacam kerja gotong royong alias kolaborasi. Berawal dari Novel Karya Dyah Ruwiyati (Alumni Smansa 87). Setting cerita pun berlokasi di sekolah ini. 

Selama proses penciptaan puisi ini, Agus diminta oleh Wiwiet –panggilan kecil Dyah Ruwiyati– sebagai semacam editor. Dari sinilah kemudian “lahir” beberapa puisi. Sebagai bentuk komentar. Puisi-puisi tersebut “iseng-iseng” dikirim ke Soni Hendrawan. Lantas beberapa di antara puisi-puisi tersebut oleh Soni Hendrawan berprosesa menjadi musikalisasi puisi.

Kedua, beberapa kawan tahun lulus 1987 berbagi kebahagian mengan mencetak buku kumpulan puisi ini secara gotong royong. 

Sehingga makna kolaborasi alias cara gotong royong mewujud utuh menjadi sebuah karya seni. Hal ini tersampaikan kepada Pustakawan dan beberapa siswa yang sedang berkunjung. Seolah makna “gotong royong” menemukan jalan hidupnya kembali.

Pada kesempatan ini, Saprun –staf perpustakaan- berharap dengan adanya donasi berbentuk buku kumpulan karya puisi dari alumni, menambah minat siswa untuk berkarya. Bukan hanya di saat menyelesaikan tugas akhir.

Hal senada pun diutarakan oleh Eko Wahono dari Teater Lho Indonesia. Selama ia mengampu ekstra kulikuler teater hingga tahun 2012, potensi siswa untuk serius menulis karya puisi dan berteater sangat banyak. Bahkan di akhir 2023 kemarin beberapa siswa memintanya untuk mendukung proses cipta film pendek.

BACA JUGA : Rakor SRIKANDI Sukses Digelar di NTB

“Ini bukti bahwa potensi yang ada sangatlah besar. Tinggal bagaimana kita sebagai pendidik untuk terus istiqomah menstimulus daya cipta seni, khusus karya puisi,dan memberi ruang yang luas. Jika perlu, para pendidik pun berkarya, menulis, ” tandas Eko. ***

 

 




Kolaborasi dan Sinergitas NTB Care, APDL dan BAZNAS RI 

NTB Care, APDL dan Baznas RI melakukan kolaborasi membantu disabilitas di Lombok Timur, agar memberi langkah positif ke depan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kolaborasi dilakukan tiga lembaga yaitu NTB Care, Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) dan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI).

BACA JUGA: Gotong Royong Bhakti Stunting di Lombok Timur

Kolanorasi NTB Care, Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) dan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), menyalurkan bantuan kepada disabilitas

Ketiganya menyalurkan bantuan pemasangan alat bantu gerak kaki palsu, Brace, dan Afo kepada 14 Orang dan 15 Unit alat bantu untuk diberikan kepada disabilitas Nusa Tenggara Barat, Rabu (31/05/23) di City Hotel. 

Sri Agustini, Ketua APDL Pusat Bandung menjelaskan terkait bantuan gerak kaki palsu.

“Alat bantu yang diberikan berupa kaki palsu, Brace, Brace ini merupakan alat untuk penyangga kaki yang lemas, dari bawah telapak kaki sampai ke pangkal paha. Termasuk untuk terapi kaki agar bisa berdiri, sedangkan Afo alat bantu yang berfungsi menguatkan engkel telapak kaki,” jelasnya.

Tentang disabilitas, Sri AgustinI menuturkan, disabilitas bukan melulu yang diberikan bantuan tapi disabilitas juga bisa memberikan bantuan kebaikan sekecil apa pun.

BACA JUGA: Anugerah Merdeka Belajar Tingkat untuk NTB

“Itu yang terpenting bisa memberikan bantuan. Kepada teman-teman penerima manfaat semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat, dan memberikan langkah positif ke depan,” kata Ketua APDL Pusat Bandung itu. 

Untuk pengukuran dan pemasangan alat bantu gerak kaki palsu, APDL mendatangkan langsung dari Yayasan Anugerah Jaya Disabilitas Karawang, Jawa Barat yang dibina langsung oleh BAZNAS RI

Simbol kekuatan

Ketua Baznas Provinsi NTB diwakili Ketua 1, Lalu Fatimura Farhan menyampaikan, Baznas ingin menegaskan, pemasangan alat bantu ini merupakan simbol kekuatan, ketegaran dan kebersamaan kita.

“Teman-teman (disabilitas) jangan pernah merasa sendiri,” katanya

Pada kesempatan sama, Staf Ahli Gubernur bidang sosial dan kemasyarakatan menyampaikan pesan dan salam Takzim Gubernur Zulkieflimansyah.

“Keterbatasan fisik bukan lah penghambat untuk berkembang. Tetap semangat dalam melangkah,” ujar Lalu Fatimura Farhan..

Ia menyampaikan ajakan untuk membangun empati dan kesadaran masing-masing. Dan melalui kolaborasi ini, diharapkan menjadikan NTB contoh nyata yang dapat memberikan perubahan sosial secara nyata.

BACA JUGA: Industrialisasi di NTB Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua Donatur semoga Allah swt membalas kebaikan kita semua. Dan Semoga kerja sama ini tetap berlanjut ke depan untuk mewujudkan NTB  gemilang,” ujarnya. 

Agenda pemasangan alat bantu gerak kaki palsu, Brace, dan Afo itu juga dihadiri Direktur Utama Bank NTB Syariah, BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Kota Mataram. ***

 

 




Wagub NTB Jelaskan Upaya untuk Capai Desa Gemilang

Capai Desa Gemilang, kata Wagub NTB, perlu jalinan kolaborasi semua pihak yang terlibat pembangunan desa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Membangun kemajuan itu perlu kerjasama dan kolaborasi semua pihak, seperti halnya membangun Desa Gemilang, tentu kolaborasi dari Kepala Desa, Kepala Dusun, Kader Posyandu itu diperlukan. 

“Misalnya seperti masalah Bank Sampah, Dinas Desa harus berkolaborasi dan bekerjasama dengan DLHK,” kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmidjalillah, saat rapat di Dinas DPMPD Dukcapil NTB. Jum’at, (12/05/23). 

BACA JUGA: Desainer NTB Didorong Tingkatkan Kualitas Produk

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini juga berharap, agar Desa harus memiliki identitas atau sesuatu yang bisa dijual seperti kebersihan atau kebudayaan supaya desa di NTB bisa terkenal. 

Begitu juga dengan kader Posyandu yang harus terus diberikan pembinaan supaya memiliki kualitas, karena Posyandu akan menjadi pintu masuk permulaan dan lahirnya Desa Gemilang 

“Sedangkan pada BUMDES, mereka harus diberikan pembinaan yang produktif kemudian dibesarkan, tapi yang dibesarkan ini adalah mereka yang mau besar bukan BumDes yang tidak mau besar,” kata Umi Rohmi  

Modal BUMDES

Sementara itu. Kadis DPMPD Dukcapil NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan, hasil update tahun 2023 jumlah penduduk di NTB itu sebanyak 5.534.58 juta jiwa, yang Wajib KTP 3.854.86 jiwa dan perekaman 3.795.906 jiwa. 

BACA JUGA: Bunda Niken: Sukseskan Event Lombok Sharia Festival

“Dalam internal desa tentu masih ada masalah-masalah yang dihadapi, seperti masalah yang dihadapi 1005 BumDes di NTB, baik itu kurangnya modal dan sumberdaya yang terampil dalam mengelola BUMDES, kurangnya pemahaman tentang pengelolaan bisnis, kurangnya jaringan Kerjasama dan akses pasar,” ujarnya.

Ditambahkan, pada Posyandu juga masih ada masalah yang dihadapi, seperti sarana prasarana Posyandu/alat Posyandu belum memadai.

“Kompetensi SDM Kader masih kurang dan kerjasama lintas program dan lintas sektor belum optimal,” kata Ahmad Nur Aulia. 

Terakhir ia mengungkapkan, ada 262 desa yang akan melakukan Pilkades pada tahun 2023 dan 2024. 

Rinciannya, pada Pilkades tahun 2023, di Lombok Timur terdapat 53 desa melakukan Pilkades pada pulan Maret 2023, Lombok Utara 5 Desa pada Bulan September 2023, Lombok Barat 18 Desa pada Bulan Mei 2023, Dompu 33 Desa pada Bulan November 2023.

BACA JUGA: Orang Sasak Dibilang Punya ‘Semangat Jurakan’

Sedang pada Pilkades 2024, di Lombok Tengah terdapat 97 Desa yang melaksanakan Pilkades pada bulan Juni 2024, Sumbawa Barat terdapat 18 Desa pada bulan Desember 2024, Sumbawa 18 Desa pada Bulan Desember 2024, Bima, 53 Desa pada Desember 2024.***

 

 

 




Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi (Dua)

Maksud dan tujuan melakukan kolaborasi, antara lain untuk mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi kedua belah pihak

lombokjournal.com ~ Berikut ini dijelaskan tentang banyak hal tujuan dengan melakukan kolaborasi, termasuk manfaat yang bisa diperoleh dari upaya tersebut;

Tujuan Kolaborasi

Setiap kolaborasi yang terjadi antarindividu atau institusi dapat membantu para pihak yang terlibat untuk mencapai suatu tujuan. Berikut adalah tujuan dilakukannya kolaborasi menurut indeed.com:

  1. Mengembangkan Produktivitas

Tujuan pertama dalam kolaborasi adalah mengembangkan produktivitas, yaitu kemampuan karyawan perusahaan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya secara efisien. Meningkatkan produktivitas biasanya membutuhkan kerja sama dari banyak orang dalam bisnis, terutama manajer dan personel sumber daya manusia (SDM). Pemimpin kolaborasi dapat menyusun strategi dan jadwal yang mampu meningkatkan produktivitas anggotanya serta jam istirahat yang berlaku.

BACA JUGA: Sekda NTB Klarifikasi Mispersepsi Data Kemiskinan Ekstrem

Tujuan kolaborasi, antara lain untuk mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi kedua belah pihak

  1. Mengurangi Pengeluaran

Mengurangi pengeluaran biasanya menjadi tujuan penting dalam suatu kolaborasi karena dapat membantu peningkatan profit. Pengeluaran perusahaan meliputi gaji, material, iklan, dan distribusi. Penurunan biaya dapat dilakukan dengan meningkatkan kolaborasi antara personel SDM, kepala departemen, akuntan, tim pemasaran, dan pimpinan perusahaan.

  1. Kepuasan Pelanggan yang Lebih Tinggi

Tujuan kolaborasi berikutnya adalah kepuasan pelanggan yang lebih baik. Peningkatan kepuasan pelanggan dapat memberi banyak manfaat seperti jumlah pelanggan yang semakin banyak, keuntungan yang lebih tinggi, biaya iklan yang lebih rendah, dan peningkatan peluang pertumbuhan. Peningkatan komunikasi di antara pihak yang berkolaborasi dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan pelanggan dan strategi yang dapat dilakukan.

  1. Pertumbuhan Perusahaan

Pertumbuhan atau perkembangan perusahaan meliputi perluasan bisnis seperti pasar baru, memperoleh pelanggan baru, dan mengembangkan produk baru sekaligus keuntungannya. Umumnya, pertumbuhan perusahaan memang membutuhkan keterlibatan atau kolaborasi antara berbagai pihak yang mampu mendorong pertumbuhan tersebut.

  1. Keterlibatan Karyawan

Keterlibatan karyawan adalah seberapa besar seorang karyawan berdedikasi terhadap perusahaan dan pekerjaannya. Meningkatkan keterlibatan karyawan dapat membantu bisnis mempertahankan karyawan yang berharga dalam pertumbuhan perusahaan. 

Lingkungan kerja yang kolaboratif menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan dedikasi karyawan.

  1. Perekrutan yang Lebih Baik

Tujuan kolaborasi selanjutnya adalah memperbaiki strategi rekrutmen untuk menemukan karyawan yang berkualitas dalam membangun tim yang efektif dan kompetitif. Tujuan ini dapat dicapai karena adanya komunikasi terkait staf SDM, manajer, dan karyawan tingkat rendah untuk membahas kriteria karyawan yang ideal.

  1. Budaya Perusahaan yang Membaik

Budaya perusahaan merupakan bagaimana karyawan berperilaku, lingkungan kerja, dan nilai-nilai yang diadopsinya. Budaya perusahaan yang sehat meliputi peningkatan moral, produktivitas, keterlibatan, dan kepercayaan karyawan. Tujuan ini mungkin terjadi karena adanya komunikasi terbuka antara pemimpin dan karyawan yang memengaruhi pembentukan budaya perusahaan, misalnya karyawan yang mengomunikasikan keberatannya dalam bekerja melalui survei kantoran.

  1. Marketing yang Lebih Efektif

Seringkali, marketing atau pemasaran menjadi kunci penting dalam meraih perusahaan yang menguntungkan dan berkelanjutan. Pemasaran yang baik mampu menarik pelanggan untuk menggunakan atau membeli produk yang dipasarkan. Hal ini mampu dicapai karena adanya proses kolaboratif yang melibatkan interaksi pelanggan dan perusahaan.

Manfaat Kolaborasi

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kolaborasi antarindividu atau perusahaan. Kolaborasi memungkinkan perusahaan mencapai tujuannya lebih cepat karena ada keterlibatan dari banyak pihak yang mendorong perusahaan untuk maju. Manfaat kolaborasi menurut Chairul Saleh ialah berikut ini:

BACA JUGA: Kartu Indonesia Pintar, Ini Syarat untuk Mendapatkan

  1. Penyatuan Bakat dan Kekuatan

Kolaborasi memungkinkan penghimpunan berbagai talenta dan kekuatan yang dimiliki masing-masing anggota kolaborasi. Setiap pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang dimiliki para anggota dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perkembangan kolaborasi.

  1. Pengembangan Keterampilan Pegawai

Manfaat kedua dari kolaborasi adalah pengembangan keterampilan pegawai. Melalui kolaborasi antar perusahaan, pegawai didorong untuk terus bekerja sama menyelesaikan tugas. Anggota kolaborasi saling berinteraksi, berbagi ide, hingga bertukar pengalaman. Akhirnya, keterampilan pegawai semakin berkembang dan hal ini memberi pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

  1. Mempercepat Penanggulangan Masalah

Semakin banyak pihak yang terlibat dalam suatu kolaborasi, maka permasalahan yang dihadapi akan semakin cepat diselesaikan karena banyaknya anggota yang ikut bekerja menyelesaikan masalah tersebut. Kolaborasi menghasilkan penyelesaian masalah yang cepat, tepat, dan tuntas.

Cara Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi

Setelah mengetahui tujuan dan manfaat dari kolaborasi, diperlukan cara-cara untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi yang baik dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu:

  1. Keluar dari Zona Nyaman

Zona nyaman memang membuat individu atau perusahaan tenang. Namun, zona nyaman tidak akan memberikan perkembangan ataupun pelajaran yang berarti. Keluar dari zona nyaman dan mengambil tantangan baru dapat meningkatkan kemampuan untuk berkolaborasi bersama dengan yang lain.

  1. Berkomunikasi dengan Jelas

Teknologi masa kini telah membantu komunikasi kolaborasi dengan baik, tetapi penting juga untuk mengenal pilihan kata yang baik untuk dibicarakan kepada sesama anggota untuk memahami satu sama lain dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

  1. Mencari atau Menjadi Mentor

Mengenal rekan kerja yang ahli dalam berkolaborasi dapat membantu mengembangkan kemampuan berkolaborasi. Seseorang dapat meminta bantuan atau mengikuti program bimbingan formal agar mampu berkolaborasi secara baik dengan orang lain.

  1. Bergabung dengan Kelompok Industri

Asosiasi industri dan konferensi pemasaran menjadi sumber daya yang tepat untuk pengembangan kemampuan berkolaborasi, baik secara hard skill maupun soft skill. Contohnya adalah menjadi sukarelawan dalam sebuah komite untuk memperluas jaringan sekaligus mengasah keterampilan kolaborasi di luar pekerjaan.

  1. Berpartisipasi dalam Aktivitas Pembangunan Tim

Meski bermain game virtual terkesan konyol, hal tersebut dapat mendorong kedekatan antar anggota dan memahami satu sama lain.

BACA JUGA: Pemilahan Sampah Mendukung Pertanian dan Kesehatan 

Hal ini dapat berguna untuk memperkuat kemampuan kolaborasi. Menyalurkan ide yang dimiliki kepada supervisor juga berpotensi mengembangkan kemampuan berkolaborasi.

Itulah penjelasan mengenai kolaborasi, mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, hingga cara mengembangkan kemampuan kolaborasi. 

Setiap perusahaan membutuhkan kolaborasi setidaknya sekali untuk mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik, mulai dari pengembangan kemampuan anggota hingga keuntungan perusahaannya. ***

 

Sebelumnya: Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi (Satu)

 




Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi (Satu)

Mabfaat dan tujuan melakukan kolaborasi, antara lain untuk mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi kedua belah pihak

lombokjournal.com ~ Dalam sehari-hari kita sering mendengar kata kolaborasi.  Terutama ketika kita melakukan pekerjaan yang melibatkan orang atau pihak lain.

Di bawah ini akan dijabarkan apa makna atau yang dimaksud dengan kolaborasi.

Apakah kita pernah menjalin kolaborasi dengan orang lain? 

BACA JUGA: Aksi HBK untuk ‘Pasukan Jalanan’, Bagi-bagi Sembako di Mataram

Kolaborasi untuk mencapai tujuan dilakukan setidaknya dua orang

Kolaborasi merupakan penggabungan seseorang dengan orang atau pihak lain, untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini biasanya dilakukan karena suatu tujuan sulit dicapai sendiri atau tanpa bantuan orang lain. 

Pengertian Kolaborasi

Kolaborasi berasal dari kata co dan labor yang berarti ‘penyatuan tenaga’ atau ‘peningkatan kemampuan untuk meraih tujuan yang telah disepakati bersama-sama. Kata kolaborasi cenderung digunakan ketika proses penyelesaian kerja melalui lintas batas, sektor, dan hubungan.

Pengertian kolaborasi itu disampaikan Chairul Saleh dalam Modul Konsep, Pengertian, dan Tujuan Kolaborasi, ada banyak pengertian yang menjelaskan kolaborasi. 

Dalam pengertian umum, kolaborasi berarti terjadinya kerja sama di antara dua atau lebih orang atau institusi yang saling mengerti permasalahan satu sama lain, dan berusaha memecahkan masalah secara bersama. 

Secara spesifik, kolaborasi adalah kerja sama yang intensif untuk mengatasi permasalahan kedua pihak secara bersamaan.

Berbagai pengertian ini menghasilkan kesimpulan dan pengertian umum, kolaborasi adalah pola dan hubungan yang dilakukan antar individu atau organisasi tertentu. Kedua belah pihak memiliki keinginan saling berbagi, berpartisipasi, dan bersepakat untuk bertindak bersama. 

Meliputi berbagi informasi, sumber daya, manfaat, hingga tanggung jawab dalam pengambilan keputusan bersama untuk meraih cita-cita, tujuan, ataupun menyelesaikan masalah yang dihadapi kedua belah pihak.

Jenis Kolaborasi

Berbagai jenis kolaborasi, ada yang membedakan bagaimana suatu kolaborasi antar individu atau institusi berjalan. Setiap jenis kolaborasi memiliki ciri khasnya masing-masing. 

Berikut adalah berbagai jenis kolaborasi menurut lumapps.com:

  1. Kolaborasi Tim

Kolaborasi tim merupakan jenis kolaborasi bisnis paling umum dalam dunia kerja. Dalam kolaborasi tim, seluruh anggota mengenal satu sama lain dan mengetahui peran atau pengaruhnya masing-masing. 

Biasanya, orang yang mengatur dan mengamati kinerja tim adalah Ketua Tim.

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan di NTB

  1. Kolaborasi Komunitas

Jenis kolaborasi satu ini terjadi karena adanya ketertarikan terhadap suatu hal dan tujuan yang sama di antara anggotanya. Kolaborasi ini seringkali dibuat untuk berbagi pengetahuan dan belajar bersama untuk menyelesaikan suatu tugas. Level anggotanya cenderung setara, tetapi anggota yang lebih berpengalaman akan mendapatkan status yang lebih tinggi.

  1. Kolaborasi Jaringan

Kolaborasi jaringan merupakan jenis kolaborasi yang berbeda dari dua jenis sebelumnya. Kolaborasi ini dimulai karena adanya individu yang bertindak untuk kepentingan diri sendiri.

Umumnya, kolaborasi jaringan bertujuan membuat anggotanya dikenal oleh kalangan ahli. Dalam jenis kolaborasi ini, setiap anggotanya belum tentu mengenal satu sama lain.

Contoh dari kolaborasi jaringan adalah penggunaan media sosial yang memungkinkan anggotanya untuk berkolaborasi secara virtual tanpa mengenal atau bertemu dengan satu sama lain.

  1. Kolaborasi Cloud

Jenis kolaborasi selanjutnya adalah kolaborasi cloud, kolaborasi yang memungkinkan seseorang untuk mengakses, membaca, dan mengedit dokumen secara real-time dengan dokumen yang disimpan di cloud. 

Kolaborasi ini biasanya digunakan oleh organisasi dengan anggota tim yang lokasinya berjauhan.

  1. Kolaborasi Video

Menurut lummaps.com, kolaborasi video merupakan jenis kolaborasi yang paling sering dilakukan belakangan ini. Kolaborasi menggunakan ruang konferensi virtual seperti Zoom atau Google Meet untuk meeting. 

Anggota menerima undangan untuk mengikuti meeting menggunakan laptop, komputer, dan bisa juga smartphone. Melalui jenis kolaborasi ini, setiap anggota dapat bekerja sama di mana pun dan kapan pun.

  1. Kolaborasi Internal

Kolaborasi internal merupakan kolaborasi yang terdiri dari berbagai jenis kolaborasi, tergantung pada tujuan yang ingin dicapai suatu bisnis. Kolaborasi ini terdiri dari forum diskusi, microblogging, dan wiki. 

Forum diskusi digunakan untuk berbagi ide terkait topik tertentu, microblogging untuk berbagi pesan dalam perusahaan, dan wiki digunakan untuk mengelola informasi dalam perusahaan.

  1. Kolaborasi Eksternal

Jenis kolaborasi satu ini membagikan pengetahuan di luar perusahaan, misalnya interaksi antara brand dan pengguna media sosial. 

Biasanya, brand meminta pendapat kepada pengguna media sosial melalui kuis atau diskusi yang membutuhkan feedback.

  1. Aliansi Strategis

Kolaborasi aliansi strategis adalah jenis kolaborasi antar perusahaan. Biasanya, kolaborasi ini menjanjikan dua atau tiga bisnis untuk menggabungkan upaya dan sumber daya demi mencapai tujuan tertentu. 

Jenis kolaborasi ini cukup baik karena setiap perusahaan biasanya memiliki keunggulan masing-masing yang mampu melengkapi kekurangan satu sama lain. ***

 

bersambung ke Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi (Dua)