Kunci Juru Bicara, Perhatikan Tujuh Hal Kepribadianmu

Sejumlah kepribadian yang harus dimiiki sebsgsi kunci juru bicara, sehingga ia tahu saat yang tepat, kapan harus berbicara dan kapan harus menjadi pendengar

Oleh: Sarjono (Mahasiswa Magister KPI Pascasarjana UIN Mataram)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ MEREPRESENTASI institusi/lembaga tempatru  berkhidmat, seorang juru bicara (jubir) harus memahami secara komprehensif cara-cara menilai suatu informasi yang telah disiapkan supaya bisa memberi dampak positif terhadap institusi.

Misalkan saja, jubir memberitahu kepada pimpinan pada setiap kesempatan harus menyampaikan apa kepada masyarakat atau media massa.

Disamping itu pula, seorang jubir juga mesti menghargai media dalam rangka memaksimalkan penyampaian data dan informasi kepada publik. Jubir pun harus tahu betul tata cara berbicara dengan media.

Ia mesti menjaga etiket pribadi. Pertama, jangan pernah berbohong kepada media. Prihal apapun yang ingin dikatakan harus sesuai dengan data dan fakta.  Kedua, jubir tidak boleh memberikan kalimat yang multitafsir.

BACA JUGA: NTB Sudah Memiliki Indikator Utama UntuK Penilaian SAKIP

Ini mesti dicamkan oleh seorang Jubir, lantaran berbahaya dan dapat menimbulkan tafsiran yang berbeda-beda. Jubir tidak menjawab pernyataan yang belum dijawab. Perlu diingat pula bahwa jubir tidak diperbolehkan menjawab tanpa komentar. Artinya jangan sekali-kali menjawab dengan tanpa komentar.

Ini berarti setiap jubir harus menyampaikan sesuatu berdasarkan data yang diperoleh dari hasil telaahan terlebih dahulu. Prinsip terpenting yang mesti diingat adalah menyelesaikan masalah tanpa masalah (baru).

Jubir harus bisa menjadi mediator bagi para pihak yang bermasalah, sehingga masalah dapat ditangani dengan baik. Ibaratnya, memulai sesuatu itu mudah tapi mempertahankan yang sulit.

Dengan begitu, mencegah simpang siurnya informasi, sebaiknya informasi yang disampaikan kepada publik harus melalui satu pintu. Meniscayakan eksistensi jubir signifikan menjaga dan meningkatkan reputasi pemerintah.

Untuk dapat menjadi jubir yang baik, berikut tiga faktor kunci yang harus dipenuhi: memiliki kredibilitas, data akurat dan penyampaian jelas.

Ketiganya menjadi faktor kunci yang harus selalu dipedomani jubir. Apabila tiga faktor ini terpenuhi, semakin besar kemungkinan pesan yang disampaikan akan dapat meyakinkan dan dipercaya khalayak.

Seorang jubir menjadi simbol suara institusi yang bertanggung jawab dalam penyajian pesan dan informasi yang akurat dan konsisten. Mengomunikasikan informasi kepada publik serta membangun kepercayaan dan kredibilitas institusi.

Kedudukannya sebagai pihak yang berada di garda terdepan meniscayakan ia harus bisa menjelaskan ataupun menjawab masalah-masalah daerah kepada publik secara kredibel, akurat dan jelas.

Informasi yang tidak akurat, kredibel dan jelas. akan menyebabkan buruknya persepsi publi

Ia menjadi salah, dan keberhasilan program pemerintah pun tidak sampai ke publik. Dapat memunculkan pemberitaan fitnah dan palsu, serta pimpinan menjadi titik sasar kemarahan publik.

Pun sebaliknya, informasi yang akurat, kredibel dan jelas akan membuat publik dapat memahami kebijakan atau keputusan pemerintah, sehingga akan mendukung, mengurangi fitnah terhadap pemerintah serta mengurangi perdebatan di ranah publik.

Suatu keniscayaan membangun sinergi dengan media melalui sejumlah cara elegan: dialog seraya memberi kesempatan interview, doorstop, jumpa pers dan menerbitkan siaran pers, membangun kerjasama pemerintah dan media dalam hal-hal positif, misalnya informasi pembangunan.

Kepribadian Jubir

Dikutip dari https://jdih.karimunkab.go.id, berikut sejumlah kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang jubir.

Pertama, Jujur.

Seorang jubir dituntut untuk selalu berkata jujur. Jujur bukan berarti semua harus dikatakan. Artinya mengatakan apa yang seharusnya dikatakan dan tidak perlu mengatakan apa yang tidak perlu apalagi tidak boleh dikatakan.

BACA JUGA: Tidak Boleh Lagi ada Pemerintah dan Pengusaha yang Feodal 

Pasalnya belum tentu tersedia waktu yang cukup untuk mengatakan semua yang mau disampaikan. Dalam kondisi yang buruk sekalipun seorang jubir harus tetap berkata jujur. Lalu menyampaikan dengan baik agar publik bisa menerima apa adanya meskipun akan terasa pahit.

Jujur dengan apa adanya jauh lebih baik daripada sibuk berkelit dengan pernyataan bohong. Publik pada umumnya akan lebih mudah menerima dan memaafkan ketika mau bersikap jujur, daripada harus berusaha menutupi kondisi yang sebenarnya.

Jika publik telah merasa dibohongi akan amat sulit untuk mengobatinya. Satu hal yang perlu diatensi bahwa kepercayaan dapat terbangun oleh rasa simpatik. Kejujuran, dalam konteks ini menjadi salah satu cara untuk meraih simpatik.

Kedua, Santun.

Berbicara dan bertutur kata yang baik adalah modal utama dalam berkomunikasi. Pesan baru dianggap penting manakala tersampaikan dengan baik. Cara penyampaian pesan yang arogan akan menumbuhkan resistensi komunikan, sehingga memicu perdebatan yang tidak substansial.

Sikap santun harus ditunjukan oleh seorang jubir dalam proses komunikasi (verbal maupun non verbal). Penataan kalimat dalam suatu ucapan dan tulisan akan berpengaruh besar pada perubahan sikap dan etika. Persepsi lebih cepat terbangun oleh cara pesan itu disampaikan daripada isi pesan itu sendiri.

Publik akan lebih dulu tertarik oleh sikap dan etika yang ditunjukkan oleh pembicara sebelum tertarik untuk memahami isi pesan yang disampaikan.

Ketiga, Berintegritas. Integritas adalah sikap personal yang teguh dalam memegang prinsip sebagai nilai-nilai moral dan keyakinan.

ertaruhan yang paling besar bagi seorang jubir adalah pertaruhan pada diri sendiri. Seorang jubir niscaya memiliki integritas dan riwayat yang tidak tercela. Publik akan mengukur apa yang pernah dilakukan dengan apa yang saat ini diucapkan.

Jubir, dengan demikian, adalah cermin dari sebuah institusi, apapun jenisnya. Publik akan mengomparasikan apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. Jadi konsistensi adalah kunci utamanya. Dalam proses komunikasi publik, faktor pribadi seorang jubir amat sangat menentukan, pasalnya secara umum publik lebih memperhitungkan siapa yang berbicara daripada apa yang dibicarakan, sehingga integritas menjadi syarat mutlak dimiliki oleh seorang jubir.

Keempat, Objektif

Jka objektif adalah penilaian yang didasarkan pada data dan fakta dan bukan berdasarkan penilaian pribadi dan asumsi. Seorang jubir tidak boleh terjebak pada posisi subjektif atas diri sendiri karena akan menimbulkan informasi yang disampaikan menjadi bias.

Artinya seberapa banyak data yang dimilikinya, itulah yang menjadi dasar penyampaian informasi. Seorang jubir diharapkan senantiasa sadar bahwa dia berbicara bukan atas nama pribadi, tapi atas nama lembaga yang menunjuknya, sehingga harus menghindari munculnya opini pribadi dalam menyampaikan pesan kepada publik.

Seorang jubir pemerintah daerah harus mampu membedakan diri dalam kedudukannya sebagai seorang pejabat protokol dan sebagai jubir, kendatipun selalu ada irisan etika yang tetap tidak boleh dilanggar dalam menjalankan fungsinya sebagai jubir.

Kelima, Lugas dan Tegas.

Kita tidak bisa memaksa publik berpikir tentang apa yang kita sampaikan. Maksud pesan harus bisa dipahami dan dimengerti oleh publik seketika itu juga. Pesan penting tidak boleh terlewatkan begitu saja hanya lantaran jubir terlalu bertele-tele.

Sesungguhnya penyampaian pesan ditujukan untuk beberapa tahapan maksud, antara lain pesan untuk mendapatkan perhatian dari khalayak target komunikasi, pesan untuk menarik minat khalayak kepada isi pesan, pesan untuk menggerakkan khalayak agar bertindak sesuai dengan isi pesan, dan pesan untuk mengarahkan sikap dan tindakan khalayak agar tetap sesuai dengan kehendak si komunikator.

Keenam, Tenang.

Kontrol diri yang baik akan membuat seorang jubir mampu mengambil sikap yang tepat pada segala situasi dan kondisi. Ketenangan adalah kunci dalam proses komunikasi dikala krisis.

Ujian pertama bagi seorang jubir adalah kemampuan menguasai dirinya sendiri, baru setelah itu ia harus mampu menguasai audiensnya. Sikap gugup akan menurunkan diksi dan artikulasi dalam berbicara.

Penguasaan diri bisa dimulai dari saat mengambil nafas sebelum berbicara. Lalu fokus pada apa yang akan disampaikan. Informasi harus disampaikan mulai dari yang terpenting agar pesan utama tidak terlewatkan atau tidak kehilangan momen untuk menyampaikannya.

Situasi tidak selalu bisa diatur sesuai kehendak kita, namun situasi menjadi niscaya kita tundukkan dengan ketenangan diri.

Ketujuh, Sabar.

Sifat sabar adalah kunci pengendalian diri dalam setiap keadaan. Banyak hal yang pasti akan memicu timbulnya emosi ketika berhadapan dengan audiens dari berbagai kalangan.

Seorang jubir yang handal tidak boleh terpengaruh oleh situasi yang dihadapi. Ia harus tetap sabar dan bersikap normal, jangan sekali-kali terpancing oleh prilaku audiens. Pusatkan pikiran pada apa yang harus disampaikan, walaupun banyak rintangan yang menghadang.

Di tengah situasi yang chaos, seorang jubir meski mampu menentukan saat yang tepat, kapan ia harus berbicara dan kapan harus menjadi pendengar.

Saat menjadi pendengar tidak cukup bagi kita sekadar menyediakan telinga, namun harus memberikan respons yang menyejukan agar emosi khalayak menjadi reda.

Semoga (*)

 




Vaksinasi Massal Berlangsung di Ponpes Bayyinul Ulum Santong

Agenda vaksinasi masal merupakan wujud sinergitas antara TNI, POLRI,Pemda Kabupaten dan Stafsus Kepresidenan

SANTONG.KLU.lombokjournal.com  ~ Kolaborasi Staf Khusus (stafsus) Kepresidenan dan Polridalam penyelenggaraan vaksinasi massal  di pesantren Bayyinul Ulum Santong, Kecamatan Kayangan, kabupaten Lombok Utara, Senin (06/09/21).

Agenda vaksinansi merupakan wujud sinergitas antara TNI, POLRI,Pemda Kabupaten dan Stafsus Kepresidenan, mrupakan pelayanan vaksin bagi warga maupun santri khususnya di pondok pesantren Bayyinul Ulum Santong.

Menurut keterangan dari H. Artim selaku pengurus pondok pesantren Bayyinul Ulum Santong, agenda vaksinasi tersebut mendapatkan antusiasme besar dari santri yang di pondok pesantren Bayyinul Ulum Santong.

“Santri sangat antusias mengikuti vaksinasi ini dan kami sangat bersyukur dengan adanya vaksinasi masal ini, jadi santri yang ada di pesantren Bayyinul Ulum bisa mendapatkan layanan vaksin secara merata sesuai prosedur.” kata Artim

BACA JUGA:

Ketua DPRD Pimpin Pasripurns  KUA PPAS APBD Perubahan 2021

Pelayanan vaksinasi tersebut menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan herd imunity khususnya bagi warga desa Santong.

Baiq Nirmalasari, S.Sos.,M.M menjelaskan bahwa ada 500 dosis yang digelontorkan untuk layanan vaksinasi merdeka di pondok pesantren Bayyinul Ulum Santong.

Menurut pihak tenaga kesehatan, agenda vaksinasi yang berpusat di pondok pesantren Bayyinul Ulum Santong merupakan langkah perlindungan khususnya bagi santri atau pelajar yang ada di pondok pesantren Bayyinul Ulum saat melakukan kontak dengan masyarakat diluar pondok pesantren.

“Kami dari pihak puskesmas santong mengucapkan terima kasih bagi semua pihak yang membantu melancarkan layanan vaksinasi bagi masyarakat maupun pelajar yang ada di desa Santong.” kata Nirmala

Turut hadir juga ketua IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Kabupaten Lombok Utara, Rendi Hartono selaku ketua IPPNU menjelaskan, pihak penyelenggara berharap layanan vaksinasi gratis tersebut bisa dilakukan di setiap pusat pendidikan khususnya pondok pesantren yang notabene menjadi rumah kedua bagi banyak pelajar atau santri.

Menurut keterangan rendi, pihak penyelenggara akan terus berkoordinasi dalam menyediakan vaksin bagi warga maupun pelajar, demi terwujudnya vaksinasi secara merata bagi masyarakat luas.

BACA JUGA: Tidak Boleh  Lagi Ada Pemerintah dan Pengusaha yang Feodal

“Semoga layanan vaksinasi ini bisa menjadi awal bagi setiap warga khususnya dibidang pendidikan hingga bidang ekonomi dapat bangkit dari keterpurukan.” jelas RendiHan

Han




Ketua DPRD Pimpin Paripurna KUA PPAS APBD Perubahan 2021

KUA PPAS Tahun Anggaran 2021 mengatur batas akhir penyerahan rancangan KUA PPAS perubahan, dan menurut Ktua DPRD KLU paling lambat minggu kedua bulan September 2021

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua DPRD KLU Nasrudin, SH.I, memimpin Rapat Paripurna Penjelasan Kepala Daerah terhadap KUA PPAS APBD Perubahan Tahun 2021.

Rapat Paripurna itu dihadiri Bupati Lombok Utara, H.Djohan Sjamsu, SH bersama Wakil Bupati Danny Karter Febrianto Ridawan, ST, M.Eng, Sekretaris DPRD KLU Kartady Haris, SH, Wakil Ketua I DPRD KLU Burhan M Nur, SH, Waka II Mariadi S.Ag beserta Para Anggota DPRD KLU, unsur Polres Lotara dan unsur OPD se-KLU, Senin (6/9/2021) di Ruang Sidang DPRD KLU.

Ketua DPRD KLU Nasrudin SH.I menyatakan KUA PPAS Tahun Anggaran 2021 mengatur batas akhir

Dalam pengantarnya, Ketua DPRD KLU Nasrudin SH.I menyatakan KUA PPAS Tahun Anggaran 2021 mengatur batas akhir penyerahan rancangan KUA PPAS perubahan.

BACA JUGA: Tidak Boleh Ada Lagi Pemerintah-Pengusaha yang Feodal 

Penyarahan yang dilakukan Kepala Daerah kepada DPRD terkait penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD oleh Kepala Daerah kepada DPRD paling lambat minggu kedua bulan September 2021.

Sedangkan penentuan persetujuan bersama DPRD bersama kepala daerah pada akhir September 2021.

Dalam pada itu, Wabup Danny yang menyampaikan penjelasan, sebenarnya pada triwulan ke-2 tahun 2021 perkembangan ekonomi secara nasional mengalami pertumbuhan cukup positif.

Namun pendapatan daerah terutama Pendapatan Asli Daerah di Lombok Utara masih kesulitan mencapai target yang ditetapkan.

“Semua ini tak lepas dari aktivitas berbagai sektor ekonomi yang selama ini menjadi sumber pendapatan masih stagnan. Bahkan harus melakukan pemulihan terlebih dahulu. Untuk itulah, kami menyusun dan menyampaikan rencana rancangan perubahan untuk dibahas dan sepakati, bersama pimpinan dan anggota dewan,” urainya.

Selain itu, lanjut Wabup Danny, terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendukung Penanganan Virus Corona, berdampak bagi transfer daerah yang mengalami perubahan alokasi dan penggunaan untuk Kabupaten Lombok Utara.

Adapun besaran pengurangannya sebesar 33, 99 miliar. Dengan mempertimbangkan realisasi diproyeksikan sebagai dampak Covid 19, tidak mencapai target yang telah ditetapkan dalam APBD tahun 2021.

“Secara umum pendapatan pada perubahan APBD tahun 2021 diproyeksikan mengalami penurunan. Walaupun terdapat beberapa komponen pendapatan mengalami peningkatan dari target sebelumnya. Penurunan tersebut sebesar 4,25 persen dari target sebelumnya sebesar 915,4 miliar rupiah lebih menjadi 876,21 miliar rupiah,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, Wabup Danny melalui kesempatan tersebut mengajak semua untuk meningkatkan kerja sama bahu membahu dan bekerja keras dalam rangka menangani Pandemi Covid-19 beserta dampaknya.

BACA JUGA: Pupuk Organik Berkualitas, Inovasi UNW Mataram

Sehingga kehidupan masyarakat pada semua aspek dapat segera pulih untuk mewujudkan Kabupaten Lombok Utara yang inovatif, sejahtera dan religius, sebagaimana visi bersama.

Adapun proses paripurna tersebut, selanjutnya ditindaklanjuti melalui pembahasan Badan Anggaran DPRD KLU.

ags




Anggur Varian ReBaKong (RBK), Dikembangkan Bakti Haryono di Dusun Rebakong

Karena Bakti Haryono tinggal dan menekuni tanaman anggur di Dusun Rebakong, maka Bupati Dohan Sjamsu mengusulkan nama anggur varian Rebakong (RBK)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bakti Haryono,SE, 37, perintis sekaligus penggerak Kampung Anggur, di Dusun Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Anggur varian RBK yang dikembangkan Bakti Haryono

Bakti mengembangkan anggur berbagai varian di halaman rumahnya yang arealnya seluas sekitar 30 meter persegi.

Berawal dari pengembangan seluas 30 M persegi, Bakti pun mampu mendorong semangat warga yang lain, dan bahkan hingga ke luar di desa kemudia meluas sampai ke luar Kecamatan Kayangan.

Tidak jarang warga yang tidak dikenalnya datang untuk membeli bibit yang di kembangkan. Selagi sedang berbuah, pembeli bibit langsung melihat dan bahkan mencicipi rasa masing masing varian.

Meski dengan biaya seadanya Bakti menekuni kegiatan sehari hari bersama keluarga dan orang tuanya.

Menurut Bakti memanfaatkan halaman rumah memberi nuansa kesejukan di samping keindahan dan bernilai ekonomi tinggi, lantaran harga dan peminatnya cukup banyak hingga Ia harus memperbanyak pembibitan.

BACA JUGA:

Inisiatif Lestarikan Lingkungan dari Mahasiswa, Diapresiasi Bupati Djohan

Berbagai warna buah anggur Rebakong (RBK) dengan ukuran tandanannya mencapai kurang lebih seberat 1/5 kg.

Batangnya tumbuh ke atas kemudian menjalar di atas para baja ringan yang dipasang membentuk atap di seputaran halaman rumah dan terkesan teduh dan indah meski di musim kemarau.

Dikunjungi bupati

Di halaman rumahnya Bakti mendirikan para para yang ditanami anggur dan sudah berkali kali berbuah. Ketekunan dan keberhasilannya mengembangkan anggur, menarik perhatian Bupati LombokUtara, H Djohan Syamsu untuk berkunjung bersama isterinya Ibu Galuh Nurdiah, yang Ketua PKK KLU, Minggu (29/08/21).

Bupati Dohan dan Ny Galuh Nurdiah sedang mencicipi anggur di Dusun Rebakong

“Usaha saya untuk menanam anggur sekitar sepuluh tahun,” tutur Bakti kepada Bupati Djohan Sjamsu bersama Ibu Galuh Nurdiah.

Bakti yang didampingi Kepala Desa Kayangan Mijono, S. Sos, menceritakan awalnya menanam anggur lokal, tetapi hasilnya kurang memuaskan.

Sejak awal menekuni tanaman anggur, banyak orang di desa kala itu yang menganggap usahanya bakal sia-sia. Namun Bakti tidak patah semangat, dan terus belajar menekunni cara budidaya pohon anggur.

Puncaknya pada saat bencana Gempa Bumi 7.0 skr 2018, Bakti mengganti pohon anggur lokal dengan anggur Ninel dari Ukraina pada 2014.

Pohon anggur hibrida ini lebih mudah perawatannya dan buahnya lebih manis. Benar saja, hasil panen pohon anggurnya memuaskan. Masyarakat sekitar pun mulai tertarik untuk menanamnya.

Bakti kemudian mengajak saudara ipar dan keluarga yang lain untuk belajar sendiri budidaya tanaman anggur Ninel, tanpa pengalaman dan bantuan dana dari siapa pun saat itu.

Semakin hari, Bakti semakin bersemangat karena dibantu istri dan keluarga yang lain hingga berhasil menciptakan puluhan Varian.

“Saya menjual bibit Rp200 ribu hingg tiga jutaan lebih,” tutur Bakti.

Untuk warga sekitar Bakti memberikan secara cuma cuma, asalkan ditanam dan dirawat sungguh sungguh, ungkapnya.

Tapi sekarang, atas pertimbangan tertentu, ia mulai menjual dan tidak gratisan meski pada warga sekitar.

BACA JUGA: Agama Bisa Jadi Solusi Selesaikan Masalah Kekinian Manusia

“Saya berharap mereka yang menanam punya rasa memiliki sehingga mau merawat dengan baik dan benar,” katanya. Jika bibit diberikan gratis, si penerima kemungkinan akan malas-malasan untuk merawatnya.

Singkat cerita, kehadiran Bupati dan Ibu membuat dirinya semakin semangat. Terlebih lagi Bupati Djohan Syamsu melahirkan nama Varian ReBaKong (RBK) hari Minggu itu.

Tidak sampai di situ saja, Bakti rencana mengusulkan sertifikat nama Varian RBK sebagai bukti inovasinya mengembangkan berbagai varian Anggur.

Bakti mengaku, hasil dari tanaman anggur cukup menguntungkan. Setiap pohon mampu menghasilkan sekitar 12 kilogram anggur,  dalam setahun bisa sampai tiga kali panen.

Bakti menjual anggur Rp100 ribu per kilogram, sedangkan bibitnya dijual Rp antara 200.000 hingga 3.000.0000 lebih yang sudah berbuah.

“Sedangkan untuk perawatan pemberian pupuk saya cukup dengan organik dan air kelapa muda,” tuturnya di depan Bupati dan tamu lainnya.

Bakti pun mengaku kuwalahan menghadapi banyaknya permintaan. Ia pun berharap ada bantuan Green house dari pemerintah terkait pendampingan pertanian untuk tempat pembibitan, agar tidak ada gangguan binatang maupun di saat musim kemarau berkepanjangan.

Pasalnya, sekarang semakin banyak wisatawan lokal yang datang, terutama saat panen.

Bupati Djohan Syamsu menyarankan agar kegiatan budidaya anggur Varian RBK ini tetap dijalankan dan dikembangkan.

“Perkara kebutuhan Green house nanti kita pikirkan, yang penting semangat berinovasi jangan sampai pudar dan kembangkan usaha ini hingga kebituhan masyarakat Kabupaten Lombok Utara tidak lagi datangkan buah dari luar daerah,” saran bupati.

“Kami punya rencana melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sudah launching program agroforesti yang dipusatkan di Dusun Rebakong Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan,” kata Djohan Syamsu.

CATATAN/Ralat: Berita ini sekaligus klarifikasi penulisan yang menyebutkan alamat yang salah yaitu Dusun Rebakong Desa Pendua. Yang benar adalah Dusun Rebakong Desa Kayangan.

@ng




Inisiatif Lestarikan Lingkungan dari Mahasiswa, Diapresiasi Bupati Djohan

Bupati Dohan Sjamsu berterima kasih kepada inisiatif mahasiswa yang melakukan kegiatan bermanfaat bagi pembangunan di daerah, khususnya dalam pelestarian lingkungan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kegiatan peduli lingkungan dengan melepas anak penyu (Tukik), penanaman pohon serta bersih pantai yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Gondang (IMG) di Pantai Sedayu, Desa Gondang, mendapat apresiasi Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu.

Bupai Djohan mengapresiasi inisiatif mahasiswa peduli lingkungan Inisiatif mahasiswa dengan kegiatan peduli lingungan diapresiasi bupati

“Sebagai kepala daerah, saya berterima kasih. Inilah yang kita inginkan. Generasi muda yang berkreasi, berinisiatif melakukan kegiatan bermanfaat bagi pembangunan di daerah kita ini,” kata Bupati Djohan

Hal itu dikatakannya saat menghadiri kegiatan mahasiswa Gondang yang menggelar Pelepasan Penyu dan Penanaman Pohon serta Pembersihan Pantai di Pantai Sedayu, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara (28/08/21).

Kegiatan itu menandai Peringatan HUT ke-76 RI dan HUT ke-13 Kabupaten Lombok Utara.

Bupati mengatakan, Pemerintah Daerah tidak dapat melaksanakan pembangunan sendiri, apalagi Lombok Utara daerah dengan potensi keindahannya, bisa menjadi obyek pariwisata sebagai penyumbang PAD terbanyak.

“Tanggung jawab kita semua termasuk anak-anakku dan para generasi muda memelihara kondis lingkungan ini. Mari kita berbuat, menjaga kelestarian lingkungan, lingkungan yang asri untuk daerah kita Lombok Utara,” kata bupati.

Kegiatan diwarnai dengan pelepasan 300 ekor anak Penyu (Tukik), sebelumnya di tempat lain, telah dilepaskan 700 ekor, dari partisipasi masyarakat dan generasi muda Lombok Utara.

“Saya imbau pada generasi muda dukung pemerintah seutuhnya, dukung apa yang diprogramkan daerah sehingga dalam waktu yang tidak lama kemajuan pembangunan segera terwujud dengan baik,” harapnya.

Dijelaskannya, pembangunan daerah hingga saat ini belum bisa optimal, mengingat kendala pembiayaan, akibat adanya pandemi Covid yang melanda dunia hingga daerah seperti Lombok Utara. UMKM terpuruk, PAD APBD menurun signifikan.

BACA JUGA: BPD Santong Tolak Bantuan Pangan non Tunai untuk Isteri Kades

“Covid ini tidak nampak tapi dampaknya nyata. Banyak yang sudah terpapar di Lombok Utara. Hari ini (28/08/2021) masih kisaran 20 orang yang terkonfirmasi positif. Mari kita bekerja, bangkit bersama mencegah Covid-19,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua PKK KLU Hj Galuh Nurdiyah, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Plt Kadis Dukcapil KLU sekaligus Sekretaris Panitia HUT ke-76 RI dan HUT ke-13 KLU Tresnahadi SPt, Kapolsek Gangga AKP Remanto SH dan Kepala Desa Gondang Supriadi SPd.

Pada acara tersebut, hadir pula unsur Komunitas Tionghoa Lombok, Pengurus dan Anggota Ikatan Mahasiswa Gondang, para Kadus, unsur masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Keikutsertaan masyarakat dan para generasi muda dengan kreasi dan inisiasi menunjang kelancaran pembangunan pada suatu daerah.

Bantuan Komunitas Tionghoa

Selain itu pula, Bupati Djohan menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Komunitas Tionghoa yang dihajatkan bagi anak yatim dan warga miskin.

Kendati dalam jumlah terbatas, tetapi pasti bermanfaat. Berpartisipasi ikut membantu menanggulangi persoalan ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua INTI NTB dari unsur Komunitas Tionghoa Lombok, S Wijanarko menyampaikan, kegiatan sosial yang diselenggarakan guna melestarikan lingkungan hidup akan diwariskan hasilnya pada anak cucu.

BACA JUGA: Ibu Adalah Garda Terdepan Dalam Mendidik Anak-anak

Nantinya dapat terpelihara dengan baik dan memberi dampak pada kehidupan yang lebih baik.

“Adanya kegiatan sosial dan lingkungan dapat berdampak nyata. Semoga Covid bisa cepat berlalu, dan kita bisa hidup new normal kembali. Membangun negara dan daerah pada segala bidang termasuk ekonomi masyarakat dan pembangunan laju pesat menuju Indonesia yang tangguh dan tumbuh,” kaa Wijanarko.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada empat perwakilan Kadus di Desa Gondang untuk disalurkan kepada yang berhak serta pembagian hadiah Lomba Mural dan Bersih Kampung Sehat.

Kegiatan diakhiri dengan bersama melepas Penyu (Tukik) untuk kelestarian biota laut dan Penanaman Pohon Kencana yang cocok tumbuh di pesisir pantai, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

wld




Peduli Lingkungan, Mahasiswa Melepasliarkan Tukik di Lekok

Ikatan Mahasiswa Gondang (IMG) melakukan aksi peduli lingkungan dengan gerakan bersih pantai, penanaman seratus pohon pelindung dan melakukan pelepasliaran tukik

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ikatan Mahasiswa Gondang (IMG) mengadakan kegiatan melakukan  Bersih Kampung, Penanaman Pohon dan lepasliarkan tukik di Pantai Sedayu Lekok, Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupeten Lombok Utara.

Kegiatan IMG itu menggandeng kerjasama dengan Komunitas Tionghowa – INTI, OPAL, dan Pokdarwis setempat.

Sebelumnya, serangkaian kegiatan yang telah dilakukan IMG antara lain berupa pembibitan anggur, lomba seni melukis tembok, pembibitan, dan berbagai kegiatan lainnya dalam rangka memeriahkan HUT KLU Ke 13 dan HUT RI Ke 76 tahun 2021.

Kegiatan itu merupakan tindak lanjut kegiatan sebelumnya.

BACA JUGA: BPD Santong Tolak Bantuan Pangan non Tuna untuk Isteri Kades

Hari Sabtu (28/08/21), Ikatan Mahasiswa Gondang melakukan gerakan bersih pantai, penanaman seratus pohon pelindung dan melakukan pelepasliaran tukik. Dalam kegiatan ini IMG memina Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu untuk memimpin kegiatan itu.

Dalam acara seremonial, IMG sekaligus penyampaian laporan pertanggung jawaban kegiatan, penyerahan kenang kenangan untuk bupati, penyerahan hadiah pemenang Lomba, sekaligus penyerahan 300 paket sembako untuk anak yatim piatu, lansia, orang tua jompo dan fakir miskin.

Bupati dilibatkan dalam aksi peduli lingkungan

aksi peduli lingkungan ditandai dengan penanaman pohon

 

 

 

 

 

Kegiatan IMG yang diselenggarakan di Pantai Sedayu, Dusun Lekok, Desa Godang,  berlangsung selama dua hari, dimulai tanggal 27 Agustus hingga 28 Agustus 2021.

Penanaman pohon selain berfungsi sebagai pelindung, juga untuk memperindah seputaran lokasi Pantai Sedayu yang merupakan salah satu tujuan wisata di Gondang. Lokasi itu digunakan sebagai pusat penangkaran penyu pertama dan terbesar di kabupaten Lombok Utara.

“Kegiatan ini diharapkan berlanjut secara kontinyu dan dapat ditiru oleh mahasiswa yang lain serta masyarakat luas. Menjadi upaya bersama memelihara dan mengawasi apa yang telah dilakukan secara bersama sama untuk kepentingan bersama. Itu akan melahirkan kader kader lingkungan,” kata pihak pengurus IMG dalam pernyataannya, Sabtu (28/08/21).

Pihak IMG juga berharap dukungan pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Dan menyerukan masyarakat luas akan pentingnya gerakan peduli lingkungan untuk kehidupan semua mahluk.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, yang hadir dalam kegiatan di Pantai Sedayu itu mengatakan, kehadirannya sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan.

BACA JUGA: Sertifikasi Pemandu Wisata Tambora, Langkah Menuju UNESCO

“Penghijauan merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan yang merupakan salah satu program perintah,” kata bupati.

Ia berdiharap kegiatan yang diakukan IMG yang didukung lembaga yang peduli lingkungan lainnya, dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang rawan Abrasi, longsor, banjir dan kekeringan di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

“Terlebih lagi di Pantai Sedayu yang merupakan pusat penangkaran penyu yang sudah terdaftar di Kantor BKSDA NTB,” ungkap bupati.

Bupati Djohan mengapresiasi para Donatur Komunitas Tionghoa, Organisasi Lingkungan dan segenap peserta kegiatan penghijauan.

“Walaupun di tengah situasi Pandemi Covid-19, kita masih dapat melaksanakan kegiatan ini, ” katanya.

Usai pembersihan dan penanaman, Djohan Syamsu, melepasliarkan 300 tukik, membagikan paket sembako dan penyerahan hadiah pemenang lomba dalam kegiatan dalam rangka HUT KLU Ke 13 dan HUT RI ke 76 -2021.

(@ng)




BPD Santong Tolak Bantuan Pangan non Tunai untuk Istri Kades

Temuan adanya bantuan yang diperuntukkan kedua istri Kepala Desa ini merupakan hasil koordinasi BPD Santong dengan beberapa pihak terkait Bantuan Pangan non Tunai (BPNT)

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, memasalahkan dua rekening bantuan sosial di Desa Santong yang terindikasi ada penyimpangan, yakni diterima kedua istri Kepala Desa.

Pihak BPD Santong menyampaikan kepada pihak bank untuk tidak menyerahkan dua nama penerima bantuan sosial, yang diketahui teryata adalah istri dari Kepala Desa Santong.

Menurut pihak BPD, hal tersebut merupakan kekeliruan yang tidak bisa dibiarkan, mengingat masih banyak masyarakat Desa Santong yang lebih membutuhkan.

Seperti diketahui, bantuan sosial yang disebut bantuan pangan non tunai (BPNT) merupakan bantuan untuk masyarakat miskin dan berpenghasilan di bawah satu juta.

Bantuan tersebut diharapkan tepat sasaran, dan jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat Desa Santong.

BACA JUGA:

Kawasan Budidaya Udang dan Lobster Terintegrasi akan Dibangun di NTB

Hersuna Subarkah, salah seorang anggota BPD Santong menyampaikan, ada kekeliruan pada pendataan penerima bantuan sosial tersebut.

Pihak BPD Santong sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan berharap tidak lagi terjadi agar setiap bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran.

“Dalam hal ini BPD Desa Santong berinisiatif untuk meminta kepada pihak TKSK dan pihak bank BRI untuk tidak memberikan kartu dan rekening BPNT Kepada istri pertama dan kedua dari Kepala Desa Santong, tujuannya agar penerima manfaat tepat sasaran.” ujar Hersuna, Jum’at (27/08/21)

Temuan adanya bantuan yang diperuntukkan kedua istri Kepala Desa ini merupakan koordinasi BPD Santong dengan beberapa pihak, terkait penyaluran bantuan kepada warga miskin di Desa Santong.

Dari beberapa klarifikasi dan penelusuran data penerima bantuan tersebut, pihak BPD mendapat temuan nama istri Kepala Desa Santong tercatat sebagai penerima bantuan sosial tersebut.

BAA JUGA: Komunitas Tionghoa Lombok Sumbang Sembako Dampak Pandemi

Hersuna menjelaskan, seharusnya bantuan-bantuan sosial dalam bentuk apa pun harus benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Pendataan penerima bantuan sosial juga diharapkan lebih selektif dan tidak asal-asalan dalam melakukan pendataan.

BPD desa Santong juga menjelaskan, seluruh anggota BPD akan tetap mengawal setiap hal yang berkaitan dengan hak masyarakat Desa Santong.

“Sebelumnya BPD berkordasi dengan pihak perangkat kewilayahan terkait nama-nama penerima manfaat BPNT, dan di sana ditemukan nama istri Kepala Desa.” ujar Hersuna.

Han




Komunitas Tionghoa Lombok Sumbang Sembako Dampak Pandemi

300 paket sembako yang diserahkan Komunitas Tionghoa Lombok kepada Pemda KLU, ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, menerima secara simbolis penyerahan bantuan tersebut di ruangan bupati, Jumat (27/8). Bupati Djohan berterima kasih kepada perkumpulan warga Tionghoa Lombok, khususnya pada PSBM, PSMTI dan INTI NTB dalam membantu masyarakat Lombok Utara yang terdampak Covid- 19.

Komunitas

Bantuan berupa paket sembako tersebut rencananya disalurkan ke masyarakat Desa Gondang yang terdiri dari empat dusun dan para yatim piatu.

Sementara itu, Wakil Ketua INTI NTB, S. Wijanarko, menyampaikan bahwa bantuan paket sembako yang berjumlah 300 paket terdiri dari; beras, minyak, dan mie instan, tersebut, untuk meringankan beban warga Lombok Utara yang terdampak Covid-19 dan PPKM.

Komunitas Tionghoa Lombok yang terdiri dari PSBM, PSMTI dan INTI juga telah mengadakan kegiatan sosial dalam bentuk penanaman pohon di Buani Bentek. Rencananya Sabtu esok (28/8) akan turut berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan yaitu pelepasliaran tukik atau penyu di Pantai Sedayu.

BACA JUGAAnak Muda Desa Jadi Founder dan Penggerak Literasi Membaca

rar




Penyu Tangkaran Dilepaskan di Pantai Nipah untuk Pelestarian

Pelepasan Penyu hasil penangkaran Komunitas Konservasi Penyu di Pantai Nipah, Lombok Utara, sebagai dukungan dan upaya memperbaiki kondisi lingkungan.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, menyatakan hal tersebut saat membuka Peresmian Kolam Penangkaran, Pelestarian Turtle Conservation Community (TCC) dan Pelepasliaran Penyu di Pantai Nipah, Pemenang, Rabu (25/8).

Penyu
H. Djohan Sjamsu

“Berterimakasih kepada ‘anak-anak saya’ yang berinisiatif dengan kegiatan ini sebagai amaliah kita semua. Bagian dari pengabdian pada bangsa, negara dan Lombok Utara,” tuturnya.

Bupati Djohan menceritakan bahwa KLU pernah dilanda bencana alam gempa bumi yang mengakibatkan rusaknya infrastruktur rumah hingga 60 ribu unit rusak berat. Sebagian besar fasilitas publik hingga kini belum tuntas rekonstruksinya, kemudian disusul dengan pandemi Covid-19. Hingga hari ini keterpaparan di KLU menembus angka lebih dari 500 jiwa orang, dengan yang masih tersisa konfirmasi positif kurang dari 30 jiwa.

“Saya serukan pada kita semua, agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Sebagai orang yang beragama, tentu kita harus taat dan percaya segala sesuatu yang terjadi Tuhan yang menentukan, kita hanya dapat berikhtiar,” imbuhnya.

Bupati Djohan mengajak bangun semangat, tidak menjadikan Covid tanpa solusi dan kerjakan apa yang mampu dikerjakan. Kita diuji oleh Allah dengan berbagai macam persoalan termasuk Covid-19. Jagalah semangat mencegah Covid, agar segera berhenti dan agar wisatawan bisa hadir, sehingga ekonomi dan UMKM bisa normal.

Tentu akan menghasilkan sesuatu untuk daerah kita. Bersatu padu membangun daerah kita,” tegasnya.

BACA JUGAVarietas Anggur Bermacam-macam Tumbuh Subur di Desa Pendua

Sementara itu, Pimpinan Operation Head PT. Pertamina DPPU BIL, H. Boedi Poerwanto, menyampaikan bahwa Pantai Nipah merupakan destinasi wisata yang dianugerahi keindahan alam dengan jejeran pantai eksotik serta didukung dengan keanekaragaman hayati.

“Dengan menawarkan destinasi unggulan konservasi Penyu dapat menyumbangkan volume kunjungan wisata di Nipah, setelah pandemi usai. Dalam upaya pengembangan promosi pariwisata. Saya menawarkan konservasi Penyu yang dikelola oleh pemuda Nipah melalui TCC,” ujar Boedi.

Acara yang dihadiri sejumlah pejabat daerah, aparat keamanan dan masyarakat tersebut dilanjutkan dengan penandatangan prasasti pelepasan penyu di pesisir Pantai Nipah.

wld




Anggur Berbagai macam Varietas Tumbuh Subur di Desa Pendua

Warga Pendua, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara menekuni kegiatan budidaya berbagai varietas anggur lokal maupun impor sejak tahun 2008

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bakti, (37) salah seorang warga Dusun Rebakong, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang memperlihatkan anggur hasil budidayanya.

Ia bersama orangtua sendiri dan adiknya mengamati perkembangan anggurnya di seputar halaman rumah tempat tinggal keluarganya.

Buah anggur varietas impor atau luar negeri

Hal ini menjadi pusat perhatian warga sekitar di lingkungan tempat tinggalnya di dusun Rebakong, bahkan warga desa yang lain juga tertarik.

Tak jarang Bakti kedatangan tamu yang belum dikenal sama sekali dari luar Desa, Kecamatan  dan bahkan dari luar Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Tembakau Punya Potensi dan Prospek Besar di Lombok Utara

Bakti selain sebagai tenaga honor di Kantor Sekwan KLU, ia mengaku menekuni kegiatan budi daya anggur Lokal maupun impor berbagai varitas ini sejak tahun 2008, dan dengan keahliannya ia dikenal hingga ke pelosok dusun.

Bayangkan saja, di halaman rumah pinggir jalan raya terlihat jelas anggur sedang berbuah lebat yang cukup menarik perhatian pengguna jalan raya. Bakti juga menyediakan sejumlah bibit dalam polibek yang siap tanam sebagai dagangan.

Menariknya, bahkan anggur itu ada yang berbuah di Planterbek dengan ukutan setinggi sekitar 1 meter lebih. Jenis-jenis anggur impor yang bekualitas seperti vatietas Geotami Hitam kemerah-merahan; Trant, Nuzinadubobsky, Pin, Trans, Rizamat, Hallowin, Moondrop, AVATAR, Cr-v, Pakar, Nobel, Kuliah, Dosin, Sonidol, Jumbo Sedles dan berbagai jenis lainnya.

Sementara harga jual rata rata RP 200.000 hingga RP 3.000.000 yang sudah berbuah dengan ketinggian antara 40 Cm hingga 1,60 Cm.

Tanaman anggur yang berbuah lebat dengan daunnya yang merambat menghiasi halaman rumah Bakti hingga di pekarangan belakang. Tidak heran kalau ia sering kedatangan tamu dan pembeli untuk melihat secara langsung anggur yang sedang berbuah lebat.

Ia juga mengajak warga sekitar rumahnya untuk melakukan kegiatan urban farming atau penghijauan dengan menanam buah anggur di setiap pekarangan rumah.

BACA JUGA: Sinergi dan Kolaborasi KPID untuk Mmebangun NTB Gemilang

“Budidaya anggur untuk keindahan alam yakni sebuah sensasi, dengan pemandangan menyejukkan mata mrmandang di melihat buah anggur bergelantungan,” tuturnya saat ditemui, Rabu (25/08/21).

Untuk memberi edukasi kepada warganya tentang budidaya anggur, Bakti pun bergabung dengan petani anggur yang lain dengan tujuan untuk belajar tentang budidaya.

Selain itu, dia juga melakukan survai ke desa-desa lain di lima Kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, yang lebih dulu budidaya anggur di tanah milik maupun pekarangan srndiri.

“Sebelum saya edukasi warga, terlebih dulu belajar ke komunitas anggur dan melakukan studi banding,” ujar Bakti.

Kemudian, ia berpikir untuk melestarikan lingkungan RT hingga ke semua dusun di Desa Pendua Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara.

“Saya mengajak warga, tentu harus memberi contoh dulu dengan menanam anggur di halaman rumah saya. Jadi tidak asal mengajak, saya juga belajar pada komunintas anggur,” ungkap pria kelahiran Dusun Rebakong ini.

Gayung pun bersambut, banyak warga yang antusias untuk menanam anggur di rumahnya.

Apalagi menurutnya, selain untuk keindahan dan keasrian halaman rumah, budidaya anggur ini bisa menciptakan ekonomi kreatif. Misalnya, warga dapat menjual buah bibit anggur dan sebagainya.

“Alhamdulillah warga saya antusias karena mereka punya latar belakang suka dengan tanaman hias, dan memang dari beberapa titik rumah dari dulu itu sudah ada warga yang menanam anggur. Jadi, saya optimis warga saya akan mau diajak,” paparnya.

Saat ini, ada puluhan varian anggur baik lokal maupun impor, yang ditanam di lingkungan RT tempat tinggal Bakti.

Adapun masa tanam anggur hingga panen membutuhkan waktu sekitar 7 bulan.

“Idealnya karena bukan dari biji, tapi dari sistem stek atau okulasi antara 5-7 bulan itu idealnya anggur ini berbuah,” imbuhnya.

@ng