Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Di tengah acara perayaan Mandi Safar, Kadis Pariwisata NTB minta pelaku pariwisata di Gili mengambil peran dalam event MotoGP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno Desa Gili Indah Rabu (06/09/21)  sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraannya lebih sederhana dan tak semeriah sebelumnya.

Penyelenggara upacara tradisi itu berlangsung di tengah pandemi Covid-19, sehingga banyak aturan yang membatasi.

Wabup di tengah-tengah perayaan Rebo Bontong

Masyarakat Dusun Gili Meno antusias dalam perayaan Rebo Bontong

Pembatasan yang ditekankan, penyelenggaraannya harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes), berarti menghindari kerumunan banyak orang, serta aturan prokes lainnya.

Pemerintah KLU berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19, tujuannya agar sektor Pariwisata segera pulih.

BACA JUGA: Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

“Saya menghimbau pada masyarakat tidak mengabaikan Prokes guna menjaga diri, keluarga dari virus pandemi covid 19 dan masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan suntik vaksin,” kata Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng yang ikut acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno.

Hadir pula pada acara tersebut, Kadis Pariwisata  NTB Yusron Hadi ST, PLT Kadis Pariwisata KLU DRs. Ainal Yakin, PLT Kadis Perhubungan KLU, Ir. M Wahyu Darmawan serta undangan lainnya.

Upacara Mandi Safar atau lebih dikenal dengan Rebo Bontong menjadi ritual rutin masyarakat setempat yang jatuh setiap bulan Safar.

Ritual Rebo Bontong merupakan perpaduan budaya warga Sasak dan Islam, untuk memohon berkah.

Wabup Danny menyampaikan, Mandi Safar adalah budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Kegiatan itu

“Kegiatan mandi sapar ini menjadi bukti keberadaan pemerintah di tengah masyarakat, dalam situasi dan kondisi apa pun, terlebih di masa sulit sperti sekarang ini,” ungkap Wabup Danny

Dalam kesempata itu, Kadispar NTB Yusron Hadi mengharapkan pelaku wisata di KLU, khususnya di Desa Gili Indah, menyiapkan diri dan mengambil peran pada  event Internasional Moto GP yang dilaksanakan di Mandalika Lombok Tengah.

Pihaknya yakin event tahunan berdampak pada pariwisata yang ada di KLU.

BACA JUGA: BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik untuk Bawang Merah

“Wisatawan yang nantinya datang pasti akan mngunjungi tempat tempat wisata yang ada di NTB termasuk Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno akan menjadi pilihan mereka nantinya,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan “serakalan” (baca barzanji), zikir dan berdoa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Rangkaian prosesi ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan tolak bala, serta dilanjutkan dengan acara mandi bersama di pantai.

@ng

 

 




Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

Kegiatan workshop penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas diperlukan warga Desa Sambi Elen, setelah ada pendampingan dari Paluma dan UNDP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelaksanaan workshop penyampaian hasil implementasi program Local Economic Development (LED), kolaborasi kelompok dan masyarakat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH, di Aula Bupati, Rabu (06/10/21).

Bupati membuka woekshop penyampaian hasil pendampingan
Bupati H Djohan Sjamsu

Hadir pula Para Staf Ahli Bupati, Perwakilan PALUMA Yogyakarta, Perwakilan UNDP,Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kades Sambik Elen Muhammad Katur serta undangan lainnya.

Menurut Bupati Djohan, acara workshop penting bagi masyarakat utamanya yang berada di Sambik Elen. Khususnya dalam penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas  di wilayah paling ujung timur KLU, di bawah binaan UNDP dan Paluma.

“Pemda sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PALUMA dan UNDP  dalam rangka pendampingan dan membina UMKM yang ada di Desa Sambik Elen,” tuturnya.

Pemulihan pasca gempa 2018 meluluh lantahkan seluruh sarana perasarana di KLU  yang hingga kini belum seluruhnya terbangun kembali. Terlebih  pada Tahun 2020, terjadi bencana non alam yakni pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Pelatihan Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kondisi ini memberikan dampak cukup signifikan bagi proses pembangunan di daerah.

Pandemi juga berdampak pada UMKM dan perekonomian daerah  mengalami keterpurukan, hanya yang masih bertahan sektor pertanian.

“Harapan saya untuk masyarakat yang ada di Desa Sambik Elen, program  pendampingan yang dilakukan oleh Paluma dan lainnya tidak berhenti, dan bisa berkelanjutan,” harapnya.

Pemda mendukung sepenuhnya program yang bertujuan mengembalikan semangat masyarakat untuk kembali berusaha dan berikhtiar membangun ekonomi untuk menunjang kehidupan keluarga serta lainya.

Menurut bupati, potensi Desa Wisata di KLU  sangat bagus, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan ke depan produk UMKM bisa dipasarkan.

Kepala Desa Sambik Elen, Muhammad Katur dalam laporannya menyampaikan, kehadiran PALUMA selama dua tahun mampu memperlihatkan dampak positif bagi masyarakat Sambik Elen.

“Berkat pendampingan dari Paluma dan UNDP, banyak hal yang masyarakat kembangkan mulai dari pembinaan UMKM, SDM, sumber daya alam serta lainnya yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kami,”ungakpya.

Semua UMKM Desa Sambik Elen mengikuti workshop, dan ke depa kita memerlukan sistem pengelolaan pembangunan  yang baik khususnya di desa.

Peran pemda di dalamnya sangat penting, karena  pendampingan dari PALUMA, di Desa Sambik Elen telah melahirkan setidak ada 6 Perdes yang bertujuan untuk mendukung kegiatan serta pelaksanaan programnya.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

“Terimakasih kepada Paluma dan UNDP serta lainya, yang selama ini melakukan pendampingan pada masyarakat kami,” kata Muhammad Katur.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan peninjauan stand Pameran UMKM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

@ng

 




Pelatihan Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kegiatan pelatihan mendongeng diperlukan agar para kader pembimbing pendidikan anak bisa menstimulasi anak membangun mimpinya, baik orang tua dan anak bisa bercerta dengan cinta

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Yayasan Nurani Luhur Masyarakat melalui project JAAM (Join Action Again Malnutrisi) menggelar pelatihan mendongeng bagi 33 peserta. Terdiri dari Kader Champion tumbuh kembang, perwakilan guru PAUD dan staf project JAAM selama dua hari 6-7 Oktober di Villa Bambu Senaru, Kecamatan Senaru Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Pelatihan PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Pelatihan mendongeng ini merupakan rangkaian dari kegiatan divisi tumbuh kembang salah satu program intervensi dari project JAAM.

Pelatihan mendongeng untuk tumbuh kembang anak

Setidaknya ada tiga (3) kegiatan kunci yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk menstimulasi tumbuh kembang 0-3 tahun melalui kegiatan 3B: Bermain, Bercerita dan Bernyanyi.

Ketiga (3) kegiatan ini dapat menstimulasi aspek tumbuh kembang anak di antaranya: motorik halus melalui yang dapat dilakukan melalui kegiatan bertepuk, meme, motorik kasar, bahasa, emosional dan kemandirian.

Dari assessment yang dilakukan oleh Project JAAM terhadap orang tua yang memiliki anak usia 0-3 tahun di 4 Desa Bayan yaitu Anyar, Batu Rakit, Loloan, Sukadana, kegiatan bercerita masih sangat kurang data di tahun 2021.

Untuk kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua adalah sebagai berikut: Desa Anyar dari 27 anak, terdapat 5 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita (18,5 persen), Desa Sukadana dari 22 anak, terdapat 5 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita (22 persen).

BACA JUGA: English Competition Festival, Event Perdana di KLU 

Di Desa Batu Rakit dari 24 anak, terdapat 10 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita (41,6 persen) dan Desa Lolan dari 24 anak, terdapat 6 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita ( 25 persen).

Berdasar data ini, pelatihan mendongeng menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan.

Firman Laia, Koordinator Project JAAM menyampaikan, Proyek JAAM melakukan upaya rehabilitasi serta pencegahan stunting bagi anak usia 6 hingga 35 bulan di 4 Desa yang ada di kecamatan.

Intervensi di area tumbuh kembang adalah hal yang sangat krusial bagi project JAAM.

Perubahan positif di masyarakat khususnya dalam pengentasan malnutrisi akan sangat ditentukan oleh diperkenalkannya pola-pola pengasuhan yang baik di tingkat keluarga, khususnya keluarga sasaran; yakni kelompok orangtua, pengasuh anak dan orang dewasa .

Sedangkan Suratni, mewakili Camat Bayan yang behalangan karena mengikuti kegiatan di kantor Bupati Lombok Utara. Suratni menyampaikan terima kasihnya atas berlangsungnya proses kegiatan dan berharap kepada peserta untuk menekuni tahapan tahapan kegiatan Pelatihan Mendongeng Proyek JAam “BEREMBUG”.

Menurut Ibu Suratni, mendongeng merupakan kebiasaan turun temurun oleh orang tua kita, meski Dongeng itu merupakan cerita atau kebiasaan yang terkadang tidak memiliki referensi (cerita rekaan).

Tapi tiap orang tua harus melakukannya untuk mendekatkan dan memanjakan anak dalam rangka melatih kecerdasan otaknya, terlebih lagi disaat jelang istirahat tidur, kata Suratni seraya buka acara.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Kak Wawan sapaan untuk pria yang memiliki nama lengkap Herman Husdiawan Raja Dongeng dari Lombok ini Pelatihan mendongeng merupakan salah satu kegiatan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak .

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta khususnya kader Champion tumbuh kembang dan Guru PAUD dapat mempraktekan kegiatan mendongeng ini dikegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama orang tua dan anak usia 0-3 tahun dikelas parenting dan kelas Ponia (Pos Nutrisi Ibu dan Anak) dan kegiatan pembelajaran di PAUD.

Melalui kegiatan bercerita, orang tua dapat menstimulasi kemampuan berbicara anak dengan kosakata yang baru.

Mendongeng, Orang tua dan anak bercerita dengan cinta, membangun imajinasi dan mimpi-mimpi anak Bayan untuk Lombok Utara dan Provinsi NTB yang lebih baik ke depan.

Tentunya Lombok Utara yang semakin Tangguh dan bebas dari kasus gizi buruk atau malnutrisi. (*)

@ng




Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Penyelenggaraan Bimtek PAUD Holistik Integratif diapresiasi Bupati Djohan, yang tujuannya mendukung perkembangan peserta didik secara optimal

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka secara resmi bimbingan teknis peningkatan kapasitas penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Kabupaten Lombok Utara, di Sunset Spring Beach Desa Segara Katon, Selasa (05/10/21).

Bupati saat membuka resmi bimtek PAUD HI
Bupati H. Djohan Sjamsu

Hadir dalam kegiatan itu Plt. Kadis Dikbudpora Adnan MPd , Plt.Kepala Bappeda Parihin SSos, Bunda PAUD KLU, Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu serta undangan lainnya.

Bupati Djohan menyampaikan Apresiasi terhadap Bimtek PAUD HI di Lombok Utara yang tujuannya mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

BACA JUGA: English Competition Festival, Event Perdana di KLU Tahun 2021

Selain itu juga mencetak generasi milenial  yang produktif kreatif dan inovatif serta mampu berkontrbusi pada pembangunan  bangsa dan daerah.

“Saya atas nama Kepala Daerah mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayan Pemuda dan Olahraga yang menginisiasi terselenggaranya kegiatan ini,” tuturnya.

PAUD HI merupakan program nasional, dilaksanakan secara stimulan, sistematis serta menyeluruh dan terintegrasi, berkesinambungan untuk mendukung tumbuh kembang optimal demi mewujudkan anak sehat, cerdas dan berkarakter sebagai generasi masa depan berkualitas.

“Saya mengharapkan peran aktif seluruh kita semua untuk menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak dalam hal Pendidikan, Kesehatan, Pengasuhan serta Pelindungan dan Kesejahteraan,” harapnya.

Dengan kekompakan seluruh elemen dalam  membangunan daerah, tentu melalui bimtek kita bisa melakukan terobosan peningkatan kualitas SDM guna terwujudnya generasi emas yang berkelanjutan di masa mendatang.

Dalam pada Plt. Kadis Dikbudpora KLU Adnan MPd melaporkan tujuan dari kegiatan bimtek adalah untuk meningkatkan kapasitas dan terlaksananya penanganan anak usia dini secara menyeluruh.

“Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan PAUD HI disatuan pendidikan usia dini di KLU,” imbuhnya.

Dengan adanya Bimtek nantinya terlaksananya penanganan anak usia dini secara utuh dan menyeluruh, yang mencakup layanan gizi dan kesehatan.

Bimtek ini berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta 100 Lembaga PAUD dari lima kecamatan di KLU, dengan Narasumber dari Direktorat PAUD Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Ristek RI melalui  Virtual.

BACA JUGA:

BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah di KLU

Acara dilanjutkan dengan Penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bunda PAUD Lombok Utara Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu, pada perwakilan peserta bintek  dari masing-masing kecamatan di KLU.

@ng




English Competition Festival, Event Perdana di KLU

Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara yang menyelenggarakan English Competition Festival berharap, Pemda KLU menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan

TANJUNG. lombokjournal.com ~   Mewakili Bupati Lombok Utara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (Dikbudpora KLU) Adenan, S.Pd, M.Pd., membuka acara English Competition Festival bertempat di Yayasan Mamba ‘ul Bayan NW Nusantara, Senin (10/4/2021).

Adenan saat membuka acara English Competition Festival
Adenan, S.Pd, M.Pd

Dalam kesempatan itu, atas nama Pemerintah Daerah, Plt. Kadis Dikbudpora KLU menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan English Competition Festival, salah satu event perdana dan terbesar di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2021.

“Atas nama pribadi, atas nama pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas keikutsertaan lembaga ini (Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara _red ) dalam mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya.

BACA JUGA:

BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah di KLU

Menyinggung terkait gawe besar yang digelar oleh pondoknya bersama dengan lembaga Pade Betulung itu, Pimpinan Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara, Kamah Yudiarto QH., S.Sy, S.Sos., berharap agar kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali oleh Pemerintah Daerah, khususnya Dikbudpora KLU di tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan ini menjadi agenda tahunan. Bukan saja sains yang biasa dilaksanakan atau pekan olahraga, tetapi perlu juga di bidang Bahasa Inggris,” harap Kamah.

Kamah yang juga anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara ini menegaskan, penjurian Festival Kompetisi Bahasa Inggris tersebut sepenuhnya dari pihak luar yayasan. Artinya semua peserta memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara.

“Semua juri kami datangkan dari Mataram,” ujarnya.

Berdasarkan Laporan Ketua Panitia Penyelenggara, M. Fitra Rizki, jumlah peserta yang mengikuti Festival Kompetisi Bahasa Inggris tersebut 190 siswa. 73 dari Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan 117 dari Sekolah Lanjutan Menengah Atas (SMA).

Mata lomba yang diikuti peserta antara lain, untuk tingkat SLTP sebanyak 23 peserta mengikuti lomba Story telling (bercerita), 13 peserta mengikuti lomba Poem (puisi) dan 14 peserta mengikuti lomba Singing (bernyanyi).

BACA JUGA: Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Untuk review Kemudian Tingkat SMA, 27 Peserta mengikuti lomba Speech (Pidato), 23 Peserta mengikuti lomba Bercerita (Bercerita), 24 Peserta mengikuti lomba Poem (puisi), 21 Peserta mengikuti lomba menyanyi ( Bernyanyi ), Serta Terdapat 12 tim Yang mengikuti lomba Debating (perdebatan).

@ng




Dinas Sosial KLU Tempel Stiker di Rumah Penerima PKH

Setelah melakukan penempelan stiker di rumah warga penerima PKH, pihak Dinas Sosial juga melakukan kunjungan di rumah penderita tumor ganas

KAYANGAN.lombokjournal.com ~ Penempelan stiker secara simbolis pada rumah warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara (KLU) di Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Senin (04/10/20).

Dinas Sosial bantu penderita tumor
Kujungan ke psien tumor

Kepala Dinas Sosial KLU, Fathurrahman S.T saat melakukan penempelan stiker itu didampingi Kepala Kecamatan Kayangan, Siti Rukaiyah, Nisanim, S,IP, Kepala bidang Rehabilitasi sosial, Korkap PKH, Raden zulkarnaen, S.Pdi.

Penempelan stiker di rumah warga penerima PKH itu kemudian akan dilanjutkan oleh pendamping di setiap desa.

BACA JUGA; Kampanye Negatif Tentang Rokok, Rugikan Petani Tembakau

“Penempelan stiker secara simbolis kita lakukan hari ini dengan ibu Camat kayangan, kemudian nanti akan dilanjutkan oleh teman-teman pendamping ke desa yang lain, karena masing-masing desa ada pendampingnya,” kata Fathurrahman.

Agenda Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara selanjutya mengunjungi rumah pasien penderita tumor ganas yang ada di desa Santong.

Pasien tersebut telah menjalankan operasi dengan lancar dan saat ini dalam proses pemulihan. Pasca operasi pasien, kontroling tetap dilakukan oleh pihak kesehatan guna membantu pemulihan pasien yang saat ini sudah kembali di kediamannya.

Pihak Dinas Sosial melalukan kunjungannya yang kedua guna memberikan bantuan sembako, makanan siap saji dan perlengkapan tempat tidur untuk pasien.

“Pada kunjungan pertama, kami membujuk pasien untuk mau mengikuti prosedur kesehatan guna mengobati penyakitnya, dan alhamdulillah pada kunjungan kedua ini kami bisa mengantarkan beberapa kebutuhan untuk membantu masa pemulihan pasien.” jelas Fathurrahman.

Pasien penderita tumor ganas merupakan salah satu warga yang berdomisili di Desa Santong. Pasien tersebut telah mendapatkan penanganan dari RSUD Tanjung, dengan bantuan pendanaan dari Dinas Sosial dan santunan dari berbagai pihak yang telah melakukan penggalangan dana, yang langsung didonasikan sebagai biaya pengobatan pasien.

BACA JUGA: Pengolahan PHT yang Benar, Kurangi Pertumbuhan OHT

Saat menyerahkan bantuan sembako dan perlengkapan tempat tidur, Fathurrahman menghimbau, agar pihak keluarga bisa konsisten melakukan kontroling pasien ke tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat.

“Kontrol pada masa pemulihan sangat perlu diperhatikan agar pasien dapat segera sehat seperti biasa,” ujar Fathurrahan.

Ha




Kampanye Negatif Tentang Rokok, Rugikan Petani Tembakau

Para petani tembakau terancam merosot pendapatannya bila kampanye negatif tentang rokok terus dilakukan, mengingat bahan utama rokok adalah tembakau

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Tembakau tak hanya bisa digunakan sebagai bahan dasar rokok, melainkan bisa untuk membuat produk lain yang lebih bermanfaat dan tidak membahayakan kesehatan.

“Tembakau bisa dimanfaatkan dengan bioteknologi untuk memproduksi barang-barang nonrokok yang bernilai jual tinggi, seperti parfum, obat antikanker, dan kosmetik,” kata Sawaludin, S.Sos, Senin (04/10/21).

Kampanye peningkatan produksi temabakau tidak selalu untuk bahan dasar rokok Perlu kampanye tembakau menjadi bahan dasar produk yang sehat

Kepala UPTD Kecamatan Bayan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Lombok Utara itu, para petani yang ikut dalam pelaksanaan SLPHT kali ini akan mendapat peningkatakan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu (PHT).

BACA JUGA: Pengolahan PHT yang Benar, Kurangi Pertumbuhan OHT

Lebih dari itu, para petani akan meningkat kemampuannya dalam mengendalikan hama secara kelompok.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pertanian Holti dan Perkebunan, DKPPP KLU, Abd. Gafur, SP, membenarkan penyampaian Kepala UPTD Kecamatan Bayan.

Menurutnya, kampanye negatif tentang rokok selalu dikaitkan dengan produksi tembakau tanpa mengungkapkan manfaat lain dari produk yang bahan pokoknya tembakau.

Menurut Abd. Gafur, Pada tahun 2021, tanaman tembakau di Lombok Utara berkisar 100 hektare.

Sedangkan dalam pemasaran produksi, para petani masih melakukannya secara mandiri. artinya belum difasilitasi pemerintah.

Namun Pemerintah Provinsi NTB melalui Distanbun NTB telah menggagas adanya Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang ada di Paokmotong, Lombok Timur yang didanai oleh DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau).

BACA JUGA: IWAPI Dipuji Wagub, Kembangkan UMKM di NTB

Dan ke depan, kawasan industri hasil tembakau itu akan menyerap produksi tembakau rakyat/tembakau rajang/tembakau pilitan, seperti tembakau tembakau yang dihasilkan para petani di Kabupaten Lombok Utara saat ini, tutur Abd. Gafur.

@ng




Pengolahan PHT yang Benar, Kurangi Pertumbuhan OPT  

Pemasyarakatan dan pengolahan PHT melalui SLPHT yang benar akan mempengaruhi atau mengurangi pertumbuhan OPT

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada dasarnya memanipulasi agroekosistem sedemikian rupa, sehingga tidak cocok untuk perkembangan OPT dan mendorong faktor lain yang menghambat perkembangannya.

Makin luas hamparan atau kawasan pertanaman yang dikelola secara benar, kondisi agroekosistem akan makin stabil. Dan makin luas hamparan yang pengolahan PHTnya benar, maka makin tampak atau terasa pengaruhnya terhadap pertumbuhan OPT.

Pengolahan PHT akan mengurangi pertubumhan OPT Pemasyarakatan pengolahan PHT akan kurangi peningkatan OPT

Hal ini disampaikan Kepala UPTD Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Lombok Utara, Sawaludin, S.sos di depan sejumlah 25 anggota petani tembakau “Makmur Jaya ” Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Senin (04/10/21).

Pemasyarakatan pengendalian hama terpadu (PHT) melalui sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT), biasanya lebih ditekankan pada pemahaman petani tentang PHT dan pengaruhnya pada skala kecil dan bukan pada skala luas, sehingga dampak ekonomi dan ekologinya kurang menonjol.

BACA JUGA: Bupati Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah, Pemenang 

Sehubungan dengan itu, maka perlu dilaksanakan SLPHT skala luas, pada daerah endemik OPT serta sudah pernah dilaksanakan kegiatan SLPHT atau yang serupa.

Kabid Pertanian, perkebunan dan Holtikultura, Abdul Gafur, SP menambahkan, tujuan dari pelaksanaan SLPHT ini adalah, meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu, meningkatkan kemauan petani dalam mengendalikan hama secara kelompok, disamping menambah ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.

Manfaatnya untuk peningkatan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu, dan petani mau untuk mengendalikan hama secara kelompok, disamping peningkatnya ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.

Penyuluhan yang sedang berlangsung saat ini dilakukan di empat (4) Kecamatan, yaitu Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga dan Kecamatan Pamenang.

Masyarakat tani Kecamatan Bayan masih memiliki beberapa budaya yang masih dilakukan hingga saat ini.

Budaya tersebut seperti gotong royong yang melibatkan petani igu sensiri dan tokoh adat dengan pola kepemimpinan yang masih sangat menghormati pemimpin mereka baik pemimpin secara formal maupun non formal.

Namun demikian, keadaan masyarakat di Kabupaten Lombok Utara masih sangat mudah untuk menerima kehadiran orang luar. Kemauan untuk menerima sesuatu yang baru pun sangat baik.

Bahkan mereka sangat respek terhadap teknologi pertanian yang baru. Setiap ada teknologi pertanian baru banyak petani yang menginginkan untuk mencoba.

Menurut Gafur,  kemampuan penyuluh dalam menyampaikan materi ini adalah penyuluh telah memahami SLPHT sacara umum.

BACA JUGA: Rumah Penerima PKH di Lombok Utara Dipasangi Stiker

Dalam menyampaikan materi kepada semua peserta menggunakan bahasa yang sederhana, lugas dan tidak kaku sehingga mampu menarik minat serta membuka peluang terjadinya dialog.

Materi yang ada tidak semuanya diberikan dengan cara kuliah, namun lebih pada menjelaskan secara langsung pada saat berada di lapang, ungkapnya.

@ng




Dana TPP untuk ASN Masih Terkendala Kebijakan di Kemendagri

Realisasi dana Tambahan Penghasilan Pegawai ata Dana TPP para ASN di Kabupaten Lombok Utara diharapkan pada minggu-minggu ini

KLU.lombokjournal.com ~ Kepala BKAD KLU Sahabuddin menjelaskan, terkait penundaan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Seperti diketahui terhitung sejak Juli 2021, yang mestinya sudah terealisasi pada bulan Juli, namun hingga tiga bulan kemudian belum juga cair.

Keterlambatan itu sempat menjadi pertanyaan di kalangan ASN di Lombok Utara, sebab pada masa pandemi Covid-19 tambahan penghasilan tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan tak terduga.

Namun keterlambatan realisasi DanaTPP itu tentu bukan daerah yang menjadi kendalanya. Sama sekali tidak disebabkan kendala tehnis administratif di daerah.

BACA JUGA: Rumah Penerima PKH di KLU Ditempeli Stiker

Ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (30/09/21), Sahabuddin menyampaikan penjelasan, keterlambatan ini karena memang banyak hal yang belum tuntas di Pusat, khususnya kendala terkait kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kemendagri, tiap semester mengadakan review, itu yang belum selesai dari kemarin-kemarin, sehingga kita tidak bisa menerima dana TPP dari pusat,” jelas Sahabuddin pada wartawan.

Tapi bisa dipastikan ketelambatan itu tidak terus berlarut-larut, sebab kini review tersebut kabarnya telah selesai dilakukan Kemendagri.

Kalau yang berkaitan dengan review itu selesai, termasuk teknis administratiF lainnya, dalam waktu dekat ini dana TPP untuk para ASN di KLU segera terealisasi.

Menurut Sahabuddin, dalam waktu dekat dana TPP segera cair.

“tinggal menunggu surat dari Kemendagri saja, jika suratnya sudah sampai maka saya akan langsung hubungi semua OPD,” jelasnya.

Kalau surat dari Kemendagri itu bisa diterima pada minggu ini, sehingga para ASN di KLU dapat menerima TPP pada Senin depan (4/10/2021).

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Kabupaten Lombok Utara

“Perkiraan saya, minggu ini semoga surat itu sudah kita terima, sehingga Senin depan kawan-kawan sudah menerima TPP itu,” pungkasnya. ***

Ist




Karang Taruna Kecamatan Kayangan, KLU Memilih Ketua Baru

Ketua Karang Taruna terpiLih mengemban tugas baru, selain menggalang sinergi dengan pemuda setempat, juga diminta memahami permasalahan sosial yang ada di wilayahnya

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Acara “Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Kayangan” diselenggarakan pihak Pemerintah Kecamatan Kayangan, Lombok Utara bersama pihak Karang Taruna di wilayah itu, untuk pembentukan pengurus baru Karang Taruna Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (30/09/21).

Karang Taruna Kecamatan memilih Ketua Baru
Sinarto (kiri) bersama Sekcam Kayangan

Pengurus Karang Taruna Kecamatan perlu segera dibentuk demi meningkatkan geliat para pemuda yang terjaring sebagai pengurus maupun warga Karang Taruna, agar lebih semangat melakukan kegiatan sosial.

Hadir dalam agenda itu, Sinarto selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara, Yartip, A.Md.Kep selaku Sekretaris Kecamatan Kayangan dan perwakilan tokoh Karang Taruna dari seluruh desa di Kecamatan Kayangan.

BACA JUGA: Rumah Penerima Bantuan PKH di KLU Dipasangi Stiker

Sekretaris Kecamatan Kayangan menyampaikan, peran Karang Taruna harus lebih ditingkatkan terutama pada bidang sosial, demi meningkatkan masyarakat yang lebih produktif di Kecamatan Kayangan.

“Setiap permasalahan sosial yang ada di Kecamatan Kayangan ini sangat perlu perhatian dari kita semua, teman-teman yang ada di kepengurusan Karang Taruna perlu menjalin sinergi dengan semua unsur kepemudaan dan kemasyarakatan, demi meningkatkan semangat gotong royong kita khususnya dalam bidang sosial.” ungkap Yartip.

Sinarto selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara menegaskan,  setiap agenda dari Karang Taruna khususnya pada tingkat desa, haruslah mendapat perhatian lebih dari setiap Pemerintah Desa.

Kegiatan-kegiatan sosial dan pemberdayaan akan sangat membantu setiap tugas dari pemerintah dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang ada di setiap desa, kecamatan dan Kabupaten Lombok Utara secara umum.

Karang Taruna juga dihimbau agar senantiasa menjalin sinergi yang baik dengan seluruh organisasi kepemudaan yang ada di desa masing-masing. Karena sejatinya Karang Taruna adalah wadah setiap organisasi kepemudaan yang ada di tingkat desa  sesuai dengan permensos no.25 tahun 2019.

“Karang taruna merupakan mitra desa dalam rangka mengembangkan potensi-potensi yang ada dimasing-masing desa, dan negara menitipkan anggaran untuk karang taruna melalui dana desa. Tinggal bagaimana Karang Taruna bisa menjalin sinergi dengan simpul-simpul kepemudaan atau kemasyarakatan dalam melaksanakan agendanya.” ungkap Sinarto.

Sinarto juga memberikan arahan terkait prosedur Pemilihan Ketua Karang Taruna Kecamatan yang pada kesempatan tersebut harus bisa menyesuaikan dengan aturan protokol kesehatan.

Sehingga dibentuk tim formatur dengan perwakilan dari Karang Taruna setiap desa di Kecamatan Kayangan, dan juga para tokoh masyarakat.

BACA JUGA: Dinas DKPP KLU Seleggarakan SLPHT Tindak Lanjut

Melalui musyawarah dan diskusi seluruh perwakilan tokoh Karang Taruna dan tokoh masyarakat, akhirnya Ketua Karang Taruna Kecamatan Kayangan terpilih dari salah satu perwakilan tokoh Karang Taruna, yaitu Fikhan Ghazali, S. Pd.

Fikhan panggian akrabnya, yang berdomisili di Desa Santong dan diberikan hak untuk menyusun kepengurusan bersama dengan tim formatur.

Han