Menakjubkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

Semula jadi ejekan, tapi kerja keras dan keuletan Taufik dan kelompok taninya menakjubkan, yaitu mengubah tanah nonproduktif jadi kebun sayur yang meningkatkan pendapatan petani

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Lahan pertanian seluas sekitar 1.17 hektar yang semula dianggap nonproduktif, disulap jadi kebun sayuran segar.

Keberhasilan mengolah lahan di Dusun Batu Ampar, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara itu, tak lepas dari tekad dan kerja keras Taufik Hidayat dan kawan-kawannya di KelompoK Tani “Berkah Bersama”, di bawah binaan Kepala Kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Tanjung, Aki Suharti, S.Pt dan PPL Desa Sokong Yody Cahyanto.

Hasil Cabe dari upaya Taufik yang menakjubka Tnaman sayuran lainnya yang menakjubkan dari lahan yang semula nonproduktif

Melihat lahan nonproduktif, Taufik dan kelompoknya menggagas untuk menanam sayur-sayuran, termasuk menanam cabe.

Alasannya, sayur-sayuran menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari dan bernilai ekonomi tinggi. Dan para petani pun punya perhatian menanam sayuran pada areal persawahan maupun perkebunan, karena bisa meningkatkan pendapatan.

Menggagas menanam sayur-sayuran akhirnya juga menyasar kebun kurang produktif di Dusun Sokong, yang merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh UPTD Tanjung.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide inovasi

Semula Taufik menanam sayuran seluas kurang lebih 25 are sejak peristiwa gempa bumi 7,0 skr menimpa Lombok Utara.

Kemudian menanam sayuran dikembangkan lagi hingga 1,17 Ha, kerja sama dengan pemilik kebun warga setempat yang terletak di Dusun Batu Ampar, Tanjung yang jadi salah satu contoh gagasan Taufik Hidayat selaku Ketua Kelompok Tani “Berkah Bersama”.

Taufik sendiri bersama keluarga pernah ikut progeram transimigrasi ke Kalimantan Utara dan kembali ke tempat asalnya karena peristiwa Perang Sampit.

Tanah yang semula non produkrtif jadi kebun sayur yang menakjubkan

Ia termasuk petani ulet yang tidak gampang menyerah meski dalam kegiatannya pernah jadi gunjingan orang-orang di dusunnya.

Semula upaya menanam sayuran itu tak berjaan mulus, karena Taufik sering diejek dan diragukan keberhasilan. Namun Taufik dan kawan-kawanya tak putus asa, dan keuletan dan kerja keras itu merubah lahan yang tidak produktif menjadi produktif.

“Alhamduillah, akhirnya tanah yang tak produktif itu bisa bernilai ekonomi,” kata Taufik kepada lombokjournal.com yang sempat mewawancarinya, Selasa (12/10/21).

Modal 60 juta

Taufik menuturkan, modal sebanyak 60 juta rupiah disiapkan untuk memulai menanam sayur-sayuran. Mulai biaya pengembangan tanah nonproduktif itu. Dimulai dari pembersihan lokasi, pengolahan, pembibitan, penanaman hingga perawatan untuk tanaman sayuran.

“Ternyata dengan modal 60 jutaan dan hasilnya cukup bagus. Kami sudah jalani sejak September 2018,” tutur Taufik.

Manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh warga setempat dan laku di pasar Tanjung. Karena banyak permintaan hingga ke luar daerah KLU, maka kami mencoba kerja sama dengan pemilik kebun sistim bagi hasil dan kerja kelompok, tuturnya.

BACA JUGA: Duta Petani Milenial KLU Diskusi dengan Wabup

“Sayurnya bagus, segar, tidak mengandung bahan kimia, serta harganya terjangkau bahkan lebih murah dibanding beli di pasar. Keuntungannya bisa metik sendiri, pilih sayur yang disukai sendiri dan juga bisa foto-foto sama keluarga,” ungkap Taufik Hidayat.

Taufik pun mengaku hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah atas usaha bertani yang dilakukan bersama anggotanya. Ia berharap mendapatkan bantuan hand traktor dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan (DKPPP – KLU).

Rencananya, pada panen perdana yang diperkirakan di awal bulan Januari 2022 akan mengundang Bupati dan OPD terkait, untuk bersama sama menyaksikan langsung usaha yang di lakukannya, tutur Taufik.

@ng

 




MTQ IX Lombok Utara Digelar 11 – 15 Oktober 2021

Penyelenggaraan MTQ IX untuk mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara akan digelar mulai tanggal 11 Oktober hingga -15 Oktober 2021.

Penyerahan piala menandai dimulainya penyelenggaraan MTQ IX di KLU

Hal itu diungkapkan Kabag Kesra, Alwi Agusto, S.Si., M.Pd, bahwa MTQ Pemerintah Kabupaten Lombok Utara secara resmi digelar tanggal 11-15 Oktober 2021.

Penekanan kegiatan kali ini adalah mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat yang lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional.

Sehingga bisa menentukan metode pembinaan secara efektif dan berkesinambungan baik dari tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.

”Meskipun MTQ IX tahun ini digelar secara sederhana, karena masih pandemi Covid -19, namun kita berharap besar agar seluruh kafilah yang mengikuti nantinya dapat menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama Kabupaten Lombok Utara baik di tingkat Provinsi nantinya,” kata Alwi Agusto.

BACA JUGA: Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Santong

Alwi Agusto menambahkan, jumlah peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok utara ini sebanyak 193 kafilah yang terbagi sesuai jadwal kegiatan.

Plt. Sekda, Anding Dwi Cahyadi,S.STP, MM selaku Ketua Dewan Hakam MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara mengatakan, kegiatan MTQ IX yang mulai digelar akan diselenggarakan secara sederhana dan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan.

Meskipun dilaksanakan sederhana, namun tetap kita mengharapkan kualitas maksimal dengan mengedepankan keadilan dan profesionalitas.

Adapun lokasi perlombaan dibagai dalam 7 (tujuh) arena, yaitu di Masjid Baiturrahim Islamic Center, Masjid Borok Samaguna, Masjid Al Muttaqin Kandang Kaoq, TPQ Nurul Hidayah dan 3 arena lainnya di SMPN 1 Tanjung.

“Semua peserta musabaqah tidak diperkenankan untuk menonton di arena lomba, melainkan di ruangan,” kata Anding.

Selebihnya masyarakat bisa menyaksikan melalui link atau Facebook Diskominfo yang disiapkan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara.

Para wartawan media cetak dan elektronik di Lombok Utara turut mendukung  agar informasi bisa diakses masyarakat luas, ungkapnya.

Di masing masing arena sesuai mata lomba selama 3 (tiga) hari pelaksanaan perlombaan yaitu pada tanggal 12, 13 dan 14 Oktober 2021.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Jumlah masing masing peserta Kecamatan Pemenang sebanyak 46 Kafilah, Kecamatan Tanjung 49 Kafilah, Kecamatan Gangga 25 Kafilah, Kecamatan Kayangan 45 Kafilah, dan Kecamatan Bayan 28 Kafilah.

Pelaksanaan lomba pada tanggal 12 Oktober 2021 adalah kafilah dari Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung.

Sedangkan tanggal 13 Oktober 2021 Kafilah Kecamatan Gangga, Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Bayan.

Untuk penentuan final akan diadakan pada tanggal 14 Oktober 2021.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, mengharapkan dengan pelaksanaan MTQ kali ini dapat menghasilkan para juara juga melahirkan generasi qur’ani yang dalam dirinya mereka bumikan al Qur’an, sehingga Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah yang religious dan sejahtera.

“Sebagaimana VisiI-Misi Lombok Utara, InsyaAllah dan mohon dukungan semua pihak agar kegiatan MTQ IX KLU kali ini berjalan sebagaimana harapan,” katanya.

@ng




Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria KLU Dibuka Bupati

Rapat koordinasi atau rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Lombok Utara merumuskan banyak hal berkaitan tugas pokok gugus tugas reforma agraria

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Kegiatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2021, di aula Kantor Bupati, Senin (11/10/21).

Kegiatan Rakor GTRA Kabupaten Lombok Utara

Hadir pula dalam rakor tersebut, Pj. Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi, S. STP, MM, Kepala BPN KLU, H. Supardi, SH, MH, para Kepala OPD, Camat Bayan Denda Peniwarni SE, serta para undangan.

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH, menyambut baik Rakor GTRA itu, salah satu tugas yang dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga terkait.

BACA JUGA: Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Baya

“Sebagai kepala daerah tentu saya menyambut baik rapat koordinasi yang diagendakan hari ini, dalam rangka merumuskan banyak hal berkaitan dengan tugas pokok gugus tugas reforma agraria” ungkapnya.

Bupati mengingatkan, reforma agraria itu tugas yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui hal yang berkaitan dengan pertanahan.

Maka atas dasar itu, terangnya, telah dibentuk tim di seluruh lini pemerintah yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional.

“Melalui kegiatan ini kita bisa menghindari konflik masalah pertanahan yang sering terjadi,” jelas bupati.

Dijelaskan pula, Gugus Tugas Reforma Agraria tersebut menunjukkan kehadiran negara atas berbagai permasalahan terkait aspek agraria, sosial, ekonomi, politik maupun pertahanan dan keamanan, bertujuan menata aset dan akses

“Saya mengharapkan hasil dari kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pedoman, di samping aturan yang berlaku mengingat masih banyaknya wilayah yang belum tersentuh oleh pensertifikatan lahan di KLU,” pungkasnya.

Semantata itu, Kepala BPN KLU H. Supriadi, SH, MH mengungkapkan, ada dua kegiatan besar GTRA yaitu legalisasi aset, dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai sekarang

Dan telah menerbitkan sebanyak 28.807 bidang tanah bersertifikat dan ada 23.800 bidang tanah yang belum terdaftar atau bersertifikat sesuai data DHKP KLU tahun 2017.

“Dengan roadmap penyelesaiannya ditargetkan selesai pada tahun 2025, maka rata-rata penerbitan sertipikat per tahun sebanyak 5.950 bidang, sehingga seluruh bidang tanah yang ada di KLU sudah terdaftar seluruhnya,”pungkasnya.

BACA JUGA: Irigasi Tetes, dan Hamzah Emiter

Kegiatan lain, menurut Supriadi, penataan akses, melalui program pemberdayaan masyarakat dilakukan pada tahun 2018 di Desa Genggelang dengan komoditi durian Channe, pengembangan dan labeling bibit durian jenis unggulan lainnya, sehingga dapat dijadikan ikon Argowisata Lombok Utara kedepan.

@ng




Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Santong

Kegiatan sosialisasi perkawinan di bawah umur memberi contoh generasi muda agar saling mengingatkan akan bahaya pernikahan di bawah umur

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Karang Taruna Desa Santong, berkolaborasi dengan Duta Genre KLU, menggelar agenda sosialisasi pencegahan pernikahan dini atau di bawah umur dengan sasaran siswa sekolah, di aula Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong, Minggu (10/10/21).

Sosiallisasi bahaya pernikahan anak di bawah umur, menyasar siswa sekolah

Sosialisasi itu menggaet peserta dengan antusias tinggi dari dua lembaga pendidikan, antara lain Pondok Pesantren Albaqiyatusshalihat NW Santong, dan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong.

Hadir juga sebagai tamu undangan, Kepala UPT BLUD Puskesmas Santong, Baiq Nirmala Sari S,Sos., yang memberikan apresiasi sosialisasi tersebut.

BACA JUGA: Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan

Nirmala menjelaskan, agenda sosialisasi tersebut sejalan dengan program dari Puskesmas Santong, tentunya sangat membantu dalam hal menyuarakan bahaya pernikahan di bawah umur.

“Kami sangat mengapresiasi agenda semacam ini, karena sejalan dengan program kami di Puskesmas Santong. Agenda ini juga dapat menjadi contoh untuk generasi muda agar saling mengingatkan bahaya pernikahan di bawah umur.” jelas Nirmala

Agenda yang bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak Dan Pendewasaan Usia Pernikahan”, mengingatkan bahwa kalangan pemuda harus ikut mengkampanyekan bahaya pernikahan di bawah umur.

Pihak Karang Taruna Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara menjelaskan, agenda tersebut merupakan salah satu rangkaian dari beberapa program Karang Taruna Desa Santong dalam bidang sosial dan pendidikan.

Antoni Pratama, Wakil Ketua Karang Taruna Desa Santong menjelaskan, selain untuk memberikan edukasi dan pembinaan, agenda ini didasari fenomena maraknya pernikahan di bawah umur di kabupaten Lombok Utara.

“Berkaca dari banyaknya pernikahan di bawah umur, kami menggelar agenda sosialisasi ini agar adik-adik yang masih dibangku sekolah bisa memahami bahaya atau resiko dari pernikahan di bawah umur,” jelas Anton

Dijelaskan,  Karang Taruna akan terus menggelar agenda pembinaan maupun edukasi terkait masalah kepemudaan.

Harapannya dapat memberikan dampak positif bagi pemuda maupun warga Karang Taruna yang ada di desa Santong.

BACA JUGA: Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

“Kami dari pihak Karang Taruna belum berani memutuskan apakah akan ada agenda lanjutan, karena kami juga harus menyesuaikan dengan anggaran kami pada masa pandemi. Harapannya semoga pihak pemerintah desa dapat memprioritaskan anggaran untuk operasional kami di tahun 2022 nanti, agar banyak hal-hal positif yang dapat kami berikan untuk desa Santong,” kata Anton.

Han




Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan

Lomba Kebun Gizi diapresiasi Ketua TP-PKK, karena sangat membantu PKK dalam  penangann masalah gizi, khususya masyarakat desa di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu menghadiri lomba Kebun Gizi yang diadakan oleh Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM) di Kecamatan Bayan, Minggu (10/10/21).

Ketua TP-PKK KLU hadir dalam lomba kebun gizi

Hadir pula Koordinator JAAM Project YNLM, Firman Laela, Officer Kebun Gizi YNLM Maselina Sedo, para juri serta lainya.

Kebun gizi merupakan salah satu suatu program alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya.

Selain untuk meyediakan bahan pangan, kebun gizi menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga dengan menjual hasil kebun dan ditukarkan.

Ketua TP-PKK KLU, Hj.Galuh Nurdyiah menyampaikan, dengan keberadaan YNLM, sangat membantu PKK terutama dalam pengembangan kebun gizi, khususnya di empat desa di wilayah Kecamatan bayan.

BACA JUGA: Kompetisi Reguler Bupati Cup 2022, Ini Rencana PSSI KLU

“Kami dari PKK mengucapkan terimakasih dan mengapreasiasi, kegiatan ini sangat membantu PKK khususnya di Pokja III yang menangani masalah gizi, kebun gizi ke depa tidak hanya di empat desa tetapi semua desa di KLU,” ungkapnya.

Dikatakan, lomba kebun gizi yang diadakan YNLM merupakan program sangat bagus untuk motivasi para kader dalam pengembangan kebun gizi.

Ke depannya, diharapkan pengembangan kebun gizi berkelanjutan, tentunya tidak lepas dari pendampingan dari YNLM maupun dari para kader.

“Kader-kader Champions kebun gizi sangat luar biasa bekerja maksimal di lapangkan. Masukkan dari para juri bisa menjadi catatan, kemudian disempurnakan ke depa,” tuturnya.

Menurutnya, program pendampingan yang dilakukan YNLM di wilayah Bayan ini sangat luar biasa mulai dari pembinaan dan pendampingan

Hj Galuh mengatakan, apa yang dilakukan ini sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, sehingga baik kesehatan maupun gizi keluarga tetap terpenuhi.

“Tentu ke depannya, YNLM tidak hanya melakukan pendampingan tentang gizi saja, tapi juga program pendampingan lainya. Dan bisa berlangsung tidak hanya di Bayan, tapi JUGA di kecamatan lain, dan mudah-mudahan dengan program yang lebih banyak,” harap Hj. Galuh.

Mulai 2017

Officer Kebun Gizi YNLM, Maselina menuturkan, YNLM mulai masuk sejak 2017. Pada awalnya melakukan asesmen, dan mulai aktif menjalankan program di Tahun 2018.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Namun karena gempa 2018, program YNLM sempat terhenti dan lebih fokus pemberian bantuan pada masyarakat yang terdampak gempa.

“Program yang kami berikan pada masyarakat berkaitan dengan kebutuhan nutrisi, untuk peningkatan status gizi pada anak usia 0 sampai 3 tahun. Dalam projek peningkatan gizi anak ada tiga program yaitu kebun gizi, tumbuh kembang anak dan nutrisi sendiri,” tutur Maselina.

Kebun gizi sendiri sasarannya semua dusun yang ada di empat desa di Kecamatan Bayan yaitu Loloan, Anyar, Sukadana dan Baturakit.

“Keterlibatan PKK dalam hal ini untuk peningkatan gizi pada anak, jadi setiap pengolahan pangan lokal PKK dilibatkan selain juga di PAUD HI,”ungkapnya

Lomba Kebun gizi tingkat kecamatan merupakan apresiasi pada kader Champions kebun gizi YNLM dan orang tua sasaran, yang memiliki status anak BGM dan GK dengan 3 Indikator Penilaian Kelembagaan, Input dan Output.

Kegiatan Penilaian selama dua hari di empat desa dengan tim juri dari PKK, Dikes, DP2KBPMD, DKPPP dan Bagin Kesra.

Hasil dari penilaian para juri menetapkan Juara 1 Desa Sukadana, Juara 2 Desa Batu Rakit, Juara Tiga Desa Loloan serta Empatnya Desa Anyar.

@ng




Kompetisi Reguler Bupati Cup 2022, Ini Rencana PSSI KLU

PSSI Kabupaten Lombok Utara (KLU) merancang penyelenggaraan Kompetisi reguler usia 23 tahun Bupati Cup, setelah beberapa tahun persepakbolaan KLU mati suri

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kompetisi reguler usia 23 tahun Bupati Cup akan diselenggarakan PSSI Kabupaten Lombok Utara.

Ketua PSSI Kabupaten Lombok Utara, H. Raden Nuna Abriadi, S.IP mengungkapkan itu saat rapat internal bersama Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, Jum’at (08/10/21).

Rapat internal yang membahas rencana kompetisi reguler usia 23

Dalam rapat internal itu, Nuna Abriadi menyayangkan keberadaan PSSI yang memprihatinkan, lantaran tidak ada sama sekali kegiatannya belakangan ini.

Nuna membandingkan ketika awal merintis kegiatan event turnamen Bupati Cup, saat itu Bupati Lombok Utara terpiih pertama adalah H Djohan Syamsu, ungkapnya.

“Komunikasi kami sangat inten dengan Bupati saat itu, sehingga kegiatan berbagai evet pun barjalan baik dan berprestasi,” ungkapnya.

BACA JUGA; Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

Ia mengakui, pada tahun sebelumnya komunikasi PSSI KLU dengan Pemda dalam pembinaan persepakbolaan kurang lancar.

Menurutnya, mungkin hal ini disebabkan masalah persepakbolaan kurang dipahami dengan baik sehingga kurang mendapat perhatian.

Padahal permainan oahraga sepakbola ini sudah menjadi bagian kehidupan dari masyarakat, bukan saja di Kabupaten Lombok Utara, namun juga Dunia.

“Untuk menggapai prestasi sepakbola, tidak bisa berdiri sendiri. Harus seluruh kekuatan, seluruh stakeholder pemangku kebijakan termasuk masyarakat harus berperan aktif membangun persepakbolaan,” kata Nuna.

Awal pelaksanaan event turnamen, di era kepemimpinan Bupati Djohan yang pertama, persepakbolaan mampu berprestasi berturut-turut, baik di tingkat Kabupaten, dan menjadi runner-up di kompetisi Kabupaten lain.

Nuna menuturkan di depan Bupati dan pengurus dan anggota PSII lainnya, waktu itu persepakbolaan KLU sangat maju.

Dulu Askab PSSI sampai bisa mengikuti Kompetisi Reguler di luar pulau Lombok, karena sinerginas antara Askab dan Pemda KLU berjalan dengan baik

“Kami ini dan siapapun sangat mencintai sepak bola dan ini menjadi bagian dari keseharian kami. Kecintaan itulah mengikat emosional kami,” katanya.

Namun dituturkannya, dalam masa sulit pun tidak pernah ada kompetisi yang tidak diikuti. Nuna mengaku mengirim tim sepak bola KLU ke pulau Sumbawa.

Walaupun dalam 2 tahun ini tidak mendapatkan dana hibah tapi Askab PSSI KLU tetap mengikuti kompetisi reguler yang diadakan Asprov PSSI NTB baik U. 23 . Maupun U. 17 th

Termasuk mengikuti kompetisi ke Kabupaten lain, meski tidak ada pembiayaan sama sekali.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

“Kami sengaja memberikan gambaran ini kepada bapak Bupati, agar masyarakat maupun Pemerintah Daerah punya perspektif atau cara pandang yang sama terhadap sepakbola kita,” kata Nuna.

Ia menekankan, untuk saat ini keberadaan klub yang ada di Kabupaten Lombok Utara harus diketahui pihak PSSI KLU.

Nuna bertekad membangun manajemen persepakbolaan yang semi-profesional yang berbasis ITEE dalam bulan ini.

Dan satu bulan ke depan PSSI Nusa Tenggara Barat menggelar kompetisi reguler usia 23 dan 17 tahun, yang diselenggarakan oleh Asprov Provinsi NTB dan diikuti oleh seluruh Kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat.

Saat ini telah ada tim yang sedang bekerja melakukan seleksi para pemain sepak bola dari Kecamatan Bayan sampai Pamenang.

Diharapkan, kegiatan yang dimaksud bisa didukung Pemda dalam pembiayaan operasional. Sebab kegiatan yang dimaksud merupakan upaya penataan organisasi dan rekrutmen pemain.

Persiapan tim yang membawa panji-panji Kabupaten Lombok Utara pada kompetisi pada bulan November mendatang ittu sangat penting.

Dalam rapat internal itu Nuna mendesak pada Pemda KLU memberi dukungan pada agenda penyelenggaraan Bupati Cup kompetisi reguler usia 23 tahun.

Penyelenggaraan yang dimaksud dalam bentuk kompetisi reguler PSSI Kabupaten Lombok Utara. Kompetisi reguler ini membantu membentuk insan sepak bola, agar mereka memahami bahwa sepakbola Kabupaten Lombok Utara tidak sekedar menjadi hobi harian.

“Tapi benar-benar sepak bola menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Lombok Utara,” kata Nuna.

Pemda terjun langsung

Bupati Djohan Sjamsu dalam pertemuan interna itu mengakui, persepakbolaan  memang memerlukan pembiayaan cukup besar dalam rangka pembinaan.

“Saya salut tadi ada menyebutkan ada pembinaan di usia 17 tahun juga grup 23 tahun. Mudah-mudahan pemerintah daerah ikut terjun langsung di dalamnya,” sambut bupati.

Bupati juga menyinggung soal lapangan Gondang yang segera akan ditertibkan, karena masih berdiri bangunan hunian sementara (Huntara).

Selain itu, Bupati Djohan merencanakan lokasi baru untuk lapangan umum, karena tidak menutup kemungkinan lapangan Supersemar Tanjung akan dibangun pusat perkantoran, ungkapnya.

Di akhir rapat internal, PSSI menyerahkan dokumen/proposal rencana kegiatan dan pembiayaan.

@ng

 




Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

Setelah Pengurus PAPPRI KLU dikukuhkan, diharapkan bisa menjadi mewadahi dan mendorong perkembangan musisi lokal

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepengurusan Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Cabang Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang dipimpin Sully Rahayu Nirmala, S.Pd, dikukuhkan Asisten 1 KLU, Drs HR Nurjati di Tanjung, Jum’at (08/10/21).

Asisten 1 mengukuhkan pengurus PAPPRI Lombok Utara
Drs HR Nurjati

Raden Nurjati mengatakan, sedianya Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu hadir dalam pelantikan, namun karena padatnya kegiatan Kepala Daerah tiap Hari Jum’at, pengukuhan dimandatkan kepada Asisten 1, Drs HR Nurjati.

Nurjati berharap, agar DPC PAPPRI Lombok Utara yang pertama kali terbentuk secara definitif, dapat melaksanakan kegiatan sebagaimana diharapkan.

“PAPRI harus bisa bersaing dengan daerah lain hingga ke tingkat Nasional,” harap Nurjati.

Diakuinya, keberadaan seniman musik di daerah KLU masih jauh tertinggal dibandingkan daerah-daerah lainnya, khususnya di NTB.

BACA JUGA:

Pusat Evakuasi Masyaakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Berkaitan dengan dukungan Pemda, Raden Nurjati menyebutkan, belakangan ini kondisi daerah masih berkosentrasi dalam penanganan paskagempa dan pandemmi Covid 19 yang butuh penanganan serius.

Wadah seniman musik

Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) didirikan dengan tujuan menjadi wadah yang menampung aspirasi para seniman musik, pencipta lagu, penyanyi, penata musik, pemusik.

Keberadaan wadah “PAPPRI” sebagai tempat kegiatan baik dalam pembinaan maupun tempat berkreasi sesama pecinta seni musik, serta sebagai sarana komunikasi dan melindungi kepentingan mereka.

Keberadaan PAPPRI diharapkan menjadi motivator yang melindungi industri musik lokal, nasional maupun global, agar berkembang menjadi profesional dan unggul dalam industri musik.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jengggala, Wadah Konsultasi Petani

Menurut Uly, (panggilan akrab) PAPPRI secara resmi terbentuk pada Bulan April 2021, meski secara individual PAPPRI KLU sudah terlebih dulu ada, namun secara kelembagaan belum didefinitifkan.

PAPPRI juga memiliki fungsi sebagai wadah bersama dalam memberikan perlindungan kepada anggotanya atas hak-hak ekonomi dan hak moral karya ciptanya.

Acara pengukuhan pengurus PAPPRI KLU di bawah kepemimpinan Sully Rahayu Nirmala, S.Pd, dihadiri pewakilan OPD Dikbudpora, OPD Pariwisata dan segenap perwakilan seniman se Kabupaten Lombok Utara.

Menurut Sully, saat ini keberadaan para seniman dan musisi yang semakin berkembang di Kabupaten Lombok Utara.

“Karena itu pembentuk wadah PAPPRI sangat dibutuhkan, khususnya bagi seniman musik,” jelasnya.

Di Lombok Utara, kegiatan bermusik tidak asing lagi bagi masyarakat berbagai kalangan, dan sekarang ini ada berbagai macam jenis musik yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Kenikmatan Estetis Musik berfungsi memberikan ketenangan jiwa kepada pendengarnya dengan keindahan yang ada di dalam musik. Seseorang akan merasa senang apabila mendengarkan musik kesukaannya.

“Fungsi musik merupakan media penyampaian nilai-nilai kebaikan melalui melodi maupun lirik lagu, dari pencipta musik kepada para pendengarnya,” jelas Sully

 Struktur Pengurus DPC PAPRI KLU

Ketua, Sully Rahayu Nirmala, S.Pd.

  • Wakil Ketua I; Lukman As’ari,
  • Wakil Ketua II; Fahrurrozi, S.Pd,
  • Sekretaris; Lita Nirmalasari
  • Bendahara: Aricca Kurnia kartini.

@ng

 

 

 




Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Workshop dilaksanakan untuk mengidentifikasi penduduk miskin di KLU, permasalahan yang dihadapi, dan cara mengatasinya dengan program-program di Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Workshop Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan dan Diimplementasikan dalam RKA 2022 untuk mengidentifikasi sasaran penerima program kemiskinan.

Selain itu untuk menentukan intervensi apa yang akan dilakukan sesuai permasalahan kemiskinan, serta menentukan target intervensi yang akan dimasukkan ke dalam RKA 2022.

Peserta workshop sebanyak 64 orang

Plt. Sekertaris Bappeda Kabupaten Lombok Utara, Parihin,S. Sos, mengatakan itu saat menyampaikan sambutan kegiatan Workshop Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan dan Diimplementasikan dalam RKA 2022 Kamis (07/10/21).

Menurutnya, angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 sebesar 26,99%, masih berada di atas rata-rata kabupaten/kota lainnya di NTB.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani 

Sehingga harus dilakukan percepatan penurunan angka kemiskinan yang komprehensif, efektif dan efisien. Serta mengidentifikasi penduduk miskin di Kabupaten Lombok utara, permasalahan yang mereka hadapi, dan bagaimana cara mengatasinya dengan program-program yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Ketepatan sasaran program sangat penting untuk percepatan penurunan angka kemiskinan. Jika yang disasar bukan orang miskin, maka penurunan angka kemiskinan tidak tercapai,” kata Parihin.

Kegiatan worshop ini diikuti peserta sebanyak 64 orang, terdiri atas Asisten 1 dan 2, Narasumber penanggap dari akademisi dan praktisi, Kepala Perangkat Daerah beserta Kasubag Program terkait, Kabid terkait serta Bidang Perencana Bappeda.

BACA JUGA: Klinik Pertanian di Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Peserta yang melaksanakan presentasi pada hari pertama hadir seacara langsung, sedangkan peserta pada hari kedua hadir secara daring melalui zoom.

“Kami apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan narasumber atas dukungan dan partisipasinya dalam mensukseskan Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan ini,” kata Parihin.

@ng

 

 

 




Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Klinik pertanian di Desa Jenggala satu-satunya di Lombok Utara, berdirinya dilandasi besarnya potensi pertanian serta kompleksnya masalah yang dihadapi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaunching klinik pertanian sekaligus mengukuhkan kelompok Taruna Tani melenial Desa Jenggala di Halaman Kantor Desa setempat, Kamis (07/10/21).

Hadir pula Camat Tanjung, Reselim SSos, Kepala Desa Jenggala Fakhruddin SPd, serta undangan lainnya.

Kata bupati, klinik pertanian di Jenggala ini satu-satunya di KLU
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati launching klinik pertanian di Desa Jenggala

Bupati Djohan menyampaikan, klinik pertanian ini merupakan satu-satunya di KLU. Diharapkan, ke depan klinik pertanian itut dikelola dengan baik, dan harus berkelanjutan untuk mendukung.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Karena itu, perlu kerjasama dengan Bumdes serta lainya demi kepentingan masyarakat, mengingat Desa Jenggala punya potensi luar biasa.

“Saya mengapresiasi dilaunchingnya klinik pertanian, serta selamat atas di kukuhkannya kelompok tani milenial Desa Jenggala,” ungkap bupati.

Dengan dikukuhkannya petani melenial, mereka anak-anak muda  bersemangat dan enerjik yang memiliki ilmu pertanian, akan berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian.

“Harapan saya  kalian anak-anak mudalah yang mengambil peran sebagai petani  biarkan yang tua istirihat,” kata bupati.

Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin menyampaikan, hampir 80 persen potensi pertanian yang dimiliki Desa Jenggala. Besarnya  potensi yang dimiliki serta permasalahan kompleks di bidang pertanian mulai dari penanaman hingga panen, hal itu yang mendasari berdirinya klinik Pertanian.

Ke depan, klini pertanian akan menunjang kebutuhan para petani, sebagai salah satu wadah para petani berkonsultasi masalah pertanian.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

“Harapan kami pada pengurus Bumdes nantinya bisa kerjasama dalam membangun sinergi serta menjalin komunikasi dengan baik dengan Pemda,  khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” harap Fakhruddin.

Ditambahkan, terbentuknya kelompok Taruna Tani milenial,  bertujuan membantu mewujudkan program Pemda KLU  yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

@ng




Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Pusat Evakuasi Masyarakat yang pembangunannya didanai Yayasan Sheep Indonesia juga akan menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM), Kamis (07/10/21), dilakukan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu di Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara merupakan perkembangan menggembirakan pembangunan di Kecamatan Kayangan.

Pusat Evakuasi Masyarakat bisa jadi alternatif tempat pemberdaayaan
Andrea Subiyono

Petakan batu pertama itu dihadiri Wakil ketua DPRD Lombok Utara, Kepala BPBD Lombok Utara, Direktur Yayasan Sheep Indonesia, dan Camat Kayangan.

Pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini merupakan dukungan Yayasan Sheep Indonesia (YSI) dari pendanaan hingga perancangannya dengan tujuan untuk memberikan bantuan perlindungan kepada masyarakat saat situasi darurat bencana.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Andrea Subiyono, Direktur Yayasan Sheep Indonesia menjelaskan, pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut dirancang secara khusus oleh arsitek senior dengan melakukan pengkajian struktur area dan menyesuaikan dengan kemungkinan bencana yang bisa terjadi.

Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) dijelaskan, juga bisa menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat dalam bidang sosial.

Pembangunan PEM menelan biaya 3,1 Milyar dan diakomodasi sepenuhnya oleh Yayasan Sheep Indonesia (YSI).

“Pusat Evakuasi Masyarakat ini didesign untuk sistem mitigasi desa, dan kami menganggarkan hingga 3,1 Milyar untuk pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini.” kata Andrea

Dijelaskan, bangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut bisa juga difungsikan untuk kegiatan bidang kebudayaan dan edukasi bagi anak-anak dan masyarakat umum.

Pembangunan pun akan dilakukan selama minimal 10 bulan dan dengan memberdayakan pekerja lokal di Desa Santong Mulia, dengan tujuan untuk memberikan edukasi atau pengalaman baru bagi pekerja konstruksi bangunan dengan sistem yang baru dan lebih modern.

“Pengerjaan pembangunan ini membutuhkan waktu minimal 10 bulan dan kami menggunakan jasa tukang atau pekerja lokal agar kami bisa memberikan transfer ilmu terkait pembangunan dengan struktur-struktur baru.” jelas Andrea

Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Yayasan Sheep Indonesia (YSI) terkait pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM).

Peran pihak YSI dalam pengembangan berbagai bidang di kabupaten Lombok Utara telah terbukti dapat membantu kerja pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat secara umum.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

“Saya sebagai kepala daerah sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada yayasan sheep indonesia, dengan dana 3,1 Milyar terbilang sangat luar biasa dan semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” jelas Bupati Djohan.

Han