Senaru Desa Wisata Terbaik, Momen Kebangkitan Pariwisata

Penganugerahan Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno yang menobatkan Senaru sebagai Desa Wisata Terbaik dijadikan momentum kebangkitan pariwisata

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kunjungan wisatawan yang mengalami penurunan yang drastis di Kabupaten Lombok Utara berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Utara, termasuk pendapatan perekonomian masyarakat.

Menparekraf menandatangani prasasti di Desa Senaru

Di Desa sENARU, Menparekraf bersama masyarakat

Berbagai upaya dilakukan Pemda Lombok Utara untuk membangkitkan sektor pariwisata. Tujuannya, tentu mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu mengatakan, agar pariwisata kembali menggeliat, Pemkab Lombok Utara menyiapkan sejumlah strategi.

Setidaknya ada tiga pilar utama pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok Utara dengan melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

“Perilaku masyarakat saat ini mulai berubah, dibarengi dengan tren pariwisata yang mulai bergeser ke era digital. Jika langkah itu dilakukan, maka pariwisata bangkit, ekonomi akan kembali melejit,” katanya, Sabtu (06/11/21).

BACA JUGA: Menparekraf Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Senaru

Lesunya sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Utara, memang tak lepas dari merebaknya pandemi Covid-19 yang membuat kunjungan wisatawan sepi. Tentu saja ini berpengaruh besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turun derastis.

Upaya menggeliatkan pariwisata juga diungkapkan Kepala Desa Senaru, Raden Akriabuana bahwa untuk membangkitkan pariwisata, telah dibangun Homo Stay dari anggaran bantuan KemenDes RI, 2021, jelasnya.

Tak cukup hanya itu, pihaknya juga terus menggencarkan prokes Covid-19 dan program CHSE di lingkungan pariwisata, menjadi sesuatu yang sangat vital dalam membangkitkan pariwisata di KLU.

Di samping itu, tambah dia, melakukan penguatan kerjasama, baik dengan lembaga maupun investasi mikro untuk meningkatkan wahana sebagai daya tarik wisatawan.

Raden Akriabuana menuturkan via handphone kepada media ini, Sabtu (06/11/21), bahwa inisiatifnya berpromosi sendiri menyelenggarakan event event kolaborasi dan tematik, agar terbangun multi interes bagi wisatawan.

Menurutnya, momentum kedatangan Menparekraf di Desa Wisata Senaru, Sandiaga Salahudin Uno harus dijadikan momentum kebangitan pariwisata di Lombok Utara.

Apalagi Desa Senaru dianugerahi sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Indonesa.

“Kita juga melakukan penguatan konten konten melalui visual story telling, membangun kerja sama dengan berbagai media dan komunitas terkait untuk menarik daya tarik wisata maupun atraksi. Sehingga wisata KLU dapat dinikmati secara digital,” paparnya.

BACA JUGA: Pengurus Karang Taruna Kayangan Dikukuhkan

“Bisa kita bayangkan dalam hitungan hari, dua (2) Menteri yaitu Bapak Menteri Desa PDT dan Transmigrasi RI (Kamis, 04/11,21) dan Kemenparekraf RI, (Jum’at, 05/11/20), dalam acara peresmian pembangunan home stay sekaligus penandatanganan prasasti bagi penerima bantuan home stay dari KemenDes RI,” kata Akribuana.

Kades Senaru, R. Akriabuana berharap kepada semua pihak terkait, baik Pemerintah Daerah Lombok Utara maupum segenap stikholder bersama-sama mendukung upaya yang telah mendapat pengakuan Pemerintah Pusat kepada Desa Senaru.

“ini karena bukan saja mengangkat nama Desa Senaru, melainkan Daerah kita baik KLU, Provinsi NTB dan Nasional ke tingkat Dunia, ” ujar Akriabuana.

@ng




Pengurus Karang Taruna Kayangan Dikukuhkan

Pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan,, Lombok Utara diharapkan jadi mitra pemerintah dalam pembangunan dan menyelesaikan berbagai permasalahan sosial

KAYANGAN,KLU,lombokjournal.com ~  Pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara masa bakti 2021–2026 Resmi di lantik dan dikukuhkan oleh Camat Kayangan, Siti Ruka’iyah di Aula Kantor Kecamatan Kayangan, Jum’at (05/11/21).

Pengukuhan ketua dan pengurus Karang Taruna
Fikhan Gazali (kanan)

Seluruh Pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan hadir dalam pelantikan itu, termasuk Majelis Pertimbangan Karang Taruna Kecamatan Kayangan, dan undangan lainnya.

Muspika Kecamatan Kayangan tamoak hadir, dan juga hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Faturrahman dan Kabid Dayasosnya, Husni Tamrin dan Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara, Sinarto.

Mitra Pemerintah

Camat Kayangan, Siti Ruka’iyah usai pelantikan dan penggukuhan pengurus mengatakan, Karang Taruna memiliki tugas  membawa perubahan ke arah positif.

BACA JUGA: Menparekraf Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Senaru 

Ditekankan, Karang Taruna harus ikut berperan membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan

Camat menyampaikan pesan, jadikan sumpah dan janji sebagai pedoman menjalankan    tugas dan kewajiban sesuai tupoksi sebagai organisasi kepemudaan.

“Sehingga menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan dan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial,” tutur Camat, yang baru bertugas dua bulan di Kayangan ini.

Dikatakan, Karang Taruna harus menjadi motor penggerak bagi generasi muda dan masyarakat dalam bidang sosial kemasyarakatan, keagamaan, perekonomian, pertanian.

Terutama di bidang sosial, banyak dimasyarakat persoalan sosial maka Karang Taruna harus hadir ditengah masyarakat.

Karang Taruna juga dimminnta jadi wadah bagi pemuda dalam menuangkan ide dan gagasan kreatif, sehingga menghasilkan inovasi bagi kemajuan Kecamatan Kayangan.

“Saya ucapkan selamat kepada saudara Fikhan Gazali yang memimpin Karang Taruna Kecamatan Kayangan untuk masa bhakti 2021-2026,” kata Camat.

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kayangan, Fikhan Gazali mengucapkan terima kasih kepada Camat Kayangan yang selalu mensuport aspirasi generasi muda untuk disatukan dalam wadah Karang Taruna Kecamatan.

Sampailah puncaknya sekarang, prosesi pelantikan dan pengukuhan. Fikhan juga menyampaikan terima kasih pengurus Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara yang selalu membimbing dan memberikan arahan kaitan Organisasi ini.

”Saya secara pribadi maupun organisasi mengucapkan banyak terimakasih kepada semua unsur yang sudah mendukung dan mensuport,” kata Fikhan.

Menurut Fikhan, ia engaku butuh dorongan dan bantuan dari semua anggota, agar Karang Taruna Kecamatan Kayangan ke depan lebih baik. Apa arti seorang ketua kalau tidak didukung dan di bantu oleh semua anggota dan unsur Muspika Kecamatan Kayangan, kilahnya.

Dikatakan Fikhan, pelantikan dan pengukuhan pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan ini merupakan momen yang positif, generasi muda diajak bekerja keras, kerja ikhlas, kerja yang benar tanpa pamrih.

“Kerja di organisasi ini tidak ada gajinya, sehingga kita harus kerja ikhlas,” tegas Fikhan.

Diungkapkan, di antara sepuluh desa di Kecamatan Kayangan masih ada satu desa yang belum membentuk Karang Taruna yakni Desa Pansor. Karen itu dipesan, pengurus Kecamatan sampai membelakangi Karang Taruna Desa.

BACA JUGA: Pengumpulan Data Kependudukan, NTB Sukses 100 Persen

“Kita bantu dan support mereka, bangun komunikasi dan bangun silaturahmi antar,inter pengurus Karang Taruna sehingga nantinya terbangun sinergitas yang mumpuni,” kata Fikhan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Faturrahman mengatakan, sangat mengapresiasi atas terbentuknya Pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan.

Karang Taruna disebutnya yang pertama kali terbentuk di Kabupaten Lombok Utara hingga akhir tahun 2021.

“Sehingga pasca pengukuhan ini, Karang Taruna Kecamatan Kayangan dalam menjalankan tugasnya harus fokus menggali dan mengembangkan potensi para pemuda di Kayangan,” harap Fathurrahman.

Kecamatan Kayangan ini merupakan barometer masuknya para pengusaha dan NGO. Jika momen ini bisa dimanfaatkan, tentu bisa berpeluang besar sebagai sumber potensi kesejahteraan sosial.

Sehingga ia berharap, Karang Taruna harus menjadi organisasi pemuda terdepan sekaligus motor penggerak pembangunan di desa. Sebab Karang Taruna satu-satunya organisasi sosial pemuda yang memikiki struktur hingga desa.

“Tujuan dibentuk sampai tingkat desa adalah agar siap menjadi organisasi pemuda terdepan atau pelopor pembangunan di wilayah administratif paling kecil,” katanya.

Karang Taruna diminta terlibat aktif dalam fase pembangunan, mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan.

Bawa Aspirasi pemuda

Hal senada, juga disampaikan Sinarto, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara dalam sambutannya, ia berharap agar Karang Taruna harus mampu menunjukan perannya dan tegas memposisikan dirinya

Karang Taruna harus tampil sebagai mediator dan fasilitator untuk membawa aspirasi pemuda kepada pemerintah sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan, terutama dalam hal pengentasan kesenjangan sosial masyarakat.

“Karang Taruna sebagai organisasi pemuda yang dibentuk pemerintah, bukanlah pesaing pemerintah. Tapi tugas Karang Taruna untuk membantu tugas pemerintah agar apa yang di laksanakan pemerintah itu bisa dijalankan dengan jauh lebih mudah dan lebih ringan,” kata Sinarto.

Sinarto berharap, dengan dikukuhkannya kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Kayangan masa bakti 2021-2026 ini, dapat menjadi pelopor pembangunan di wilayah Kecamatan Kayangan, dengan program-program yang inovatif dan solutif.

“Selain sebagai pelopor pembangunan, Karang Taruna Kecamatan Kayangan harus siap jadi garda terdepan memerangi penyalahgunaan narkoba, agar program pembangunan di Kecamatan Kayangan bisa terwujud,” pesan Sinarto.

eko




Menparekraf RI Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Senaru

Pengnugerahan Desa Wisata Indonesia 2021 dilakukan langsung Menparekraf Sandiaga Salahudinn Uno di Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Tahun ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan kegiatan “Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021″ dengan tema Indonesia Bangkit.

Pengaugerahan ini bertujuan mendorong dan mengembangkan Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi Destinasi Pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan.

Bupati Djohan bersama Menparekraf Sandiaga

Bupati dan Wakil Bupati berbincang dengan Menparekraf

Dari total 1.831 Desa Wisata ADWI tahun 2021, setelah dilakukan penilaian oleh Dewan Juri sejak April lalu, hasilnya Desa Senaru, Kecamatan Bayan masuk 50 Besar ADWI.

Penganugerahan langsung dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, yang disaksikan oleh Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, di Desa Senaru pada Kamis (04/11/21).

BACA JUGA: Desa Senaru Sebagai Salah Satu Desa Wisata Terbaik 2021

Tampak hadir pula Kasrem 162 WB, Kadispar NTB, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansah SH, Ketua PKK KLU Hj. Galuh Nurdyiah SH,Kepala OPD KLU,serta undangan lainnya.

Menparekraf RI Sandiaga Uno menyampaikan, Kegiatan Penganugerahan Desa wisata sebagai awal dari kebangkitan Parawisata Indonesia di masa Pandemi.

“Saya mendapatkan momen luar biasa di Senaru ini dimana ada women guide dan ini bagian dari promosi yang luar biasa di miliki Desa Senaru,” tuturnya Sandiaga.

Dengan keindahan luar biasa Wisata Senaru, akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Terlebih dengan ada event Internasional WSBK dan Moto Gp di Mandalika, dengan keindahan yang dimiliki Desa Senaru nantinya akan dipromosikan di Internasional Simposium yang akan diikuti oleh 23 Negara.

Sementara itu, Bupati Djohan menyampaikan ucapan selamat datang di Desa Senaru pada Menparekraf.

Seperti diketahui, Desa Senaru menjadi salah satu dari 6 Desa Wisata di Kabupaten Lombok Utara.

“Harapan kita, pandemi Covid 19 berakhir dan Pariwisata kita bangkit kembali seperti dulu,” harapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Danny mengutarakan, dengan masuk Senaru 50 Besar ADWI akan memberikan dampak yang positif bagi kemajuan daerah ke depan.

Dengan masuknya Desa Senaru 50 besar ADWI Sinergitas antara Pemda dengan Pemerintah Pusat dalam pengembangan desa wisata terus ditingkatkan ,mengingat di KLU memiliki 6 desa wisata.

BACA JUGA: Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity Melalui Vaksin OTR

“Selamat saya ucapkan kepada Kepala Desa dan masyarakat Desa Senaru yang masuk dalam 50 ADWI Tahun 2021, dan kita jadikan momen ini sebagai pendorong semangat dalam peningkatan pariwisata di daerah khususnya di Senaru,” kata Wabup Danny,

Kegiatan ADWI di Desa Senaru berlangung meriah, dengan pertunjukan kesenian khas Bayan dan pameran stan UMKM dan lainnya.

@ng




Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno datang ke Lombok untuk mendorong Desa Senaru menjadi berkelas dunia

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng menyambut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Senaru Kecamatan Bayan, Kamis (03/11/21).

Sadiaga mendorong Desa Senaru jadi desa wisata kelas dunia

Kunjungan Kementerian Pariwisata dalam rangka mendorong dan mengembangkan Desa – Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi Destinasi Pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya ke Desa Senru, Meparekraf Sndiaga disambut Wbup Danny

Dari 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, salah satunya yang terpilih adalah Desa Senaru.

BACA JUGA:

“Selamat datang di Lombok Utara Pak Manteri selamat menikmati indahnya Gumi Tioq Tata Tunaq,” ucap Wabup Danny.

@ng




Paripurna Pendapat Akhir Fraksi, DPRD KLU Rampungkan Dua Raperda

Rapat Paripurna agendanya penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap Dua buah Raperda, itu diperlukan untuk menyesuaikan regulasi dan perkembangan kebijakan pembangunan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Ketua II DPRD KLU, Mariadi, S.Ag., memimpin Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi DPRD terhadap Dua buah Raperda, yaitu Raperda Pencabutan Perda nomor 1 tahun 2013 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik dan Raperda Desa Wisata.

DPRD KLU Gelar Rapat Paripurna

Eksekutif saat Rapat Paripurna

Acara dihadiri langsung Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH., Pj Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi, MM., Para Anggota DPRD KLU dan Unsur Polres Lotara, Unsur Kodim 1606/Mataram, Unsur OPD se-KLU di Aula Paripurna DPRD KLU, Selasa (02/11/21).

Dalam paparannya, Mariadi menyatakan,  Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi terhadap Dua buah Raperda diperlukan untuk menyesuaikan regulasi dan perkembangan kebijakan pembangunan.

Selanjutnya, memberikan waktu Juru Bicara Gabungan Fraksi menyampaikan catatan dan rekomendasi Pendapat Akhir, yang akan menjadi acuan terhadap keputusan persetujuan penetapan Perda.

Dalam kesempatan yang sama, Jubir Gabungan Fraksi Rusdianto yang membacakan Pendapat Akhir Gabungan Fraksi.

BACA JUGA: DPRD KLU Proses Dua Raperda Masa Sidang III Tahun 2021

Dikatakan, setelah mencermati Laporan Pansus terhadap Dua buah Raperda tersebut, Gabungan Fraksi-fraksi Dewan berpendapat, terhadap pencabutan Perda nomor 1 tahun 2013 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik, pada prinsipnya menerima.

Hal itu sebagai bentuk penyesuaian terhadap perubahan regulasi yang mengatur Bantuan Keuangan terhadap Parpol.

“Hal mana Perda nomor 1 tahun 2013 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik yang dalam perkembangannya mengalami perubahan sehingga perlu melakukan perbaikan dan penyempurnaan,” tutur Rusdianto.

Demikian pula terhadap Raperda Desa Wisata, pada prinsipnya dibutuhkan dalam rangka mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di Lombok Utara.

Dan hal itu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Pemda KLU, baik dari aspek ekonomi, aspek sosial aspek lingkungan dan aspek budaya.

Selain itu dapat memberikan wawasan manajemen strategi pengembangan desa sebagai Desa Wisata. Gabungan Fraksi-fraksi dewan menyambut baik dan menyetujui tersusunnya Perda tentang Desa Wisata.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH., dalam sambutannya menuturkan, pencabutan Perda Nomor 1 Tahun 2013 akan segera ditindaklanjuti dengan Perbup untuk mengisi kekosongan regulasi.

Sehingga ke depan, ungkap bupati, tidak mempengaruhi bantuan Parpol yang memang sudah merupakan haknya untuk dipergunakan dalam perpolitikan di KLU.

“Terkait dengan Perda Desa Wisata, regulasi ini diperlukan untuk pengembangan pariwisata di KLU. Dengan adanya Perda tersebut, memiliki peranan dan fungsi dalam mengatur kepariwisataan di daerah yang kita cintai ini, terutama Desa Wisata,” jelas  Bupati Djohan.

Sebagaimana adanya, terdapat Enam Desa Wisata yang segera dilaunching dan salah satunya adalah Desa Senaru.

BACA JUGA: Profil Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan Lengkapnya

Adapun Desa Senaru meruakan Desa Wisata yang masuk dalam 50 besar nominator Desa Wisata dari hampir ribuan desa wisata yang ada di Indonesia.

“Senaru sebagai Desa Wisata sedang dalam proses penilaian dari Kementerian Pariwisata. Rencananya dihadiri melalui Kunjungan Menteri Pariwisata ke Lombok Utara. Semoga bisa menjadi berkah tersendiri, bagi Kabupaten Lombok Utara,” pungkasnya.

Acara paripurna berlangsung khidmat, dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19.

ags




DPRD KLU Proses Dua Raperda Masa Sidang III Tahun 2021

Rapat Paripurna DPRD KLU kali ini merupakan Laporan Panitia Khusus terhadap dua Raperda

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Ketua I  DPRD KLU, H. Burhan M. Nur, SH., memimpin Rapat Paripurna Laporan Pansus terhadap Dua buah Raperda, Senin (01/11/21).

Acara dihadiri Ketua DPRD KLU Nasrudin, S.HI, Penjabat Sekda KLU Anding Dwi Cahyadi MM, Sekretaris DPRD KLU Kartady Haris, SH, Para Anggota DPRD KLU, Direktur BUMD, Unsur Pimpinan OPD se-KLU, di Aula Paripurna DPRD KLU.

Acara Rapat Paipurna DPRD KLU

Wakil Ketua I DPRD KLU mengatakan acara pokok Rapat Paripurna kali ini adalah pemaparan Laporan Panitia Khusus terhadap Dua Raperda, yaitu Raperda Pencabutan Perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik, dan Raperda Desa Wisata.

“Untuk dimaklumi bahwa Pansus dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya telah mengkaji dan meneliti serta melakukan berbagai macam kegiatan seperti studi komparatif serta konsultasi ke berbagai pihak,” tuturnya.

Disamping itu, Pansus telah melakukan pembahasan secara internal maupun eksternal, demi kesempurnaan Raperda dimaksud.

BACA JUGA: Strategi Mewujudkan NTB Gemilang, Ini Kata Wagub

Diharapkan, hal ini akan dapat memberikan perubahan dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di segala bidang untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lombok Utara di masa mendatang.

Juru Bicara Pansus, Debi Ariawan menyatakan, dalam perkembangannya, regulasi Peraturan Pemerintah terkait Raperda telah mengalami beberapa kali perubahan.

Terakhir Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik.

Sehingga disesuaikan dengan dinamika realita peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan untuk Raperda Desa Wisata, telah dilakukan peningkatan dan pendalaman literatur serta regulasi regulasi yang berkaitan dengan peraturan ini sebagai fokus analisis pertimbangan Pansus.

Menurutnya, penyamaan persepsi di internal Pansus dengan eksekutif untuk eksplorasi Raperda, telah melakukan studi banding ke daerah yang sudah memiliki Perda tentang Desa Wisata di Kabupaten Gianyar Bali.

BACA JUGA; Khitan Massal, Tradisi Yang Warnai Perayaan Maulid di Lekok

Hasil dari studi banding itu kemudian disesuaikan dengan kondisi Kabupaten Lombok Utara.

Acara berlangsung lancar dan khidmat. Paripurna Pendapat Akhir Fraksi terhadap Dua Raperda tersebut, direncanakan hari Selasa (02/11/21)

ags

 

 




Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Proyek UNDP di KLU Diresmikan Bupati

12 bangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) adalah Project dukungan Pemerintah Federal Jerman dan KFW untuk pemulihan pasca bencana gempa bumi  2018

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH mengapresiasi kepedulian Pemerintah Jerman melalui UNDP Petra, totalnya ada 14 bangunan yang diberikan pada NTB.

Bupati resmikan fasilitas kesehatan dan pendidikan

Sebanyak 12 di antaranya ada di KLU, yaitu bangunan 4 SMK dan 8 Pustu.

Hal itu dikatakan Bupati Djohan Sjamsu saat meresmikan 8 fasilitas kesehatan di Lombok Utara proyek UNDP-PETRA secara simbolis, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Rangsot Desa Singgar Penjalin, Tanjung (01/11/21).

Dalam peresmian itu hadir anggota DPRD KLU Adam Malik SIP, Perwakilan UNDP Petra Nurjanah, Plt. Kadis Kesehatan KLU dr. H. Abdul Kadir, Kalaksa BPBD KLU M Zaldy Rahadian ST, Para Kepala Puskesmas, Kepala Desa Singgar Penjalin Zawil Fadli serta undangan lainnya.

BACA JUGA: Strategi Wujudkan NTB Gemilang, Ini Kata Wagub

“Kami atas nama Pemda menyampaikan terimakasih pada para Donatur dan Para lembaga Internasional dan Nasional lebih khusus pada UNDP Petra yang memberikan perhatian dan membantu percepatan pemulihan pasca bencana di KLU ini,”ungkapnya

Tugas daerah melalui Dinas Kesehatan nantinya dengan adanya Bangunan Pustu menempatkan tenaga kesehatan dan melengkapi alat-alat medis yang dibutuhkan, supaya masyarakat yang ada disekitar wilayah Dusun Rangsot jika ada keluhan atau sakit bisa kesini tidak langsung ke Puskesmas atau RSUD KLU.

“Dengan adanya Pustu yang dibangun mempermudah pelayanan masyarakat di Desa masing-masing mudah dijangkau oleh masyarakat,” ungkapnya

Dalam kesempata sama, Stakeholder Liaison Associate UNDP Petra, Nurjanah mengungkapkan, 12 bangunan yang ada di Lombok Utara adalah Project dukungan dari pemerintah federal Jerman dan KFW untuk pemulihan pasca bencana gempa bumi tahun 2018.

Awalnya yang diminta 15 Pustu, tapi yang disetujui hanya 8 bangunan.

BACA JUGA: Wabup Danny Resmikan Rumah Layak Huni untuk Lansia Terlantar

”Harapan kami pembangunan Pustu ini berguna dengan baik mengingat pustu ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat terkait dengan layanan kesehatan,” harapnya.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Prasasti dan pemotongan Pita oleh Bupati yang disaksikan oleh undangan lainnya.

@ng




Khitan Massal, Tradisi Yang Warnai Perayaan Maulid Di Lekok

Khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung 25 Rabi’ul Awal 1443 H, atau bertepatan dengan tanggal 31 Oktober 2021, segenap Jama’ah Masjid “Darul Al Istiqomah” Dusun Lekok, Desa Gondang, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara diwarnai acara nikah dan khitanan Massal.

seorang bocah sedang hitan

Khitan secara bahasa artinya memotong. Secara terminologis artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis).

Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan “Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi” (H.R. Muslim, Tirmidzi dll..

BACA JUGA: Wabup Danny Resmkan Rumah Layak Huni untuk Lansia Terlantar 

Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:”Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku” (H.R. Bukhari Muslim).

‘’Peserta khitanan massal sebanyak 34 anak dari empat Dusun yaitu, Dusun Lekok Utara, Lekok Selatan, Lekok Tenggara dan Lekok Timur.

Petugas kesehatan di datangkan sebanyak 8 orang dari Puskesmas Gondang Kecamatan Gangga lengkap dengan alat dan obat Obat2an. Mereka datang sekitar Jam 6.30 wita dan diterima panitia di Masjid “Darul Al Istiqomah” Lekok.

“Khitanan masal seperti yang diselenggarakan saat ini merupakan kebiasaan warga Dusun Lekok sejak lama, kata Ketua Panitia, Abdullah,S.Pd.

Pada tahun 2020 lalu sebanyak 42 anak yang di hitan, tuturnya pada wartawan media ini.

Khitan massal selain kewajiban ummat muslim, juga perwujudan kebersamaan dan sosial dalam rangka membantu sesama warga yang kurang mampu.

‘’Dengan adanya kegiatan tersebut harapannya untuk merangkul seluruh masyarakat khususnya di empat dusun Lekok ini untuk tetap budayawan berdarma bakti kepada masyarakat yang kurang mampu, terlebih lagi disaat masyarakat terhimpit ekonomi akibat pandemi Covid 19 yang masih berlangsung.

Faedah khitan, seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran, mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis dan bau yang tidak sedap.

Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, maka endapan kotoran sebagian tertahan oleh kulit tersebut.

BACA JUGA: Tokoh ‘Wet Adat Sesait’ Lakukan ‘Meriri Bale Makam Bayan’

Semakin lama endapan tersebut semakin banyak. Bisa dibayangkan berapa lama seseorang melakukan kencing dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun.

Beberapa penelitian medis membuktikan , penderita penyakit kelamin lebih banyak dari kelangan yang tidak dikhitan.

Begitu juga penderita penyakit berbahaya aids, kanker alat kelamin dan bahkan kanker rahim juga lebih banyak diderita oleh pasangan yang tidak dikhitan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan.

Biaya Khitan bersumber dari swadaya masyarakat setempat dan sebagian sumbangan sukarela keluarga PNS asal Lekok yang tinggal di luar dusun Lekok,berjumlah kurang lebih Rp 13 Juta, dan Rp7,5 sumbnagan dari Basnas KLU.

Selanjutnya digunakan untuk biaya administerasi/ATK, Obat obatan, tenaga kesehatan dan hadiah berupa jajan, mainan dan sarung.

Mudah mudahan kegiatan serupa bisa di tiru oleh warga yang lain, Amin.

@ng




Wabup Danny Resmikan Rumah Layak Huni Untuk Lansia Terlantar

Resmikan rumah layak huni unntuk Inak Kar, Wabup Danny harap jadi penggerak jiwa masyarakat saling membantu

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wabup Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan ST.MEng resmikan rumah layak huni untuk lansia terlantar di Dusun Tebanyak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Jum’at (29/10/21).

Salah satu warga yang akan jadi penghuni rumah layak huni ditemui Wabup Danny Wabup Danny dengan warga yag dapat rumah layak huni

Hadir pada acara tersebut PLT Kadinsos P3A KLU Fathurrahman, Babinsa Desa Tegal Maja Serka Ali, para pendamping PKH dan tamu undangan lainnya.

Peresmian rumah layak huni untuk Inak Kar ini diharapkan menjadi penggerak jiwa solidaritas masyarakat KLU untuk saling membantu, bahu membahu untuk menuntas kemiskinan.

Hal ini di sampaikan Wabup Danny dalam diskusinya di dusun terbanyak desa Tegal maja.

“Dengan saling membantu untuk mbangun rumah layak huni, gotong royong juga disamping mengurangi biaya juga dapat meningkatkan tali persaudaraan, oleh karena itu melalui momen ini semoga dapat menggugah rasa solidaritas kita bersama untuk sama-sama saling membantu meretas kemiskinan,” jelasnya.

Di sela diskusinya dengan beberapa pendamping PKH Wabup Danny juga membahas banyak hal terkait kesejahteraan sosial. Pihaknya juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Pendamping PKH yang telah menemukan lansia terlantar (Inak Kar).

“Tanpa kerjasama dan kepedulian dari teman-teman PKH kami tidak bisa melacak keberadaan masyarakat yang membutuhkan sampe ke plosok-plosok, oleh karena itu peran dari PKH sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama PLT Kadinsos P3A Fathurrahman menambahkan, pihaknya telah merencanakan pembangunan rumah layak huni untuk lansia di Kecamatan Kayangan yang menjadi sasaran selanjutnya.

Dengan koordinasi bersama Pendamping PKH PLT kadinsos juga percaya hal itu akan efektif untuk meretas kemiskinan.

“Untuk selanjutnya kami akan membangun rumah yang sama juga di Kecamatan Kayangan, untuk salah seorang masyarakat yang memenuhi kriteria,” sambungnya.

Disamping itu Inak Kar bersyukur Telah di bantu dan dibuatkan rumah layak huni. Dirinya mengaku seumur hidupnya.

@ng




Bupati Djohan Terima KKN Tematik Mahasiswa STP Mataram

Sebanyak 77 mahasiswa STP Mataram yang melakukan KKN tematik di enam desa diterima Bupati Djohan Sjamsu dan diminta meihat potensi lokasi KKN

TANJUNG.lombokjournal.com  ~ Sebanyak 77 Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Utara diterima  langsung oleh Bupati H. Djohan Sjamsu SH, bertempat di Aula Bupati, Jum.at (29/10/21).

Hadir dalam penerimaan itu Ketua STP Dr. Halus Mandala MHum, Plt Kadis Parawisata KLU Drs.Ainal Yakin, Keordinator Kompak KLU, Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kepala Desa Malaka H. Akmaludin Ichwan MAP, serta undangan lainnya.

77 mahasiswa STP Mataram diterima bupati

Bupati terima 77 mahasiswa STP Mataram
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati Djohan menyambut baik hadirnya 77 mahasiswa STP Mataram yang melaksanakan KKN tematik di enam desa wisata di Lombok Utara. KKN tematik merupakan tindak lanjut kerjasama antara Pemda KLU dengan STP Mataram Tahun 2020 yang lalu.

BACA JUGA: Tokoh ‘Wet Adat Sesait’ Lakukan ‘Meriri Bale Makam Bayan’ 

“Harapan saya pada mahasiswa sebagai agen pembaharuan niscaya mampu memposisikan dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan masyarakat yang ada di Lombok Utara,” harap Bupati Djohan.

Peran mahasiswa sebagai pemberi informasi, motivator dan penghubung serta fasilitator tentu peran ini tidak mudah, karena permasalahan di masyarakat sangat kompleks dan beragam, sebagai dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lombok Utara hampir semua memiliki tempat wisata unggulan dan menjadi daya tarik tersendiri dengan keindahan yang dimiliki.

“Semoga anak-anak saya dari mahasiswa bisa melihat potensi yang dimiliki di lokasi KKN agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan selama 2 bulan ini dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan diri mahasiswa sendiri dan bagi desa tempat KKN,” tuturnya.

Mahasiswa diminta mampu melakukan pemberdayaan potensi masyarakat desa menuju peningkatan kesejahteraan yang lebih baik, dengan meningkatkan kepedulian dan empati atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa bisa mendorong perubahan perilaku sebagai proses perubahan masyarakat untuk menjadi lebih baik.

“Manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar di tengah-tengah masyarakat bukan hanya belajar teori seperti yang dilakukan sekarang, tapi belajar praktik dalam melihat dan memahami kondisi Masyarakat khususnya masyarakat yang ada di Lombok Utara ini,” tutupnya

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala menyampaikan KKN tematik khususnya untuk membangun Desa Wisata.

Jadi pekerjaannya tidak biasa-biasa saja, tapi khususnya membuat desa wisata itu yang awalnya dari rintisan upayakan untuk menjadi desa wisata maju dan mandiri.

“Sebanyak 77 mahasiswa yang melakukan KKN untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tempat KKN masing-masing. Anggaplah rumah sendiri dan bangunlah desa tempat KKN seperti membangun Dasa anda sendiri,” ungkapnya.

Komitmen dalam membantu Desa Wisata serta membangun tempat wisata,

Kegiatan ini atas kerjasama dengan Pemda serta Kompak yang memberikan dukungannya, sehingga segala bentuk pelaksanaan kegiatan tidak ada hambatan yang berarti.

BACA JUGA: Peresmian Homestay dan Bimtek Pelaku Pariwisata di Senaru

“Kerjasama luar biasa ini patut kita teruskan dan ditingkatkan agar terus bersinergi lebih baik bisa membangun desa wisata dengan pola desa tematik kemudian dengan desa binaan,” tuturya.

Lokasi KKN di enam Desa wisata yaitu Desa Senaru, Bayan, Karang Bajo, Genggelang, Medana dan Malaka.

@ng