UPTD Tanjung Bersama PPL Lakukan Pendampingan Program P2L

Program P2L atau Pekarangan Pangan Lestari oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) TAMARA untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan lahan guna wujudkan ketahanan pangan rumah tangga

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala UPTD Kecamatan Tanjung, Aki Suharti,S.Pt. bersama seluruh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan kerja bersama pendampingan sekaligus monitoring kepada Kelompok Wanita Tani TAMARA, untuk program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Rabu (24/11/21).

Seiring dengan perjalanan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) 2010-2019, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara berupaya memperluas penerima manfaat dan pemanfaatan lahan.

Pendampingan program P2L Kelompok Wanita Tani TAMARA Kegiatan pendampingan program P2L

Sejak tahun 2020 kegiatan KRPL berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari atau disingkat P2L.

BACA JUGA: Bupati Djohan Lepas PS Daygun Berlaga di Liga 3 NTB

Program P2L dilaksanakan Kelompok “TAMARA” untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga.

Dan mendukung program pemerintah dalam penanganan lokasi prioritas intervensi penurunan stunting.

Hadir dalam kegiatan itu, Kabid Ketahanan Pangan, Sugiartadi,SP yang didampingi stafnya, Ibu Sukersih,SP.

Menurut Kabid Ketahanan Pangangan, Sugiartadi, SP, kegiatan ini dilakukan guna pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif.

Potensinya ditingkatkan sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

“Rencananya pada hari Senin tanggal 2 Desember 2021, Kelompok Wanita Tani P2L akan di kunjungi Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH,” tutur Aki Suharti yang dibenarkan Sugiartadi.

Guna memperlancar pelaksanaan kegiatan program P2L, diperlukan petunjuk teknis sebagai pedoman bagi pelaksana pusat dan daerah sehingga dalam pelaksanaannya tidak mengalami kendala.

Mengingat petunjuk teknis ini cakupannya masih bersifat umum, hal-hal yang detail dan spesifik di suatu daerah tertentu, perlu dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan.

BACA JUGA: Bupati Djohan Sjamsu Serahkan Sertifikat Tanah Prgram PTSL

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif.

Upaya penganekaragaman pangan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 26 pada Peraturan Pemerintah  Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, salah satunya dapat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan.

@ng

 

 




Ultah Ke-109 Desa Bentek Dihadiri Bupati Djohan

Bupati Djohan Sjamsu menyampaikan rasa bangga kaena Desa Bentek yang merayakan HUT-nya ke-109 semangat warganya meningkat menuju desa yang lebih maju

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH menghadiri perayaan hari ulang tahun Desa Bentek yang ke-109 bertempat di Aula Kantor Desa, Selasa (23/11/21).

Bumdes milik Desa Bentek

Turut hadir pada acara tersebut  Kapolsek Gangga Iptu Remanto,S.H, Camat Gangga Kariadi SP, Kepala Desa Bentek Warna Wijaya, S.AP beserta undangan lain.

Desa Bentek terletak di Kecamatan Gangga yang terbentuk  pada tahun 1912.

BACA JUGA: Paripurna DPRD KLU Rampungkan Rancangan  KUA PPAS 2022

Bupati  Djohan  menyampaikan rasa bangga terhadap Desa Bentek yang merayakan HUT-nya ke-109.

“Dengan usianya yang ke-109 semangat warga semakin meningkat seiring usia desa yang bertambah  menuju desa yang lebih maju,” harap bupati.

Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya menuturkan, dalam perkembangannya Desa Bentek mengalami berbagai perubahan.

Keadaan Desa Bentek sekarang jauh berbeda dengan Desa Bentek dahulu, dalam perkembangannya Desa Bentek ikut andil dalam membantu dan membangun daerah.

Acara peringatan hari ulang tahun Desa Bentek Ke-109 juga dirangkaikan dengan peresmian Bumdes Polah Palih Polos oleh Bupati Lombok Utara, h. Djhan Sjamsu.

BACA JUGA: Milad Muhammadiyah ke 109 di KLU, Kontribusi untuk Republik

Bupati melakukan pemotongan pita dan juga pembagian hadiah pemenang lomba dusun sehat dan lomba Gansing.

@ng

 




Paripurna DPRD KLU Rampungkan Rancangan KUA PPAS 2022

Rapat Paripurna DPRD KLU agendakan Laporan Badan Anggaran terhadap Rancangan KUA PPAS tahun 2022, serta Penandatanganan Nota Kesepakatan KUAPPAS tahun 2022 antara Kepala Daerah dengan DPRD KLU

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Ketua I  DPRD KLU H. Burhan M. Nur, SH, bersama Ketua DPRD KLU Nasrudin, SH.I, Wakil Ketua II Mariadi, S.Ag, pimpin Rapat Paripurna Laporan Banggar DPRD KLU, terhadap  Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) tahun 2022, Senin (22/11/21).

Paripurna dirangkaikan irangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan KUAPPAS tahun 2022 antara Bupati dengan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara,

Paripurna itu dihadiri Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH., dan Wakil Bupati KLU, Danny Karter Febrianto R, ST., M.Eng.

Selain itu juga tampak hadir Penjabat Sekda Lombok Utara, Anding Duwi Cahyadi, MM., Forkopimda dan anggota DPRD KLU, Para Staf Ahli, Para Asisten beserta Unsur OPD se-KLU di Aula Paripurna DPRD KLU.

Wakil Ketua I H. Burhan M. Nur, SH., menyatakan, Rapat Paripurna Dewan mengagendakan Laporan Badan Anggaran terhadap Rancangan KUA PPAS tahun 2022, serta Penandatanganan Nota Kesepakatan KUAPPAS tahun 2022 antara Kepala Daerah dengan DPRD KLU.

BACA JUGA: Menko Luhut, Menhub dan Aburizal Bakri Nonton WSBK

“Banggar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya telah mengkaji dan melakukan pembahasan bersama eksekutif,” kata Burhan.

Menurutnya, dalam pembahasan tersebut kendati waktu sedikit, pembahasannya berlangsung alot, untuk penyempurnaan KUA PPKS.

Pengkajian dan pembahasan KUA PPAS tahun 2022, hasil kerjanya diharapkan dapat memberikan pencerahan dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah di KLU.

Merampungkan pembahasan KUAPPAS tahun 2022 sebagai landasan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2022.

Sementara itu, Juru Bicara Banggar Artadi, S.Sos., dalam paparannya mengatakan KUAPPAS APBD Tahun 2022 merupakan instrumen yang dijadikan acuan dalam menyusun RAPBD tahun 2022.

Artadi mengatakan, Banggar telah menyelesaikan pembahasan KUAPPAS APBD Tahun 2022, dengan beberapa poin menyangkut kebijakan umum anggaran maupun prioritas plafon anggaran.

“TAPD dan OPD telah menjawab secara tertulis yang menghasilkan berbagai catatan dan kesepakatan saran serta rekomendasi dari anggota Banggar sehingga menjadi perhatian eksekutif dalam proses penyusunan APBD KLU Tahun 2022,” imbuhnya.

BACA JUGA: Program Posyandu Keluarga di NTB Dinilai Lebih Maju

Acara dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan KUAPPAS tahun 2022 antara Bupati dengan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara, disaksikan Wabup Lombok Utara bersama Para Wakil Ketua  DPRD KLU dan peserta rapat paripurna.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19.

Ags

 




Milad Muhammadiyah ke 109 di KLU, Syiar dan Membantu Sesama

Peringatan Milad ke 109 Muhammadiyah di Lombok Utara disemarakkan bagi-bagi paket sembako untuk menguatkan syiar Muhammadiyah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Semarak Milad Ke-109 Muhammadiyah ditandai dengan kegiatan sosial pembagian nasi kotak di LogMart jalan santai sekitar 4 km, pembagian sembako untuk orang tua jompo, anak yagim dan piyatu dan warga yang kurang mampu.

Untuk memeriahkan Milad juga dilakukan pembagian sembako

Ketua Panitia Milad, Lalu RAHMAT Marzoan, M.Pd, mengatakan, selain donor darah, bekerja sama dengan Palang Merah Indinesia (PMI), juga pembagian 109 paket sembako dan 20 paket sembako dari Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, Minggu (21/11/21).

Lalu Rahmat menambhkan, selain pembagian 129 paket sembako, juga diselenggarakan Bazar Majelis Ekonomi Asiyah dalam bentuk prodak olahan makanan yang dibagikan oleh Bupati Lombok Utara beserta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Prov. NTB – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) KLU.

“Kita ingin memperbanyak kegiatan sosial-kemasyarakatan, baik dalam rangka syiar Muhammadiyah maupun membantu sesama sebagai Langkah meneladani Kiai Ahmad Dahlan,” tutur Lalu Rahmat.

BACA JUGA: Milad Muhammadiyah ke 109, Kontribusi untuk Republik 

Penyelenggaraan resepsi Milad ke-109 Muhammadiyah dilaksanakan secara daring selama dua hari dan berahir hari Minggu (21/11/21).

Untuk Jenis kegiatan dan teknis pelaksanaan peringatan Milad ke-109 Muhammadiyah diserahkan kepada segenap Pimpinan Persyarikatan, Amal Usaha, dan Organisasi Otonom Muhammadiyah sesuai kemampuan, situasi, dan kondisi pandemi Covid-19, dengan tetap memperhatikan misi gerakan Muhammadiyah.

BACA JUGA: Rakor Kades se-Gangga, Mencermati Kinerja Pemerintah Desa

“Alhamdulillah kegiatan Milad Muhammadiah ke 109 berjalan baik. Kepada semua masyarakat tidak usah khawatir, kita dapat memeriahkannya dengan cara tertib aman berkat kebersmaaan dengan tetap mengedepankan standar Profokol Covid 19,” ujar Lalu Rahmat.

@ng

 




Milad Muhammadiyah ke 109 di KLU, Kontribusi untuk Republik

Usia yang melebihi satu abad Muhammadiyah, telah berkontribusi nyata berperan dan mewarnai perjalanan hidup bangsa dan Negara

TANJUNG.lombokjournal.comBupati Lombok Utara, H. Djohan Samsu mengatakan, kontibusi Muhammadiyah nyata  di usia yang melebihi satu abad, Muhammadiyah telah berperan dan mewarnai perjalanan hidup bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan Bupati saat membuka dan menyampaikan ucapan selamat atas Milad Muhammadiyah ke-109, Sabtu (20/11/21).

Peringatan Milad ke 109 Muhammadiyah

Menurutnya, ini bukti Muhammadiyah adalah bagian yang melekat dan menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan republik.

“Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan dan sosial yang berkontribusi nyata bagi kemajuan republik. Peran kesejarahan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, “ kata Djohan.

Pernyataan itu disampaikan di tengah ratusan anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA/Sederajat dan Mahasiswa serta masyarakat umuum  yang menghadiri acara Milad Muhammadiyah Ke 109, hari Sabtu.

BACA JUGA: Rakor Kades se-Gangga, Cermati Kinerja Pemerintah Desa

Ia berharap, dengan bertambahnya usia, Muhammadiyah akan tetap melanjutkan peran sosial dan keagamaan demi majunya bangsa dan negara.

Muhammadiyah, banyak meluluskan peserta didik dari banyak lembaga pendidikan yang dirintis dan dikelola yang dilandasi oleh komitmen Muhammadiyan mengentaskan berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

“Kita hidup di era kolaborasi yang meniscayakan kerjasama dan saling mengisi antara pemerintah, pasar, dan masyarakat sipil. Ketiganya memiliki peran yang saling terkait dan harus saling menopang,” ungkap Djohan.

Segala ikhtiar yang bersifat rasional ilmiah dan spiritual rohaniah harus terus dilakukan sebagai jalan jihad untuk mengakhiri pandemi ini.

Seberat apapun masalah yang dihadapi bangsa daerah dan bangsa, menurut Djohan, jika pemerintah serta masyarakat berkomitmen kuat, bersatu, dan melangkah bersama secara serius dan terencana, maka akan terdapat jalan keluar.

“Muhammadiyah telah melakukan peran kesejarahannya yang nyata, sesuatu yang harus mendapatkan apresiasi dan atensi yang tinggi ” tegas Djohan.

BACA JUGA: Hak Fasilitator RTG Tunggu Realisasi Pusat

Milad Muhammadiyah ke-109, tetap mematuhi standar Protokol Covid 19 dan di bawah pengawasan pihak Kapolsek Gangga bersama anggotanya, karena akan berlangsung selama dua hari,  yaitu Sabtu – Minggu, dan dirangkaikan berbagai kegiatan.

@ng

 




Rakor Kades se-Gangga, Cermati Kinerja Pemerintah Desa

Rakor Kades se Kecamatan Gangga, Lombok Utara membahas kinerja pembangunan Pemerintah Desa dan koordinas realisasi perencanaan pembangunan Desa 2021

GANGGA,KLU.lombokjornal.com ~ Pemerintah Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bagi Kepala Desa se-Kecamatan Gangga tahun 2021, di aula kantor kecamatan setempat pada Kamis (18/11).

Rakor diikuti oleh Kepala Desa dan Kasi Pemerintahan Desa se-Kecamatan Gangga.

Pelaksanaan rakor untuk mencermati progres target kinerja Pemerintah Desa dan Koordinasi realisasi perencanaan pembangunan Desa 2021.

Agenda kegiatan rakor membahas serapan kinerja pembangunan dan perencanaan di masing-masing desa guna mengukur kinerja Pemerintahan Desa.

Sekretaris Camat (Sekcam) Gangga, Ni Luh Kartini yang memimpin rakor  dibersamai Kasi Pelayanan Umum Adibawa, Kasi Pemerintahan Alfian Zubaer, Kasi PMD M. Fajarudin, dan Kasubbag Program dan Perencanaan Kecamatan Gangga Ahmad Aplanwadi.

Dalam brainstorming pendapat sejumlah hal strategis, mengemuka gagasan strategis yang perlu diatensi dan mendapat tindak lanjut ke depan. Termasuk solusi sejumlah kendala dalam penyelenggaraan roda Pemerintah Desa.

BACA JUGA: Bimtek Pengolahan Hasil Sumberdaya Pangan Lokal

Misalnya, masih rendahnya SDM aparatur desa, perlunya regulasi pengelolaan aset desa, manajemen pengelolaan keuangan desa, serta regulasi penataan Dusun. Kloaka akhirnya untuk memaksimalkan pembangunan desa, harus sebangun dengan perencanaan desa yang matang.

Penjabat Kepala Desa Sambik Bangkol, Sarjono, menyoroti urgensi regulasi penataan dusun yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah.

Menurutnya, guna menyaring aspirasi yang berkembang, dapat menyesuaikan dengan kondisi desa saat ini, perlu ada pengaturan lebih lanjut di daerah dalam bentuk regulatif.

“Kita lihat di sejumlah desa, animo gelombang aspirasi pembentukan dusun cukup besar. Ini perlu kita atur di desa. Tapi kita belum punya payung hukum di atas kita. Ini menjadi kendala kami di desa mengatur lebih lanjut. Apalagi kita semua tahu kondisi keuangan kita di semua level sedang tidak stabil akibat bencana menghampiri kita sejak tiga tahun terakhir,” tutur Pj Kades Samba ini.

Dikatakannya, dalam membentuk suatu dusun yang harus mengikuti prosedur atau mekanisme sesuai peraturan perundangan-undangan. Pasalnya, pembentukan Dusun secara regulatif ditetapkan dengan Peraturan Desa setelah melalui pelbagai tahapan persyaratan yang mesti terpenuhi.

“Dalam proses penataan dusun, apakah kita bisa tindaklanjuti atau tidak, tentu setelah melewati proses kajian yang matang dan verifikasi persyaratan yang diperintahkan regulasi. Apakah layak atau tidak dibentuk dusun baru,” terangnya.

Diungkapkan pula, aspirasi penataan dusun memang tidak ujuk-ujuk dapat dilakukan mesti itu atas prakarsa masyarakat dusun, adat istiadat, asal usul maupun kondisi sosial budaya masyarakat dusun bersangkutan.

BACA JUGA: Waspada, Ancaman Badai La Nina Akhir Tahun

Namun ada dua hal pokok yang harus benar-benar menjadi pertimbangan serius dalam konteks penataan dusun. Yaitu pada aspek kemampuan keuangan desa dan potensi yang ada pada tiap dusun.

Semua desa, katanya, mengalami kondisi keuangan yang tidak stabil akibat pandemi Covid. Maka, wacana pemekaran Dusun perlu diatur secara regulatif di desa.

“Pemerintah telah mengeluarkan moratorium pemekaran. Ini mesti kita tindaklanjuti. Memang pelayanan publik itu hak yang harus dilindungi. Caranya dengan meningkatkan kelancaran pelaksanaan pembangunan serta memberi kemudahan pelayanan kepada masyarakat,” kata pria yang juga Kasubbag Komunikasi Pimpinan pada Bagian Prokopim Setda KLU itu.

Ahmad Aplanwadi dari Pemerintah Kecamatan Gangga, menjelaskan, ada dua istilah dasar yang penting untuk diketahui dalam ilmu hukum, yaitu Das Sollen dan Das Sein.

Das sollen lebih pada kondisi apa yang seharusnya terjadi, sementara Das Sein melihat kenyataan yang sebenarnya.

Dikatakan lebih lanjut, das sollen dikenal sebagai suatu kaidah hukum yang menerangkan kondisi yang diharapkan. Sedangkan das sein dianggap sebagai keadaan yang nyata.

Das sein tidak selalu sejalan dengan das sollen. Salah satunya karena penafsiran yang berbeda terhadap kaidah hukum.

Jelas dinyatakan, masih kata Aplan, das sollen dan das sein itu berbeda. Das sollen merupakan peraturan hukum sedangkan das sein adalah peristiwa konkret.

Tapi baik das sollen maupun das sein memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menentukan penemuan hukum secara tepat.

“Ketika terjadi ketidaksesuaian antara das sollen dan das sein, maka di situlah akan timbul masalah. Ini mesti dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan masalah di belakang haru,” kata Aplan.

Sar

 




Bimtek Pengolahan Hasil Sumberdaya Pangan Lokal

Penyelenggaraan bimtek yang dilakukan DKP3 KLU guna menambah ketrampilan Kelompok Wanita Tani khususnya mengolah sumber daya lokal

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara KLU laksanakan bimbingan tehnis (bimtek) pengolahan hasil pangan lokal.

Pelaksanaan bimtek dipusatkan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Resilam di Dusun Beraringan, Selasa (18/11/21).

Kepala UPTD Kecamatan Kayangan, Lalu Syaiful Bahri, SPT, mengawali kegiatan ini mengatakan, bimtek ini merupakan kegiatan yang sudah terencana untuk empat desa perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Kayangan, yakni Desa Santong Mulia, Desa Sesait, Desa Gumantar dan Desa Kayangan.

BACA JUGA: Hak Fasilitator RTG Tunggu Realisasi Pusat

Produk hasil bimtek pengolahan hasil pangan lokal
Jajan hasil bimtek

Bimtek bertujuan menambah keterampilan KWT khususnya memanfaatkan sumber daya lokal.

“Sumber daya lokal yang ada di sekitar kita diolah menjadi makanan atau prodak yang bisa dipasarkan untuk menujang ekonomi rumah tangga,” kata Syaiful.

Dalam kesempatan sama, Kasi Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Muhammad Gulillizan,SP menjelaskan, Kecamatan Kayangan memiliki destinasi wisata lokal, yakni Pantai Beraringan yang tersedia lapak.

“Destinasi lokal itu menjadi tempat pemasaran prodak pertanian, sebagaimana tujuan bintek kita hari ini,” tuturnya.

Bimtek peningkatan kapasitas petani itu berlangsung selama dua hari yang berlangsung di dua tempat, yaitu di Desa Senaru dan Dusun Beraringan Desa Kayangan yang masing-masing diikuti 30 orang.

Kabid Ketahanan Pangan, Sugiartadi, SP, mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan melaksanakan bimtek untuk menambah pengetahuan peserta.

“Juga meningkatkan kemampuannya dalam melahirkan prodak atau olahan berupa jajan dari bahan lokal seperti ubi jalar dan lain sebagainya,” jelasnya.

Produk hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan dan umbi-umbian merupakan produk yang mudah mengalami kerusakan.

Karena itu penanganannya harus dipikirkan agar tidak sia sia. Caranya, diolah sedemikian rupa menjadi jajan yang siap di pasarkan di sektar lingkungan bahkan menjangkau pasar ke luar.

BACA JUGA: Waspada, Ancaman Badai La Nina Akhir Tahun

Pemerintah daerah melalui DK3P KLU sangat mendukung moril maupun materil guna menyukseskan dan memajukan masyarakat khususnya di dusun Beraringan sebagai destinasi wisata.

Progres program kegiatan bimtek selama dua hari ini cukup berjalan baik di Desa Senaru Bayan maupun Dusun Beraringan Desa Kayangan inj.

“Ini program gratis, kalau ibu-ibu tidak mengikuti dengan serius dalam penyampaian kami maupun peraktek ini nanti, maka sangat kita sayangkan,” pesannya saat membuka kegiatan bimek.

DKP3 Jalankan Fungsi terkait Pangan

DKP3 KLU dalam tugas membantu Bupati, melaksanakan urusan pemerintahan pada tugas pembantuan di bidang ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, DKP3 KLU menyelenggarakan fungsi perumusan kebijakan daerah di bidang ketersediaan pangan, kerawanan pangan, distribusi pangan, cadangan pangan, penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan.

Perumusan kebijakan di bidang prasarana dan sarana, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, penyuluhan pertanian dan perikanan yang meliputi mengembangan prasarana ketahanan pangan, pertanian dan perikanan,

Ada juga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang ketahanan pangan, pertanian dan perikanan; yakni pelaksanaan administrasi dinas ketahanan pangan, pertanian dan perikanan, dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

DKP3 Bidang Ketahanan Pangan mempunyai tugas menyusun kebijakan, pemberian pendampingan serta pemantauan dan evaluasi di bidang ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan.

Dan untuk melakasanakan tugas tersebut, bidang ketahanan pangan menyelenggarakan salah satu fungsi yaitu, melaksanakan bimbingan tehnis pengolahan hasil pangan lokal.

@ng




Hadiri HKN, Pj Sekda Ajak Masyarakat KLU Hidup Bersih

Peringatan HKN bertujuan agar masyarakat makin mengerti penting perilaku hidup bersih dan sehat, tentunya dimulai dari keluarga, lingkungan, tempat kerja dan lainnya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-57 di Kabupaten Lombok Utara Tahun ini mengambil tema “Sehat Negeri Tumbuh Indonesiaku”, yang bermakna penyatuan tekad dan semangat untuk memperjuangkan ketahanan kesehatan Indonesia.

Peringatan HKN diramaikan dengan lomba

Peringatan HKN di KLU dihadiri Pj.Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi SSTP MM yang diselenggarakan di Aula Segara Anak RSUD KLU, Kamis (11/11/21).

Nampak hadir juga Plt.Kadis Kesehatan dr. H Abdul Kadir, Direktur RSUD, para Kepala OPD, dan Kepala UPTD Puskesmas.

Pj. Sekda KLU, Anding Duwi menyampaikan, HKN bertujuan agar masyarakat makin mengerti penting perilaku hidup bersih dan sehat, tentunya dimulai dari keluarga, lingkungan, tempat kerja dan lainnya.

Gerakan hidup bersih dan sehat di masyarakat harus ditingkatkan melalui sosialisasi-pada masyarakat, seperti tidak buang air besar sembarangan, dan tidak membuang sampah sembarang karena hal ini sangat menggangu kesehatan.

BACA JUGA: Desa Sambik Bangkol Noiminator Kategori Lawan Covid-19

Semangat kerjasama gotong royong elemen kesehatan dan masyarakat dalam melawan Pandemi covid 19.

Kolaborasi ini sangat penting utamanya untuk meningkatkan vaksinasi nasional yang diharapkan bisa segera bentuk Herd immunity untuk mewujudkan Indonesia yang sehat lepas dari pandemi Covid-19.

“Saya mengapresiasi kepada jajaran Petugas Kesehatan, TNI, Polri serta lainya yang terus menerus melakukan kegiatan Vaksinasi ditengah masyarakat,” tuturnya.

Panitia HKN ke- 57, Sofan Ardianto menyampaikan, tujuan peringatan HKN ini adalah agar masyarakat melaksanakan gerakan hidup sehat baik di tatanan keluarga tempat kerja maupun fasilitas lainnya, agar masyarakat mengerti arti penting perilaku dan lingkungan yang sehat.

Dalam peringatan HKN di KLU diselenggarakan beberapa kegiatan dalam rangka memeriahkan seperti lomba senam peregangan, Lomba Futsal, Tenis meja, kampanye pencegahan stunting dan gizi buruk dan Lomba makan buah dan sayur.

BACA JUGA: Honor Tenaga Kontrak di KLU Akhirnya Dipangkas

Selain itu ada penilaian yang sudah mengikrarkan diri sebagai desa yang bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2021. Ada 5 Desa yaitu Desa Pamenang Barat, Pamenang Timur, Dangiang, Salut dan Sambik Bangkol.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan Piagam penghargaan sebagai desa ODF di KLU.

@ng




Desa Sambik Bangkol, Nominator Kategori Lawan Covid-19

Dari 43 desa yang mengikuti lomba di Gumi Tioq Tata Tunaq, 10 Desa terbaik masuk kategori Lawan Covid-19, salah satunya Desa Sambik Bangkol

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Desa Sambik Bangkol (Samba) menjadi salah satu desa nominator pada Lomba Kampung Sehat Jilid II dengan Kategori Lawan Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara.

Kades yang dapat nominator Lawan Covid-19

Penyerahan Juara Lomba Kampung Sehat Jilid II itu dalam rangkaian prosesi upacara peringatan Hari Pahlawan ke-76 tahun 2021 di Kabupaten Lombok Utara,  Rabu (10/112021).

Tiga kategori juara dalam Lomba Kampung Sehat Jilid II itu, yaitu Kategori Aman Covid-19, Kategori Lawan Covid-19, dan Kategori Kampung Sehat Heroes.

“Totalnya ada 10 Desa terbaik masuk kategori Lawan Covid-19 dari 43 desa yang mengikuti lomba di Gumi Tioq Tata Tunaq, salah satunya Samba. Bagi kami ini survive di tengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda,” kata Penjabat Kepala Desa Samba, Sarjono saat dikonfirmasi awak media Utarapost.net usai menerima penghargaan, Rabu (10/11/21).

BACA JUGA: Honor Tenaga Kontrak di KLU Akhirnya Dipangkas

Menurutnya, keberhasilan itu diawali dari ikhtiar dan kejibakuan semua pihak yang dimotori oleh Satgas Covid Desa. Termasuk peran luhur Bhabinkamtibmas, Babinsa, tenaga kesehatan, para Kadus hingga ketua RT dan seluruh tokoh yang ada di Desa Samba dalam pencegahan Covid-19.

Beberapa ikhtiar yang diterapkan untuk menekan penyebaran virus Corona di Samba, sebut Sarjono, adalah penerapan pola hidup bersih dan sehat di setiap dusun.

Kemudian membangkitkan spirit warga secara sosial dan ekonomi. Mendorong warga memanfaatkan sumber daya ekonomi lokal seperti budidaya ikan di kolam milik warga.

Selain itu, ada Kelompok Usaha Kopi Samba, Kelompok Nelayan, dan penguatan tradisi adat istiadat.

“Kami bersyukur, warga kami bisa tetap bertahan di tengah situasi yang tidak menentu akibat gempuran virus corona,” ujarnya.

Sarjono megatkan, penguatan tatanan kehidupan masyarakat di tengah badai Pandemi tidak saja konsen pada poros sosial ekonomi masyarakat, melainkan yang juga sama pentingnya bagaimana menjaga kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

Apalagi sebelumnya, Pemda Lombok Utara juga mendorong seluruh desa mengikuti lomba kampung sehat di tingkat kabupaten.

Peran aksi luhur Satgas Covid bersama seluruh pihak mampu menggugah kesadaran warga terkait pentingnya memportal diri dan lingkungan agar terhindar dari serangan pandemi.

Di antara langkah praktis yang diambil adalah membagi penugasan Satgas Desa menjadi tiga regu yang bertugas melakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Pasalnya, secara topografi, wilayah Samba terbagi dalam tiga ruang spasial, yaitu atas, tengah, dan bawah

“Berkat hadirnya lomba Kampung Sehat ini, masyarakat kami semakin sadar pentingnya kebersihan dan kesehatan. Segenap unsur baik TNI, Polri, Pemdes, dan para tokoh menggenjot kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan peduli satu sama lain di tengah situasi pandemi,” urai Penjabat Kades Samba ini.

Lomba Kampung Sehat sebagai salah satu upaya dan strategi yang bisa diterapkan dengan melibatkan masyarakat, unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan dan TNI-Polri yang bertugas di wilayah setempat. Hasilnya memberikan dampak positif.

Lomba Kampung Sehat ini menjadi momen bagi semua unsur di Desa Samba membuktikan kekompakan, kebersamaan, dan kemampuan yang dimiliki lingkungan sosial setempat.

“Segenap unsur lapisan masyarakat di dusun bersama-sama menunjukkan kepedulian mengantisipasi dampak Covid-19 baik dengan menyediakan tempat isolasi mandiri di desa. Memacu percepatan vaksinasi dan sebagainya,” jelas Sarjono.

Ditambahkan pula, desa-desa yang masuk nominasi dalam tiga kategori lomba itu terbukti mampu menekan penularan virus Covid-19.

BACA JUGA: Pondok Pesantren Nurul Bayan, Cahaya Dari Utara

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH usai upacara peringatan Hari Pahlawan kepada awak media mengungkapkan, kegiatan lomba tersebut semata-mata sebagai upaya pendorong semangat berlomba menjadi yang terbaik untuk bersama-sama menekan angka Covid-19 di Lombok Utara.

“Ini bisa dijadikan contoh bagi wilayah-wilayah lain,” kata bupati.

sas

 




Tiga Desa Di Lombok, NTB Memikat Kunjungan Menparekraf

Ada tiga desa di Lombok yang masuk 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, dan Menpareraf Sandiaga Uno mengakui keindahannya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Lombok memiliki daya pikat tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Terdapat beragam destinasi wisata di Pulau Seribu Masjid ini yang membuat wisatawan terkagum-kagum dengan keindahannya.

Menpareraf Sandiaga Uno saat kunjungan ke saah satu dari tiga desa yang masuk ADWI 2021

Selain pantai, Lombok juga menyimpan banyak sejarah yang mungkin beum Anda ketahui.

  • Pertama, Desa Wisata Bonjeruk yang dikenal dengan sejarahnya yang pernah menjadi pusat pemerintah Kedistrikan Hindia Belanda pada masa kolonial.

Di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, terdapat bangunan bergaya Art Deco bercat krem yang berdirih kokoh di tengah pemukiman masyarakat.

BACA JUGA: Festival Bubur Beaq Bubur Puteq di Senggigi, Menarik Wisatawan

Bangunan kuno peninggalan sejarah yang berusia ratusan tahun ini masih asri dan bersih, dilansir Antara.

Bangunan tua ini merupakan satu dari beberapa bangunan peninggalan Belanda yang ada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bahkan, bangunan tua di Desa Bonjeruk tersebut pernah menjadi pusat pemerintahan Belanda.

  • Kedua, Desa Wisata Senaru dengan 70 pemandu yang tergabung dalam komunitas woman guide Desa Wisata Senaru.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekf) mengumumkan 100 besar desa wisata yang berhasil lolos tahap kurasi lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, jumlah tersebut telah dikerucutkan dari yang sebelumnya 300 dari 1.000 lebih desa wisata yang lolos pada tahap kurasi.

“Berdasarkan penilaian dewan kurator terhadap tujuh kategori penilaian, klasifikasi desa wisata, dan kelengkapan data melalui situs Jadesta.com, kini pada tahap selanjutnya dengan bangga saya umumkan 100 besar desa wisata,” ujar menteri.

Berwisata ke Desa Senaru juga ditunjang oleh Pendakian Gunung Rinjani atau Rinjani National Park. Selain itu wisataean juga dapat berkunjung ke Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Indah Kecamatan Pamenang Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Adapun, Jadesta.com merupakan situs yang dikelola oleh Kemenparekraf sebagai wadah informasi, serta arah penyusunan rencana pengembangan desa wisata di Nusantara.

BACA JUGA, Senaru Desa Wisata Terbaik, Momen Kebangkitan Wisata

  • Ketiga, Desa Wisata Sesaot yang mengutamakan desa wisata berbasis komunitas dengan kekayaan alam melimpah.

Ke tiga Desa Wisata tersebut berhasil masuk 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, dan sempat dikunjungi Menparekraf @sandiuno.

Berwisata ke Lombok Utara, tak kalah memikatya dengan mengujungi daerah lain di Indonesia.

@ng