Rinjani Saatnya Diberi Kesempatan Bernapas 

Musim hujan membawa risiko tinggi untuk pendakian Gunung Rinjani

MATARAM,LombokJournal.com – Pada saatnya alam juga butuh waktu beristirahat. Masa penutupan Gunung Rinjani memberi ruang bagi tanah dan vegetasi untuk pulih, satwa kembali tenang, serta tekanan aktivitas manusia berkurang. 

Ini saatnya kesadaran memberi ruang bagi alam, kembali seimbang, bagi jalur untuk pulih, dan bagi ekosistem untuk tumbuh tanpa gangguan.

BACA JUGA : Pencegahan Perkawinan Anak di NTB

Ketika langkah-langkah pendaki berhenti sejenak, itulah saatnya Rinjani memasuki masanya untuk bernapas dan memulihkan diri.

Penutupan pendakian Gunung Rinjani seperti yang dikutip dari Instagram Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bukanlah larangan, melainkan bentuk perlindungan untuk pendaki, untuk alam, dan untuk masa depan Rinjani itu sendiri. 

Musim hujan membawa risiko tinggi untuk pendakian Gunung Rinjani. Curah hujan tinggi membuat jalur licin, kabut tebal, hingga aliran air yang menutup lintasan.

Curah hujan tinggi membuat jalur licin, kabut tebal, hingga aliran air yang menutup lintasan. 

Risiko hipotermia dan kecelakaan meningkat signifikan. Keselamatan adalah prioritas utama.

BACA JUGA: Desa Berdaya, NTB Tangani 106 Desa Prioritas

Selama periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026 seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sementara. 

Penutupan pendakian Rnjano ini mencakup jalur Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik. 

Penutupan pendakian Rinjani dimanfaatkan untuk perbaikan jalur, pemeliharaan fasilitas, dan evaluasi pengelolaan pendakian. Agar saat dibuka kembali, Rinjani lebih aman dan lebih siap menyambut musim pendakian dibuka kembali.

Rinjani akan selalu di sini, megah dan menanti.

BACA JUGA :  Sekretaris Derah NTB ke XIV, Siapa?

Hingga waktunya tiba, mari kita jaga dari kejauhan dengan doa, kepedulian, dan rasa hormat.

Beristirahat hari ini, demi keindahan yang lestari esok hari.(*)

 




Belasungkawa Atas Meninggalnya Wisatawan Juliana Marins

Dalam suasana belasungkawa Pemerintah Provinsi NTB turut serta dalam doa dan mengenang almarhumah

MATARAM.LombokJoirnal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTB, menyatakan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat Juliana Marins, Kamis (26/06/25).

BACA JUGA : Kumpulan Puisi Esay Nurdin Ranggabarani

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTB, menyatakan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat Juliana Marins

Belasungkawa itu disampaikan Pemerintah Provinsi NTB yang menganggap Junliana Marins sebagai tamu kehormatan, Juliana Marins, yang menjadi korban kecelakaan dalam pendakian di Gunung Rinjani.

“Meskipun waktu beliau di tanah kami singkat, kehadiran beliau sangat kami hargai,” ujar Gubernur Iqbal dalam pernyataan resminya.

BACA JUGA : Hijab Bukan Penghalangan, Melainkan Kekuatan untuk Bersinar

Dalam suasana belasugkawa, Pemerintah Provinsi NTB turut serta dalam doa dan mengenang almarhumah, serta menyampaikan dukungan sepenuh hati kepada keluarga dan semua pihak yang terkena dampak kehilangan ini.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan kedamaian abadi bagi beliau, dan semoga kekuatan serta ketabahan diberikan kepada mereka yang ditinggalkan,” tambah Gubernur Iqbal.

BACA JUGA : Pramuka sebagai Media Membina Generasi Muda NTB

Pemerintah Provinsi NTB juga menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh  wisatawan yang datang dan tinggal di wilayah NTB.***

 

 




Kuota dan Peningkatan Jumlah Pendaki Gunung Rinjani

Evaluasi terkait kuota pendakian akan dilakukan bersdama-sama untuk memastikan berapa layaknya, berapa pastinya, berapa toleransinya saat musim puncak

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, dalam Rapat Koordinasi mekanisme Pengelolaan Wisata Alam Pendakian Gunung Rinjani di Kantor BTNGR, Senin (14/04/25).

BACA JUGA : Audensi Gubernur NTB bersama Kepala TVRI NTB

Sekda akan mengevaluasi terkait kuora pendaku gubung

Jumlah pengunjung Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sepanjang 2024 meningkat sebesar 34,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini turut mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 53,46 persen. 

Namun, peningkatan ini memunculkan keluhan soal keterbatasan kuota pendakian.

Miq Gita menyatakan akan melakukan evaluasi bersama sejumlah pihak terkait.

 “Nanti kita lakukan evaluasi, kajian, bersama-sama untuk memastikan berapa layaknya, berapa pastinya. Kemudian treatment pada saat musim puncak, berapa toleransinya,” ujarnya.

Sekda juga berharap dengan bertambahnya kuota berdampak peningkatan PNBP dapat kembali dirasakan dalam bentuk pembangunan sarana prasarana di TNGR. 

“PNBP yang meningkat itu kita harapkan juga ada baliknya ke destinasi ini dengan dukungan sarpras dan lain sebagainya termasuk kita berjuang untuk connectivity, accesibility menuju objek wisata,” jelasnya.

BACA JUGA : Fungsi APBN sebagai Shock Absorber

Ia mendorong pemerintah kabupaten/kota lebih aktif mempromosikan TNGR melalui atraksi dan paket wisata yang menarik, serta mengajak pelaku usaha menjaga kualitas layanan. Komunikasi dan koordinasi antar pihak pun dinilai perlu diperkuat.

Dalam Hal ini Miq Gita menegaskan tekadkan diri kita semua bagian dari solusi jangan menambah masalah,Untuk pemda yang terlibat berikan yang terbaik, object image adalah tugas Pemerintah Kabupaten, 

Image Sembalun harus terang dan aman, roda image tugas untuk teman teman pelaku wisata Taman Nasional Gunung Rinjani yang harus ramah, humanis dan melayani dengan baik 

BACA JUGA : Sekretariat Karang Lebah di Praya Diresmikan

Kami pemerintah provinsi NTB membantu promosikan bagaimana aksesibilitas orang datang dan pergi ke NTB sampai dengan infrastruktur, aksesibilitas dan konektivitas. 

“Itu tugas tugas kami Pemerintah Provinsi NTB,” kata Sekda. ***