Olahraga Inilah yang Cocok saat Puasa Ramadhan

Sesuaikan juga intensitas dengan menghindari olahraga berat seperti HIIT atau latihan daya tahan ekstrem yang berisiko menyebabkan dehidrasi.

MATARAM, LombokJournal.com – Ada bererapa jenis olahraga yang cocok saat puasa Ramadhan. Tantangannya adalah menjaga kebugaran di tengah perubahan pola makan dan tidur. 

Kementerian Kesehatan merekomendasikan sejumlah jenis olahraga yang aman yaitu dengan intensitas rendah hingga sedang. 

Pilihannya antara lain, jalan kaki karena mudah, tanpa alat, dan bisa sambil menikmati suasana sekitar. Cocok dilakukan saat ngabuburit. 

BACA JUGA : Kudapan ini Paling Banyak Disanpat Saat Takjil 

Yoga yang membantu tubuh rileks dan suasana hati lebih baik. Bisa dilakukan di rumah dengan panduan video.

Pilates yang melatih kekuatan, ketahanan, dan fleksibilitas. Pastikan setiap gerakan dilakukan dengan benar agar manfaatnya optimal.

Bersepeda santai juga bisa dilakukan di sekitar rumah yang bisa jadi aktivitas ringan sambil menunggu waktu berbuka.

Stretching (peregangan) ringan seperti neck stretch, shoulder stretch, dan hamstring stretch membantu mengurangi kaku, melancarkan sirkulasi darah, dan mencegah cedera. Bisa dilakukan kapan saja, sebelum berbuka, setelah sahur, atau sebelum tidur.

BACA JUGA : Dana Bantan Mdrasah Swasta akan Cair Sebelum Lebaan

Bisa juga dengan olahaga latihan beban ringan yang menggunakan dumbbell ringan atau beban tubuh (push-up, squat, lunges) untuk menjaga massa otot tanpa menguras energi. Waktu terbaik: setelah berbuka atau satu jam setelah makan malam.

Jogging ringan bisa dilakukan bagi yang terbiasa kardio. Dengan kecepatan stabil selama 20–30 menit menjelang berbuka atau setelah salat Tarawih. Hindari intensitas tinggi agar tidak dehidrasi.

Sedangkan tips amman berolahraga saat puasa, yaitu memilih waktu yang tepat. Seperti, menjelang berbuka atau setelah berbuka, agar energi tetap terjaga.

Sesuaikan juga intensitas dengan menghindari olahraga berat seperti HIIT atau latihan daya tahan ekstrem yang berisiko menyebabkan dehidrasi.

BACA JUGA : Hujan Lebat dan Angin Kencang Samai 1 Maret 2026

Jangan lupa jaga asupan nutrisi. Yaitu dengan memenuhi kebutuhan cairan dan konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka.

Dan yang yang sangat penting, perhatikan kondisi tubuh. Jika melakukan olahraga terasa lemas atau pusing, hentikan latihan dan istirahat.(dan)

 

 




Kudapan Ini Paling Banyak Disantap Saat Takjil

Hampir sepertiga responden memilih gorengan sebagai kudapan wajib saat berbuka puasa

MATARAM, LombokJournal.com – Takjil adalah sebutan untuk kudapan menu berbuka puasa. 

Takjil umumnya dipahami kebanyakan orang sebagai camilan. 

Ramadhan selalu identik dengan momen berburu takjil. Setiap sore menjelang magrib, meja takjil seolah berubah jadi arena persaingan. Siapa yang paling cepat habis?

BACA JUGA : Fondasi Transformasi Ekonomi NTB Sedang Dibangun

Berdasarkan survei 2025 yang dirilis oleh GoodStats yang dikutip dari laman indonesiabaik, aneka gorengan menempati posisi teratas sebagai takjil favorit masyarakat Indonesia dengan 29,2% responden. 

Artinya, hampir sepertiga responden memilih gorengan sebagai kudapan wajib saat berbuka puasa.

Gorengan adalah juara bertahan yang tak tergantikan. Seperti bakwan, tempe mendoan, tahu isi, atau pisang goreng, semuanya pasti ludes duluan.

Favorit karena rasanya yang gurih, renyah, dan murah meriah. Dimakan pakai cabai rawit hijau atau sambal, rasanya nikmat sekali.

Berapa di nomor dua ada teh atau kopi dengan 28,7 persen. Di nomor tiga nasi dan lauk pauk 28,2 persen. 

BACA JUGA : Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Oleh-oleh Haji

Kolak berapa di peringkat empat dengan 15,6 persen. Belum terasa Ramadhan kalau belum makan kolak. Kuah santan yang gurih campur gula merah manis, ditambah potongan pisang atau ubi, bikin perut langsung hangat dan nyaman.

Kudapan ini sangat pas buat memulihkan tenaga yang hilang seharian. Biasanya ada juga yang tambah kolang-kaling biar makin asyik kunyahnya.

Setelah kolak ada buah-buahan sebanyak 14,1 persen. Es campur sebanyak 12,3 persen. Minuman kemasan 9,6 persen. Kue sebanyak 9 persen, dan lainnya 6 persen.(*)