Bencana Hidrometeorologi, Banjir dan Longsor di Bima

Usai bencana, saat ini genangan air sudah mulai surut dan warga bergotong-royong melakukan pembersihan sisa lumpur secara mandiri.

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bencana hidrometeorologi mengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan sejumlah akses jalan antar-desa terganggu di wilayah Bima.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (25/02/26) sore.

BACA JUGA : Banjir di [ujut Lombok Tengah, 150 KK Terdampak

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, banjir melanda Kecamatan Bolo dan Madapangga. 

Di Kecamatan Bolo, Desa Nggembe menjadi titik terparah dengan 204 KK terdampak dan 177 unit rumah terendam air setinggi 10 hingga 40 cm. Sedangkan di Desa Rato, banjir merendam 15 unit rumah.

Di Kecamatan Madapangga,bencana  banjir merendam puluhan rumah warga di Desa Monggo dan Ncandi. 

Luapan air juga menggenangi jalan lintas Bolo-Dena di Desa Rade. Selain banjir, curah hujan tinggi turut memicu tanah longsor di Desa Waworada, Kecamatan Langgudu.

BACA JUGA : Dampak Caca Esktrem di Lombok

Material longsor dilaporkan sempat menutupi jalan lintas Tente-Karumbu.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya fenomena dinamika atmosfer seperti gelombang MJO, Kelvin, dan Low Frequency di wilayah NTB. 

Derasnya air dari kawasan pegunungan membuat kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air.

Kondisi usai bencana, saat ini genangan air sudah mulai surut dan warga bergotong-royong melakukan pembersihan sisa lumpur secara mandiri.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bima bersama TNI/Polri dan aparat desa telah dikerahkan ke lokasi bencana untuk penanganan dan asesmen

BACA JUGA : Olahraga Ini Yang Cocok Saat Puasa Ramadhan

Saat ini, kebutuhan paling mendesak bagi para korban meliputi logistik tanggap darurat, tenda, matras, selimut, serta makanan siap saji.(dan)




Banjir di Pujut Lombok Tengah, 150 KK Terdampak

Aparat terkait dalam [enanganan bencana dan aparatur desa segera melakukan assessment ke lokasi terdampak banjir

MATARAM,LombokJournal.com ~ Banjir melanda wilayah Kecamatan Pujut, tepatnya di Desa Tanak Awu, Dusun Tanak Awu 1, Kabupaten Lombok Tengah.

Peristiwa banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya sejak pagi hari. 

BACA JUGA : Dampak Cuaca Ekstrem di Lombok

Bencana banjir terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 06.30 WITA. 

Dilansir Instagram BPBD NTB, akibat kejadian tersebut, sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tanak Awu 1 terdampak dan rumah warga sempat terendam banjir. 

Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga mengalami gangguan aktivitas akibat genangan air yang masuk ke pemukiman.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta Low Frequency di wilayah NTB. Selain itu, adanya pertemuan angin (konvergensi), perlambatan kecepatan angin.

Serta kelembaban udara yang cenderung basah pada berbagai lapisan ketinggian turut mendukung terbentuknya hujan lebat yang menyebabkan meluapnya air dan merendam pemukiman warga.

BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah. 

BACA JUGA : Bocah 4 Tahut Hanyut di Saluran Drainase

Tim Reaksi Cepat (TRC PB) BPBD Kabupaten Lombok Tengah bersama TNI/Babinsa dan aparatur desa segera melakukan assessment ke lokasi terdampak banjir. 

Selain itu, dilakukan pelaporan, penyebaran informasi kepada masyarakat, serta pemberian himbauan terkait potensi bencana yang dapat terjadi pada masa peralihan musim.

BACA JUGA : Dana Bantuan Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran

Kebutuhan mendesak saat ini berupa pemenuhan logistik bagi warga terdampak.banjir 

Adapun kondisi terkini, banjir telah berangsur surut dan situasi di lokasi kejadian dalam keadaan relatif aman dan terkendali.(dan)

 




Banjir di Tambora Bima, Ratusan Warga Terdampak 

Di Desa Oi Panihi, banjir mengakibatkan kerusakan pada satu akses ruas jalan provinsi 

MATARAM, LombokJournal.com ~ Empat desa di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima diterjang banjir, mengakibatkan ratusan warga terdampak

Empat wilayah itu, yakni Desa Labuan Kananga, Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou, dan Desa Oi Panihi.

BACA JUGA : Banjir di Kecamatan Sangar Bima, Puluhan Rumah Terdampak

Berdasarkan laporan dari Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, hujan mulai turun pada pukul 22.25 WITA, Sabtu (21/02/26) hingga Minggu dini hari. 

Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan genangan dan luapan air aau banjir yang merendam permukiman warga.

Di Desa Labuan Kananga, banjir merendam tiga dusun, yakni Dusun Sarae sebanyak 51 KK, Dusun Mada Oi 22 KK, dan Dusun Na’e 67 KK. 

BACA JUGA : Banjir Bandang di Muer dan Brang Kolong di Sumbawa

Total terdampak di desa ini mencapai 140 unit rumah atau 140 KK (526 jiwa). 

Selain rumah warga, dua fasilitas pendidikan yaitu SDN 1 Labuan Kananga dan SDN 2 Labuan Kananga turut terendam. Satu unit Masjid At-Taqwa, Kantor Desa Labuan Kananga, serta satu unit pasar desa juga ikut terdampak banjir.

Sementara itu, di Desa Kawinda Na’e tepatnya di Dusun Soro Bura, sebanyak 20 unit rumah atau 20 KK (65 jiwa) terdampak genangan air. Di Desa Rasabou, tercatat 44 unit rumah atau 44 KK (135 jiwa) terdampak, yang tersebar di tiga RT, yakni RT 02 sebanyak 3 unit rumah, RT 03 sebanyak 36 unit rumah, dan RT 04 sebanyak 5 unit rumah.

Adapun di Desa Oi Panihi, banjir mengakibatkan kerusakan pada satu akses ruas jalan provinsi sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim BPBD melakukan koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Koramil, serta pemerintah desa setempat.

BACA JUGA : Fondasi Transformasi Ekonomi NTB Sedang Dibangun

Petugas turun ke lapangan untuk melakukan pengamatan, pendataan, dan kaji cepat, sekaligus melaksanakan penanganan darurat dampak banjir di wilayah terdampak.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan diseminasi informasi guna memastikan penanganan berjalan optimal serta kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali.(*)

 




Banjir di Kecamatan Sanggar Bima, Puluhan Rumah Terdampak

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, total sebanyak 37 Kepala Keluarga (KK) atau 119 jiwa terdampak banjir

MATARAM, LombokJournal.com ~  Bencana banjir menerjang wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Luapan air membanjiri kawasan permukiman warga di Desa Kore dan Desa Sandue di Kecamatan Sanggar pada Sabtu, ( 21/02/26) sekitar pukul 17.20 WITA. 

BACA JUGA :  Banjir Bandang di Desa Muer dan Brang Kolong di Sumbawa

Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah warga terendam.

Bencana bajir  ini dipicu oleh aliran air yang sangat deras yang turun dari kawasan pegunungan. 

Derasnya terjangan air tersebut mengakibatkan sistem drainase yang ada di wilayah Desa Kore dan Desa Sandue tidak mampu menampung lonjakan debit air. Akibatnya, air dengan cepat meluap dari saluran dan menggenangi area permukiman warga setempat.

BACA JUGA : Banjir di Obel-obel, Gubernur Perintahkan Mitigasi Komprehensif

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, total sebanyak 37 Kepala Keluarga (KK) atau 119 jiwa terdampak banjir. 

Di Desa Kore tercatat 25 unit rumah terendam yang berdampak pada 81 jiwa. Derasnya air juga merusak fasilitas umum, yakni robohnya 3 meter tembok penahan banjir buatan warga, serta rusaknya 10 meter aspal jalan menuju Dermaga Kore. 

Sedangkan di Desa Sandue, banjir merendam 12 unit rumah milik 12 KK yang terdiri dari 38 jiwa.

Tim BPBD Kabupaten Bima bersama TNI/Polri, aparatur desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat langsung terjun ke lapangan. 

Tim gabungan segera berkoordinasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan warga terdampak, banjir serta penanganan darurat di lokasi bencana. 

Meskipun saat ini kondisi air dilaporkan sudah surut, warga yang terdampak sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa pasokan logistik

BACA JUGA : Jejak Digital Anak, Sekali Tersebar Tidak Bisa Dihapus

Masyarakat diimbau agar tetap waspada banjir. Mengingat wilayah NTB saat ini tengah memasuki periode puncak musim hujan dengan potensi curah hujan intensitas tinggi hingga akhir Februari.(*)

 




Banjir di Obel-Obel, Gubernur Perintahkan Mitigasi Komprehensif

Guernur Iqbal menegaskan, banjir di Obel-obel merupakan kejadian dengan pola berulang hampir setiap tahun. 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau lokasi banjir di Obel-obel, Lombok Timur, Jum’at (20/02/26)

Di sela peninjauan banjir di Obel-obel, Miq Iqbal menerima laporan darurat dari perwakilan warga Desa Madayin yang datang langsung ke lokasi.
Adanya sumbatan aliran sungai akibat tumbangnya beberapa pohon besar yang tersangkut di jembatan

Kunjungan itu memastikan keselamatan warga sekaligus memantau langsung proses pemulihan penghidupan masyarakat yang terdampak banjir Obel-obel pascabencana. 

BACA JUGA : Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Oleh-oleh Haji

Dalam peninjauan di lokasi banjir di Obel-obel diidentifikasi, banjir tersebut dipicu sedimentasi lumpur dan batuan di alur sungai. 

Pendangkalan sungai membuat elevasi dasar sungai hampir sejajar dengan lahan sekitar. Saat debit air meningkat, luapan cepat masuk ke pemukiman warga.

Mitigasi mendesak, perlu dilakukan normalisasi sungai melalui pengerukan sedimen. Kemudian pengerukan dimanfaatkan untuk meninggikan tanggul kanan dan kiri sepanjang aliran sungai. 

Upaya ini diharapkan dapat mencegah luapan air kembali terjadi saat hujan deras.

Pemprov NTB melalui BPBD, Baznas, dan Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga serta makanan ringan bagi anak-anak. 

Gubernur Miq Iqbal memberikan bantuan khusus berupa perbaikan tempat pengolahan tempe di Dusun Watumpak yang rusak akibat banjir.

BACA JUGA : Anak=anak Tak Bisa Bebas Bermedia Sosal

Selain itu Gubernur Iqbal memberi dukungan modal pembelian bahan baku kedelai guna membantu memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Di sela peninjauan banjir di Obel-obel, Miq Iqbal menerima laporan darurat dari perwakilan warga Desa Madayin yang datang langsung ke lokasi.

Warga melaporkan adanya sumbatan aliran sungai akibat tumbangnya beberapa pohon besar yang tersangkut di jembatan dan berpotensi memperparah banjir bila hujan kembali turun. Menindaklanjuti itu, BPBD Provinsi NTB segera menerjunkan tim ke Desa Madayin untuk melakukan pembersihan material kayu dan sampah, menggunakan gergaji mesin (genset chainsaw) agar aliran air kembali lancar.

Gubernur Iqbal menegaskan, banjir di Obel-obel merupakan kejadian dengan pola berulang hampir setiap tahun. 

BACA JUGA :  Teluk Ekas Jadi Pusat Riset Rumpu Laut Dunia

Karena itu, ia memerintahkan BPBD dan perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur guna merumuskan solusi jangka menengah dan jangka panjang.

“Kita tidak bisa hanya menangani saat bencana terjadi. Harus ada langkah mitigasi yang lebih komprehensif, mulai dari normalisasi sungai, penguatan tanggul.

Dan harus ada penataan kawasan hulu

“Saya minta BPBD dan OPD terkait berkoordinasi erat dengan Pemkab Lombok Timur agar pencegahan ke depan lebih optimal,” tegas Gubernur Iqbal.

Diharapkan, melalui penanganan terpadu lintas sektor dan dukungan pemerintah kabupaten, risiko serupa banjir di Obel-obel dapat ditekan.

Sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pemulihan yang berkelanjutan.

Dalam meninjau banjir Obel-obel itu, Gubernur Iqbal didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Baznas NTB, serta Dinas Sosial turun ke lokasi terdampak banjir di Desa Obel-Obel, Kabupaten Lombok Timur.Komonfotik

 




Bantuan Korban Banjir, Pemprov NTB Serap Aspirasi Warga

Pj Gubernur NTB, Hassanudin meninjau korban banjir di  mengawasi bantuan korban banjir, dan mendengar aspirasi warga yang terdampak

BIMA.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB bergerak cepat menyalurkan bantuan korban banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Bima dan Kota Bima. 

Penjabat (Pj.) Gubernur NTB, Hassanudin, meninjau langsung kondisi terdampak, Rabu (05/02/23) untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

Pada saat sama Pj Gubernur mendengarkan aspirasi masyarakat. 

BACA JUGA : Bencana Banjoir di Bima, Pemprov NTB Beri Solusi

pemerintah akan mengatasi permasalahan ekonomi, seperti penyaluran bantuan korban banjir dan perbaikan akses jalan.

Kunjungan pertama itu dilakukan di Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, di mana ia meninjau posko bantuan, dapur umum, dan posko kesehatan. 

Secara simbolis, ia menyerahkan bantuan korban banjir berupa sembako, benih padi, perlengkapan ibu hamil, obat-obatan, mesin penjernih air, serta santunan bagi korban.

“Salurkan (bantuan korban banjir|) dengan baik. Semoga bermanfaat,” pesannya saat menyerahkan bantuan. 

Ia juga menyampaikan belasungkawa serta keprihatinannya atas musibah yang menimpa masyarakat.

Setelah itu, Hassanudin melanjutkan kunjungan ke Dusun Wai Miro, Desa Nunggi, Kecamatan Wera, untuk bertemu dengan korban longsor dan menyerahkan bantuan. Iia juga mendengarkan aspirasi warga terkait pencarian korban hilang, penertiban pembukaan lahan ilegal, serta pemulihan ekonomi. 

Hassanudin menegaskan bahwa pencarian korban menjadi prioritas utama, dan pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi keluarga terdampak.

BACA JUGA : Garis Kemiskinan di NTB Tahun 2024

Selanjutnya, bersama Wakil Gubernur NTB terpilih periode 2025-2030, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Hassanudin meninjau tiga jembatan yang mengalami kerusakan akibat banjir. 

Dua jembatan berada di Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, sementara satu lainnya di Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi. Ia menegaskan bahwa 

Mengakhiri kunjungannya, Hassanudin didampingi Pj. Wali Kota Bima, Drs. H. Mukhtar, M.H., meninjau Sungai Padolo di Kampung Sigi, Kelurahan Paruga, yang menjadi salah satu penyebab utama banjir di Kota Bima. 

Selain meninjau kondisi sungai, ia menyerahkan bantuan korban banjir  berupa beras dan selimut kepada warga terdampak.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar 

Hassanudin. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Bima serta menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana secara cepat dan tepat.

Hassanudin menekankan bahwa ada dua fokus utama dalam penanganan pascabencana di Kabupaten dan Kota Bima ini. 

Dalam jangka pendek, pemerintah akan mengatasi permasalahan ekonomi, seperti penyaluran bantuan korban banjir dan perbaikan akses jalan. Sementara dalam jangka panjang, fokusnya adalah pemanfaatan dan tata kelola lahan yang berkelanjutan. 

BACA JUGA : IPM atau Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2024

Menanggapi maraknya perkebunan jagung di Bima, Hassanudin menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat terkait pemanfaatan lahan yang bijak dan berkelanjutan.

“Apa pun yang kita kerjakan sekarang ini adalah implementasi dari sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya. iw

 

 




Gubernur NTB Tinjau Dampak Banjir di Lunyuk Sumbawa

Gubernur NTB dan Wakil Bupati Sumbawa memberi bantuan masyarakat tang terdampak banjir di Lunyuk, Sumbawa

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Bang Zul, sapaan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berterima kasihnya kepada BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten cepat tanggap membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Lunyuk, Sumbawa.

BACA JUGA: Inovasi Pelayanan Publik, Kemudahan Bayar Pajak Ranmor

“Terima Kasih kepada BPBD Prov dan BPBD Kabupaten yang sangat sigap membantu masyarakat yang terdampak banjir,” kata Bang Zul.

Bang Zul menyampaikan itu saat meninjau warga Desa Emang Lestari, di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, yang tertimpa bencana banjir bandang, Sabtu (08/07/23) 

BACA JUGA: NTB Mall Tandatangani MoU Kerja Sama dengan NFH, Malaysia

Bersama Wakil Bupati Sumbawa Hj. Dewi Noviany, Bang Zul menyerahkan bantuan masyarakat terdampak banjir, seperti bantuan makanan cepat saji, makanan khusus anak, alas tidur dan lain sebagainya, kepada warga terdampak bencana. 

Seperti yang diketahui, banjir terjadi hari Jumat (07/07) pukul 16 – 18 Wita di Desa Emang Lestari, di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa

BACA JUGA: Generasi Muda Indonesia Sapu Bersih Juara

Banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut dan tingginya sedimentasi di wilayah aliran sungai.***

 

 

 




Inovasi Pelayanan Publik, Kemudahan Bayar Pajak Ranmor 

Bang Zul didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, usai meresmikan inovasi pelayanan publik itu juga mengunjungi Ponpes NW di Kecamatan Lunyuk

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Bertambah lagi inovasi pelayanan publik dari Pemprov NTB, yang diinisiasi Bappenda NTB.

Inovasi pelayanan publik yang dimaksud yaitu Program Pesat Desa, yang memudahkan masyarakat mendapatkan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

BACA JUGA: NTB Mall Tandatangani MoU Kerja Sama dengan NHF, Malaysia

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul meluncurkan pelayanan publik dengan Program Pesat Desa (Pelayanan Samsat Berbasis Desa) di Kabupaten Sumbawa di Desa Padasuka, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (08/07/23).

BACA JUGA: Harapan Bang Zul, Rampungnya Gedung Bank NTB Syariah

Disamping meresmikan inovasi pelayanan piblik itu, Bang Zul juga melakukan kunjungan kerja ke Ponpes NW Padasuka di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.

Kedatangan Gubernur diserbu oleh ratusan jamaah dan masyarakat. Para jamaah, mulai dari anak-anak hingga para orang tua berebut menyalami gubernur yang waktu hadir didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany.

BACA JUGA: Tim Qatar Bawa Semua Personil Perempuan

Gubernur mengucapkan terima kasih atas sambutan luar biasa dari masyarakat Padasuka. Usai menyampaikan sambutan, Bang Zul sapaan Gubernur NTB, di tempat tersebut melaunching Program Pesat Desa (Pelayanan Samsat Berbasis Desa) yang diinisiasi Bappenda NTB.***

 

 




Gerak Cepat Pemprov NTB Salurkan Bantuan Banjir Taliwang

Pemprov NTB bersinergi dengan stakeholder gerak cepat membantu warga yang terdampak banjir bandang di Taliwang

KSB.LombokJournal.com ~ Gerak cepat Pemerintah Provinsi NTB menyalurkan bantuan banjir di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (14/02/23). 

Bantuan yang diberikan berupa selimut, sembako, makanan siap saji, dan berbagai keperluan lainnya diberikan kepada para korban. 

BACA JUGA: Banjir Taliwang, Bang Zul Turun Langsung Bantu Korban

Gerak cepat dilakukan Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa Barat, menangani banjir di Taliwang

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah didampingi oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, ST, dan jajarannya, Forkopimda KSB, Kadis Kominfotik NTB,  Najamuddin Amy, Kadis PUPR NTB Ridwan Syah, Kadis DKP, Kadis Sosial, Kalak BPBD, Kaban BRIDA dan Tim dari PT AMNT. 

“Berkat kerjasama dan sinergitas seluruh stakeholder kita bisa gerak cepat untuk bisa terjun langsung melihat kondisi terkini masyarakat di KSB,” tutur Bang Zul. 

Sebagaimana yang diketahui, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Sumbawa Barat pada Minggu  malam hingga Senin dini hari. 

BPBD NTB dan Dinas Sosial Provinsi NTB telah standby sejak semalam agar memastikan masyarakat aman, berkoordinasi cepat dengan Pemda dan TNI Polri serta memastikan bantuan untuk korban terdampak banjir tersedia dan segera tersalurkan

BPBD Provinsi NTB melakukan Koordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca, Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTB melakukan penyebaran informasi melalui Medsos, BPBD Kabupaten Dompu melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan kaji cepat serta koordinasi dengan stekholder terkait dan Pemerintah Desa terdampak untuk penanganan lebih lanjut.

Pada periode musim hujan yang masih berlangsung di NTB saat ini, masyarakat diharapkan dapat terus waspada adanya bencana hidrometeorologis. 

BACA JUGA: Parpol Pendatang Baru, Sulit Dapat Dukungan di Pemilu 2024

Potensi bencana hidrometeorologi dapat terjadi secara tiba–tiba dan bersifat lokal. Seperti hujan lebat, angin kencang, tanah longsor dan banjir. Masyarakat juga dihimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. ***

 




Banjir Taliwang, Bang Zul Terjun Langsung Bantu Korban 

Korban yang terdampak banjir di Taliwang, Sumbawa Barat dibantu selimut, sembako makanan siap saji dan keperluan darurat lainnya

KSB.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah memberikan bantuan secara langsung kepada para korban terdampak banjir bandang di Kecamatan Brang Rea dan Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (14/02/23).

BACA JUGA: Pembayaran Pajak Kendaraan Berbasis Aplikasi di NTB

Gubernur NTB, Bang Zul memberikan bantuan darirat pada korban banjir di Taliwang

Kedatangan Gubernur didampingi oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, ST, dan jajarannya, Forkopimda KSB, Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy, Kadis PUPR NTB Ridwan Syah, Kadis DKP, Kadis Sosial, Kalak BPBD, Kaban BRIDA dan Tim dari PT AMNT. 

“Tim kita dari Provinsi sudah standby dari tadi malam,” terang Bang Zul.

Berbagai bantuan diberikan seperti selimut, sembako, makanan siap saji, dan berbagai keperluan lainnya diberikan kepada para korban. 

Sebagaimana yang diketahui, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Sumbawa Barat pada Minggu  malam hingga Senin dini hari.

BACA JUGA: Parpol Pendatang Baru Sulit Dapat Dukungan di Pemilu 2024

Namun, kondisi terakhir banjir yang menggenang sudah mulai berangsur surut. ***