Angin Puting Beliung Rusak Atap Rumah di Sekotong

 Lokasi kejadian angin puting beliung  telah dipantau dan dilakukan asesmen awal oleh tim BPBD Kabupaten Lobar

MATARAM.LombokJournal.com ~ Angin puting beliung merusak atap rumah warga di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Terjangan angin puting beliung itu terjadi pada Kamis (05/03/26) sekitar pukul 03.30 WITA.

BACA JUGA : Prediksi BMKG, Tahun 2026 Musim Kemarau Datang Lebih Awal

Peristiwa ini dipicu oleh angin kencang yang disertai hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Sekotong pada waktu tersebut.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB tercatat 1 Kepala Keluarga (3 jiwa) terdampak, dengan 1 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap rumah. 

Rumah yang terdampak merupakan milik warga bernama Jamiludin yang berdomisili di Dusun Batu Kumbung, Desa Sekotong Barat.

BACA JUGA :  Tiga Bibit Siklon Penyebab Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

Pemilik rumah untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga guna menghindari risiko lanjutan.

BPBD NTB telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat serta stakeholder terkait. Penanganan kejadian angin puting beliung  ini melibatkan personel dari BPBD Kabupaten Lombok Barat, TNI/Polri, dan aparat desa setempat.

Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini meliputi terpal, selimut, dan makanan siap saji. 

Hingga saat ini lokasi kejadian angin puting beliung  telah dipantau dan dilakukan asesmen awal oleh tim BPBD Kabupaten Lombok Barat.

Masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat saat ini wilayah NTB masih berada pada periode musim hujan. 

Pada dasarian I Maret 2026 (1–10 Maret) terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm hingga lebih dari 100 mm per dasarian di beberapa wilayah NTB.

BACA JUGA : Puasa, Tak Peru Lagi Minum Obat Maag

Sehingga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung danangin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba. dan

 




Angin Puting Beliung Terjang Batukliang Lombok Tengah

Langkah darurat merespon puting beliung telah diambil, mulai dari melakukan assessment (kaji cepat) di lokasi kejadian hingga himbauan waspada kepada masyarakat. 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wilayah Kabupaten Lombok Tengah dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin puting beliung. Fenomena alam ini mulai terjadi pada Selasa (03/03/26), sekitar pukul 10.30 WITA dan mencapai puncaknya pada pukul 17.20 WITA. 

Akibat dari intensitas hujan yang tinggi dan terjangan angin puting beliung tersebut, sejumlah hunian warga dilaporkan mengalami kerusakan.

BACA JUGA : Balita 4 Tahun Hilang Tereret Arus Sungai di Bima

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, dampak paling signifikan terjadi di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang. 

Tercatat sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) terdampak secara langsung oleh musibah ini. Tim di lapangan masih terus melakukan pendataan mendalam terkait tingkat kerusakan bangunan maupun kerugian materiil lainnya yang dialami oleh warga setempat.

Merespons kejadian angin puting beliung tersebut, BPBD NTB segera melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah beserta jajaran TNI, Polri, dan aparatur desa setempat. 

BACA JUGA : Ummi Dinda ke Dompu Tinjau Kemiskinan Ekstrem Warga

Langkah-langkah darurat merespon puting beling telah diambil, mulai dari melakukan assessment (kaji cepat) di lokasi kejadian, penyebaran informasi terkini, hingga memberikan himbauan waspada kepada masyarakat. 

Saat ini, bantuan tanggap darurat serta dukungan logistik dan peralatan (Logpal) menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak.

Mengingat wilayah NTB telah memasuki puncak musim hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. 

Berdasarkan prakiraan Dasarian I Maret 2026, terdapat peluang curah hujan sangat tinggi (lebih dari 100 mm) dengan probabilitas mencapai 80 persen hingga 90 persen khususnya untuk wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya. 

BACA JUGA : Magnet Wisata Baru, NTB Tidak Jualan Pantai Itu itu Saja

Pemerintah berharap warga dapat mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi susulan selama periode peralihan musim ini. dan