Soal Gempa 9 Magnittudo, Gubernur Zul; Bahkan Ada Prediksi Kiamat Tahun Depan
Gubernur Zul minta bantuan media agar jangan sampai terjadi kepanikan

MATARAM.lombokjourbal.com — Ahli geologi dari Brigham Young University Amerika, Profesor Ronald Haris mengungkap, bila lempeng di wilayah Lombok Selatan yang tertekan oleh lempeng Indo-Australia sepanjang 35 meter tidak bisa menahan tekanan, akan menyebabkan gempa mega trust dengan kekuatan minimal 9 Magnitudo dan maksimal 9,5 Magnitudo, dan menyebabkan tsunami setinggi 20 meter (LombokJournal, Kamis 04/06).
Prediksi itu berdasarkan hasil penelitian dari pakar gempa bumi Prof Rown Haris dari Amerika, yang mengukur jejak tsunami pada masa lampau bersama tim dan BMKG tahun 2012.
Gubernur Zulkieflimansyah langsung menanggapi prediksi itu dan disampaikan pada wartawan di Rumah Langko, Mataram, Kamis (04/06) malam.
Dikatakannya, potensi gempa bumi itu bukan soal angkanya .
“Semua itu biasa saja, tetapi supaya kita mengantisipasi apa pun terjadi, bukan berarti kita panik atau takut. Dan soal itu biasa,” tegasnya.
Prediksi dari para ahli hal tersebut merupakan hal biasa saja dan apalagi disampaikan dalam seminar dan diskusi.
Bahkan gubernur yang akrab di panggil Bang Zul mengaku pernah membaca bukan saja terkkait dengan potensi gempa, namun bahkan ada yang memprediksikan kiamat tahun depan.
“Pakar ini banyak modelnya juga, artinya kalau potensi bencana dimana-mana besar. Dan kita di NTB cukup beruntung, karena sudah punya pengalaman. Kita tidak berharap ada gempa, tapi misalnya ada maka kita tidak sepanik daerah yang belum pernah mengalami hal yang serupa,” ungkap.
Maka dari itu ini lah juga yang menjadi pemicu, salah satu misi NTB yang pertama adalah (masyarakatnya) tangguh bencana dan mantap, supaya mitigasi bencana dan antisipasi bencana menjadi periotas nomor satu. Saat ini NTB dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Gubernur Zul minta bantuan dari rekan rekan media agar jangan sampai terjadi kepanikan.
Kemudian gubernur menceritakan, ia baru pulang dari Australia misalnya dari Darwin, tidak satu pun kursi yang tersisa di pesawat itu saking orangnya senang datang ke Lombok, enggak satu pun yang tersisa.
“Karena itu alhamdulillah geliat yang mulai bagus nih jangan sampe sekarang kita senang hiruk pikuk gitu menghasilkan kegaduhan,” kata Gubernur Zul.
Jejak tsunami
Kepala BMKG Mataram, Agus Riyanto yang ikut hadir dalam pertemuan dengan wartawan itu mengatakan, memang dari hasil penelitian dari pakar gempa bumi Prof Rown Haris dari Amerika menyampaikan hasil penelitian dengan mengukur jejak jejak tsunami pada masa lampau bersama tim dan BMKG .
Pada tahun 2012 melakukan penelitian dengan menyisir pantai di selatan Lombok, Bali hingga Banyuwangi. Ditemukan pada kedalaman 1 meter ada lapisan pasir, dan dengan di uji lab disimpulkan berumur 500 tahun.
Artinya pada 500 tahun lalu, pernah terjadi tsunami. Demikian juga di tempat itu di kedalaman tertentu dan diuji lab ditemukan, berumur 1000 tahun dan artinya pernah terjadi tsunami 1000 tahun lalu.
“Kajian kajian ini memberikan pelajaran kepada kita saat ini untuk selalu wasada tentang potensi tsunami di Lombok. Itu point yang disampaikan dari profesor ,” ungkapnya.
Sehingga yang dimaksud adalah Selatan Lombok,seoalah olah menjurus ke pada batas administrasi wilayah yang arahnya menjadi Kuta.
“Ini yang harus diluruskan, yang dimaksud potensi gempa megatrush di Selatan yang menurut kajian peneliti bisa mencapai 8 poin 5 itu di Selatan Lombok,”ujarnya.
Sedang yang di maksud Selatan Lombok itu bahkan bisa diurut dari barat pantai Sumatra, selatan Jawa dan sampai ke NTB, itu pertemuan garis lempeng besar, lempeng Australia dan Asia, dan itu tempat pasti terjadi megatrush.
Lanjutnya, kekuatan bisa kita hitung, karena bisa dihitung ukur volume , panjang , energi, kecepatan bergerak lempeng per tahun sehingga akumulasi energi ketika lempemg bertemu.
“Namun yang menjadi pertanyaan tidak bisa ditentukan kapan dan tidak bisa diprediksikan, karena gempa tidak bisa dipredikasi kapan akan terjadi, tetapi dimana dan berapa besar bisa diketahui dari awal,” jelas Agus Riyanto.
AYA