Sistem Rujukan Online Diuji Coba Mulai 15 Agustus Di Faskes Mitra
Uji coba ini merupakan proses dimana semua pihak yang terlibat saling evaluasi dan belajar atas sistem rujukan online. Dan peserta akan terbiasa dengan sistem digitalisasi rujukan ini
MATARAM.lombokjournal.com – Sistem rujukan online Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diuji coba mulai Rabu (15/8) di seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) mitra, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
BPJS Kesehatan melakukan uji coba digitalisasi proses rujukan berjenjang itu, untuk kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit, disesuaikan dengan kompetensi, jarak dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien.
Sistem ini resmi diujicobakan di 20.906 FKTP dan sekitar 2.300 FKRTL pada tanggal 15 Agustus sampai dengan 30 September 2018.
Hal itu diktakan Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Arief Syaefuddin, saat Ngopi Bareng JKN bertema ‘Digitalisasi Layanan dengan Sistem Rujukan Online’ di Jakarta, Selasa (14/08).
“Diuji coba itu kita lihat mana-mana yang perlu disempurnakan, sehingga di 1 Oktober 2018 ini menjadi sistem yang sudah established, yang sudah stabil.” Jelas Arief.
Sistem rujukan online ini, menurut Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, sudah dipersiapkan sejak lama.
“Sistem ini diwajibkan bagi semua FKTP yang sudah terhubung jaringan komunikasi data (Jarkomda) mulai 21 Juni 2018 lalu,” ungkapnya.
Dikatakan Budi, uji coba ini adalah sebuah proses dimana semua pihak yang terlibat saling evaluasi dan belajar atas sistem rujukan online. Begitu juga dengan peserta , sehingga akan terbiasa dengan sistem digitalisasi rujukan ini.
Diharapkan, setelah masa uji coba semua pihak sepakat, sistem ini adalah sebuah pilihan yang tepat dalam pelaksanaan sistem rujukan era JKN-KIS. “Masa uji coba ini adalah masa dimana kita semua harus bisa menyesuaikan sehingga pada akhir masa uji coba dipastikan sistem itu sudah bisa diterima oleh semua pihak,” kata Budi.
Sampa dengan 31 Juli 2018, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.367 FKTP. Dari angka tersebut, sebanyak 20.906 FKTP sudah terhubung jaringan komunikasi datanya dan bisa menerapkan sistem rujukan online.
Re
Sumber ; KBRN