Sidang Paripurna Istimewa HUT KLU Ke-12, Bupati Jelaskan Penanganan Gempa  

Rumah Tahan Gempa (RTG) selesai terbangun 100 persen mencapai 35.417 unit, hanya dalam tempo satu tahun 10 bulan

TANJUNG.lombokjournal.com — Menjelang 12 tahun Kabupaten Lombok Utara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menggelar Sidang Paripurna Istimewa, guna Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Lombok Utara, di ruang sidang sementara DPRD KLU, Senin (20/07/20).

Bupat Najmul Akhyar

Sidang Paripurna dibuka Ketua DPRD Lombok Utara, Nasrudin, SH. Menurutnya, meski dalam kondisi pandemi Covid-19, makna hari jadi Kabupaten Lombok Utara terus dijunjung dengan nilai-nilai positif dan semangat tak pernah luntur, dengan mematuhi standar protokol kesehatan di masa pandemi virus Corona.

“Jauh hari sudah dikoordinasikan bersama Tim Gugus Covid-19, sehingga kita dapat hadir dan melaksanakan rapat paripurna istimewa. Kita dapat berkumpul bersama di tempat ini untuk mengingat kembali hari bersejarah terbentuknya Kabupaten Lombok Utara, tanggal 21 Juli 2020,” ungkap Nasrudin.

Makna khusus

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dalam pidatonya menyampaikan, perjuangan pembentukan daerah otonomi sebagaimana diharapkan seluruh masyarakat Lombok Utara terwujud dengan pembentukan Kabupaten Lombok Utara (KLU) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menjadi tonggak sejarah penting bagi keberlangsungan KLU sebagai pelaksanaan dari UU Nomor 26 Tahun 2008.

Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-12 memiliki makna khusus bagi dirinya bersama Wakil Bupati Lombok Utara. Pasalnya, tahun 2020 merupakan masa terakhir periode perkhidmatan pemimpin Lombok Utara.

Tahun penuntasan pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2016-2021.

“Syukur alhamdulillah, kita bisa menjadi pemangku amanah  pembangunan yang memiliki semangat kebersamaan dan terus berjibaku membangun segenap aspek pembangunan pasca didera musibah, mulai bencana alam gempa bumi tahun 2018, disusul bencana non-alam Covid-19 tahun 2020,” tuturnya.

Cobaan dan ujian ini tidak mengendorkan semangat juang semua pemangku pemerintahan untuk merajut kembali asa masa depan yang lebih baik.

Dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat serta menorehkan pencapaian-pencapaian yang baik untuk daerah.

Bupati Najmul menegaskan, Sidang Paripurna Istimewa menyambut usia 12 tahun adalah penyelenggaraan ketiga sejak daerah otonomi di NTB ini terbentuk pada 2008 silam.

“Peringatan HUT KLU yang akan dilaksanakan pada 21 Juli 2020 bukan hajatan seremonial semata, tapi kilas balik sejarah berotonomi dan refleksi atas apa yang telah, sedang, dan yang akan kita kerjakan untuk membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat Lombok Utara,” terang Bupati Najmul.

Dikatakan, manifestasi nyata dari kesungguhan dan komitmen seluruh pemangku, bersatu membangun daerah melalui sinergi yang simetris antara multi-stakeholder.

Penanganan bencana gempa

Bupati Najmul mengatakan, upaya Pemerintah Lombok Utara dalam menangani dampak bencana gempa dua tahun silam dapat dilihat dari data kerusakan, progres rehabilitasi serta rekonstruksi.

Total pemukiman warga yang rusak baik berat, sedang dan rusak ringan berjumlah 75.741 unit. Dan, total infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak sejumlah 85 unit. Kerusakan dalam dua aspek itu ternyata terbanyak di NTB.

Pada fasilitas pendidikan, jumlah yang rusak sejumlah 294 unit, fasilitas kesehatan bangunan yang rusak meliputi 1 unit RSUD, 8 unit Puskesmas, 30 unit Pustu, dan 45 unit Poskesdes/polindes.

Kerusakan tempat ibadah sebanyak 405 unit, serta kerusakan pada fasilitas perekonomian meliputi pasar tradisional sejumlah 25 unit disusul hotel 105 unit.

Bupati mengungkapkan data perkembangan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di Lombok Utara, berdasarkan data terbaru BPBD KLU  per 14 Juli 2020, terdiri dari rekapitulasi jumlah rumah tahan gempa (RTG) sebanyal 55.170 unit.

BACA JUGA:

Bupati Najmul Akhyar Jelaskan Penanganan Pandemi Covid-19, Saat Sidang Paripurna Istimewa

Dari jumlah itu, RTG selesai terbangun 100 persen mencapai 35.417 unit, hanya dalam tempo satu tahun 10 bulan. Sedangkan RTG (on progres) ada 7.484 unit, dan RTG belum terbangun (segera dibangun) sebanyak 12.269 unit.

Api