Selalu Ajak Warga Sadari Pentingnya JKN-KIS

lombokjournal.com –

MATARAM   ;   Lisa Amalia (39) merasakan betul manfaat dari adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Selain mendapat manfaat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan, sejak 2018 lalu Lisa mendaftarkan diri sebagai seorang Kader JKN.

Selama hampir satu tahun lebih tersebut ia memiliki cukup banyak cerita yang disampaikan kepada Jamkesnews ketika ditemui sesaat setelah mengikuti kegiatan evaluasi Kader JKN-BPJS Kesehatan.

“Awalnya saya tidak tahu Kader JKN itu apa. Setelah melihat berita di Koran waktu tahun 2018 baru tahu kalau Kader JKN itu apa dan langsung mendaftar saat itu juga. Saya seneng jadi Kader JKN, selain bisa nambah teman, jadi Kader JKN juga bisa membantu keuangan keluarga saya,” ungkap Lisa, Kamis (26/09).

Lisa saat ini merupakan Kader JKN. Suami Lisa merupakan seorang pekerja  di sebuah toko, dan ia sangat mendukung aktivitas yang dilakukan oleh istrinya tersebut.

Bahkan tak jarang ia sendiri yang sering mengantarkan istrinya tersebut berkunjung berkeliling ke rumah-rumah peserta binaannya.

“Kalau jadi Kader JKN kita bisa bantu masyarakat dengan cara berbagi informasi seputar JKN-KIS. Mereka yang sebelumnya tidak tahu jadi tahu. Seneng rasanya kalau ada peserta yang merasa terbantu adanya kita,” ucap Lisa.

Kader JKN merupakan salah satu mitra BPJS Kesehatan. Fungsi utama dari Kader JKN adalah sebagai pengingat dan pengumpul iuran peserta JKN-KIS.

Selain itu fungsi dari Kader JKN yaitu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peserta dan masyarakat, membantu proses pendaftaran sebagai peserta, memberikan informasi seputar JKN-KIS serta menerima keluhan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan kepada peserta binaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada BPJS Kesehatan, dan masyarakat.

Kepada Jamkesnews, Lisa berbagi tips saat akan melakukan kunjungan kepada peserta. Menurutnya dengan kunjungan yang dilakukan secara terus menerus serta dengan memperbanyak relasi, dapat membantu Lisa menjalankan tugasnya sebagai Kader JKN.

“Kalau kunjungan, kadang dijudesin, tapi kalau kita niatnya baik dan ingin silaturahmi, Insya Allah pasti ada jalan. Jangan langsung menyampaikan tentang iuran, tapi ingatkan akan pentingnya membayar iuran Program JKN-KIS tepat pada waktunya dan apa yang terjadi kalau kepesertaan JKN-KIS nonaktif. Nanti jadi kesulitan kalau berobat. Terus saya kasih tahu juga supaya jangan bayar iuran saat dibutuhkan saja, tapi bayar iurannya rutin setiap bulan karena iuran yang dibayarkan, membantu peserta lainnya yang membutuhkan,” jelas Lisa.

Selain berbagi pengalaman menjadi Kader JKN, Lisa juga berbagi cerita ketika menggunakan manfaat kartu JKN-KIS, yaitu ketika orang tuanya sakit lambung dan maag kronis.

Saat itu seluruh biaya pengobatan sakit yang diderita orang tua Lisa ditanggung sepenuhnya oleh JKN-KIS karena penggunaannya sudah sesuai prosedur.

Menurutnya, Program JKN-KIS ini telah berjalan dengan baik dan banyak masyarakat sangat terbantu dengan JKN-KIS.

Karenanya Lisa berharap Program JKN-KIS dapat dikelola secara berkesinambungan.

BS/bm/jamkesnews

Narasumber : Lisa Amalia (39)