Salmin Menggunakan Kartu Sakti JKN-KIS, Untuk Tangkal Hipertensi
Kartu JKN – KIS yang telah didapatkan Salmin sejak tahun 2016 tersebut membuat ia dan keluarga kecilnya selalu tenang tanpa khawatir apabila sakit, karena sudah memiliki perlindungan kesehatan
lombokjournal.com —
SELONG ; Salmin (43), pekerja wiraswasta asal Desa Jerowaru ini memang sudah lama menderita hipertensi. Pekerjaan yang dilakukannya terkadang membuatnya sering merasa kelelahan dan jarang memperhatikan kondisi tubuhnya.
Namun semenjak Salmin dirawat di rumah sakit akibat kelelahan dan tekanan darah yang tinggi, membuatnya harus mengutamakan kesehatannya.
Darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit yang mayoritas diderita oleh masyarakat Indonesia, khususnya pada kalangan usia dewasa sampai lanjut usia.
Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi ketika hasil pemeriksaan tekanan darahnya mencapai 140 mmHg atau lebih pada tekanan sistolik, dan 90 mmHg atau lebih pada tekanan diastolik.
Hal itu bisa disertai dengan munculnya gejala nyeri pada bagian tengkuk atau leher, sakit kepala yang parah disertai mual, nyeri dada hingga sulit bernapas.
Menurut Salmin, sebelumnya ia tidak tahu kalau punya tekanan darah tinggi. Mungkin karena iabekerja terlalu berat, sehingga drop, kemudian masuk rumah sakit.
“Saya jadi tahu kalau selama ini tekanan darah saya tinggi sekali, waktu itu 170/100 mmHg. Pantas saja saya sering pusing, nyeri dada, dan merasa nyeri di bagian tengkuk, seperti ada beban berat menimpa leher saya,” tuturnya.
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, bapak satu anak ini pun lantas harus mulai rutin kontrol ke puskesmas atau rumah sakit dan minum obat penurun tekanan darah setiap harinya. Makanan dan aktivitas yang dilakukannya sehari – hari pun harus mulai terkontrol.
Salmin tidak boleh merokok, mengurangi makanan – makanan yang bersantan dan yang asin – asin. Bahkan harus rutin olahraga, paling sedikit 1 kali seminggu. Obatnya juga harus diminum setiap hari, tidak boleh terlewat sehari.
“Syukur ada istri saya yang selalu mengingatkan. Yang utama sih, saya tidak khawatir masalah uang yang harus saya keluarkan setiap kontrol ke dokter. Sudah punya kartu JKN – KIS. Semuanya gratis. Saya tidak keluar biaya sedikitpun sejak dirawat di rumah sakit sampai kontrol dan obat rutin setiap bulannya,” cerita Salmin, peserta JKN – KIS yang termasuk dalam segmen PBPU.
Di tengah wawancaranya dengan tim jamkesnews, Salmin mengungkapkan sangat bersyukur karena dapat menjadi bagian dari program BPJS Kesehatan.
Kartu JKN – KIS yang telah didapatkannya sejak tahun 2016 tersebut membuat ia dan keluarga kecilnya selalu tenang tanpa khawatir apabila sakit, karena sudah memiliki perlindungan kesehatan.
“Saya harap, program yang sangat baik ini akan terus berlanjut untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat dengan prinsip gotong royongnya. Sekali lagi terima kasih JKN – KIS,” tutup Salmin.
ay/hd/Jamkesnews
Narasumber : Salmin