Royyan Yang Didiagnosa ADHD, Kini Bisa Tersenyum Kembali Berkat JKN–KIS

“Terima kasih JKN-KIS, sekarang Royyan bisa kembali tersenyum dan bermain dengan bebas tanpa dibatasi oleh kondisinya

lombokjournal.com —

SELONG  ;  Ini pengalaman yang dituturkan Rita Purnawati (30), peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN asal Aikmel, Lombok Timur. Rita adalah seorang ibu yang harus berjuang sendiri membesarkan seorang anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).

Ia mengungkapkan, dengan menjadi peserta Program JKN–KIS, anaknya akhirnya bisa menjalani perawatan di rumah sakit tanpa harus dipusingkan dengan masalah biaya yang besar.

Jadi program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat  (JKN–KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan terbukti memberikan perlindungan dan meringankan beban finansial bagi masyarakat yang sakit. Khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.

Rita menuturkan, anaknya didiagnosa ADHD sejak ia berumur 3 tahun. Tingkah lakunya memang tidak seperti anak seusianya. Sangat hiperaktif dan susah dikontrol.

“Badannya seperti dikendalikan oleh mesin dan tidak punya rasa lelah. Ia juga masih belum bisa mengucapkan kata dengan benar, padahal seumurannya itu paling tidak harusnya sudah bisa menyusun satu atau dua kata,” ceritanya kala diwawancarai oleh tim Jamkesnews, Selasa (30/04) 2019.

Rita mengungkapkan, gangguan yang dialami oleh anaknya, M. Royyan Adrian Pratama (10) sekarang sudah mulai berkurang semenjak menerima berbagai macam perawatan dan terapi di RSUD Provinsi Mataram.

“Sebelumnya Royyan dapat rujukan dari RSUD Selong untuk dilakukan pemeriksaan CT Scan di RSUD Provinsi Mataram untuk mengetahui perkembangan kondisinya. Setelah diperiksa oleh dokter spesialis, akhirnya dilakukan terapi khusus untuk anak-anak penderita ADHD. Setiap 2 kali seminggu, Royyan rutin ikut terapi bermain dan fisioterapi untuk melatih mental, perilaku, dan cara berkomunikasinya,” tutur Rita.

Pasca mengikuti terapi selama kurang lebih setahun lamanya, kondisi Royyan sudah jauh lebih baik. Perilakunya sudah lebih terkendali dan dapat dikontrol. Ia pun sudah mulai mahir berhitung dan membaca buku, walaupun untuk berkomunikasi dengan orang lain secara langsung, ia harus dibantu oleh ibu atau bibinya.

“Alhamdulilllah, saya bersyukur sekali. Saya dan Royyan benar-benar merasa tertolong karena mendapat bantuan dari pemerintah dengan menjadi peserta JKN – KIS. Apalagi biaya pengobatan dan perawatannya yang lama  pastinya sangat mahal. Dihitung – hitung bisa sampai belasan juta rupiah. Kalau saya bayar sendiri, rasanya tidak mungkin,” ungkap ibu dua anak tersebut.

Manfaat besar dari Program JKN – KIS telah membantu meringankan beban Rita sebagai orang tua tunggal, yang bekerja hanya sebagi buruh lepas untuk menghidupi anak-anaknya. Ia tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena dengan program BPJS Kesehatan, anaknya kini bisa kembali bersekolah dan dapat bermain layaknya anak–anak seusianya.

“Terima kasih JKN-KIS, sekarang Royyan bisa kembali tersenyum dan bermain dengan bebas tanpa dibatasi oleh kondisinya. Saya harap ia dapat tumbuh besar dengan baik dan pintar seiring dengan Program JKN – KIS yang akan semakin baik dan terus memberikan perlindungan bagi masyarakat,” tutupnya.

ay/hf/Jamkesnews

Narasumber ; Rita Purnawati