‘Rapat Paripurna Istimewa’, TGB Ajak Jaga Optimisme Kolektif
Pencapaian yang diraih Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tak bisa lepas dari masa lalu. Pencapaian di masa kini melanjutkan pondasi yang dibangun pimpinan pendahulu

MATARAM.lombokjournal.com — Ajakan menjaga optimisme kolektif untuk membangun NTB itu disampaikan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB (Tuan Guru Bajang) dalam dalam rapat di ruang sidang DPRD Provinsi NTB, Jumat (15/12), yang dibuka oleh Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda serta dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD itu.
TGB menyebut rapat paripurna kali ini merupakan ‘rapat paripurna istimewa’ karena merupakan yang terakhir dihadirinya selama dua periode kepemimpinannya. Rapat Paripurna Istimewa tersebut dalam rangka menyambut HUT NTB ke-59.
‘Semua pihak harus menjaga optimisme kolektif dalam membangun daerah. Kalau kita punya semangat dan optimisme serta ketulusan yang tinggi dalam membangun daerah, pasti terlihat dan nyata hasilnya,” kata TGB.
Ditegaskannya, semua harus yakin NTB bisa berprestasi, siapa pun pemimpinnya.
Optimisme itu merupakan suatu keharusan. “Sesuai janji Allah, bahwa Allah akan memberi sesuatu sesuai persangkaan kita. Jika kita berprasangka baik, maka hal yang baik yang akan diberikan, demikian juga sebaliknya” jelasnya.
Gubernur mengingatkan, disamping berbagai prestasi dan keberhasilan yang diraih NTB, di sisi lain masih banyak tantangan dan hal besar yang harus dikerjakan.
Tantangan kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi NTB yang terus menerus diatas rata-rata ekonomi nasional selama 3 tahun terakhir, menurutnya harus diikuti dengan penurunan angka ketimpangan.
“Kebijakan yang diformulasikan kedepan, harus dapat menghadirkan kesejahteraan dan pertumbuhan, namun di sisi lain harus diikuti pengurangan ketimpangan/rasio gini dalam masyarakat,”katanya.
Dikatakannya, berbagai pencapaian NTB tidak lepas dari ikhtiar dan kerja bersama semua pihak. Termasuk kemitraan eksekutif dan legislative yang dinilainya berjalan baik.
Melalui berbagai produk legislatif, berupa regulasi dan fungsi pengawasan yang telah dilakukan DPRD NTB, telah menghantarkan berbagai prestasi untuk NTB.
Gubernur saat itu sempat menyampaikan permohonan maaf sehubungan akan berakhirnya masa jabatan beliau pada tahun 2018 mendatang.
Rapat Paripurna itu dihadiri pimpinan NTB terbaik di masanya, seperti Gubernur NTB periode 2003-2008 H. Lalu Serinata, Wakil Gubernur, H. lalu Azhar, mantan pimpinan DPRD Prov NTB, H. Lalu Mesir Suryadi, dan H. Sunardi Ayub.
AYA