Program JKN–KIS Mengembalikan Keceriaan Lalu Rafinza
“Saya sangat bersyukur karena telah menjadi peserta Program JKN–KIS. Saya benar–benar merasa terbantu”
lombokjournal.com —
SELONG ; Program JKN–KIS terbukti mampu memberikan perlindungan dan meringankan beban finansial masyarakat.
Terutama masyarakat yang menderita penyakit yang berat dan membutuhkan pengobatan jangka panjang.
Pengalaman Yanti (42) dan anaknya Lalu Rafinza (10), yang merupakan peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) asal Desa Rarang, Kecamatan Terara.
Lalu Rafinza atau yang akrab dipanggil Finza adalah anak kedua Yanti yang sekarang sedang duduk di kelas 4 SD. Pada usia 8 tahun, Finza pernah didiagnosis menderita Tuberkulosis Kutis Verukosa atau biasa disebut dengan TBC Kulit.
Sebagian besar kasus Tuberculosis (TBC) memang terjadi pada paru–paru, tetapi bakteri penyebab TBC yaitu Mycobacterium Tuberculosis juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya, termasuk kulit.
Gejala penyakit ini berupa munculnya beruntus di kulit dan berwarna kemerahan. Sering ditemukan pada bagian lutut, tungkai, dan kaki penderitanya.
Saat bertemu dengan Tim Jamkesnews Minggu sore (30/03), Ibu yang merupakan penggiat kegiatan posyandu di desanya ini menceritakan kisah anaknya dalam menjalani pengobatan penyakit yang terbilang jarang terjadi ini.
“Awalnya Finza sempat demam beberapa hari, setelah itu muncul bisul – bisul kecil di bagian lutut kanannya dan pergelangan tangannya. Semakin lama semakin banyak, seperti luka borok. Saya tidak pernah terpikir kalau itu penyakit TB kulit. Setelah diperiksa ke rumah sakit baru saya percaya,” Ccerita Yanti.
Saat itu Finza harus dirujuk ke RSUD Kota Mataram. Selama 4 hari dan ia harus menerima perawatan intensif di ruang isolasi. Setelah keluar dari rumah sakit pun, Finza harus terus – menerus mengkonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) kurang lebih selama 6 bulan penuh.
Yanti mengungkapkan kesedihannya, ketika mengingat kejadian itu. Penyakit tersebut menyebabkan pertumbuhan Finza menjadi terganggu.
Untuk anak seusianya, seharusnya Finza memiliki bobot tubuh yang normal. Nyatanya tubuh Finza menjadi lebih kurus dan lebih kecil dibandingkan dengan teman – temannya yang lain.
Namun, ia tetap bersyukur karena sekarang Finza dapat sembuh total dari penyakitnya.
“Alhamdulillah, sekarang Finza sudah sembuh dan sehat kembali. Saya sangat bersyukur karena telah menjadi peserta Program JKN–KIS. Saya benar – benar merasa terbantu. Apalagi biaya pengobatannya tidak terbilang murah dan butuh waktu lama untuk sembuh. Saya sangat lega, Finza bisa menjalani pengobatan tanpa harus dipusingkan dengan masalah biaya yang besar,” ungkap ibu tiga anak tersebut.
Yanti mengucapkan terima kasih kepada program JKN–KIS yang sudah menanggung semua biaya pengobatan anaknya.
Dikatakannya, kalau tidak ada JKN – KIS, mungkin sekarang anaknya tidak bisa sekolah dan tidak bisa melakukan kegiatan kesukaannya. Finza suka main bola, ia sering ikut pertandingan sepak bola. Minggu lalu, ia dan timnya bahkan menang turnamen antar sekolah.
“Bangga sekali rasanya melihat ia kembali sehat dan aktif seperti anak – anak lainnya. Berkat program JKN – KIS yang baik ini, Finza bisa sembuh dan kembali bersemangat menjalani aktivitasnya,” tutur Yanti di akhir pembicaraannya dengan Tim Jamkesnews.
ay/hf/Jamkesnews
Narasumber : Yanti