Produksi Garam Di NTB 2018 Capai 147 ribu Ton, 18 Ribu Ton Dikirim Ke Luar Daerah
Lahan garam di NTB saat ini sekitar 9000 Hektare , Namun yang baru di garap sekitar 2.300 H yang loksinya dominan di Sumbawa, Bima,Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah
MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Kelautan dan perikanan NTB menyatakan Produksi garam di NTB pada tahun 2018 mencapai 147 ribu Ton dalam bentuk garam kasar.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Lalu Hamdi menyatakan, dengan jumlah produksi tersebut sudah termasuk bagus walau harga per kilo garam saat ini hanya mencapai Rp.600 saja .
“Jadi sudah cukup bagus sedangkan harga per kilo saat ini 600 rupiah/Kg, ” katanya.
Hamdi menyatakan, jika harga itu masih termasuk harga bisa atau normal. Namun jika ingin menaikan harga dan kualitas garam maka perlu dilakukan peningkatan dari segi pengolahan.
Kendati saat ini, harga jual garam masih dirasa kecil. Hal tersebut dirasakan oleh para petani, mengingat selama ini garam hanya dijual dalam bentuk kasar saja.
“Kalau kita mau tingkatkan harga, ini harus mengolah garam, artinya tidak harus dijual dalam bentuk garam kasar,” jelas Hamdi.
Agar harga jualnya dapat lebih tinggi, petani garam harus melakukan pengolahan garam rumah tangga dengan cara memperbaiki kemasannya. Harus DIolah mejadi garam ibu rumah tangga, kemasannya kita perbaiki maka harganya bisa menjadi 8000/kg,.
Industri rumahan tersebut yang akan dikembangkan oleh Dinas Kelautan dan Perikananan Provinsi NTB di tahun 2019. Jadi untuk produksi garam kasar memang harganya Rp 600, sehingga hal tersebut akan dikembangkan menjadi industri garam yang meningkatkan nilai tambah.
“Kita sedang rancang untuk meningkatkan nilai tambahnya itu, “ kata Hamdi.
Lahan garam di NTB saat ini sekitar 9000 Hektare , Namun yang baru di garap sekitar 2.300 H yang loksinya dominan di Sumbawa, Bima,Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah.
Produksi garam sebagian besar dikirim ke luar daerah. Jadi kurang lebih, diperkirakan kebutuhan garam NTB maskimal 18 ribu ton, berarti selisih antara 147 ribu dengan 18 ribu ton dikirim ke luar daerah.
“Maka untuk tingkatkan nilai tambang melalui pengolahan garam,” kata Hamdi.
AYA