Percepat Industri Garam Beryodium, Solusi Atasi Masalah Garam di Bima

Dalam waktu dua minggu ke depan, gubernur  akan mempertemukan para petani dengan pengusaha garam di Surabaya

lombokjournal.com –

BIMA  ;   Hadirnya industri pengolahan merupakan solusi tepat untuk mengolah berbagai hasil pertanian dan kelautan di NTB.

Solusi itu dipandang bisa mengatasi masalah rendahnya harga garam ditengah terus meningkatnya produksi garam di tiga kecamatan sentra garam di Kabupaten Bima

Harga garam di Bima saat ini hanya di kisaran  Rp. 7.000 per karung. Jika garam tersebut diolah, terlebih dalam bentuk industri garam beryodium maka harganya bisa lebih tinggi.  Sekaligus dapat menurunkan masalah stunting di NTB.

Demikian kesepakatan yang dicapai dalam dialog Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer dan Kadis Kelautan Provinsi NTB L. Hamdi M.Si, di Ruang VIP Bandara Sultan Salahuddin Bima, Rabu (21/08) 2019.

Gubernur Zul akan mempertemukan para pengusaha garam di Indonesia dengan para petani, dengan langsung mengajak para pengusaha garam meninjau tambak garam  minggu I September mendatang.

Di hadapan sekitar 22 orang petani garam dari sentra produksi garam di Kabupaten Bima, Gubernur Zul dalam dialog yang dipandu Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma M.Si itu sepakat, dalam waktu dua minggu ke depan akan mempertemukan para petani dengan pengusaha garam di Surabaya.

“Silahkan pilih satu orang dari setiap kecamatan sebagai wakil dalam pertemuan itu,” kata Gubernur.

Saat ini, beberapa permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan pengelolaan garam antara lain kualitas garam yang masih belum sesuai dengan standar garam industri, tingginya biaya upah pikul garam dari tambak menuju jalan raya, dan kurangnya sarana dan prasarana infrastruktur.

Sesuai kesepakatan dengan para petani, Dr. Zul mengharapkan petani mampu memenuhi penyediaan kuota 40 ribu ton garam kualitas I dan II (K1/K2) untuk diserap dalam dalam industri.

Gubernur menugaskan   Ir. L. Hamdi. M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB melakukan pengecekan ke sentra garam rakyat ketersediaan 40 ribu ton garam K1.

AYA/ Diskominfotik