Pemprov NTB Didesak Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa, yang Ekonomi Keluarganya Terdampak Covid-19

Dalam rapat Komisi V DPRD NTB dengan para rektor,  akan didata berapa banyak mahasiswa yang tidak bisa bayar kuliah

MATARAM.lmbokjournal.com —  Salah satu aspek yang paling merasakan ganasnya dampak pandemi Covid-19 selain aspek kesehatan dan aspek ekonomi adalah aspek pendidikan.

Khususnya aspek pendidikan tinggi, banyak dari mahasiswa di NTB tidak mampu membayar uang kuliah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Hj. Bq. Isvie Rupaeda menyampaikan, Jumat, (17/07/2020), telah melakukan koordinasi dengan rektor seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di NTB.

Koordinasi dilakukan guna mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar memberikan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa yang orang tua/walinya mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Pasti kalau DPR jelas mendorong jangan sampai ada putus kuliah karena Covid,” ujar Isvie kepada wartawan.

Dijelaskan, bentuk komitmen tersebut dibuktikan DPRD NTB, beberapa waktu lalu komisi V DPRD NTB yang membidangi persoalan pendidikan mengundang semua rektor PTN dan PTS yang ada di provinsi NTB guna membahas permasalahan tersebut.

Beberapa poin yang dibahas dan disepakati untuk ditindaklanjuti ke Pemprov NTB adalah pemberian bantuan pembiayaan kuliah mahasiwa.

Saat ini, pihak DPRD NTB sendiri tinggal menunggu diserahkannya dokumen berisi daftar nama-nama mahasiswa yang nantinya menerima bantuan.

“Dalam rapat komisi V dengan para rektor kita minta datanya dulu berapa banyak sih mahasiswa yang tidak bisa bayar kuliah. Kan kita tidak tahu mana mahasiswanya,” terangnya.

Ditegaskan, pihak DPRD selaku mitra PTN dan PTS akan mengawal penuh permintaan perguruan tinggi di NTB tersebut dengan memastikan Pemprov segera realisasikan dana bantuan.

“Kita sudah bahas dan masih menunggu data dari universitas untuk kita bicara lebih lanjut dengan pemerintah provinsi,” katanya.

Perlu diketahui, setelah DPRD lakukan pertemuan dengan para rektor, digelar beberapa aksi demonstrasi mahasiwa dari lintas perguruan tinnggi di depan kantor DPRD NTB menuntut anggota dewan segera realisasikan hasil pertemuan mereka dengan para rektor tersebut.

Salah satu yang paling anyar adalah demonstrasi pada hari Kamis (16/07/20). Saat itu, beberapa mahasiswa bahkan ‘menodong’ salah seorang perwakilan DPRD yang menemui mereka dengan membuat kesepakatan tenggat waktu keputusan pencairan dana bantuan.

Jika Pemprov tidak merealisasikan bantuan tersebut pada tenggat waktu yang ditetapkan, para demonstran mengancam akan melakukan aksi dengan masa yang jauh lebih besar.

Ast