Data BPJS, Penyakit Tidak Menular (PTM) Lebih Banyak Ditangani

Beberapa tahun terakhir, dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yang paling banyak ditangani adalah penyakit tidak menular (PTM)

MATARAM.lombokjournal.com – Menteri Kesehatan Nila Moeloek juga mengutip data BPJS tersebut dalam kunjungannya ke Mataram saat mencanangkan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di Mataram, Rabu (29/3).

“Penyakit tidak menular saat ini secara kuantitatif sudah bergeser menempati angka lebih tinggi dari penyakit menular,” ujar Menkes.

Termasuk dalam PTM yang banyak ditangani adalah hipertensi, jantung, diabetes, kencing manis, gagal ginjal dan kanker.

Menkes Nila Moeloek mengatakan, penanganan preventif  peningkatan PTM yaitu dengan mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat untuk menekan angka penyakit tidak menular (PTM).

Menurut dia, mengacu pada data Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM) melalui BPJS, beberapa tahun terakhir, penyakit yang ditangani lebih banyak penyakit tidak menular (PTM) yang penyebabnya adalah pola hidup masyarakat dibanding penyakit menular.

Untuk hipertensi tercatat 25,8 persen atau  seperempat penduduk kita hipertensi, jadi tidak heran kalau BPJS teriak penyakit jantung nomor 1 pembiayaannya sampai Rp6,9 Triliun di tahun 2016, dan jantung ini juga akibat hipertensi.

Penyakit tidak menular itu, papar Nila, disebabkan pola makan yang tidak sehat, jarang aktivitas fisik, konsumsi gula dan garam berlebihan, kurang asupan sayur dan buah-buahan, dan rendahnya kesadaran masyarakat memeriksakan kesehatan rutin.

Melalui Germas, Menkes Nila berharap ada perubahan perilaku pola hidup yang lebih sehat di masyarakat. Pemerintah daerah juga bisa mengambil peran. Misalnya dengan menggiatkan kembali olahraga bersama setiap Jumat, di sekolah dan instansi – instansi pemerintah.

Germas juga menekankan agar pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas, bisa lebih aktif mengunjungi masyarakat.

Deteksi Dini PTM

Pihak BPJS Mataram sendiri, untuk mendeteksi dini kecenderungan peningkatan PTM, sejak awal Februari lalu telah meluncurkan mobile skrining. Peluncuran mobile skrining tersebut, merupakan bagian dari upaya preventif.

Fitur tersebut sangat berguna masyarakat masyarakat mengetahui secara dini kecenderungan penyakit kronis.

AYA

 




Prosedur Berobat Pasien Peserta BPJS Kesehatan

Saat ini kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, makin meningkat. Hal ini seiring harapan masyarakat memperoleh jaminan kesehatan yang bisa menekan biaya pengobatan bila sewaktu-waktu sakit. Nah, di bawah ini dijelaskan prosedur berobat untuk memudahkan berobat peserta BPJS.

lombokjournal.com

Saat ini peserta BPJS memiliki peluang mendapatkan jaminan kesehatan yang benar-benar membantu. Berobat dengan BPJS umumnya, selalu dimulai dari Fasiitas Kesehatan (Faskes) tingkat I (poliklinik, puskesmas atau dokter pribadi).

Langkah I : Faskes tingkat 1 atau bisa juga disebut FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama),  bisa puskesmas atau faskes tingkat 1 lainnya sesuai yang tertera pada kartu BPJS.

Di puskesmas, seperti biasa harus melakukan registrasi atau pendaftaran dengan menunjukan kartu BPJS dan kartu berobat di puskesmas setempat. Kemudian menunggu sampai giliran dipanggil menuju ruang dokter untuk pemeriksaan.

Di ruang pemeriksaan dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan anda apakah cukup bisa ditangani di puskesmas yang bersangkutan atau perlu dirujuk.

Jika hasil pemeriksaan dokter mengharuskan dirujuk maka dokter yang bersangkutan akan memberi rujukan ke faskes tingkat II (RSUD atau rumah sakit umum daerah). Dokter biasanya memberi pilihan mengenai tempat rujukan berikutnya, pasien bisa memilih rujukan sesuai daftar lokasi rujukan yang disarankan dokter.

Perlu diingat, jangan menentukan tempat rujukan sendiri. Mungkin saja dokter akan memberikan kode APS (Atas pilihan sendiri) pada surat rujukan, sehingga biaya pengobatan harus ditanggung sendiri bukan oleh BPJS. Dan pastikan surat rujukan memiliki stempel BPJS tingkat II. Biasanya setelah surat rujukan dibuat, dokter meminta untuk melakukan stempel BPJS oleh petugas puskesmas setempat.

Langkah II : Jika kebetulan pengobatan untuk anda tidak bisa ditangani di faskes tingkat 1 (puskesmas atau faskes tingkat 1 lainnya), maka anda akan dirujuk ke faskes tingkat II (RSUD) yang melakukan kerja sama dengan BPJS. sebelum menuju RSUD pastikan bahwa anda sudah mendapatkan surat rujukan dari faskes tingkat 1 yang sudah di Acc atau distempel BPJS.
  1. Siapkan Persyaratan untuk Pengobatan dengan BPJS 

Syarat yang harus dirsiapkan sebelum berangkat ke RSUD adalah sebagai berikut:

  • Kartu BPJS Asli dan Fotokopi 2 lembar
  • Fotokopi KK (Kartu keluarga) dan KTP (buat dua lembar untuk persiapan)
  • Surat rujukan Asli dan juga Fotokopi surat rujukan (buat 2 lembar)

Siapkan fotokopi masing-masing syarat di atas minimal 2 lembar atau lebih, karena ada kemungkinan tiap rumah sakit memberlakukan syarat dan ketentuan berbeda.

  1. Menuju RSUD setempat untuk melakukan registrasi

Langkah berikutnya setelah anda mempersiapkan syarat-syarat di atas, menuju RSUD sesuai di surat rujukan, kemudian silahkan melakukan registrasi  untuk mendapatkan kartu berobat.

  1. Menuju Loket Jaminan BPJS

Langkah berikutnya setelah mendapatkan kartu berobat di rumah sakit setempat, silahkan menuju loket BPJS untuk mendapatkan Surat Elijibilitas Peserta (SEP).

Biasanya di rumah sakit yang melakukan kerja sama dengan BPJS, loket untuk jaminan BPJS sudah disediakan di rumah sakit tersebut, dan biasanya lokasinya terpisah dengan loket registrasi. Selain ada loket registarasi rumah sakit, juga ada loket jaminan BPJS, biasanya antriannya cukup padat.

Di beberapa rumah sakit, ada juga yang memberlakukan sebelum melakukan registrasi rumah sakit untuk mendapatkan kartu berobat, peserta diharuskan melakukan registrasi di loket jaminan BPJS terlebih dahulu untuk mendapatkan surat elijibilitas. Setelah surat elijibilitas diperoleh, baru menuju bagian pendaftaran rumah sakit untuk mendapatkan kartu berobat.

Yang jelas, sebelum ke poli khusus di rumah sakit setempat, terlebih dahulu harus mendapatkan kartu berobat rumah sakit setempat dan juga surat elijibilitas perserta bpjs (SEP), jika berkas tersebut sudah didapatkan, pasien diarahkan menuju poliklinik.

  1. Menuju Poli Sesuai di surat surat rujukan

Setelah mendapatkan kartu berobat dan surat elijibilitas peserta BPJS, serta berkas-berkas lainnya, kemudian menuju poliklinik khusus sesuai rujukan. Serahkan berkas-berkas ke petugas perawat di poliklinik untuk mendapatkan no antrian poliklinik setempat

  1. Mendapatkan pemeriksaan dokter poli

Jika sudah waktunya giliran, pasien diperiksa dokter spesialis di poliklinik rumah sakit tersebut, uraikan keluhan panjang lebar, dokter akan melakukan pemeriksaan.

Jika kebetulan pengobatan anda memerlukan pemeriksaan penunjang seperti Lab, radiologi, atau mungkin perlu transfusi darah, maka dokter akan membuatkan formulir pengantar untuk pemeriksaan penunjang tersebut. Pastikan di formulir pengantar sudah mendapatkan acc atau legalitas BPJS.

Jika fasiltias kesehatan masih terdapat di rumah sakit setempat (dalam gedung yang sama), misalnya apotek, lab dan lain-lain, kemudian menuju lokasi tersebut untuk mendapatkan pelayanan dengan menyerahkan formulir pengantar dari dokter yang sudah di stempel BPJS. Biaya akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.

Rr




Menlu Retno Akan Buka Rakornis Kemenlu di Mataram

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dijadwalkan membuka kegiatan rapat koordinasi teknis (Rakornis) Kementerian Luar Negeri yang akan diselenggarakan Rabu (29/3) hingga Jumat (31/3) di Mataram, NTB.

Fahri Sulaiman. (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Rakornis akan membahas masalah Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, dan  melibatkan para pemangku kebijakan dari empat Provinsi, antara lain Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Pejabat Fungsional Diplomat Kemenlu, Fahri Sulaiman mengatakan, empat Provinsi ini dinilai paling banyak bermitra dengan Kemenlu dalam menangani permasalahan WNI di luar negeri, khususnya TKI.

“Rencananya ibu Menteri yang akan membuka sekaligus menjadi keynote speaker. Tujuan pertemuan ini lebih pada penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, khususnya Kementerian Luar Negeri dengan pemangku kepentingan di daerah,”  kata Fahri, Selasa (28/3) dalam keterangan pers di hotel Santika Mataram.

Menurut Fahri, salah satu prioritas pemerintah, sebagaimana tercantum dalan Nawa Cita adalah perlindungan WNI di luar negeri.

Prioritas tersebut terefleksi dalam empat pilar kebijakan luar negeri Indonesia yang salah satunya, memastikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada WNI.

Selain melalui perbaikan pelayanan publik di luar negeri, juga memberikan bantuan kekonsuleran bagi WNI yang menghadapi permasalahan di luar negeri. Baik masalah pidana, perdata, ketenagakerjaan maupun keimigrasian,” katanya.

Ia memaparkan, sepanjang 2016 lalu, Kemenlu menangani 17.928 kasus WNI di luar negeri.

Dari jumlah itu, sebanyak 12.373 kasus atau 69,01 persen berhasil diselesaikan. Dari angka tersebut, sebanyak 9.450 adalah kasus TKI yang bekerja pada perorangan yakni rumah tangga dan 602 kasus TKI yang bekerja di kapal ikan berbendera asing.

“Ketika menyelesaikan berbagai kasus itu, selain mengandalkan dukungan 142 perwakilan RI di luar negeri, dukungan berbagai pemangku kepentingan di daerah juga sangat penting,” kata Fahri.

 AYA




Jelang Libur Nyepi, 234 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Jasa Marga mencatat, terjadi peningkatan lalu lintas sebesar 7,94% dari jumlah lalu lintas normal sekitar 217 ribu kendaraan. Dengan peningkatan itu, berarti sekitar 234 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek jelang Hari Raya Nyepi Tahun 2017.

Dwimawan Heru,
AVP Corporate Communication
(foto: Ist)

JAKARTA.lombokjournal —  Ratusan ribu kendaraan itu meninggalkan Jakarta tepatnya pada periode 24-26 Maret 2017.  Liburan keluar Jakarta ratusan ribu kendaraan itu djelaskan AVP Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru.

Diuraikannya puncak arus lalu lintas mudik melalui GT Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek terjadi pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2017 dengan peningkatan lalu lintas sebesar 10,5% dari lalu lintas normal yaitu sekitar 88 ribu Kendaraan.

Jasa Marga memperkirakan puncak arus balik jatuh pada hari Selasa, 28 Maret 2017. “Prediksinya total lalu lintas pada GT Cikarang Utama mencapai 82 ribu kendaraan atau naik 10,8% dari lalu lintas normal 74 ribu kendaraan,” kata Dwi, melalui rilis pers yang diterima Lombok Journal, Senin (27/3).

Ia memaparkan, Jasa Marga mengantisipasi kepadatan di GT Cikarang Utama dengan melakukan optimalisasi 21 gardu Exit, mereversibel 4 gardu yang dioperasikan ketika mengalami kepadatan (mengurangi jumlah gardu entrance).

Dalam kondisi darurat untuk meningkatan kapasitas transaksi di Gerbang Tol dilakukan optimalisasi kapasitas GTO, yaitu dengan mekanisme transaksi non tunai pada GTO menjadi transaksi tunai atau tapping e-Toll yang dilakukan petugas Pengumpul Tol.

“Kami menghimbau kepada pengguna jalan agar mengantisipasi perjalanan melalui informasi kondisi lalu-lintas terkini,” paparnya.

Informasi terkini itu bisa diakses melalui Jasa Marga Traffic Information Center 14080,  Twitter @PTJASAMARGA, Live Streaming di situs www.jasamargalive.com, serta Mobile Apps “JMCARe”.

AYA




PLN Jamin Listrik Tak Padam Saat UNBK di NTB

PT PLN (Persero) wilayah Provinsi NTB, berkomitmen mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di NTB yang akan berlangsung pada bulan April mendatang.

MATARAM.lombokjournal.com —  PLN juga menjamin tidak akan terjadi pemadaman listrik saat UNBK berlangsung nantinya.

“Listrik NTB sedang surplus, untuk pelaksanaan UN dari ketersediaan daya tidak ada masalah,” kata Manajer SDM dan Umum PLN Wilayah NTB, Deddy Hidayat, melalui rilis pers yang diterima Lombok Journal, Senin (27/3) di Mataram.

Dipaparkan, saat ini pasokan daya di sistem kelistrikan Lombok, Sumbawa, dan Bima dalam keadaan surplus.

Untuk sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 260 MW dengan beban puncak mencapai 218 MW, sistem Sumbawa memiliki daya mampu sebesar 46,5 MW dengan beban puncak sebesar 41,6 MW, sementara untuk sistem Bima memiliki daya mampu sebesar 46 MW dengan beban puncak sebesar 42,8 MW.

“Dari sisi jaringan, PLN juga telah melakukan pemeliharaan secara rutin. Sehingga pada saat pelaksanaan UNBK nantinya, PLN menjamin tidak akan ada padam karena pemeliharaan,” katanya.

Deddy mengatakakn, PLN juga akan mengoptimalkan jaringan listrik ke sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK.

ebagai upaya antisipasi, PLN juga meminta kepada sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK agar berkoordinasi dengan PLN.

“Koordinasi penting, agar kami juga bisa bantu mengecek kesiapan listrik di sekolah. PLN akan memperhitungkan beban listriknya. Khawatirnya, beban listrik lebih besar dari daya yang dimiliki sekolah,” tukas Deddy.

Kendati pasokan listrik NTB aman, sebagai antisipasi PLN berharap pihak sekolah juga tetap menyiapkan genset sebagaimana yang telah dipersyaratkan bagi sekolah penyelenggara UNBK.

“(Penyediaan genset) Antisipasi saja, meskipun daya dan jaringan siap, gangguan eksternal, misalnya hujan angin atau gangguan binatang bisa saja menyebabkan aliran listrik terganggu,” kata Deddy.

Dari data yang diperoleh PLN, UNBK yang dilaksanakan di NTB diikuti oleh 109 sekolah pada tingkat SMP, 207 SMA/MA, dan 166 SMK.

Untuk UNBK tingkat SMA akan berlangsung pada tanggal 10-13 April 2017 sedangkan untuk SMK berlangsung pada tanggal 3-6 April 2017. Pada tingkat SMP, UNBK akan dilaksanakan pada tanggal 2-8 Mei 2017.

GRA




Delapan Penerbangan Lombok-Denpasar Tak Beroperasi Saat Nyepi

Sedikitnya delapan jadwal penerbangan Lombok-Denpasar, Bali, melalui Lombok International Airport (LIA) menuju Bandara Ngurah Rai, dijadwalkan tidak beroperasi pada saat hari raya Nyepi, Selasa (28/3) nanti .

MATARAM.lombokjpurnal.com — “Ada delapan penerbangan ke Ngurah Rai di Denpasar, Bali yang tidak beroperasi Selasa (28/3) besok karena menghormati hari raya Nyepi di Bali,” kata humas PT Angkasa Pura I, Lombok International Airport, Putri Muslimah, Senin (27/3) di Mataram.

Ia menjelaskan, penerbangan itu antara lain  Garuda GA 7049 (jadwal berangkat pukul 06.15 Wita), Wings Air IW 1857 (Berangkat pukul 07.15 Wita), IW 1853 (Berangkat pukul 10.00 Wita), IW 1851 (Berangkat pukul 11.45 Wita), Garuda GA 451 (Berangkat pukul 13.05 Wita), GA 437 (Berangkat pukul 17.25 Wita), Wings Air IW 1963 (Berangkat pukul 17.40 Wita), serta Lion JT 955 (Berangkat pukul  18.15 Wita)

Menurut Putri, jadwal delapan penerbangan itu akan kembali beroperasi normal pada Rabu (29/3) setelah Nyepi.

Putri mengatakan, meski delapan penerbangan itu tidak beroperasi saat Nyepi, namun 29 penerbangan ke daerah lain seperti Jakarta, Surabaya, Yogya, Solo, dan juga penerbangan internasional ke Malaysia dan Singapura, tetap berjalan normal di LIA.

“29 penerbangan lain melalui LIA tetap beroperasi normal. Hanya delapan yang ke Bali yang tidak beroperasi karena Nyepi,” kata Putri.

GRA




Pawai Ogoh-Ogoh Dilepas Walikota Mataram

 Walikota Mataram, TGH Ahyar Abduh, melepas pawai ogoh-ogoh dalam parade ogoh-ogoh, Senin siang (27/3) di Kota Mataram.

Walikota Mataram, TGH Ahyar Abduh, menyaksikan jalannya pawai ogoh-ogoh di Kota Mataram.(foto: GRA)

MATARAM.lombokjournal.com —  Selain memperkuat silahturahmi antar umat beragama di Kota Mataram, pawai ogoh-ogoh yang sudah rutin terselenggara sejak belasan tahun lalu, saat ini juga menjadi daya tarik wisata tersendiri.

“Ini menjadi ajang silahturahmi masyarakat Kota Mataram, dan NTB secara umum, apapun latar belakang agamanya. Toleransi dan

semangat kebersamaan ini membuktikan bahwa warga Kota Mataram yang heterogen  bisa saling menghargai dan hidup rukun berdampingan antar agama, antar etnis,” kata Ahyar Abduh, saat membuka pawai ogoh-ogoh.

Ahyar mengatakan, seperti tahun sebelumnya, perayaan hari raya Nyepi dan tahun baru Saka 1939, yang jatuh pada Selasa (28/3) di Kota Mataram diharapkan berjalan dengan penuh kedamaian.

“Bagi umat hindu selamat merayakan Nyepi, dan umat lainnya marilah kita ikut menghargai. Sebab sejak dulu pemerintah Kota Mataram sangat mendukung dan respek terhadap perayaan dan hari-hari besar setiap agama,”katanya.

Seremoni pelepasan ogoh-ogoh, Senin (27/3) dilakukan di depan kantor Lurah Cakranegara, Kota Mataram, dihadiri Ketua Pengurus Krama Pura Meru Cakranegara, jajaran PHDI NTB, dan sejumlah pejabat Kota Mataram.

Ratusan ogoh-ogoh melintasi jalur sepanjang 4 Km di jalan Pejanggik hingga jalan Selaparang, yang juga merupakan jalur utama pusat pertokoan di Kota Mataram.

Ribuan penonton memadati sepanjang jalur itu. Para penonton datang dari Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Barat, dan juga ada wisatawan domestik dan mancanegara.

Ketua Panitia Ogoh-Ogoh Mataram, Anak Agung Made Jelantik mengatakan, sedikitnya 150 ogoh-ogoh ikut tampil dalam pawai tahun ini. Ini meningkat dibangding tahun lalu yang hanya 125 ogoh-ogoh.

“Dari segi jumlah dan bentuknya, ada peningkatan tahun ini. Kita lihat penonton dan wisatawan yang melihat juga lebih banyak,” kata Anak Agung.

Menurut dia, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, konsep bahan membuat ogoh-ogoh mulai tahun ini juga menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Ketua Majelis Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB, I Gede Mandra menjelaskan, pawai ogoh-ogoh merupakan rangkaian kegiatan umat Hindu dalam menyembut hari raya Nyepi dan Tahun Baru 1939 Saka.

“Ogoh-ogoh ini merupakan bagian upacaraTawur Kesanga, untuk menyelaraskan hubungan antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia, dan manusia dengan Tuhan yang maha kuasa,” katanya.

Dijelaskan, ogoh-ogoh dengan bentuk raksasa atau merupakan simbol “Buta Kala” yang melambangkan ketidakselarasan antara makro kosmos atau alam dengan mikro kosmos atau manusia dan mahluk hidup lainnya. Setelah diarak dalam pawai, ogoh-ogoh akan dimusnahkan di masing-masing pura lingkungan di Kota Mataram.

“Ketidakselarasan ini yang harus kembali diseimbangkan. Ogoh-ogoh yang

melambangkan sifat buruk manusia, selanjutnya akan dilebur dalam upacara Tawur Agung sebelum pelaksaan Nyepi. Ini sebagai bentuk kesyukuran umat pada Tuhan, bahwasanya kita masih diberi kesempatan  memperbaiki diri,”katanya.

Ia menjelaskan, pada Selasa (28/3) atau puncak hari raya Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata yakni Amati Geni (Tidak Menyalakan Api), Amati Karya (Tidak bekerja), Amati Lelungan (Tidak Bepergian),dan Amati Lelanguan (Tidak bersenang-senang).

“Pada saat Nyepi, umat bisa melakukan introspeksi dengan bermeditasi agar ke depan menjadi lebih baik lagi,”katanya.

GRA




Nyepi, Pelabuhan Lembar Ditutup Sehari

Pelabuhan penyeberangan Lembar, Lombok Barat, NTB yang menghubungkan arus transportasi darat dengan Bali melalui penyeberangan Padangbai, Bali, akan ditutup sehari selama perayaan hari raya Nyepi Tahun Caka 1939, yang jatuh pada Selasa (28/3).

Supervisor ASDP Lembar, Windra S.(foto: AYA)

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Penutupan pelabuhan selama sehari pernuh itu  untuk menyambut Hari raya Nyepi. “Dalam rangka hari raya Nyepi, Lembar akan mulai kita tutup Selasa besok pukul 06.00 Wita, hingga Rabu,” kata Supervisor PT ASDP Pelabuhan Lembar, Windra, Senin (27/3) di Lombok Barat.

Ia menjelaskan, penutupan dilakukan berdasarkan surat Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Lembar tentang penutupan sementara operasional pelabuhan pada Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939.

Aktivitas penyeberangan Lembar-Padangbai, papar Yasin akan kembali normal pada Rabu pagi (29/3) nanti.

Menurut dia, aktivitas pelabuhan Lembar saat ini sudah mulai sepi, sebab sosialisasi penutupan dalam rangka Nyepi sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya.

“Ini juga kan rutin setiap tahun sehingga para penumpang juga sudah memahami,” katanya.

AYA




2.500 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Kota Bima

Banjir bandang kembali melanda wilayah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak Minggu sore (26/3), akibat curah hujan tinggi.

Banjir akibat hujan deras dan luapan air Sungai Rontu Bima, Minggu sore (26/3)(Foto/Ist)

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sedikitnya 22 Kelurahan di 5 Kecamatan di Kota Bima terdampak banjir, dan menyebabkan lebih dari 2.500 jiwa masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Data terakhir dari BPBD Kota Bima, tercatat ada sekitar 22 keluraha di lima kecamatan terdampak dengan 2.500 jiwa mengungsi,” kata Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum, Senin (27/3) di Mataram.

Ia menjelaskan,  banjir mulai terjadi di Kota Bima sejak Minggu sore setelah hujan intensitas tinggi terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, dan hujan baru berhenti Minggu malam (26/3) sekitar pukul 23.30 Wita.

Curah hujan tinggi itu membuat sungai Padolo dan sungai Salo, dua sungai utama di Kota Bima meluap dan masuk ke pemukiman dan areal persawahan.

Berdasarkan data BPBD NTB, wilayah terdampak banjir di Kota Bima antara lain 4 Kelurahan Kumbe, Dodu, Nungga, Kodo (Kecamatan Rasanae Timur), Kelurahan Penaraga, Kendo, Ntobo (Kecamatan Raba), Kelurahan Penatoi, Lewirato, Sadia, Mande, Manggemaci, Monggonao, Panggi, Matakando (Kecamatan Mpunda), Keluarahan Tanjung, Paruga, Dara, Sarae, Pane, Nae (Kecamatan Rasanae Barat),  dan Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota.

Rum mengatakan, hingga Senin (27/3) tercatat setidaknya 15 titik pengungsian di lokasi terdampak banjir. “Masyarakat mengungsi ke tempat lebih aman seperti di Masjid, bangunan sekolah, dan juga sudah dibuka lokasi di kantor Walikota Bima,” kata Rum.

BPBD NTB dan Kota Bima, papar Rum, sudah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak terutama di titik pengungsian.

AYA




Naik Pesawat, Pemeriksaan Barang Elektronik Akan Diperketat

Barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat.

JAKARTA.lombokjournal.com —  Pemeriksaan terhadap barang elektronik tersebut harus sudah  dilakukan di dalam bandara sebelum penumpang naik ke dalam pesawat.

Keamanan penerbangan merupakan satu kesatuan dengan keselamatan penerbangan. Untuk itu pengamanan terhadap barang-barang yang berpotensi dapat menganggu keselamatan penerbangan harus diperketat.

“Termasuk di antaranya terhadap barang elektronik yang akan dibawa ke dalam kabin pesawat,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso, lewat rilis yang diterima Lombok Journal, Minggu (26/3).

Menurutnya, pemerintah  melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengirimkan  kembali Surat Keputusan  Direktur Jenderal Perhubungan Udara kepada seluruh pengelola Bandara dan mengingatkan bahwa keamanan barang elektronik penumpang,  dalam pelaksanaanya diatur melalui ketentuan tertentu.

Ketentuan tersebut adalah Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara no. SKEP/ 2765/ XII/ 2010, dan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara no. SE.6 Tahun 2016.

Menurut Agus, pengamanan tersebut sudah sesuai dengan Undang-undang no. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

“Pengamanan ketat terhadap barang-barang elektronik di dalam kabin dilakukan dalam upaya mengantisipasi aksi terorisme menggunakan perangkat elektronika tersebut,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tindakan pengamanan yang lebih ketat sebelumnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat, Kanada dan Inggris terhadap beberapa penerbangan maskapai tertentu dari  bandara di negara tertentu di Timur Tengah dan Turki menuju bandara di Amerika Serikat, Kanada dan Inggris.  Yaitu  pelarangan membawa laptop ( komputer jinjing) dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) dalam kabin pesawat.

“Namun sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum memiliki aturan mengenai larangan membawa laptop dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) ke dalam kabin pesawat.  Untuk saat ini barang-barang elektronik tersebut boleh dibawa ke kabin namun  harus dikeluarkan dari tas dan diperiksa melalui mesin x-ray,” lanjut Agus.

Ia memaparkan, dalam SKEP/ 2765/ XII/ 2010 disebutkan tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara dan Barang Bawaan yang Diangkut dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan.

Dalam Pasal 23 butir b, point  3 pada SKEP 2765/XII/2010  disebutkan  bahwa laptop dan barang elektronik lainnya dengan ukuran yang sama dikeluarkan dari tas/ bagasi dan diperiksa melalui mesin x-ray.

Sedangkan  SE 6 Tahun 2016 mengatur tentang Prosedur Pemeriksaan Bagasi dan Barang Bawaan yang Berupa Perangkat  Elektronik yang Diangkut dengan Pesawat Udara.

Dalam surat edaran tersebut, diinstruksikan pada semua kepala bandar udara di Indonesia untuk memastikan barang elektronik seperti laptop (komputer jinjing) dan barang elektronik lain harus dikeluarkan dari bagasi atau tas jinjing dan diperiksa melalui mesin X-Ray.

Jika dalam pemeriksaan dengan menggunakan mesin X-Ray tersebut masih membuat ragu petugas pemeriksa barang (X-Ray operator), harus dilakukan pemeriksaan secara manual.

“Jika kepala bandara tidak melaksanakan ketentuan seperti surat edaran tersebut, akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” kata Agus.

AYA