Bob Dylan, Akhirnya Datang ke Stockholm Terima Nobel Sastra

Penyanyi gaek asal Amerika yang disebut “sopan” tapi “sombong” itu akhirnya datang ke Stockholm, menerima medali emas dan sertifikat Nobel dalam upacara yang dihadiri 12 anggota Akademi Swedia.

Lombokjournal.com Minggu, 2 April 2017 16.13 WIB

Bob Dylan muda

Berbulan-bulan pasca Akademi Swedia mengumumkan Bob Dylan, 75, sebagai pemenang hadiah Nobel Sastra 2016, muncul ketidakpastian dan kontroversi. Akhirnya penyanyi gaek yang lirik-lirik lagunya penuh renungan dan bernada protes itu datang ke Stockholm, Swedia.

Dylan menerima Penghargaan Nobel 2016 di bidang sastra di sebuah upacara dibubuhi sampanye dalam suasana penuh canda, hari Sabtu (01/04) waktu setempat. Medali Nobel diserahkan kepada Dylan yang disebut sebuah “upacara pribadi di Stockholm” yang dihadiri 12 anggota akademi. Peristiwa itu diposting Sara Danius, sekretaris tetap akademi dalam sebuah blog.  Upacara dengan sampanye itu berlangsung dalam semangat tinggi.

Pemberian penghargaan itu berlangsung di lokasi rahasia sebelum konser pertama Dylan di Stockholm, rangkaian perjalanan tour pertamanya di Eropa yang direncanakan untuk album terbarunya. Konser kedua jatuh pada Minggu.

Dylan mendapat kehormatan “karena telah menciptakan kenaruan ekspresi puitis (melalui lirik-lirik lagunya) dalam tradisi lagu Amerika,” kata komite Nobel ketika penghargaan itu diumumkan Oktober lalu.

Namun, bahkan Dylan sendiri “meragukan” kemenangannya meraih Nobel. Ia berdiam diri berminggu-minggu setelah diumumkan sebagai pemenang, dan ia saat ditanya mengapa tidak menanggapi panggilan Academy, ia bereaksi apa adanya, “Yah, aku ada di sini,” katanya pada wartawan.

Reaksi misteriusnya memicu anggota Academy Per Wastberg menyebutnya sebagai orang yang “sopan” tapi “sombong”.

Mungkin saja Dylan memang merasa tak layak memenangkan Nobel di bidang Sastra.

“Aku sama sekali tidak pernah punya waktu untuk bertanya pada diri sendiri, apa lagu-lagu saya bernilai sastra ?’” kata Dylan dalam pidato ucapan terima kasih yang dibacakan Duta Besar AS untuk Swedia dalam upacara Nobel, bulan Desember di Stockholm.

Dia tak menghadiri acara tersebut, karena sedang terikat komitmen yang tak mungkin ditingglkan. Tapi Dylan belakangan minta maaf tak menghadiri perayaan itu. Sebab ia mengaku terkejut memperoleh kehormatan yang sama kepada tokoh besar sastra yang dikaguminya, seperti Ernest Hemingway dan Albert Camus.

“Jika ada yang pernah memberitahu saya, bahwa saya berkesempatan sedikit saja memenangkan Hadiah Nobel, saya harus berpikir sama tentang peluang seperti berdiri di bulan,” tambahnya.

Akademi Swedia mengakhiri spekulasi berkepanjangan mengenai kemenangan Nobel penyanyi 75 tahun itu. Dan menggunakan kesempatan persinggahan konser di Stockholm untuk memberikan medali emas dan sertifikat kepada Dylan.

Pihak Akademi Swedia menegaskan, tak sedikit waktu dihabiskan guna mencermati peraih medali emas Nobel, dengan gambar pria muda duduk di bawah pohon salam yang mendengarkan The Muse, yang diambil dari Aetneid-nya Virgil. Tertulis prasasti: ‘Inventas vitam iuvat excoluisse per artes.’ Tterjemahan bebasnya ‘Dan mereka menjadikan kehidupan di bumi  ini lebih layak dengan karya cipta yang baru ditemukannya.’

Bob Dylan muda

Bob Dylan merupakan musisi dan penulis lagu pertama yang menerima penghargaan bergengsi itu. Dylan disejajarkan dengan paraih nobel sastra sebelumnya termasuk Thomas Mann, Samuel Beckett, Gabriel Garcia Marquez dan Doris Lessing.

Dylan belum memberikan ‘ceramah’ sebagai bagian tradisi bagi penerima Nobel – salah satu persyaratan menerima delapan juta kronor (837.000 euro, $ 891.000) yang diberikan bersama penghargaan.

Ia punya waktu hingga 10 Juni mendatang untuk memberikan ceramahnya, bisa dalam bentuk  apapun dari pidato singkat prestasinya, melalui video atau sebuah lagu. Kalau itu tak berlangsung, ia akan kehilangan hadiah uang. “Akademy memiliki alasan untuk percaya, versi yang direkam akan dikirim di lain waktu,” kata Danius.

Beberapa anggota Academy, termasuk Danius, hadir di konser Dylan, yang mengenakan topi putih, bergaya Barat blazer hitam dan sepatu bot koboi, menampilkan Love Sick dan Full Moon dan Empty Arms, bagian dari playlist hit yang ditulisnya sendiri

Penampilannya mendapat sambutan meriah, penonton berulang kali menghormatinya dengan tepuk tangan berdiri (standing ovations), terutama saat ia bermain harmonika. Namun dalam penampilan itu, Dylan tidak mengatakan apapun tentang penghargaan Nobel.

Lars Sjoblom, 65 tahun teknisi suara dan cahaya, mengaku tumbuh dengan musik Dylan tetapi “sangat terkejut” bahwa Dylan tidak mengatakan apapun tentang Nobel. “Saya datang ke sini untuk mendengarkan apa yang dia katakan tentang Yayasan Nobel dan kepada orang-orang Swedia,” kata Sjoblom. “Saya pikir dia bisa menunjukkan rasa hormat bagi Swedia untuk mengatakan ‘terima kasih’.”

Roman Emsyair

(Sumber : The Guardian)




Menhub Ajak Himpuni Bersinergi Dengan Program Kemenhub

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir dan memberikan arahan dalam acara Musyawarah Nasional I Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MUNAS I HIMPUNI)

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Menhub mengajak ikatan alumni universitas yang tergabung dalam Himpuni untuk dapat bekerjasama dalam mensukseskan program Kementerian Perhubungan.

Program unggulan Kemenhub adalah program tol laut untuk konektivitas antar wilayah, serta mengurangi disparitas harga antara wilayah barat dan timur. Jumlah rute pelayaran di program tol laut saat ini ada 11 rute dan akan ditambah sebanyak 2 rute pada tahun 2017.

MUNAS I HIMPUNI  itu bertema ‘Bersatu Menjadi Bangsa Pemenang’ di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (1/4) di Senggigi, Lombok Barat. Kedatangan Menhub merupakan awal kunjungan kerjanya  di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Menhub berharap Himpuni dapat bekerja sama mensukseskan pelaksanaan program-program Kemenhub. “Program kemenhub  yaitu tol laut, pembangunan kapal untuk pelayaran rakyat serta pendidikan vokasi bidang pelayaran untuk pemuda pemudi Indonesia,” jelasnya dalam acara yang dibuka Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan dihadiri Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi dan Ketua DPRD NTB Isvie Rupaeda.

Selain itu, program Kemenhub lainnya adalah pemberian bantuan 100 kapal pelayaran rakyat (pelra) guna mendukung transportasi laut ke daerah-daerah yang tidak dilayani kapal perintis.  Kemenhub mendorong usaha masyarakat pada kapal-kapal tradisional yang mengangkut komoditas bahan pokok atau barang lainnya.

“Kemenhub akan mendorong galangan kapal tradisional untuk ikut membangun kapal-kapal pelra tersebut,” kata Budi Karya Sumadi.

Program lainnya adalah pengembangan sekolah vokasi atau diklat pemberdayaan masyarakat di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP). Tujuannya mengurangi angka pengangguran di Indonesia serta meningkatkan pengetahuan dalam bidang pelayaran.

Tahun ini Kemenhub menganggarkan 300 milyar rupiah untuk mendidik 50.000 orang peserta di seluruh Indonesia . Menhub yakin, program-program Kemenhub dapat bersinergi dengan kemampuan yang dimiliki universitas yang tergabung dalam Himpuni.

“Sinergitas antara program Kemenhub dan keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing universitas dalam Himpuni ini dapat mencapai sasaran untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tegas Menhub.

AYA




Amdal dan Izin Reklamasi Gili Mas Lengkap

Dokumen analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan izin reklamasi untuk proyek pembangunan pelabuhan Gili Mas di Lombok Barat sudah lengkap

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan itu saat meninjau lokasi pembangunan pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Sabtu (1/4).

Proses pembangunan pelabuhan Gili Mas sendiri diperkirakan bisa selesai tepat waktu.

“Kita sudah selesaikan semua izin dan amdal untuk dermaga cruise dan kontainer, pelabuhan Gili Mas,” kata Menhub Budi.

Menurutnya, pelabuhan Gili Mas akan menyediakan dermaga Kapal Pesiar jenis Cruise yang ditargetkan selesai pembangunannya pada 2018 mendatang.

Sementara untuk dermaga Kapal Barang dan terminal Kontainer ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.

Menhub Budi menjelaskan, pembangunan pelabuhan Gili Mas sangat strategis untuk kelancaran arus trafic angkutan laut, dari dan menuju Lombok.

“Saat ini di Lombok hanya mengandalkan Lembar yang trafiknya sudah luar biasa dan kapasitasnya melebihi. Itu sebabnya dibangun  satu proyek protektif yaitu pelabuhan Gilimas,” katanya.

AYA




Festival Budaya Dengan Hadiah 12 sepeda Motor

Berbeda dengan event Parade Budaya Sasak tahun lalu, dalam penyelenggaraan event ‘’Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017’ disediakan hadiah-hadiah di tiap titik atau tempat penyelenggaraan

Brand Manager Kopi Ya Susu, Wieyono Santoso. (oto: Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com —  Sejalan dengan semangat Ya Susu memberi apresiasi pada masyarakat Lombok, dalam event ‘Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017’ sudah disiapkan grand prize atau hadiah yang cukup bergengsi yaitu sepeda motor Beat.

“Hadiah Beat itu diberikan di tiap tempat atau titik penyelenggaraan festval,” kata Dewa Adhy, Regional Promotion Manager kopi Ya Susu Area NTB-Nusra Ardhy, pada wartawan Jum’at (31/03) siang.

Berarti kalau penyelenggaraan itu berlangsung di 12 titik di empat kabupaten (Lombok Utara, Lombok Barat, Lpmbok Tengah dan Lombok Timur), maka disediakan sebanyak 12 sepeda motor Beat. Bandingkan, kalau penyelenggaraan Parade Budaya tahun lalu cuma diberikan hadiah kulkas.

Tidak cuma sepeda motor, masih ada hadiah lain yang disediakan seperti TV Led 32 Inch, Kulkas 1 pintu dan magic com.

Dewa Ardhy menjelaskan, untuk mendapatkan hadiah tersebut caranya mudah. Penonton cukup membeli produk Ya Susu sebanyak 2 renteng seharga Rp15 ribu, selama event berlangsung.  Konsumen akan mendapat kupon yang nantinya akan diundi  untuk memperebutkan hadiahnya.

Pengundian dilakukan di akhir acara.  Itulah cara kopi Ya Susu agar tetap menjadi kopi pilihan masyarakat Lombok. Selain menggelar program melestarikan seni budaya, sekaligus menghibur masyarakat.

Dengan pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan event, diharapkan terjalin komunikasi positi antara kopi Ya Susu dengan masyarakat.

“Ya susu konsisten mengedukasi masyarakat sasak dengan budayanya dalam tiap event yang diselenggarakan,” kata Brand Manager kopi ya Susu, Wieyono Santoso.

Berikut venue atau lokasi event ‘Festival Budaya sasak Ya Susu 2017;

  1. Lombok Utara di Bayan (1 April) dengan program CSR, Air Bersih; Tanjung (15 April) dengan program CSR, Perpustakaan
  2. Lombok Barat di Kediri (07 Okt) dengan program CSR, Air Bersih. Di Narmada (21 Okt) dengan program CSR, Gapura;.
  3. Lombok Tengah di Kopang (12 Agst) dengan program CSR, GAPURA; Pringgarata (26 Agst) dengan program CSR, Air bersih; di Batukliang (09 Sept) dengan program CSR, Air Bersih; di Praya (23 Sept) dengan program CSR, Perpustakaan.
  4. Lombok Timur di Aikmual (15 Juli) dengan program CSR, Air Bersih; di Pancor/Selong (29 Juli) dengan program CSR, Air Bersih; di Apitaik (13 Mei) dengan program CSR, Gapura; di Labuhan Lombok (29 Agst) dengan program CSR, Air Bersih.

Rr




Kopi Ya! Susu;  Libatkan Masyarakat Gelar FESTIVAL BUDAYA SASAK

Pelestarian Budaya Sasak yang dikemas dalam event pertunjukan tari, wayang dan musik khas Sasak, digelar ‘Ya Susu’ sejak awal April di empat kabupaten di Lombok.

Dewa Adhy, Regional Promotion Manager kopi Ya Susu Area NTB-Nusra

MATARAM.lombokjournal.com —  Gebrakan Ya Susu tahun 2017 merupakan bentuk pelestarian seni dan budaya Sasak. Tahun 2016 produk susu yang diminati masyarakat Lombok ini bertajuk ‘Parade Busaya Sasak Ya Susu’.

Tapi beda dengan sebelumnya, gelar ‘Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017’ ini akan megajak dan melibatkan masyarakat dalam seluruh rangkaian acara.

“Jadi  masyarakat tidak sekedar nonton pertunjukan, lantas pulang. Sejak penyusunan materi acara masyarakat sudah dilibatkan. Termasuk melakukan koordinasi dan persiapan tampil,” jelas Dewa Adhy, Regional Promotion Manager Ya Susu Area NTB-Nusra, pada wartawan di Mataram, Jum’at (31/03) siang.

Pelibatan masyarakat itu bisa membuat  masyarakat memiliki kebanggaan. “Ada kebanggaan warga terlibat dalam kegiatan besar. Ini menumbuhkan rasa memiliki,” kata Adhy.

Contohnya lomba panjat pinang, sejak awal penyelenggaraannya sudah melibatkan masyarakat. Lomba panjat pinang yang selama ini menjadi ikon lomba 17 Agustus, akan dilestarikan di Lombok sebagai bentuk lomba orisinil.  Soal pelestarian ini juga tampak dalam pertunjukan, tari rebana dipilih untuk menampilkan masyakat setempat tampil di atas panggung.

Dalam penye;enggaraan event kali ini memang ‘Ya Susu’ ingin menampilkan yang kental Sasak. Termasuk artis penghibur yang akan ditampilkan bukan mengambill artis luar, tapi artis lokal yang populer. Seperti  diketahui, artis Lombok yang saat ini sangat digemari adalah Jhon Kursi Roda dan pasangannya  Erni yang album lagunya selalu laris di pasaran.

Jhon Kursi Roda dan Erni akan tampil di seluruh area event Festival Budaya Sasak, masing-masing di Lombok Utara : 2 lokasi, LLombok Barat : 3 losi, Lombok Tengah : 3 lokasi, serta Lombok Timur 4 lokasi. “Bukan artis luar yang kita datangkan, tapi artis yang besar dari lokal. Ingat kita, ingat dangdutnya,” kata Dewa Ardhy.

Dalam penjelasan pada wartawan, Dewa Adhy didampingi Wieyono Santoso, Brand Manager Nasional, Heriyanto Tan, Distributor Area Lombok dan owner CV Daya Abadi, serta Dedi Sitorus, Supervisor Promotion Area NTB.

Menurut Dewa Adhy, penyelenggaraan event Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017, merupakan bentuk apresiasi Ya Susu pada warga Lombok.  Sebab  masyarakat Lombok selama ini memilih kopi Ya Susu sebagai produk kopi yang dinikmati tiap hari.

Brand Manager Ya Susu, Wieyono Santoso, saat bicara mengungkapkan, masyarakat Lombok yang memilih Ya Susu terbukti dalam penyelenggaran event Para Budaya Sasak Tahun 2016.  Di tiap titik atau tempat penyelenggaraan event, tanggapan masyarakat Lombok terhadap penampilan seni budayanya luar biasa.

BACA ; Festival Budaya Dengan Hadiah 12 Sepeda Motor

Hal itu membuat pihaknya meningkatkan event tersebut menjadi ‘Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017’.  “Memang penting sekali event yang mengedukasi masyarakat melalui budaya dan sejarahnya. Ini makin memperkuat identitas masyarakat Lombok,” kata Wieyono.

Menurutnya, masyarakat Lombok bangga dengan seni budayanya. “Dengan event ini kami juga bermaksud makin mendekatkan kopi Ya Susu dengan masyarakat Lombok,” katanya.

Corporate Social Responcibility (CSR)

Kepedulian Ya Susu dalam penyelenggaraan event Festival Budaya Sasak 2017 ini bukan hanya dari sisi budaya, tapi juga pada lingkungan sosial melalui program CSR. Program CSR merupakan bentuk tanggung jawab atau kepedulian perusahaan produsen Ya Susu pada seluruh masyarakat, khususnya yang selama ini merupakan konsumen

Opsi program CSR Ya Susu yaitu PERPUSTAKAAN DESA; yakni pembangunan fasilitas desa berupa Perpustakaan Desa (meliputi renovasi bangunan, inventaris, pengadaan buku dan lain-lain). Renovasi GAPURA DAN PEMASANGAN PAPAN JALAN; yakni pebaikan Gapura (memperkuat identitas desa), dan pemasangan papan nama jalan. Dan opsi berikutnya AIR BERSIH; pengadaan air bersih melalui sumur air bawah tanah, untuk membantu daerah yang membutuhkan air bersih

“Dalam pelaksanaan program CSR kita mengacu kebutuhan desa,” jelas Dewa Ardhy.

Rr




Pelayanan WNI di Perwakilan Luar Negeri Harus Berbasis IT

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menekankan agar pelayanan kebutuhan Warga Negara Indonesia (WNI) di kantor perwakilan RI di luar negeri dilakukan dengan layanan berbasis IT, online dan dengan sistem pembayaran non tunai.

MATARAM.lombokjournal.com — “Pelayanan publik di perwakilan RI di luar negeri harus ditingkatkan. Harus ramah, aman, murah, dan cepat,”kata Menlu Retno, Jumat sore (31/3),  saat menghadiri Rakor Teknis Perlindungan WNI, di hotel Santika Mataram, NTB.

Menlu Retno mengatakan, dalam peningkatan pelayanan itu setiap kantor perwakilan di luar negeri diminta menerapkan pelayanan berbasis IT dan online untuk memudahkan WNI yang berada di luar negeri mengurus keperluan kekonsulatan, seperti pembuatan paspor.

Selain itu, sistem pembayaran terhadap biaya layanan publik juga harus dilakukan dengan pola non tunai.

“Pelayanan harus berbasis IT. Jadi misalnya ada WNI mau urus dokumen kekonsulatan seperti paspor bisa daftar melalui SMS, WhatsApps, atau internet. Pembayaran juga harus non tunai melalui transfer Bank. Karena pembayaran tunai rentan resiko dan kutipan yang tidak perlu,” katanya.

GRA




300 Orang WNI Dilaporkan Disekap di Arab Saudi

Sekitar 300 orang warga negara Indonesia (WNI) yang hendak bekerja sebagai TKI di Arab Saudi, dilaporkan menjadi korban penyekapan di Kota Riyadh, Arab Saudi.

MATARAM.lombokjournal.com — Saat ini, Kementerian Luar Negeri RI tengah berkoordinasi dengan Kepolisian Arab Saudi untuk menangani laporan tersebut.

“Kami dapat laporan dua minggu lalu, itu ada sekitar 300 orang WNI yang hendak jadi TKI disekap di Arab Saudi. KBRI di sana sudah koordinasi dengan kepolisian Arab Saudi untuk melakukan penyelidikan,” kata Direktur  Perlindungan WNI Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal,  Jumat sore (31/3) di Mataram, NTB.

Ia memaparkan, 300 WNI yang disekap itu sebagian besar dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sebagian lainnya dari sejumlah provinsi lain.

Berdasarkan laporan yang diterima Kemlu, papar Iqbal, ratusan WNI itu direkrut menjadi TKI di Arab Saudi oleh sebuah perusahaan mega rekrutmen. Namun bukannya disalurkan, mereka justru disekap di penampungan TKI milik perusahaan mega rekrutment itu.

Laporan juga menyebutkan, selain disekap di tempat penampungan, ratusan WNI itu juga mendapak penyiksaan.

Ada beberapa isu yang berkembang, termasuk ada yang dibunuh dan dibuang. Tapi untuk detilnya belum bisa saya sampaikan karena ini dalam proses investigasi,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, kasus yang diduga kuat merupakan jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), saat ini tengah ditangani Kemlu melalui KBRI dan koordinasi bersama kepolisian Arab Saudi.

“Kami yakinkan bahwa KBRI di sana tentu sudah melakukan upaya yang terbaik  untuk melindungi mereka, dan pemerintah Arab Saudi juga memberi dukungan. Karena kasus ini jelas tindakan kriminal bagi pemerintah Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi,”katanya.

Menurut Iqbal, kerjasama penanganan kasus TPPO semacam ini sudah beberapa kali dilakukan Pemerintah RI dan Arab Saudi.

“Ini bukan pertama kali dan sudah beberapa kali kita kerjasama dengan polisi Saudi, bahkan pernah melakukan penggerebekan bersama,” katanya.

GRA




Kuota dan Tarif Ojek Online akan Diatur Pergub

Pemprov NTB tengah menyusun regulasi di sektor perhubungan darat berkaitan dengan operasional ojek online di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windia

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windia menjelaskan, regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub) itu akan mengatur tentang kuota kendaraan dan juga tarif ojek online yang beroperasi di wilayah NTB.

“Masalah ojek online angkutan kendaraan bermotor kita saat ini dalam proses menyusun peraturan gubernur terkait dengan kuota yang diperbolehkan beroperasi dan penentuan tarifnya,” kata Bayu, Jumat (31/3) di Mataram.

Menurutnya, Pergub juga akan mengatur tentang batas dan wilayah operasional dari ojek online.

Termasuk juga mengatur spesifikasi kendaraan. Jadi kendaraan harus memenuhi semua ketentuan sesuai cara kerja kendaraaan konvensional ,” katanya.

Bayu mengatakan, Pergub yang tengah disusun itu tetap akan mengacu pada Permenhub yang ada.

Regulasi itu dibuat untuk meminimalisir gesekan antara jasa ojek konvensional dengan yang berbasis online.

Namun, ia belum bisa memastikan kapan Pergub tersebut rampung.

AYA

 




Dialog Warga Untuk Sosialisasi Bahaya Narkoba

Penyalahgunaan narkotika dan bahan adiktif lainnya (Narkoba) sudah mengancam berbagai lini, termasuk generasi muda dan pelajar. Karena itu, penting dilakukan dialog warga untuk meluaskan pemahaman bahaya narkoba.  

MATARAM.lombokjournal.com – Di Lingkungan Karang Genteng, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram, digelar sosialisasi bahaya narkoba, Kamis (30/3) malam, yang dihadiri masyarakat dan pemuda setempat.  Dialog itu berlangsung atas kerjasama Samalas Institute dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram

Sukses tidaknya suatu program tidak terlepas dari adanya dialog yang dilakukan secara intensif dengan kelompok masyarakat. “Kita kemas dalam dialog warga,” kata Direktur Samalas Institute, Darsono Yusin Sali, yang malam itu menghadirkan narasumber dari BNN Mataram,”.

Menurut dia, Konsep dialog warga seperti ini, tambah Yusin, akan diperluas ke tempat-tempat lain di Kota Mataram. Dialogini akan mempermudah penerimaan masyarakat terhadap program-program yang dijalankan pemerintah.

D ialog warga ini lebih bermaksud mengedepankan pendekatan kultural. “Misalnya saja dirangkai dengan agenda ngaji Yasin bersama,” katanya. Dialog warga juga diharapkan mampu memperpendek jarak komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Dalam kesempatan sama, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Mataram, Hery Sutowo menjelaskan, bahaya narkoba tidak saja bagi pemakai namun juga bagi orang lain.  Maka penyalahgunaan narkoba disebut sebagai kejahatan extra ordinary crime.

Jika seseorang kecanduan narkoba, syaraf otaknya diserang. Sehingga yang bersangkutan engganbelajar dan sekolah. Kecanduan narkoba juga menyebabkan perubahan perilaku, seperti pengguna mudah depresi, berujung munculnya sikap paranoid. Termasuk mudah marah sehingga terjadilah KDRT di dalam rumah tangga.

“Yang terjadi seperti efek domino,” jelas Hery.

Dri aspek kesehatan, terjadi risiko penyakit HIV/AIDS. Karena biasanya, para pemakai mempunyai kehidupan seks yang tidak sehat. Data BNN menyebutkan, 88 persen pemakai narkoba memiliki kehidupan seks tidak sehat atau pernah melakukan seks bebas.

Akibatnya, anggota keluarga lainnya juga kena dampak mulai dari istri dan anak.

“Temuan BNN Kota Mataram terdapat 158 ibu rumah tangga yang terjangkit narkoba yang ditularkan dari suaminya sendiri,” kata dia.

AYA




HKG Jadi Momentum PKK Lebih Bekerja Nyata

Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 diharapkan bisa mengakselerasi program-program PKK NTB.

Ketua TP PKK NTB, Hj Erica Zainul Majdi bersama Wakil Ketua, Hj Syamsiah M Amin berfoto bersama pengurus TP PKK.(foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 dan Rapat Konsultasi Tim Penggerak (TP) PKK Tingkat provinsi NTB Tahun 2017 didorong memperbanyak kerja nyata.

Peringatan HKG bertema “Dengan HKG PKK ke 45 tahun 2017 kita lakukan akselerasi program-program PKK untuk mewujudkan Visi dan Misi Gerakan PKK”, dan Rapat Konsultasi dengan tema “Melalui Rapat Konsultasi TP PKK Tingkat Provinsi NTB Tahun 2017 kita laksanakan konsolidasi program sebagai sarana mewujudkan akselerasi program-program PKK,”,  berlangsung  di Gedung Graha Bakti Praja, Kamis (30/3).

Peringatan dan Rapat Konsultasi itu dibuka Gubernur NTB, TGH Muhammad  Zainul Majdi yang datang bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj Erica Zainul Majdi,  Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin bersama Wakil Ketua I TP PKK Provinsi NTB, Hj Syamsiah M Amin.

Sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat yang dibacakan Wakil Ketua I TP PKK Provinsi NTB, Hj Syamsiah M Amin, menghimbau agar seluruh pelaksanaan kegiatan yang bersifat seremonial  dikurangi,  dan memperbanyak kerja nyata dengan jalan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

PKK telah berkiprah selama 45 tahun. Dalam situasi dan kondisi apapun secara sadar mengabdikan diri kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“Kita harus punya semangat dan vitalitas tinggi agar dapat melaksanakan seluruh kegiatan PKK dengan tulus dan ikhlas. Melalui momentum ini seluruh anggota PKK diharapkan dapat menyusun dan akselerasi/percepatan seluruh program pokok PKK,” katanya.

Saat menyampaikan sambutan, Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi mengingatkan, salah satu keistimewaan yang harus diresapi seluruh pengurus PKK baik Provinsi maupun Kota/Kabupaten di NTB bahwa sesuai sejarah terbentuknya PKK lahir dari, oleh dan untuk masyarakat.

Menurut Gubernur, anggapan dulu bahwa program apa saja yang mendapat dukungan pemerintah itu sudah cukup menjadi kunci keberhasilan program. Ternyata, pemikiran seperti ini tidak sepenuhnya benar. ”Untuk menyelesaikan masalah di tengah masyarakat yang beragam, tidaklah cukup hanya mengandalkan dukungan dan peran dari Pemerintah saja,” tegasnya.

Kapasitas yang dimiliki pemerintah, mesti ditambah penguatan inisiatif masyarakat, termasuk inisiatif organisasi salah satunya yaitu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK.

Diakuinya, jajaran pengurus dan kader-kader TP PKK baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di NTB telah bekerja keras memperlihatkan wujud kerja nyata, telah banyak dirasakan masyarakat.

Orang nomor satu di NTB ini juga berharap agar pesan Ketua Umum TP PKK Pusat dapat dilaksanakan.

“Kontribusi dan peran ibu-ibu sangat luar biasa dalam mendukung kerja pemerintah,” ujar Gubernur.

Malui peringatan HKG dan Rakon TP PKK, diharapkannya melaksanakanempat pesandari Ketua Umum PKK yaitu bekerjalah dengan rendah hati, jangan menganggap suatu kesalahan adalah hal yang wajar tapi untuk dijadikan pelajaran. Pesan ketiga, akan berwujud bila ada kerja nyata dan yang keempat temukan dan gali ide-ide inovatif.

“Saya harap kader PKK di NTB bisa berperan mengawal inovasi-inovasi yang muncul di masyarakat,” harapnya.

AYA