Ratusan TKI Disekap, Pemprov Tunggu Langkah Kemlu

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menunggu perkembangan upaya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terkait 300 WNI yang dikabarkan disekap di Riyadh, Arab Saudi.

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Dinas Tenaga Kerja NTB, H Wildan menjelaskan, terkait kabar ratusan TKI yang disekap di Arab Saudi, bahwa kasus ini masih ditangani Kemlu melalui Ditjen PWNI (Perlinduangan WNI). Kami masih menunggu hasilnya,” katanya, Jumat (7/4) di Mataram.

Wildan mengatakan, pihak Ditjen PWNI saat ini masih melakukan upaya penyelesaian kasus ini. Informasi yang diserap Dinas Tenaga Kerja NTB menyebutkan, ratusan WNI yang dikabarkan disekap itu, tidak seluruhnya berasal dari NTB.

Diduga memang ini berangkat sebagai TKI non prosedural, karena peniriman TKI ke Arab Saudi dan Timur Tengah masih moratorium. “Tapi karena ini menyangkut warga NTB juga, maka kami tetap akan terus memantau,” katanya.

Sejauh ini, papar Wildan, pihaknya juga belum menerima adanya laporan dari pihak keluarga para korban penyekapan itu.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Mataram, H Mucharom Ashadi menjelaskan, untuk kasus 300 WNI yang disekap di Arab Saudi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan KBRI Riyadh.

“Kami sudah komunikasi dengan KBRI Riyadh. KBRI disana sudah menurunkan tim Satgas untuk mengecek kebenaran informasi itu dan melakukan penyelidikan.Jadi sekarang kami masih menunggu hasil dari tim itu,” kata Mucharom, Jumat (7/4) di Mataram

Menurutnya, BP3TKI Mataram sama sekali tidak memiliki data-data para WNI yang disekap, khususnya yang berasal dari NTB. Sebab, keberangkatan mereka sebagai TKI ke Arab Saudi diduga kuat melalui jalur illegal.

“Ini juga sudah sering kami sosialisasikan, dan kami imbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan bujuk rayu para perekrut TKI illegal yang menjanjikan bisa memberangkatkan TKI ke Timur Tengah,” katanya.

Sebelumnya Kabar tentang 300 WNI disekap di Arab Saudi, sebelumnya disampaikan oleh Direktur Perlindungan WNI, Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, pekan lalu.

“Kami dapat laporan dua minggu lalu, itu ada sekitar 300 orang WNI yang hendak jadi TKI disekap di Arab Saudi. KBRI di sana sudah koordinasi dengan kepolisian Arab Saudi untuk melakukan penyelidikan,” kata Direktur  Perlindungan WNI Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal,  Jumat sore (31/3) di Mataram, NTB.

300 WNI yang disekap itu sebagian besar dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sebagian lainnya dari sejumlah provinsi lain.

Berdasarkan laporan yang diterima Kemlu,  ratusan WNI itu direkrut menjadi TKI di Arab Saudi oleh sebuah perusahaan mega rekrutmen. Namun bukannya disalurkan, mereka justru disekap di penampungan TKI milik perusahaan mega rekrutment itu.

Laporan juga menyebutkan, selain disekap di tempat penampungan, ratusan WNI itu juga mendapat penyiksaan.

GRA




Sumbawa Barat Berupaya Membangun Bandara

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sedang berupaya membangun bandara untuk meningkatkan aksesbilitas ke daerah itu, terutama di sektor pariwisata.

SUMBAWA BARAT.lombokjournal.com — Potensi wisata yang dimiliki Sumbawa Barat sangat banyak, ada banyak destinasi pantai, alam, dan juga budaya. Tapi aksesbilitas masih minim.

“Ini yang sedang kita upayakan, kita sedang berupaya membangun bandara,” kata Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, Kamis (6/4) di Sumbawa Barat.

Musyafirin menjelaskan, Pemda Sumbawa Barat berupaya membangun bandara di lokasi bekas landasan pacu milik swasta yang kini menjadi aset Pemda, di Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat.

Saat ini landasan pacu tersedia sepanjang 800 meter. Pemda Sumbawa Barat akan menambah panjang landasan pacu menjadi 1200 meter, dan membangun infrastruktur pendukung lainnya.

“Saya sudah bertemu dengan pak Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi), pekan lalu untuk menyampaikan ini. Yang kami butuhkan hanya kebijakan dari pusat terkait izin-izinnya, bandaranya biar kami yang bangun,” kata Musyafirin.

Menurut dia, secara resmi Pemda Sumbawa Barat juga sudah bersurat ke Dirjen Perhubungan Udara, dan saat ini tengah menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

Musyafirin mengatakan, keberadaan bandara menjadi faktor penting dalam meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi di Sumbawa Barat.

Sumbawa Barat memiliki cukup banyak destinasi wisata andalan. Misalnya saja pantai Sekongkang dan pantai Maluk yang juga potensial untuk surfing. Sebuah spot paralayang berkelas internasional juga sudah mulai dibuka di Desa Mantar berketinggian 640 Mdpl di Kecamatan Poto Tano.

Hanya saja, untuk  mengakses destinasi itu para wisatawan dan pengunjung membutuhkan waktu perjalanan sekitar 6 jam dari Mataram, ibukota NTB di pulau Lombok, melalui perjalanan darat dan satu kali penyeberangan laut dari Labuhan Kayangan, Lombok Timur menuju Poto Tano, Sumbawa Barat.

Keberadaan bandara, menurut Musyafirin, bisa memangkas waktu perjalanan yang panjang itu. Jika bandara Sekongkang terealisasi maka hanya butuh waktu 1 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai di Bali, dan kurang dari 40 menit dari Lombok International Airport, untuk menuju bandara Sekongkang.

Ia menjelaskan, Pemda Sumbawa Barat memperkirakan membutuhkan sekitar Rp60 Miliar untuk perpanjangan landasan pacu eks bandara Sekongkang dan membangun infrastrukturnya.

“Banyak sekali potensi kita di Sumbawa Barat. Tapi tanpa aksesbilitas yang memadai, tetap akan sulit berkembang. Jadi ini yang sedang giat kita upayakan, dana sekitar Rp60 Miliar pun kita akan upayakan mampu,” katanya.

Selain untuk peningkatan kunjungan wisata, papar Musyafirin, keberadaan bandara juga akan meningkatkan minat investasi di wilayah Sumbawa Barat.

GRA




“Barapan Ayam”, Permainan Tradisional Yang Jadi Event Wisata di KSB

Jika di lain tempat pertandingan ayam jago dilakukan dengan cara mengadu atau menyabung dua ayam jantan untuk saling bertarung, tapi di daerah Sumbawa Barat, NTB, juga jadi atraksi pariwisata yang menghibur.

SUMBAWA BARAT,lombokjournal.com — Pertandingan ayam jago di sini, justru menyatukan dua ayam jago untuk bisa bekerjasama. Mereka harus bisa berlari cepat, beriringan, dan harus tepat menyasar tujuan, dalam “Barapan Ayam”.

“Tidak. Disini ayam jago tidak diadu untuk bertarung, tapi diadu kecepatan lari. Namanya  Barapan Ayam atau Sampo Ayam,” kata Komaruddin (38), Ketua Panitia perlombaan Barapan Ayam, Kamis sore (6/4) di Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat, NTB.

Perlombaan Barapan Ayam di Desa Tambak Sari, digelar untuk mengisi rangkaian Festival Pesona Tambora 2017. Tapi di luar event Festival, tradisi Barapan Ayam bisa disaksikan setiap Minggu di Kota Taliwang, ibukota Sumbawa Barat.

Komaruddin menjelaskan, dalam Barapan Ayam, dua ekor ayam jantan akan disatukan dengan sebuah kayu yang secara lokal disebut Noga, yang kemudian ujungnya diikat pada masing-masing punggung ayam.

Dua ekor ayam yang sudah disatukan itu kemudian diarahkan oleh joki ayam menggunakan semacam pecut yang terbuat dari rotan yang ujungnya diberi bebunyian dari botol plastik bekas minuman yang disayat-sayat.

“Menggunakan pecut yang disini disebut Lutar, joki ayam harus mengarahkan ayamnya. Pasangan ayam harus berlari cepat dan harus bisa tepat menyentuh kayu Saka di garis finish,” katanya.

Suasana Barapan Ayam di Desa Tambak Sari nampak ramai dan riuh. Ratusan orang berkumpul di lapangan, dimana arena Barapan Ayam didirikan.

Sekitar 160 pasangan ayam akan berlomba di arena. Arena berukuran 20 kali 50 meter dikelilingi dengan kain jaring, agar ayam tidak lari keluar arena. Sementara penonton bisa menyaksikan dari luar arena.

Joki ayam yang dipanggil untuk masuk ke arena, akan membawa dua ayam yang sudah menyatu ke dalam arena.

Dengan kemampuan yang dimiliki, joki harus bisa mengarahkan ayam agar berlari cepat dengan jarak sekitar 50 meter menuju finish.

Sebatang kayu setinggi setengah meter atau disebut Saka, ditancapkan di garis finish. Pasangan ayam baru dinyatakan berhasil finish adalah yang berhasil menyentuh Saka.

“Tidak gampang mainnya, harus banyak latihan baik ayam maupun jokinya. Tapi ini seru, dan selalu bikin penasaran,” kata Muhamad Nursyamsi (28), warga Taliwang yang ikut lomba Barapan Ayam.

Syamsi mengatakan, percaya atau tidak,dalam Barapan Ayam juga diperlukan Sandro, atau dukun yang punya kemampuan khusus. Tugas mereka adalah mengelabui penglihatan ayam agar kayu Saka bisa terlihat mirip binatang buas, atau mahluk lain yang menakutkan.

“Kalau Sandronya hebat, pasti sangat jarang ayam yang bisa tepat menyentuh Saka, karena sudah takut duluan,” katanya.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin mengatakan, Barapan Ayam merupakan tradisi masyarakat Sumbawa Barat yang hingga kini masih lestari.

Seperti juga Barapan Kebo, Barapan Ayam di Sumbawa Barat juga menjadi tradisi yang saat ini tengah dikemas sebagai salah satu event atraksi budaya untuk mendukung pariwisata di Kabupaten itu.

“Ya Barapan Ayam ini sangat unik, dan kami yakin ini hanya bisa disaksikan di Sumbawa Barat.Jadi tradisi ini bisa menjadi daya tarik wisata,” kata Musyafirin.

GRA

07/04/17, 13.04 – Jakarta P Panca: IMG-20170407-WA0001.jpg (file terlampir)

BARAPAN AYAM. Permainan tradisi barapan ayam di Sumbawa Barat, yang kini menjadi event pariwisata.(GRA)




Kemenpar Dukung Sirkuit MotoGP di Mandalika

Rencana pembangunan sirkuit MotoGP berkelas internasional di kawasan KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, mendapat dukungan Kementerian Pariwisata.

DENPASAR,lombokjournal.com — Sekretaris Menpar, Ukus Kuswara mengatakan, keberadaan sirkuit MotoGP di Mandalika akan menjadi nilai tersendiri dan branding potensial bagi pariwisata Lombok dan NTB secara umum.

“Rencananya sirkuit ini akan dibangun di Mandalika, kawasan yang dikelola ITDC di Lombok Tengah. Ini akan menjadi nilai tersendiri bagi pariwisata di NTB,”kata Ukus, Jumat (7/4) pada Lombok Journal di Kuta, Bali.

Ia mengatakan, NTB merupakan kawasan wilayah yang cukup indah dan menarik bagi wisatawan, baik dari segi budaya dan keindahan alamnya.

Namun, perkembangan wisata saat ini juga membutuhkan inovasi dalam hal atraksi dan destinasi buatan.

“Buatan itu diantaranya dengan atraksi semacam pembuatan sirkuit Moto GP ini,” paparnya.

Seperti diketaui MotoGP merupakan branding yang dikenal seluruh dunia. Sehingga pariwisata juga akan bisa mendukung dengan promosinya.

“Jika dibangun di NTB maka orang luar akan menganggap itu suatu yang sangat Luar biasa. Dan akan mendatangkan banyak orang, banyak wisatawan ke depan,”katanya.

AYA




Kemenpar Gelar Workshop Jurnalis Pariwisata di Bali

Kementerian Pariwisata menggelar “Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali”, Jumat (7/4), di Hotel Rani, Kuta, Bali.

DENPASAR.lombokjournal.com —  Kegiatan workshop diikuti sedikitnya 50 peserta terdiri dari jurnalis dari media cetak, online, dan elektronik, dari Provinsi Bali, NTB, NTT, Forum Wartawan Great Bali, Pengurus Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Jakarta, serta perwakilan media asing di Bali.

Sekretaris Menpar, Ukus Kuswara mengatakan, workshop dilakukan untuk memperkuat semangat dan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan pariwisata Indonesia.

Menurut Ukus Kuswara, kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional adalah kolaborasi pentahelix atau lima stakeholder yang solid, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

“Kerjasama  Indonesia Incorporated menjadi spirit kekuatan untuk mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara pada wartawan Lombok Journal yang menjadi peserta workshop..

Program pemerintah dalam pembangunan lima tahun ke depan akan fokus pada sektor infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata.

Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam  jangka pendek, menengah, maupun panjang  terhadap pembangunan nasional.

AYA

 

 




Gubernur NTB Dinilai Paling Komit Membangun Pariwisata

TGH. M. Zainul Majdi dinilai sebagai sosok gubernur yang paling komit membangun pariwisata.

Hj Erica Zainul Majdi bersalaman dengan Menpar Arief Yahya

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. Arief Yahya mengatakan hal itu saat membuka Musyawarah Rencanan Pembangunan (Musrenbang) 2017 di Hotel Lombok Raya, Kamis (06/04).

“Kalau saya mau berterus terang, saya hanya akan bantu provinsi, kabupaten/kota yang gubernur atau bupati/walikota yang komit dan konsisten membangun pariwisata,” ungkap Menpar.

Selain komitmen, Menteri yang pernah menjabat CEO Telekomunikasi Indonesia tbk. menilai pariwisata NTB saat ini tengah tumbuh dan menjadi perhatian dunia. Salah satu indikatornya adalah makin meningkatnya angka kunjungan wisatawan yang memenuhi destinasi-destinasi wisata di NTB.

Namun, menurut Menpar, NTB belum dijadikan sebagai tempat tujuan utama (primary destination) bagi wisatawan. NTB masih menjadi pilihan kedua (secondary destinastion) bagi pelancong untuk berwisata, kalah dengan Bali yang sudah tenar di manca negara.

Menurutnya, saat ini Indonesia menempati posisi ke-empat di Global Muslim Travel Index, untuk wisata halal, setelah Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turky. NTB merupakan satu-satunya destinasi wisata halal Indonesia yang masuk dalam posisi 4 tersebut.

Karena itu, untuk menjadi NTB sebagai destinasi utama di dunia, perlu penguatan branding. Saat ini, NTB sudah dikenal dunia sebagai salah satu destinasi hala dunia. “Saya berbicara dengan Gubernur bagaimana NTB itu punya identitas. Dari itu, branding halal tourism kita kenalkan. Branding inilah yang harus kita perkuat,” ungkapnya saat itu.

Selain branding, faktor keamanan dan kebersihan harus menjadi perhatian dalam membangun pariwisata. “Hanya saja, tempat-tempat wisata itu perlu dijaga kebersihannya. Kebersihan itu akan menghadirkan kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung,” tutur pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Terkait kebersihan distinasi wisata dan sejumlah ruang publik, Gubernur Majdi menjelaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan perilaku. Perilaku tersebut menurutnya perlu waktu untuk merubahnya. Namun, ia meyakini bahwa masyarakat NTB yang reiligious ini mampu menjadi contoh perilaku hidup bersih.

“Itu menurut saya merupakan potret bahwa masih banyak yang harus kita benahi, khususnya dari sisi perilaku,” jelas Gubernur hadapan sejumlah wartawan usai pembukaan Musrenbang.

Karenanya, Gubernur yang akrab disapa TGB itu meminta dukungan semua pihak untuk menjaga kebersihan, terutama di destinasi wisata. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tercipta NTB yang bersih.

“Kita bangunlah bersama pariwisata kita ke depan, Lombok-Sumbawa bersih, NTB bersih. Kita ajak semua elemen masyarakat,” pungkas gubernur.

Rr

 

 




Hj. Erica Zainul Majdi, Konsisten Kawal Program MDGs

Program PKK NTB dibawah kepemimpinan Hj Erica Zainul Majdi menjadi motor penggerak pencapaian indikator utama MDGs, karena fokus dan konsisten mendukung program pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak-anak, serta  konsisten mengawal program pendewasaan usia perkawinan.

MATARAM.lommbokjournal.com — Konsistensi peran TP PKK di bawah kepimpinan Hj. Erica sangat diapresiasi oleh pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Daerah.

Saat memberikan pemaparan pada pembukaan Musrembang Provinsi NTB di hotel Lombok Raya, Kamis (6/4), Staf Ahli Menteri Bapenas bidang pemerataan dan kewilayahan, Dr. Ir.Taufik Hanafi, MUP menyebut  first Lady NTB itu sebagai Bunda PAUD, karena keperduliannya terhadap anak-anak.

Ia sangat mengapresiasi  langkah-langkah pemerintah Provinsi NTB yang intent pada upaya pencapaian indicator MDGs sehingga berhasil meraih peringkat I Nasional. Bahkan keberhasilan itu juga telah dipresentasikan oleh Gubernur TGB pada sidang PBB di AS beberapa waktu lalu.

Hal yang sama diungkapkan  Kapala Bapeda Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah, kosistensi di bidang pencapaian MDGs telah  berbuah manis. Kedepan peningkatan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan program  pembangunan terus dilakukan pihaknya.

“Setiap rupiah uang yang dibelanjakan harus dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat”, ujar Ridwansyah.

Atas kosistensi dan kiprah Tim Penggerak PKK tersebut,  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB. Hj. Erica Zainul Majdi  diberikan apresiasi berupa Piagam penghargaan mitra pembangunan dalam mendukung RJMPD Provinsi NTB 2013-2018, katagori konsisten mengawal program pendewasaan usia perkawinan.

Rr

 




NTB Terpercaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Nusa Tenggara Barat diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah tetap berada diatas rata-rata nasional.

MATARAM.lombokjournal.com – Periode kepemimpinan Gubernur Dr. TGH. M. Zainul Majdi, capaian pertumbuhan ekonomi NTB Tahun 2016 sebesar 5,52 % (dengan tambang) dan 5,71 persen (non tambang). Pertumbuhan tersebut diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang cukup drastis, dari 23,81 persen pada tahun 2008 menjadi 16,02 persen pada  tahun 2016.

Ini menunjukkan pertumbuhan yang berkualitas dan selalu berada di atas rata-rata nasional.  “Kami percaya pada tahun 2018, NTB tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, sebesar 6,15 % hingga 6,80 %,” ujar Dr. Ir Taufik Hanafi Staf Ahli Menteri Bidang Pemerataan dan Kewilayahan saat menyampaikan paparan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brojonegoro pada pembukaan Musrenbang, di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (6/4/2017).

Musrenbang yang dibuka Menteri Pariwisata Arif Yahya itu, Taufik hanafi menjelaskan target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2018 sebesar 5,4-6,1%. Tapi pertumbuhan ekonomi daerah-daerah di kawasan Nusa Tenggara diharapkan mencapai 6,22%. Khusus untuk NTB, diharapkan mencapai 6,68%.

Taufik Hanaf optimis target tersebut dapat tercapai, berkaca pada keberhasilan kinerja selama lima tahun terakhir. Dalam bidang kesehatan misalnya tercatat, cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan professional berhasil mencapai angka 95 persen.

Hal itu berpengaruh terhadap penurunan angka kematian ibu dan angka kematian anak. Termasuk juga cakupan imunisasi lengkap yang semakin meningkat, mempengaruhi angka harapan hidup masyarakat NTB.

Dalam bidang pendidikan, keberhasilan NTB dapat dinilai dari meningkatnya angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah dan angka melek aksara. Dampak kemajuan dari kedua bidang ini sangat penting untuk meningkatkan IPM NTB, yang disebutnya terus mengalami peningkatan, sehingga NTB dinobatkan sebagai Provinsi Top Movement dalam pencapaian IPM.

Dalam upaya penurunan kemiskinan, NTB sangat luar biasa, ujarnya. Jika secara nasional menurunkan angka kemiskinan 1% membutuhkan waktu satu decade, di  NTB justru setiap tahu menurunkan angka kemiskinan lebih dari 1%,” katanya.

Ia juga menyebut, disamping pencapaian kinerja, NTB juga dinilai berhasil dalam hal tata kelola. Untuk laporan keuangan, NTB telah “langganan “5 kali memperoleh status WTP. Artinya tidak hanya kinerja saja yang bagus, tapi dalam segi tata kelola juga dinilai baik.

Menyoroti  tentang Pertumbuhan ekonomi, Gubernur TGB mengingatkan pentingnya  memperhatikan pertumbuhan ekonomi berkualitas. Jika ada suatu daerah yang dikatakan berhasil secara ekonomi, namun angka kemiskinannya tidak menurun, maka itu belum dapat dikatakan berhasil, ujarnya.

Pertumbuhan yang baik tercermin dari ketersediaan lapangan kerja, kemampuan secara nyata menurunkan kemiskinan dan semakin banyaknya keterlibatan masyarakat dalam  ekonomi produktif, ungkap tokoh muda karismatik ini.

Di NTB sendiri, keberhasilan ekonomi produktif diukur melalui sejauh mana ekonomi produktif itu dapat menyerap pelaku dan dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Jika dilihat dari rasio gini, maka semakin kecil kesenjangan, artinya semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati hasil, tegasnya.

Rr




Gubernur Ingatkan Hati-hati Keluarkan Ijin Retail

Saat memberikan arahan pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi NTB tahun 2017, Gubernur NTB, Dr. TGH. M.Zainul Majdi ingatkan Bupati/Walikota agar lebih selektif dan hati-hati mengeluarkan perijinan  Retail Modern.

Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi

MATARAM.lombokjournal.com — Jika tanpa pengawasan dan pengaturan izin yang jujur, rentan memicu ketimpangan ekonomi dan sosial. Saat ini ada perubahan pelaku ekonomi, dari masyarakat lokal ke pemilik retail modern.

“Retail modern saat ini telah menjamah pedesaan,” ungkapnya gubernur di Hotel Lombok Raya, Kamis (6/4/2017).

Hal itu diungkapkan Gubernur TGH M Zainul Majdi terkait pesannya, agar menjamin keberlangsungan usaha mikro kecil dan menengah. Lebih jauh gubernur minta seluruh jajarannya mengidentikasi dan memangkas sejumlah regulasi yang menyulitkan tumbuhnya usaha ekonomi kreatif, industri kecil dan UMKM.

Dalam menjaga keberlangsungan pembangunan NTB, beberapa hal yang dipesankan kepada semua pihak yang terlibat penyusunan RKPD NTB tahun 2018, pertama mencukupkan anggaran pembangunan infrastruktur yang menyentuh aspek kebutuhan dasar, seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, perhubungan.

Kedua, maksimalkan fasilitasi usaha mikro kecil dan menengah, untuk menggerakkan sektor ekonomi rill hingga lapangan kerja bisa tercipta.  Serta menjamin keberlangsungan usaha mikro kecil dan menengah tersebut.

Dan yang ketiga, konsisten mempedomani  tata ruang demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan. Dan terakhir Gubernur meminta agar revitalisasi pertanian, perkebunan, peternakan terus diperkuat.

Berbagai keberhasilan yang telah diraih NTB selama ini, termasuk tingkat pertumbuhan ekonomi  yang tidak pernah di bawah rata-rata nasional disebut Gubernur sebagai buah dari kerja keras dan kontribusi seluruh pihak. Termasuk para bapak/ibu walikota di NTB.

”Untuk itu saya berterima kasih kepada bapak ibu bupati/walikota, yang telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan dan pencapaian yang berhasil di NTB,” ucapnya.

Musrenbang Provinsi NTB dihadiri para anggota DPR RI perwakilan NTB, Ketua DPRD NTB, Wakil Gubernur NTB, H.Muh.Amin, SH.,M.Si, Anggota FKPD NTB, Bupati/Walikota se-NTB, Pimpinan instansi vertikal, Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi Kepala Bapeda Kabupaten/Kota, Kepala OPD Provinsi NTB dan seluruh pejabat Administrator lingkup Provinsi NTB.

Rr




Upaya BKOW NTB Deteksi Dini Kanker Payudara

Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB sangat serius menyikapi tingginya angka perempuan penderita kanker payudara.

MATARAM.lombokjournal.com — Salah satu program utama BKOW adalah sosialisasi deteksi dini kanker payudara. Ketua BKOW NTB,  Hj. Syamsiah M. Amin menekankan, pentingnya peran organisasi wanita dalam mensosialisasikan gejala, dan cara pengobatan kanker.

“Melalui sosialisasi perangkat organisasi BKOW, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, masyarakat lebih memiliki pemahaman yang baik tentang deteksi diri kanker payudara,” kata Hj. Syamsiah M. Amin saat bersilaturrahim bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram dan GOW Kabupaten Lombok Barat, di Pendopo Walikota Mataram, Rabu, (4/4/2017).

HjLanker payudara meru[akan penyakit berbahaya bagi kaum wanita. Tingginya jumlah penderita kanker ini seringkali diakibatkan lifestyle atau gaya hidup yang tidak sehat, termasuk jenis makanan yang dikonsumsi, perubahan gen, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, hingga minimnya pengetahuan dan pemahaman terhadap penyakit ini.  Ia berharap dalam tiap pribadi perempuan harus ada kesadaran dan sikap awas serta tanggap, mendeteksi dini kanker payudara.

“Penyakit adalah sebuah ujian yang mungkin menimpa siapa saja. Namun, fakta yang ada menunjukkan kebanyakan masyarakat sekarang malu dan takut terhadap penyakit kanker, padahal jika dari awal sudah diketahui gejalanya maka penanganannya akan semakin baik,” jelasnya.

Hj, Syamsiah menghimbau kepada seluruh perempuan, untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara. Ia mengajak para ibu untuk memberikan pendidikan dari dalam rahim, begitupun saat anak lahir. Tumbuh kembang anak perlu diperhatikan, pendidikan anak juga harus diberikan sesuai dengan umurnya, demi mencetak generasi yang lebih baik.

Dalam rangkaian roadshow BKOW Provinsi NTB itu, Hj. Syamsiah juga menyerahkan bibit cabe kepada Ketua GOW Kota Mataram dan Ketua GOW Kabupaten Lombok Barat. Ia berharap tahun kedepannya bukan hanya cabai, tetapi sayur-sayuran serta unggas seperti ayam dan itik yang dapat diberikan pada masyarakat.

Rr