Memangkas Mental Korup Calon Politisi

Politik Cerdas Berintegrasi (PCB) salah satu program pendidikan yang terjun ke dunia politik, mampu memberikan pemahaman yang baik tentang dunia politik bagi calon anggota legislatif. Sekaligus memangkas mental-mental yang koruptif.

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si menganggap pentingnya pembekalan politik cerdas bagi para kader parpol yang ingin menjadi anggota legislatif.

“Sebagai mantan Ketua DPRD Sumbawa, saya melihat pentingnya pembekalan politik cerdas bagi para kader parpol yang ingin menjadi anggota legislatif,” ujar Wagub Amin saat menerima silaturrahmi Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Sujanarko, di ruang kerjanya, Senin (17/4).

Harapannya, di masa depan terbentuk generasi politik baru yang lebih berintegritas.

Wagub menilai, program PCB sejalan dengan langkah Pempprov NTB yang berkomitmen mendidik generasi muda menjadi pemimpin di masa mendatang. Juga sejalan dengan upaya Pemprov NTB  mencegah berbagai praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Saya kira lebih baik kita mencegah terjadinya kasus korupsi melalui pembinaan seperti ini,” tutur pria kelahiran Sumbawa tersebut.

Wagub juga menyampaikan berbagai program kerja instansi yang mengedepankan upaya-upaya pencegahan korupsi mendapatkan apresiasi dan tanggapan positif.

Ia mengapresiasi program PCB dan akan menindaklanjuti ke dinas terkait dalam hal ini Bakesbangpoldagri dan Dikpora.. Sebagai proyek revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, pembinaan seperti ini patut dilakukan untuk menghasilkan generasi muda yang lebih baik.

KPK sejak tahun 2016 melaksanakan program pendidikan Politik Cerdas Berintegrasi (PCB) untuk mendukung terbentuknya generasi politik baru yang lebih berintegritas. Tahap awal program ini baru dilaksanakan di 9 Provinsi, yaitu: Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sualwesi Selatan, dan Papua Barat.

Dari 9 Provinsi tersebut menghasilkan alumni Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB) berjumlah 434 orang. “Pada tahun 2017 ini, kami berencana menambah jumlah dan memperluas penyebaran alumni kelas Politik Cerdas Berintegritas,” ujar Sujanarko.

Berdasarkan data Tranparancy International Indonesia (TII) tahun 2017, DPR dipersepsikan sebagai lembaga terkorup dengan persentase 54%. Bisa dikatakan hampir separuh dari anggota DPR adalah koruptor. Sejak tahun 2016, tren calon kader partai politik (parpol) adalah pelajar dan mahasiswa. Program PCB ditujukkan untuk pelajar dan mahasiswa yang berumur 15-25 tahun.

“Ini dimaksudkan agar ke depan generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik memiliki bekal yang cukup untuk menjadi politikus yang cerdas dan berintegritas,” jelasnya.

Rr




IPM NTB Memang Naik, Tapi Masih Di Bawah Nasional

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB meningkat sebesar 0,95 persen.  Di tahun sebelumnya 65,19 point, menjadi 65,81 point di tahun 2016.

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB merilis kenaikan nilai IPM tersebut.  Berdasarkan data tahunan, secara umum IPM NTB terus mengalami kemajuan sejak periode 2010 hingga 2016.

“Ada peningkatan kemajuan IPM sebesar 0,95 persen pada 2016 dibanding tahun 2015,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, BPS NTB, Ni Kadek Adi Mandri SE, dalam keterangan pers, Senin (17/4) di Mataram.

“IPM NTB meningkat dari 6 l,16 pada tahun 2010 menjadi 65,81 pada tahun 2016 dan masih berada pada kelompok IPM kategori sedang,” jelasnya.

Meski nilai IPM NTB masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 70,18 point, namun menurut Kadek, selama periode tersebut lPM NTB menunjukkan kemajuan yang besar dengan rata-rata pertumbuhan tumbuh sebesar 1,23 persen per tahun.

“Laju pertumbuhan IPM di NTB masih lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan IPM Nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, nilai IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran.

Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan melakukan standardisasi menggunakan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks.

“Jadi, IPM ini merupakan indikator dampak yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang, sehingga untuk memaknainya perlu diperhatikan aspek kecepatan dan status pencapaian,” katanya.

AYA




Konferensi FoodStartup Dukung Ekosistem Kuliner di Indonesia

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar roadshow sosialisasi kompetisi dan konferensi FoodStartup Indonesia, Senin (17/4) di Aston Inn Hotel Mataram, NTB.

MATARAM.lombokjournal.com — Foodstartup Indonesia adalah acara yang diselenggarakan Bekraf untuk mendukung ekosistem subsektor kuliner di Indonesia. Diharapkan, konferensi tersebut mampu mengembangkan kuliner di Indonesia, memaksimalkan potensi foodstartup.

“Harapan kami membentuk ekosistem foodstartup, membuka akses permodalan pemerintah serta swasta, dan memasarkan produk ke pasar yang lebih luas termasuk pasar global,” kata Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Sugeng Santoso.

FoodStartup terdiri dari pelaku bisnis yang berkecimpung dalam penyedia jasa atau produk kuliner selama satu hingga lima tahun. Selain itu yang mempunyai ide kreatif, memiliki inovasi produk, bisnis model, serta pemasaran, rekam jejak transaksi, mempunyai keunggulan dan tim yang tangguh. Tak kalah pentingnya berpotensi dikembangkan dalam skalabilitas dengan pertumbuhan yang tinggi serta menarik pemilik modal.

Sugeng mengatakan, sebelum berlangsung di Mataram, Bekraf telah menyelenggarakan roadshow sosialisasi kompetisi dan konferensi FoodStartup Indonesia di Medan.

Ke depan acara serupa juga akan digelar diMakassar (21/4), Surabaya (26/4), dan Jakarta (25).

Dalam tiap sosialisasi, Bekraf mengundang pelaku usaha kuliner, pengusaha pendukung usaha kuliner, komunitas kuliner praktisi kuliner, media publikasi, lembaga pembiayaan (skema pinjaman & skema investasi).

Pada sosialisasi kompetisi dan konferensi FoodStartup Indonesia di Mataram ini, Bekraf juga melakukan sosialisasi terkait perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan program kerja Deputi Fasilitai HKI dan

Regulasi Bekraf dalam pengembangan subsektor kuliner dan yang terkait Foodstartup Indonesia yang disampaikan oleh Robinson Sinaga selaku Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual, Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf.

AYA

 




Erica: ”Jangan Ada Husnul Khotimah Yang Lain.”

Menjenguk Husnul Khotimah, Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi menegaskan agar tidak ada lagi korban lain yang mengalami kekerasan fisik dan mental di luar negeri.

MATARAM.lombokjournal.com — Kekerasan yang dialami Husnul Khotimah mengakibatkan luka fisik dan bathin yang cukup parah. Hal itu disampaikan Hj. Erica saat menjenguk Khusnul Khatimah, di RSUP NTB, Sabtu (15/04).

Istri Gubernur NTB menyampaikan, Khusnul tidak pernah mendapatkan gaji selama 11 tahun saat bekerja di Riyad, Arab Saudi. Justru yang didapat TKI asal Desa Puyung Lombok Tengah tersebut adalah kekerasan fisik dan pelecahan seksual dari majikannya. Khusnul tidak mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan dari PJTKI yang memberangkatkannya.

“Ini sangat memprihatinkan. Saya berdo’a, berharap dan mengajak kita semua untuk berikhtiar agar tidak ada lagi Husnul Khatimah yang lain, yang mengalami nasib seperti in,” ungkapnya.

Untuk menghindari terjadinya kasus-kasus serupa, Hj. Erica menghimbau seluruh calon tenaga kerja Indonesia untuk menempuh proses yang legal ketika ingin menjadi TKI ke luar negeri. Hj. Erica menilai, dengan jalur yang sesuai prosedur hukum maka pemerintah akan lebih mudah membantunya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dalam melakukan apa pun, seperti  bekerja di luar negeri untuk mencari nafkah dan lain sebagainya. Jangan melanggar hukum. Selalu tempuh jalur dan proses yang baik dan benar,” tegas Hj. Erica.

Bayi Kembar siam, yang diperkirakan tak bertahan hidup lebih lama.

Bayi Kembar Siam

Selain menjenguk Husnul Khotimah, Hj. Erica juga menyempatkan diri membesuk bayi kembar siam asal Kabupaten Sumbawa. Dari kunjungan tersebut, diperoleh informasi mengenai kondisi terkini bayi yang lahir tanggal 5 April lalu tersebut. dr. Arsini Manfaati, selaku ketua tim perawatan bayi tersebut menuturkan bayi tersebut masih dalam tahap perawatan dan terus diobeservasi kondisinya setiap saat.

“Alhamdulillah, sampai saat ini bayi tersebut masih survive. Kami mempertahankan bayi itu semampu bayi itu sendiri. Kami terus mensupport asupannya, meskipun bayi ini dikategorikan unsurvival atau tidak mampu bertahan lama,” jelasnya di hadapan istri Gubernur NTB.

Saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan tim dokter kembar siam Rumah Sakit Sutomo. Hal ini diperlukan untuk memperoleh informasi utuh terkait kembar siam yang pernah ditangani rumah sakit tersebut selama ini.

“Bayi ini memiliki dua tulang belakang atau dua tubuh yang menyatu. Hanya saja, hati, saluran pencernaan dan jantungnya satu. Hal ini yang menyebabkan bayi ini tidak bisa dioperasi pisahkan,” jelasnya.

Terkait itu, pihaknya hanya bisa mendukung asupan makanan bayi itu agar dapat bertahan hidup. Ditanya soal berapa lama bayi tersebut mampu bertahan, dr. Arsini tidak dapat memastikan.

Hanya saja, berdasarkan konsultasinya dengan dokter kembar siam RS. Sutomo, bayi yang mengalami kelainan seperti ini akan bermasalah di jantung. Sehingga menurutnya, dari segi medis bayi ini tidak dapat bertahan lama.

Rr

 

 




Prihatin Nasib TKW, Hj Erica Motivasi Husnul Khotimah

Husnul Khotimah, gadis lugu dari Desa Puyung, Lombok Tengah,  Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengadu nasib di Riyad,  Timur Tengah. Sejak berangkat tahun 2006, hingga dipulangkan (16/03/2017) lalu. Jangankan merasakan nikmatnya gaji TKW, justru selama 11 tahun ia mendapat siksaan dan pelecehan seksual. serta kekerasan fisik dan psikis

Hj Erica dan Husnul Khotimah

MATARAM.lombokjournal.com — Husnul Khotimah baru berusia 15 tahun saat nekat ke Timur Tengah dengan sejumlah harapan indah. Berbekal Semua identitas dipalsukan oleh oknum PJTKI, (nama, umur, ijazah maupun alamatnya), Husnul berangkat menuju Riyad melalui PT. Levi Bersaudara.

Namun, Husnul pulang dalam kondisi mulut bernanah dan seluruh kulitnya melepuh. Bahkan mengalami trauma berat, ia sama sekali tidak mau bertemu dan berbicara dengan laki-laki. Dengan kondisi yang demikian, terpaksa harus dirawat inap di RSUP Provinsi NTB.

Hj.Erica Zainul Majdi selaku pribadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB membesuk Husnul yang saat ini sedang  dirawat di RSUP Provinsi NTB di Dasan Cermen Kota Mataram, Sabtu, (15/04).

Saat bertemu dan menyaksikan langsung kondisi gadis yang malang itu, Hj. Erica menyerahkan santunan sekaligus memberikan nasehat dan semangat untuk menguatkan pasien dan keluarganya agar Husnul termotivasi untuk segera pulih.

Hj. Erica yang didampingi Direktur dan Wakil Direktur Pelayanan RSUP NTB mengajak Husnul Khotimah memanjatkan syukur kepada Allah SWT karena bisa kembali pulang ke Lombok berkumpul dengan keluarga dan bertemu dengan orang-orang baik yang mengurus dan merawatnya saat ini.

“Tadi dokter sudah menjelaskan, alhamdullilah Husnul bisa sembuh total dan kondisinya kini memang sudah semakin membaik,” ujar Hj. Erica sambil membandingkan foto Husnul ketika baru pertama kali tiba di RSUP NTB dengan sesudah mendapat perawatan medis.

Husnul dikatakan sudah sehat, cantik dan sedikit lagi bisa kembali beraktifitas. Tinggal yang harus dilakukan adalah kontrol rutin, obat dan vitamin diminum sesuai dengan peraturan dokter dan pastikan konsumsi makanan yg bergizi, benutrisi’ ujar Erica menyemangati Husnul

Kepada seluruh masyarakat, Bunda PAUD ini mengajak peduli. “Saya berharap masyarakat dapat memberikan dukungan, kepada Husnul”, pintanya.

Dukungan yang sangat penting adalah menciptakan lingkungan yang kondusif dan supportif, supaya Husnul bisa cepat pulih, sehat secara lahir bathin.

Menurutnya, korban kekerasan seperti ini, yang sakit bukan  hanya lahir tapi  yang  jauh lebih berat adalah  psikis atau batin. “Jadi kesehatan Husnul bukan hanya tugas para medis, tetapi juga tugas kita semua, tugas seluruh masyarakat,” kata Hj Erica.

BACA : Erica; “Jangan ada Husnul Khotimah Yang Lain.”

Rr..

 

 

 

 

 

 

 




Bikers Tour De Lombok jadi Duta Wisata NTB

Event internasional Tour de Lombok Mandalika 2017 hari ini memasuki etapeke III. Ratusan peserta masih bersaing untuk menjadi yang terbaik. Sementara ini, tim UKYO masih merajai etape I dan II.

MATARAM.lombokjournal.com — Di dua etape sebelumnya, banyak bikers merasa terkesan dengan keindahan Lombok. Hal ini menjadi kesempatan semua pihak menjadikan para bikers ini sebagai duta wisata NTB, untukmengangkat kelas destinasi Lombok-Sumbawa semakin dikenal.

“Berikan sambutan dan support bagi para peserta, mari kita manfaatkan event Tour De Lombok Mandalika ini sebagai sebuah momen strategis dalam mempromosikan berbagai potensi dan destinasi wisata kita miliki,” kata Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si, saat melepas peserta Tour de Lombok Mandalika Etape III di Kawasan KEK Mandalika, Sabtu (15/4/2017).

Dengan demikian, menurutnya, nama baik daerah NTB makin dikenal di kancah dunia melalui para peserta yang berasal dari berbagai Negara ini, ujar Wagub yang didampingi Kapolda NTB.

Wagub menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung dan dapat berpartisipasi dengan memberikan kesan terbaik bagi para Bikers yang sedang berkompetisi. Pihak terkait diminta terus melakukan komunikasi, koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui perangkat-perangkat yang ada, terutama pada rute-rute yang akan dilewati para peserta.

Etape III Tour De Lombok Mandalika akan menempuh rute Mandalika – Sembalun dengan total pajang lintasan sekitar134 km. Melalui rute yang panjang dan tentunya sangat melelahkan itu, Wagub berharap kepada para bikers agar sehat selalu dan sampai di garis finish dengan selamat.

Wagub memberikan apresiasi kepada seluruh dinas/instansi terkait yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan event berkelas dunia tersebut.

“Semoga kesuksesan event Tour De Lombok Mandalika ini akan membawa berkah bagi  Indonesia dan bagi Daerah kita Provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok,” harapWagub.

Rr




TGB Ajak Jaga Harmoni di NTB

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB mengajak masyarakat NTB menjaga harmoni dan kerukunan yang sangat baik selama ini.

MATARAM.lombokjournal.com —  Masyarakat NTB diminta hindari isu-isu primordial atau  isu SARA yang memecah belah masyarakat. “Kita dengan susah payah membangun daerah yang sudah mulai menampakkan hasil,” ungkap Gubernur usai melepas peserta balap sepeda Tour de Lombok Mandalika, Kamis,(13/04/2017).

TGB menegaskan, kerukunan dan harmoni kehidupan masyarakat NTB yang terajut sangat indah saat ini, dambaan semua pihak. Banyak daerah yang datang ke NTB untuk belajar tentang toleransi dan kerukunan itu.

“Kemarin (Rabu, 12/4-2017) saya menerima pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB yang minta ijin memperpanjang SK kepengurusannya,” ungkap TGB.

Saai itu ia mendapatkan laporan, banyak daerah daerah lain di Indonesia yang memiliki problem toleransi, berkunjung untuk mencontoh upaya-upaya Pemda menciptakan harmoni di tengah  masyarakatnya.

Menurutnya, dengan kondisi yang baik pemerintah dan masyarakat bisa melaksanakan program program pembangunan dan agenda-agenda membangun NTB.  Pembangunan infrastruktur dasar, pertanian, pariwisata dan lainnya, bila kondusifitas daerah tidak terjaga dengan baik, maka akan sangat mahal akibatnya.

Gubernur mengingatkan, jangan ada gerakan yang merusak keharmonisan itu, sehingga akan menghambat laju pembangunan yang telah diperjuangkan dengan susah paya.

“Jika ada masalah, mari kita selesaikan dengan cara-cara yang lebih konstruktif, santun dan bermartabat, lebih mengedepankan semangat persatuan dan NKRI,” tegasnya.

Mengenai momentum Pilkada ke depan, TGB menghimbau semua pihak, utamanya para figur yang akan maju, lebih mengedepankan mengadu kekuatan program-program dan menghindari penggunaan isu-isu primordial, apalagi isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan.

Rr




TAMBORA, Kisah Letusan Dasyat Yang Membawa Berkah

Gunung Api Tambora memiliki nilai cerita sangat berharga. Tanpa  cerita dibelakangnya, objek tidak ada harganya. Story telling itu pening.

MATARAM.lmbokjournal.com —  “Batik atau keris, bernilai lebih ketika ada cerita di belakangnya,” ungkap Kepala Badan Pengembangan Ekonomi Kreative Nasional, Triana Munaf saat meresmikan Festival Pesona Tambora Tahun 2017 di Hamparan Savana Doroncanga Dompu, Selasa 11/4-2017.

Kisah letusan Tambora yang dasyat menjadi modal luar biasa yang bisa digunakan untuk membangun industri pariwisata di NTB.

“Letusan Tambora memiliki nilai history yang luar biasa, jadi nilainya ada pada story telling, bukan pada nilai sebenarnya atau nilai keindahan alamnya,” tutur Munaf.

Kisah tambora memang luar biasa. Gunung Tambora merupakan stratovolcano aktif yang terletak di Pulau Sumbawa, NTB. Letusannya yang melenda dahulu menjadi letusan terbesar sepanjang sejarah vulkanologi.

Sebelumnya, Gunung Tambora memiliki tinggi 4.882 m dpl dan menjadi puncak tertinggi kedua di Indonesia setelah Jaya Wijaya. Letusannya tahun 1883 begitu besar hingga melenyapkan hampir separuh tubuhnya dimana kini menyisakan gunung  setinggi 2.851 m dpl. Kondisi tersebut sesuai dengan nama Tambora snediri yang  berasal dari dua kata, yakni ta dan mbora yang berarti ajakan menghilang.

Saat erupsi, letusan Tambora terdengar hingga ke Pulau Sumatra, Makassar dan Ternate sejauh 2.600 km. Berikutnya, 400 juta ton gas sulfur menguasai langit hingga jauh di atas awan mencapai 27 mil ke strastofer, debu tebalnya bahkan telah menyelimuti Pulau Bali dan mematikan vegetasinya.

Begitu tebalnya abu berterbangan di langit, sepanjang daerah dengan radius 600 km dari gunung tersebut terlihat gelap gulita selama dua hari karena sinar Matahari tak mampu menembus tebalnya abu.

Kaldera abadi akibat letusan pun sangat besar seluas 7 km, sementara jarak antara puncak dengan dasar kawahnya sedalam 800 meter. Total kematian yang ditimbulkan adalah 71.000 jiwa, bahkan ada sumber yang menyebut data korban hingga 92.000 jiwa.

Abu dan debu Tambora melayang dan menyebar mengelilingi dunia, menyobek lapisan tipis ozon, menetap di lapisan troposfer selama beberapa tahun kemudian turun melalui angin dan hujan ke Bumi.

Satu tahun berikutnya (1816), sering disebut sebagai tahun tanpa musim panas karena terjadi perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa yang disebabkan oleh debu letusan Tambora ini.

Selain itu, terjadi gagal panen di China, Eropa dan Irlandia. Bahkan, mengakibatkan tragedi kelaparan di Prancis telah menyulut kerusuhan di negeri itu. tak lama setelah itu, abu vulkanik yang tersebar itu mengendap di tanah dan memberikan kesuburan serta kehidupan baru bagi dunia. Di NTB sendiri, kabupaten Dompu lahir tepat setelah ledakan Tambora.

Kisah tentang dahsyat ledakan, kematian sekaligus kehidupan menjadi nilai jual luar biasa. Kisah atau cerita merupakan bagian penting yang membentuk industri pariwisata. Ia memberikan nilai, membangun image dan membangkitkan rasa ingin tahu lewat story telling. Dalam industri pariwisata, cerita memiliki nilai jual luar biasa dan menjadi modal utama dalam kegiatan promosi.

Festival Tambora 2017 merupakan upaya pemerintah provinsi NTB untuk mengembangkan dan membangkitkan sektor Pariwisata dan industri ekonomi kreatif di kawasan pulau Sumbawa sebagai dari komitmen Pemerintah daerah dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Langkah strategis yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi NTB sejak 2015 mendapatkan apresiasi dari wakil presiden Republik Indonesia  melalui Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf.

Wakil gubernur NTB, H. Muh Amin, S.H, M.Si menyatakan komitmennya untuk terus menghidupkan narasi dan cerita Tambota lewat promosi yang berkelanjutan.

“Karena itu dengan promosi-promosi yang kita lakukan akan mengembangkan perekonomian dan pariwisata kita ,” tegasnya.

(Humas Pemprov NTB)




Tour De Lombok, Sport Tourism Yang Dikembangkan NTB

Potensi sport tourism di NTB yang cukup diminati, bahkan Lombok-Sumbawa dianggap pulau surga bagi para Bikers. Terbukti besarnya animo para Bikers dari berbagai Negara ikut dalam event Tour De LombokMandalika Tahun 2017.

MATARAm.lombbokjournal.com  — Sport Tourism menjadi salah satu paket yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB).

Para pembalap profesional berkelas dunia biasanya selektif memilih lokasi balapan. Mereka sangat hati-hati memilih lokasi terbaik yang dinilai mendukung pengembangan profesinya.

Ternyata, Event Tour De Lombok Mandalika yang pertama tenyata banjir pendaftar para bikers dari berbagai belahan dunia. Bahkan melebihi slot internasional yang disediakan panitia. Sehingga sebagian peserta menggunakan slot lokal. Misalnya Tim Lombok digunakan untuk menampung peserta dari Australia.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr.TGH.M.Zainul Majdi saat melepas peserta Tour De Lombok Mandalika di Pendopo Gubernur, Kamis, 13/04/2017 mengungkapkan, event ini merupakan sarana yang efektif mempromosikan pariwisata NTB.

Pergelaran Balap Sepeda Tour de Lombok 2017berlangsung mulai tanggal 13 April hingga 16 April 2017.  Diikuiti peserta dari 19 negara sebanyak 93 pembalap. Ajang ini cukup bergengsi karena masuk dalam kategori 2.2 dan telah menjadi agenda resmi dari United Cycling International (UCI). Yang berarti, NTB memiliki potensi besar untuk sport tourism.

“Pembalap yang datang ini yang memilih. Mereka memilih untuk datang ke tempat-tempat yang dianggap punya potensi untuk meningkatkan kemampuan mereka sebagai pembalap,” terang Gubernur.

TGB menilai event tersebut begitu diminati meskipun baru pertama kali dilaksanakan di Lombok. “Hal ini diharapkan dapat memancing anak-anak muda kita bisa menjadi bibit-bibit olah raga dan ke depan berprestasi, termasuk olah raga sepedahan ini,” ungkap Gubernur.

Selain itu, Gubernur menyampaikan dampak positif digelarnya event internasional ini di Lombok. Di samping Lombok semakin dikenal, dunia penerbangan dan hotelpun merasakan peningkatan penumpang dan tamu.

Bahkan sebelum event ini digelar, penerbangan sudah full, hotel juga penuh, terang TGB. Tim masing masing Negara didampingi official dan rombongan yang jumlahnya puluhan hingga ratusan orang. Para bikers ini nantinya setelah kembali Negara masing-masing, akan menjadi duta-duta pariwisata yang akan mengenalkan NTB secara lebih luas.

Gubernur menghimbau seluruh pihak, terutama masyarakat untuk menyukseskan kegiatan ini.  Juga, meminta masyarakat untuk memberi kesempatan pembalap itu melaksanakan balapan dengan baik.

“Jadi, sabarlah kalau ada pengaturan lalu lintas dari polisi. Jangan ada yang cari-cari peluang untuk tiba-tiba belok atau nyelah. Kalau ada yang kecelakaan gara-gara itu, maka itu tidak baik dan akan berpengaruh pada penilaian sebagai tuan rumah,” harap gubernur dua periode tersebut.

Tour de Lombok itu sendiri berlangsung dalam empat etape. Etape pertama mengambil jalur start di Mataram dan finish di Pantai Kute, Lombok Tengah. Etape kedua, para pembalap akan start di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara dan berakhir di Senaru, Gunung Rinjani.

Kemudian, Etape ketiga akan mengambil start di Pantai Kute, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan berakhir di Sembalun, Lombok Timur. Untuk etape terakhir, peserta akan berlangsung di dalam Kota Mataram. Untuk etape terakhir ini, Gubernur NTB diagendakan ikut ambil bagian.

(Biro Humas pemprov NTB)




Lalu Rudy Srigede Serius Maju di Pilgub

Mantan Danrem 162 Wirabhakti/Mataram, Kolonel TNI Lalu Rudi Irham Srigede, serius untuk maju dalam ajang Pilkada Gubernur NTB.

MATARAM.lombokjournal.com — Keseriusan itu ditunjukan dengan mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Gubernur NTB ke DPW Partai Amanat Nasional (PAN) NTB di Mataram, Sabtu (15/4).

Lalu Rudy didampingi timnya  mengembalikan formulir pendaftaran dan diterima langsung oleh Tim Pilkada PAN NTB.

“Ini bukti sebagai komitmen kami untuk maju dalam Pilkada NTB 2018 dengan mengembalikan formulir pendaftaran,” kata Lalu Rudi, kepada wartawan.

Rudy menegaskan, setelah pengembalian formulir di PAN, ia juga akan mengikuti mekanisme pendaftaran di partai lainnya yang tergabung dalam poros tengah. Partai itu antara lain PPP, Hanura, PKB.

“Kami akan terus mengikuti segala bentuk proses yang diberlakukan oleh partai dalam menjaring calon atau kandidat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pilkada PAN NTB, Syaiful Islam mengatakan, bahwa saat ini baru satu bakal calon yang telah mengembalikan formulir pendaftaran.

“Hari ini jadwal pengembalian formulir pendaftaran, baru Lalu Rudy yang mengembalikan formulir,” katanya.

Menurutnya, PAN akan mendukung calon yang memiliki elektabilitas tinggi.

“Sekali pun ketua DPW kalau elektabilitasnya rendah maka tidak akan dipilih,” tegasnya.

Karena itu, Syaiful menghimbau kepada semua bakal calon yang mendaftar lewat DPW PAN NTB untuk turun ke masyarakat guna mensosialisasikan visi dan misinya agar elektabikitasnya bisa tinggi.

Ia menambahkan, PAN akan menetapkan siapa calon yang akan diusung dalam Pilkada 2018 mendatang pada bulan September 2017 ini, setelah adanya hasil survei elektabilitas dari bakal calon.

AYA