Peringatan Hari Kartini, hari Jumat (21/4), diharapkan menjadi moment yang terus menerus menumbuhkan semangat kaum perempuan untuk ambil bagian dan berperan serta aktif dalam pembangunan, termasuk di NTB.
MATARAM.lombokjournal.com — Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaedah mengatakan itu dalam refleksinya tentang perayaan Hari Kartini, Jumat (21/4) di Mataram . “Hari Kartini diharapkan bisa memberikan semangat baru kepada kaum perempuan-perempuan di NTB,” kata Isvie.
Lebih jauh dikatakan, pemerintah dan segenap pemangku kebijakan di daerah perlu mendorong keterlibatan perempuan dalam kesetaraan gender pada proses pembangunan. Bentuk dorongan juga bisa berupa alokasi anggaran yang lebih baik untuk organisasi-organisasi perempuan.
“Saya kira kita perlu dorong melibatkan perempuan dalam pembangunan NTB. Tentunya tidak hanya kita dorong tapi juga dengan meningkatkan anggarannya untuk seluruh organisasi perempuan,” katanya.
Isvie menekankan, peringatan Hari Kartini jangan dijadikan kegiatan yang sekedar bersifat seremonial, namun juga menjadi momentum bagi kaum perempuan untuk mengambangkan diri dalam segala aspek..
“Kita masih jauh dalam segala hal dan masih jauh dari harapan. Karena itu perlu lebih perjuangan,” katanya.
Menurutnya, dari sisi pelayanan publik, perhatian pemerintah daerah sudah cukup bagus bagi masyarakat terutama kaum perempuan.
Hanya saja, sumbangan kaum perempuan bagi persoalan rendahnya pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan juga masih tinggi di daerah ini.
Dengan semangat Kartini, ia berharap masyarakat NTB bisa seluruhnya terdidik sehingga mampu mewujudkan visi NTB yang beriman, berbudaya, berdaya saing dan sejahtera,serta terus membangun kebersamaan.
“Harapan untuk Hari kartini,Kita harus lebih maju , semangat mari kita tingkatkan kebersamaan dan kesolidaritas kita .maju terus perempuan NTB,”tukasnya.
AYA
Fenomena “Gunung Es” Penderita Kanker Serviks
Angka penderita kanker Serviks di Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk masih rendah. Tapi BPJS Kesehatan mengantisipasi, jangan-jangan rendahnya penderita kanker leher rahim di NTB itu merupakan “fenomena gunung es.”
dr Muhammad Ali, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram (foto: Rr)
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Dalam percakapan dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali, wanita terjangkit kanker Serviks di NTB bisa dikatakan belum tinggi. Tapi masih perlu ditelaah, apakah para wanita NTB memang sehat. Atau bisa jadi ada kemungkinan lain.
Pihak BPJS Kesehatan Mataram perlu mengantisipasi, apakah angka penderita kanker itu rendah, atau sebab lain misalnya mereka malas memeriksa di puskesmas atau klinik.
“Jangan-jangan seperti fenomena gunung es, jumlah yang sedikit itu merupakan indikasi banyaknya penderita yang belum kita ketahui,” jelas Muhammad Ali kepada Lombok Journal, menjelang pencanangan pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks (leher rahim) di Puskesmas Gunung Sarimelalui IVA/Pap Smear, hari Jum’at (21/4).
Kekhawatiran itu beralasan, karena tak bisa menganggap sepele kanker leher rahim, kanker yang tumbuh dan berkembang di leher rahim wanita. Leher rahim atau serviks adalah bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uter
Kematian akibat kanker Serviks ini menempati posisi ketiga setelah kanker payudara dan kanker kolorektal. Persentase kasusnya 14 persen dan persentase kematian 6,8 persen menunjukkan, jenis kanker ini sangat menakutkan, khususnya bagi wanita.
Di Indonesia, setidaknya muncul 40-45 kasus baru dan 20-25 di antaranya meninggal dunia tiap harinya. Angka kematian yang tinggi karena terlambatnya penanganan. Kanker serviks tidak dapat dikenali, dan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Dikatakan Ali, berdasarkan Data WHO (World Health Organization) tahun 2014, dari 92 ribu kasus kematian kanker pada wanita Indonesia, sebanyak 10 persen akibat kanker Serviks. “Dari data Yayasan Kanker Indonesia, dari 40 kasus yang terdiagnosa Serviks, sebanyak 20 kasus meninggal dunia,” ungkapnya.
Karena itu, menurutnya, penting melakukan pemeriksaan untuk melakukan deteksi dini. Mestinya tak ada alasan bagi wanita untuk tidak segera memeriksa diri. Sebab era JKN, pemeriksaan gratis peserta JKN melalui program pemeriksaan IVA/Pap Smear.
“Pemeriksaan IVA untuk mendeteksi awal, gejalanya normal atau tidak. Kalau ada gejala tidak normal bisa dirujuk. Pap Smear sebagai pemeriksaan mikrokospik merupakan tindak lanjut,” terang Ali.
Pencanangan yang berlangsung di Puskesmas Gunungsari hanya mengingatkan, tentang perlunya pemeriksaan untuk mendeteksi dini. Tapi pemeriksaan bisa dilakukan sepanjang tahun.
Resiko Daerah Wisata
Drs. Rochman Sahnan Putra, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat (foto: Rr)
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Drs H Rohman Sahnan Putra membenarkan ‘fenomena gunung es’ penderita kanker Serviks. Tahun 2016, di Lombok Barat dilakukan pemeriksaan terhadap 584 wanita, ternyata yang terdiagnosa positif sebanyak 7 orang.
Sampai bulan April tahun 2017, dari 17 puskesmas di Lombok Barat yang melakukan pemeriksaan IVA, ternyata hanya ditemukan 2 orang yang positif Serviks.
“Bisa jadi yang disebut fenomena gunung es itu benar, yang ditemukan tu sedikit tapi yang belum sempat ditemukan jangan-jangan memang banyak. Kalau ditemukan 5 orang terdiagnosa HIV, berarti kenyataan sebenarnya bisa lebih banyak,” kata Rochman.
Karena itu upaya melakukan pemeriksaan rutin penting dilakukan. Termasuk melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah, melalui pendidikan reproduksi.
“Sebab kelompok pasangan usia subur termasuk rentan,” jelas Rochman.
Menurutnya, di wilayah-wilayah yang mengembangkan pariwisata, seperti Batulayar dan Gunungsari termasuk rentan Serviks. Tahun 2016, dari 584 wanita yang diperiksa, ternyata bukan hanya terdiagnosa Serviks namun juga ditemukan HIV.
BPJS Kesehatan Mataram Mencanangkan Deteksi Dini Kanker Serviks
Pemeriksaan deteksi dini kanker Serviks melalui IVA (Infeksi Visual Asetat) dan Pap Smear dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Lombok Barat, berlangsung di Puskesmas Gunung Sari, hari Jum’at (21/4). Kegiatan BPJS Kesehatan untuk deteksi dini kanker Serviks(leher rahim) itu juga berlangsung serentak di seluruh Indonesia bersamaan perayaan Hari Kartini
kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Barat.Hj Khaeratun Fauzan Khalid saat melakukan Pencanangan mengatakan, kegiatan tersebut tepat dilakukan di hari kartini sebagai simbol kebangkitan wanita.
“Kegiatan ini merupakan bagian upaya peningkatan kualitas kesehatan wanita,” katanya sebelum melakukan pencanangan dan meninjau ruang pemeriksaan di puskesmas.
Menurutnya, dengan kegiatan pemeriksaan untuk mendeteksi dini itu akan mengetahui penyakit perempuan. “Dengan demikian, bisa kita lakukan pencegahannya,” ujar Hj Khaeratun.
Di tingkat nasional, pada saat yang sama, sebagai perayaan Hari Kartini Organisasi Aksi Solidaritas ERA (OASE) Kabinet kerja bersinergi dengan BPJS Kesehatan juga juga meyelenggarakan pemeriksaan IVA/Pap Smear yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah
OASE Kabinet Kerja merupakan perkumpulan pendamping menteri dan eksekutif lain yang dipimpin oleh Ibu Negara Iriana Jokowi. Organisasi ini menjalankan serangkaian program tercapainya Nawacita Presiden salah satu programnya adalah peningkkatan pencegahan kanker seerviks
Kegiatan serupa untuk melakukan deteksi dini tersebut merupakan salah satu bentuk preventive promotif bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – KIS untuk menekan jumlah penderita kanker pada perempuan di Indonesia mulai tahun 2015 hingga 2019.
DR Dino Ario, SPOG sebelum acara pencanangan itu pada ibu-ibu pemegang kartu JKN-KIS yang hadir menjelaskan, gejala timbulnya kanker Servik bisa menimpa tiap wanita yang pernah berhubungan intim. Sebab tiap hubungan intim bisa beresiko menimbulkan luka di leher rahim, yang menjadi penyebab awal mula timbulnya kanker Serviks.
Dino menyebutkan salah satu penyebab kanker Serviks yaitu Human Pappiloma Virus (HPV), kelompok yang terdiri dari 150 lebih jenis virus dan ditularkan melalui hubungan seksual baik secara vaginal maupun oral
“Resiko yang sering terjadi menimpa perempuan yang sudah menikah muda atau sebelum usia 15 tahun,” jelas Dino Ario yang mendapat perhatian antusias dari ibu-ibu yang siap mengikuti pemeriksaan.
Pencanangan Deteksi Dini Kanker Serviks ini, menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali, untuk mengingatkan kembali (reminding) bahwa saat ini ada program Pap Smear gratis bagi pemegang kartu JKN-KIS, Askes, Jamkesmas atau BPJS Kesehatan Mandiri.
Berbeda dengan sebelum tahun 2015, program IVA/Pap Smear tidak termasuk yang dijamin alias harus membayar saat melakukan pemeriksaan dan pengobatan.
“Sekarang sebagai bagian dari program promotif preventif, program IVA/Pap Smear gratis. Karena itu ini kesempatan bagi masyarakat peserta JKN untuk melakukan pemeriksaan,” kata Muhammad Ali saat memberi sambutan.
Dalam acara pencanangan itu, selain dihadiri lebih seratus ibu-ibu yang akan melakukan pemeriksaan, juga hadir Dan Ramil Gunung Sari dan Camat Gunung Sari, Kepala Puskesmas Gunung Sari, Akmal Rosamali S Kep, Ns, serta Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Drs H Rochman Sahnan Putra, M Kes.
“Setelah acara ini, kita harapkan ibu-ibu segera melakukan pemeriksaan,” kata Rochman,
Rr
Asosiasi General Manager Hotel Bertekad Tingkatkan SDM Pariwisata
Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Lombok, NTB, bertekad untuk memberikan sumbangsih terbaik demi kemajuan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Para GM dan Manager sejumlah hotel anggota IHGMA Lombok merayakan HULTAH Pertama (foto: AYA)
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Organisasi profesi bagi Manager dan General Manager hotel tersebut, juga akan terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.
“Kami di IHGMA chapter Lombok, NTB, tentu akan terus bekerja keras membangun citra pariwisata NTB ini, dan pariwisata Indonesia secara umum. Itu tekad kami,”kata Ketua IHGMA Lombok, NTB, Erik Tumbelaka, Kamis malam (20/4), dalam perayaan Hultah pertama IHGMA Lombok di sebuah Villa di pantai Montong, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.
IHGMA merupakan organisasi profesi yang memuliki struktur nasional. Sedikitnya saat ini tercatat ada 25 chapter atau perwakilan IHGMA secara nasional, termasuk di Lombok, NTB.
Erik memaparkan, selama setahun berdiri, IHGMA Lombok, NTB sudah memfasilitasi sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas SDM, berupa kegiatan seminar dan workshop manajerial hotelier dan sebagainya.
“Saat ini anggota IHGMA Lombok sudah ada 60 orang dan akan menyusul beberapa lagi yang masih dalam proses registrasi,” kata Erik yang juga GM Hotel Killa Senggigi.
Ia mengatakan kapasitas SDM yang memadai dan mumpuni serta terus bersaing dengan menerapkan standar-standar proporsional dan profesional akan sangat mendukung pembangunan sektor pariwisata secara menyeluruh.
Hultah pertama IHGMA Lombok, NTB, Kamis malam berlangsung sederhana namun penuh keakraban.
Sekretaris IHGMA Lombok, NTB, Wiwit Suprapti menjelaskan, Hultah dilakukan serentak di 25 chapter IHGMA se Indonesia dengan cara potong tumpeng.
“Ini kesepakatan nasional, perayaan Hultah sederhana dengan potong tumpeng dan silahturahmi antar anggota di setiap chapter, termasuk yang kami lakukan di Lombok,” kata Wiwit.
Wiwit yang juga GM Qunci Villa Senggigi, mengatakan chapter Lombok, NTB ini diakui secara nasional sebagai chapter IHGMA yang anggotanya paling kompak dan saling bersinergi.
“IHGMA Lombok juga merupakan chapter dengan anggota terbanyak kedua setelah Bali,” katanya.
Sementara itu, Ketua PHRI NTB, Lalu Hadi Faisal mengatakan, keberadaan IHGMA diharapkan bisa memperkokoh ikhtiar seluruh staeholders pariwisata di NTB untuk memajukan dunia pariwisata ke depan.
“Kita optimistik dengan koordinasi dan kerjasama serta sinergi yang baik antar semua stakeholders, maka pariwisata NTB akan lebih berkembang lagi,” katanya.
AYA
Ratusan KK di Pulau Bajo Merasa Merdeka, Bisa Nikmati Listrik
Lebih dari 120 Kepala Keluarga (KK) di Pulau Bajo di utara pulau Sumbawa, merasa bahagia karena kini sudah bisa menikmati aliran listrik.
MATARAM.lombokjournal.com — Sejak pertengahan April , PT PLN sudah berhasil membangun jaringan listrik menuju pulau Bajo yang secara administratif masuk ke dalam wilayah Desa Kwangko, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Desa Kwangko, Syaiful mengatakan, ketersediaan listrik di pulau Bajo memang sangat dibutuhkan, apalagi dengan mayoritas penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan.
“Listrik sangat penting untuk meningkatkan perekonomian warga kami di Bajo. Kami sangat bersyukur dan masyarakat sangat bahagia sudah masuk listrik sekarang. Ya kami merasa merdeka, bukan hanya 100 persen, bahkan 1000 persen,” kata Saiful.
Menurut dia, dengan ketersedian listrik, maka para nelayan bisa menyimpan hasil tangkapannya di lemari pendingin, sebelum menjual ke pembeli. Ini akan membuat ikan hasil tangkapan lebih awet dan tidak rusak.
“Sekarang ikan hasil tangkapan yang tidak bisa langsung dijual, bisa disimpan di lemari es. Kemarin, tahu listrik akan dipasang, masyarakat sini langsung membeli lemari es,” ujar Syaiful.
Kebahagiaan dengan masuknya listrik PLN juga disampaikan Nabil (12), siswa kelas 5 SD Negeri 5 Manggalewa yang berlokasi di Pulau Bajo.
“Senang sekali, malam sudah tidak gelap lagi. Bisa belajar malam, nonton TV juga,” kata Nabil.
Dalam rilis yang diterima Lombok Journal, Kamis (20/4) di Mataram, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara Machnizon Masri menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar 120 KK di Pulau Bajo yang rumahnya teraliri listrik PLN.
“Saat ini sudah 120 KK, nanti secara bertahap semua KK di pulau Bajo pasti terlistriki, karena kapasitas yang kami sediakan bisa memenuhi semua keluarga di Bajo yag tercatat sekitar 450 KK,” kata Machnizon Masri.
Ia menjelaskan, melistriki Pulau Bajo merupakan program listrik desa yang mulai dikerjakan PLN sejak Oktober 2016.
PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kilovolt (kV) sepanjang 4,1 kilometer sirkuit (kms) untuk melistriki pulau tersebut, dimana 150 meter sirkuit (ms) diantaranya melintasi perairan Teluk Saleh yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Bajo.
“Ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Kami bertekad seluruh masyarakat harus kita listriki,” tegas Machnizon.
Berdasarkan data PLN Wilayah NTB, pada tahun 2016 rasio elektrifikasi di Provinsi NTB mencapai 77,68 persen dari target 75,90 persen. Saat ini rasio elektrifikasi telah mencapai 78,92 persen. PLN menargetkan pada tahun 2020 rasio elektrifikasi dapat mencapai 92,75 persen.
Untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi NTB, dalam beberapa tahun ke depan PLN akan membangun beberapa pembangkit baru, antara lain PLTGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW, PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 MW, PLTMG Bima 50 MW, PLTU Lombok dan PLTU Lombok 2 masing-masing berkapasitas 2×50 MW
Selain itu, pada tahun 2017, PLN juga akan membangun jaringan kabel bawah laut untuk melistriki Gili Gede, Lombok Barat. Pembangunan kabel laut ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017.
“Harapannya pada tahun 2020 rasio elektrifikasi bahkan sudah di atas 95 persen,” kata Machnizon Masri.
GRA
Pap Smear Kanker Serviks, BPJS Kesehatan Lakukan Deteksi Dini
Jarang disadari, kanker leher rahim atau yang dikenal sebagai kanker Serviks tergolong pembunuh wanita nomor satu. Untuk merayakan hari Kartini dan sekaligus peduli kesehatan wanita, BPJS Kesehatan se Indonesia menyelenggarakan program Pap Smear mendeteksi dini kanker Serviks di seluruh kabupaten/kota
MATARAM.lombokjournal.com – Pencanangan program pemeriksaan atau mendeteksi dini kanker Serviks oleh BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dilakukan di Puskesmas Gunung Sari, Lombok Barat. Kegiatan tersebut berlangsung sejak hari Kamis (20/4), dan dilanjutkan tepat saat perayaan Hari Kartini, hari Jum’at (21/4), yang sekaligus dilangsungkan Pencanangan Bulan Deteksi Dini Kanker Srviks.
Menurut Kepala Puskesmas Gunung Sari, Akmal Rosan, SKep,Ns, pada hari Kamis pihaknya sudah melakukan pemeriksaan pada hari Kamis. Dari 150 yang mendaftar, sampai Kamis siang sudah diperiksa 84 orang pemegang kartus JKIN-KIS.
Pemeriksaan akan dilanjutkan pada hari Jum’at. Dari pemeriksaan hari pertama itu diperoleh keterangan, dua orang positif kena kanker serviks.
Akmal Rosan menjelaskan, di Puskesmas Gunung Sari sendiri pemeriksaan IVA (Infeksi Visual Asrtat) sudah berlangsung tiap hari. “Sasarannya terutama pasangan usia subur, yang lagi hamil, atau kelompok beresiko,” jelanya.
Tapi beda dengan pemeriksaan IVA yang menggunakan asam asetat untuk mengetahui hasilnya.
Pprogram Pap Smear yang diselenggarakan BPJS Kesehatan untuk kanker Serviks, merupakan tes skrining mencari sel-sel prakanker di leher rahim wanita. Dokter atau perawat mengambil sampel dari leher rahim serviks, lalu ditaruh ke slide kaca dan slide tersebut dibawa ke laboratorium untuk dikaji dengan mikroskopis
Di Indonesia kanker serviks disebut sebagai penyebab kematian wanita nomor satu. Di dunia, tiap dua menit satu wanita meninggal karena kanker Serviks
Masyarakat pemegang kartu JKN-KIS, Jamkesmas, Askes TNI-Polri maupun BPJS Mandiri, dapat memeriksa tanpa dipungut biaya.
Rr
Gatot “Guru Spiritual” Brajamusti Diganjar 8 Tahun
Gatot Brajamusti (54), yang sebellumnnya dikenal sebagai “guru Spiritual” artis-artis papan atas, divonis dengan hukuman 8 tahun penjara. Bintang film yang juga mantan Ketua Umum Parfi itu, terjerat kasus kepemilikan narkoba jenis Sabu-Sabu.
MATARAM.lombokjournal.com — Gatot juga harus membayar denda Rp1 Miliar. Pembacaan putusan itu rlangsung di Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (20/4) sore.
Majelis hakim yang dimpimpin Ketua Majelis Hakim, Yapi SH MH, dengan anggota Didiek Jatmiko SH dan Yuli Atmaningsih SH, menilai Gatot Brajamusti telah bersalah memiliki, menguasai, dan menyimpan narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu tanpa izin, seperti yang diatur dalam pasal 112 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Berdasarkan keterangan para saksi, terdakwa, dan alat bukti, maka majelis memutuskan pidana terhadap terdakwa Gatot Brajamusti, berupa delapan tahun penjara, denda Rp1 Miliar subsidair 3 bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim, Yapi SH MH, saat membacakan amar putusan.
Vonis hakim terhadap Gatot, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Ginung Pratidina yang menuntut Gatot dengan hukuman pidana 12 tahun penjara.
Ketua majelis hakim, Yapi menjelaskan, putusan delapan tahun penjara terhadap Gatot diberikan dengan pertimbangan yang memberatkan bahwa yang bersangkutan adalah publik figur sehingga tindakannya memiliki narkoba akan menjadi pelajaran buruk bagi masyarakat.
“Apalagi saat ini diketahui bersama bahwapemerintah sangat serius memerangi narkoba dan sudah menyatakan negara dalam keadaan darurat narkoba,” kata Yapi.
Terhadap vonis tersebut, Gatot Brajamusti yang hadir dalam persidangan didampingi tim penasehat hukum, menyatakan akan berpikir-pikir untuk menerima, atau melakukan banding.
Kepada wartawan usai sidang, Gatot menyatakan kecewa dengan putusan hakim. Ia menilai pidana penjara delapan tahun sangat berat untuk perbuatan yang dilakukannya.
“Ya jelas kecewa. Saya di Lapas Mataram satu ruangan dengan terdakwa narkoba dalam kasus lain, mereka ada yang dituntut 4 tahun dan vonis 2 tahun, padahal barang buktinya lebih banyak. Ini kan nggak adil juga, saya memang ngaku salah, tapi hukuman ini terlalu berat lah, ada delapan kalender lagi harus saya buka,” kata Gatot.
Namun Gatot mengatakan, akan menyerahkannya ke tim penasehat hukum apakah akan melakukan banding atau menerima putusan. Sebab hakim masih memberi kesempatan untuk mengambil keputusan hingga tujuh hari ke depan.
“Kita pelajari dulu sebelum menerima atau melakukan banding terhadap putusan pak Gatot,”kata penasehat hukum, Irfan Suryadinata.
Sementara itu, istri Gatot, Dewi Aminah (45) yang juga menjalani sidang putusan setelah sidang Gatot di Pengadilan Negeri Mataram.
Majelis hakim memutus Dewi Aminah dengan hukuman 1,5 tahun karena dinilai terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika sesuai pasal 127 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.
Anggota majelis hakim, Yuli Atmaningsih memaparkan, Dewi Aminah tidak terbukti memiliki dan menyimpan narkoba seperti dalam dakwaan primer jaksa.Namun Dewi terbukti menggunakan narkoba jenis Sabu-Sabu sesuai hasil pemeriksaan urinenya.
“Terdakwa Dewi terbukti secara sah dan meyakinkan menyalahgunakan narkoba untuk dirinya sendiri, sehingga majelis hakim memutuskan hukuman 1 tahun enam bulan penjara untuk Dewi Aminah,”kata Yuli.
Gatot Brajamusti ditangkap polisi pada Minggu malam, 28 Agustus 2016, dalam sebuah penggerebekan di kamar nomor 1100 Hotel Golden Tulip Mataram. Polisi menemukan satu poket sabu-sabu seberat 0,6 gram di saku celana Gatot.
Bersama Gatot, polisi juga menangkap istrinya, Dewi Aminah (45), karena kedapatan menimpan satu poket sabu-sabu seberat 0,6 gram di dalam dompetnya.
Penangkapan terjadi sehari setelah Gatot terpilih sebagai Ketua Umum Parfi dalam kongres organisasi artis itu di Lombok.
GRA
ITDC Serahkan Dana Kerohiman untuk 14 Penerima
ITDC sebagai pengelola KEK Mandalika, kembali menyalurkan dana kerohiman untuk 14 orang penggarap lahan milik negara, Kamis (20/4), di Gedung Sangkareang, kantor Gubernur NTB.
MATARAM.lombokjournal.com — Penyerahan uang kerohiman itu bagian dari tahap penyelesaian masalah lahan di KEK Mandalika yang sudah mencapai penyelesaian yang baik. Hal itu dikatakan Direktur Bidang Pengembangan ITDC, Edwin Darmasetyawan mengatakan, hari Kamis itu.
“Uang kerohiman sebesar Rp4,5 juta per are untuk penggarap lahan negara ini sudah melalui kesepakatan dan arahan dari Kementerian Perekonomian, dan Kemenko Kemaritiman yang ditindaklanjuti melalui SK Gubernur NTB,” jelas Edwin.
Menurutnya, SK Gubernur menunjukan pembayaran untuk 24 warga berhak menerima. Namun saat ini mpenyaluran baru dilakukan untuk 14 penerima itu.
Sementara 10 sisanya, akan disalurkan di tahap selanjutnya karena ada yang harus diselesaikan admistriasinya.
“Yang lain akan kita serahkan dalam tahap selanjutnya, karena masih ada yang dalam perbaikan syarat administrasi, dan ada juga yang sudah meninggal dunia sehingga harus diurus warisnya,” katanya.
Dijelaskan, untuk 24 penerima uang kerohiman itu jumlah keseluruhan dana yang sudah disiapkan mencapai Rp12,4 Miliar.
“Yang sudah dibayarkan hari ini 9, 7 miliar untuk 14 penerima,” katanya.
Dengan pembayaran dana kerohiman itu, diharapkan pembangunan di KEK Mandalika, Lombok Tengah, bisa berjalan dengan baik dan lancar.
AYA
Kawan Nuri Serahkan Formulir Pendaftaran Bacagub ke DPD Hanura NTB
Tim pendukung bakal calon Gubernur (Bacagub) Subuhunuri yang menamakan “Kawan Nuri”, Rabu (19/4) mengembalikan formulir pendaftaran ke kantor DPD Partai Hanura NTB, di Mataram.
MATARAM.lombokjournal.com – Namun saat mengembalikan formulir itu Subuhunuri tak tampak hadir.
“Kami mewakili pak Nuri (Sapaan akrab Subuhunuri, Red), untuk mengembalikan formulir pendaftaran, sebab saat ini pak Nuri sedang menjalankan ibadah Umroh,” kata Ketua Tim Kawan Nuri, Sigap SPd MPd, kepada wartawan.
Kedatangan Kawan Nuri di DPD Partai Hanura NTB diterima langsung oleh Ketua Tim Pilkada Partai Hanura NTB, Yeyen Seprian Rahmat SE.
Sigap mengatakan, selain mendaftar sebagai Bacagub melalui Hanura, Subuhunuri juga mendaftar sebagai Bacagub ke partai lain antara lain, PKB, PPP, dan PAN.
“Kami juga akan melakukan pengembalian formulir pendaftaran ke PKB, PPP, dan PAN,” kata Sigap.
Ia mengatakan, komunikasi politik juga terus dibangun dengan partai politik lainnya termasuk Partai Gerindra.
Rencananya, Subuhunuri juga akan mendaftar di Partai Gerindra pada bulan Mei mendatang.
Sementara itu, Ketua Tim Pilkada Partai Hanura NTB, Yeyen Seprian Rahmat mengatakan, saat ini sudah tercatat tujuh bakal calon yang mendaftar untuk mendapat dukungan Partai Hanura.
“Ada tujuh orang yang sudah mendaftar. Tapi untuk menentukan, nantinya tim pilkada kami akan melakukan proses seleksi sesuai dengan mekanisme yang telah diatur oleh partai,” katanya.
AYA
Generasi Emas, Generasi Bebas Narkoba
Penyuluhan bahaya narkoba bagi pemuda sangat penting dalam upaya mencapai salah satu program Generasi Emas NTB (GEN) 2025, yaitu generasi yang terbebas dari narkoba
MATARAM.lombokjournal.com – Wagub NTB, H Muh Amin mengatakan saat membuka acara Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba Bagi Pemuda Tingkat Provinsi NTB Tahun 2017 di Hotel Aston Inn, Rabu (19/4).
Program Generasi Emas NTB (GEN) tahun 2025 merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi NTB. Tujuannya membangun generasi muda yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Untuk mewujudkan program ini, sosialisasi pun terus dikampanyekan secara masif oleh jajaran Pemerintah Provinsi NTB,” ujar Wakil Muh Amin.
Pemerintah memberikan perhatian besar akan penyalahgunaan narkoba. Pemuda diharapkan menjaga diri dari bahaya barang haram tersebut. Kalau dulu perang menggunakan senjata, saat ini perang dilakukan dengan menghancurkan generasi muda, salah satunya dengan narkoba.
“Narkoba menyerang siapa saja, tidak pandang bulu mulai dari politisi, public figure, orang tua, bahkan sampai anak-anak,” ujarnya.
Produsen narkoba makin kreatif dalam membuat varian narkoba, seperti permen dan brownies. Pengedar narkoba banyak menyasar generasi muda, karena jumlahnya cukup besar, yaitu lebih dari 65% dari jumlah penduduk.
Wagub berpesan, peserta penyuluhan harus berani melaporkan pengguna narkoba kepada kepala sekolah dan orang tua, sehingga temannya tersebut mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki generasi muda yang sehat fisik dan mental, dan di mulai dengan remaja yang bebas dari narkoba,” pungkasnya.
Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Husnanidiaty Nurdin menyampaikan permasalahan narkoba sudah dalam fase mengkhawatirkan. Data dari BNN tahun 2015, Pengguna narkoba di Provinsi NTB berjumlah 56.000 orang (dewasa dan remaja).
“Kami ingin mensosialisasikan bahaya narkoba di level remaja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan penyuluhan adalah memperkuat siswa/siswi di dalam melakukan penyuluhan, pembinaan, dan pencegahan, serta penanggulangan terhadap bahaya narkoba bagi generasi muda bangsa.
Peserta penyuluhan berjumlah 80 orang dari SMA/SMK, MA sederajat di 10 kabupaten/kota se-provinsi NTB. Ia berharap penyuluhan ini menjadikan remaja sebagai duta anti narkoba di kalangannya.