Kekeringan Wilayah NTB Jadi Perhatian BPBD

Masalah Kekeringan yang tiap tahun masih terjadi di beberapa kawasan di Nusa Tenggara Barat menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang jadi perhatian BPBD.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) NTB, Muhammad Rum (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) NTB, Muhammad Rum mengatakan,  kekeringan di beberapa derah di Lombok Seperti di kawasan Jerowaru Lombok Timur (Lotim), Kayangan, Lombok Utara, tiap tahun terjadi.

“BPBD mengatasi kekeringan itu dengan droping Air bersih,” katanya, Senin (12/6).

Selain droping air bersih, pihak BPBD mengusulkan penanganana permanen, misalnya dibuatkan sumur bor. Namun karena keterbatasan anggaran daerah, kegiatan itu masih dipending.

“Ya mudahan tahun 2018 bisa dieksekusi perencanaanya,” ungkapnya.

Di pihak lain Rum mengakui, di Jerowaru pembuatan Sumur Bor dirasa masih sulit. Lokasinya dianggap susah melakukan pengeboran, selain itu memang tidak ada titik pengenoran.

“Sumut bor di Jerowaru Susah,” katanya.

Pihak BPBD pernah survei di tiga lokasi sumber mata air yang bisa ditarik melalui pipanisasi. Untuk mengatasai kekeringan, BPBD NTB mengusulkan segera dianggarkan.

“Agar tidak perlu lagi melakukan droping air bersih tiap tahunnya,” ucap Rum

Sedangkan Untuk di Kawasan Sumbawa, Dompu   Bima hingga saat ini BPBD belum menerima laporan kekeringan tersebut. Dengan demikian, kekeringan belum terlalu serius.

Namun pertengahan 2017  hingga saat ini (Juni, red),  kekeringan hanya tidak menyeluruh. Meski demikian pihaknya segera melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kotase NTB.

Rencananya, setelah lebaran, akan dilakukan koordinasi dengan BPBD se Kabupaten/Kota terkait siaga darurat bencana kekeringan. “Untuk memetakan mana yang akan menjadi wilayah yang bisa dicover kabupaten/kota, sehingga provinsi bisa masuk,” kata Rum.

AYA

 




Bersama Penulis “Novel Ayat-ayat Cinta”, TGB Jelaskan Perintah Al Qur’an Pentingnya Membaca dan Menulis

Tradisi membaca dan menulis merupakan tradisi penting untuk membangun peradaban. Perintah Al Qur’an sudah jelas tentang kewajiban membaca dan menulis

 

Dialog dalam acara “Meet and Great”, TGB bersama penulis novel “Ayat-ayat Cinnta” Habiburrahman El-Shirazy, di Ballroom Islamic Center di Mataram, Minggu (11/06).

MATARAM.lombokjournal.com — Banyak ulama dan penulis hebat di dunia berhasil membangun peradaban lewat membaca dan menulis. Itu ditegaskan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengungkapkan. pada acara  “Meet and Great” bersama penulis novel “Ayat=ayat Cinta” Habiburrahman El-Shirazy, di Ballroom Islamic Center di Mataram, Minggu (11/06).

Gubernur menjelaskan, perintah membaca dan menulis tersebut, tertera sangat jelas dalam Al-Qur’an. “Maknanya telah memberikan banyak inspirasi bagi umat manusia,” tutur TGB

Alquran itu dua diantaranya bersinggungan langsung dengan proses intelektualitas  kemanusiaan. Proses pembudayaan manusia adalah menulis dan membaca. Dengan demikian, manusia bisa melihat secara simbolik Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam kitab  suci-Nya.

“Inilah yang mendorong kita dan  memotivasi kita setinggi tingginya untuk terus-menerus menulis dan membaca,” tegas gubernur di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Dijelaskannya, jadi proses membaca dan menulis ini, diinisiasi atau dimulai bukan oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai rasul terakhir. Tetapi perintah langsung Allah. Tidak ada alasan bagi umat Islam malas menulis atau membaca.

Upaya meningkatkan minat membaca dan menulis anak-anak NTB, yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB adalah memfasilitasi mereka mendapatkan wawasan yang luas melalui membaca. Di antaranya dengan menambah dan melengkapi sarana sarana perpustakaan  di seluruh Nusa Tenggara Barat,.

“Kalau dulu perpustakaan  hanya ada di ibukota provinsi atau kabupaten/ kota saja, tetapi sekarang ini perpustakaan yang cukup bagus sudah dibangun di rumah rumah ibadah di seluruh pelosok desa di NTB,” ujarnya.

Lebih dari itu, Pemprov NTB memberikan insentif dalam bentuk program-program khusus kepada para penulis putra daerah yang menulis segala hal tentang NTB.

Di tempat sama, penulis novel “Ayat-ayat Cinta” Habiburrahman El-Shirazy memberi tips bagi yang ingin menggeluti dunia penulisan. Berdasarkan pengalamannya menulis Novel Ayat-Ayat Cinta, k menjadi penulis produktif harus dimulai dengan cinta dan menulis. Layaknya hobi-hobi lain, seperti pramuka dan traveling.

Penulis harus mempunyai target saat ingin melahirkan sebuah karya.  Dengan target tersebut, penulis dapat mengatur waktu dan menyesuaikan dengan agenda-agenda lain.

“Penulis juga perlu melakukan riset,” ungkapnya. Sering bergaul dan bertemu dengan penulis-penulis hebat merupakan salah satu kunci menjadi penulis produktif

Acara “Meet and Great” diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan 1438 Hijriyah di Bumi Seribu Masjid Provinsi Nusa Tenggara Barat.

AYA




ASN Diminta Tingkatkan Dedikasi dan Toleransi

Aparatur Sipil Negara (ASN) karena itu harus meningkatkan dedikasi dalam pelaksanaan pembangunan, dan keteladanan menciptakan toleransi

 

 

 

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muh Amin, S.H., M.Si mengajak kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan  para pemimpin masyarakat  meningkatkan  dedikasi dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Lebih dari itu, ASN baik di Provinsi maupun di Kabupaten/kota menunjukkan keteladanan menciptakan kerukunan dan toleransi.

Harapan itu disampaikan  Wagub H. Muh Amin saat acara buka puasa bersama dan sholat  taraweh di Kopang, Lombok Tengah, yang merupakan rangkaian Safari Ramadhan Pemprov. NTB di   kabupaten/kota se-NTB, Sabtu (10/6)

“Ini semua demi kesejahteraan seluruh rakyat,” kata wagub.

Wagub Amin didampingi, Hj  Syamsiah dan sejumlah Kepala OPD Provinsi  NTB, menegaskan bulan Suci ini merupakan momen   meningkatkan rasa syukur, seraya terus memperkuat toleransi antar warga.

Konflik perbedaan keyakinan, pandangan politik, Ras  dan  perbedaan lainnya harus dihindari. “Inilah kesyukuran kita  di Indonesia yang berasaskan Pancasila, semua Agama bisa menjalankan aktivitas keagamaanya sesuai dengan Undang-undang,” tegasnya.

Masyarakat dihimbau menjaga stabilitas keamanan dan kesucian bulan Ramadhan di tempat masing-masing. Di pihak instansi terkait diminta pastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Sektor Pariwisata

Wagub mengingatkan, sektor pertanian dan sektor pariwisata andalan Kabupaten  Lombok Tengah, hendaknya mendapatkan perhatian serius. Sektor Pertanian telah menyumbangkan 27 Persen PDRB. Artinya, sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbesar atau 42 persen.

“Kita tak mungkin berpaling dari sektor pertanian,” kata wagub.

Sektor pariwisata tumbuh 20 persen, dan  kawasan Mandalika di Lombok Tengah  merupakan salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata nasional.

Diharapkan pembangunan kawasan Mandalika harus dikawal. Pemerintah berhasil menyelesaikan sengketa lahan melalui  pola pemberian dana atau  uang kerohiman kepada penggarap tanah negara di sejumlah titik lokasi dikawasan Mandalika. Tugas selanjutnya, memastikan pembangunannya dapat terlaksana dengan baik.

“Agar memberikan multi player efek secara ekonomi, membuka peluang kerja dan mengurangi pengangguran,” kata wagub.

Wagub juga menyerahkan bantuan Pemprov NTB ke Lombok Tengah. Antara lain, bantuan pengembangan NTB BSS senilai Rp. 3.854.500.000. Dana bantuan untuk kelompok usaha bersama sejumlah 25 kelompok, sejumlah Rp500 Juta. Bantuan usaha berketerampilan masing-masing Rp. 45 Juta untuk sepuluh kelompok; dan bantuan pemenuhan kebutuhan hidup untuk LKSA  sebesar Rp. 1.161.000.000 serta bantuan peralatan lainnya

Dalam kegiatan Safari Ramadhan itu, Bupati  Lombok Tengah, HM. Suhaili FT. menghadirkan Kepala SKPD Lingkup Kabupaten Lombok Tengah dan pejabat dari  seluruh  desa di kecamatan Kopang, Koramil, Polsek, Babinsa dan unsur-unsur lainnya.

Suhaili berharap,  Safari Ramadhan yang di hadiri  Pimpinan SKPD tersebut, jadi momentum meningkatkan Koordinasi  antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten kota, khususnya Kabupaten Lombok Tengah, unntuk sinkronisasi pelaksanaan pembangunan di daerah.

AYA




Takjil Gratis Dari Partai Perindo

Setelah bagi-bagi sembako, Partai Perindo Sediakan Bingkisan Takjil di Mataram

Sekjen Partai Perindo, M. Juaini (Foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — 500 paket takjil dibagikan Dewan Pimpinan wilayah (DPW) Partai Perindo Kota Mataram,   Sabtu (10/6) sore. Takjil yang dibagikan secara gratis ini berpusat di depan Kantor DPW Partai Perindo jalan Dr Soetomo Karang Baru, Mataram.

Kegiatan bagi-bagi takjil itu dilakukan rutin tiap bulan puasa. Sekertaris DPW Partai Perindo, Muhammad Juaini mengatakan, masyarakat yang melintas di kawasan jalan Dr. Soetomo  akan dibagikan takjil.

Harapannya pembagian takjil itu membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan dan mulai masuk saat berbuka saat adzan Magrib berkumandang, bisa membatalkan puasanya.

“Tiap bulan puasa kita adakan kegiatan ini. Takjil yang dibagikan sore ini berisi Kolak dan kurma, ” kata Muhammad Juaini. Rencananya, program kepedulian Perindo bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah puasa ini dilaksanakan di beberapa titik di kota Mataram.

Selain bagi-bagi takjil, program Partai Perindo di bulan puasa juga bagi-bagi sembako bagi masyarakat tidak mampu. Di bulan puasa ini juga sedang dilakukan pendataan untuk melanjutkan program rehab rumah.

“Kami akan mengadakan berbuka bersama kaum dhuafa. Ini merupakan kegiaran Safari Ramadhan Partai Perindo,” kata Juaini.

AYA

 

 




Komisi IX DPR RI Ke Pasar, Pantau Produk Makanan Yang Mengandung Zat Berbahaya

MATARAM.lombokjournal.com — Inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Mandalika Kota Mataram,  Jumat (9/6) dilakukan Anggota Komisi IX DPR RI  dipimpin Wakil Ketua, Hj. Ermalena. Sidak itu  untuk mengantisipasi  kemungkinan peredaran dan penggunaan  zat berbahaya pada produk-produk makanan untuk bulan Ramadhan dan menjelang Hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah/

Sidak yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc., Ph.D dan Kepala BPOM NTB, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt., MH., sekaligus memantau ketersediaan dan stabilitas kebutuhan pokok masyarakat tercukupi.

Hasil sidak setelah dilakukan uji laboratorium oleh Badan POM, ditemukan hanya satu bahan yang mengandung Boraks.  Dengan demikian disimpulkan, bahan makanan yang ada di Pasar Mandalika secara umum termasuk kategori sehat.

Namun Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena  meminta  pemerintah lebih intens melakukan pemantauan di pasar-pasar, guna  meminimalisir  peredaran zat berbahaya seperti Formalin, Rodhamin B dan Boraks.

“Kami harapkan BPOM lebih sering melakukan pemantauan terhadap peredaran zat berbahaya di pasar-pasar. Selain melakukan sidak atau pemantauan, BPOM juga harus memberikan edukasi kepada para pedangang akan bahaya penggunaan zat berbahaya tersebut pada makanan,” harapnya.

Ditempat sama, Sekda NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc., Ph.D mengatakan, harus mengambil hikmah dari hasil sidak Komisi IX DPR RI bersama BOPM NTB. Ternyata masih ditemukan bahan makanan yang mengandung Zat berbahaya.

Dijelaskan Sekda,melalui berbagai institusi terkait pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada para pedagang di Pasar-pasar dan masyarakat. “Penggunaan zat-zat berbahaya pada makanan akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh,” jelasnya.

AYA




Perbedaan Harus Dimaknai Sebagai Kekuatan Membangun Daerah

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH,M. Si mengajak seluruh warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memaknai perbedaan sebagai kekuatan membangun daerah untuk kemajuan yang lebih besar.

Wagub H Muhammad Amin menyerahkan sejumlah bantuan di tiap kabupaten dalam kegiatan Safari Ramadhan Pemprov NTB(foto: Dok Humas NTB)

SUMBAWA BARAT,lombokjournal.com —  “Perbedaan kita jadikan sebagai suatu rahmat, jangan sampai  menjadi penyebab terjadinya konflik di antara kita,” kata Wagub Amin, saat Safari Ramadahan Pemerintah Provinsi NTB di Masjid Baburrahman, Desa Senteluk Tengah, Kecamatan Senteluk, KSB, Kamis (8/6).

Wagub dan rombongan disambut Bupati KSB Dr. Ir. W. Musyafirin, MM bersama Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, ST, anggota Forkopimda KSB, dan seluruh camat se-KSB, serta para tokoh masyarakat dan ulama. Kegiatan safari diawali berbuka bersama warga dengan santapan kuliner khas KSB yang lezat nan sederhana.

“Ini merupakan momen kesyukuran saya dan rombongan bisa bersilaturrahmi ke KSB setelah sebelumnya melaksanaka kunjungan serupa di Kota Bima, kabupaten Bima, Sumbawa dan Dompu,”ungkap Wagub Amin hadir beserta istri, HJ. Syamsiah M. Amin.

Dalam kunjungannya di KSB, Wagub Amin menyerahkan sejumlah bantuan untuk menstimulan usaha masyarakat. Di antaranya  bantuan kepada Pemerintah KSB untuk mendukung program Bumi Sejuta Sapi, sebesar Rp475 Juta.  Bantuan peralatan industri berupa 2 buah Spiner Abon dan 1 buah Vacuum Power Pack.

Selain itu, diserahkan  peralatan pertanian berupa 16 unit Hand Tractor, 15 unit pompa air, 3 unit Rice Transplanter dan 20 unit Hand Sprayer yang akan dibagikan kepada kelompok tani.

Pemerintah Provinsi NTB juga  menyalurkan  bantuan 100.000 batang bibit tanaman hutan senilai kepada 4 kelompok tani hutan di KSB untuk mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Selain itu, pengusaha budidaya madu diberikan bantuan 100 buah peralatan madu trigona kepada KTH Lestari Otak Keris, Desa Maluk Dan penyerahan izinusaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan Iak Buak Desa Tepas kepada Bapak Irmansyah.

Khusus untuk Masjid Baburrahman, Desa Senteluk Tengah, diberikan bantuan uang tunai sebesar Rp15 juta dan 100 lembar sarung untuk kaum duafa.

Bupati KSB, H Musyafirin mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah provinsi kepada masyarakat KSB. Namun, Musyafirin mengingatkan bahwa masyarakat penerima bantuan harus mengikuti ketentuan yang telah diregulasi oleh pemerintah KSB dengan melaporkan setiap bantuan yang diterima agar pemanfaatan bantuan dapat diaudit lebih optimal.

“Semua jenis bantuan yang masuk ke KSB, harus tunduk aturan. Kami ingin mendidik masyarakat untuk mengelola bantuan agar lebih bertanggung jawab,” ungkapnya.

AYA




Bulog Kucurkan 1,1 Ton Gula Pasir Di Pasar Kebon Roek

Menjaga stabilitas harga pangan bulan ramadhan, Bulog Divre NTB Distribusikan 1,1 ton atau 1 ton 100 kg gula di Pasar Kebon Roek Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com – Langkah menjaga stabilisasi pangan yang dilakukan Bulog bermaksud menjaga harga di tingkat yang sama dan stabil,  agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Komersial Bulog divre NTB, Heri Sulistiyo, pada wartawan. “Kita distribusikan gula pasir melalui pedagang-pedagang pasar yang telah bekerja sama dengan bulog,” terangnya, Jumat (9/6) di Mataram.

Di pasar Kebon Roek, Bulog Divre NTB mendistribusikan gula melalui beberapa pedagang di pasar Harga eceran yang dijual yakni sesuai dengan spanduk yang dipasang di masing- masing pedagang seharga Rp 12.500/Kg.

“Jadi pedagang wajib menjual kepada konsumen sesuai harga eceran tertinggi yaitu Rp 12.500/Kg,” jelasnya.

Jika ada pedagang yang akan menjual di atas persyaratan, akan dilakukan evaluasi serta tidak akan kerjasama dengan pedagang tersebut.   “Kita akan mencari pedagang yang benar- benar komit untuk menjual harga sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” tegasnya.

Rencananya, pendistribusian gula ini dilakukan di beberapa pasar  di kota Mataram yang sesuai dengan pencatatan dari BPS .  Untuk hari ini (Jumat, 09/6) penyaluran dilakukan di pasar Kebon Roek, pasar Mandalika dan pasar Pagesangan.

Selain gula, Bulog berencana mendistribusikan bawang putih , beras dan juga cabai dalam waktu dekat karena stok sudah mulai menipis. Bawang putih dijual sesuai harga yakni Rp 38.000/ kg.  Harga ini masih di bawah harga pasar. Survey yang dilakukan Bulog, di pasar- pasar harga bawang putih mencapai Rp 50.000/ kg, tergantung kualitasnya.

AYA

 




Ceramah Tarawih di Masjid Istiqlal Jakarta, TGB Ingatkan Wasiat Al Qur’an

Taqwa merupakan pembicaraan inti dalam Islam, taqwa  merupakan wasiat Allah  yang berulang-ulang disebut dalam Al Qur’an

TGH M Zainul Majdi

JAKARTA.lombokjournal.com –  Di hadapan jamaah shalat tarawih di mesjid Istiqlal Jakarta, Kamis (8/6) malam, Gubernur TGH M Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB (Tuan Guru Bajang) menekan pentingnya taqwa.

“Pembicaraan tentang taqwa adalah pembicaraan yang paling inti dalam Islam. Karena taqwa merupakan wasiat dari Allah yang berulang-ulang disebut dalam Al-Quran, dengan beragam konteks,” kata TGB di depan ribuan jamaah shalat tarawih yang memadati masjid terbesar di Indonesia itu.

Berkali-kali soal taqwa ini juga diingatkan Nabi Muhammad SAW  menjadi pedoman hidup kaum muslim.  Bahkan  ditegaskan TGB, buku-buku para ulama dan khotbah-khotbah dari guru-guru kita, penuh tentang bahasan-bahasan tentang taqwa kepada Allah SWT.

“Kita harus bisa memanfaatkan ketaqwaan agar bisa menjadi bekal untuk bahagia dunia dan akhirat. Karena sebaik-baik bekal adalah taqwa kepada Allah,” katanya.

TGB menggunakan ibarat pohon dan tumbuh-tumbuhan. Dikatakannya,  untuk  menghasilkan buah yang manis dan lezat, diperlukan dari tanah yang subur.

“Buah yang manis dan lezat itu adalah taqwa. Sedangkan tanah yang subur adalah hati seorang manusia yang dipenuhi keimanan,” katanya.

Berdasarkan ibarat yang sederhana ini, TGB mengingatkan unsur yang paling penting yang jadi perhatiann untuk mendapatkan buah taqwa adalah tanahnya (hati). Menurutnya, hati manusia telah dipenuhi iman oleh Allah, tinggal manusia harus merawatnya.

Memupuk iman dengan cara senantiasa bersyukur dan bersabar, apapun cobaan yang kita hadapi.

“Jangan terlalu senang atas nikmat, dan jangan pula terlalu susah atas sesuatu yang menimpa kita,” katanya.

Selain menegaskan pentingnya taqwa, TGB juga mengingatkjan agar umat Islam jangan berlebihan memuji diri sendiri. “Sebaliknya, juga berlebihan memuji orang lain,” ujar TGB.

Sebab Allah mengingatkan dalam Al Qur’an, janganlah kalian memuji-muji diri kalian, apalagi mengaku orang yang lebih baik dan bertaqwa dari orang lain.

“Dan juga jangan berlebihan memuji orang lain,” kata TGB.

Dalam ceramah itu TGB menyampaikan ungkapan, jika kita terlalu berlebihan memuji

orang lain, sesungguhnya kita telah memotong lehernya.  Allah mengajarkan kita untuk mengapresiasi semua mahluk, dengan meletakkan segala sesuatu pada proporsinya.

“Apa yang kita ketahui dan merupakan bagian dari diri kita, kita persaksikan. Sedangkan sesuatu yang bukan merupakan bagian dari diri kita dan tidak kita ketahui hakekatnya, jangan coba-coba untuk masuk di dalamnya,” katanya.

Menurut TGB, moderasi, proporsionalitas dan menghindari yang berlebih-lebihan dalah bentuk ketaqwaan.

Nabi Muhammad tidak hanya mengajarkan manusia  untuk tidak berlebih-lebihan dalam hal beribadah. Tapi juga dalam menghadapi kehidupan yang di dalamnya terdapat perbedaan pendapat.

“Dinamika sosial budaya merupakan bagian dari masyarakat yang luas dan majemuk,” kataTGB.

AYA

 

TGB memberikan ceramah shalat tarawih di Masjid Istiqlal Jakarta.(Foto/Humas Pemprov)




Tenaga Medis Diminta Melayani Dengan Hati

Tenaga medis di Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir (RSMA) diminta Melayani dengan hati kepada para pasien yang butuh pertolongan medis.

SUMBAWA.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, S.H., M.Si. minta dokter dan para medis tetap tanggap dan semangat melayani masyarakat meski di bulan puasa. “Walau puasa harus tetap tanggap dan semangat,” pintanya saat melakukan peninjauan pelayanan di RS Rujukan Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa, Kamis (8/6).

Wagub langsung meninjau proses pelayanan loket pendaftaran, IGD, poliklinik dan rawat inap, dan sempat  menyapa dan berinteraksi dengan para petugas dan dokter internship yang berasal dari luar daerah NTB.

Didampingi Direktur RSMA, dr. H. Syamsul Hidayat, Wagub meminta segenap tenaga medis mengembangkan sikap tulus dan ikhlas melayani masyarakat.

Direktur RSMA mengakui, sebagai rumah sakit baru masih perlu melengkapi fasilitas pelayanan. Namun ia pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan. “Saat ini RSMA tengah membangun fasilitas cuci darah dan akan melengkapi fasilitas CT Scan di tahun anggaran 2017 ini,” jelasnya.

Menanggapi penjelasan Dierektur RSMA, Wagub minta pengadaan berbagai fasilitas kesehatan yang direncanakan segera dileksekusi. Agar kendala peralatan segera diatasi.

“Segera selesaikan, dan terus tingkatkan kesehatan masyarakat NTB yang ada di Sumbawa” pinta Wagub.

Usai meninjau pelayanan Rumah Sakit, dalam rangkaian Safari Ramadhannya wagub melanjutkan mengunjungi lokasi budidaya madu trigona dan  pembangunan jembatan Samota.

AYA

 




Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU Untuk Memperkokoh Nilai Kebangsaan, Akan Digelar Di Mataram.

Untuk kedua kalinya NTB Menjadi Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU)

MATARAM.lombokjournal.com — Menurut Ketua Panitia Nasional Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU, KH Imam Aziz, akan dilaksanakan akhir bulan November 2017. “Ini merupakan Munas yang kedua kali dilaksanakan di NTB,” ucapnya kepada sejumlah wartawan,Kamis (8/6) pagi..

Menurutnya, Munas pertama digelar yang dilaksanakan di NTB berlangsung tahun 1997 di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah.

Munas dan Konferesi yang akan diikuti sekitar 1000 peserta tersebut mengambil tema “Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Program Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga,” akan berlangsung mulai tanggal 24-26 November 2017 mendatang.

Tema ini dipilih karena perkembangan kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia termasuk masalah dasar negara, dan  bagaimana menangkal faham radikal ditengah masyarakat.

Dalam Munas 1983, penerimaan Pancasila di Situbondo dan dikukuhkan pada 1984 dalam Muhtamar serta pada Munas tahun 1997, bertempat  di Bagu Lombok Tengah NTB menghasilkan rekomendasi  kepemimpinan perempuan.

Ketua Panitia Daerah, H. Lalu winengan, menjelaskan, NTB sebagai tuan rumah Munas Alim Ulama dan Konferesi NU setelah melalui pleno pengurus Tanfidziah PBNU.

Nusa Tenggara Barat dipilih tanpa ada perdebatan yang panjang dalam pleno PBNU yang 31 Mei lalu.

“Alhamdulillah, secara sepakat dan  seluruh pengurus tanfidziyah pleno PBNU menetapkan Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah Munas alim ulama dan komprensi besar alim ulama Nahdlatul Ulama,” ucapnya yang didampingi oleh Ketua PWNU NTB,TGH Taqiudin Mansur

Pembukaannya pada 24 November sore atau malam bertempat di Islamic Center,  rencananya akan hadir Presiden Jokowi untuk membuka Munas Alim Ulama dan Konferesi Besar NU.

“Penutupan akan dilakukan Wakil presiden Jusuf Kalla,” jelas Lalu Winengan.

AYA