Merayakan Lebaran Topat, Jangan Lupa Pesan Orang Tua

Hanya mereka yang berpuasa, merasakan makna hari raya (lebaran) yakni mencapai kehidupan yang fitri. Sebulan puasa di bulan Ramadhan, akan merasakan makna Idhul Fitri. Setelah itu, sepekan berpuasa di bulan Syawal maka pada tanggal 8 Syawal kalender Hjriyah, akan menemukan kebahagiaan dalam perayaan Lebaran Topat, Minggu (2/7) mendatang.

Rame-rame bersantap ketupat di pantai (foto: IST)

MATARAM.lombokjournal.com –

Lebaran Topat mendapat tempat istimewa bagi masyarakat Sasak (Lombok). Mengapa demikian?  Masyarakat Sasak menyatakan rasa syukur kepada Allah SWT (Orang tua Sasak menyebutnya Neneq Kaji Saq Kuasa).  Kemeriahan lebaran Topat hanya terjadi di Lombok.

Tentang simbol topat atau ketupat, menurut salah seorang tetua budaya Sasak, Lalu Anggawa Nuraksi,  konon para wali dulu saat berdakwah mensyiarkan agama di pelosok Lombok selalu berbekal ketupat.

Namun ada yang mengatakan, ketupat berbentuk segi empat sebagai menu makan utamanya merupakan khasanah kearifan lokal untuk mengingatkan asal muasal manusia. Ketupat segi empat menunjukkan bahwa manusia terdiri dari air, tanah, api dan angin.

Di beberapa tempat di Lombok, orang tua atau sesepuh budaya atau adat menyebut Lebaran Idhul Fitri dan Lebaran Topat itu berpasangan. Idhul Fitri dikatakan sebagai  Lebaran Mame (laki-laki/pria), sedang Lebaran Topat disebut sebagai Lebaran Nine (wanita/perempuan).  Mungkin, yang terakir disebut lebaran Nine karena pada puasa bulan Syawal ini  para wanita berkesempatan membayar beberapa puasanya yang batal selama puasa wajib di bulan Ramadhan. Entahlah.

Mestinya, perayaan Lebaran Topat dilakukan mereka yang berpuasa Syawal, selama sepekan pascaIdhul Fitri.  Tapi tidak, semua bisa merayakannya, berkumpul bersama menyantap topat atau ketupat dengan menu khas Sasak seperti opor, urap-urap, dan panganan tradisional.

Dan secara tradisional, inti Lebaran Topat ungkapan rasa syukur yang dinyatakan dengan rasa hormatnya pada para wali penyebar Islam. Karena itu, ritual penting dalam lebaran ini adalah berziarah ke makam-makan keramat, atau kubur orang-orang suci yang berjasa mensyiarkan Islam sehingga masyarakat Lombok dikaruniahi keimanan dalam Islam.

Dan disitulah tampak nilai budaya atau kultural Lebaran Topat, sebagai ekspresi keislaman masyarakat Sasak. Di Kota Mataram, makam-makam yang biasa diziarahi masyarakat, yaitu Makam Bintaro di Ampenan, Makam Loang Baloq di Tanjung Karang, atau Makam Batu Layar (Lombok Barat).

Tiap Lebaran Ketupat, Makam Loang Baloq yang berseberangan jalan dengan Pantai Tanjung Karang, Mapak, sejak pagi penuh sesak oleh para peziarah dari berbagai tempat.  Para peziarah itu berdoa, berebutan mencuci muka dan kepala dengan air di atas makam yang dianggap keramat. Demikian pula yang terjadi di Makam Bintaro dan di Batu Layar.

Di tempat lain, seperti di Lombok Tengah, masyarakat merayakannya dengan berziarah ke makam-makam keramat, yakni peristirahatan terakhir para wali yang berjasa berdakwah dan mensyiarkan Islam.

Ritual Pariwisata

Aspek sosial perayaan Lebaran Topat adalah rekreasi bersama keluarga dan handai taulan ke tempat atau obyek wisata. Tempat favorit adalah pantai. Tak heran kalau saat Lebaran Topat, pantai tertentu menjadi ramai pengunjung. Mereka bergerombol membawa bekal ketupat dan penganan tradisional lainnya untuk bersantap bersama-sama.

Pantai Senggigi di Lombok Barat termasuk paling favorit didatangi muda mudi, baik yang datang serndiri maupun bersama pasangannya. Polisi akan sibuk mengatur lalu lintas kendaraan yang datang maupun meninggalkan Senggigi..

Selain itu, seiring gencarnya promosi Lombok sebagai destinasi wisata, maka Lebaran Topat pun dijadikan salah satu event wisata untuk menarik kunjungan wisatawan.  “Nuansa pariwisatanya lebih menonjol dari nuansa budaya maupun agamanya,” kata Anggawa.

Lebaran Topat sudah menjadi produk wisata. Pelaksanaan Lebaran Topat terkesan kehilangan roh budaya maupun religinya.

Tapi bagaimana pun, waktu terus berjalan dan berubah. Semula perayaan Lebaran Topat diisi dengan mengunjungi makam-makam para tokoh agama dan penyebar agama Islam di Lombok. Orang tua di Lombok dulu mengunjungi makam-makam para wali, tokoh penyebar agama Islam seperti makam Bintaro, makam Nyatuq, makam Selaparang dan lainnya.

Bolehlah muda mudi bergembira. Bolehlah pemerintah atau pelaku pariwisata mennjadikan Lebaran Topat sebagai produk wisata. Tapi ingat pesan orang tua, Lebaran Topat sesungguhnya momentum menumbuh suburkan syiar agama. Agama itu menyempurnakan tradisi. Bagi masyarakat sasak, tradisi mencerminkan nilai-nilai kebajikan agama.

Kata orang tua, Lebaran Topat dijadikan saat introspeksi mengenal kembali jati dirinya, seperti halnya seseorang yang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Dendek ipuh panthok gong (tak usah segan memukul/membunyikan gong),”  kata pepatah Sasak yang mengingatkan manusia agar mengoreksi diri.

Rr




Fakta Lebaran Menyenangkan Di Lombok

Perayaan Hari Raya Idhul Fitri 1438 Hijriyah berlangsung menyenangkan, setidaknya tanpa gangguan keamanan yang mengganggu kekhusyu’an dan kebahagiaan usai menjalani puasa sebulan penuh

Lebaran Topat sebentar lagi

MATARAM.lombokjournal.com –

Di tengah-tengah kekhusyu’an umat Islam menjalani ibadah puasa, masyarakat NTB dikejutkan penangkapan tiga terduga teroris oleh Densus 88 di Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Jumat (16 /6).  Tiga terduga teroris terindikasi sebagai sel jaringan Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di NTB itu, menurut keterangan polisi, akan melakukan teror Ramadhan dengan menyasar Markas Polsek Woha Bima.

Rencana teror itu, syukurlah, seperti mimpi buruk yang tak terwujud jadi kenyataan.  Kita tak bisa menduga apa yang terjadi bila teror itu terjadi, dan ketakutan masyarakat mengoyak kebahagiaan perayaan menyambut lebaran tahun ini. Berikut fakta menyenangkan yang tercatat selama perayaan Idhul Fitri 1438 Hijriyah, yang dalam penanggalan umum jatuh pada hari Minggu, 25 Juni 2017:

  1. Masyarakat NTB menikmati kebahagiaan dalam perayaan Lebaran tahun 2017. Selama lebaran dan pascalebaran, pelaksanaan ibadah maupun arus mudik berlangsung aman tanpa terusik gangguan keamanan. Baru tahun ini sholat Idhul Fitri di Mataram dipusatkan di Islamic Center NTB, tidak terpencar di berbagai tempat seperti di halaman Kantor Gubernur NTB, di Tugu Bumi Gora atau di Lombok Epicentrum Mall. Selain itu, arus mudik berlangsung lancar karena Dishub NTB menyiapkan kekurangan armada untuk memenuhi lonjakan penumpang.
  2. Takbiran sebagai salah satu bentuk syiar Islam yang berlangsung di Mataram tercatat rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai takbir keliling dengan peserta terbanyak di indonesia. Jumlah peserta itu berdasarkan taksiran perwakilan MURI mencapai sekitar 29 ribu orang, dari 65 kafilah berasal dari seluruh lingkungan di 6 Kecamatan Kota Mataram. Sebelum dimulai takbiran, Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi dan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh bersama-sama memukul gendang beleq dan mengumandangkan lantunan takbir bersama-sama.
  3. Tradisi open house berlangsung di kediaman atau pendopo gubernur, walikota, dan bupati serta pejabat teras pemda di seluruh NTB, umumnya dilaksanakan pada hari kedua Lebaran atau tanggal 2 Syawal. Acara ini menjadi wadah silaturahmi para pimpinan di daerah dengan masyarakat. Tapi bukan hanya pejabat, beberapa tokoh masyarakat, politisi, pengusaha atau keluarga tertentu menggelar open house untuk mendekatkan diri dengan tetangga dan handai taulan.  Tradisi khas Lebaran masyarakat kita ini membuat suasana Lebaran jadi menyenangkan.
  4. Mungkin ini bisa jadi indikasi peningkatan daya beli masyarakat. Seminggu menjelang Lebaran di Lombok, konsumsi elpiji khususnya yang non subsidi naik  8 ribu tabung per hari.  Selain itu juga terjadi peningkatan mencolok pada penjualan Handphone berikut pulsa untuk semua operator.  Jangan heran,  meski pusat perbelanjaan modern jumlahnya bertambah tapi tetap tak kekurangan pengunjung. Menjelang lebaran, pusat perbelanjaan modern seperti Lombok Epicentrum, Mataram Mall, Lombok City Center maupun Transmart yang baru buka, ramai diserbu masyarakat yang berbelanja macam-macam kebutuhan.
  5. Perayaan lebaran pada 1 Syawal di Lombok masih berlanjut. Sepekan setelahnya, masyarakat Lombok juga bersuka cita merayakan usai puasa sunah bulan Syawal. Masyarakat Lombok tak kalah meriahnya merayakan Lebaran Topat (Lebaran Ketupat). Usai mengamankan Idhul Fitri, aparat kepolisian kini masih masih harus sibuk mengamankan Lebaran Topat.  Khususnnya aparat kepolisian Lombok Barat bukan hanya sibuk mengatur lalu linntas, tapi juga akan patroli darat dan laut untuk mengamankan tempat-tempat rekreasi, mulai dari Senggigi hingga Sekotong.  Kesiapan aparat kepolisian ini membuat masyarakat tenang dan nyaman merayakan Lebaran Topat.

Rr

 

 

 

 

 

 




Ini Cara TGB Menghormati Para Tokoh Dan Sesepuh

Mendengarkan cerita nostalgia para tokoh dan sesepuh merupakan salah satu cara menghormati sekaligus membahagiakan mereka. Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) pun mendoakan para tokoh dan sesepuh agar tetap bisa memberi sumbangsihnya bagi kemajuan NTB

TGb di kediaman H Lalu Mujitahid

MATARAM.lombokjournal.com – Safari silaturahmi dilakukan TGB bersama istri Hj. Erica Zainul Majdi di hari ketiga Hari Raya  Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah. TGB mengunjungi kediaman mantan Gubernur/Wakil Gubernur dan para sesepuh yang berjasa dalam pembangunan NTB, Rabu (28/06)

Tradisi bersilaturahmi ke kediaman tokoh dan sesepuh tersebut selalu dilakukan TGB sejak memimpin NTB. Pada Hari Lebaran dimanfaatkan saling memaafkan dan mendoakan  mereka selalu diberi kesehatan dan umur panjang.

Di kediaman Brigjend. TNI (purn) H. Abdul Kadir

Silaturahmi TGB bukan hanya pada momentum Lebaran. TGB juga mengunjungi kediaman para tokoh dan sesepuh pada momentum hari bersejarah nasional. Kunjungan pada seniornya dilakukan TGB, misalnya pada HUT Proklamasi dan  HUT NTB.  Dalam kunjungan itu TGB biasanya mohon doa restu dan dukungan pemikiran bagi kemajuan NTB.

Kunjungan saat Lebaran kali ini  diawali bertandang ke rumah kediaman  mantan Wakil Gubernur NTB H. L. Azhar di Jl. Pejanggik Mataram. Kehadiran TGB bersama istri, Hj. Erica disambut hangat dan akrab  oleh tuan rumah, H. Lalu Azhar dan keluarga.

TGB menjadi pendengar yang baik saat Lalu Azhar yang akrab dipanggil Miq Azhar, banyak bercerita pengalaman masa lalu.  Sosok sesepuh masyarakat Sasak yang selalu senyum dalam tiap tuturnya itu sempat menceritakan beberapa moment penting yang terdokumentasi dalam foto-foto yang terpajang di rumahnya.

Sambil menjelaskan foto-foto dokumentasi saat masih menjabat, Miq Azhar mengajak TGB melihat-lihat bangunan kediamannya yang masih asli yang berarsitektur Belanda.

TGB mengagumi sosok Miq Azhar, selain merupakan tokoh panutan yang sangat konsisten, juga murah senyum dan penuh keteduhan tiap tutur katanya.

Dari kediaman Miq Azhar yang juga Tokoh Adat Sasak itu, knjungan TGB bersama istri dilanjutkan menuju kediaman mantan Gubernur NTB, HL Serinata. Kedatangan TGB disambut ramah Serinata yang didampingi istri, Hj Baiq Adnin Serinata.

Disini pun TGB menjadi pendengar cerita-cerita Lalu Serinata saat masih menjabat sebagai Gubernur NTB. Perbincangan pun berjalan  hangat dan penuh keakraban. Perbincangan yang sama juga terjadi saat TGB di rumah mantan Bupati Lombok Barat periode 1988- 1998, Drs. H. L. Mujitahid.

Silaturahmi TGB dan Hj Erica berakhir ke kediaman Brigjend. TNI (purn) H. Abdul Kadir, S.Ip yang pernah menjabat sebagai Dandim Lombok Timur, yang juga mantan Bupati Lombok Timur dan Ketua DPRD Provinsi NTB.

TGB mendoakan para pemimpin, tokoh dan sesepuh NTB dilimpahkan kekuatan, kesehatan dan perlindungan. Dan diharapkannya, mereka tetap memberikan sumbangsih pemikiran dan doa restu bagi kemajuan daerah dan masyarakat NTB.

AYA

 




Supir UBER Di Mataram Diminta Berhenti Beroperasi

Terkait perizinan yang sedang dilengkapi, seluruh supir UBER di Mataram diinstruksikan menghentikan segala bentuk operasionalnya

Iwan P Balukea meperlihatkan intruksi agar UBER tidak beroperasi sementara di Mataram (foto: AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua Pengurus Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama Cabang NTB, Iwan P. Balukea, menginstruksikan itu  karena belum ada perizinan operasional.

“Mulai tanggal 28 juni (hari Rabu), kami menginstruksikan tidak melakukan opersional dulu sampai dengan terbitnya seluruh izin yang dibutuhkan UBER,” tegasnya

Dikatakannya, Pemmprov NTB melalui Dinas perhubungan juga sudah mendukung beroprasinya UBER, termasuk organda dan juga Dinas Perhubungan Kota Mtaram

“Kita masih mengurus izinnya biar lengkap dulu, ya mungkin sekitar sebulan atau dua bulan baru bisa beroperasi lagi, ” ungkapnya

Seperti diketahui, Dishub juga akan menentukan terkait kuota tarif  dan jumlah kuota kendaraan yang akan dioperasikan oleh UBER. Menurut Iwan, saat ini Sudah ada 80 yang mendaftar di aplikasi pasca dilaunching 15 juni lalu.

Melalui intruksi ini, Iwan berharap mulai hari Rabu ini mitra UBER menghentikan segala bentuk operasionalnya hingga waktu yang ditentukan.

Iwan mengingatkan, jika intruksi ini tidak diindahkan akan ada  tindakan-tindakan  hukum yang diambil kepolisian yang menjadi tanggung jawab supir UBER. “Bukan lagi tanggung jawab UBER NTB. Karena per hari ini, UBER di NTB (semenntara) tidak beroperasi,” kata Iwan.

AYA




Sarana Irigasi Santong Tidak Ideal, Petani Sering Cekcok Pembagian Air

Daerah Irigasi (DI) Santong, Lombok Utara, yang mengairi lebih 2 Ribu lahan pertanian butuh peningkatan, agar bisa memenuhi kebutuhan pengairan 10 desa

Pemborosan air juga diakibatkan saluran yang rusak

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Pengelolaan DI Santong yang masih di bawah pegelola sumberdaya air (PSDA) provinsi dinilai baik, setidaknya terbukti dalam Lomba Pengamat Pengairan Tingkat Provinsi NTB bulan Mei lalu, menyabet terbaik kedua. Padahal, sarana irigasi yang ada di daerah Santong jauh dari ideal.

Dalam lomba itu, terbaik satu disabet daerah Dompu. Tentu wajar, mengingat irigasi di Dompu sarananya jauh lebih baik, karena anggaran pengelolaannya langsung diperoleh dari pusat. Tapi DI Santong yang di bawah provinsi, terkesan kurang dapat perhatian.

Sakuran irigasi alam membuang air sampai 50 persen

“Kondisi irigasi Santong sangat tidak ideal, tapi kami berusaha terus membuat terobosan untuk memenuhi kebutuhan petani,” jelas pengamat DI Santong, Johan Asmadi, saat ditemui Lombok Journal di Santong, Selasa (27/6).

Menurut Johan, kalau petani kadang kurang dapat bagian air, bukan karena air yang berasal dari DAS (Daerah Aliran sungai) Sedutan tidak tersedia. Penyebabnya justru  banyak air terbuang sia-sia. Sedikitnya 50 persen air yang mestinya bisa bermanfaat mencupi kebutuhan pengairan lahan petani justru terbuang percuma.

“Potensi air ada tapi sayangnya jaringan irigasi tidak ideal,” kata Johan, yang harus memutar akal untuk mencukupi kebutuhan air di beberapa desa.

Pasalnya, sejak tahun 2006 waktu pengelolaannya masih di Kabupaten Lombok Barat, sama sekali tidak ada upaya peningkatan sarana irigasi.  Selain banyak sarana yang sudah rusak, juga banyak saluran alam yang jadi penyebab terbuangnya air.

Saat ini DI Santong mengairi lahan persawahan di wilayah Santong (1530 ha), Bagik kembar (550 ha) dan Lendang Jurang (166 ha). Lahan seluas itu menghidupi lebih 3 ribu petani di 10 desa di Kecamatan Kayangan (sebagian masuk Kecamatan Bayan).

“Kalau mulai masuk musim kemarau, produktivitas lahan petani merosot karena selalu kekurangan air pada musim tanam ketiga,” terang johan.

Beberapa petani yang sempatdijumpai Lombok Journal menjelaskan, dengan kondisi sarana irigasi yang ada saat ini, lahan persawahan sangat lambat menerima kiriman air.  Air yang mestinya untuk mengairi sawah pagi hari, baru nyampai bisa sampai sore hari.

“Memang kadang kami antar petani bisa cekcok soal pembagian air,” tutur seorang petani di Lendang Jurang. Itu terjadi, karena ada petani yang menginginkan lahannya harus segera mendapat air agar tidak gagal tanam.  Tapi akibatnya, kalau yang satu lebih dulu dapat air  petani lainnya justru yang mengalami kerugian.

Sekitar 16 km saluran sekunderdi hulu sangat mendesak dilakukan peningkatan untuk menaikkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Apalagi, menjelang musim panas dua-tiga bulan lagi, pasti petani menjerit karena kekurangan air.

Sebagai pengamat sekaligus penanggung jawab irigasi santong, Johan Asmadi sering mengajukan usulan penigkatan ke provinsi. Pihak kabupaten tidak berani masuk karena takut anggarannya tumpang tindih.

“Saya sudah beberapa kali mengajukan usulan. Tapi belum ditanggapi,” kata Johan.

Rr

 

 




“Gema Takbir Malam 1000 Cahaya”, Takbir Keliling Peserta Terbanyak di Indonesia

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh bersama-sama memukul gendang beleq dan mengumandangkan lantunan takbir,  setelah takbiran di Mataram tercatat rekor MURI sebagai takbir keliling dengan peserta terbanyak di Indonesia.

Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, Walikota Mataram, H Ahyar Abduh dan Kapolres Mataram jelang pawai takbiran di Kantor Gubernur NTB, Sabtu (24/6) malam. (foto: IST)

MATARAM.lombokjournal.com – Perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI), Awan Rahargo yang menyaksikan takbiran di Kota Mataram menaksir, lebih 29 ribu orang yang mengikuti takbir keliling Kota Mataram. Dengan peserta sebanyak itu, takbiran di mataram berhasil memecahkan rekor MURI.

“Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya berhasil catatkan pemecahan rekor MURI,” jelas Awan saat pembukaan Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya di depan Kantor Gubernur NTB, Sabtu (24/6) malam.

Dengan jumlah sebanyak itu, peserta takbiran keliling di Kota Mataram mencapai lebih dua kali dari target panitia sejumlah 13 ribu peserta. Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Mataram yang menjadi Panitia Takbiran Kota Mataram, menargetkan 13 ribu peserta untuk memecahkan rekor MURI.

Jumlah peserta itu berdasarkan taksiran, pawai takbiran 1 Syawal tahun 1438 Hijriah diikuti 65 kafilah, dengan target satu kafilah sekitar 200 orang.  Pesertanya berasal seluruh lingkungan dari 6 Kecamatan Kota Mataram.

Memang takbiran di Mataram tahun ini dengan tema ‘gema Takbir Malam 1.000 Cahaya’ lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.  Malam takbiran yang dimasukkan rangkaian Pesona Khazanah Ramadan 2017 itu,  finish di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB.  Peserta diterima Wakil Gubernur NTB bersama Wakil Wali Kota Mataram.

Penyelenggaraan takbiran tahun ini merupakan pawai bersama oleh Pemprov NTB dan Pemkot Mataram. Kalau sebelumnya, biasanya pelepasan pawai dilakukan di lapangan umum Sangkareang atau depan Pendopo Kantor Walikota Mataram, kini pelepasannya pindah di Kantor Gubernur NTB.

Selain takbiran bersama, Pemprov NTB juga menjadwalkan kegiatan salat Idul Fitri 1438 Hijriah bersama di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Tidak ada lagi salat Idul Fitri di halaman Kantor Gubernur, di Tugu Bumi Gora atau di Lombok Epicentrum Mall, tapi disatukan di Islamic Center.

Halaman Islamic Center NTB bisa menampung  sekitar 10.000 orang warga Mataram yang hendak menunaikan salat Idul Fitri.

Rr




Nasib Pengungsi Suriah, Merana Dimana-mana

Badan Pengungsi PBB atau UNHCR menyebut angka 5 juta pengungsi Suriah itu sebagai ‘tonggak sejarah penting’.  Ini jumlah terbanyak dalam sejarah pengungsian

lombokjournal.com –

UNHCR menyerukan komunitas internasional perlu berbuat lebih banyak untuk membantu mereka. Namun komunitas internasional telah gagal mengakhiri konflik Suriah. Situasi di dalam negara itu masih tidak aman bagi orang-orang untuk pulang.

”Kami melihat lebih banyak orang yang terbunuh setiap harinya,” sebut Alun McDonald dari organisasi kemanusiaan Save the Children.

Kebanyakan pengungsi Suriah ditampung di negara-negara kawasan seperti Turki, Libanon dan Yordania. Ada juga pengungsi Suriah yang ditampung di Irak dan Mesir. Ratusan ribu pengungsi Suriah juga melarikan diri ke Eropa, tidak sedikit yang jatuh ke tangan sindikat penyelundup manusia dan dieksploitasi.

Sejumlah kecil pengungsi Suriah yang kini bermukim secara resmi di Eropa, Kanada dan Amerika Serikat (AS). Kelompok pengungsi terbesar ada di Turki, jumlah yang terdaftar mencapai 2,9 juta orang.

Di Yordania, ada 657 ribu pengungsi Suriah yang terdaftar pada PBB, namun pemerintah setempat menyebut angka sesungguhnya mencapai 1,3 juta pengungsi Suriah. Sedangkan di Libanon, PBB menyebut ada sekitar 1 juta pengungsi Suriah yang tinggal dalam kondisi memprihatinkan di barak-barak tak resmi. Situasi semakin sulit karena pemerintah menolak membangun barak pengungsi yang resmi.

McDonald juga menyebut sebagian besar komunitas internasional juga gagal membantu pengungsi, dengan semakin banyak negara yang menutup perbatasan dan mengusir pengungsi.

Beberapa negara menutup pintu bagi pengungsi, dengan berbagai alasan. Sebagian negara-negara Eropa belum terbiasa dengan kehidupan multibudaya. Negara-negara tersebut didominasi oleh orang Kristen dengan populasi muslim yang sangat sedikit, ditambah gerakan politik sayap kanan yang menimbulkan kebencian SARA di masyarakat.

Misalnya, Slovakia mengatakan akan menerima 200 pengungsi Suriah demi meringankan beban negara-negara sahabat Uni Eropa, karena sedang mengalir ratusan ribu migran ke dalam Uni Eropa. Namun syaratnya, semua 200 keluarga yang akan diterima haruslah orang Kristen.

Beberapa negara Eropa Tengah lainya, seperti Republik Ceko,  hanya mengambil pengungsi Suriah yang beragama Kristen.

Sebagian negara Eropa khawatir potensi penyusupan dari ISIS yang masuk lewat jalur pengungsi yang menimbulkan kewaspadaan tinggi terhadap pengungsi Suriah.

BACA JUGA : Ramadhan Penuh Derita Bagi Pengungsi Suriah

Ada yang menarik, para pengungsi tidak menjadikan negara-negara kaya di teluk arab sebagai tujuan. Mereka lebih memilih untuk pergi ke Eropa.

Misalnya, Qatar hanya tercatat menerima pengungsi maksimal 130 ditahun 2014. Arab Saudi hanya menerima hingga maksimal 600 pengungsi di tahun 2012 dan jumlahnya berkurang ditahun 2014. Uni Emirat Arab dan Kuwait mempunyai rekor yang tak berbeda jauh dengan Arab Saudi.

Rr

(Dari berbagai sumber)

 




Ramadhan Penuh Derita Bagi Pengungsi Suriah

Perang dan kerusuhan politik selalu penuh cerita derita. Saat pertikaian bersenjata antara pemerintah Suriah dan oposisi membara, paling menderita adalah jutaan warga sipil yang tak berdosa. Warga Suriah yang semula hidup damai bahagia, kini jadi pengungsi hina dan hidup dalam kemiskinan dan penderitaan.

lombokjournal.com —

Konflik dalam negeri Suriah yang berlangsung sejak Maret 2011, entah kapan akan berakhir.  Apa yang dihasilkan? Tercatat sekitar 320 ribu nyawa melayang sia-sia. Sekitar 5 juta warga Suriah atau sekitar seperempat populasi negara yang kekuatan militernya semula ditakuti Israel itu, menjadi pengungsi di tengah konflik yang masih membara.

Saat warga muslim di negara lainnya khusyu’ beribadah, dan tengah bersiap merayakan Idhul Fitri,  di barak-barak pengungsian pinggiran utara Aleppo dan Idlib lebih dari 900 ribu

dalam kecemasan serangan udara, pengepungan tentara pemerintah yang mengintai pejuang bersenjata dari kubu oposisi. Mereka hidup di bawah rasa lapar, kekurangan air bersih, dan kurangnya pasokan kebutuhan hidup sehari-hari.

Dan di akhir bulan Ramadan – dan itu terjadi sepanjang bulan Ramadhan — bom dan bentrokan bersenjata terjadi siang dan malam. Di tengan api pertempuran dasyat itu para pengungsi menjalani hidupnya sehari-hari.

Sebagian besar pengungsi merupakan keluarga pejuang oposisi bersenjata, yang dipaksa meninggalkan pinggiran kota Moadamiyah di Damaskus pada tanggal 19 Oktober 2016, menuju Idlib, di utara Suriah.

Bulan Desember 2016, pemerintah Suriah merebut kembali Aleppo dari pemberontak, dan kesepakatan evakuasi memberi tentara Suriah dan sekutunya menguasai kota setelah bertahun-tahun berperang.

Sejak tahun 2014, pemerintah Suriah maupun kelompok oposisi bersenjata mencapai serangkaian kesepakatan. Di sejumlah daerah yang terkepung, mengizinkan pejuang bersenjata untuk meninggalkan kota yang dikepung pemerintah ke daerah-daerah yang dikuasai oposisi di utara Suriah, di dekat Berbatasan dengan Turki

Di bawah kesepakatan evakuasi tersebut, ribuan pemberontak, bersama keluarga mereka, dipaksa menyingkir dari kampung halamannya.

Pemerintah memandang kesepakatan itu memberi kesempatan bagi warga sipil melarikan diri ke daerah aman. Tapi kelompok oposisi, aktivis, dan beberapa warga sipil menganggap itu bentuk pemindahan paksa. PBB mengatakan bahwa pemindahan paksa Aleppo timur merupakan “kejahatan perang”.

Keluarga pengungsi itu merindukan rumahnya, ingat bulan Ramadhan di rumah seperti biasa menyiapkan makanan berbuka puasa tiap hari, bersama keluarga, teman dan tetangganya, menikmatinya sebagai kesempatan bersuka cita.

Mereka merindukan rumah dan bau makanan yang khas.  Tapi saat ini semua berbeda. Mereka merindukan adzan untuk sholat dari masjid terdekat, suara “mosaharate” (sebutan orang yang berjalan dan memukul drum di daerah pemukiman) membangunkan orang untuk “sahur”.

Tapi mereka tidak tahu kapan harus pulang ke kampung halaman.

Rr




Usai Buka Transmart Carrefour Mataram, Walikota Bicara Pembatasan

Tambah lagi tempat belanja, rekreasi dan tempat nongkrong modern bagi warga Mataram.  Grand opening Transmart Carrefour Mataram dilakukan Walikota Mataram, H Ahyar Abduh, bersama CEO PT Trans Retail Indonesia, Shafie Shamsuddin.

MATARAM.lombokjournal.com – 

Usai menggunting pita, walikota mengaku akan mengkaji keseimbangan jumlah pusat perbelanjaan jenis mall sehingga bisa diambil kebijakan melakukan pembatasan.

Pengkajian dan pembatasan yang dimaksud, bertujuan memberikan keyakinan pada investor. “Jadi perlu kajian,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, usai membuka secara resmi Transmart Carrefour Mataram, di Mataram, Jumat (23/6).

Kehadiran Transmart Carrefour Mataram menambah persaingan bisnis pasar modern di Kota Mataram.  Pusat perbelanjaan jenis mal yang sudah lebih dulu ada di Kota Mataram  adalah Mataram Mall, Lombok Epicentrium Mall, dan Giant.

Dikatakan, minat investor untuk menanamkan modalnya di Mataram cukup tinggi terutama di sektor jasa dan perdagangan. Meski pihaknya mendorong dan meyakinkan investor menanamkan modalnya di Mataram, bukan berarti pihaknya tidak memperhatikan aspek persyaratan terutama yang berkaitan tata ruang dan kelestarian lingkungan.

Pemerintah Kota Mataram memperketat pemberian izin bagi dunia usaha yang ingin berinvestasi di lokasi-lokasi tertentu karena Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah sudah direvisi.

“Jadi revisi tersebut salah satunya bertujuan untuk mempertahankan fungsi kelestarian lingkungan hidup dan ruang terbuka hijau,” katanya.

Ahyar menegaskan pihaknya melakukan pengkajian terlebih dahulu, sebelum keluarnya perizinan.  “Kita tetap terbuka terhadap investasi, tapi semua ada batasannya. Saya ini juga orang kampung,” tegasnya sambil bergurau.

Karena lokasi Transmart Carrefour Mataram di Jalan Selaparang No 60 Cakranegara di sebelah barat perempatan Sweta yang padat, tak heran saat pembukaan jalan sekitar transmart macet. Di di hari pertama ini parkiran basement belum dibuka, sehingga di sekitar bangunan transmart ini banyak dibuka parkiran darurat.

Transmart di mataram terdiri dari 1 Basement, 1 Ground Floor dan 3 Lantai di atasnya. Di Groundfloor, terdapat atrium yang luas, yang pada hari pertama diisi dealer  beberapa merek  kendaraan roda empat.

Di sekelilingnya terdapat beberapa gerai makanan, dan terdapat tangga menuju  CGV Cinemas. Sejak dibuka hingga hari Selasa (27 Juni), ada promo nonton gratis untuk film-film tertentu.  Dua lantai di atas Ground Floor merupakan tempat berbelanja, di lantai yang paling atas berisi Trans Studio Mini.

Pada hari pertama dibuka,pengunjung yang datang penuh sesak. Pengunjung datang dari berbagai penjuru, bahkan banyak dari luar Mataram, sehingga untuk berjalan saja harus berdesak-desakan.

Rr




Kata Novel, Ada Oknum Jendral Diduga Terlibat Tapi Polisi Tak Tertarik Mengusut

Novel Baswedan mengaku sudah memberikan nama jendral polisi yang diduga terlibat, tapi polisi dikatakan tak tertarik mengusut.

lombokjournal.com —

Meskipun ada seseorang yang sempat diduga salah satu pelaku penyerangan ditangkap Polda Metro Jaya (kemudian dilepas karena tak ukup bukti). Sudah lebih dua bulan Novel Bswedan dirawat di Singapura, polisi belum berhasil mengungkap pelakunya.

Padahal Novel pernah bertemu dengan Kapolri Tito Karnavian yang berjanji segera menemukan pelakunya.

Beberapa waktu lalu, media ramai memberitakan adanya keterlibatan oknum jenderal polisi. Novel sendiri sudah mendengar info itu tapi tidak mempercayainya. Tapi selang beberapa waktu setelah melihat fakta-fakta membuatnya berpikir, jangan-jangan info itu benar.

Saat diwawancarai TIME (10/6), Novel menyebut dalang nya adalah oknum jenderal polisi yang berpengaruh di Mabes Polri.

Memang ia tidak punya bukti, tapi ia berharap melihat bukti itu dari temuan Tim pencari Fakta yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Tentang identitas oknum jendral itu,Novel sudah menceritakan identitasnya itu sejak ia memberikan keterangan ke Kapolres, penyidik, meski keterangannya itu tidak dituangkan dalam BAP.  Menurutnya, polisi tidak tertarik mengusut dugaan keterlibatan oknum jendral itu.

“Perkara saya ini saksinya banyak. Kalau polisi mau, pasti akan cepat terungkap,” tegasnya.  (kepada kumparan.com Novel memberikan informasi, tapi sifatnya off the record).

Kalau kemudian Kepolisian balik memintanya membuktikan keterlibatan oknum jenderal itu, menurut Novel sebagai penegak hukum pernyataan itu menunjukkan tidak paham tugasnya.

Seperti diberitakan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengimbau kalau memang ada oknum jenderal polisi yang terlibat Novel diminta menyebut siapa namanya, buktinya apa. “Jangan cuma menyebar isu saja,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (21/6).

Ketika ditanya kenapa bilang polisi tak tertarik menemukan pelakunya, Novel menegaskan ada saksi yang melihat pelaku memegang gelas itu tanpa memakai sarung tangan. Tapi polisi bilang tak menemukan sidik jari di gelas tersebut. Saksinya adalah tetangganya sendiri.

Rr (Sumber: kumparan.com)