Internasional Halal Travel Fair Dihadiri 260 Buyer

Para peserta akan digiring melakukan transaksi, karena arget kegiatan ini berlangsung transaksi  antara 7,5 hingga 10 Miliyar

Lalu Muh Faozal

MATARAM.lombokjournal.com — Internasional Halal Travel Fair (IHTF) yang kedua kembali di gelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jum’at (15/9). Tahun 2016, even yang sama dihadiri buyer sebanyak 90, dan dari luar negeri sebanyak 7 orang.

Tahun ini pesertanya melonjak. IHTF yang kedua ini dihadiri sebanyak 260 peserta dan ada peninjau sebanyak 40 orang. “Buyer yang dari luar negeri berasal dari 18 negara yang masuk HTF,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu M. Faozal, Jum’at (15/9).

“Peningkatan jumlah pesera mencapai 200 persen dari 2016. Itu artinya IHTF ini selalu ditunggu buyer,” ungkapnya.

Dikatakannya, kegiatan ini dihadiri hampir semua provinsi di Indonesia. Selama acara berlangsung, terjadi transaksi langsung antara buyer dan seller.

Persiapan  IHTF saat ini lebih matang, promosi yang dilakukan di kalangan buyer lebih baik.Target dari kegiatan ini, akan terjadi transaksi  7,5 hingga 10 Miliyar. “Para peserta akan digiring agar bisa berbisnis,” terangnya

International Halal Travel Fair diselenggarakan oleh  Dinas Pariwisata Provinsi NTB, ASPPI dan BPPD. “Sebagai rangkaian acara IHFT, semua buyer akan diajak ke Sembalun menikmati gala dinner,” kata Faozal.

AYA

BACA :

 




Di Tengah Kemajuan Pariwisata, Harus Diperkuat Jati Diri Kedaerahan

Tahun ini digelar 22 even pariwisata Pesona Lombok-Sumbawa

MATARAM.lombokjournal.com —  Para wisatawan cenderung akan membawa kebiasaan dan kultur dari negara asalnya. Karena itu, harus terus dilakukan penguatan jati diri, budaya, dan tradisi daerah agar tidak terpengaruh budaya asing.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh Amin, SH., M. Si, menyampaikan ajakan tersebut saat Welcome Dinner International Halal Travel Fair Tahun 2017 di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (14/9) malam.

Menurut Wagub, pariwisata NTB makin memikat wisatawan. Angka kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, NTB diharapkan mampu menjaga atmosfer pariwisatanya sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia.

Dengan kuatnya jati diri,  para wisatawan akan menyesuaikan diri dengan budaya dan tradisi masyarakat.

“Semua turis mancanegara saat pelaksanaan MTQ, mereka pakai jilbab. Branding (wisata halal) ini luar biasa, mari kita pertahankan dan kita pelihara,” kata Wagub.

Menuruutnya, hal ini bukan semata-mata tentang agama, tapi potensi dan icon yang dimiliki NTB. Potensi itu dapat diekspose dan dikembangkan.

Dalam kesmepatan sama, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal melaporkan, tahun ini akan ditampilkan dua puluh dua (22) event pariwisata. Event unggulan ini tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB.

Dikatakannya, Lombok-Sumbawa memiliki daya tarik wisata yang bertumpu pada budaya (culture), alam (nature),  dan buatan (man made). Daya tarik itu akan ditampilkan dalam berbagai acara selama satu tahun. Beberapa Event di antaranya adalah;

Lombok-Sumbawa Great Sale (1 Januari-30 Januari); Pesta Rakyat Bau Nyale (Februari); Festival Pesona Lawata, Festival Pesona Tambora (11-19 April), Lombok Sumbawa Pearl Festival (10-12 Juni), Bulan Pesona Lombok-Sumbawa (18 Agustus-16 September); Festival Pesona Mentaram (21-23 Agustus); Festival Pesona Senggigi (16 September-19 September); Mandalika Tour D` Lombok (22-23 September); Festival Pesona Lakey, Festival Pesona Gili Indah (5-6 November);  International Halal Travel Fair, dan Rinjani Golf Tournament (10 Desember).

Semua event tesebut menyuguhkan potensi alam (nature) di Sumbawa dan Lombok, berupa keindahan bawah laut, pantai, gunung, hutan, aneka ragam hayati, serta  potensi budaya (culture). Potensi itu menempatkan pariwisata NTB memiliki daya saing kuat.

Tahun ini, NTB menargetkan 4 juta kunjungan wisatawan, sekaligus mendukung program ‘Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia’ demi mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) lebih banyak lagi.

Turut hadir dalam welcome dinner, FKPD Provinsi NTB, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), DPD RI Perwakilan NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi, serta beberapa desaigner lokal dan luar. Usai acara ini akan langsung menyaksikan pagelaran busana karyanya dalam acara ‘Fashion On The Street’.

AYA

BACA:




NTB Raih Penghargaan Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan

Presiden Akui  Masih Adanya inefisiensi Besar-besaran pada APBN Maupun APBBD

JAKARTA.lombokjournal.com —   Di tengah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta, Gubernur NTB, Dr. TGH. M.Zainul Majdi menerima Plakat Penghargaan atas OPINI WTP 6 tahun berturut turut dari Kementerian Keuangan RI, Kamis, (14/09).

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Kepemimpinan Gubernur NTB yang akrab disapa TGB (Tuan guru bajang) berhasil meraih predikat Opini WTP (wajar tapan perkecualian) selama 6 kali berturut turut berdasarkan hasil pemeriksaan BPK-RI atas laporan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat,  sejak tahun 2011 hingga tahun 2016.

Rakernas dengan tema “Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Negara untuk Indonesia Sejahtera” itu, Presiden Joko Widodo  menyampaikan apresiasinya terhadap hasil pemeriksaan BPK, baik di Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) pada tingkat Kementerian/Lembaga mencapai 85 persen, tingkat Provinsi 90 persen, dan pada tingkat Kabupaten/Kota 66 persen.

Presiden  Joko Widodo menegaskan, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan di daerah menunjukkan  progres yang sangat baik. Tapi WTP bukan tujuan.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana sebuah program memberikan hasil dan program itu bisa tepat sasaran,” ungkapnya.

Presiden mengingatkan, perbaikan sistem pengelolaan keuangan negara yang dilakukan jajarannya harus mengarah pada perbaikan sistem.

“Semuanya berkembang dengan cepat dengan cara-cara yang tak terduga. Inovasinya cepat sekali. Oleh sebab itu, kita juga harus berani berubah. Akuntansi kita mestinya harus kita arahkan. Orientasi tidak kepada prosedur, harus diubah kepada orientasi hasil. Hasil pun juga harus berkualitas,” ujarnya di hadapan sejumlah Gubernur, Bupati, Walikota, Sekretaris Jenderal, Aparat Pengawasan Pemerintah, dan Pimpinan Instansi.

Menurut Presiden, perubahan harus segera dilakukan, sebab masih adanya inefisiensi dalam pengelolaan keuangan negara, baik itu APBN maupun APBD.

“Saya sudah cek satu per satu, banyak sekali inefisiensi itu. Setiap kegiatan yang ada coba dilihat satu-satu, tidak jelas hasil yang akan dicapai,” ucapnya.

Dari program-program yang dibuat, masih banyak ditemukan yang sasaran kegiatannya tidak berorientasi pada hasil. Banyak pula program-program di pusat maupun daerah yang tidak terkait dengan sasaran pembangunan nasional.

“Inilah saya kira banyak inefisiensi di APBN dan APBD kita yang perlu kita perbaiki besar-besaran. Sekali lagi, akuntansi kita harusnya berorientasi kepada hasil bukan prosedur,” tegas Presiden mengingatkan  pentingnya penyederhanaan Laporan Keuangan.

AYA




Panitia Acara Budaya Tenun di Lotim, Sebut Kadis Pariwisata NTB Membual

Panitia ‘Alunan Budaya Tiga Kecamatan Pringgasela’ tidak terima disebut tak berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar). Justru sebaliknya, ucapan Lalu Muh Faozal itu dikatakan hanya omong kosong

Eka Kharisma Novandi

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua Panitia acara ‘Alunan Budaya Tiga Kecamatan Pringgasela’ bertema “Warna dan Irama Tenun”, Eka Kharisma Novandi,  yang baru-baru ini menggelar acara menenun massal di Lombok Timur, membantah ucapan Kadis Pariwisata NTB, Lalu Muh Faozal.

“Ucapan Kadis Pariwisata NTB itu hanya membual saja,” kata Eka Kharisma Novandi dalam sanaggahan  tertulis yang diterima Lombok Journal, Kamis (14/09)

Sebelumya, Kadis Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal pada beberapa media online menanggapi ucapan Bupati Lotim yang menyebutnya ‘bodoh’. Di tengah-tengah ucapannya itu Faozal menyinggung even tenun yang digelar di Lombok Timur itu sebenarnya tidak terlapor pada Dinas Pariwisata NTB.

Selain itu ia mengaku pernah membantu Rp 5 juta uang pribadi untuk melancarkan kegiatan budaya tenun itu di Lotim. (BACA : Kepala Dinas Pariwisata NTB Tersinggung, “Apa Sih Lebihnya Ali BD.”)

Menurut Noovandi, Bualan pertama Faozal pada beberapa media online itu karena mengaku memberi bantuan Rp5juta. Sebenarnya yang diterima panitia hanya setengahnya.

“Saat kami datang menagih janji, Kadis Pariwisata NTB selalu menghindar,” tutur Novandi.

Kedua, Faozal mengatakan panitia tidak pernah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata.  Padahal, kenyataannya sejak bulan Februari panitia sudah melakukan komunikasi dengan Dispar NTB.

Panitia mengantarkan proposal kegiatan acara langsung ke kantor Dinas Pariwisata NTB di Ampenan. “Kami bertukar pikiran baik dengan Kadis maupun Kabid Pemasaran,” tutur Novandi.

Pada saat itu panitia malah sempat dijanjikan pemasangan billboard untuk promosi acara budaya itu. Ternyata setelah ditagiih hari berikutnya, tidak pernah ditepati.  Ketua Panitia sudah menemui Kabid Pemasaran Ibu Murtati, janji itu juga tidak pernah ditepati dengan berbagai alasan.

“Jadi semua yang dikatakan Kadis itu hanya omong kosong saja,” tegas .

Novandi setelah acara usai belum pernah kontak sama sekali. Intinya, semua perkataan Kadis Pariwisata NTB itu dianggap bertolak belakang dengan kenyataan sebenarnya.

“Kami hanya ingin mengklarifikasi, agar biar pembaca tidak salah persepsi terhadap panitia,” katanya.

Novandi mengaku tidak ambil pusing soal perseteruan Faosal dengan Bupati Lotim, ALI BD. Ia hanya ingin Faozal bicara jujur dan melempar kesalahan pada panitia.

“Padahall sewjak awal kami sudah berkoordinasi dengan mereka,” kata Novandi.

Rr




Erica, ‘Jangan Percaya Penitipan Anak”

Kasus-kasus kejahatan dan kekerasan pada anak, justru dilakukan oleh orang yang dipercaya oleh orang tua untuk menitipkan anak-anaknya

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi mengingatkan, jangan mudah percaya untuk menitipkan anak.  Hal itu dikatakannya, saat membuka Training of Trainer Parenting dan Pendewasaan Usia Pernikahan DWP Provinsi dan DWP Kab./Kota se- Provinsi NTB,  di Hotel Santika, Kota Mataram, Rabu (13/9),

Hj. Erica berpesan kepada para orang tua agar tidak terlalu mudah percaya kepada orang lain, terlebih menyangkut  anak-anak kita.

” Sebab data menunjukkan bahwa kasus-kasus kejahatan dan kekerasan pada anak justeru dilakukan oleh orang yang dipercaya oleh orang tua untuk menitipkan anak-anaknya”, ujar Hj. Erica  yang  hadir didampingi  Ketua BKOW Prov. NTB HJ. Syamsiah M. Amin.

Proses pendidikan yang baik penting dalam membangun keluarga yang berkualitas sehingga  melahirkan generasi yang sehat dan cerdas. Karena itu, mendidik anak butuh perhatian dan dukungan baik orang tua, lembaga pendidikan maupun lingkungan sekitar.

Erica mengajak para ibu di NTB dapat memastikan tontonan terbaik yang harus dinikmati oleh anak-anak.

“Pastikan anak-anak menonton tayangan yang mendidik, yang sesuai dengan nilai-nilai luhur ajaran agama, yang membentuk akhlaq mulia dan didampingi oleh orang tua,” ujarnya.

Dalam proses pendidikan, para orang tua harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan guru anak-anak agar bisa saling menjaga dan saling memantau. Selain itu, kepada seluruh masyarakat juga diingatkan agar lebih waspada terhadap predator anak.

“Karenanya, mendidik anak itu tidak bisa sendirian, harus ada kebersamaan antara orangtua dan guru,” tuturnya.

Sembari mengutip tulisan Hillary Clinton dalam bukunya yang menyebutkan: it takes a villages to raise a child artinya bahwa untuk mengasuh satu anak saja, itu tidak hanya membutuhkan dukungan dari keluarga saja, namun juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar.

“Kalau anak mau baik kita harus berbagai ilmu dengan orang tua dan ligkungan lain yang baik” tambah Hj. Erica

Lebih lanjut Hj.Erica menyampaikan penghargaan atas kiprah dan kerja nyata DWP Provinsi NTB selama ini dalam  mendukung dan mengambil fungsi yang tepat dalam melengkapi urusan-urusan bidang kewanitaan di NTB.

Ke depan, diharapkannya DWP Provinsi NTB dapat mengambil peran lebih dalam mengatasi berbagai upaya peningkatan gizi di NTB.

“Alhamdulillah angka gizi buruk di NTB sudah turun, tapi saya titip untuk dididik dan diajari perempuan NTB bagaimana agar anak-anak dan keluarganya cukup gizi,”harapnya.

Menurutnya, perempuan NTB perlu diperkenalkan bagaimana dan apa itu makanan bergizi. Serta makanan berbahaya yang mengandung pengawet dan pewarna. Juga perlu diingatkan para ibu untuk menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan untuk mencapai kesehatan.

Tidak bosan  pula dalam setiap  kesempatan Hj. Erica meminta agar kita para orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak.

“Pantau perubahan pada perilaku anak jika dia biasanya ceria kemudian termenung manarik diri itu patut untuk diwaspadai “, ujar Hj. Erica berbagi ilmu.

Sebelumnya Ketua DWP Provinsi NTB Hj. Ihsanti Komala Rimbun Rosiady menyampaikan, TOT ini dilaksanakan bertujuan, agar terwujud ibu-ibu dharmawanita sebagai trainer parenting yang handal. Juga meningkatkan pemahaman terkait pendewasaan usia pernikahan dan mensosialisasikannya di tengah masyarakat

TOT kali ini diikuti oleh 30 orang peserta, masing-masing kabupaten/kota mengirimkan  2 orang wakilnya ditambah dengan peserta dari pengurus DWP Provinsi. Peserta akan mengikuti TOT tersebut selama dua hari, tanggal 13-14 September 2017.

Hadir dalam kesempatan tersebut, nara sumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI, Ibu Liska Prasetya dan jajaran pimpinan dari DP3AP2KB Prov. NTB, serta Ketua-ketua unit DWP Prov. NTB se Kab./Kota se – NTB.

AYA




40 Kapal Perang Dari 38 Negara Akan Berlabuh di Lombok

Kehadiran kapal perang akan berdampak positif bagi pariwisata, karena akan membawa sekitar 4 ribu wisatawan ke Lombok

MATARAM.lombokjoournal.com —  40 kapal perang dari berbagai negara di dunia akan berlabuh di Pulau Lombok. Kapal-kapal perang itu adalah dalam rangka memeriahkan acara Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) ke-3 tahun 2018.

Rencananya, 38 negara turut ambil bagian pada event internasional tersebut.

Koordinator Potensi Maritim ArmadaTimur TNI AL, Kol Laut (P) Feri Supriadi mengatakan,  MNEK dilaksanakan bulan Mei 2018. Bulan Mei dipilih karena cuaca diperkirakan sudah membaik sehingga kegiatan bisa dil aksanakan dengan lancar di laut.

MNEK diadakan TNI Angkatan Laut dua tahun sekali berskala internasional, dengan mengundang angkatan laut dari seluruh dunia. Antara lain dari Tiongkok, Amerika Serikat, Korea Selatan, Malaysia sebagainya.

Tahun sebelumnya kegiatan diadakan di Padang sekitar 23 negara dengan 40 kapal perang, dan diharapkan di Lombok jumlah kapal perang yang datang bisa mencapai 40 kapal perang lagi. Dari 40 kapal itu diperkirakan jumlah tentara serta wisatawan yang akan dibawa mencapai 4.000 orang.

“Kami mantap untuk memilih Lombok dengan harapan dapat memberi nuansa positif bagi perkembangan pariwisata NTB” ujar Supriadi

Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) ke-3 tahun 2018 akan dilangsungkan di tiga kabupaten dan satu kota.  Hal ini menjadi ranah Dinas Parwisata NTB karenakan warna tourismnya terasa sangat kental.

Hal ini juga menjadi bagian dari mengejar target menghadirkan wisatawan dari berbagai negara.

“Tidak kurang dari 40 kapal perang akan berlabuh di seputaran pelabuhan Lembar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal dalam konferensi pers MNEK ke-3 2018, Rabu (13/9).

Kapal perang tersebut, diperkirakan membawa sedikitnya 100 penumpang per kapal perang yang akan menjadi tamu. Artinya akan ada sekitar 4.000 tamu yang akan datang berkunjung ke Lombok.

Jumlah tersebut belum termasuk unsur komando dari angkatan laut yang tidak menggunakan kapal perang. Mereka diperkirakan akan datang menggunakan penerbangan dari berbagai negara. Tidak menutup kemungkinan para komandan tersebut nantinya akan membawa staf dan juga keluarga mereka.

“Karena nanti akan ada spose program yang diikuti oleh para istri delegasi,” sambung Faozal.

Kegiatannya dilaksanakan di beberapa lokasi. Seperti di Sekotong Lombok Barat, Senggigi untuk kegiatan spose program tepatnya di Hotel Killa, KLU di tiga gili untuk penenggelaman kerangka kapal sebagai terumbu karang, dan lainnya.

MNEK sendiri akan dilaunching pada 17 Desember mendatang, bertepatan dengan HUT NTB ke 52.

AYA




Hasil Melimpah, Produk Perkebunan Harus Diiringi Nilai Tambah

Kementerian Pertanian diminta tambah pagu anggaran alokasi dana DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) untuk NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Komoditi perkebunan NTB seperti kopi, kakao, tembakau, jambu mete dan kelapa perlu didukungan terus meningkatkan kualitas dan produktivitas serta nilai tambah. Hasil melimpah jika tidak diiringi upaya memberi nilai tambah pada produk tersebut, tidak akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wagub menegaskan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi dan Konsultasi Pembangunan Perkebunan Provinsi NTB Tahun 2017 di Hotel Lombok Raya, Rabu (13/9). Rakor ini digelar sebagai forum untuk mengevaluasi, merumuskan dan merencanakan perkebunan yang berkelanjutan.

Diharapkannya, pembangunan perkebunan berkelanjutan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan perekonomian daerah, mengentaskan kemiskinan, menyediakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan daya saing masyarakat.

Selain sektor pariwisata, peternakan, perikanan, kelautan dan pertambangan, sektor perkebunan NTB memegang peranan penting menyokong pembangunan ekonomi daerah.

NTB memiliki potensi perkebunan yang bisa diandalkan. Baik sumber daya, sumber daya manusianya dan sumber daya pendukung lainnya. Beberapa komoditi perkebunan unggulan yang saat ini dikembangan pemerintah di antaranya, kopi, kakao, tembakau, jambu mete dan kelapa.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Ir. Husnul Fauzi, M. Si berharap sektor perkebunan dapat perhatian lebih besar baik dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ia meminta Kementerian Pertanian, agar alokasi dana DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) ditambah pagu anggarannya.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir. Bambang MM menyampaikan, tujuan rakor adalah tak untuk menyamakan persepsi dan menyelaraskan langkah membangun perkebunan. Serta menginventarisasi potensi sumber daya yang dimiliki daerah.

“Kita bisa lihat potensi yang luar biasa, tembakau virginia hanya bisa hidup disini, apalagi jika pengelolaannya bisa dtingkatkan lagi,”  ucapnya. Manfaatnya bagi masyarakat NTB lebih besar jika pengelolaannya lebih baik.

Turut hadir pada acara tersebut Ketua Komisi II DPRD NTB, Bupati Kabupaten Lombok Utara, Bupati/Walikota se-NTB. Sebelum mengakhiri acara tersebut, Wagub menyerahkan secara simbolis paket bantuan kepada pengembang desa organik pada beberapa kabupaten yakni, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Bima.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan kepada kelompok tani/kebun yang terkena bencana alam (dampak perubahan iklim) pada Kabupaten Lombok Timur, dua kecamatan, lima desa, dan dua puluh tiga kelompok terdiri dari 7.469 bibit pohon kelapa, 7.000 bibit pohon kopi, dan 144.690 kg pupuk kompos.

Kesempatan yang sama, Bupati Lombok Utara, H. Najmul Ahyar, SH, MH menerima penghargaan atas komitmennya terkait pengembangan Kampung Coklat di Kabupaten Lombok Utara

AYA.




Kepala Dinas Pariwisata NTB Tersinggung, “Apa Sih Lebihnya Ali BD.”

Dikatakan ‘bodoh’ oleh Bupati Lombok Timur, Lalu Muh Faozal  anggap Ali BD tak punya tata krama

MATARAM.lombokjournal.com — Bupati Lombok Timur, H Ali Bin Dachlan saat berlangsung event tenun Pringgasile Lombok Timur beberapa waktu lalu, dalam satu kesempatan mengatakan, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur dan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, ‘bodoh’.

Sentilan Ali BD yang jadi viral di media sosial itu, membuat Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Muh Faozal,  tersinggung. “Jujur secara pribadi saya tersinggung. Apalagi kita ini sama-sama berasal dari Lombok Timur,” ungkapnya, di Mataram, Rabu (13/9).

Bicara dengan wartawan, Faozal mengatakan, Ali BD  sebagai panutan masyarakat, harus punya tata krama. Tidak elok mengeluarkan kata ‘bodoh’ terhadap siapa pun, apalagi pejabat bawahannya. Terlebih juga dialammatkan dirinya yang bukan bawahannya.

“Terkesan pejabat terhormat tersebut tidak ada tata krama,” katanya.

Kata Faozal,  even tenun yang digelar di Lombok Timur itu sebenarnya tidak terlapor pada Dinas Pariwisata NTB, dan memang tidak masuk kalender event.  Ketidakhadirannya pada event tenun Pringgasile itu karena tidak menerima undangan.

“Saya tanya orang kantor apa ada umdangan dari Lombok timur, tapi tidak ada,” cetusnya

Saat itu ia sedang menyelesaikan tugas rangkaian Bulan Pesona Lombok Sumbawa, di Moyo karena merupakan agenda sudah masuk kalender event.

“Apakah ‘bodoh’ itu diukur dari bantuan, jangan salah tidak bisa diukur. Kalau pun tidak hadir, seandainya ada koordinator kegiatan datang, pasti kita bantu,” kata Faozal.  Sebab ia mengaku pernah membantu Rp 5 juta uang pribadi untuk melancarkan salah satu kegiatan di Lotim.

Faozal menambahkan, seharusnya Ali BD bukan melontarkan kata ‘bodoh’. “Seandainya ada koordinasi event itu, pasti kita bantu. Tapi, sampai saat ini tidak ada satu pun yang pernah datang, apalagi usulkan proposal,” geramnya.

Ditegaskannya, lain urusan ketika Ali BD mengatakan dirinya ‘bodoh’ karena dia bukan atasannya. Kalau Gubernur yang mengatakan ‘bodoh’ karena tidak mampu menjalankan tugas, tidak akan dipermasalahkannya.

Faozal balik tanya, apa yang pernah dilakukan Lotim terkait pariwisata? Pantai Pink saja dari dulu bermasalah, tidak ada solusi.  “Ini kami contohkan, kenapa sekarang destinasi Sembalun mulai terangkat, karena kami ikut turun,” tegasnya

Karena itu Faozal sangat kesal. “Jangan seenak perut ngomong, apa sih lebihnya Ali BD, ” pungkasnya

AYA




Anugerah ‘Nugra Jasadarma Pustaloka’ untuk TGB

Penghargaan tertinggi Perpustakaan Nasional untuk Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi akan membawa efek pada perbaikan perpustakaan dan peningkatan minat baca di Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dianugerahi ‘Nugra Jasadarma Pustaloka’ dari Perpustakaan Nasional RI, Selasa (12/09). Itu merupakan penghargaan tertinggi Perpustakaan Nasional yang diberikan kepada yang dinilai berkontribusi besar bagi pengembangan perpustakaan dan minat baca di daerahnya.

Gubernur NTB yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) itu, dinilai memiliki kepedulian terhadap pengembangan perpustakaan dan kegemaran membaca.  In juga tidak lepas  dari peran dan upaya perpustakaan daerah dan provinsi yang memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan minat baca masyarakat NTB.

Sekretaris Jenderal Perpustakaan Nasional RI, Dedi Djunaedi menyerahkan penghargaan itu kepada Asisten Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Bachruddin, M. Pd.,yang mewakili Gubernur pada malam puncak Gemilang Perpustakaan Nasional Tahun 2017 di Balai Sarbini, Jakarta.

Drs. Bachruddin, M. Pd usai mewakili penerimaan penghargaan tu mengatakan, meski penghargaan ditujukan kepada kepala daerah, tapi melekat juga seluruh organisasi perangkat daerah yang ada di Provinsi NTB.

“Penghargaan ini akan membawa efek pada perbaikan perpustakaan dan peningkatan minat baca di Provinsi NTB,” ujarnya.

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muh. Syarif Bando dalam sambutannya mengatakan, pentingnya buku dan gemar membaca dalam menjalani kehidupan. Ia berharap dengan penghargaan ini, makin membangun minat baca masyarakat.

“Kita harus buktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang hebat dan bangsa yang besar adalah bangsa yang masyarakatnya melek literasi,” ujarnya.

Penghargaan tertinggi di bidang perpustakaan ini dilakukan dalam rangka penyebaran informasi  yang lebih luas arti penting perpustakaan bagi masyarakat.

Perpustakaan Nasional akan menggelar sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan peran dan fungsi perpustakaan dalam kehidupan masyarakat, melalui serangkaian testimoni tentang peran dan fungsi perpustakaan di Indonesia.

Kategori yang diberikan pada Penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka adalah Kategori Pemilihan Buku (Pustaka) Terbaik 2017 (tema Kesehatan), Kategori Pelestari Naskah Kuno Terbaik, Lomba Bercerita SD/MI Tingkat Nasional, Lomba Perpustakaan SLTA Tingkat Nasional, Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Nasional, Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional, Kategori Tokoh Masyarakat Yang Berperan Aktif Terhadap Pengembangan Perpustakaan & Pembudayaan Gemar Membaca, Kategori Birokrat Yang Berperan Aktif Terhadap Pengembangan Perpustakaan & Pembudayaan Gemar Membaca, Kategori Mass Media dan Life Achievement.

Selain Gubernur NTB, Bupati Raja Ampat dan Bupati Solok juga ikut meraih penghargaan sebagai sebagai Tokoh Masyarakat/Birokrat yang peduli terhadap Pengembangan Perpustakaan dan Kegemaran Membaca.

Hadir Sekjen Kementerian Dalam Negeri RI, penggiat literasi dan perwakilan siswa dari seluruh Indonesia.

AYA/Hms




TGB Bicara Pariwisata Berkelanjutan, 5 Perusahaan Korsel Berminat Investasi di NTB

Di Forum Ecotourism and Sustainable Tourism Conference 2017 di Korea Selatan, TGB bicara Pariwisata berkelanjutan bukan hanya memacu pertumbuhan, juga sekaligus berperan penting menjaga kualitas lingkungan

lombokjournal.com –

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi bersama Walikota Ansan

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB), Selasa  (12/9),  menjadi keynote speech di Forum Ecotourism and Sustainable Tourism Conference 2017 di Ansan, Korea Selatan.

TGB memaparkan potret potensi, tantangan, hambatan serta langkah-langkah membangun pariwisata NTB.

Kemajuan Pariwisata di NTB, termasuk ekowisatanya,  dinilai menjadi sektor yang signifikan dalam perubahan dan kemajuan NTB beberapa tahun terakhir.

Dipilihnya TGB sebagai keynote speecher pada  Konferensi internasional yang diikuti lebih 600 peserta dari 20 negara, didasarkan track record kepemimpinannya  yang dinilai menjadi salah satu best practice pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Para peserta sebagian besar merupakan para penentu kebijakan, pelaku industri, akademisi dan para stakeholders terkait di bidang pariwisata khususnya ekowisata.

TGB menyampaikan presentasi berjudul : Sustainable Ecotourism Contribution to Poverty Reduction, Economic Development, Employment Creation and Education in West Nusa Tenggara.

Secara  khusus, TGB menguraikan peran pariwisata berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTB.

Menurutnya, dengan pendekatan berkelanjutan, pariwisata  tidak hanya berhasil dikembangkan menjadi mesin pertumbuhan. Sekaligus menggairahkan industri ekonomi kreatif, membangun enterpreneurship di kalangan generasi muda dan menciptakan inisiatif-inisiatif kreatif di banyak komunitas. Namun juga berperan penting dalam menjaga kualitas lingkungan.

TGB memanfaatkan event bergengsi itu untuk mempromosikan NTB di kancah internasional. Selain itu, dijadikan ajang  membangun dan memperkuat jejaring kerjasama mengembangkan pariwisata NTB sebagai salah satu destinasi utama di Indonesia.

Dari forum internasional di Korea Selatan itu tergambar, banyak pihak mulai tertarik dan untuk mengenal  NTB,dan menyatakan siap membangun kerjasama.

Usai presentasi,  Gubenur TGB sempat mengadakan pertemuan dengan Walikota Ansan untuk membicarakan kemungkinan kerjasama antara kedua daerah dari kedua negara.

Pada sore hari waktu setempat, Gubernur TGB melanjutkan kegiatannya di Korea Selatan. Mengikuti International Cooperation Meeting on Carbona Reduction Project With NTB And Korea Eco Corporation di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup Republik Korea Selatan.

Pertemuan itu membicarakan minat investasi 5 perusahaan dari Republik Korea Selatan untuk investasi energi terbarukan (renewable energy) di NTB

AYA/Hms