KEK Mandalika, Target Tahun 2019 Dibangun 2 Ribu Kamar

Selain dibangun sirkuit kelas dunia, convention center dan 7 hotel terealisasi  tahun 2019

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan, pemerintah selain telah membangun infrastruktur fisik yang menyebar di seluruh Indonesia.  Pemerintah juga mengembangkan 3 macam infrastruktur industri, yaitu Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan kawasan strategis pariwisata nasional.

Mandalika adalah KEK sekaligus kawasan strategis parwisata nasional. Hal itu disampaikan Darmin Nasution, menjelang peresmian beroperasinya KEK Mandalika di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah,  Jum’at (20/10).

Dalam mendorong kesejahteraan masyarakat berbagai upaya perlu dilakukan. “Untuk itu, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pengusaha mendorong pengembangan kawasan industri, KEK, dan kawasan strategis pariwisata nasional,” ujar Darmin.

KEK Mandalika, terang Menko Darmin, difokuskan untuk kegiatan utama pariwisata. ITDC bertugas untuk membangun dan mengelola KEK Mandalika. Bahkan KEK Mandalika akan diproyeksikan memiliki 10.000 kamar hotel, dengan target 2.000 kamar hotel sampai dengan tahun 2019.

“Selain itu, KEK Mandalika akan dibangun sirkuit balap kelas dunia, convention center, dan 7 hotel yang diperkirakan terealisir pada tahun 2019,” jelasnya.

Sekretaris Dewan KEK Mandalika Enoh Suharto Pranoto kepada wartawan menjelaskan, KEK Mandalika mereplikasi kawasan Nusa Dua di Bali. Lebih dari itu, kawasan tersebut ditambah sirkuit balap.

“Konsepnya mereplikasi Nusa Dua, tapi ini akan lebih dikembangkan lagi, misalnya ada sirkuit MotoGP di dalam kawasan,” ujar Enoh.

Sudah ada investor yang akan membangun sirkuit balap. Bulan November 2017, akan dilakukan penandatanganan kerja sama dengan pihak Vinci Construction Grand Project untuk pembangunan sirkuit.

Sejumlah pejabat negara nampak ikut dalam peresmian KEK Mandalika, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri PU PR Basuki Hadimulyono, Menteri Agraria dan Tara Ruang BPN Sofyan Djalil, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

AYA

BACA JUGA : Resmikan KEK Mandalika, Presiden Joko Widodo Titip Lima Pesan




Resmikan KEK Mandalika, Presiden Joko Widodo Titip Lima Pesan

Presiden tegaskan perlu kontrak jelas dengan investor, jika 6 bulan proses konstruksi tidak dimulai kontraknya langsung dicabut

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo meresmikan mulai beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pantai Kute kawasan Mandalika  Kab. Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, Jum’at ( 20/10).

Tiba di lokasi peresmian tepat pukul 10.35 Wita, Presiden didampingi Menko bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Mentri BUMN, Rini Soemarno, Menpar, Arief Yahya dan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB), disambut tarian Sedah Pangkesaman sebuah tradisional Sasak, yang secara khusus disajikan menyambut tamu-tamu kehormatan.

Saat meresmikan, Presiden  Joko Widodo mengatakan, permasalahan KEK Mandalika  hampir selama 26 tahun terkatung-katung dan belum dapat dirampungkan permasalahannya. Lamanya proses pembebasan di KEK Mandalika menyebabkan terhambatnya proses investasi.

“Setelah saya telusuri ternyata lamanya proses pembebasan lahan tersebut terletak pada perlunya payung hukum atau Inpres terkait pembebasan lahan,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden bersama dengan jajarannya melakukan rapat untuk membuat Inpres pembebasan lahan, dan dalam 2 bulan proses pembebasan lahan berjalan dengan lancar.

Presiden menegaskan untuk merinci permasalahan yang ada kepada pimpinan agar masalah tidak berlarut-larut.

KEK Mandalika adalah proyek yang berdampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena dapat menyerap tenaga kerja sekitar 58.000 orang dengan investasi yang berjalan sekitar Rp. 13 triliun.

“Kawasan ini akan terus berkembang dan masyarakat akan merasakan manfaatnya,” ujar Jokowi.

Presiden sempat menitip pesan khusus kepada Gubernur dan Bupati bersama Forkopimda. Pesannya, antara lain pertama, menghijaukan KEK Mandalika.

“Penghijauan ini penting untuk membuat kawasan ini menjadi cantik. Menanam pohon harus dirawat, jangan hanya ditanam saja,” tegasnya.

Kedua, ITDC harus menyiapkan pasar cinderamata. “Siapkan lahan untuk pasar cinderamata, agar masyarakat merasakan ikut menikmati adanya kawasan ini,” ujarnya.

Ketiga, karakter bangunan di KEK Mandalika harus ada diferensiasi/pembeda dengan daerah lain. Provinsi NTB memiliki kekuatan arsitektur yang baik.

“Kekuatan karakter kedaerahan harus dimunculkan,” kata Presiden.

Keempat, perlu untuk menata cafe dan homestay dengan baik serta menyiapkan toilet yang berstandar internasional.

“Mumpung pembangunan KEK Mandalika baru titik nol dimulai. Jadi, penataan kawasan ini betul-betul terkonsep dengan baik. Karena kita ingin kawasan mandalika ini menjadi kawasan yang besar bagi pariwisata Indonesia yang akan memberikan dampak kepada NTB,” ucap Presiden.

Kelima, kepada investor harus ada kontrak yang jelas. Jangan sampai di dalam kontrak tidak ada ketetapan waktu dimulainya proses konstruksi.

“Kontrak beri waktu 6 bulan, jika belum dilakukan proses konstruksi pada waktu 6 bulan, setelah kontrak ditandatangani maka kontraknya langsung dicabut,” tegasnya.

Presiden Jokowi meminta agar didalam kontrak harus ada klausul bahwa dalam 6 bulan harus dimulai proses konstruksi/pembangunan.

AYA

BACA JUGA: KEK Mandalika, Target Tahun 2019 Dibangun 2 Ribu Kamar

 




Presiden Jokowi; “Alumni Al-Azhar Dapat Membangun Pemahaman Moderasi dan Toleransi”

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo menegaskan, Al-Azhar merupakan institusi besar yang melahirkan orang-orang dengan pemikiran besar.

MATARAM.lombokjournal.com — Jokowi menegaskan itu saat menutup Konferensi Internasional Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar dan Multaqa Nasional  IV Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia, di Islamic Center NTB, Kamis (19/10).

Penutupan tersebut ditandai pemukulan Bedug oleh Presiden didampingi Wakil Ketua WOAG yang juga Mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi selaku Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia,  Mustasyar, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA dan menteri agama RI, Lukman Hakim Saifudin.

Para ulama dari berbagai negara dan ribuan santri ikut menyaksikan. Hadir juga sejumlah menteri mendampingi kunjungan Presiden di Bumi Seribu Masjid ini.  Presiden  tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 Wita.

“Dengan pemikiran besar itu, menurut Jokowi, alumni-alumni Al-Azhar dapat membangun pemahaman masyarakat tentang moderasi dan toleransi. Karena moderasi dan toleransi merupakan hal penting bagi sebuah bangsa dengan masyarakat yang penuh keberagaman, baik agama, suku maupun bahasa,” kata Jokowi.

Presiden kelahiran Solo, Jawa tengah itu, juga sempat mengisahkan pertemuan-pertemuannya dengan Presiden, Perdana Menteri, atau Kepala Pemerintahan serta tokoh-tokoh dunia pada konferensi dan berbagai summit.

Hal  utama yang diceritakannya, kata Jokowi, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Hal kedua yang  disampaikan Presiden Jokowi kepada kepala-kepala negara di dunia, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, sekitar 250 juta jiwa, 17 ribu pulau, dan lebih 1.100 bahasa.

Indonesia yang besar ini menurutnya, tidak banyak diketahui oleh tokoh-tokoh dunia. “Banyak yang terkaget-kaget saya ceritakan ini,” ungkap Jokowi di hadapan sekitar seribu masyarakat dan peserta konferensi yang hadir.

Negara yang besar ini lanjut Jokowi, dengan kamajemukan masyarakatnya seperti perbedaan agama, suku dan bahasa merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri. Sehingga perlu dirawat dengan sungguh-sungguh dan dikelola dengan baik serta penuh kehati-hatian.

“Ada pesan beliau yang masih saya ingat, kalau ada gesekan kecil segera selesaikan,” ungkap Jokowi ketika menceritakan pesan Presiden Afganistan kepadanya saat bertemu dalam sebuah konferensi.

Karenanya, Jokowi mendukung tema yang diusung dalam konferensi tersebut, yaitu Moderasi Islam: Dimensi dan Orientasi. Terlebih menurut Jokowi, bagaimana membangun dakwah yang merangkul semua, terutama anak-anak muda dengan metode-metode efektif seperti media sosial.

Di era milenia saat ini dakwah di media sosial dapat dikatakan efektif untuk merangkul anak muda. Dengan demikian, moderasi dan toleransi dapat dipahami dan diterima oleh para generasi muda.

“Kewajiban kita bersama ke depan adalah  membangun dakwah-dakwah untuk generasi milenia, agar moderasi Islam dan tolerasi dipahami betul oleh anak-anak muda kita,” kata presiden.

Karena itu, Jokowi mengajak semua untuk membangun ukhawah islamiah, ukhawa wataniah, ukhawa basyariah kita. Karena inilah yang dibutuhkan negara ini dalam rangka mengejar ketertinggalan dengan Negara-negara lain.

Presiden menutup konferensi dengan harapan hasil-hasil konferensi yang ada dapat bermanfaat untuk membangun moderasi dan toleransi di tengah-tengah masyarakat.

AYA/Hms




Presiden Jokowi Berharap Alumni Al-Azhar Tularkan ajaran Islam Moderat

Didampingi Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, Presiden Jokowi memukul gendang beleq tandai penutupan konferensi alumni Al-Azhar

Presiden Jokowi di konferensi internasional alumni Al-Azhar Indonesia di Islamic Center Mataram, Kamis (19/10)

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebagai salah satu Negara Muslim Terbesar di dunia, Indonesia memiiki berbagai jenis keberagaman masyarakat. Sebagian besar merupakan pemeluk Islam, namun di dalamnya juga terdapat dan hidup masyarakat dengan latar agama, suku, bahasa dan budaya berbeda

“Karena itulah, untuk bisa tetap menjaga kerukunan, persaudaraan dan persatuan, maka  toleransi dan saling menghargai merupakan kata kunci yang harus senantiasa dijaga,” kata Presiden Jokowi saat menutup acara konferensi internasional alumni Al-Azhar Indonesia di Islamic Center Mataram, Kamis (19/10)

Ia mengatakan, sebagai institusi pendidikan besar dengan alumni yang memiliki pemikiran besar, dirinya memiliki harapan besar, alumni Al-Azhar bisa terus menularkan ajaran Islam yang moderat, dengan penuh kedamaian dan kesejukan

“Saya berharap Alumni Al-Azhar bisa menularkan ajaran yang penuh kedamaian dimana-mana” tegasnya

Ia menyatakan, dengan kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia, betapa toleransi menjadi sangat penting dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, itulah kenapa kemudian kenapa ia hadir di acara konferensi internasional, supaya itu bisa ditularkan di tengah masyarakat

“Kenapa saya hadir disini, karena saya sadar betapa toleransi ini sangatpenting,” tegas presiden.

Dengan keberagaman bangsa Indonesia dalam banyak sisi tersebut, harus bisa tetap dirawat.Sebab kalau tidak akan berpotensi menimbulkan perpecahan dan persatuan. “Itulah, kenapa setiap ada gesekan sekecil apa pun di tengah masyarakat, harus segera diselesaikan,”  kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menambahkan, ke depan dunia global terus berubah.  Sekarang dengan adanya medsos, semuanya sangat dimudahkan, informasi dan dakwah begitu banyak bertebaran, tapi harus hati – hati, kalau tidak di saring bisa mempengaruhi karakter dan perilaku bangsa kita, persatuan serta prilaku anak didik kita.

Penutupan konferensi internasional alumni Al-Azhar Indonesia ditandai pemukulan bedug, yang di dampingi  Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dan para tokoh agama lulusan Al- Azhar.

AYA




Kunjungi Lombok, Presiden Hadiri Konferensi Internasional Alumni Al-Azhar.

Presiden Joko Widodo mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden Joko Widodo siang ini, Kamis (19/10), bertolak menuju Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, guna melakukan kegiatan kunjungan kerja.

Kepala Negara lepas landas dengan menggunakan Pesawat Boeing 737-400 TNI AU dari Halim Perdanakusuma Jakarta sekira pukul 14.00 WIB.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Lombok pukul 16.33 WITA, Presiden disambut Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH M Zainul Majdi dan langsung menuju Gedung Islamic Center, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Presiden menghadiri Penutupan Konferensi Internasional dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Indonesia.

Malam harinya, Presiden juga akan melakukan silaturahmi dengan sejumlah pimpinan Pondok Pesantren se-Nusa Tenggara Barat. Setelahnya, Presiden akan bermalam di Kota Mataram, untuk melanjutkan kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

AYA

Sumber: Media Sekretariat Presiden




Rinjani Golf Tournament 2017, Atraksi Sport Tourism Setelah Sepeda

Sebagai sport tourism, olahraga golf menjadi pelengkap setelah gencar dilombakan olahraga sepeda dan lari marathon

MATARAM.lombokjournal.com — Rinjani Golf Tournament 2017  akan digelar Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Golong, Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada 9 Desember mendatang.

“Golf menambah jualan kita terkait atraksi sport tourism, di samping sejumlah ajang sport tourism lain yang telah dahulu dilaksanakan,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal kepada wartawan, Kamis (19/10).

Rinjani Golf Tournament 2017 merupakan salah satu ajang wisata olahraga (sport tourism) yang sedang digencarkan NTB.

Faozal menambahkan, Rinjani Golf Tournament 2017 menjadi pelengkap atraksi sport tourism NTB setelah sebelumnya menggelar ajang sport tourism di bidang sepeda, hingga lari.

Pengembangan sport tourism, perlu digencarkan secara berkelanjutan. Sebab, NTB memiliki potensi sumber daya alam yang besar, untuk mendukung pengembangan sport tourism.

Ia mengatakan, pemilihan Desember sebagai waktu penyelenggaraan mengingat kondisi cuaca yang mendukung, dan bersamaan dengan hari jadi Provinsi NTB.

” Kita pilih Desember karena itu merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT NTB, ” tegasnya.

Dinas Pariwisata menargetkan 100 orang peserta mengikuti ajang ini, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 85 peserta.

“Dari Malaysia juga sudah kita infokan untuk ikut.  Ini (golf tournament,red) jualannya  lebih mudah. Karena kita tinggal komunikasi dengan komunitas golf yang ada dimasing – masing wilayah,” pungkasnya

AYA




Nuri Kedepankan Nilai Agama dan Budaya.

Kader Partai Hanura, H. Subuhunnuri  mengaku sudah bersilaturahmi  dengan pembina dan pengasuh ponpes Qamarul Huda TGH LM Turmdzi Badarudin, beberapa  waktu lalu.

MATARAM.lombokjournal.com — -Bakal calon Wakil Gubernur  NTB H Subuhunnuri mengatakan, dalam politiknya selalu  mengedepankan nilai agamis serta kultur untuk menembus pemilihan gubernur (Pilkgub) 2018 yang bakal digelar 2018 mendatang.

“Insyalloh,  sya selalu mengedepankan nilai Agama dan budaya dalam menjalankan tujuan politik saya,” katanya, Selasa (18/10).

Nilai agamais serta budaya yang dimaksud  adalah dengan cara silaturrahmi  dengan masyarakat  serta tokoh-tokoh agama yang ada di NTB.

“Dan alhamdulillah beberapa  waktu lalu saya sudah bersilaturahmi  dengan pembina dan pengasuh ponpes Qamarul Huda Bagu TGH LM Turmdzi Badarudin,” ujarnya.

Subuhunnuri berkeyakinan, jalan politik yang mengedepankan nilai-nilai kultur dan agama akan lebih bermartabat pada pandangan masyarakat. Apalagi NTB sangat kental dengan nilai-nilai itu dalam bingkai Ke-NTB-an.

“Tugas kita sebagai manusia hanya ikhtiar dan terus ikhtiar. Terkait dengan dinamika yang terjadi di lapangan ya itu hanya proses saja,”cetusnya.

Pria yang terlair dari keluarga sederhana ini Juga mengatakan semua bisa terjadi dalam politik ini, manuver dan klaim mengklaim itu wajar Saja terjadi namun endingnya akan sengat tergantung pada komitmen antara pasangan calon.

“Dan saya secara pribadi, sangat mengedepankan aspek-aspek moralitas, loyalitas dan menghormati serta tunduk kepada Calon Gubernur yang Insya Alloh akan saya dampingi. Ingat lho, saya ini latar belakang orang pergerakan dan tahu bagaimana memposisikan diri,”ucap pria yang akrab di Sapa Bung Nuri itu.

Disinggung soal dukungan, apakah Hanura akan memberi dukungan ke padanya atau tidak? Ia tak ingin mengklaim  didukung atau tidaknya,  namun ia tetap  Berharap  dapat didukung oleh partainya sendiri .

“Saya nyatakan itu sangat tergantung dari Cagub yang akan saya dampingi nanti. Saya kan hanya tunduk dan taat Sama cagub yang saya dampingi, Tapi tentu sebagai kader, saya tetap berharap Hanura mendukung langkah kadernya,” jawab Nuri Sembari  Tersenyum.

Nuri  mengaku sudah lama melakukan pergerakan bersama tim pemenangannya, dan tim sudah terbentuk sampe tingkat desa se –NTB. Tentu, disamping itu tentu alat-alat pendukung lainnya sudah disiapkan.

“Kan politik ini tidak cukup dengan untaian kalimat-kalimat indah. Saya sudah siap lahir bathin dan materil maupun spirtuil,”tegasnya.

Pemilik jargon ‘Yang Penting Rakyat Senang” ini mengaku, sampai sekarang belum pernah melalukan komunikasi/Sulaturrahmi politik dengan Cagub-Cagub  lain. Kecuali hanya sama Amaq Asrul alias Ali Bin Dachlan (Ali BD). Namun itupun berlasung hnya dalam hitungan beberapa menit.

“Lima menit bertemu  pak Ali, saya sangat senang dan ternyata Amaq Asrul sangat Enjoi tanpa beban orangnya,”tuturnya.

AYA

 




NTB Cerminan Islam Moderat dan Toleran

Umat Islam di dunia merindukan kehidupan umat beragama yang damai dan penuh toleransi seperti di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Potret Umat Islam di NTB mencerminan Islam di Indonesia yang penuh moderasi dan toleransi. Selain itu, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan menjadi contoh terbaik bagi kehidupan beragama di dunia.

Tatanan kehidupan umat Islam di Bumi Seribu Masjid dapat meluruskan persepsi tentang Islam yang selama ini disalahpahami oleh banyak kalangan. Islam yang hidup rukun dan tolong menolong dengan umat agama lain.

Kehidupan Islam di NTB dirindukan oleh umat-umat di dunia, bahkan di Arab.

Wakil Ketua WOAG yang juga Mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi menyatakan kekagumannya, sekaligus menyerukan Ummat Islam dunia  untuk mencontoh kehidupan toleransi kehidupan beragama di NTB,  saat pembukaan Multaqa Nasional Alumni Mesir, di Ballroom Islamic Center Provinsi NTB, Rabu (18/10).

“Contoh di NTB ini, kami kehilangan di Arab,” ungkap Wakil Ketua WOAG tersebut di hadapan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan ratusan alumni Al Azhar Mesir yang hadir.

Ditegaskannya, Islam itu bukan potongan potongan tubuh manusia yang terlempar akibat bom bunuh diri. Islam itu bukanlah kehidupan yang saling membenci atau saling menjauhkan  diri dengan umat lain.

Namun, Islam itu adalah saling berkontribusi, saling membangun hidup dan saling memberi kemanfaatan dalam kedamaian dengan suluruh  umat beragama. Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW saat membangun Kota Madinah.

Hanya saja, ia masih merasa heran kenapa toleransi yang baik di Indonesia atau di NTB ini belum ditularkan di seluruh belahan dunia. “Umat Islam di dunia merindukan kehidupan umat beragama yang damai dan penuh toleransi seperti di NTB,” katanya.

Saat ini yang dibutuhkan umat Islam bukanlah wacana atau apa yang tertulis di buku-buku atau di kertas-kertas. Namun yang paling dibutuhkan adalah pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di tempat yang sama, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan, Islam di NTB itu bukanlah sekedar wacana atau sekadar teori yang tidak diterapkan dalam kehidupan nyata.

Hal ini tegas Tuan Guru Bajang (TGB) dengan dibukanya segmen baru Pariwisata di NTB. Yaitu, wisata halal atau  mouslem friendly tourism. Melalui segmen ini, disamping menambah segmen Pariwisata yang ada juga untuk menunjukkan, ada bagian-bagian dalam Islam itu yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Itu menunjukkan, ajaran Islam membawa kebaikan di dalam tataran dunia nyata,” ungkap Gubernur Ahli Tafsir tersebut.

Wisata halal ini, lanjut TGB, tidak hanya dapat dinikmati umat muslim. Namun seluruh masyarakat, baik muslim, Hindu, Budha, Kristen dan umat umat lainnya dapat MENGAMBIL manfaat dari pertumbuhan pariwisata tersebut.

“Ini adalah contoh bahwa Islam itu rahmatan Lil ‘alamiin,” tegas TGB.

Direktur OIAA, Dr. Muchlis melaporkan konferensi dan Multaqa akan berlangsung selama 3 hari, 18 hingga 20 Oktober 2017. Selama kegiatan tersebut akan dibahas tiga isu utama yang saat ini sedang dialami oleh masyarakat muslim di dunia.

Pertama, peserta akan membahas batasan antara keislaman dan kekufuran. Kedua, tentang fatwa-fatwa yamg akhir akhir ini semakin tidak memiliki pedoman. Apalagi di era informasi dan teknologi saat ini, termahal media sosial.

Sehingga, fatwa yang beredar di media sosial saat ini menimbulkan kekacauan penafsiran dan membingungkan umat. Isu yang ketiga adalah metode dakwah kontemporer.

Hadir dalam kegiatan Multaqa Nasional Alumni Mesir tersebut, Ketua Alumni Kairo Indonesia, Prof. Dr. H. Qurais Shihab.

AYA




Peserta Konferensi Al-Azhar Berdatangan, TGB Adakan Welcome Dinner

Penampilan kesenian bernuansa Islam akan menyemarakkan penyambutan para tamu

MATARAM.lombokjournal.com – Para peserta konferensi internasional alumni Al Azhar Mesir dan  Multaqa nasional IV alumni Al Azhar  Mesir sebagian besar sudah tiba di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kedatangan Para peserta Konferensi  sekitar 400 orang  dari berbagai  negara yang mengkonfirmasi akan hadir pada perhelatan konferensi international di Mataram, NTB, merupakan para ulama Alumni Al Azhar Kairo mesir.

Sebagian sudah  tiba  di Mataram pada hari Senin (16/10) kemarin.

Pada hari ini Selasa 17 Oktober 2017, seluruh peserta/delegasi dari berbagai negara diperkirakan sudah seluruhnya tiba di Mataram Nusa Tenggara Barat.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB ) dijadwalkan akan mengadakan jamuan makan malam atau welcome dinner kepada seluruh peserta dan delegasi di Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (17/10 ) malam.

Dalam acara jamuan makan malam tersebut, selain diisi kegiatan ramah tamah dan  santap malam bersama, Gubernur Tuan Guru Bajang  dijadwalkan menyampaikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta dilanjutkan dengan sambutan dari Perwakilan Undangan oleh Prof. Dr. Abdul Fadhil El-Qoushi (Mesir).

Kepada para tamu juga disajikan penampilan Kesenian bernuansa Islam.

Agenda berikutnya adalah Pembukaan Multaqa IV Alumni Al-Azhar Indonesia dijadwalkan pada  hari Rabu, (18/10) di Islamic Centre  Mataram.

Prosesi pembukaan tersebut akan diawali pembacaan ayat suci al-Quran oleh Ust. H. Jamúl Khayr (Qari Nasional)  dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta Sambutan OIAA Indonesia, Dr. Muchlis M. Hanafi  dan Gubernur NTB, Dr. Zainul Majdi, MA. Sementara Pembukaan Acara secara resmi oleh Prof. Dr. Abdul Fadhil el-Qoushi (Wakil Ketua WOAG, Mantan Menteri Wakaf, Mesir).

Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo dijadwalkan membuka konferensi di Islamic Centre Nusa Tenggara Barat di Mataram Kamis, (19/10).

Sebelum dibuka Presiden, akan diawali sambutan selamat datang dari Gubernur NTB, Dr. Zainul Majdi, dan Sambutan OIAA Indonesia, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA.

AYA




Konferensi Al Azhar Momentum Kenalkan Lombok ke Mancanegara

Penyelenggaraan Konferensi Al Azhar di Islamic Center NTB merupakan hal yang sangat positif bagi sektor pariwisata NTB, khususnya destinasi di Pulau Lombok.

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Faozal mengatakan penyelenggaraan konferensi itu sangat positif bagi pariwisata di Lombok.

“Ini positif, bisa menjadi ruang promosi yang bagus bagi pariwisata kita di Lombok,” ujar Faozal di Mataram, NTB, Selasa (17/10).

Faozal menyampaikan, konferensi ini akan dihadiri ratusan peserta, di mana puluhan peserta di antaranya berasal dari luar negeri. Untuk itu, Dinas Pariwisata NTB telah menyiapkan paket city tour bagi para tamu untuk bisa menikmati sejumlah objek wisata yang ada di Lombok.

Menurut Faozal, sebagai tuan rumah, Pemprov NTB harus memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan para tamu yang berkunjung ke Pulau Seribu Masjid tersebut.

“Ini salah satu momentum kita untuk memberikan citra positif kepada dunia luar,” lanjut Faozal.

Ditemui terpisah,  General Manager  Lombok Internarional Airpot (LIA) I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, manajemen BIL telah melakukan persiapan guna menyambut kedatangan peserta konferensi Al Azhar.

“Kami persiapkan dengan semaksimal mungkin untuk kelancaran pengguna jasa pesawat dan acara ini,” kata Ardita.

Ardita menilai, pelayanan terbaik menjadi satu keharusan. Pasalnya, konferensi ini bisa menjadi momentum bagi Lombok untuk mengenalkan potensi wisatanya kepada dunia luar. Pun dengan LIA, yang menjadi etalase bagi masuknya wisatawan ke Lombok.

“Inilah momentum kita kenalkan Lombok dengan baik, karena nantinya peserta juga akan membawa cerita positif kepada keluarga, dan teman tentang potensi Lombok,” kata Ardita menambahkan.

AYA

BACA JUGA :