Bupati Najmul Ajak Cuci Tangan Pakai Sabun, Jangan BAB Sembarangan

 

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) harus dilaksanakan masyarakat secara kolektif

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com — Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar. mengajak seluruh masyarakat KLU membiasakan diri hidup sehat. Caranya, masyarakat harus cuci tangan pakai sabun, dan tak boleh BAB sembarangan.

Demikian dikatakannya dalam acara Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang dibarengi dengan deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan gerakan cuci tangan masal, Kamis (30/11).

“Masyarakat harus membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun. Begitu juga dengan BAB di jamban, tidak boleh BAB sembaragan,” kata Najmul dalam acara yang dipusatkan di lapangan Gondang Kecamatan Gangga itu.

Lebih jauh Najmul menambahkan, STBM harus dilaksanakan masyarakat secara kolektif. Salah satunya perduli dengan kebersihan lingkungan sekitar.

Hadir juga dalam acara tersebut sejumlah Kepala Desa, Camat Gangga, Kepala dan staf lingkup Dinas Kesehatan, serta berbagai lapisan masyarakat.

Di penghujung acara juga diramaikan senam masal yang diikuti oleh seluruh staf lingkup Dinas Kesehatan bersama siswa-siswi sekolah dasar.

DNU

 




Di Daerah Tak Bisa Peroleh SIPA, PT BAL Proses Izin Ke Kementerian Kelautan,

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) diperbolehkan atau mendapat izin pengeboran dan SIPA, sementara PT BAL tidak boleh

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com — Paska kisruh perizinan terkait kegiatan usaha PT. Berkat Air Laut (BAL) Gili Terawangan, disikapi cepat pihak managemen. Mereka kini mengklaim tengah mengajukan permohonan izin ke pusat.

“Saat ini, melalui Pemerintah Provinsi kami sedang memproses permohonan izin pemanfaatan air laut selain energi ke Kementrian Kelautan Jakarta,” ungkap Dirut PT .BAL John Matheson, dalam jumpa pers, di Trawangan. Rabu (29/11)

Jhon menegaskan, pihaknya pernah mengajukan Surat Izin Pengambilan Air Tanah (SIPA) pada oktober 2015. Namun pengajuan ijin itu ditolak oleh BKPM-SPT berdasarkan rekomendasi teknis ESDM NTB.

Sementara, lanjut Jhon, di tahun 2016 BWS NTB memberikan rekomendasi teknis kepada PT BAL terkait pengambilan air laut yang berada di darat melalui sumur bor.

“Direktorat Sumber Daya Air di Jakarta, mengkomfirmasi mereka tidak bisa menerbitkan izin sumur yang  direkomendasi BWS NTB itu. Bahkan kami diminta untuk membawanya kembali ke ESDM NTB,” katanya.

Lebih jauh Jhon menambahkan, hingga saat ini pihaknya sudah berkali-kali meminta ESDM untuk mempertimbangkan kembali rekomendasi BWS dan data faktual di lapangan, namun tetap ditolak.

“Atas penolakan itulah, dalam rapat dengan pihak-pihak terkait pada Maret lalu, kami disarankan untuk memgajukan permohonan izin ke Kementrian Kelautan untuk pengambilan air laut langsung,” tukasnya.

Juru bicara PT BAL, Harli Wihodo, yang hadir mendampingi John dalam jumpa pers itu menegaskan, PT BAL tidak perlu memiliki SIUP seperti pada usaha perdagangan, mengingat PT BAL telah mengantongi Izin Prinsip dari Pemerintah.

Begitu juga terhadap izin operasional yang sering dikaitkan dengan PT BAL selama ini, menurutnya tidak perlu ada.

“Disini sedikit aneh, kenapa Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) diperbolehkan atau mendapat izin pengeboran dan SIPA, sementara PT BAL tidak boleh, padahal sama-sama di wilayah geografis NTB,” tanyanya.

Dikatakan Harli, PT BAL dalam hal ini tidak mengelola air tanah, melainkan air laut.

Sebagai imformasi, pemerintah daerah Lombok Utara pernah menyarankan PT BAL mengajukan SIPA untuk pengolahan air bawah tanah, sebagai legalitas pembayaran retribusi kepada Pemda KLU.. Hingga saat ini tidak ada regulasi atau payung hukum yang mengatur tentang retribusi air laut.

DNU

 




Parsindo NTB Siap Memenangkan SukMa

Masyarakat menginginkan figur pemimpin daerah yang bisa melakukan perubahan elementer untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil .

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  DPW Parsindo NTB siap berjuang bersama Sukiman-Rumaksi (SukMa) dalam Pilkada Lombok Timur. Paket SukMa diyakini bisa memenangkan pilkada lombok Timur karena mewakili figur dari utara dan selatan.

Selain itu komitmen SukMa untuk memajukan Lombok Timur dinilai lebih realistis, karena menitikberatkan pada pemerataan pembangunan di seluruh wilayah lombok timur, khususnya memperkuat perekonomian di wilayah pedesaan.

Demikian diungkapkan Ketua DPW Parsindo NTB, Bung Syamsuddin melalui siaran pers yang disampaikan ke Media, Rabu, (29/11).

Syamsuddin mengatakan, ikhtiar Parsindo berjuang bersama untuk memenangkan SukMa dalam Pilkada Lombok Timur 2018, dilatarbelakangi oleh situasi politik hari ini. Masyarakat menginginkan figur pemimpin daerah yang bisa melakukan perubahan elementer untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil .

Terkait sinyalemen politik transaksional dalam konstestasi Pilkada, Syamsudin menegaskan, jika memenangkan Pilkada Lombok Timur dinilai mampu menghindar dari jebakan politik transaksional. Alasannya, SukMa sejak awal menekankan pada keswadayaan dan silaturahmi door to door mengunjungi konstituennya.

“Kalaupun SukMa menggelar pertemuan itupun ada partisipasi warga desa yang menginginkan dengan cara bergotong royong,” lanjut Bung Syam, panggilan akrab Ketua Parsindo NTB sembari mengatakan sebagian besar Alat Peraga Kampanye dari donasi warga yang bersimpati.

Lebih jauh Bung syam menjelaskan Parsindo tidak ingin menambah beban bagi SukMa dengan melakukan politik transaksional.

“Sebagai Partai pendukung, Parsindo NTB tetap bergerak dibasis untuk menyakinkan rakyat agar memenangkan SukMa dengan cara yang fair dan terhormat,” ungkapnya .

Ketua Parsindo NTB ini juga menyadari pasti ada beaya yang diperlukan dalam melakukan sosialisasi dengan masyarakat sampai Pilkada ini digelar .

“Hal itu tidak akan memberatkan SukMa karena selama ini polanya saling berbagi beban dan kewajiban yang serba transparan setiap ada kegiatan bersama konstituen,” tambahnya.

Menurut Syamsudin, kesulitan utama mendapatkan pemimpin yg baik karena ada istilah Return of Invesment atau mengembalikan investasi.

“Tapi Parsindo yakin bahwa paket SukMa tetap berhikmat untuk kepentingan masyarakat Lotim jika terpilih dalam Pilkada Lombok Timur 2018,” sambungnya .

Sementara itu, Selasa kemarin rombongan DPW Parsindo NTB dipimpin  Syamsudin melakukan bakti sosial ke Desa Penendem Lombok Timur yang tertimpa korban banjir beberapa waktu lalu.

Parsindo NTB memberikan sumbangan aneka makanan dan pakaian layak pakai untuk warga yang terkena banjir. “Ini wujud kepedulian dan empati Parsindo untuk sesama,” kata syamsudin .

Sebagaimana diketahui Parsindo dalam Pilpres 2019 mencalonkan Tommi Soeharto sebagai Capres, karena Tommi Soeharto dianggap mampu mengembalikan era kejayaan jaman Orde Baru saat dipimpin Soeharto.

“Era Pak Harto harga sembako murah karena negara memberikan subsidi pangan dan papan buat rakyat ,” pungkasnya.

AYA (*)

Bile is a material ottomax plus created by the liver and also saved in the gallbladder.




Kartu JKN-KIS Diberikan Secara Simbolis Untuk Warga KLU

Pemerintah Kabupaten  Lombok Utara menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 950 juta pada tahun 2017 untuk mendaftarkan warganya yang kurang mampu

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com- Menindaklanjuti penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, BPJS Kesehatan  Cabang Mataram menyerahan kartu JKN-KIS secara simbolis kepada satu Kepala Keluarga (KK), Rabu (29/11)

“Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh pak Bupati KLU, kepada 4 orang warga,” kata Kepala BPJS Cabang Mataram, Muhammad Ali. usai mengikuti upacara peringatan hari jadi PGRI, KORPRI dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di lapangan umum Tioq Tata Tunak, Tanjung.

Dikatakan Ali, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 950 juta untuk mendaftarkan warganya yang kurang mampu dalam Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2017 ini.

“Lombok Utara merupakan kabupaten ke dua di NTB yang telah melampaui target nasional dengan jumlah peserta JKN-KIS diatas 95 persen atau 97,46 persen,” paparnya.

Sementara secara nasional, Lombok Utara bergabung bersama 70 kabupaten/kota lainnya di Indonesia yang telah melampaui target diatas 95 persen.

DNU

 




Ajakan Boikot film “Naura & Genk Juara” Itu Sikap Intoleran

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia anggap film itu mendidik

lombokjournal.com —

Ajakan untuk memboikot film “Naura & Genk Juara” menunjukkan sikap-sikap intoleren dan cupat (picik) dalam hidup bermasyarakat. Apalagi, sebelumnya film itu sudah dinyatakan lolos sensor oleh Lembaga Sensor Film.

Hal itu dikatakan Hendardi, Ketua Setara Institut, menanggapi kontroversi beredarnya film “Naura & Genk Juara” yang secara sepihak dikatakan kelompok masyarakat sebagai menista agama.

Hendardi menegaskan, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia bahkan sudah menyatakan film tersebut baik dan mendidik.

“Kalau lembaga yang punya otoritas dalam peredaran film sudah menyatakan lolos sensor, kenapa masyarakat masih mempermasalahkan dan meributkan?”, ujar Ketua Setara Institut Hendardi.

Menurut Hendardi, sejak pilkada DKI ada fenomena saling curiga dalam masyarakat. Terlebih jika itu berkait dengan isu SARA.

“Apa pun, tindakan boikot atau petisi terhadap sebuah karya seni, itu tidak bisa dibenarkan. Lebih baik, mereka yg menolak membuat film tandingan,” ujarnya.

Hendardi menyatakan, kebebasan dalam berkarya tidak boleh dibatasi dan diintimidasi dengan ajakan boikot. Meskipun belum terjadi demontrasi jalanan, apa yang dilakukan sebagian masyarakat tersebut telah membuktikan adanya sikap-sikap intoleran, introvert dan kepicikan dalamhidup bermasyarakat

AYA (*).

BACA JUGA :

 




Ketua Lembaga Sensor Film; Tidak Ada Muatan Menista Agama

Kritik terhadap suatu film semestinya sesuai proporsi dan konteks.

lombokjournal.com —

Pihak Lembaga Sensor Film (LSF) angkat bicara soal kontroversi film “Naura & Genk Juara”. Ketua LSF, Ahmad Yani Basuki menegaskan, LSF selaku penanggungjawab yang meloloskan film tersebut, mempunyai standar dasar atau parameter untuk menyensor sebuah film.

Penilaian sensor itu, meliputi judul, tema adegan dan ungkapan dalam film. Dari semua aspek yang yang kita teliti, tak satu pun yang mencitrakan Islam secara negatif.

“Jadi, kalau diarahkan seperti menista agama atau melecehkan, kami tidak sampai kesana. LSF tidak melihat muatan semacam itu,” ujar Ahmad Yani dalam siara pers yang diterima Lombok Journal, Rabu (29/11).

Meski begitu, Ahmad Yani berharap agar orang tua mendampingi anaknya saat menonton film. Menurut Ahmad Yani, orang tua memiliki kewajiban untuk menjelaskan kepada anak, bukan lantas bereaksi berlebihan terhadap sebuah film.

“Itu kan fenomena sosial yang seperti itu bisa saja terjadi. Sama lah ketika film barat, pencurinya yang tentu bukan Islam, misalnya [menyebut] ‘Oh my God!,”

Diakui Ahmad Yani, dalam film tersebut terdapat adegan dimana salah satu penjahat mengucapkan istighfar. Namun, menurutnya ucapan tersebut merupakan ucapan spontanitas yang awam diucapkan oleh orang-orang kebanyakan.

“Dari kacamata LSF melihatnya itu bentuk-bentuk spontanitas, itu bisa terjadi pada siapa saja. Begitu juga, kebetulan itu terjadi di Indonesia, kita tidak fokus pencuri itu Islam atau Kristen, tapi dia kan tidak menggunakan atribut Islam. Dan tampilannya, menurut LSF, adalah tampilan penjahat,” jelasnya.

Bagi LSF, imbuhnya, film yang diloloskan dan dikritisi publik menjadi perhatian badan tersebut. Namun ia menegaskan kritik terhadap suatu film semestinya sesuai proporsi dan konteks.

Terkait kontroversi film Naura & Genk Juara yang belakangan ini menjadi viral di media sosial, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku sudah menerima klarifikasi dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Wakil Ketua MUI Masduki Baidlawi mengatakan, dalam klarifikasi itu, LSF telah menyatakan bahwa tidak ada permasalahan dalam film yanf saat ini sedang diputar di bioskop-bioskop itu.

“Apalagi, ada penghinaan terhadap agama Islam, ” ujar Masduki saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Menurut Wasekjen PBNU itu, sebelum meloloskan film drama musikal anak tersebut LSF telah mengundang sejumlah ahli dan akademisi untuk ikut menyaksikan film. “Bahkan, salah satunya berasal dari MUI. Jadi, sebetulnya sudah clear dan tidak ada masalah,” tegasnya.

Meski begitu, lanjut Masduki, MUI akan menerima permintaan LSF untuk menyaksikan film tersebut dalam rangka melakukan klarifikasi. “Hal itu perlu kami lakukan agar masyarakat menjadi tenang,” tuturnya.

Sembari menunggu sikap resmi MUI, Masduki menghimbau agar masyarakat mampu menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan negatif. “Jangan sedikit-sedikit umat merasa terpojokkan dan seolah-oleh dikepung oleh musuh, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa,” pungkas Masduki.

AYA (*)

BACA JUGA :




Kontroversi Film “Naura dan Genk Juara”, Produsernya Jelaskan Ke MUI

Seniman jangan patah semangat, masyarakat dihimbau untuk Tabayyun, menonton dulu baru berpendapat

lombokjournal.com –

Munculnya kontroversi film “Naura & Genk Juara”, yang belakangan menjadi viral di media sosial, mendorong poduser film Naura dan Genk Juara, Amalia Prabowo menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, di Bogor, Rabu (27/11).

Kedatangan Amalia untuk menjelaskan latar belakang dibuatnya film ini, dan tidak sedikit pun bertujuan mendiskreditkan pihak tertentu.

Menurut Amalia, film yang dibintangi oleh aktris cilik Adyla Rafa Naura Ayu ini benar-benar bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan pesan-pesan positif kepada anak-anak Indonesia.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak ditengah sedikitnya film musikal yang ditujukan untuk mereka. Tujuan kami sowan ke Kiai Maruf Amin adalah mengkomunikasikan hal tersebut dan meluruskan pandangan yang berkembang di masyarakat,” ujar perempuan berjilbab ini.

Ketua Umum MUI, KH Maruf Amin mengungkapkan, pihaknya mendukung film Naura dan Genk Juara, bila memang tujuannya memberikan pembelajaran positif bagi anak-anak Indonesia.

MUI, menurut Maruf, juga menghargai mekanisme yang dilakukan Lembaga Sensor Film (LSF) sebelum film ini dirilis, termasuk adanya unsur MUI di dalam proses screening tersebut.

“Kami menghimbau masyarakat untuk Tabayyun, menonton terlebih dahulu baru berpendapat. Jangan hanya melihat dari sosial media. Untuk para pekerja seni, saya himbau jangan patah semangat,” ungkap Maruf.

Amalia menambahkan, setelah menggelar nonton bareng bersama tokoh-tokoh NU dan puluhan anak yatim di Surabaya (25/11), dan puluhan tokoh serta pengurus Muhammadiyah di Jakarta (23/11), pihaknya perlu menyampaikan tanggapan positif para tokoh dan anak yatim tersebut kepada Ketua Umum MUI.

Nobar juga sudah digelar di berbagai kota, seperti Balikpapan, Makasar, Lampung, Bandung, Jakarta, dan sejumlah kota lain dengan respon positif dari orang tua dan anak-anak yang menonton.

“Tanggapan positif tersebut menguatkan kami. Dan semangat positif ini yang juga ingin kami sampaikan kepada Kiai Ma’ruf sebagai tokoh Islam yang sangat kita hormati. Kami juga meminta pendapat dan wejangan dari beliau agar terus bersemangat berkarya untuk anak-anak Indonesia,” ujar sineas yang juga memproduseri film Wonderdul Life ini.

Film yang disutradarai Eugene Panji ini melibatkan 140 pemeran anak dan pengambilan gambar dilakukan selama bulan puasa.

Menurut Amalia, para pemeran cilik tetap berpuasa penuh ditengah jadwal syuting yang padat. Film yang dirilis tanggal 16 November lalu ini juga untuk mengobati kerinduan akan film musikal anak, setelah Petualangan Sherina yang dirilis 17 tahun lalu.

Polemik film drama musikal, Naura dan Genk Juara terus berlanjut di masyarakat. Film garapan sutradara Eugene Panji ini menuai kontroversi lantaran dianggap mendiskreditkan agama Islam. Selain ajakan boikot terhadap film tersebut, muncul juga petisi melalui media digital.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Sensor Film ( LSF ) Ahmad Yani Basuki , Wakil Ketua MUI, Masduki Baidlawi dan Direktur Setara Institute Hendardi melalui siaran pers yang disampaikan ke Media di Mataram , Rabu (29/11).

AYA (*)

BACA JUGA :

 




Penerbangan di Bandara Lombok Beroperasi Normal

Penerbangan menuju Bali, saat ini masih dibatalkan karena penutupan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com -– Lombok International Airport kembali beroperasi normal sejak Selasa (28/11) pukul 06.00 WITA. Sebelumnya bandara di Lombok itu sempat ditutup sementara pada Senin (27/11) pada pukul 19.50 WITA, karena debu vulkanik dari erupsi Gunung Agung di Bali.

Dalam siaran pers yang diterima Lombok Journal, pihak Lombok International Airport menyiapkan Posko Layanan Terpadu yang dapat dimanfaatkan untuk para penumpang mendapatkan informasi terkait penerbangan serta operasional bandara.

Lombok International Airport terus melakukan rapat kordinasi setiap 6 (enam) jam sekali, bersama stakeholders (Airlines, BMKG, AIRNAV, CIQ, Ground Handling dan Perwakilan Otban Wil.IV).

Untuk penerbangan domestik menuju Jakarta, Bandung, Surabaya, Ujungpandang, Sumbawa, Bima dan Yogyakarta, baik dari maupun menuju Lombok International Airport mulai kembali normal.

Sedangkan untuk penerbangan menuju Bali, saat ini masih dibatalkan karena penutupan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ditutup pada Senin (27/11) sejak pukul 07.15 WITA hingga hari ini, Selasa (28/11), akibat dampak dari debu vulkanik Gunung Agung.

“Jumlah penerbangan yang dibatakan pada tanggal 29 November 2017sebanyak 12 Flight menuju dan dari bali. Sedangkan  jumlah penerbangan yang dibatalkan sampai pada pukul 10.00 WITA sebanyak 17 Flight,,” Ujar I Gusti Ngurah Ardita General Manager Lombok International Airport.

AYA




Wabup Syarifuddin Ikut Panen Madu Trigona

Pendampingan dari WWF berdampak signifikan dan mendorong pewningkatan ekonomii petani

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com — Wakil Bupati KLU, Sarifudin. SH. MH. ikut bersama-sama warga Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Girang Genem Gelek Dusun Blencong desa Mumbulsari, Kecamatan Bayan memanen madu trigona, Selasa (28/11).

Panen perdana madu trigona oleh KUBe binaan Koperasi Maju Bersama itu diselenggarakan bersamaan dengan peresmian Rumah Produksi Madu bantuan MCA Indonesia dan Konsosrsium WWF Indonesia.

“Ini positif. Kita sangat terbantu dengan program pendampingan serta bantuan dari MCA dan WWF, mengingat KLU sangat potensial untuk pengembangan budidaya lebah dan kemiri,” kata Sarifudin.

Dikatakan Syarifudin, pendampingan yang diberikan WWF berdampak signifikan terhadap kualitas produski sekaligus mendorong peningkatan ekononi para petani, khususnya petani lebah.

Ketua Koperasi Maju Bersama Desa Santong. Kecamatan Kayangan. H. Artim, selaku pemegang izin pengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) seluas 750 hektar itu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program pendampingan dari WWF dan MCA.

Karena dengan adanya pendampingan itu, menurut H.Artim, kelompok petani madu kini jauh lebih baik.

“Banyak pengetahuan yang kami dapat. Kerjasama atau pendampingan ini sangat membantu para petani. Jika dulu kayu kemiri kami jual gelondongan, sekarang sudah bisa diolah menjadi minyak kemiri. Akses pasar juga lebih terbuka karena sekarang kami sudah punya label produk,” paparnya.

Sementara Direktur WWF Indonesia, M. Ridha Hakim, yang hadir dalam kesempatan itu berharap program pendampingan oleh WWF terintegrasi ke dalam RPJMDes.

“Dalam proses pemberdayaan masyarakat, kita tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas produksi, tapi juga menyiapkan pasar,” tandasnya.

Sejauh ini pihaknya sudah membangun 3 unit rumah produksi. Diantaranya rumah produksi pengolahan kemiri desa salut, rumah produksi dusun blencong desa Mumbulsari (KLU).dan rumah produksi pengolahan HHBK di Desa Lantan (Loteng).

DNU




Posko Mendata Kedatangan Pengungsi Gunung Agung, Dibuka Di Lembar

 Posko dibuka untuk mengantisipasi pendataan pengungsi dari Bali

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  melalui Badan Penanggulangan bencana Daerah ( BPBD ) membuka posko untuk mendata kedatangan Pengungsi Gunung Agung Bali.

Posko yang didirikan di Pelabuhan lembar ini dibuka mulai dari hari Senin (27/11) .

Posko Pendataan Pengungsi  warga Bali ini  ini merupakan posko gabungan dari BPBD, Dinas Sosial NTB, dan ASDP. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum, di Mataram.

Ia menjelaskan langkah BPBD membuat posko merupakan bentuk antisipasi dari Peprov NTB untuk mendata para pengungsi yang masuk ke Lombok.

Rum menyampaikan, laporan dari ASDP menyebutkan, tercatat sebanyak dua ribu pengungsi sudah tiba di Pelabuhan Lembar, mulai dari Sabtu (25/11) hingga Senin (27/11).

Sedangkan, laporan posko yang diambil pada Senin (27/11) pukul 22.41 Wita mencatat terdapat empat kepala keluarga yang tiba di Lembar dan pengungsi tersebut sudah di bawa langsung oleh keluarganya yang di Lombok.

“Semua pengungsi yang tiba di Lembar dijemput dan dibawa keluarga mereka di Lombok,”

Namun tidak menutup kemungkinan jika nantinya terjadi Luapan pengungsi ke Lombok, pihaknya dengan Dinsos, TNI, Polri akan membuat skenario dengan menmpatkan para pengungsi di GOR Turida, Asrama Haji, dan Gelanggang Pemuda.

” Apa pun itu semua kami akan mempersiapkannya,” pungkas Rum.

AYA

BACA JUGA : Gunung Agung Meletus, Lombok Maraton Diundur 28 Januari 2018