Hijab Run di Kota Tua Ampenan

Arti ‘hijab run’ untuk menegaskan, walaupun wanita berhijab ruang geraknya tidak dibatasi

Hj. Samsiyah

MATARAM.lombokjournal.com –  Hijab Run 2017 ajang yang baru pertama kali digelar DInas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kota Tua Ampenan, Minggu (10/12) diikuti ribuan hijabers dari Mataram dan juga sejumlah wilayah di Pulau Lombok.

Selain berlari mengelilingi sejumlah destinasi sejarah, peserta juga disuguhkan makanan khas dari Pulau Lombok.

Hj. Samsiyah selaku Ketua BKOW (Badan Koordinasi organisasi Wanita) NTB yang saat itu melepas Para peserta menyatakan, ajang ini sangat bagus. Di iajang ini dikenalkan wisata di Kota Tua Ampenan, dan para peserta disuguhkan kuliner khas Pulau Lombok.

Diharapkan, acara ini bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan wisata di Pulau Lombok, khususnya Kota Tua Ampenan yang merupakan Lokasi Acara.

Andri Prasetyo, panitia penyelenggara dari jawara indonesia menyatakan, kegiatan Hijab Run ini merupakan salah satu dari Rangkaian HUT NTB yang ke – 59 pada 17 Desember mendatang.

“Hijab Run ini merupakan kegiatan yang memiliki arti, walaupun wanita menggunakan hijab, tidak berarti ruang geraknya bisa dibatasi” terangnya

Andy menjelqskan, secara tehnis rute yang akan dilalui para hjaber ini melewati Kampung Banjar, Kampung Arab dan Kampumg Cina, di setiap titik akan disambut dengan Barongsai dan Gendang Beleq.

“Peserta akan disambut dgn budaya di tiap-tiap  wilayah yang dilewati,” ujarnya

Jarak yang akan ditempuh para peserta sepanjang 3 km. “Cuma 3 km kok, kan kegiatan ini selain Tujuannya untuk berolahraga juga untuk berwisata yang disetiap titik akan ada zonasi spot untuk berfoto,” Kata Andy

AYA.




Ormas NU Temui Dubes AS, Donovan

Kebijakan Donald Trump yang mengakui Yerusdsalem sebagai ibukota Israel tidak mencerminkan dukungan luas masyarakat AS

lombokjournal.com –

Yenny Wahid

 

JAKARTA – Empat perwakilan ormas, Muslimat NU, LKKNU dan Wahid Foundation diterima Dubes AS Joseph R. Donovan di Kantor Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Mereka tercatat sebagai ormas dan lembaga pertama yang diterima Dubes Donovan di tengah maraknya kecaman terhadap pernyataan dan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, Jumat (8/12) kemarin,

Keempat perwakilan – masing-masing Mursyidah Tohir mewakili PP Muslimat NU, Alissa Wahid mewakili LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama) dan Jaringan Gus Durian, serta Alamsyah Ja’far dan Tata mewakili Wahid Foundation – menyampaikan secara khusus aspirasi umat Islam Indonesia terkait isu Palestina.

Fokusnya, tentu saja kecaman terhadap kebijakan Presiden Trump yang telah melukai nalar dan hati umat Islam sedunia.

Mengutip Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, beberapa poin yang disampaikan kepada Dubes Donovan. Pertama, keberatan terhadap kebijakan AS atas Jerusalem, yang jelas-jelas bertentangan dengan sejumlah resolusi PBB, seraya meminta Presiden Trump untuk meninjau ulang keputusan tersebut.

”Kebijakan itu bakal memicu ketegangan di negara-negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia, di samping mengganggu proses perdamaian yang sedang terus diupayakan,” ujar Yenny.

Kedua, menganggap keputusan tersebut sebagai langkah ceroboh dan tergesa-gesa, lantaran lebih didasarkan pada pertimbangan domestik AS ketimbang pertimbangan yang luas dan matang.

Kebijakan tersebut tidak mencerminkan dukungan luas dari masyarakat AS sendiri. Ketiga, menyampaikan kembali gagasan dan sikap Gus Dur terkait kemerdekaan Palestina dengan usulan two state solution (dua negara untuk dua warga) sebagai opsi solusi konflik Israel-Palestina.

Strategi Berlapis

Selain melakukan diplomasi langsung dengan menemui Dubes AS, Jumat kemarin warga NU juga menggelar aksi turun ke jalan untuk menegaskan keberpihakan dan dukungan kepada rakyat Palestina.

Ratusan warga NU bersama sejumlah elemen masyarakat yang lain, menggelar demo di depan Kedubes AS di Jakarta. Mereka membentangkan spanduk dan poster berisi kecaman terhadap pernyataan Presiden Trump yang telah melukai dan menyulut amarah umat Islam.

Menurut Yenny Wahid, aksi turun ke jalan dan pertemuan dengan Dubes Donovan hakikatnya merupakan strategi berlapis NU dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

”Aksi turun ke jalan diperlukan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Namun, kami juga melakukan strategi ’informal diplomacy’,yakni bertemu langsung dengan Dubes AS untuk menyampaikan sikap dan keberatan atas keputusan Presiden Trump. Lewat pertemuan langsung dengan perwakilan resmi negara AS, kami memastikan bahwa suara mayoritas masyarakat Muslim Indonesia telah sampai ke Pemerintah AS,” jelas Yenny.

Yenny Wahid sendiri tidak ikut bergabung dalam pertemuan dengan Dubes Donovan. Saat yang sama, ia sedang berada di Bahrain, diundang untuk menghadiri Manama Dialogue, sebuah event strategis yang membahas isu-isu terkini di Timur Tengah dan dunia.

Termasuk perihal pernyataan kontroversial Trump terkait Jerusalem itu. ”Saya rencananya akan satu panel dengan Menteri Luar Negeri Irak dan Pangeran Turki bin Faisal dari Saudi Arabia,” tutur Yenny.

AYA (*)




KEK Mandalika Mulai Dihijaukan

Kerja sama semua pihak memakmurkan rakyat dengan cara melakukan pelestarian alam sekitar

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com – Bukit-bukit dan lahan-lahan gundul yang ada di kawasan penyangga KEK Mandalika mulai dihijaukan.

Menindaklanjuti pesan Presiden Joko Widodo saat meresmikan KEK Mandalika pada 20 Oktober lalu, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melakukan penghijauan di kawasan ini bertepatan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional,Jum’at (8/12).

Sebanyak 2.800 pohon seperti Pohon Tiin, Pohon Trembesi, dan Pohon Alpukat ditanam di sekitar halaman Masjid Nurul Bilad dan areal sekitar KEK Mandalika.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin mengajak masyarakat gemar menanam diiringi dengan keuletan dan ketekunan merawatnya.

“Ini implementasi nyata dari kerja sama semua pihak memakmurkan rakyat dengan cara melakukan pelestarian alam sekitar,” ujar Amin di KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (8/12).

Amin mengimbau, agar masyarakat menjaga kelestarian kawasan hutan di NTB, minimal menanam 25 pohon seumur hidup sebagai bentuk kontribusi mengurangi emisi karbon di dunia.

Diingatkannya, dalam pemanfaatan lahan untuk produk-produk unggulan, tidak mengabaikan kaidah konservasi sehingga terhindar dari bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Strategi peningkatan produk harus dijaga, namun tetap memperhatikan kaidah konservasi.

“Biaya melakukan pembenahan akibat dari bencana alam akan jauh lebih besar dibanding manfaat yang dirasakan masyarakat,” lanjut Amin.

Menurut Amin, kelestarian hutan berperanan penting untuk penyediaan air bersih dari hutan. Selain mencegah bencana, dan yang lebih penting lagi adalah pengurangan emisi karbon di dunia.

Bupati Lombok Tengah Suhaili menyoroti kerusakan hutan di Lombok Tengah sebagai permasalahan besar yang harus segera ditangani secara bersama-sama.

Suhaili merujuk pada kondisi yang terjadi di kawasan Bukit Tunak sampai Selong Belanak, harus ada kerja sama semua pihak menyelesaikan kerusakan lingkungan ini agar terhindar dari bencana seperti kekeringan, banjir dan tanah longsor. Sekitar 2.200 lebih kawasan konservasi di Lombok Tengah berada pada kondisi gundul.

“Semua pihak terkait, mulai dari desa sampai Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama menghijaukan KEK Mandalika sesuai Instruksi Presiden, agar kawasan Mandalika semakin cantik dan diminati para wisatawan,” kata Suhaili.

AYA/Hms




Umat Islam Lombok Siap Gelar Aksi Solidaritas Palestina

Aksi solidaritas Palestina menyiapkan bazar dan penggalangan dana

MATARAM.lombokjournal.com —  Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menuai kecaman keras dari umat Islam di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang nelukai perasaan umat islam sedunia itu memancing sejumlah elemen umat Islam di Lombok untuk menggelar aksi solidaritas menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina. Rencana aksi itu akan digelar Jumat depan (15/12).

Ketua Aliansi Umat Islam (AUI) NTB Idham mengatakan, aksi ini merupakan bukti solidaritas umat Islam di Lombok terhadap rakyat Palestina. “Aksi solidaritas akan dimulai dengan shalat shubuh berjamaah di Islamic Center NTB,” ujar Idham

Islamic Center NTB, nantinya akan menjadi lokasi utama berkumpulnya seluruh elemen umat Islam di Lombok dalam menyuarakan protesnya terhadap pernyataan Trump.

Menurut Idham,  aksi solidaritas rencananya akan dihadiri Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi yang juga mengutuk keras sikap Trump. Panitia aksi solidaritas Palestina menyiapkan bazar dan penggalangan dana yang akan disalurkan bagi warga Palestina.

Rencananya ada tabligh akbar terkait kewajiban umat islam untuk membela Al Aaqsa.

Apa yang menimpa warga Palestina bertentangan dengan UUD 45 yang menyebutkan penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. Solidaritas ini, lanjut Idham, menjadi balas budi bangsa Indonesia terhadap negara-negara Arab yang memberikan dukungan atas kemerdekaan Indonesia.

“Ini bentuk solidaritas sesama umat Islam,” katanya.

AYA

BACA JUGA : TGB Kecam pengakuan Yerussalem Sebagai Ibukota Israel




TGB Kecam Pengakuan Yerussalem Sebagai Ibukota Israel

Al Aqsa pernah menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah ke Ka’bah

MATARAM.lombokjournal.com — Sikap dzolim Presiden AS, Donal Trump yang mengakui pemindahan ibukota Israil dari Tel Aviv ke Yerussalem mendapat kecaman keras dari Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi.

Dalam kajiannya usai menunaikan Sholat Jum’at (8/12) di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Gubernur NTB yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) itu menyebut Trump melukai hati milyaran umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, engakuan trump bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 478, tanggal 20 Agustus 1980.

Dihadapan ribuan jemaah yang hadir, TGBmenegaskan, apa yang dilakukan Trump dengan engakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israil adalah pelanggaran Hukum Internasional.

“Ini adalah kedzaliman yang tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

TGB mengajak seluruh umat Islam terus membantu perjuangan saudara-saudara di Palestina sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Umat Islam harus menolak dan mengecam keras pernyataan dan sikap dzolim Trump, karena Palestina merupakan tempat mulia umat Islam dan dimuliakan Allah SWT.

TGB menjelaskan, pertama di Palestina terdapat tempat suci ketiga umat Islam yaitu al Aqsa yang harus dibela. “Sekitar 16 bulan lamanya al Aqsa menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah menghadap ke Ka’bah,” katanya.

Kedua, Palestina merupakan tempatnya para nabi-nabi mulia yang diutus oleh Allah SWT. Sebagai tempat orang-orang mulia manusia pilihan Allah, tak boleh diinjak atau dihuni para Zionis Israil yang merupakan musuh umat Islam.

Ketiga, Palestina merupakan tempat Mi’rajnya nabi yang mulia Rasulullah SAW untuk menerima perintah agung umat Islam: Shalat 5 waktu.

“Maka Palestina harus selalu dalam hati kita,” ajak TGB.

Namun TGB mengajak umat Islam introspeksi diri. kenapa Trump berani menyatakan sikap zolim seperti itu.

“Trump berani melakukan itu karena kita sesama muslim banyak yang tidak hanya saling benci tapi juga saling bunuh dan hancurkan. Kita ummat Islam tidak bersatu padu melainkan berpecah belah. Dengan kondisi seperti inilah kita mudah diserang dan dikalahkan,” papar Ketua Alumni Al Azhar Indonesia ini.

Menurut TGB, jika umat Islam lemah dan saling terpecah belah maka akan mudah bagi musuh-mush Islam menginjak dan memnghancurkan kita,” tegasnya.

TGB mengajak seluruh umat Islam terus membantu perjuangan Palestina untuk mendapatkan hak-haknya dan keadilan. “Jika ada penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara di Palestina, jangan sampai tidak ambil bagian,” pesan TGB

AYA/Hms

BACA JUGA : Umat Islam Lombok Siap Gelar Aksi Solidaritas Palestina




Keluarga besar Golkar Wajib Menangkan Pasangan Suhaili-Amin

Kader Partai Golkar yang tak dukung pasangan Suhaili Amin akan kena sangsi sesuai aturan partai

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com – Keluarga besar Partai Golkar diminta mengamankan, memperjuangkan dan memastikan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023, TGH Suhaili FT (Ketua DPD Partai Golkar NTB yang juga menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah) dan H Muhammad Amin SH M Si, menang pada Pemilukada Provinsi NTB 2018.

Penegasan itu disampaikan Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, meminta kepada seluruh saat acara deklarasi pasangan Suhaili-Amin di Lapangan Muhajirin Praya Lombok Tengah, Kamis (7/12).

Idrus menegaskan, keputusan itu sudah final. Keputusan yang diambil oleh Partai Golkar adalah keputusan institusional kelembagaan, bukan keputusan individual.

“Ini menyangkut adanya isu yang berkembang, ketika ada pergantian kepemimpinan di DPP Partai Golkar.  Tapi keputusan pencalonan ini adalah keputusan kelembagaan, maka ini tidak akan berubah meskipun kepemimpinan itu berubah,” tegas Idrus Marham dalam orasi politiknya.

Idrus Marham menginstruksikan seluruh keluarga besar Partai Golkar, khususnya masyarakat NTB, dapat melaksanakan keputusan tersebut.

“Apabila ada di antara saudara-saudara yang tidak melaksanakan keputusan itu, maka tentu yang berbicara adalah Peraturan Organisasi tentang Disiplin Partai Golkar,” tegasnya.

Ditekankannya, berpartai itu adalah panggilan cita-cita dan ideologi, sehingga dirinya berharap ketika kader Golkar berpartai maka secara otomatis ada kewajban untuk berjuang bersama partai.

“Oleh karena itu bagi seluruh keluarga besar Partai Golkar hanya ada satu kata yakni Amankan dan perjuangkan kebijakan DPP Partai Golkar ini,” tekannya.

DPP Partai Golkar menetapkan pasangan Suhaili-Amin, menurut Idrus, karena DPP Partai Golkar mendengar aspirasi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat NTB, melalui lembaga-lembaga survey yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

“Meskipun pasangan ini baru saja berpasangan. Akan tetapi respon masyarakat NTB sangat luar biasa. Partai Golkar berprinsip suara rakyat adalah suara Golkar, maka Partai Golkar merespon aspirasi masyarakat NTB tersebut menetapkan pasangan Suhaili-Amin,” katanya.

Selain itu, penetapan pasangan Suhaili-Amin itu karena kiprah kepemimpinan Suhaili FT sebagai Bupati Loteng sangat cemerlang. Hal itu ditandai dengan kepercayaan masyarakat Loteng kepada Suhaili sehingga bisa terpilih kembali menjadi Bupati Loteng untuk periode kedua.

Begitu juga dengan sosok Amin, sebagai seorang Wagub juga punya prestasi cemerlang.

Idrus memuji kinerja kepemimpinan Suhaili, selama dua periode memimpin Lombok Tengah. Selain pmbangunan infrastruktur Loteng yang baik, masalah pendidikan, masalah tata kelola pemerintahan yang cemerlang, indikasinya lima (5) kali mendapatkan penilaian WTP.

Prestasi yang paling penting lagi yakni tata ruang Loteng mendapatkan predikat nomor satu tingkat Nasional. Adanya KEK Mandalika merupakan prestasi besar Suhaili, tanpa campur tangan Suhaili tidak mungkin bisa dilaksanakan.

“Prestasi-prestasi ini harus kita syukuri dengan cara berikhtiar jadikan Suhaili pemimpin di NTB agar prestasi-prestasinya juga dapat dinikmati oleh masyarakat NTB,” ajaknya.

AYA




Pelebaran Jalan, Komplek Pertokoan Tanjung Segera Direlokasi

Bangunan toko di komplek pertokoan Tanjung itu akan direlokasi dan menyatu dengan bangunan Plaza yang akan dibangun di kawasan Sokong (komplek UKM).

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, hari ini mensoaialisasikan rencana relokasi komplek pertokoan Tanjung kepada para pemilik toko, Kamis (6/12).

Sosialisasi yang diadakan di lesehan Dewi Anjani Desa Sokong, Kecamatan Tanjung itu, memberitahukan kepada para pemilik toko dan warga terkait lokasi relokasi, biaya ganti, mekanisme pembebasan lahan dan informasi lainnya

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sinar Wugiarno, mengatakan sosialisasi terkait biaya ganti lahan atau bangunan yang dibebaskan sesuai nilai dari tim appraisal.

“Tentu nilai bangunan yang di depan berbeda dengan bangunan yang di belakang. Begitu juga dengan yang memiliki dan tidak memiliki sertifikat,” katanya.

Dikatakan Sinar, puluhan bangunan toko yang ada di komplek pertokoan Tanjung itu rencananya akan direlokasi dan menyatu dengan bangunan Plaza yang akan dibangun di kawasan Sokong (komplek UKM-red).

“Ke depan Plaza Tanjung akan diproyeksikan sebagai pusat perdagangan, jadi semua ada di sana dan lebih tertata,” tukasnya.

Relokasi pertokoan Tanjung dilakukan untuk menindak lanjuti rencana pelebaran jalan dari jalur Sokong hingga Tanjung dalam waktu dekat.

DNU

 




Kosmetik dan Obat Tradisional Ilegal Disita BPOM NTB

Disita obat berlabel tradisional tapi mengandung kimia, yang berbahaya bagi ginjal konsumennya

MATARAM.lombokjournal.com —  Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyita ratusan obat tradisional dan kosmetik ilegal dengan berbagai jenis dan merek yang dijual di sejumlah tempat, Kabupaten Kota NTB

“Hasil operasi bersama BPOM dengan Dinas Kesehatan,  Dinas Perdagangan dan aparat Kepolisian, sebanyak 139 item” kata Kepala BPOM NTB, Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih di Mataram, Rabu (6/12)

Dari 139 item tersebut, 127 item di antaranya merupakan produk kosmetik, 3.676 pcs dengan nilai 69.710.000, sementara untuk obat tradisional 22 item 2.088 pcs dengan nilai ekonomi 14.332.000

Ia mengatakan, selain ilegal, ratusan obat tradisional dan kosmetik yang disita petugas juga sangat berbahaya bagi kesehatan setiap orang yang mengkonsumsi atau memakai kosmetik obat – obatan tradisional tersebut

“Obatnya, obat tradisional, tapi bahannya tidak murni dari bahan alami, tapi dicampur bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan, salah satunya bisa mengakibatkan gangguan fungsi ginjal,” katanya

Banyak pasien cuci darah di rumah sakit, salah satunya akibat mengkonsumsi obat mengandung bahan kimia berbahaya, ketika dikonsumsi memang terasa kinclong, tapi dampak buruknya akan terasa secara perlahan, karena tidak sesuai ketentuan peraturan Kementerian Kesehatan dan BPOM, demikian juga dengan kosmetik

Dikatakan, total sarana yang diperiksa sendiri sebanyak 50 sarana dengan hasil, sebanyak 19 sarana memenuhi ketentuan, 31 sarana tidak memenuhi ketentuan yang disita di warung dan pasar tradisional

AYA




Selain Amankan Ganja, Polisi Juga Periksa Identitas Pekerja di Terawangan

Pekerja yang tak punya identitas lengkap dikeluarkan dari Gili

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Kepolisian Polda NTB bersama Pemerintah Desa Gili Indah berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang berupa ganja dan mushroom setelah melakukan sweeping di sejumlah kos-kosan, Selasa (5/12).

“Penyisiran dilakukan di tempat kos-kosan dan bar sekitar pukul 16 : 00 Wita. Hasilnya kita temukan 1 poket ganja kering dan mushroom dari tangan SA (25), Warga Labuapi Lombok Barat,” ungkap Kanit II Subdit Wisata Pamobvit Polda NTB Ipda Heni Adriani.

Selain SA, polisi juga berhasil mengamankan satu orang pekerja asal Karang Mas-Mas Mataram yang kedapatan membawa ganja, berinisial SN (40).

“Dia (SN) awalnya menunjukan gelagat mencurigakan, setelah digeledah, akhirnya ditemukan ganja yang disembunyikan di lilitan kain pantai miliknya. Sekarang pelaku sudah dibawa ke Polsek Pemenang,” katanya lagi.

Tidak hanya itu, dalam razia yang digelar menjelang Natal dan tahun baru itu kepolisian juga memulangkan sejumlah pekerja wisata yang tidak memiliki dokumen kependudukan yang jelas.

“Sesuai hasil rapat pengamanan menjelang natal dan tahun baru dengan pemerintah desa beberapa waktu lalu, pekerja yang tidak memiliki identitas lengkap harus dipulangkan atau dikeluarkan dari gili. Ini dilakukan semata-mata untuk kepentingan keamanan menjelang Natal dan tahun baru,” tandasnya.

Kepala Deasa Gili Indah, M. Taufik, mengatakan, kegiatan sweeping tersebut dilangkukan sebagai antisipasi menjelang kedatangan wisatawan menjelang libur natal dan tahun baru.

“Nanti akan diterapkan pintu masuk juga. Yakni melalui dermaga dan pelabuhan jetty. Boat tidak boleh menyebrang di atas jam 5, kecuali tamu yang sudah booking kamar jauh-jauh hari,” paparnya.

Rencananya, Sweeping akan tetap dilakukan hingga beberapa minggu ke depan. Tidak hanya bagi pekerja, pengunjung yang diketahui tidak memiliki surat identitas lengkap juga akan dipulangkan.

DNU

 

 

 




Fraksi Nasdem DPR RI Kunjungi Unram

Pelibatan kampus sangat tepat untuk memberi masukan akademik bagi pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fraksi Partai Nasdem kembali menyambangi Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Selasa (5/11).

Kedatangan Fraksi Partai Nasdem kali ini dalam rangkaian program rutin fraksi yaitu Goes To Campus yang mengangkat tema “UU Ormas, Menjaga Persatuan, Mencegah Perpecahan”.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Fraksi Partai Masdem Zulfan Lindan, Dekan Fakultas Hukum Prof. H. Lalu Husni, Direktur Mi6 Bambamg Mei Finarwanto, serta puluhan peserta dari berbagai unsur, dan media massa.

Prof. H. Lalu Husni, SH., M.Hum., mengapresiasi kegiatan yang melibatkan kampus tersebut. Menurutnya, pelibatan kampus sangat tepat untuk memberi masukan akademik bagi pemerintah.

“Tema ini sangat penting bagi kita semua. Dalam konstitusi kita dijamin untuk berkumpul, dan berserikat. Salah satu wujudnya ialah munculnya ormas yang didirikan dengan berbagai tujuan dan kepentingan,” katanya.

Namun sesuai dengan UU Ormas, dalam menyampaikan pendapat di depan umum harus diatur sesuai dengan koridor demi terwujudnya kemajuan berbangsa dan bernegar, yakni untuk mewujudkan masyarakat yang adul dan makmur.

Selain itu tentu untuk mendekatkan fraksi dengan kelompok masayarakat yang turut memberikan perhatian bersama

Dr. Kaharudin mengatakan, tema ini menarik dalam kondisi kekinian. Dulu jaman orde baru, ormas hampir tidak berkutik dengan kungkungan pemerintah.

Ketika reformasi ormas bebas berekspresi. Tapi kemudian muncul perkembangan baru yaitu PP No2 tahun 2017

Dalam UUD 45 di samping mengatur soal kebebasan itu, diatur juga mengenai pembatasannya. Artinya, kebebasan ormas itu bebas, tapi dibatasu oleh UU

Karena itu, Perppu yang telah disahkan menjadi UU. Banyak yang menolak, banyak pula yang menerima. Pasca jadi UU, ada juga judicial review.

Pro kontranya ialah, yang kontra UU ini mengarah pada otoritar dan refleksi kemunduran demokrasi. Perppu dianggap sebagai upaya merawat pluralisme dan kulturalisme.

Sementara itu Wakil Ketua Fraksi Nasdem Zulfan Lindan, menyebut keberadaan UU Ormas ini untuk menjaga persatuan dan mencegah perpecahan. Tidak ada niat pemerintah selain melindungi negara dan perpecahan

Pemahaman keagamaan yang mainstream dan mayoritas dianut di Indonesia benar-benar Islam yang rahmat lil alamin. Tidak mungkin melahirkan terorisme

Saat ini ada 340 ribu ormas di seluruh Indonesia. Banyak sekali Ormas ini. Sari jumlah itu, puluhan di antaranya terdaftar di Kemenlu.

Dikatakan Zulfan, keberadaan UU Ormas tujuannya salah satu adalah untuk memperluas definisi yang kita sebut dengan paham-paham anti pancasila.

Selain itu Pancasila dengan islam sifatnya paralel dan tidak bertentangan. Pancasila bukan islam, begitupun Islam bukan Pancasila. Tapi keduanya berjalan beriringan.( *)

AYA