Angkatan Kerja NTB Februari 2018, Sebanyak 2.459.021 Orang

Penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu) mencakup 16,49 persen setengah penganggur dan 24,17 persen pekerja paruh waktu.

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik ( BPS ) NTB merilis, Jumlah Angkatan kerja pada Februari 2018 sebanyak 2.459.021 orang. Penduduk bekerja di NTB pada Februari 2018 sebanyak 2.375.811 orang.

Sedangkan Untuk Jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2018 sebesar 3,38 persen.Hal ini disampaikn kepala BPS NTB Endang Triwahyuningsih Senin (07/05).

Endang menyatakan Pada Februari 2018, sebesar 71,51 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal, dan persentase pekerja informal turun 2,64 poin  dibanding Februari 2017.

“Selama setahun terakhir, sektor-sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja adalah Jasa Pendidikan (0,85 poin), Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil (0,81 poin), dan Sektor Industri Pengolahan (0,64 poin)”Terangnya

Endang menambahkan,Pada Februari 2018, terdapat 965.983 (40,66 persen) penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu) mencakup 16,49 persen setengah penganggur dan 24,17 persen pekerja paruh waktu.

AYA




Kerjasama Millenium Challenge Corporation COMPACT Di NTB Berakhir

NTB dinilai memperlihatkan komitmen yang cukup tinggi dan mengintegrasikan program-program MCC  dengan program-program pembangunan yang sudah ada

MATARAM.lombokjournal.com —  Program kerjasama Millenium Challenge Corporation (MCC) COMPACT antara Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Provinsi NTB telah berakhir.

Delegasi Lembaga Pemerintah Amerika Serikat (AS) MCC bersama Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. berkesempatan hadir dalam acara penutupan kegiatan MCC di Kantor Gubernur NTB.

Duta Besar  bersama dengan Wakil Presiden dan Sekretaris Dewan MCC Jeanne Hauch serta Wakil Presiden untuk urusan Kongres dan Hubungan Masyarakat Karen Sessions, menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, atas kerjasamanya dengan pihak MCC selama kurun waktu lima (5) tahun.

“Saya mengucapkan selamat kepada Gubernur NTB atas segala kemajuan yang diraih oleh Provinsi NTB melalui MCC. Dan kami juga hadir disini untuk melihat secara langsung seluruh pencapaian yang dilakukan oleh MCC termasuk Unit Layanan Pengadaan yang telah berhasil meraih penghargaan terbaiknya selama ini,” ujar Wakil Presiden dan Sekretaris MCC, Jeanne Hauch, kepada sejumlah wartawan di Kantor Gubernur NTB, Senin (07/05).

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr  juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi NTB atas terselenggaranya kerjasama MCC antara Pemerintah AS dengan Pemprov NTB.

“Selama lima tahun, MCC telah bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan sudah memberikan dana hibah sebesar Rp5,5 Trilyun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga mengangkat masyarakat dari kemiskinan,” kata Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi NTB selama 5 tahun bekerjasama dengan MCC telah memperlihatkan komitmen yang cukup tinggi dan mengintegrasikan program-program MCC  dengan program-program pembangunan yang sudah ada di Provinsi NTB.

“Dengan ditutupnya program MCC ini, maka kami juga tadi telah membahas keberlanjutan dari sejumlah program yang telah dicapai. Keberhasilan dari MCC Compact ini merefleksikan betapa kuatnya kemitraan strategis antara Pemerintah AS dengan Indonesia. Dan kami nantikan kerjasama lanjutan antara kedua Negara ini dalam program-program kerja lainnya seperti program USAID yang sudah kita laksanakan di seluruh Indonesia dan salah satunya termasuk di NTB,” ucap Joseph R Donovan.

Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, juga menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Pemerintah AS yang telah melaksanakan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi NTB.

Menurutnya, ada tiga (3) pokok kerjasama yang dilakukan oleh MCC dengan Pemerintah Provinsi NTB yakni kerjasama dalam aspek Green Prosperity atau Kemakmuran Hijau, kerjasama dalam aspek reformasi unit layanan pengadaan, dan yang ketiga kerjasama dalam aspek stunting.

Menurutnya, ketiga kerjasama ini berjalan sangat baik di Indonesia, khususnya di NTB. Dari kerjasama ini telah meninggalkan satu pondasi yang kuat, khususnya, bagi mitra-mitra lokal untuk meneruskan program-program ini secara lebih baik.

“Salah satu contoh, pembudidaya garam di Lombok Tengah saat sekarang ini kondisinya sudah sangat lebih baik yakni sudah mampu memproduksi garam dengan lebih baik dan produknya sudah menembus pasar serta sudah memiliki branding produk. Jadi ini adalah salah satu bagian dari apa yang kita lakukan dalam kemitraan ini,” pungkasnya.

AYA

 




Kerjasama Millenium Challenge Corporation COMPACT Di NTB Berakhir

Memperlihatkan komitmen yang cukup tinggi dan mengintegrasikan program-program MCC  dengan program-program pembangunan yang sudah ada

MATARAM.lombokjournal.com —  Program kerjasama Millenium Challenge Corporation (MCC) COMPACT antara Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Provinsi NTB telah berakhir.

Delegasi Lembaga Pemerintah Amerika Serikat (AS) MCC bersama Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. berkesempatan hadir dalam acara penutupan kegiatan MCC di Kantor Gubernur NTB.

Duta Besar  bersama dengan Wakil Presiden dan Sekretaris Dewan MCC Jeanne Hauch serta Wakil Presiden untuk urusan Kongres dan Hubungan Masyarakat Karen Sessions, menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, atas kerjasamanya dengan pihak MCC selama kurun waktu lima (5) tahun.

“Saya mengucapkan selamat kepada Gubernur NTB atas segala kemajuan yang diraih oleh Provinsi NTB melalui MCC. Dan kami juga hadir disini untuk melihat secara langsung seluruh pencapaian yang dilakukan oleh MCC termasuk Unit Layanan Pengadaan yang telah berhasil meraih penghargaan terbaiknya selama ini,” ujar Wakil Presiden dan Sekretaris MCC, Jeanne Hauch, kepada sejumlah wartawan di Kantor Gubernur NTB, Senin (07/5 ).

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr  juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi NTB atas terselenggaranya kerjasama MCC antara Pemerintah AS dengan Pemprov NTB.

“Selama lima tahun, MCC telah bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan sudah memberikan dana hibah sebesar Rp5,5 Trilyun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga mengangkat masyarakat dari kemiskinan,” kata Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi NTB selama 5 tahun bekerjasama dengan MCC telah memperlihatkan komitmen yang cukup tinggi dan mengintegrasikan program-program MCC  dengan program-program pembangunan yang sudah ada di Provinsi NTB.

“Dengan ditutupnya program MCC ini, maka kami juga tadi telah membahas keberlanjutan dari sejumlah program yang telah dicapai. Keberhasilan dari MCC Compact ini merefleksikan betapa kuatnya kemitraan strategis antara Pemerintah AS dengan Indonesia. Dan kami nantikan kerjasama lanjutan antara kedua Negara ini dalam program-program kerja lainnya seperti program USAID yang sudah kita laksanakan di seluruh Indonesia dan salah satunya termasuk di NTB,” ucap Joseph R Donovan.

Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, juga menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Pemerintah AS yang telah melaksanakan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi NTB.

Menurutnya, ada tiga (3) pokok kerjasama yang dilakukan oleh MCC dengan Pemerintah Provinsi NTB yakni kerjasama dalam aspek Green Prosperity atau Kemakmuran Hijau, kerjasama dalam aspek reformasi unit layanan pengadaan, dan yang ketiga kerjasama dalam aspek stunting.

Menurutnya, ketiga kerjasama ini berjalan sangat baik di Indonesia, khususnya di NTB. Dari kerjasama ini telah meninggalkan satu pondasi yang kuat, khususnya, bagi mitra-mitra lokal untuk meneruskan program-program ini secara lebih baik.

“Salah satu contoh, pembudidaya garam di Lombok Tengah saat sekarang ini kondisinya sudah sangat lebih baik yakni sudah mampu memproduksi garam dengan lebih baik dan produknya sudah menembus pasar serta sudah memiliki branding produk. Jadi ini adalah salah satu bagian dari apa yang kita lakukan dalam kemitraan ini,” pungkasnya.

AYA




Perempuan Gili Gede Berharap, Perempuan Pimpin NTB

Doktor Zul sempat terkagum-kagum menyaksikan keindahan alam dan kesederhanaan masyarakat yang tinggal di pulau mungil tersebut

lombokjournal.com —

GILI Gede, LOMBOK BARAT :  Calon Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengakhiri kunjungannya di Gili Gede pada Minggu, (06/05).

Selama 3 hari menyapa masyarakat Lombok Barat,  Zul – panggilan akrab H Zulkieflimansyah — mengunjungi lebih dari 40 titik di empat kecamatan yakni Narmada, Lingsar, Lembar, dan Sekotong.

Cagub nomor urut 3 yang berpasangan dengan Dr. Rohmi ini merasa bahagia atas kunjungannya ke Gumi Patut Patuh Patju. Ia bersyukur, kehadirannya di Lombok Barat disambut antusias masyarakat setempat.

“Masyarakat yang menyambut kami, senyumnya, uluran tangan, jabatan tangan, harapan, dan do’a mereka adalah kekuatan yang bertaut memberi semangat atas perjuangan Zul-Rohmi. Mereka benar-benar tulus menyambut kedatangan kami. Syukur Alhamdulillah, kami diterima sebagai saudara, kami diterima sebagai keluarga,” ungkapnya Doktor lulusan Strathclyde University, Glasgow United Kingdom.

Di Gili Gede, Doktor Zul sempat terkagum-kagum menyaksikan keindahan alam dan kesederhanaan masyarakat yang tinggal di pulau mungil tersebut.

“Keindahan alam Gili Gede berpadu dengan nuansa kehidupan sederhana yang begitu menentramkan. Benar-benar perjalanan membahagiakan hari ini. Banyak hikmah dan pelajaran yang dipetik selama beberapa hari di Lombok Barat,” ungkapnya.

Menurutnya, Lombok Barat merupakan salah satu kawasan wisata potensial di NTB. Dukungan kebijakan dan pembangunan infrastruktur penunjang harus diprioritaskan.

Ia melihat banyak sekali pulau di Lombok Barat yang indah jika dikembangkan akan menjadi destinasi wisata yang menggiurkan.

“Pulau-pulau ini sudah banyak yang incar, yang ingin bangun hotel di sini banyak. Zul-Rohmi hadir agar masyarakat kita tidak menjadi penonton di tempatnya sendiri. Jangan sampai di sini, pulau-pulau kita bagus, kita hanya jadi penonton. Insya Allah, silaturahmi ini akan berbuah manis”. Bebernya.

Mendengar penjelasan Doktor Zul yang dinilai begitu menarik, Nurhasana salah satu perempuan Gili Gede membalasnya dengan sebuah pantun;  “Beli punti ara telu, Buktinya yang perlu”.

Tak mau kalah, Doktor Zul kemudian membalasnya dengan sebuah pantun, “Selebung batu beleq, Sik bekerudung ye te pilih”. Sontak masyarakat bertepuk tangan dan meneriakkan hidup nomor 3, Zul-Rohmi.

Selanjutnya, Nurhasana menyampaikan kepada masyarakat yang hadir di hadapan Doktor Zul agar memilih pasangan Zul-Rohmi karena ada perwakilan perempuannya.

“Yang kita inginkan sekarang, yang turun ke bawah, yang mengerti apa keinginan masyarakat. Apalagi yang naik sekarang wanita, bisa meningkatkan derajat kaum perempuan. Maka kita harus pilih wanita yang akan membela kita,” ungkapnya.

Me (*)




Delegasi MNEK Lihai Masak Ayam Taliwang

Hasil masakan semua peserta sangat mirip dengan ayam taliwang yang seharusnya

MATARAM.lombokjournal.com — Sejumlah delegasi dari 37 negara yang mengikuti MNEK 2018, khususnya kaum hawa menunjukkan kelihaiannya memasak makanan khas NTB, Ayam Taliwang.

Hal itu ditunjukkan mereka saat mengikuti Culinary Program “lomba masak ayam taliwang” di lapangan Islamic Center NTB, Minggu (06/05).

Kelihaian para para delegasi itupun diakui Ketua TP.PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, yang juga menjadi peserta lomba tersebut.

“Hasil masakan semua peserta sangat mirip dengan ayam taliwang yang seharusnya, itu artinya mereka memang memiliki passion dalam memasak dan sangat semangat mengikuti kompetisi lomba masak ini,” ungkap istri Gubernur NTB itu.

Tak lupa  Hj. Erica menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusias seluruh peserta mengjlikuti lomba masak tersebut.

Peserta yang ikut dalam lomba tersebut berjumlah 35 stand yang terdiri dari 13 stand dari delegasi luar negeri, 12 stand dari TNI AL Indonesia dan 10 stand OPD di Provinsi NTB.

Culinary Program tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di NTB. Kegiatan yang melibatkan pasukan angkatan Laut dari 37 negara itu sudah berlangsung sejak 4 Mei 2018 lalu dan akan berakhir pada tanggal 9 Mei 2018 mendatang.

AYA




Monumen Bahari Kini Dimiliki NTB

Menunjukkan sebuah memorial upaya TNI angkatan laut bersama pemerintah daerah NTB dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia

MATARAM.lombokjournal.com — Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memiliki monumen bahari dan dodokan yang diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi, Minggu (06/05).

Peresmian monumen yang berlokasi di depan Stadion Malomba, Kota Mataram itu rangkaian kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018. Hadir juga saat itu Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. Rosyadi H. Sayuti, M. Sc, Ph. D.

Monumen itu dibangun TNI sebagai ikon event berskala internasional Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) tahun 2018 sekaligus menunjukkan sebuah memorial upaya TNI angkatan laut bersama pemerintah daerah NTB dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, serta aktualisasi kemitraan maritim dengan berbagai negara di belahan dunia.

Peresmian Monumen Bahari yang terdiri dari bangunan tugu mercusuar setinggi 11,28 berbentuk segi lima bermahkota lumbung, rumah adat suku Sasak  mercusuar. Di sebelah barat monumen Bahari berdiri tank Amfibi PT-76 milik Marinir TNI AL yang merupakan produksi Uni Soviet Tahun 1954.

Kendaraan tempur milik TNI AL itu adalah bukti sejarahnya TNI dalam pelaksanaan operasi kampanye militer terbesar, yaitu Operasi Jayawijaya, yang digelar dalam rangka pembebasan Irian Barat.

Selain di Taman Malomba, di wilayah Lembar, Kabupaten Lombok Barat dibangun Monumen Dodokan 2018. Monumen Bahari Mataram dan Monumen Dodokan, diresmikan dengan penandatangan di atas batu plakat oleh KASAL, disaksikan oleh Sekda NTB dan Plt. Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, S.Sos., MH.

AYA




MNEK 2018 Dibuka Kasal TNI AL

Penyelenggaraan MNEK 2018 di Lombok ini merupakan ajang internasional digelar untuk ketiga kalinya oleh TNI AL. MNEK pertama dilaksanakan oleh TNI AL di Batam, Kepulauan Anambas, Natuna pada tahun 2014, dan yang Kedua dilaksanakan di Padang serta Kepulauan Mentawai pada tahun 2016

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. resmi membuka Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018, yang tahun ini diselenggarakan di Lombok Nusa Tenggana Barat pada 4 sampai dengan 9 Mei 2018.

Latihan berskala Internasional yang digelar setiap dua tahun sekali oleh TNI AL.

Pada pelaksanaan MNEK tahun 2018 mengangkat tema ”Cooperation to Respons Disaster and Humanitarian Issues ” atau Kerjasama dalam Menanggulangi Bencana dan Masalah Kemanusiaan, dengan diikuti oieh Angkatan Laut dari 36 negara di dunia.

Diselenggarakannya kegiatan ini, khususnya bagi TNI AL, merupakan kegiatan panting dalam bentuk latihan non-perang dengan mengedepankan kerjasama maritim di kawasan regional, untuk mendapatkan dasar bangunan yang kuat, yaitu kepercayaan (trustworthy) antar negara dan antar Angkatan Laut.

Sehingga terjaln kesepahaman dan koordinasi yang baik diantara negara-negara peserta dalam kerjasama melaksanakan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Pada rangkaian MNEK 2018 bukan saja latihan bersama, tapi juga diselenggarakan rangkaian kegiatan lainnya seperti Medical Civic Action Program (MEDCAP) dan Engineering Civic Action Program (ENCAP) yang dilaksanakan di dua sektor pelaksanaan yaitu di Lombok dan NusaPenida, Harbour dan Seaphase, City Parade, Maritime Exhibition, Culinary, Mataram Fun Run, City Tour dan Olahraga bersama.

Selain itu akan dilaksanakan juga Maritime EngagementActivity (MEA) yang akan menggelar tiga kegiatan utama yaitu Pertama transplantasi terumbu karang dengan penenggelaman Prasasti Komodo Exercise 2018 dan Kerangka Kapal sebagai Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Gili Trawangan, kedua Kemah Pesisir di pantai Krandangan yang diikuti 500 peserta dari Siswa pelajar dan Pramuka Saka Bahari, dan yang ketiga yaitu Joy Sailling dengan menggunakan KRl Makasar 590.

Penyelenggaraan MNEK 2018 di Lombok ini merupakan ajang internasional digelar untuk ketiga kalinya oleh TNI AL. MNEK pertama dilaksanakan oleh TNI AL di Batam, Kepulauan Anambas, Natuna pada tahun 2014, dan yang Kedua dilaksanakan di Padang serta Kepulauan Mentawai pada tahun 2016.

Hadir pada pembukaan MNEK 2018 ini di antaranya Gubernur NTB DR. KH Zainul Majdi, Menkominfo Rudiantara, Duta Besar Eropa dan seluruh Kepala Staf Angkatan Laut peserta MNEK.

AYA




Pembukaan MNEK 2018 Diwarnai Atraksi Menegangkan

Pasukan terlatih AL itu memanjakan mata ratusan delegasi yang hadir dengan sejumlah manuver

 

 

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Sejumlah atraksi menegangkan diperagakan pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia saat pembukaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Sabtu (05/05).

Aksi menegangkan sekaligus memukau seluruh delegasi MNEK dari 37 negara tersebut diawali dengan aksi terjun payung yang dilakukan 17 pasukan terbaik angkatan laut RI.

17 penerjun payung terlatih tersebut membawa sejumlah bendera, di antaranya Bendera Merah Putih, Bendera Angkatan Laut dan Bendera Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Usai atraksi terjun payung, Angkatan Laut kemudian memeragakan atraksi manufer 6 pesawat AL yang menegengkan sekaligus memukau siapa saja yang menyaksikan atraksi tersebut. Termasuk Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara yang hadir di acara itu.

Pasukan terlatih AL itu memanjakan mata ratusan delegasi yang hadir dengan sejumlah manuver. Diawali dengan manufer leader benefit, enam pesawat tersebut disambut tepuk tangan meriah seluruh delegasi. Kemudian dilanjutkan dengan atraksi double Arrow element 2 dan right echelon break off serta boom burstv element two.

Seluruh peserta terlihat tegang ketika memasuki manuver head to head. Yaitu dua pesawat terbang saling berhadapan seakan akan terjadi tabrakan. Namun, atas kelihaian para pasukan AL menerbangkan pesawat tersebut, pesawat terbang melintas sempurna dan memukau penonton.

Aksi menegangkan pun belum berakhir di manusfer head to head. Para penonton kembali terpukau dan merasakan ketegangan ketika atraski memasuki manufer head to head element 2.

Satu pesawat terbang berhadapan dengan lima pesawat lainnya. Detik-detik ketika pasewat itu saling melintas, sungguh membuat siapapun merasa tegang. Seluruh peserta yang menyaksikan atraksi itu membayangkan akan terjadi tabrakan. Namun, keakuratan dan kecerdasan pasukan menerbangkan pesawat itu, membuat manuver tersebut berakhir sempurna.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut TNI Laksamana Ade Supandi menyampaikan selamat datang di NTB kepada seluruh delegasi. Yaitu daerah yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Ia menjelaskan kegiatan MNEK 2018 ini diikuti sejumlah konsulat Jenderal dan delegasi dari 37 Negera yang dilengkapi pasukan angkatan lautnya.

“MNEK 2018 ini dilaksanakan dalam tiga tahap latihan yaitu, harbour  phase, sea phase dan civic mission,” jelasnya dalam bahasa Inggris.

Ia berharap seluruh tahapan latihan itu berlangsung sukses tanpa ada kendala  selama kegiatan itu berlangsung.

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai juga dengan pemukulan gendang beleq dan penandatanganan prasasti MNEK 2018 oleh KASAL RI, Gubernur NTB, Menkominfo dan seluruh ketua delegasi yang hadir.

AYA




Polisi Tetapkan Sepuluh Tersangka Kasus Penyegelan Kantor Desa Sokong

Puluhan masa pendukung Kepala Desa Sokong terpilih Marianto, diduga melakukan penyegelan kantor desa setempat paska keputusan Pemda KLU

Akp I Kadek Metria

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Sat Reskrim Polres Lombok Utara, akhirnya menetapkan sepuluh orang tersangka dalam kasua penyegelan kantor Desa Sokong, beberapa waktu lalu.

“Kami sudah menetapkan 10 orang tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP I Kadek Metria, saat dikonfirmasi, Jumat (04/05).

Dikatakan Metria, selain diduga melakukan tindak pidana secara terang-terangan, para pelaku juga diduga melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sesaui pasal 170 Ayat (1).

“Kami sudah kirim hasil penyidikan Polres ke Kejaksaan, dengan SPDP no : SPDP / 24/IV/Res 1.10/2018/Reskrim. Tgl 26 April 2018,” bebernya.

Setelah SPDP dikirim ke kejaksaan, lanjut Metria, maka keluar penunjukan Jaksa, dan selanjutkan disusul dengan pengiriman berkas perkaranya.

Sebelumnya, puluhan masa pendukung Kepala Desa Sokong terpilih Marianto, diduga melakukan penyegelan kantor desa setempat paska keputusan Pemda KLU, yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan tidak kunjung melantik Kades terpilih.

DNU




Tiga Warga di Bayan Terima Bantuan “Jubah”

Program ‘Jubah’ seluruh pembiayaannya diluar APBD, disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar kembali memberikan bantuan program Bedah Rumah (Jubah) kepada tiga warga kurang mampu di Kecamatan Bayan, Jumat (04/05).

Warga yang menerima bantuan di antaranya, Denda Ilatim, Dusun Teluk Desa Sukadana, Amaq Sumawati, Dusun Batu Jingkiran Desa Persiapan Andalan dan Amaq Satrilah, Dusun Semokan Desa Persiapan Batu Rakit.

Dalam sambutannya seusai peletakan batu pertama di Dusun Semokan, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, mengatakan, program “Jubah” merupakan program amal, yang pembiayaannya berasal dari para pengusaha, Badan Amil Zakat, PNS lingkup Pemda dan para dermawan.

“Saya tegaskan, rogram ‘Jubah’ ini seluruh pembiayaannya diluar APBD. Disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya. 

Program “Jubah”, sambung Bupati, diharapkan dapat dikerjakan secara gotong-royong bersama warga. 

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kades Desa Batu Rakit, Raden Sawinggih, menyampaikan terima kasih atas bantuan Jubah yang diberikan Bupati kepada warganya.

“Saya mewakili masyarakat mendukung 100 persen program ini. Saya ucapkan terima kasih kepada pemda KLU,” cetusnya.

DNU