GP Ansor NTB Sematkan Anggota Luar Biasa Kepada Beberapa Tokoh.

Pemberian anggota luar biasa  ini sebagai penghargaan kepada para tokoh tersebut karena sudah  berbuat maksimal di bidangnya untuk bangsa, negara dan masyarakat

BONDER-LOMbOK TENGAH :  Disela-sela acara Launching penanaman 100 ribu Ha Jagung rangkaian Ultah GP Ansor ke 84 di ponpes Ta’limussibyan Bonder, Sabtu (12/5), GP Ansor  memberikan  keanggotaan luar biasa   kepada beberapa tokoh.

Tokoh-tokoh yang dimaksud, yakni  Menteri  Pertanian yang diwakili Direktur  Tanaman  Pangan  Ir.H.Jamil MP.PHd, Deputi Penindakan KPK RI, Irjen Pol.Drs.Firli,M.SI, Kapolda NTB di Wakili Wakapolda NTB, Kombes Pol.Drs.Tajudin dan Kabinda NTB,Tarwo Kusnarno,SE,MSI.

Di atas panggung, Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, H Haerul Amri didampingi sejumlah pengurus GP Ansor, termasuk Ketua GP Ansor NTB Zamroni Aziz menyematkan dan memakaikan Jaket Kebesaran Ansor kepada tokoh tersebut .

Menurut Ketua GP Ansor NTB Zamroni Aziz, pemberian anggota luar biasa  ini sebagai penghargaan kepada para tokoh tersebut karena sudah  berbuat maksimal di bidangnya untuk bangsa, negara dan masyarakat.

“Bagi Ansor sudah selayaknya memberikan apresiasi sebagai anggota luar biasa di Harlah Ansor yang ke 84 ini,” tambahnya.

Acara Launching penanaman jagung 100 ribu Ha berlangsung meriah. Tercatat ribuan massa rakyat, kaum petani  dan jamaah NU memadati lokasi acara hingga usai.  Tampak sejumlah tokoh dan tamu undangan penting hadir, termasuk Gubernur NTB , TGH M Zainul Majdi atau yang akrab disapa TGB.

Dalam keterangannya, Direktur Pengembangan Pertanian Kementan RI, Ir. H. Ali Jamil menegaskan, NTB berpotensi sebagai lokasi proyek nasional itu. Apalagi, ke depan, pemerintah berupaya tidak lagi menginpor jagung dari luar negeri, tetapi berencana melakukan ekspor ke sejumlah negara.

“Produksi jagung di NTB selain untuk menjaga stabilitas kebutuhan nasional, juga dicanangkan agar jumlah jagung impor nasional di Indonesia menurun,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, TGH. Zainul Majdi atau TGB dalam sambutannya mengatakan, pemerintah harus mengawal ketat program ini. Termasuk dengan membeli hasil tani berupa jagung dari para petani dengan harga yang pantas.

Dia menghitung, jika pemerintah berani membeli jagung petani dengan harga Rp. 3.100 per kilogram, sementara jumlah hasil jagung petani NTB mencapai 800.000 ton, maka hasil yang akan didapat tidak kurang dari Rp. 2,4 Triliyun.

“Jadi bapak dari Kementerian Pertanian, jangan merasa tugas bapak itu selesai sampai kasih bibit saja, dan selesai sampai penyuluhan saja, tapi dampingilah para petani kita,” tegas TGB.

Di akhir acara , Deputi penindakan KPK, Irjen Pol,  Firli mengatakan dirinya hadir di acara ini semata- mata karena kecintaannya kepada Ansor/NU.  Dan datang dengan beaya sendiri tidak memakai fasilitas kantor.

Me




Debat Pilgub NTB, Mori Soroti Banyaknya Lulusan SMK dan Kuliah Yang Nganggur

Perlu ada pemetaan yang jelas baik dalam jumlah sekolah, siswa, dan guru serta lapangan pekerjaan

MATARAM.lombokjournal.com — Calon wakil gubernur NTB Mori Hanafi menyebutkan masih banyak generasi muda di NTB yang belum mendapatkan pekerjaan. Menurutnya, tidak hanya lulusan SMK yang banyak menganggur, melainkan pengangguran lulusan kuliah yang menurut dia mencapai angka 10 ribu orang setiap tahun.

Pernyataan mantan Wakil Ketua DPRD NTB ini, menjawab pertanyaan yang diajukan moderator dalam debat terbuka putaran pertama Pilgub NTB tentang strategi yang akan dilakukan dalam menguatkan peran pendidikan, terutama SMK.

“Yang bisa ditampung kita semua hanya seribu sampai 2 ribu, sisanya tidak punya pekerjaan, jadi persoalan ini tidak hanya di SMK, tapi adik adik yang lulus kuliah pun banyak yang menganggur, ini persoalan sosial di NTB,” ujarnya saat debat publik putaran bertajuk “Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Publik” di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Sabtu (12/5) malam.

Mengenai SMK, Mori menyoroti Pemprov NTB yang ia sebut kurang berpihak dengan wacana ingin mengurangi jumlah SMK.

“Padahal kita butuh, kalau perlu SMK yang dibanyakan ketimbang SMA,” ucap Mori.

Ia menilai perlu ada pemetaan yang jelas baik dalam jumlah sekolah, siswa, dan guru serta lapangan pekerjaan. Mori juga akan mendorong setiap SMK memiliki satu produk unggulan.

“Kita juga harus memastikan SMK kejuruan sesuai dengan lapangan pekerjaan yang kita butuhkan, kalau yang lebih banyak perbengkelan ya bengkel, salon ya salon, restoran ya restoran ini yang selama ini belum ada,” kata Mori menjelaskan.

Mori bersanding dengan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh yang menjadi Cagub NTB dengan diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, Hanura, PDIP, dan PBB.

AYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suhaili Janjikan Pupuk bagi Tiap Desa di NTB

 

MATARAM — Sebagian besar masyarakat NTB menggantungkan hidup pada sektor pertanian. NTB sendiri dikenal sejak lama sebagai daerah lumbung padi. Namun, masih cukup banyak persoalan yang membelit para petani, baik dalam aspek kesejahteraan hingga ketersediaan faktor pupuk, benih, pestisida yang kerap kali menghambat produksi.

 

Calon Gubernur NTB nomor urut satu, Suhaili, berkomitmen akan memberikan fasilitasi kepada para petani di NTB untuk bisa berproduksi dengan lebih mudah dan murah serta mendapatkan bibit dan pupuk dengan lebih cepat dan berkualitas.

 

“Selama ini sungguh miris, (pertanian) masih menjadi permainan kadang-kadang distributor pupuk, ke depan kalau diberi amanah menjadi Gubernur NTB, bagaimana pupuk di tiap-tiap desa ada, ada Bumdes yang akan kelola dan jual pupuk,” ujar Suhaili saat menjawab pertanyaan dalam debat terbuka putaran pertama di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Sabtu (12/5) malam.

 

Selain itu, ia akan menyiapkan mesin pengolahan padi yang bisa membantu para petani agar tak lagi produksi padi kering giling, tapi kering panen sehingga akan mengurangi biaya produksi.

 

“Ini salah satu upaya kita, kegiatan pasca produksi juga sehingga padi-padi kita jangan dijual ke luar,” ungkapnya.




Debat, mengungkap Visi dan Misi Empat Paslon Pilgub NTB

Debat terbuka bukan untuk berdebat, saling hujat atau mengadu kehebatan, Bupati Lombok Tengah mengaku ingin mencari bekal apabila diberikan kesempatan memimpin NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menghadiri debat terbuka putaran pertama bertajuk “Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Publik” di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Sabtu (12/5) malam.

Pada kesempatan pertama, para paslon diberikan waktu 90 detik untuk menyampaikan visi dan misi mereka untuk NTB.

Cagub NTB nomor urut satu, Suhaili, mengatakan, kehadirannya di debat terbuka bukan untuk berdebat, saling hujat atau mengadu kehebatan, Bupati Lombok Tengah itu mengaku ingin mencari bekal apabila diberikan kesempatan untuk menjadi Gubernur di NTB.

“Visi dan misi yang coba akan kami ikhtiarkan di bumi NTB adalah NTB sejahtera, yang mana situasi dan kondisi di mana warga sudah mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, baik material maupun spiritual, meliputi pangan, sandangn, papan, pendidikan, kesehatan, bekerja, rekreasi,” kata Suhaili.

Ia tak sempat meneruskan penjelasan lantaran waktu yang diberikan sudah habis. Suhaili berpasangan dengan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, Muhammad Amin dengan diusung Partai Golkar, Nasdem, dan PKB.

Cagub NTB nomor urut dua, Ahyar Abduh, menyuarakan slogannya yakni NTB untuk semua yang ia sandarkan kepada semangat dan komitmen seorang kepala daerah bagi warganga.

“Artinya gubernur dan wakil gubernur menjadi pelayanan bagi masyarakat,” kata Ahyar.

Ahyar yang didampingi Mori Hanafi –mantan Wakil Ketua DPRD NTB– menegaskan akan bekerja keras untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat NTB, mulai dari petani, nelayan, buruh masyarakat kecil, para pemuda, perempuan, warga kota, dan warga desa. Bentuk komitmennya diwujudkan dengan menyiapkan kartu petani dan nelayan.

Janji-janji lain dari paslon yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, Hanura, PDIP, dan PBB ini ialah akan mengalokasikan Rp 200 juta per tahun untuk setiap desa dan kelurahan. Ia menilai, NTB akan maju jika desa dsn kelurahan maju.

“Kami juga akan mengembangkan 100 desa wisata,” ungkap Ahyar yang juga kehabisan waktu menerangkan lebih lanjut soal program tersebut.

Sedangkan, Cagub nomor urut tiga, Zulkieflimansyah atau biasa disapa Dr Zul, mengungkapkan misinya maju di dalam kontestasi Pilgub NTB untuk mewujudkan NTB yang gemilang.

“NTB yang gemilang adalah NTB yang punya daya saing, sekaligus pada saat yang sama menjadi rumah besar yang nyaman, hangat, dan penuh kekeluargaan buat kita bersama,” ujar Dr Zul.

Cara mewujudkannya, kata dia, dengan memastikan bahwa NTB sangat ramah dan kondusif bagi hadirnya investasi dam komunitas bisnis. Baginya hal ini sangat penting karena tugas pemerintah adalah memfasilitasi dunia usaha. Poin kedua, ialah bagaimana pemerintah memiliki kebijakan yang ramah dalam mensejahterakan masyarakatnya sendiri.

Sama seperti dua Cagub sebelumnya, mantan Anggota DPR RI ini juga tak sempat meneruskan pernyataannya lantaran kehabisan waktu.

Dr Zul maju dengan usungan Partai Demokrat dan PKS bersama Cawagub Sitti Rohmi Djalilah yang merupakan kakak kandung dari Gubernur NTB 2008-2018 Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Cagub nomor urut empat, Ali bin Dahlan atau Ali BD, mengawali perkataan dengan mengungkap misinya untuk maju bersama rakyat untuk membangun NTB yang beradab berkarakter dan berbudaya untuk menyongsong masyarakat NTB yang sejahtera.

“Kenapa mulai dari kata-kata beradab, karena kata itu mengandung nilai dan visi lebih dalam yang melahirkan warga NTB yang mengerti akan perbedaan dan mengerti masa depan,” kata Ali.

Dengan beradab, kata dia, akan lahir sebuah etos kerja yang akan membawa kemakmuran. Ia juga menekankan masyarakat NTB untuk bekerja keras, hidup hemat, dan mengerti akan masa depannya.

Ali BD yang berdampingan bersama Lalu Gede Sakti menjadi satu-satunya paslon yang maju melalui jalur perseorangan.

AYA




10 Lulusan Terbaik SMPN 1 Tanjung, Diberikan Reward

Pemberian reward merupakan inisiatif dari alumni yang kini sudah sukses di instansi pemerintah, swasta maupun di dunia usaha

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Ada yang menarik dalam acara perpisahan atau pelepasan siswa-siswi kelas IX di SMPN 1 Tanjung, Lombok Utara, Sabtu (12/5).

Sejumlah alumni angkatan 1988 sekolah tersebut hadir sekaligus memberikan reward secara simbolis kepada siswa yang masuk dalam 10 besar nilai tertinggi kelulusan tahun ajaran 2017-2018.

Salah satu perwakilan alumni 1988 SMP N 1 Tanjung, Muji Bidawati, mengaku, pemberian reward kepada 10 besar bertujuan menyemangati para siswa untuk terus belajar dan berprestasi, tidak hanya di KLU, tapi juga di tingkat Provinsi dan nasional.

“Total hadiah yang kita berikan sebesar Rp. 8 juta lebih. Selain itu ada juga pemberian penghargaan kepada tiga orang guru favorit. Tapi jangan dilihat dari jumlahnya,” katanya, Sabtu (12/5).

Anggota DPRD KLU, Ardianto, yang juga bagian dari alumni 1988, mengatakan, pemberian reward merupakan inisiatif dari kawan-kawan alumni yang kini sudah sukses di instansi pemerintah, swasta maupun di dunia usaha.

“Kita ingin para siswa agar lebih giat untuk meraih cita-citanya dengan membawa nama besar SMPN 1 Tanjung,” harapnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 1 Tanjung, Johdi. S.Pd, berharap kelulusan tahun ini bisa mencapai 100 persen seperti halnya tahun-tahun seblumnya.

“Tidak hanya tingkat kelulusan, tapi nilai juga tidak kalah penting. Tahun lalu misalnya, SMPN 1 Tanjung meraih nilai tertinggi ujian nasional untuk empat mata pelajaran se-KLU,” paparnya.

Johdi juga menambahkan, tahun 2018 ini pihaknya mendapat bantuan fisik senilai Rp.1 Miliar lebih. Dan akan menjadikan SMPN 1 Tanjung sebagai sekolah termegah di KLU.

“SMPN 1 Tanjung akan menjadi sekolah model SPMI. atau sekolah bertarap nasional. RAB-nya sudah kita susun, anggarannya sekitar Rp. 5 milair, dan akan dianggarkan secara bertahap,” katanya lagi.

Di akhir sambutannya, Johdi juga berpesan kepada semua siswanya agar merayakan kelulusan dengan hal-hal yang positif.

“Rayakan dengan cara positif. Dan saya berharap kalian bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” tutupnya.

Dalam acara yang dihadiri Ketua komite sekolah, perwakilan Dikpora KLU, Kapolsek Tanjung, dan wali murid itu, juga dimeriahkan oleh sejumlah pertunjukan seni yang dibawakan para siswa.

DNU




Djohan Sjamsu Kini Pimpin PKB Lombok Utara

PKB di bawah pimpinan Djohan Sjamsu tentu bertekat merebut suara sebanyak-banyaknya dalam pesta demokrasi pemilihan legislatif 2019 mendatang

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Mantan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KLU. menggantikan Ali Syahbana, Dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa PKB, di Gondang, Sabtu (12/05).

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB NTB. H. Lalu Hadrian Irfani mengatakan, ditunjuknya H. Djohan Sjamsu sebagai Ketua PKB KLU merupakan inisiatif pengurus dengan harapan dapat mendongkrak suara PKB di Lombok Utara ke depan.

“Pak Djohan Sjamsu adalah tokoh yang dinilai tepat untuk membesarkan PKB di KLU. Jadi bukan karena pak Ali tidak layak atau melanggar aturan partai,” pungkasnya.

Ke depan, sambung Hadrian, PKB di bawah pimpinan Djohan Sjamsu (sebelumnya memimpin Partai Demokrat KLU,red) tentu bertekat merebut suara sebanyak-banyaknya dalam pesta demokrasi pemilihan legislatif 2019 mendatang.

“Target ini cukup berasalan, mengingat pak Djohan pernah membawa Demokrat menjadi partai pemenang di KLU,” katanya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, H. Djohan Sjamsu menegaskan, jika saat ini dirinya akan fokus membesarkan partai, guna bersiap menyambut Pileg dan kontestasi Pilkada 2021 mendatang.

“Saya pindah partai sebagai bagian dari pengabdian saya untuk daerah ini. Bersama teman-teman pengurus lainnya, tentu saya berikhtiar untuk memenangkan PKB,” cetusnya.

Saat ditanya posisi atau sikap PKB terhadap pemerintah di KLU, mantan politisi Demokrat ini menegaskan PKB akan tetap bersikap objektif.

“Jika pemerintahan ini berjalan baik, maka tentu akan kita dukung. Tapi jika sebaliknya, apabila kinerja pemerintah menyimpang, maka harus dikritisi,” gumamnya.

DNU




TGB Ajak Rakyat Dukung Zul-Rohmi

Ikhtiyar untuk kemenangan Zul-Rohmi merupakan bagian untuk melanjutkan pembangunan NTB

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH :  Ketua Majelis Daerah DPD Partai Demokrat NTB Dr. TGH. M Zainul Majdi, M.A mengingatkan masyarakat, untuk memilih pasangan nomor urut 3 Zul-Rohmi pada Pilgub NTB 2018.

Hal itu disampaikan . M Zainul Majdi, M.A yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dalam orasi politiknya di Lombok Tengah, Sabtu (12/5).

TGB Zainul Majdi atau TGB yang juga Gubernur NTB itu optimistis, rakyat NTB terutama di Lombok Tengah konsisten memenangkan pasangan Zul-Rohmi.

Menurutnya, selama kepemimpinannya di NTB banyak hal yang dilakukan untuk kemajuan Lombok Tengah. Salah satunya pendirian kampus IPDN di Lombok Tengah.

“Kami sangat memperhatikan masyarakat Lombok Tengah baik pembangunan IPDN, maupun pengembangan ekonomi kemasyarakatan,” ujar TGB.H.M Zainul Majdi, M.A di hadapan ribuan pendukung Zul-Rohmi.

Zainul Majdi yang kini disebut-sebut melenggang hingga level nasional itu mengimbau masyarakat untuk menyebar luaskan Zul-Rohmi untuk dipilih pada 27 Juni 2018.

Menurutnya, meski sudah berbuat banyak untuk Lombok Tengah dan NTB umumnya, tapi tentu ada kekurangan yang akan dituntaskan dengan baik.

Baginya, ikhtiyar untuk kemenangan Zul-Rohmi merupakan bagian untuk melanjutkan pembangunan NTB. Dia menilai kehadiran Zul-Rohmi bukan dengan semangat kebencian.

“Maka itu, tebarkanlah kebaikan dengan niat yang baik. Baik yang berjilbab maupun tidak berjilbab, sampaikan kepada semeton jari untuk memilih Zul-Rohmi,” paparnya.

Selain itu, TGB mengimbau pendukung Zul-Rohmi tidak merendahkan calon lainnya. Menurutnya, semua calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur NTB yang maju pada Pilgub NTB merupakan putra terbaik NTB.

“Jangan merendahkan calon lainnya. Setiap perjuangan itu tidak mudah dan butuh konsistensi. Sampaikan yang baik-baik dengan penuh optimisme. Setiap yang kita sebut dan sampaikan itu adalah Do’a,” ungkapnya.

Kampanye dialogis itu dihadiri langsung pasangan Dr.H.Zulkieflimansyah dan Dr. Hj.Sitti Rohmi Djalilah. Sejumlah politisi di antaranya Ketua DPRD NTB TGH.Mahally Fikri,Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB Zainul Aidi, Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Tengah, Ahmad Ziadi, Ketua DPD PKS Lombok Tengah Abdul Kadir, dan Sekretaris Bidang Pembidanaan Dakwah Pulau Lombok DPW PKS NTB Suparman.

Me (*)




Relawan Zul-Rohmi, Gelar Nonton Bareng Debat Pilgub NTB

32 sekretariat Relawan Zul-Rohmi akan menggelar Nonton Bareng siarang langsung Debat Terbuka Pilgub NTB yamg akan disiarkan langsung di TV One dan televisi lokal di NTB

lombokjournal.com –

KOTA BIMA :  32 Gerbang Relawan Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Dr Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menggelar acara nonton bareng Debat Pilgub NTB di 50 titik.

Sesuai jadwal debat akan dilaksanakan, Sabtu (12/5) malam, sekitar pukul 17.30 Wita. Debat terbuka pertama ini akan disiarkan oleh TV One dan juga televisi lokal di NTB.

Devisi Humas Korda Relawan Zul-Rohmi, Imanudin SPd menjelaskan, acara Nonton Bareng debat Pilgub NTB akan dilaksanakan paling sedikit di 50 titik. Baik di 32 sekretariat relawan dan posko relawan di Kota dan Kabupaten Bima.

Paslon Pilgub NTB 2018, Zul-Rohmi, adalah pasangan yang memiliki komitmen kuat mewujudkan pemilih cerdas melalui penguatan visi-misi atau program yang jelas sesuai kebutuhan masyarakat. Selain di wilayah Pulau Lombok, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumawa Barat, selama masa kampanye Dr Zul sangat aktif mengelilingi desa-desa.

Sementara itu,  Divisi Kesekretariatan Korda Relawan Zul-Rohmi Bima, Muhammad Alifudin,  SPd menyebutkan, 32 sekretariat yang akan menggelar Nonton Bareng siarang langsung Debat Terbuka Pilgub NTB di TV One.

Masing-masing 32 kesekkretariatan tersebut, yaitu Langgudu Gemilang, Bolo Bersatu Gemilang, La Hila Donggo Gemilang, Lambitu Bersatu Gemilang, Paradise Gemilang Parado, Serikat Gemilang Kabupaten Bima, Serikat Gemilang Kota Bima, Rumah Bersama Pemuda Kreatif, Monta Gemilang, Kae Mpa’a Sama Doktor, Kobi Bersatu Gemilang, D’ Doktor Wera Gemilang, Rumah Singgah Kabupaten Bima, Rumah Singgah Kota Bima, Kae Gemilang Bersatu (KGB), Organisasi Pemuda Kreatif (OPK) Kota Bima, Jilbab Hijau, Belo Gemilang, Ncuhi Roka Gemilang, Salaja Mpungga Gemilang Lambu, Tambora Bersatu Gemilang, Nelayan Gemilang Langgudu, Sape-Lambu (Salam) Gemilang, PPPD-NTB Sape, Adil Gemilang, Gempa Gemilang, Santun Zul Rohmi, Gampang Gemilang, Zul-Rohmi Kec. Woha, Peri Donggo Gemilang, Soromandi Gemilang (DILAN), Sanggar Bersatu Gemilang.Selain itu, infonya, ada juga Nobar dari teman PKS,  Partai Demokrat, dan Ormas NW, Pemuda NW,  Ikatan Sarjana NW, dan lainnya.

Selain upaya menyebarluaskan visi-misi Paslon yang diusung, Nonton Bareng yang digelar Gerbang Relawan Zul-Rohmi di  Bima  juga untuk mempertegas kekompakan tim. Agar bersama mencapai kemenangan mewujudkan NTB Gemilang.

Me (*)




DPD KNPI NTB Dorong Pemuda NTB Menjadi Agen Perubahan Sejati

KNPI NTB fokus lakukan konsolidasi dan pembinaan kepemudaan sehingga benar-benar di rasakan keberadaanya oleh Masyarakat

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT :   DPD KNPI NTB di bawah Komando Ketua, Lalu Wire Kencana dan Sekretaris, Lalu Athari Fathullah mendorong para  pemuda NTB menjadi agen perubahan yang sejati dalam berbagai bidang.

Jadi diri Pemuda NTB yang maju dan kreatif akan menjadi citra baik memajukan daerah ini. Untuk itu DPD KNPI NTB akan tetap menggelorakan semangat kemandirian dan inovatif bagi semua kalangan, khususnya kaum  pemuda agar tetap  eksis dalam menjalankan amanah organisasi kepemudaan.

Hal itu disam[paikan Ketua DPD  KNPI NTB , Lalu Wira Kencana  melalui siaran pers yang disampaikan kemedia, Jumat (05/11) sore, terkait  pelantikan pengurus Kecamatan KNPI  se Kabaputen Lombok Barat di Gedung Utama Kantor Bupati Lombok Barat.

Lalu Wire kencana menjelaskan, kondisi pemuda hari ini jangan terpengaruhi dengan kondisi Organisasi yang sedang dalam kondisi tidak Normal,  tapi tetap semangat berkomitmen sebagai pemuda.

“Meskipun DPD I KNPI NTB selama ini tidak mendapat suport sama sekali dari pemerintah propinsi bukan lantas membuat kita berkecil hati,” ujarnya

Wire Kencane bertekad menunjukkan,  siapa sesungguhnya yang benar-benar memiliki komitmen membangun pemuda. “Karena KNPI sebagai wadah yang menaungi dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda haruslah tetap eksis,” lanjut Wire Kencana yang didampingi Sekretaris KNPI NTB, Lalu Athar Fadlulah .

Lebih Jauh Wire menegaskan,  kondisi KNPI hari ini memang jauh berbeda dengan sebelumnya,  gejolak Internal di DPP sedikit mempengaruhi,  tapi biarkan mereka yang di luar sana mencari jati dirinya dengan mengkaui dia yang benar.

“Kita fokus pada konsolidasi dan pembinaan kepemudaan sehingga KNPI NTB  ini benar – benar di rasakan keberadaanya oleh Masyarakat,” sambungnya sembari menambahkan, meskipun secara Undang-undang pemuda memiliki hak soal anggaran. KNPI sejatinya tetap menjadi Mitra pemerintah  yang kritis dalam pembangunan di daerah.

Sementara itu dalam pelantikan Pengurus Kecamatan Se-Kabupaten Lombok Barat hadir Pjs. Bupati Lombok Barat H.Lalu Saswadi,  MM yang  menyampaikan pesan,  sebaik-baik pemuda adalah yang mampu bermanfaat untuk orang lain.

Diharapkan,  jangan sampai pemuda habis waktu untuk berdebat soal ligitimasi meskipun legitimasi itu penting, namun ketika menyakini yang benar maka berbuatlah untuk kemashlatan orang banyak.

“Sehingga dengan tersendirinya legitimasi itu akan muncul dari orang banyak,” tambahnya

Ketua DPD KNPI Lombok Barat, Bung Zain Darmat menyampaikan,  komitmennya untuk terus berjuang dan berkarya untuk membangun dan membina pemuda di Lombok Barat.

“KNPI di Lombok Barat sudah banyak melakukan kegiatan sejak dilantik hingga hari ini,” tandasnya.#

Me (*)




Mundur Dari Tim 10 Percepatan Pembangunan Pariwisata, Taufan Rahmadi Pilih Karir Politik

Dorongan dari berbagai pihak di Industri Pariwisata, akhirnya membulatkan tekad Taufan Rahmadi untuk ikut dalam pemilihan legislatif 2019 Dapil Lombok dari Fraksi Gerindra

MATARAM.lombokjournal.com — Anggota Tim 10 Percepatan pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Taufan Rahmadi, mengundurkan diri dari jabatan yang telah diamanatkan Kementerian Pariwisata sejak 2016 yang lalu.

Taufan mengundurkan diri karena ingin meniti karir di dunia politik sebagai calon anggota legislatif 2019.

“Saya baru saja mengambil keputusan yang sangat berat. Keputusan yang saya tahu dapat mempengaruhi banyak orang. Ya, saya telah memutuskan untuk mundur dari posisi saya di Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian RI, ” katanya di Mataram, Kamis (10/05).

Ia lebih memilih mundur dari Anggota Tim Percepatan untuk menghindaru anggapan politik dengan memanfaatkan jabatan, agar bisa memuluskan dirinya untuk maju di Pileg 2019 mendatang.

“Saya benar-benar tidak ingin anggapan tersebut muncul, sehingga sejak bulan April saya sudah mengirimkan secara informal pemberitahuan kepada Ketua Tim 10 bapak Hiramsyah S. Thaib, tentang rencana saya mundur dari Tim,” jelasnya.

Mengambil jalur politik, lanjut mantan Ketua BPPD NTB ini, sebenarnya tidak ada dalam rencananya. Karena dirinya tidak memiliki pengalaman di dunia Politik ataupun pernah menjadi kader partai.

Namun karena dorongan dari berbagai pihak di Industri Pariwisata, akhirnya iapun membulatkan tekad untuk mencoba ikut dalam pemilihan legislatif 2019 dapil Lombok dari Fraksi Gerindra.

“Teman-teman pariwisata yang selama ini mengenal saya, dan mengetahui kinerja saya, semata-mata menginginkan saya untuk suarakan aspirasi mereka tentang pariwisata di tingkat yang lebih tinggi. Faktanya, NTB yang merupakan daerah yang hidup dari sektor pariwisata, tidak memiliki wakil di DPR RI yang secara khusus menyuarakan pariwisata,” tuturnya.

Selama ini dirinya banyak mengunjungi pelosok-pelosok di NTB, bertemu dan berdiskusi tentang pariwisata dengan pemuda-pemuda desa, mengajak para pemuda tersebut untuk proaktif membangun pariwisata desanya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, mereka-mereka yang banyak bercerita kepadanya tentang bagaimana mereka menghadapi ‘tembok’ yang menghalangi mereka memaksimalkan potensi pariwisata di daerahnya.

Taufan sering berdiskusi serta mendengarkan aspirasi mereka, membuat dirinya  tersentuh dan sadar, yang ia lakukan selama ini di pariwisata belum seberapa jika dibandingkan kebutuhan dan harapan mereka akan majunya pariwisata di desa-desa mereka.

Mendengarkan suara harapan mereka agar pariwisata bisa berdampak lebih besar pada kesejahteraan masyarakat di desanya, benar-benar menyentuhnya, sehingga membuatnya bulatkan tekad bahwa saya harus melakukan jauh lebih besar dari ini.

“Aspirasi pariwisata mereka harus disuarakan di tingkat yang lebih tinggi. Alasan-alasan inilah yang membuat saya pada akhirnya memutuskan untuk maju di dunia politik, melalui jalur pencalonan Bakal Calon Anggota Legislatif DPR RI 2019,” tegas Taufan.

AYA




Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2016 Turun 2 Point

Pembangunan bidang politik tidak mendapat prioritas,terutama jika dibandingkan bidang kesejahteraan masyarakat atau infrastruktur

MATARAM.lombokjournal.com — Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2016 mengalami penurunan sekitar 2 point dari IDI tahun 2015.

Tahun 2016, IDI mencapai 70,09 point, sedangkan IDI tahun 2015 72,82 point. Begitu juga dengan nilai IDI di 15 provinsi mengalami penurunan, sedangkan provinsi NTB terjadi peningkatan kualitas sebesar 0,33 point.

Penurunan IDI provinsi terbesar terjadi di provinsi DKI Jakarta sebesar 14,47 point dan provinsi Sumatera Barat sebesar 13,05 point.

Menurut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI, M.Sairi Hasbullah, point penting dari IDI 2015-2016 yaitu dengan IDI 2016 yang turun menjadi 70,09, artinya semakin menjauh dari target RPJMN 2019 yang sebesar 75,00 point.

“Lalu ketiga aspek berkontribusi dalam penurunan IIDI,namun lembaga demokrasi mengalami penurunan sebesar 4,82 poin,”ucapnya dalam Workshop Fasilitator FGD dalam rangka penyusunan IDI,Kamis (10/5) pagi di Mataram.

Karena itu, dengan penurunan IDI 2016 tersebut terdapat beberapa provinsi yang indeksnya naik atau turun dengan ekstrims.

“Harus bisa dipastikan apakah sesuai realitas atau karena adanya persoalan pengumpulan data pads IDI 2015-2016,”ungkapnya.

Sementara itu, IDI sebagai pembangunan politik,IDI tercantum dalam RPJMN, namun tidak terkoreksi dengan RPJMD seluruh provinsi, sehingga pembangunan politik seakan hanya tanggungjawab pusat.

Selain itu juga implikasinya pembangunan politik bersifat top down dan daerah kurang memberi respon, target IDI 75.00 point pada tahun 2019 mungkin tercapai dengan sinergi yang baik antara pusat dan daerah.

Lalu pembangunan bidang politik tidak mendapat prioritas,terutama jika dibandingkan bidang kesejahteraan masyarakat atau infrastruktur.

Bahkan, tambahnya, konsep IDI dianggap terlaku liberal, sehingga belum sepenuhnya diterima oleh stakeholder di provinsi.

Sementara itu  peran dari Kabid Sosial dalan pembangunan politik yaitu menjadi leading actor dalan pengumpulan data indeks demokrasi yang akurat dan indepemden,aktif melakukan diseminasi dan sosialisasi IDI di masing masing provinsi.

Selain itu berperan aktif dalam Pokja IDI baik dalan proses pengumpulan data maupun utilisasi data IDI bersama pemda dan instansi terkait lalu mrlajukan berbagai kajian tentang hubungan IDI dengan berbagai indikator lain yang dihasilkan BPS terutama yang terkait dengan kesejahteraan.

Workshop Fasilitator FGD dalam rangka penyusunan IDI yang digelar di Mataram NTB akan berlangsung selama dua hari diikuti oleh Kepala bidang statistik BPS seluruh indonesia dengan menghadirkan pembicara dari BPS Pusat, Dewan Pakar IDI, Prof Maswadi Rauf (peneliti LIPI) dandiwaliki oleh Kemenko Polhukam diwakili oleh Asisten Deputi Bidang Koordinator Demokrasi dan Ormas, Widiyanto Poesoko.

AYA