Mi6 : Zul Rohmi Punya Kans Menang Pilgub NTB

Mengapa pasangan ini bisa keluar sebagai pemenang. Antara lain, keputusan TGB yang turun ke lapangan menyatakan dukungannya kepada Zul-Rohmi

Bambang Mei

lombokjournal.com —

MATARAM  :    Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, persaingan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan berlangsung menarik.

Pasalnya, Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sudah tidak ikut dalam kontestasi lantaran telah dua periode menjabat.

Empat pasangan calon yang muncul membuat masyarakat mempunyai banyak pilihan. Dari keempat nama paslon, Bambang menilai, pasangan Zulkieflimansyah dan Siti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) memiliki kans atau  potensi besar untuk memenangkan persaingan.

Pasangan yang diusung PKS dan Demokrat ini, kata Bambang, menawarkan gagasan dan ide yang segar dalam membangun NTB lima tahun ke depan.

“Awalnya pasangan Zul-Rohmi kerap dipandang sebelah mata karena terbilang ‘hijau’ dalam kancah perpolitikan di NTB,” ungkap Direktur Mi6 yang kerap disapa Didu, Sabtu ( 23/06)

 

Didu menyebutkan, tiga pasangan lain seperti Ahyar Abduh (Wali Kota Mataram), Suhaili (Bupati Lombok Tengah), dan Ali BD (Bupati Lombok Timur) yang merupakan kepala daerah di kabupaten/kota di NTB.

Sedangkan, Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah, lanjutnya, merupakan pendatang baru. Terlebih, Zul yang lebih akrab berkutat di Jakarta sebagai anggota DPR RI. Sementara, Rohmi sempat menjadi Ketua DPRD Lombok Timur.

“Tergambar juga saat awal-awal, survei pasangan ini selalu menempati posisi terbawah,” ujarnya

Namun, Didu menambahkan, pasangan Zul-Rohmi terus menggeliat dalam beberapa bulan terakhir jelang pencoblosan dengan masif turun ke lapangan.

Didu  menilai, ada beberapa faktor mengapa pasangan ini bisa keluar sebagai pemenang. Antara lain, keputusan TGB yang turun ke lapangan menyatakan dukungannya kepada Zul-Rohmi, kecakapan keduanya saat debat pilkada, dan juga Rohmi sebagai satu-satunya keterwakilan perempuan dalam kontestasi pilgub NTB.

“Suara TGB diyakini sangat penting dalam mendongkrak pasangan ini. Rohmi sebagai satu-satunya perempuan juga sangat menentukan suara pemilih perempuan,” imbuhnya

Zul-Rohmi Unggul versi 3 Lembaga Survey

Zzul-Rohmi

Sementara itu Zul-Rohmi menempati posisi tertinggi versi tiga lembaga survei dibanding  pasangan calon lainnya, dengan raihan 28 persen dalam hasil survei Olat Maras Institute (OMI) yang dilakukan sejak 3 Juni sampai 12 Juni 2018.

Posisi Zul-Rohmi disusul pasangan lain, Suhaili Fadhil Thohir-Muhammad Amin dengan 21,6 persen, Ahyar Abduh-Mori Hanafi dengan 17,7 persen, dan Ali Bin Dahlan-Lalu Gede Sakti memperoleh 12,6 persen, serta yang tidak menjawab sebesar 20,1 persen

Sedangkan survey yang diadakan oleh  PolTrust Zul Rohmi unggul dibanding tiga Paslon lain yakni 30,22 persen disusul Suhaeli Moh Amin 17,73 persen , Ahyar Mori 17,27 terakhir Ali Sakti 15,23 persen  dan yang belum memutuskan 19,54 persen.

Terakhir bocoran dari Lembaga  survey  Kedai Kopi, lagi lagi Zul Rohmi menempati rangking pertama dengan skors  18,8 persen disusul Suhaeli Amin 15,6 persen , Ahyar Mori 14,2 persen dan Ali Sakti 8,3 persen . Dan yang belum memutuskan 43,1 persen. ***

Me (*)

 




Bawaslu Gelar Sosialisasi TPS Rawan Pemilihan

Jika menggunakan variabel kontestasi, NTB masuk 10 Provinsi rawan

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB, deteksi sebanyak 2.909 Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan pemilihan dari 8.336 TPS se-NTB, pada pemilihan kepala daerah baik Gubernur dan Bupati / Walikota.

Karena itu,Bawaslu menggelar sosialisasi TPS rawan pemilihan gubernur dan pemilihan bupati / walikota sekaligus penandatanganan MoU dengan organisasi kepemudaan dalam rangka perkuat pengawasan.

Ketua Bawaslu NTB, M Khuwailid mengatakan, sosialisasi yang digelar dalam bentuk nyata dalam hal pengawas sesuai tagline yang dibuat Bawaslu yaitu bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan.

“Kami hanya selaku pelaksana atau hanya pelayan masyarakat, pengawasan ini untuk seluruh kedaulatan terfasilitasi dengan baik,” ungkapnya di Mataram, Sabtu (23/6).

Dia menjelaskan, yang berkaitan dengan TPS rawan, pada tingkat kerawanan yang berbeda dengan indeks kerawanan yang mengeluarkan Bawaslu RI dengan berbagai indikator. Bisa dikatakan, NTB Secara umum masuk indeks kerawanan rendah.

Tapi, jika menggunakan variabel kontestasi, NTB masuk 10 Provinsi rawan.

“Itu tergantung indikator yang berbeda.Okeh adil, dengan adanya peta kerawanan, kita akan terus awasi dan antisipasi, “ katanya.

Khuwailid memaparkan satu persatu daerah yang rawan pemilihan mulai Kota Mataram, dari 667 jumlah TPS, sebanyak 227 TPS masuk kategori rawan. Kemudian Lombok Barat, dari 1180 TPS, sebanyak 519 TPS dianggap rawan.

Dilanjutkan Lombok Utara, dari 518 jumlah TPS, ada 138 TPS rawan. Masuk Lombok Tengah dengan jumlah TPS 1500, sebanyak 266 TPS rawan. Tidak hanya itu, Lombok Timur dengan jumlah 2017 TPS, sebanyak 782 TPS masuk kategori rawan.

Untuk KSB sendiri, sebanyak 193 TPS, ada 95 TPS masuk rawan. Kemudian Sumbawawakilan TPS sebanyak 861, ada 226 TPS rawan. Kabupaten Dompu 458 TPS, sebanyak 87 TPS masuk kategori rawan, Kota Bima dari 249 TPS, sebanyak 173 TPS rawan dan Kabuapten Bima sebanyak 693 TPS, ada 396 TPS masuk kategori rawan.

Khuwailid menambahkan, jika berbicara dari variabel-variabel yang berbeda dengan angka yang ditemukan 821. Variabel selanjutnya digunakan untuk mencari angka 841. Jika anehitas, KPPS muncul angka 364, jika berbicara dengan suara yang lain sebanyak 425 dan variabel kampanye diangka 350.

“Kalau berbicara klarifikasi indikator-indikator kerawanan, ada pada pemilih disabilitas pada angka 870, dan jika melihat indikator-indikator pemilih tetapi tetap tidak masuk DPT sebanyak 595. Bicara klarifikasi indikator kerawanan, ada 15 indikator, ” ujarnya.

Khuwailid berharap, apa yang bisa menjadi perhatian  bisa di awasi dengan baik.

AYA




TGB: Wujudkan Lombok Timur Baru Bersama Fiddin

Fiddin akan memberikan perhatian lebih kepada para tenaga honorer, tenaga kontrak baik dari kalangan guru, perawat hingga marbot masjid dan guru ngaji

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR  :    Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Muhammad Zainul Majdi,  menyemarakkan kampanye akbar yang dilaksanakan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, HM Syamsul Luthfi – H Najamuddin Moestofa atau Fiddin, di Lapangan Nasional Selong, Sabtu (23/06).

TGB yang hadir sebagai juru kampanye pasangan Fiddin di hadapan ribuan massa simpatisan dan pendukung pasangan calon yang diusung Partai Demokrat dan PKB itu menekankan, agar seluruh masyarakat memantapkan pilihan dari sekarang untuk memenangkan pasangan calon Fiddin dengan nomor urut 4 di Lombok Timur.

“Mulai sekarang mantapkan hati, ajak semua keluarga, teman, sahabat dan tetangga untuk mencoblos pasangan Fiddin yang memiliki ciri khusus menggunakan “Sorban Hijau” seperti yang saya kenakan ini,” kata TGB yang  disambut pekikan “Fiddin Menang”, “Zul-Rohmi menang”  dari massa yang membludak di Lapangan Nasional Selong.

Daerah Kabupaten Lombok Timur, kata Gubernur NTB dua periode ini, memiliki kekayaan dan potensi yang sangat luar biasa jika dibanding dengan kabupaten/kota lain yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Apa yang kita saksikan sekarang ini di Lombok Timur, jauh lebih besar. Namun karena belum terkelola dan tertata dengan baik, potensi-potensi tersebut belum dapat dinikmati oleh masyarakat. Karena itu, jika ingin Lombok Timur lebih maju lagi dari yang sekarang, mari kita sama-sama menangkan pasangan Fiddin,” kata TGB.

Pembangunan di suatu daerah, lanjut TG, tidak bisa hanya mengandalkan kemauan dan keinginan sendiri,. Tapi harus dilakukan berdasarkan perencanaan program yang sistematis serta sinergitas dan kesepakatan bersama pemerintah daerah dan kalangan eksekutif.

Tentunya dengan arah program yang jelas dan kemanfaatannya untuk kemajuan daerah dan kemakmuran seluruh masyarakat Lombok Timur.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, setiap pemimpin memiliki jasa pengabdian pada masanya masing-masing, namun tantangan masa depan tentu jauh lebih besar daripada yang sudah lewat.

Massa pendukung FIDDIN membludak

Lombok Timur membutuhkan sentuhan pemimpin baru yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih maju lagi,” ucap TGB yang didampingi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati HM Syamsul Luthfi dan H. Najamuddin Moestofa.

Paket Fiddin, tambah TGB, memiliki nama yang sangat luar biasa, yang di dalamnya terdapat kata “addin” yang berarti agama. Karena itu, Fiddin akan berbuat dan bekerja dengan landasan agama dan akhlakul karimah.

“Fiddin akan membawa Lombok Timur menjadi daerah yang sarat dengan prestasi, sarat dengan kerja-kerja nyata untuk menggali potensi yang ada demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat Lombok Timur,” tandas Zainul Majdi.

Sementara itu, Calon Bupati Lombok Timur HM Syamsul Luthfi dalam orasinya memaparkan program-program prioritas yang akan dilakukan lima tahun mendatang jika berhasil memanangkan perheltan politik di daerah Patuh Karya itu.

Empat program prioritas yang disampaikan Syamsul Luthfi pada kesempatan itu, di antaranya pembentukan Daerah Otonom Baru Kabupaten Lombok Selatan (KLS), program Gema Ampuh (Gerakan Masyarakat Antisipasi Anak Putus Sekolah), program Kelompok Pemuda Mandiri (KPM) dan program Sunrise of Lombok, yang dihajatkan untuk memajukan sektor pariwisata di daerah ini.

Pembentukan KLS, kata Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Timur ini, menjadi dambaan dan impian seluruh masyarakat yang ada di wilayah selatan, sehingga Fiddin akan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut.

Bahkan, pembentukan KLS telah diawacanakannya sejak menjadi Wakil Bupati Lombok Timur, namun sayang hingga saat ini belum terlaksana.

“Nanti Fiddin akan memperjuangkan terbentuknya KLS,” kata Syamsul Luthfi.

Program Gema Ampuh, kata kakak kandung TGB Zainul Majdi ini, tidak ada lagi anak-anak Lombok Timur yang tidak bersekolah dengan alasan tidak ada dana untuk membayar sekolah.

Demikian dengan program Kelompok Pemuda Mandiri, dalam setahun akan melahirkan 1.000 kelompok usaha mandiri, masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang, sehingga dalam lima tahun pemerintahannya akan melahirkan 10.000 Wirausaha baru yang dibantu permodalan dan dibekali pelatihan-pelatihan secara berkelanjutan.

Lain halnya dengan calon Wakil Bupati H. Najamuddin Moestofa, politisi PKB ini berjanji akan memberikan kemudahan bahkan menggratiskan para pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan Surat Izin Usaha, yang selama ini terkesan berbelit-belit dan membaratkan masyarakat kecil.

“Asal masyarakat mau bekerja, kami akan gratiskan pembuatan Surat Izin Usaha,” katanya.

Selama pemerintahannya bersama HM Syamsul Luthfi, lanjut mantan anggota DPRD NTB ini, Fiddin akan memberikan perhatian lebih kepada para tenaga honorer, tenaga kontrak baik dari kalangan guru, perawat hingga marbot masjid dan guru ngaji.

“Kami akan menaikkan kesejahtaraan para honorer maupun tenaga kontrak dengan pemberian honor dan intensif diatas satu juta rupiah per bulan,” ucap H Najamuddin disambut tepuk tangan riuh massa yang hadir.

Selain itu pula, H Najamuddin Moestofa juga menegaskan tidak akan lagi membangun toko-toko mewah dan kantor-kantor bertingkat yang selama ini sangat menyedot anggaran daerah sehingga dana yang seharusnya ke masyarkat kecil dan menengah menjadi terganggu.

“Buat apa membangun toko-toko mewah tapi tidak terpakai, kantor-kantor mewah dan pasar-pasar elit tapi tidak sesuai dengan yang dihasilkan,” kata H Najamuddin Moestofa.

Kampanye Pamungkas Fiddin yang juga dihadiri Calon Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah serta sejumlah tokoh masyarakt dan tokoh agama itu dihadiri oleh artis Liga Dangdut Indonesia asal Lombok Timur, Baiq Gita.

Kampanye hari terakhir ini juga ditutup dengan simulasi pencoblosan pasangan calon bupati dan wakil bupati Lombok Timur nomor urut 4 dengan tanda Sorban Ijo diatas panggung oleh TGB Zainul Majdi.

Me (*)

 

 

 

 




KLU Launcing Puskesmas Ramah Anak

Puskesmas Ramah Anak Tanjung merupakan satu-satunya di Lombok Utara dan ke Lima di NTB

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, melauncing sekaligus membuka Puskesmas Tanjung sebagai Puskesmas ramah anak, Jumat (22/6).

“Sebuah inovasi yang patut diapresiasi, konsep ini dimaksudkan untuk memproteksi anak-anak yang datang ke Puskesmas bersama orang tuanya, atau mereka yang dirawat disini,” ungkapnya.

Pola ini, lanjut Bupati, kurang lebih sama dengan PAUD yang dibangun di RSUD saat ini, yakni kombinasi antara pendidikan dan kesehatan. Dimana anak tidak kehilangan waktu belajarnya dimanapun mereka berada.

“Kita berharap semua Puskesmas di Lombok Utara bisa menjadi Puskesmas ramah anak, yang menghadirkan ruang belajar sekaligus bermain bagai mereka,” sambungnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, Khaerul Anwar, mengungkapkan, Puskesmas Ramah Anak Tanjung merupakan satu-satunya di Lombok Utara dan ke Lima di NTB.

“Secara nasional pun belum banyak. Bahkan rencananya tahun depan kita akan upayakan terwujud di 4 puskesmas lainnya,” papar Khairul.

Khairul melanjutkan, Kunjungan Puskesmas Tanjung merupakan yang paling tinggi, sekitra 150 pasien perhari. Dan rata-rata membawa anak, karena itulah ada ide untuk membangun Puskesmas Tanjung menjadi Puskesmas ramah anak.

“Ketika orang tuanya mendapat perawatan, anak-anaknya bisa dititipkan di ruang bermain. Mereka (anak-anak) sedini mungkin harus mendapatkan hak-haknya,” tutupnya.

Khaerul juga menyampaikan rasa terimakasihya kepada pihak Puskesmas Tanjung dan Dinas Dikpora yang telah memberikan bantuan alat permainan edukatif demi terwujudnya puskesmas ramah anak di KLU.

Di akhir acara, Bupati bersama tamu undangan didampingi Kepala Puskesmas Tanjung, Ahmad., meninjau langsung ruangan dan taman bermain yang sudah mulai ramai dipenuhi anak-anak sejak pagi.

DNU




Debat Terbuka Kedua, Zul-Rohmi Sampaikan Gagasan Segar Membangun Daerah

Calon Gubernur  yang saat debat masih menjabat sebagai Bupati atau Walikota, dalam sesi menjawab persoalan dari video yang dirumuskan tim pakar, jawabannya  tidak memberi perspektif yang inovatif.

Penndukung Zul-Rohmi

lombokjournal.com –

MATARAM :  Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur  Nusa Tenggara Barat (NTB) nomor 3, Zulkieflimansyah-Siti Rohmi (Zul-Rohmi), punya  perspektif yang segar dalam menjawab persoalan pembangunan daerah.

Itu terungkap dalam debat terbuka empat pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur  Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung ballroom Hotel Lombok Raya di Mataram, Jum’at (22/06) malam.

Mengulang debat terbuka pertama, tiga paslon lainnya tidak memunculkan perspektif baru atau dengan kata lain tidak ipunya gagasan inovatif dalam menjawab persoalan pembangunan di daerah yang lebih mensejahterakan.

Calon Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menanggapi persoalan terkait perekonomian masyarakat pesisir,  ia bicara perlunya teknologi untuk masyarakat pesisir, khususnya industri pengolahan

Hal itu mengindikasikan hanya pasloin Zul-Rohmi yang mempunyai perspektif yang segar sekaligus konsep yang jelas dalam menjawab persoalan terkait perekonomian masyarakat pesisir.

Itulah sebabnya Zul bisa meyakinkan saat mengomentari persoalan yang saat ini dihadapi nelayan lobster. ”Bagaimana membuat kebijakan pusat (yang bertujuan baik) bisa jalan, di pihak lain nelayan bisa tetap sejahtera,” kata Zul.

Sementara itu, para Calon Gubernur  yang saat debat masih menjabat sebagai Bupati atau Walkikota, dalam sesi menjawab persoalan dari video yang dirumuskan tim pakar, masih memberi jawaban yang  umum.

Lebih dari itu, jawaban mereka  terhadap permasalahan hortikultura, kelangkaan pupuk, eko wisata, atau masalah anak terlantar, cenderung tidak menjawab dalam perspektif yang inovatif.

Pengalaman Zulkieflimansyah sebagai anggota DPR RI tiga periode, baik sebagai Ketua Fraksi mauppun Ketua Komisi, membuatnya mudah menjawab pertanyaan yang diajukan. Khususnya  terkait permasalahan yang terjadi di hutan Sekaroh atau pembangunan   pelabuhan yang bertahun-tahun tidak kunjung rampung.

“Pengalaman saya sebagai Ketua Fraksi maupun Ketua Komisi, punya banyak hubungan ke pusat.  Apa yang terjadi sekarang, tidak boleh terulang,” kata Zul.

Termasuk bagaimana mengoptimalkan aset daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab selama ini Pemerintah Provinsi NTB  dinilai kurang optimal memanfaatkan aset -aset yang dimilikinya.

“Pemda harus mempunyai terobosan untuk mengoptimalkan aset milik daerah,” katanya sambil menyinggung perlunya evaluasi aset.

Keberadaan perusahaan besar di daerah seperti perusahaan tambang, menjadi perhatiannya.  Zul mempertanyakan, apa yang bisa dilakukan pemerintah daerah kalau perusahaan itu go public dan masyarakat hanya jadi penonton.

Terkait itu ia menyinggung tentang  IPO (Initial Public Offering), yakni penawaran pertama harga oleh perusahaan terbuka yang melantai di bursa saham.

IPO seringkali menjadi solusi yang sangat baik bagi perusahaan-perusahaan swasta baru dan/atau hanya memiliki modal terbatas yang ingin berkembang dengan tambahan modal dari publik tersebut.

Namun belakangan terlihat perusahaan-perusahaan besar juga ikut melantai di bursa saham. Karena itu, pemda perlu memahami pentingnya IPO, dan tidak hanya menjadi penonton.

Dengan memahami apa yang bisa dimanfaatkan dari perusahaan besar, menurut Zul, maka membangun tidak selalu bersandar APBD.  Termasuk bagaimana menggaji tenaga honnorer, perawat, atau tiap tahun bisa mengirim 500 orang ke luar negeri, tanpa membebani APBD.

Sebagai ekonom, Zul dalam sesi bertanya pada paslon lain juga menyinggung techno park, yakni kawasan yang dikelola dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan/perekonomian masyarakat sekitarnya, dengan mempromosikan budaya inovasi dan daya saing dari bisnis berbasis pengetahuan.

ini akan memunculkan pengusaha pemula berbasis inovasi yang mampu menarik tenaga kerja dan meningkatkan daya saing daerah. Stakeholder dari suatu technopark biasanya adalah pemerintah (biasanya pemerintah daerah), komunitas peneliti (akademis), komunitas bisnis dan finansial.

Sayangnya, paslon yang ditanya (mungkin) tiidak memahami  technopark sebagai salah satu yang menghubungkan institusi perguruan tinggi dengan dunia industri.

“Kalau bicara persoalan pembangunan ekonomi  dan kesejahteraan masyarakat, Zul lebih memahami persoalan,” ujar seorang pengajar perguruan tinggi yang mengikuti debat terbuka itu.

Me (*)

 




Awas, Relawan TPS Zul-Rohmi Pelototi Pilkada Curang

Biasanya di hari tenang dan jelang pencoblosan banyak sekali kecurangan terjadi

M Nashib Ikroman

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR — Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tinggal menghitung hari.  Warga NTB akan menggunakan hak pilihnya pada hari Rabu (27/06).

Mendekati waktu pemilihan, relawan TPS (tempat pemungutan suara) pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Dr Zulkieflimansyah-Dr Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) diminta aktif bergerak di TPS.

Hal ini disampaikan Ketua Bappilu Partai Demokrat NTB, M Nashib Ikroman, di sela-sela kampanye dialogis Zul-Rohmi, serta pasangan nomor urut 4 calon bupati dan wakil bupati Lombok Timur, H Syamsul Lutfi-H Najamuddin (Fiddin) di Lapangan Keruak, Lombok Timur.

“Mari relawan TPS Zul-Rohmi dan Fiddin mewujudkan NTB Gemilang dan Lombok Timur Baru,” katanya, Kamis (21/06).

Pria berambut panjang yang akrab disapa Achieve ini mengatakan, relawan TPS diharapkan bisa mewujudkan Pilkada tingkat provinsi dan kabupaten yang sehat. Biasanya di hari tenang dan jelang pencoblosan banyak sekali kecurangan terjadi.

“Kalau ada yang curang, foto dan upload langsung di sosial media (sosmed). Kita viralkan saja,” bebernya.

Achieve mengungkapkan, relawan Zul-Rohmi dan Fiddin harus terus blusukan di wilayah masing-masing. Ini dilakukan sampai pencoblosan dan penghitungan KPU dilakukan.

“Pelototi semua wilayah kita masing-masing. Pastikan kecurangan itu tidak terjadi,” tegasnya.

Diakuinya, mengawal pilkada yang jujur dan bersih tak bisa dilakukan hanya oleh paslon Zul-Rohmi dan Fiddin. Dukungan dari relawan dan simpatisan jelas dibutuhkan.

“Kita tak bisa menjangkau wilayah yang luas. Jadi semua relawan TPS harus pasang mata, pasang telinga, dan pasang badan,” imbuhnya.

Diakuinya, kontestasi demokrasi baik di Provinsi NTB maupun Kabupaten Lombok Timur, muncul beragam kabar angin adanya gerakan kecurangan yang masif dan sistematis. Itu artinya pilkada belum bisa dipastikan bebas dari kecurangan.

“Kita tidak menuduh siapapun. Tapi, kita mengantisipasi, menjaga jangan sampai kabar angin yang beredar itu terjadi,” tandas Achieve.

Lebih jauh, para relawan TPS juga bisa menghalau fitnah dan kampanye hitam yang muncul. Tim Zul-Rohmi maupun Fiddin mendapati beredarnya selebaran yang menyudutkan pasangan jilbab hijau dan sorban hijau.

“Kita lawan juga semua kampanye yang bersifat fitnah,” tambahnya.

Achieve berharap, dengan gerakan relawan TPS Zul-Rohmi yang solid, pihak-pihak yang hendak berlaku curang mengurungkan niatnya. Karena semua sudut TPS bakal terpantau terus.

“Mari tetap membangun semangat. Yakinkan diri kita bisa mewujudkan pilkada yang sehat,” tukasnya.*

Me(*)




Zul-Rohmi Didukung Front Nelayan NTB

Gubernur itu hadir supaya mampu mendistribusikan harapan pemerintah pusat di daerah dan di sisi yang lain juga bersahabat dengan para pengusaha serta melindungi para nelayan

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH :  Calon gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menemui puluhan perwakilan nelayan se-NTB yang tergabung dalam Front Nelayan Indonesia (FNI) Wilayah NTB di Family Beach Cafe Kawan Mandalika Lombok Tengah, Kamis (21/06).

Organisasi yang beranggotakan puluhan ribu nelayan lobster se-NTB ini mantap mendukung Zul-Rohmi setelah melihat track record Doktor Zul selama 3 periode berkiprah di pusat menjadi Anggota DPR RI.

Berbekal pengalaman dan jaringan, Doktor Zul dinilai mampu melindungi dan menyelesaikan persoalan nelayan dibandingkan 3 Cagub lainnya.

Rusdianto Samawa, Ketua Umum Front Nelayan Indonesia ( FNI)  yang hadir mengakui adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2017 cukup menyulitkan para nelayan.

Tahun 2010 jumlah nelayan lobster di NTB mencapai 13.000 orang, setelah terbit peraturan tersebut, jumlahnya menyusut hingga 10.000 sampai sekarang.

Padahal menurutnya, masyarakat yang dulu pengangguran cukup terbantu dengan adanya penangkapan bibit lobster. Setelah dilarang, masyarakat kembali banyak yang menganggur.

“Saat ini kita butuh Cagub yang pro terhadap kepentingan nelayan Nusa Tenggara Barat. Nelayan ini belum memiliki asuransi untuk melindungi mereka ketika sakit. Kebijakan, regulasi pengembangan koperasi, pengolahan ikan, mendorong industri perikanan dan lain-lain perlu ada di NTB. Mudah-mudahan pak Doktor bisa follow up setelah menjadi Gubernur. Kami yakin Pak Doktor bisa.” ungkap Rusdianto.

Dalam kesempatan yang sama, Doktor Zul menyampaikan NTB perlu menghadirkan Industri Pengolahan. Persoalan di NTB bukan hanya persoalan nelayan lobser, tapi juga persoalan pertanian, peternakan dan lain-lain.

Salah satu tantangan negara-negara berkembang adalah pengembangan industri olahan. Perlu ada political will dari pemerintah untuk mengembangkan industri olahan. Daripada mengutuk kegelapan lebih baik kita menyalakan cahaya di ujung terowongan.

Doktor Zul menegaskan, seorang pemimpin atau gubernur itu hadir supaya mampu mendistribusikan harapan pemerintah pusat di daerah dan di sisi yang lain juga bersahabat dengan para pengusaha serta melindungi para nelayan.

 

“Saya akan cari cara supaya pemerintah atau menteri tidak merasa dilukai dan pengusaha disini retap jalan serta nelayan bisa menjalankan aktivitasnya. Kalau kita jadi gubernur, muda-mudahan nasib nelayan kita bisa kita bantu lebih banyak jika kita punya kewenangan nantinya,” pungkas Doktor.

 

Me (*)




Zul-Rohmi Dan Fiddin Mantapkan Menang di Lotim

Nantinya Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan komplit Zul-Rohmi, akan memperbanyak program yang menyentuh kebijakan terhadap kaum perempuan

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR :  Kampanye dialogis pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) di Lapangan Umum Janjang Keruak, Lombok Timur, Kamis (21/06), berlangsung gempita nan khusyuk dalam kemasan alunan shalawat artis Youtuber,  Puja Syarma dan Ustadz Hadi.

Rribuan warga simpatisan dan massa pendukung paslon Zul-Rohmi yang bergabung dengan massa paslon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, HM. Syamsul Luthfi – H. Najamuddin Moestofa (Fiddin), mulai terlihat memadati arena kampanye sejak pukul 15.00 Wita, diiringi alunan musik perjuangan Zul-Rohmi dan Fiddin.

Dalam orasi politiknya, calon Gubernur NTB periode 2019-2023 yang akrab dengan sapaan Dr. Zul mengugkapkan, pasangan Zul-Rohmi merupakan paket lengkap untuk memimpin NTB lima tahun ke depan.

“Paket Zul-Rohmi merupakan konfigurasi kepemimpinan laki-laki dan perempuan, paling komplit, paling lengkap. Jangan ragu memilih dan mencoblos nomor urut 3 dengan tanda jilbab warna hijau,” kata Dr. Zul lantang.

Lebih jauh Dr. Zul menegaskan, kemenangan Zul-Rohmi merupakan amanah rakyat yang akan membuat NTB ke depan semakin gemilang.

“InsyaAllah, NTB akan mencapai kegemilangan, menjadi daerah yang baldatun thayyibatun warobbun ghafur,” ucap Dr. Zul yang disambut gema takbir ribuan massa yang hadir.

Sementara calon Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam kesempatan orasinya mengajak seluruh masyarakat, khususnya kalangan perempuan untuk tidak ragu mencoblos “Jilbab Hijau”.

Dikatakannya, nantinya Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan komplit Zul-Rohmi, akan memperbanyak program yang menyentuh kebijakan terhadap kaum perempuan. Sehingga kaum perempuan di NTB juga dapat meraih kebahagiaan dan kesejahteraan serta setara dengan kaum laki-laki.

“Logikanya, yang paling mengerti kebutuhan perempuan adalah perempuan itu sendiri,” ujar Sitti Rohmi.

Terkait proses pencoblosan pada hari Rabu (27/06) nanti, Dr. Sitti Rohmi menjelaskan tidak perlu njelimet mencari pasangan calon nomor urut 3. Sebab hanya pasangan yang diusung PKS dan Demokrat yang menggunakan jilbab.

“Hanya pasangan Zul-Rohmi yang menggunakan jilbab. Jangan pikir-pikir lagi, kalau ada yang pakai jilbab di surat suara, langsung saja coblos jilbabnya,” imbuh mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur itu.

Dalam kesempata itu pula, calon Bupati  Lombok Timur HM. Syamsul Luthfi mengajak seluruh tim relawan, tim pemenangan, maupun massa pendukung, agar tidak saling memfitnah dan menjelek-jelekkan kompetitor lain.

“Kita suguhkan program dan visi-misi ke masyarakat. Tidak boleh memfitnah,” kata Syamsul Luthfi.

Karena itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur untuk mulai sekarang menguatkan pendirian dan mengokohkan tekad, bersama-sama memilih pasangan nomor urut 4 FIDDIN.

“Mari kita wujudkan Lombok Timur BARU (Berdayasaing, Aman, Religius dan Unggul) demi NTB Gemilang,” tandasnya.

Sementara itu dengan semangat yang sama, calon Wakil Bupati H. Najamuddin Moestofa menegaskan,  Fiddin berkomitmen akan memperhatikan kesejahteraan para honorer, tenaga kontrak, marbot dan guru ngaji, serta para perawat, yang menurutnya sampai saat ini menerima honor sangat minim.

“Kita tidak perlu bangun dermaga dan toko-toko mewah yang hanya menghabiskan uang daerah,” kata H. Najamuddin.

Tetapi yang perlu dibangun, kata Najamuddin, bagaimana menyejahterakan masyarakat dengan membangun ekonomi kemasyarakatan, dan memberdayakan usaha kecil dan menengah.*

Me (*)

 

 




Korban Penambangan Di Sekotong Dapat Santunan Dari Mensos

Pelaksanaan perlindungan sosial bagi  korban bencana sosial merupakan sebuah keniscayaan

Idrus Marham

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Warga masyarakat korban penambangan emas di Dusun Soge, Desa Buwung Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat mendapat kunjungan Menteri Sosial (Mensos)  RI, Idrus Marham, untuk menyalurkan bantuan sosial dari Kemensos RI, Kamis (21/06).

Idrus Marham didampingi Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, saat  memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada masing-masing keluarga korban.  Mereka yang mendapat santunan adalah yang anggota keluarganya meninggal dalam insiden penambangan emas yang terjadi pada Selasa (19/06).

“Santunan untuk ahli waris per korban meninggal sebesar Rp15 juta. Dan santunan untuk pengobatan bagi korban luka-luka per korban sebesar Rp2,5 juta. Dari total 7 orang korban meninggal dan 6 korban luka-luka tersebut,  total santunan yang diberikan pemerintah adalah sebesar Rp120 juta,” beber  Idrus Marham usai memberikan bantuan, hari Kamis.

Dalam kesempatan itu, Idrus juga mengatakan, tanggungjawab pemerintah dalam pelaksanaan perlindungan sosial bagi  korban bencana sosial merupakan sebuah keniscayaan.

“Maka kita semua hadir disini dalam rangka menggalang kepedulian pemerintah dan pihak terkait, serta menyampaikan  amanat Undang-Undang. Bapak Presiden Joko Widodo yang berharap bahwa bantuan pemerintah ini dapat bermanfaat meringankan beban penderitaan baik kepada korban maupun keluarga korban bencana sosial,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Secara Khusus, Mensos juga  mengucapkan turut berduka cita atas kejadian bencana yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa meninggal dunia sebanyak 7 orang dan korban luka 6 orang.

“Kepada keluarga korban meninggal dunia  agar diberikan kekuatan dan keiklasan. Kepada  korban luka luka agar cepat diberikan kesembuhan. Saya berharap bahwa kejadian bencana yang terjadi di Kecamatan Sakotong  Kabupaten Lombok Barat disikapi sebagai musibah yang kita terima sebagai cobaan yang di berikan oleh Allah SWT,” ujarnya dengan nada sedih.

Merespon cepat arahan Bapak Presiden, Idrus mengaku diamanatkan untuk memantau pelaksanaan program  bantuan sosial, serta memastikan rakyat yang belum tersentuh bantuan namun telah memenuhi syarat agar segera mendapat bantuan.

Setelah bantuan pemenuhan kebutuhan dasar diberikan, diharapkan  keluarga korban yang ditinggalkan dapat  pelan-pelan membangun kembali kehidupan kearah yang lebih baik. Untuk mendukung hal ini, Kementerian Sosial sedang mengupayakan tindak lanjut program bantuan sosial agar dapat terintegrasi dengan program-program perlindungan sosial lainnya seperti PKH, Rastra, BPNT, KIS, KIP, KUBE maupun UEP yang tentunya akan mendukung penghidupan yang layak,” harapnya.*

AYA

 




Survei POLTRUST : ZUL-ROHMI Unggul Jauh Dari Paslon Lain

ZUL-ROHMI unggul di Kabupaten Lotim dan KLU, sementara di tiga kabupaten/kota konsisten di posisi kedua

Ahmad Fathur

lombokjournal.com —

MATARAM :  Hasil survei Pilkada Gubernur NTB se pulau Lombok yang dilakukan Poltrust Consulting and Monitoring, periode Juni 2018, menempatkan pasangan calon (Paslon) Zul-Rohmi di posisi teratas.

Direktur Operasional PolTrust Consulting and Monitoring Ahmad Fathur mengatakan, Rabu (20/06), survei ini menggunakan metodologi multistage random sampling, dengan sampel 440 dengan Margin of Error (MoE) 4,6 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Dalam survei kami juga melakukan dua kali validasi data dengan Spot Check 20 persen dari sampel dan verifikasi data entry sebelum hasil kami keluarkan,” jelasnya.

Menurutnya, tahapan survei mulai dari hulu sampai hilir dilakukan dengan tetap mengacu pada teori ilmiah survei opini publik.

Hasil dari survey ini, menempatkan pasangan ZUL-ROHMI memperoleh 30,23 persen, kemudian SUHAILI AMIN memperoleh 17,73 persen, AHYAR MORI 17,27 persen, ALI-SAKTI 15,23 persen dan angka Tidak Menjawab/Rahasia/Belum Menentukan Pilihan 19,54 persen.

“Hasil ini menempatkan ZUL-ROHMI menguasai Pulau Lombok dengan selisih cukup jauh dengan paslon lainnya,” ujarnya.

Fathur mengurai, ZUL-ROHMI unggul di Kabupaten Lotim dan KLU, sementara di tiga kabupaten/kota konsisten di posisi kedua. Meski kalah di tiga kabupaten/kota keunggulan ZUL-ROHMI di Pulau Lombok ini lantaran di tiga wilayah itu, ZUL-ROHMI head to head dengan paslon yang unggul disana.

“Ini dirasakan Kompetisi Paslon lain dengan ZUL-ROHMI cukup ketat dan terasa. Ibarat Moto GP, di dua sirkuit ZUL-ROHMI meninggalkan peserta lain cukup jauh, sementara di tiga sirkuit, paslon dengan brand jilbab hijau ini konsisten di posisi kedua,” ujarnya.

Menurut Fathur, PolTrust memilih fokus memotret Pulau Lombok lantaran jumlah pemilihnya besar.

“Sejak 2017, kami sudah melakukan survei Pilkada NTB dan memang fokus memotret pertarungan di Pulau Lombok saja,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan apakah PolTrust lembaga yang baru hadir saat pilkada saja, Fathur menjelaskan, PolTrust sudah melakukan kegiatan survei dan pendampingan sejak 2014 silam. Bahkan hasil survey Pileg 2014 baik untuk DPR RI sampai DPR Kabupaten tidak jauh berbeda hasilnya.

“Kandidat yang saat itu percaya didampingi PolTrust sekarang masih duduk di kursi legislatif. Artinya kami bukan lembaga yang sekonyong-konyong hadir saat Pilkada NTB. Kantor kami pun ada dan mudah untuk diakses. Bahkan beberapa media ternama di NTB sebelum Pilkada sering meminta pendapat peneliti kami mengenai komposisi calon paslon sebelum resmi bertarung empat paslon,” ujarnya.

Dengan hasil survei terbaru Poltrust Ketua Pemenangan Zul-Rohmi H Khairul Rizal menganggap hasil Poltrust sebanding dengan kerja tim pemenangan baik dari unsur partai, simpatisan, relawan, maupun kelompok masyarakat lainnya.

“Ya, Alhamdulillah, tinggal terus menjaga hasil ini hingga 27 Juni mendatang,” katanya.*

Me (*)